...(Kerajaan Jayanaga)...
Raja Surapha mendapatkan surat dari sahabatnya raja Amartha, bahwa dia akan menikahkan puterinya kepada salah satu anak raja Surapha, sang ayahanda meminta anak-anak mereka datang dan bertemu sang raja Amartha.
"Anak ku...kalian sampaikan surat ayah handa kepada raja Amartha?"
seru sang ayah kepada kedua anaknya.
"Baik ayah handa"
seru mereka dua.
Berangkatlah mereka pergi menuju kerajaan Amartha, tempatnya lumayan jauh, 1 hari dengan menunggang kuda. Ditemani senopati mereka berkuda menuju kerajaan yang terkenal dengan kecantikan sang puteri.
...(Kerajaan Amartha)...
Dilain tempat, Kemuning yang membantu sang ibu mengurus puteri Kirana, Kemuning hanya bisa terdiam melihat Puteri Kirana seakan sedih, Kemuning sangat mengerti apa yang dirasakan sang puteri.
Selesai melakukan tugasnya Kemuning seperti biasa selalu menyempatkan sorenya berada di tempat yang menjadi favorit dia akhir-akhir ini. Banyak sekali pertanyaan di kepala Kemuning terhadap Bramasena, namun dirinya hanya bisa menahan rasa penasaran.
Dari kejauhan Kemuning melihat iring-iringan kerajaan Jayanaga, lengkap dengan membawa beberapa peti, yang mungkin akan diberikan sebagai mas kawin.
Senang mungkin menjadi puteri, bisa menunjuk siapapun sebagai pasangan hidupnya.
Batin Kemuning bergumam.
Seorang pria yang memakai pakaian berwarna hijau daun datang menghampiri dan bertanya kepada Kemuning, Sanjaya yang sangat gagah turun dari kudanya.
"Maaf...apakah gerbang istana Amartha benar lewat sini?"
tanya Pangeran Sanjaya kepada Kemuning.
"Benar....anda hanya lurus mengikuti jalan ini saja"
jelas Kemuning.
"Terima.....kasih"
Kata Pangeran Sanjaya yang heran melihat gadis itu berlalu begitu saja. Tidak ingin memikirkan hal lain, mereka bergegas menuju kerajaan Amartha.
Aku tidak sabar bertemu dengan sang puteri"
"seru Rendra yang sangat antusias.
Mereka pun melanjutkan perjalanan yang hampir 4km lagi sampai gerbang istana.l
...💞💞💞...
Kemuning terus berjalan menuju rumahnya, rasa sakit itu masih membekas, mencoba mengobati lukanya sendiri Kemuning selalu berusaha menyembunyikan, bahkan dirinya berusaha menjauh dari Bramasena.
Walau begitu Bramasena masih menganggap Kemuning sebagai teman, teman yang selalu mendengarkan keluh kesahnya, teman yang selalu ada mendengarkan ceritanya.
"Kemuning?"
panggil Bramasena yang melihat Kemuning berjalan menuju arah rumahnya.
"Tunggu sebentar..."
seru lagi Bramasena.
Kemuning terdiam, dirinya menoleh dengan memasang wajah dengan senyum, menyimpan luka di balik senyumnya.
"Mas Bramasena...maaf aku tidak mendengar mu"
jelas Kemuning.
"Tidak apa-apa, kamu apa kabar?"
tanya Bramasena kepada Kemuning.
"Aku baik, bagaimana dengan mu mas?"
tanya Kemuning, dirinya hanya tertunduk menundukan wajahnya yang sayu didepan Bramasena.
Mulai dari sana lah Bramasena dan Kemuning dekat, rasa kecewa di hati Kemuning sedikit memudar, mulai berusaha menerima Bramasena walau Kemuning tahu di hati Bramasena masih terpatri nama Puteri Kirana.
...💞💞💞...
Iring-iringan kerajaan Jayanaga telah sampai di istana kerajaan Amartha, mereka langsung di sambut langsung oleh sang raja, mempersilahkan kedua pangeran Jayanaga masuk dan berkenalan dengan puteri Kirana.
"Bagaimana keadaan di Jayanaga?"
tanya sang raja kepada Sanjaya.
"Semua baik, paduka"
sahut pangeran Sanjaya tersenyum.
Tidak lama puteri Kirana keluar bersama dengan beberapa dayang, sosok nya yang cantik dan anggun membius siapapun yang melihatnya.
"Kakanda...sepertinya aku sedang jatuh cinta"
sahut Rendra yang langsung jatuh hati kepada puteri Kirana.
Begitu pula dengan Sanjaya yang mengagumi kecantikan puteri Kirana, Sanjaya berharap sang adik bisa bahagia, dirinya mundur untuk tidak menjadi kandidat suami puteri Kirana.
Mungkin ini kebahagian Sanjaya yang bisa di berikan kepada sang adik.
"Ini puteri ku...Kirana namanya"
kata sang paduka raja memperkenalkan Kirana.
"Saya pangeran Rendra, ini kakak saya Sanjaya"
seru Rendra yang benar-benar antusias.
"Saya puteri Kirana...senang bisa bertemu dengan kalian"
sahut puteri Kirana.
"Kita langsung ke intinya, jadi bagaimana? siapa yang akan menikah dengan Kirana puteri saya?"
tanya sang paduka raja.
"Jadi begini paduka, saya Sanjaya mengantar adik saya Renda untuk meminang puteri Kirana"
kata Sanjaya yang membuat wajah adiknya sumringah.
"Ah...Rendra, bagaimana dengan mu puteri ku?"
tanya sang paduka kepada puteri Kirana.
"Sendeko dawuh ayah handa"
sahut puteri Kirana.
Sang bunda juga setuju akan pernikahan puterinya dengan pangeran jayanaga, berharap semua orang akan bahagia. Menyatukan dua kerajaan.
Untuk mempersiapkan pesta yang akan berlangsung selama 7hari 7malam, pangeran Sanjaya, Rendra dan senopati menginap di istana kerajaan Amartha, sedangkan orang tua mereka akan menyusul bersama dengan iring-iringan kereta kencana.
Malam ini Kemuning tidak dapat tidur, dirinya terus melawan hatinya yang berusaha menyematkan nama Bramasena kembali, walau pun menikah, tidak mungkin puteri Kirana tidak membutuhkan Bramasena, karena Bramasena adalah tabib istana kerajaan Amartha.
Pangeran Sanjaya berjalan-jalan di wilayah kerajaan Amartha, Sanjaya sangat suka menikmati kesendiriannya, dia juga berharap agar bisa merasakan apa yang Rendra rasakan. Menikah dengan seseorang yang di cintainya.
Bulan malam ini terlihat penuh, menyeringai di balik awan dan bintang, Kemuning yang menikmati cahya sinar bulan, berdiri di sebuah jembatan kecil yang di bawahnya mengalir air kolam menuju anak sungai.
"Kamu...gadis yang tadi"
kata Sanjaya menghampiri Kemuning.
Namun Kemuning berusaha kabur berlari meninggalkan sanjaya sendiri, entah kenapa Kemuning tidak ingin ada yang tahu luka di hatinya ini, dia merasa lebih baik ketika dirinya biasa menyendiri.
Heran, pikiran Sanjaya jadi merasa penasaran dengan sikap Kemuning, apa yang membuat gadis itu takut kepada dirinya? apakah aku begitu menakutkan sehingga dia berlari ketakutan.
...💞💞💞...
Malam berlalu, Bramasena tidak dapat memejamkan matanya, dirinya tidak henti memikirkan Kirana yang akan menikah dengan pangeran dari kerajaan Jayanaga. Bramasena tidak bisa menghilangkan rasanya kepada puteri Kirana.
Perayaan pesta pernikahan akan sangat memakan waktu, seminggu saja tidak cukup untuk persiapan dan selama itu Pangeran Sanjaya dan rombongan bertugas membantu pesta pernikahan adiknya.
Pagi di istana Amartha di tidak jauh beda dengan istana Jayanaga, hening beberapa prajurit tengah mempersiapkan pesta pernikahan Puteri Kirana dan pangeran Rendra. Selagi memberikan arahan pangeran Sanjaya bertemu dengan gadis yang ditemuinya yaitu Kemuning.
Membawakan beberapa persiapan untuk merias kamar puteri Kirana, Kemuning tidak ingin sang ibu yang sudah renta kelelahan.
"Muning...."
panggil puteri Kirana.
"Iya puteri..."
kemuning hanya bisa menundukan wajah sendunya di depan puteri Kirana.
"Tolong berikan ini kepada mas Bramasena"
pinta sang puteri yang memberikan sepucuk surat untuk kekasihnya.
"Baik puteri...."
sahut Kemuning.
Dengan berat hati kemuning tetap menjalankan tugas, apa yang diperintah puteri kepadanya.
Baru juga keluar dari kamar puteri Kirana, Kemuning di hadang oleh pangeran Sanjaya.
"Hai..."
sapa pangeran Sanjaya mengagetkan Kemuning.
Kemuning tidak berkata apa-apa, dirinya hanya tertunduk.
"Aku bukan berniat jahat...aku hanya ingin berkenalan dengan mu"
kata Sanjaya yang menjelaskan maksud hatinya.
Namun Kemuning hanya berlalu bergegas memberikan sepucuk surat, yang dititipkan sang puteri kepadanya. Sanjaya tidak berhenti mengikuti Kemuning. Entah apa yang membuatnya penasaran dengan gadis itu.
...💞💞💞...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
💐Novi_Naira💐
lanjut
2021-07-29
0
syafridawati
aq mampir like dan fav
2021-07-26
0
👑
hai kak, my Mr. ice mampir nih...
Dah q rate 5 n favorit 😉
Semangat terus ya...
2021-07-23
0