Ikut Berburu

Hari-hari berlalu bulan pun berganti dan Kemuning melewatinya dengan masa bahagia, sarapan pagi seperti biasa mereka memilih sarapan bersama, walau semua telah di sediakan dayang, Kemuning selalu menyiapkan untuk sang suami, dia tidak ingin perannya di gantikan oleh dayang manapun.

"Kenapa siapkan sendiri? kenapa tidak dayang yang melakukannya?"

tanya pangeran Rendra yang baru datang dan duduk di meja makan.

"Kemuning sudah biasa melakukannya"

jawab Kemuning tersenyum.

Pangeran Rendra yang melihat merasakan ada sesuatu yang mengelitik di hatinya, saat semua orang berkumpul untuk sarapan, Kemuning masih sibuk mengurusi sang suami.

"Ning...kamu ikut pangeran Sanjaya berburu?"

tanya ibunda ratu kepada kemuning.

"Sepertinya begitu ibunda..."

"Ning, memang suka jalan-jalan ibunda"

sahut puteri Kirana.

"Apa tidak takut?biasanya kan seorang perempuan menyulam bukan berburu?"

tanya pangeran Rendra.

Mendengar perkataan sang adik, pangeran Sanjaya kemudian menatap kepada Kemuning.

"Apa adek yakin mau ikut?"

tanya lagi Sanjaya.

"Iya mas, aku yakin"

jawab Kemuning menggenggam tangan suaminya.

Cara memperlakukan suami, Kemuning memang sangat perhatian, dari cara nya semua orang tahu bahwa dia sangat mencintai sang suami, hal yang membuat Rendra merasa kagum kepada kakak iparnya tersebut.

"Iya sudah, nanti kalian bisa menginap di bungalow barat"

kata sang Raja yang senang kini anak-anak mereka telah hidup bahagia dengan pasangan masing-masing.

...💞💞💞...

Akhirnya Kemuning di ajak berburu masuk ke hutan yang jauh, bersama beberapa pengawal dan senopati, mereka menuju ke barat dari wilayah jayanaga, Kemuning yang ikut menunggangi kuda bersama sang suami, menahan lajunya sang kuda dengan memegang pelana dengan kuat.

Perjalanan mereka cukup lama hingga sampai di tempat tujuan, waktu hampir gelap, Sanjaya yang berpakaian lengkap dengan membawa busur panah di punggungnya pun turun dari sang kuda.

"Pengawal, tolong pegang pelana jinggo"

kata Sanjaya yang bersiap untuk memanah sesuatu.

Pangeran Sanjaya masuk ke balik semak, sembari menunggu pengawal yang memegang pelana kuda, berjalan perlahan menuju bungalow. Lumayan lah perjalanannya, sambil menunggu pangeran Sanjaya berhasil memanah menjangan (Rusa).

Mata Sanjaya yang tajam membidik tepat sasaran, senopati juga tengah membidik buruan yang sama, siapa yang akan terlebih dahulu mendapatkannya.

Bbbbbuuuusshhhhhkkkk

Suara panah menembus badan sang menjangan, walau berlari sang menjangan pasti akan mati oleh panah sang pangeran. Salah satu pengawal mengejar sang menjangan yang terluka, Sanjaya dan Senopati kemudian berjalan menuju bungalow terdekat.

"Kemampuan pangeran tidak di ragukan lagi"

kata senopati.

"Aku masih perlu belajar kepada paman"

sahut Sanjaya berjalan santai dengan senopati.

"Sebaiknya kita cepat sampai ke bungalow, hari akan semakin gelap pangeran"

"Baik paman"

Bungalow ini memang sengaja di buat untuk tempat peristirahatan kerajaan Jayanaga, tempatnya lumayan luas dengan beberapa kamar dengan pemandangan yang luar biasa, di tengah hutan.

"Selamat datang tuan puteri Kemuning"

salah satu dayang yang bertugas menjaga bungalow.

Kemuning kemudian di bantu pengawal turun dari kuda bernama jinggo. Dengan tersenyum Kemuning membalas sapaan sang dayang yang berumur paruh baya.

"Tempat nya indah sekali"

sahut Kemuning.

"Iya puteri, perkenalkan nama saya Murni, saya dan suami tah bertugas menjaga bungalow ini"

jelas dayang itu yang terlihat mulai sedikit beruban.

"Iya bik Murni..."

"Mari puteri saya antar ke kamar"

Kemuning kemudian mengikuti sang dayang menuju kamar yang telah di sediakan, sambil berjalan bik Murni menjelaskan tempat tersebut.

"Di bungalow hanya terdapat 3 ruang saja, penjaga biasanya mendirikan tenda di depan, yang utama adalah kamar untuk sang raja, biasa si pakai pangeran Sanjaya, ada dapur dan kamar saya puteri"

jelas bik Murni yang telah sampai di ruang utama bungalow yaitu kamar sang raja, kamar yang sangat luas, lebih luas dari kamar mereka.

"Terimakasih bik...boleh saya beristirahat?"

"Tentu saja puteri, kalau ada apa-apa silahkan puteri panggil saja"

Kemudian Kemuning yang merasa lelah, melepaskan jubahnya dan merebahkan badannya di atas kasur, dirinya terlelap sebentar karena perjalanan berburu sangat melelahkan.

Pangeran Sanjaya dan senopati kemudian datang di barengi pengawal yang berhasil menemukan menjangan yang berhasil di lumpuhkan pangeran Sanjaya.

"Bik...puteri Kemuning dimana?"

tanya Sanjaya yang memberikan busur dan anak panah kepada suami bik Murni.

"Puteri Kemuning sedang beristirahat di kamar pangeran"

"Paman, aku menyusul Kemuning dulu"

"Silahkan pangeran"

kata Senopati yang juga berkumpul bersama dengan pengawal dengan tenda yang khusus di peruntukan untuk beliau.

...💞💞💞...

Hawanya terasa dingin, sejenak penat Kemuning terbayarkan dengan pemandangan indah dan kenyamanan bungalow ini, matanya terpejam sembari menikmati sejuknya angin sore meniup wajahnya.

Perlahan Sanjaya tidak ingin membangunkan isterinya, Sanjaya dapat melihat jelas wajah manis isterinya ketika tidur, Sanjaya kemudian mendaratkan ciuman di bibir merah sang isteri.

Muaaacccchhh...

kecupnya.

Kemuning membuka matanya, dilihatnya sang suami telah tiba, dirinya tidak berkata apa-apa, hanya terdiam memandang wajah Sanjaya yang dekat dengannya.

Tangan kemuning dengan sigap merangkulkan ke leher Sanjaya, Kemuning kemudian mencium lembut sang suami, terus mengemut bibir Sanjaya, tidak mau kalah Sanjaya menerobos masuk dengan menggunakan lidahnya.

Cukup lama keduanya beradu bibir sampai Kumuning, membuka pakaian sang suami, Sanjaya pun melakukan hal yang sama, dia mencumbu Kemuning dari wajah sampai dengan badan.

Sanjaya terus mencium sampai keleher dan sampai kebagian dada.

"Aku mau mandi dulu mas"

bisik Kemuning lirih.

"Mandi berdua"

sahut Sanjaya.

"Iya udah...."

Kemuning pun berjalan menuju kamar mandi yang berada masih dalam satu ruang, sambil melepas pakaiannya, Kemuning menatap manja dengan tersenyum kepada Sanjaya.

Kemuning yang masuk pertama ke dalam kolam air hangat, di barengi pangeran Sanjaya yang tepat berada di belakang Kemuning.

Sanjaya memeluk sang isteri dari belakang, mencium setiap aroma melati yang menempel di badannya, terus mencium sampai leher belakang Kemuning.

Perlahan Sanjaya melepaskan pakaiannya, dirinya memalingkan badan Kemuning dan menyantap bibir merah sang isteri, Kemuning hanya menikmati buaian sang suami, terus berlanjut sampai tiba di mana Sanjaya melucuti pakaian Kemuning.

Tubuh isterinya yang indah dapat terlihat jelas, gunung yang terlihat seperti mangkuk itu sangat ingin di lahap olehnya, Sanjaya membenamkan wajahnya di balik gunung itu, Kemuning hanya menahan rasa geli sampai memejamkan matanya.

Sanjaya terus membuat Kemuning merasa nyaman, mencumbu setiap bagian tubuh sang isteri, kini Kemuning berada si pangkuan Sanjaya, Kemuning terus melaju naik turun, tangan Sanjaya menahan tubuh mungil isterinya.

"Aaaaaaahhhhhhh"

desah Kemuning, terus melaju deru nafas keduanya sangat jelas terdengar.

"Mas san...."

panggil lirih Kemuning, hal itu menjadi ciri khas ketika mereka berhubungan, Kemuning selalu memanggil nama suaminya ketika mereka berhubungan.

Sanjaya hanya memandang wajah isterinya yang terus di buai rasa nikmat, menurutnya Kemuning sangat terlihat cantik ketika ekspresi wajahnya begitu, terlihat menggoda, sampai mereka pun berada di puncak sebuah kenikmatan, Sanjaya terus berusaha membuat sang isteri merasa klimaks.

Akhir dari permainan, Kemuning dan Sanjaya bersama keluar kamar dan berkumpul bersama yang lain untuk makan malam, masakan bik Murni oaling jago mengolah daging menjangan.

Mereka pun makan malam dengan nikmat, semua orang berbaur, Sanjaya sangat bersahaja, dirinya sangat bijak seperti baginda raja Jayanaga, mirip sekali dengan ayah handanya.

...💞💞💞...

Nantikan kisah selanjutnya ya...

Jangan lupa like dan komen ya...

Jangan pernah bosan saling mendukung

Baca juga cerita aku lainnya :

~Sore tanpa selamat

~Aku belum 18 tahun

Terpopuler

Comments

NHCL17

NHCL17

❤️

2021-07-16

0

π5

π5

💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞

2021-07-16

0

Sun_Lee

Sun_Lee

aku hadir kk. semangat

2021-07-15

0

lihat semua
Episodes
1 #Prolog dan Perkenalan
2 Memilih calon suami
3 Tertarik dengan Kemuning
4 Pesta Pernikahan
5 Rindu
6 Dag dig dug
7 Cemburu
8 First Kiss
9 Pergi ke Jayanaga
10 Perkenalan
11 Hari mendebarkan
12 Malam pertama
13 Ikut Berburu
14 Kehilangan si calon
15 Kejutan untuk Kemuning
16 Cerita di balik pernikahan Kirana
17 Di balik Pernikahan Kirana 2
18 Kenangan romantis
19 Berkecamuk !!!
20 Yang Sebenarnya
21 Perasaan sesungguhnya
22 Daryadana
23 Niat Jahat Rendra
24 Resah
25 Bertemu Kembali
26 Amarah Sanjaya
27 Amarah Sanjaya 2
28 Kisah Bramasena !!!
29 Pertempuran_01
30 Masa Pertempuran_02
31 Masa Pertempuran_03
32 Masa Pertempuran_04
33 Masa Pertempuran_05
34 Akhir Pertempuran
35 Akhir Pertempuran 02
36 Extra part
37 Season Reinkarnasi Sekarang !!!
38 SR. Selesai Bertapa
39 SR. Kenagan Yang Terkubur !!!
40 SR. Masih penasaran
41 SR. Ayo menikah !!!
42 SR. Ayo menikah 2
43 SR. Berusaha mengingat
44 SR. Seperti Mimpi
45 SR. Memilih mencintai mu sebagai Ayu
46 SR. Jangan Ragu
47 SR. Titik awal Pertemuan Bramasena dan Kemuning.
48 SR. Perlahan semua mulai jelas
49 SR. Pertemuan dengan Pria misterius
50 SR. Sakit di dada Ayu
51 SR. Itu Benar adalah Cinta
52 SR. Manusia Licik
53 SR. Pengakuan ibunda Bella
54 SR. Rahasia San
55 SR. Makhluk Siluman
56 SR. Syarat Pernikahan
57 SR. Syarat Pernikahan 2
58 SR. Dendam Rico
59 SR. Dendam Rico 2
60 SR. Pernikahan yang Mendadak
61 SR. Daryadana is Back
62 SR. Pertemuan Rahasia
63 SR. Latihan Pertama
64 SR. Ayu Dalam Bahaya !!!!
65 SR. Ayu Terjebak !!!
66 SR. Adik Sanjaya
67 SR. Adik yang Berkhianat !!
68 SR. Kenyataan pahit
69 SR. Bertemu dengan Mbok !!!
70 SR. Menemukan Karla
71 SR. Tidak ada hari bahagia
72 SR. Memilih jalan yang salah
73 SR. Dunia indah Daryadana
74 SR. Dunia indah Daryadana 2
75 SR. Persiapan Pernikahan
76 SR. Pernikahan VS Melahirkan
77 SR. Malam pengantin dengan si bayi
78 SR. Hari Pertama Menjadi isteri mu
79 SR. Setelah Kejadian itu
80 SR. Segitiga Bermuda (yang dibawah umur jangan baca)
81 SR. Kisah anak bernama Ben
82 SR. Keseruan Ben di istana
83 SR. Hari pertama menjadi Ayah
84 SR. Hal Aneh tapi Nyata
85 SR. Jamuan makan malam
86 SR. Antara Trauma Ayu dan Kemuning
87 SR. Memori yang pahit
88 SR. Bertemu kembali dengan penolong itu.
89 SR. Memutukan untuk Hamil
90 SR. Proses Cepat
91 SR.1 hari = 1 Bulan
92 SR. Bayi Kembar
93 SR. Musibah part-1
94 SR. Musibah part-2
95 SR. Sebenarnya !!!
96 SR. Akhir Kisah Mereka !!
97 SR. Percobaan Bunuh diri
98 SR. Konseling
99 SR. Tamat Season Reinkarnasi !
100 SR. Berdamai dengan semua hal
101 SR. Ayu masih merasakannya
102 SR. 10 menit saja !
103 SR. Kembali Ke asal kamu berada !
104 SR. Menemukan Gerbang
105 SR. Ingin selalu bersama
106 SR. Fisik Sempurna
107 SR. Hanya ingin bersama San
108 SR. Masa depan yang salah
109 SR. Cinta yang masih diragukan
110 SR. Niat jahat
111 SR. Niat jahat part 2
112 SR. Pemulihan
113 SR. Jalan-jalan di Jayanaga
114 SR. Pertumbuhan Ben
115 SR. Pengangkatan Putera mahkota
116 SR. Mengapa di pertemukan jika hanya untuk berpisah.
117 SR. Taktik Alingg
118 SR. Pengaturan Pernikahan Alingga
119 SR. Pesta Yang Ramai
120 SR. Bulan Madu ke ??????
121 SR. Pertemuan dengan Viona
122 SR. Misi Tubagus Resma
Episodes

Updated 122 Episodes

1
#Prolog dan Perkenalan
2
Memilih calon suami
3
Tertarik dengan Kemuning
4
Pesta Pernikahan
5
Rindu
6
Dag dig dug
7
Cemburu
8
First Kiss
9
Pergi ke Jayanaga
10
Perkenalan
11
Hari mendebarkan
12
Malam pertama
13
Ikut Berburu
14
Kehilangan si calon
15
Kejutan untuk Kemuning
16
Cerita di balik pernikahan Kirana
17
Di balik Pernikahan Kirana 2
18
Kenangan romantis
19
Berkecamuk !!!
20
Yang Sebenarnya
21
Perasaan sesungguhnya
22
Daryadana
23
Niat Jahat Rendra
24
Resah
25
Bertemu Kembali
26
Amarah Sanjaya
27
Amarah Sanjaya 2
28
Kisah Bramasena !!!
29
Pertempuran_01
30
Masa Pertempuran_02
31
Masa Pertempuran_03
32
Masa Pertempuran_04
33
Masa Pertempuran_05
34
Akhir Pertempuran
35
Akhir Pertempuran 02
36
Extra part
37
Season Reinkarnasi Sekarang !!!
38
SR. Selesai Bertapa
39
SR. Kenagan Yang Terkubur !!!
40
SR. Masih penasaran
41
SR. Ayo menikah !!!
42
SR. Ayo menikah 2
43
SR. Berusaha mengingat
44
SR. Seperti Mimpi
45
SR. Memilih mencintai mu sebagai Ayu
46
SR. Jangan Ragu
47
SR. Titik awal Pertemuan Bramasena dan Kemuning.
48
SR. Perlahan semua mulai jelas
49
SR. Pertemuan dengan Pria misterius
50
SR. Sakit di dada Ayu
51
SR. Itu Benar adalah Cinta
52
SR. Manusia Licik
53
SR. Pengakuan ibunda Bella
54
SR. Rahasia San
55
SR. Makhluk Siluman
56
SR. Syarat Pernikahan
57
SR. Syarat Pernikahan 2
58
SR. Dendam Rico
59
SR. Dendam Rico 2
60
SR. Pernikahan yang Mendadak
61
SR. Daryadana is Back
62
SR. Pertemuan Rahasia
63
SR. Latihan Pertama
64
SR. Ayu Dalam Bahaya !!!!
65
SR. Ayu Terjebak !!!
66
SR. Adik Sanjaya
67
SR. Adik yang Berkhianat !!
68
SR. Kenyataan pahit
69
SR. Bertemu dengan Mbok !!!
70
SR. Menemukan Karla
71
SR. Tidak ada hari bahagia
72
SR. Memilih jalan yang salah
73
SR. Dunia indah Daryadana
74
SR. Dunia indah Daryadana 2
75
SR. Persiapan Pernikahan
76
SR. Pernikahan VS Melahirkan
77
SR. Malam pengantin dengan si bayi
78
SR. Hari Pertama Menjadi isteri mu
79
SR. Setelah Kejadian itu
80
SR. Segitiga Bermuda (yang dibawah umur jangan baca)
81
SR. Kisah anak bernama Ben
82
SR. Keseruan Ben di istana
83
SR. Hari pertama menjadi Ayah
84
SR. Hal Aneh tapi Nyata
85
SR. Jamuan makan malam
86
SR. Antara Trauma Ayu dan Kemuning
87
SR. Memori yang pahit
88
SR. Bertemu kembali dengan penolong itu.
89
SR. Memutukan untuk Hamil
90
SR. Proses Cepat
91
SR.1 hari = 1 Bulan
92
SR. Bayi Kembar
93
SR. Musibah part-1
94
SR. Musibah part-2
95
SR. Sebenarnya !!!
96
SR. Akhir Kisah Mereka !!
97
SR. Percobaan Bunuh diri
98
SR. Konseling
99
SR. Tamat Season Reinkarnasi !
100
SR. Berdamai dengan semua hal
101
SR. Ayu masih merasakannya
102
SR. 10 menit saja !
103
SR. Kembali Ke asal kamu berada !
104
SR. Menemukan Gerbang
105
SR. Ingin selalu bersama
106
SR. Fisik Sempurna
107
SR. Hanya ingin bersama San
108
SR. Masa depan yang salah
109
SR. Cinta yang masih diragukan
110
SR. Niat jahat
111
SR. Niat jahat part 2
112
SR. Pemulihan
113
SR. Jalan-jalan di Jayanaga
114
SR. Pertumbuhan Ben
115
SR. Pengangkatan Putera mahkota
116
SR. Mengapa di pertemukan jika hanya untuk berpisah.
117
SR. Taktik Alingg
118
SR. Pengaturan Pernikahan Alingga
119
SR. Pesta Yang Ramai
120
SR. Bulan Madu ke ??????
121
SR. Pertemuan dengan Viona
122
SR. Misi Tubagus Resma

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!