Saat cakar beracun si nenek Setan Hijau Rombeng ganas membabat leher, dan tongkat besi Setan Bungkuk Rombeng deras mengepruk kepala. kedua murid Ki Rangga Wesi Bledek cuma dapat jatuhkan diri berguling ketanah, meskipun serangan dua lawannya dapat dihindari tapi ancaman jurus lawan yang berikutnya sudah tidak sanggup lagi mereka elakkan.
Arga Pangestu nekat gulingkan dirinya agar bisa melindungi tubuh Ajeng Larasati dengan punggungnya. meskipun sudah saling mengenal sejak kecil tapi baru kali ini badan kedua muda- mudi itu bersentuhan erat. entah apa yang dirasakan Ajeng Larasati dalam hatinya saat Arga Pangestu melindunginya. kaget, terharu, cinta, atau malah merasa malu dan risih.?
Biasanya orang yang berasal dari kaum gembel yang hidupnya tidak terurus jarang perduli soal tata krama, tapi Arga Pangestu sejak kecil seakan selalu menjunjung adat kesopanan. sepertinya anak ini dulunya berasal dari keluarga kalangan atas.
''Modar kowe kabeh bocah sialan.,!'' rutuk Setan Hijau Rombeng sambil kembali babatkan cakar beracunnya, cahaya hijau redup yang tajam mendahului serangannya.
''Hak., ha., kalian berdua bisa bercumbu di akhirat.!'' seru Setan Bungkuk Rombeng seakan tidak mau kalah dia juga hantamkam tongkat besinya lebih cepat. angin keras dan berat yang ditimbulkan pusaran tongkat besi itu seakan lebih dulu menindih tubuh keduanya.
Dalam keadaan sudah pasrah diujung maut, Arga Pangestu sempat mengungkapkan perasaan sayangnya yang sudah lama dipendamnya kepada Ajeng Larasati yang tertindih di bawah tubuhnya. gadis itu tercengang, entah suka atau malah bingung.
Sekejab lagi serangan maut kedua setan rombeng itu bakal menamatkan riwayat Arga dan Ajeng. saat itulah terdengar bentakan menggeledek yang diiringi sambaran cahaya dan asap kuning berhawa panas. gulungan angin keras yang disertai suara mengguntur terdengar memekakkan telinga dan langsung memotong dua serangan maut yang mengancam Arga dan Ajeng.
'Whuuuss., Blaaang.,!'
''Aakh., Bangsat sialan.,!'' maki Setan Hijau Rombeng kelabakan sambil tarik kembali serangan cakar beracunnya jika tidak ingin tangannya hancur dimakan pukulan Tangan Guntur Wesi Kuning yamg entah di lepaskan oleh siapa, itupun jubah hijaunya masih sempat robek besar di bagian pahanya. sementara kawannya si Setan Bungkuk Rombeng sampai menjerit ngeri. tubuhnya terpental cukup jauh kebelakang dan jatuh bergulingan, tongkat besinya juga terlepas dari genggamannya.!
''Biadab keji., jangan harap hari ini kalian bertiga bisa pergi dari tempatku dalam keadaan hidup.,!''.bentak seseorang yang baru muncul di sana. manusia ini bertubuh jangkung berjubah coklat. wajahnya yang mulai keriput nampak kelam membesi pertanda sedang dilanda kemurkaan. meskipun sudah tua tapi tubuh orang ini masih nampak tegap dan kekar terutama di bagian lengan tangannya yang terlihat memancarkan cahaya asap kuning.
Dialah Ki Rangga Wesi Bledek guru dari padepokan silat Gunung Bisma yang dalam dunia persilatan dikenal dengan julukan Tangan Guntur Besi. di belakangnya terlihat seorang pemuda kurus dan pucat dengan nafas tersengal seakan habis berlarian jauh. pemuda ini tekap kepalanya dan jatuh terduduk melihat banyak rekannya terkapar mandi darah. pemuda enam belas tahunan ini adalah Pranacitra si tukang masak perguruan Gunung Bisma.
Saat mendengar suara keributan diluar, pemuda ini bergegas keluar ruang dapur tempatnya biasa memasak dan menyiapkan semua kebutuhan makan sang guru dan semua temannya. meskipun berkali- kali Ki Rangga dan semua saudaranya melarang dia untuk bekerja karena tubuhnya yang lemah tetap saja anak ini melanggarnya. akhirnya sang guru cuma bisa diam. lagi pula masakan pemuda bernama Pranacitra ini memang benar- benar enak. sungguh tidak kalah dengan seorang tukang masak terkenal.
Begitu melihat ada pertarungan sengit yang terjadi antara Tiga Setan Berbaju Rombeng dengan para murid perguruan Gunung Bisma, pemuda itupun berpikir singkat, dengan berlari secepat yang dia mampu melewati jalan berbatu dan menanjak akhirnya dia sampai juga di goa tempat Ki Rangga bertapa semedi dan mengabarkan kedatangan ketiga orang pengacau itu.
''Hik., hik., akhirnya kau muncul juga Ki Rangga, tapi sayang kau terlambat datang hungga banyak muridmu yang sudah jadi tumbal.!'' bentak Setan Hijau Rombeng.
''Kau., kau juga bakal menyusul semua muridmu yang telah pergi ke akhirat Ki Rangga keparat.!'' gertak Setan Bungkuk Rombeng sambil berusaha bangun dan terbatuk. dari sudut bibirnya menetes darah, orang ini sedang terluka dalam. dengan sempoyongan dia memgambil kembali tongkat besinya yang terlepas. lalu berjalan terbungkuk ke depan dengan tatapan beringas. bersama dengan Setan Hijau Rombeng dia hendak melabrak kakek jangkung itu. tapi Setan Arit Rombeng yang sedari tadi diam mendadak berkelebat dan tahu- tahu sudah berdiri didepan KI Rangga.
''Tunggu., kita perlu memastikan dulu apakah benar dia pelakunya.!'' cegah manusia berambut gimbal yang selalu menunduk ini.
''Buat apa banyak tanya, toh kita memang berniat datang untuk menghabisi nyawa anjingnya.!'' bantah Setan Bungkuk Rombeng tidak puas. rekannya menoleh sepasang mata dibalik rambut gimbal awut- awutan itu seakan menyiratkan cahaya menggidikkan. tanpa sadar si bungkuk ini tersurut mundur. sepertinya dia merasa segan dengan orang itu.
Setan Arit Rombeng acungkan senjata arit berkaratnya. ''Orang tua bernama Ki Rangga Wesi Bledek, sebelum kami menghabisi nyawamu aku ingin bertanya sesuatu, apakah benar kau yang telah membunuh seseorang bernama Ki Bagaspati bergelar Golok Naga Kembar, sekaligus pemilik jasa pengawalan barang Naga Awan,?''
Mendengar pertanyaan itu baik Ki Rangga tersentak kaget, demikian juga Arga Pangestu dan Ajeng Larasati yang baru bangkit dalam hati mereka bertanya ''Ada hubungan apa Ki Bagaspati dan ketiga orang tua jahanam ini.?''
''Kami bertiga tidak ada sangkut paut dengan orang bernama Ki Bagaspati itu., tapi dia punya hubungan dengan orang yang mengutus kami.!'' terang Setan Arit Rombeng seakan tahu yang ada dipikiran lawannya. saat bicara suaranya serak dan berat seperti suara besi karatan sedang ditempa.
Jawaban orang ini terasa agak aneh, ''Kalau tidak ada hubungan dengan Ki Bagaspati kenapa juga harus bertanya, lalu siapa pula yang telah mengutus Setan Arit Rombeng dan kedua kambratnya ini kemari.?'' batin Ki Rangga heran. karena dia tahu kalau mereka bertiga itu bukanlah pesilat kelas bawah yang sudi menjadi utusan pihak lain. lantas orang seperti apa yang mampu membuat ketiga pembuat onar ini bertekuk lutut.? sesaat Ki Rangga sampai terlupa dengan para muridnya yang telah menjadi korban.
''Sungguh memalukan., sejak kapan Tiga Setan Berbaju Rombeng menjadi utusan dan budak orang lain. Hak., ha.,!'' Ki Rangga tertawa mengejek untuk memanasi hati lawannya. tapi diluar dugaan mereka bertiga hanya diam, bahkan si Setan Bungkuk Rombeng yang terkenal mesum dan sangat berangasan malah menatap Ki Rangga dengan pandangan menghina.
Setan Arit Rombeng beri isyarat pada Setan Hijau Rombeng, si nenek bergincu hijau ini terkekeh, dari balik jubah hijaunya yang sudah robek dan bolong- bolong dia mengeluarkan sebuah benda berwarna hitam lalu dilemparkan ke atas tanah tepat di depan Ki Rangga. benda itu kecil dan ringan, jarak lemparannya juga cukup jauh. perlu tenaga dalam tinggi untuk melemparkannya hingga menancap di tanah keras berbatu, tapi bukan sesuatu yang sulit bagi Setan Hijau Rombeng.
'Wheess., Claap.!'
Sebuah bendera kecil berwarna hitam tertancap di atas tanah. hembusan angin dingin membuatnya berkibar seakan mengisyaratkan datangnya kematian. bau busuk anyir darah lapat- lapat tersebar di udara.!
Disana tergambar sebuah gapura dengan latar belakang bulan purnama dan lelehan darah merah di sekitarnya terbentang diatas bendera hitam itu. bendera yang hitam pekat dan lelehan darah yang anyir busuk.
Ki Rangga Wesi Bledek alias si Tangan Guntur Besi tersurut mundur, lututnya goyah. wajahnya yang biasanya angkuh berubah memucat, keangkeran orang ini lenyap entah kemana.
''Hik., hi., hi., sekarang kau sudah tahu siapa yang mengutus kami Ki Rangga.,?'' tanya Setan Hijau Rombeng menyeringai sinis.
''Gapura Iblis.,!'' desis Ki Rangga dengan suara tercekat kelu. dia sama sekali tidak pernah menyangka kalau Tiga orang musuh lamanya ini bisa bergabung dengan partai silat terbesar paling misterius dan sudah puluhan tahun dianggap sebagai kelompok yang terkuat dalam golongan hitam.
Jika dalam dunia pembunuh bayaran ada kelompok 13 Pembunuh dan Serikat Kalong Hitam yang menjadi penguasanya. maka di dalam dunia persilatan aliran hitam pada waktu itu, partai silat terkuat yang paling di takuti sekaligus misterius adalah partai Gapura Iblis.!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 470 Episodes
Comments
Cakrawala
masih sempet sempetnya. 😆😆😆semoga bahagia😉😁
2025-01-19
0
Luthfi Afifzaidan
up
2025-02-10
0
🇮 🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐
kan....🙈
2024-08-03
1