(Falsg back 4 Tahun lalu)
"Permisi paduka raja ada yang ingin bertemu dengan paduka raja dia ingin memberi tahukan keberadaan putri Kirana"
Mendengar hal itu raja dan ratu pun langsung keluar untuk mengetahui kabar Tejo tentang putrinya dan mendatanginya.
"Apa benar kau mengetahui ke adaan putriku Kirana? ucap raja Kahayang"
"Benar raja putri anda ada di dalam hutan terlarang, bersama dengan tabib bernama Bramasena"
Mendengar hal itu membuat ratu Amartha murka ternyata selama ini putrinya hidup dengan si tabib itu.
"Kakanda mari kita pergi dan jemput putri kita di sana"
ucap ratu Dewi.
"Ia adinda, pengawal siapkan semua pasukan kita pergi ke tempat putri Kirana"
"Siap paduka raja"
ucap pengawal dengan serentak.
"Dan berikan imbalan untuk orang ini yang berhasil menemukan putri Kirana"
"Terimakasih paduka raja"
ucap Tejo.
Mereka semua mulia bergegas menjemput putri Kirana di hutan terlarang yang tidak jauh dari sebuah desa yang jauh dari kerajaan dan membawanya kembali pulang, dengan membawa banyak pasukan mereka semua menuju hutan terlarang.
Sesampainya di hutan itu Tejo yang mengetahui keberadaan putri Kirana pun ikut dan memandu raja dan ratu masuk ke dalam hutan itu, setelah masuk cukup dalam di dalam hutan itu mereka semua melihat sebuah rumah dan mulai menggedor pintu.
"Mas sepertinya ada yang menggedor pintu" ucap kirana yang sedang duduk di tempat tidur.
"Tunggu sebentar ya dek, mas buka pintu dulu"
ucap Bramasena.
Setelah pintu di buka Bramasena pun terkejut melihat raja dan ratu Amartha yang berdiri tepat di hadapannya dan beberapa pasukan yang menemani raja dan ratu tersebut.
"Dimana putriku"
ucap ratu Amartha terlihat murka.
Bramasena tidak bisa berbicara apa-apa dan berbuat apa-apa mereka semua masuk ke dalam rumah dan menjemput paksa putri Kirana.
"Ayo kita kembali ke istana, Kirana!"
ucap ratu Amartha.
"Kirana tidak mau ibunda, Kirana ingin di sini bersama mas Bramasena"
kata Kirana sambil menangis.
"Sudah ibu bilang kau tidak pantas bersamanya !! pengawal bawa kembali putri Kirana ke istana?"
sentak ibunda ratu.
Bramasena yang ingin mencegah mereka membawa Kirana pun tidak bisa, tangan nya di pegangin oleh para pengawal agar tidak memberontak dan Kirana bisa di bawa secara paksa kembali ke istana.
Mereka semua telah berhasil membawa Kirana pergi dari sana dan menuju di istana, semua telah pergi dan meninggalkan Bramasena sendiri di sana Bramasena sedih dan bingung apa yang harus iya lakukan.
Kembali ke istana putri Kirana hanya dapat menangis di dalam kamarnya dan raja Amartha berusaha menenangkannya.
"Sudahlah putriku berhentilah menangis ikuti saja kemauan ibumu?"
kata baginda raja Amartha.
"Kirana mencintai mas Bramasena ayah handa?"
"Sampai kapan kamu seperti ini anakku"
"Sampai ibunda dan ayah handa merestui Kirana dan mas Bramasena"
kata Kirana sambil menangis.
"Maafkan ayah anakku, ayah tidak bisa membantu mu, kamu tahu sendiri ibumu melarang keras kamu dengan tabib Bramasena, lupakan lah dia ikuti saja apa kata ibumu"
kata raja Amartha yang membuat batin Kirana tambah sakit.
Tiba-tiba ibunda datang ke kamar Kirana di saat Kirana mulai bercerita kepada ayah handanya.
"Ayahanda tahu Kirana sudah menikah dengan mas Bramasena dan sekarang Kirana hamil anak mas Bramasena ayah"
jelas Kirana sambil menangis.
Ratu Amartha mendengar hal itu lalu menampar pipi Kirana
Plaakkkkk......
"Kamu bikin malu Kirana, kamu seorang putri kerajaan Amartha yang sangat di kagumi, di hormati semua rakyat dan kerajaan di berbagai pulau malah kamu seperti ini, ibu kecewa dengan mu gugurkan saja anak itu"
kata ratu Amartha.
"Kirana tidak mau ibunda, anak ini tidak bersalah, ini anak mas Bramasena gimana pun akan Kirana jaga anak ini"
sahut Kirana.
"Kalau keinginan mu seperti itu, kamu akan ibu nikah kan dengan sahabat ayah dan ibu dari kerajaan Jayanaga, mereka mempunyai dua putra, yang salah satunya akan menjadi suami mu nanti, kalau tidak ibu akan membunuh tabib sialan itu"
kata sang ratu dengan nada tinggi dan memaksa.
Kirana hanya menangis mendengar ucapan ibunya, dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Raja dan ratu pun pergi ke kerajaan Jayanaga untuk membicarakan hal tersebut.
...💞💞💞...
Di perjalan menuju Kerajaan Jayanaga raja mulai berbicara dengan istrinya.
"Apa lebih baik dipikirkan dulu adinda? kasihan Kirana ! lebih baik restui mereka berdua saja"
kata sang raja Amartha.
"Tidak kakanda aku tetap tidak ingin Kirana bersama dengan tabib yang tidak berguna itu"
sahut ratu Dewi.
Perjalan cukup jauh untuk ke kerjaan Jayanaga memakan waktu lama besok pagi mereka baru bisa sampai di sana, sedangkan keadaan putri Kirana hanya dapat menangis melihat hal tersebut.
Kebahagian dirinya dengan Bramasena hanya sebentar saja, iya pun harus menerima paksaan orang tuanya untuk menikah dengan pangeran dari kerajaan Jayanaga.
Di saat seperti ini Kemuning yang setia menemani Kirana.
"Bersabarlah tuan putri"
sambil memeluk putri Kirana.
"Aku bingung harus berbuat apa Ning, ayahanda dan ibunda tidak pernah mengerti isi hatiku, Ning"
kata Kirana dengan meneteskan air matanya.
"Kemuning yakin tuan putri bisa melewati ini semua percayalah tuan putri"
"Aku boleh meminta bantuan mu nanti Ning?"
"Apa itu tuan putri, kalau hamba bisa bantu akan hamba bantu?"
"Aku akan membuat surat untuk mas Bramasena nanti di saat aku ingin menikah bisakah kamu berikan surat ini untuknya, aku tidak mau terjadi sesuatu dengannya"
"Baik putri hamba akan membantu tuan putri, bersabarlah tuan putri semoga nanti ada jalan untuk tuan putri bisa bersama Bramasena kembali"
...💞💞💞...
Ke esokan harinya raja dan ratu Amartha telah sampai di kerajaan Jayanaga, mereka di sambut hangat oleh raja dan ratu Jayanaga. Berbagai jamuan telah di siapkan, perjamuan ini hanya untuk memberikan kabar kepada raja dan ratu Jayanaga, agar mereka bisa membalas surat permintaan raja dan ratu Amartha.
Surat ini pun akan di buka setelah raja dan ratu Amartha kembali,
"Maaf raja Surapha, kami hanya memberikan surat ini"
kata raja Kahayang.
"Surat apakah ini raja Kahayang?"
"Maaf raja Surapha, surat ini raja buka ketika kami sudah meninggalkan Jayanaga"
pinta raja Kahayang.
"Baiklah kalau begitu..."
Mereka pun menikmati perjamuan singkat itu, mereka memutuskan tidak menginap, karena ibunda ratu Dewi sri, ratu kerajaan Amartha tidak ingin puteri Kirana kembali kabur.
Rasa sayang terhadap anaknya memanglah besar, setiap ibu memang memiliki rasa ingin memperoleh yang terbaik untuk anaknya, termasuk hal jodoh, dia ingin yang sepadan, sederajat dengan kastanya, namun kebahagian anaknya di pertaruhkan.
...💞💞💞...
Nantikan kisah selanjutnya ya...
Jangan lupa, like dan komen readers...
Mampir juga di cerita ku yang lainnya ya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
Sanjaya kemuning
wew kk bsa aja
2021-07-19
0
π5
💞💞💞💞💞💞💞💞
2021-07-16
0
Puan Harahap
kisah cinta tragis ya kirana
2021-06-09
0