Keesokan paginya Kemuning telah bersiap pergi ke istana, entah mengapa pangeran Abimayu bersikeras meminta tolong kepada Kemuning untuk mengurus nya pada hari ini.
Pangeran Sanjaya baru barung dari tidurnya berkeliling istana Amartha sebentar, sejuk udara pagi ini menembus hatinya, cahaya matahari menerangi setiap sudut hatinya.
Dirinya tidak sengaja melihat Kemuning berjalan ke arah kediaman Abimayu, sambil membawa beberapa peralatan berkuda, pakaian, jubah dan sepatu.
Sanjaya penasaran kenapa Abimayu meminta Kemuning untuk mengurusnya, jarak setiap kamar cukup jauh, sehingga diam-diam Pangeran Sanjaya mengikutinya.
Sampai lah Kemuning di belakang kamar pangeran Abimayu yang berendam air hangat dilengkapi taburan beberapa bunga mawar, Kemuning terdiam menunggu sang pangeran selesai berendam.
"Pangeran Abimayu"
sapa pangeran Sanjaya yang datang mendekat ke pemandian pangeran Abimayu.
"Pagi pangeran Sanjaya"
sapa balik Abimayu.
"Kita hanya akan lomba berkuda, kenapa mempersiapkan sedemikian rupa?"
tanya Sanjaya kepada Abimayu.
"Itulah kamu...selera kita memang sama, tapi aku terencana"
sahut Abimayu sambil tersenyum.
Abimayu kemudian bangun dari kolam rendamnya, tampak jelas lekuk badanya yang proposional hanya di balut kain tipis, dengan refleks Sanjaya langsung berdiri di depan Kemuning, seakan menutup agar Kemuning tidak mengetahui tubuh indah pangeran Abimayu.
"Ning...."
Panggil pangeran Abimayu.
Kemuning langsung mengurai kan jubah mandi yang sudah di siapkan Kemuning, Sanjaya yang melihat merasa tercengang, dirinya kesal melihat Abimayu yang sengaja memperlihatkan badannya di depan Kemuning.
"Aku akan ganti pakaian sendiri, kamu siapkan sarapan ku seperti biasa"
perintah pangeran Abimayu.
"Baik pangeran..."
sahut Kemuning yang kemudian berlalu bersiap menyiapkan sarapan.
"Ada banyak dayang, kenapa harus Kemuning?"
tanya pangeran Sanjaya yang terlihat tidak suka dengan perilaku pangeran Abimayu terhadap Kemuning.
Kemuning bukan dayang atau isteri sang pangeran Amartha. Hal itu yang membuatnya merasa cemburu, membuatnya kesal dan marah, tapi Sanjaya harus bisa menahan itu untuk sementara waktu.
"Aku lebih nyaman kalau itu Kemuning, lagi pula Kemuning sudah lihat semuanya"
kode sang pangeran yang mengarahkan matanya ke bagaian bawah badannya.
"Apa yang kamu takutkan? lagi pula Kemuning sudah ku anggap adik ku"
tambah pangeran Abimayu menjelaskan hubungan antara dirinya dan Kemuning.
Pangeran Abimayu tahu bahwa Sanjaya tertarik dengan Kemuning, gadis manis yang pendiam, sikapnya yang kalem, membuat siapa saja bisa jatuh hati ketika melihatnya.
Sedikit lega, Sanjaya tetap merasa kesal akan perlakuan Abimayu terhadap gadis yang di cintainya, perasaan tidak rela karena Kemuning melayani nya seperti melayani seorang suami.
...💞💞💞...
Setelah siap akhirnya mereka pun berlomba kuda siapa yang sampai lebih dulu kembali ke istana, mereka akan saling mengabulkan sebuah permintaan. Perlombaan mereka menjadi perhatian istana Amartha dan rakyatnya.
Kemuning yang telah selesai menjalankan tugasnya, dirinya pergi ke suatu tempat, di sebuah hamparan padang rumput terdapat bunga cosmos warna warni, tepat di ujungnya sungai yang lumayan luas.
Sungai ini ujung dari anak sungai yang biasanya Kemuning duduk merenung, disana, Kemuning duduk termenung, dirinya masih teringat akan Bramasena, karena dari ladang rumput itu tidak jauh dari rumah Bramasena, rumah yang kini hanya sebuah rumah kosong tidak berpenghuni.
Merasa gerah Kemuning menyeburkan dirinya di sungai, hanya sekedar mendinginkan otak, berendam di sungai yang sangat jernih, hamparan bebatuan membuatnya sangat nyaman.
Hatinya tidak akan mungkin menunggu Bramasena terus-menerus, mencoba berapa kali pun, Kemuning hanya lah seorang sahabat, dia ingin memulai hal baru, melupakan rasa ke sakitarnya, bersama dengan orang yang mencintai nya.
Kedua sang pangeran berkuda sampai masuk hutan yang tidak jauh dari ladang rumput Amartha, pangeran Sanjaya melaju penuh meninggalkan pangeran Abimayu, walau sedikit curang Abimayu sengaja berada di belakang, dirinya hendak melewati jalan pintas yang hanya dirinya saja yang mengetahui.
Kuda gagah mereka membuat yang menaikinya merasa bangga, kekuatan dan kecepatan yang di miliki menjadikan nya kuda yang sangat istimewa. Merasa ada yang aneh, Sanjaya berhenti di sebuah sungai yang mengalir, memberikan waktu istirahat untuk sang kuda hitam kesayangannya. Sanjaya juga sempat mencuci wajahnya, sehelai kain selendang larut di depan nya, di ambil dan di lihatnya, selendang berwarna putih itu pasti punya seorang gadis pikirnya.
Perlahan Sanjaya berjalan menyusuri batu di pinggir sungai, sampai ketika dia melihat Kemuning yang memejamkan matanya dan mengapungkan badannya di atas air.
Kaget di kira Kemuning tenggelam, Sanjaya menceburkan badannya.
Kemuning terbangun kaget karena suara orang terjun, dia pun semakin kaget ketika Sanjaya meraih pinggang ramping Kemuning, dirinya tidak tahu bahwa itu adalah Sanjaya, Kemuning meronta-ronta ketakutan.
"Lepas...lepaskan..."
teriaknya sambil memukul badan Sanjaya.
Berhasil membawa Kemuning ke tepi sungai, malah membuat Kemuning sedikit kesal dengan pria ini.
"Pangeran..."
kata Kemuning kaget.
Ternyata pangeran Sanjaya yang meraih badannya dan mengeluarkan dirinya dari air.
"Hosh...Kamu sedang apa? aku pikir kamu tenggelam"
sahut pangeran Sanjaya yabg basah kuyub.
"Aku hanya ingin berendam"
jawab Kemuning tertunduk.
"Dengan pakaian lengkap?"
tanya Sanjaya masih terengah-engah.
"Pangeran kan sedang berlomba, bagaimana bila kalah"
sahut Kemuning mengalihkan pembicaraan.
Kemuning bergegas mengambilkan jubah milik pangeran Sanjaya yang di letakan di atas batu sebelum dirinya lompat ke air.
Tangan Sanjaya dengan sigap menarik badan Kemuning dan memeluknya dari arah belakang.
Dapat terdengar deru nafas Sanjaya di barengi dengan suara jantung yang berdegub kencang. Kemuning hanya terdiam, tidak dapat bergerak, ada sesuatu yang menyentuh hatinya. Kemuning merasakan nyaman berada di pelukan Sanjaya.
Kemuning membiarkan sampai pangeran Sanjaya melepaskan pelukannya, pakaian mereka yang sebelumny basah jadi setengah kering, menambah suasana hangat di antara mereka.
...💞💞💞...
"Aku tidak suka kamu melayani pangeran Abimayu"
bisik pangeran Sanjaya kepada Kemuning.
Mendengar perkataan Sanjaya, hati Kemuning terasa tersentuh, dirinya tiba-tiba saja merasa gugup, namun Kemuning hanya menahan diri, tidak berani berucap.
Pangeran Sanjaya pun bergegas mengantarkan pulang Kemuning dirinya tidak mau Kemuning sakit, sambil menunggangi kuda, Sanjaya tidak peduli akan perlombaan yang berlangsung.
Selama perjalanan menuju rumah Kemuning, mereka hanya terdiam, Kemuning juga hanya tertunduk malu, Sanjaya yang mengendalikan kuda dengan pelana berusaha agar kuda melaju Perlahan, tanganya juga merangkul badan Kemuning agar tidak jatuh.
Perasaan Kemuning semakin tidak karuan, wajahnya memerah memikirkan hal yang tidak biasa ini, pertama kalinya dirinya diperlakukan seperti ini oleh seorang pria dan pria itu berstatus pangeran.
Sanjaya yang berada di belakang merasa senang, dia dapat mencium wangi rambut Kemuning, bahkan Kemuning diam saja ketika tangan Sanjaya merangkul bagian perutnya.
Seakan tidak akan pernah sampai, Sanjaya berharap bisa memiliki waktu berdua lebih lama dengan Kemuning, dirinya terus perlahan menarik pelana kudanya, berjalan-jalan di temani hembusan angin mengiringi langkah mereka.
Namun hal itu tidak begitu lama, mereka telah sampai di rumah Kemuning, Sanjaya lebih dulu turun kemudian dirinya mengangkat badan Kemuning untuk turun dari atas kuda.
Merangkul pinggang ramping Kemuning, mata mereka saling bertatapan, jantung Kemuning tidak karuan, wajah pun semakin terlihat memerah.
"Kamu sakit dek?"
tanya Sanjaya mengelus wajah Kemuning.
"Tidak mas...sebaiknya mas ganti pakaian dulu"
sahut Kemuning.
"Tidak usah, aku segera kembali ke istana dulu"
kata Sanjaya kemudian berlanjut menunggangi kuda dan berlalu kembali ke istana.
Kemuning merasa aneh akan dirinya hari ini, apa dirinya mulai menyukai pangeran Sanjaya?.
...💞💞💞...
note :
Cinta tidak dapat memilih ke siapa dia akan jatuh.
tapi semua orang berhak memiliki semua cinta.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
💐Novi_Naira💐
kemuning💘
2021-07-29
1
Dhina ♑
Kemuning cakep banget sih, gimana Pangeran Sanjaya tidak terpikat,
2021-07-28
2
NHCL17
💞💞💞💞💞💞💞
2021-07-16
1