...💞💞💞...
Sanjaya berlalu sampai di istana Amartha, dirinya tahu bahwa kalah dalam perlombaan.
"Pangeran apa yang terjadi...?"
tanya senopati yang melihat pangeran Sanjaya datang dengan pakaian basah.
"Tidak apa-apa paman..."
jawab pangeran Sanjaya.
Pangeran Abimayu yang senang dirinya bisa mengalahkan pangeran Sanjaya, dengan penuh bangga Pangeran Abimayu menghampiri pangeran Sanjaya.
"Maaf pangeran Sanjaya, kali ini aku mengalahkan mu"
katanya yang tersenyum bangga.
"Iya pangeran Abimayu, lain waktu kita ulang kembali perlombaan"
sahut pangeran Sanjaya.
"Boleh...jangan lupa taruhan kita"
sahut pangeran Abimayu.
"Pasti pangeran aku tidak akan pernah lupa"
sahut pangeran Sanjaya.
Dia pun bergegas masuk ke dalam kamar dan mengganti pakaiannya, malam ini juga perayaan sebenarnya acara tersebut di peruntungkan untuk menyambut ulang tahun pangeran Abimayu.
Untuk taruhan mereka pun pangeran sanjaya menggantikan tugas Kemuning selama 1 hari. Menurutnya tidak apa-apa lah dari pada Kemuning yang harus melayani nya.
Malam ini pun mbok juga masih berada di istana, mbok memberikan ijin kepada Kemuning untuk ikut perayaan yang di adakan di istana Amartha, Kemuning datang seorang diri, dirinya sudah lama tidak melihat istana Amartha penuh dengan lampion, pemandangan indah ketika malam hari.
...💞💞💞...
Kemuning hanya datang melihat ada beberapa tarian dan musik yang terdengar, sorak sorak rakyat yang menikmati perayaan malam itu, ada beberapa juga yang berjualan, Kemuning hanya sedang berjalan-jalan, tidak pernah kepikiran bahwa dirinya sedang mencari pangeran Sanjaya.
"Aku datang di saat yang tepat"
bisik pangeran Sanjaya dari belakang
Kemuning pun langsung menoleh, wajahnya sumringah melihat pangeran sanjaya ternyata dapat menemukan dirinya di keramaian.
"Ini..."
kata Kemuning memberikan sebuah kantong kecil berisi cemilan jahe.
"Apa ini...makanan?"
sahut Sanjaya yang kemudian mengambil isi kantong berupa gula jahe yang di masak dan di dingin kan kemudian di potong kecil.
"Hmmm...enak manis"
tambah Sanjaya.
"Biar tidak masuk angin..."
kata Kemuning yang kemudian berjalan-jalan di barengi pangeran Sanjaya.
"Terimakasih ya..."
kata Sanjaya memegang tangan Kemuning.
Mata mereka saling bertatapan, memandang satu sama lain, ada hal yang menggelitik di hati mereka, Kemuning merasa deg degan.
Apa ini? apa aku menyukai pangeran Sanjaya?.
tanya Kemuning di batinnya.
Seperti tidak dapat menahan rasa di hatinya, Sanjaya memeluk gadis yang ada di depannya. Rasa ingin memiliki dirinya sangat besar terasa, pangeran Sanjaya sangat yakin tentang cintanya kepada kemuning.
Kemuning juga seakan tidak bisa menolak, jantungnya tidak dapay berhenti berdegub, perasaan ini tidak pernah di rasakan olehnya kepada Bramasena, dirinya hanya terdiam di dalam pelukan Sanjaya.
Mereka pun tidak peduli kepada orang-orang yang berada di perayaan, seakan waktu berhenti Sanjaya terus memeluk gadis yang membuatnya tidak menentu makan dan tidur.
"Kemuning, aku menyayangi mu"
Bisik Sanjaya yang terus memeluk Kemuning.
Dirinya tidak tahu harus menjawab apa, sebersit pertanyaan ada di kepalanya.
"Tapi mas...aku hanyalah anak seorang dayang Amartha, tidak pantas untuk diri mu yang bangsawan"
jelas Kemuning yang masih berada di pelukan Sanjaya.
Pangeran Sanjaya tidak dapat menahan dirinya, dengan sigap tangannya memegang dagu Kemuning dan mendaratkan ciuman di bibir merah Kemuning.
Kemuning yang kaget hanya bisa tidak bisa berkata apa-apa, dirinya merasakan jantungnya akan meledak, namun tidak mungkin dirinya menghindar, karena Kemuning juga mulai jatuh cinta kepada Sanjaya.
Kemuning menerima setiap ciuman lembut bibir pangeran Sanjaya, ini pertama kalinya di rasakan Kemuning, matanya terpejam seakan menikmati buaian cinta Sanjaya.
Cukup lama keduanya beradu buaian bibir, seakan tidak peduli kepada siapapun, Sanjaya perlahan melepaskan bibir Kemuning dari bibirnya, menatap wajah Kemuning, matanya masih terpejam, Sanjaya dengan lembut membelai wajah Kemuning.
"Kamu rasakan apa yang mas rasakan?"
tanya Sanjaya kepada Kemuning.
"Tentu mas, ini pertama kalinya di hidup ku, tapi merasa ini salah"
kata Kemuning tersadar akan siapa sosok lelaki yang di cintainya ini.
"Salah?? tidak ada yang salah, aku menyayangi mu tulus dek"
sahut pangeran Sanjaya yang masih memeluk Kemuning.
"Ikutlah bersama dengan ku, ke istana Jayanaga?"
pinta Sanjaya yang terlalu mendadak untuk Kemuning.
"Aku ke istana jayanaga? aku bilang kepada mbok"
sahut Kemuning.
"Iya tenang aja, nanti kita bicarakan kepada ibu mu"
Sanjaya yang benar-benar bisa meyakinkan Kemuning.
Kemuning merasa lega mendengar perkataan pangeran Sanjaya, dirinya merasa senang, hanya aja tidak terlalu berharap, masalah kasta yang menjadi beban di hati Kemuning.
Walau dirinya kini bisa menerima cinta Sanjaya, Kemuning belum tahu bagaimana bicara kepada si mbok, entah apa tanggapan sang ibu bila mengetahui anak semata wayangnya mencintai seorang pangeran.
...💞💞💞...
Malam semakin larut, Kemuning tidak dapat tidur, dirinya masih memikirkan perkataan pangeran Sanjaya tentang dirinya yang di ajak ke kerajaan Jayanaga.
Bagaimana dengam mbok? Aku tidak akan tega meninggalkannya di Amartha sendirian.
Batin Kemuning berkecamuk.
Lain halnya dengan Pangeran Sanjaya yang masih terjaga di temani senopati, duduk santai di belakang kamar, sebuah pendopo yang terdapat tempat bersantai sambil mendengarkan gemericik suara air kolam.
"Aku mau ajak Kemuning ke istana, paman"
kata pangeran Sanjaya dengan wajah tersenyum.
"Berita bagus, saya ikut bahagia pangeran"
sahut sang senopati.
"Kemuning masih ragu, apa ayah handa dan ibunda akan merestui kami, ibu Kemuning hanya lah seorang dayang di istana Amartha"
keluh Sanjaya yang mengusik pikirannya.
"Paduka raja dan ratu pasti akan mengerti dan menerima Kemuning sebagai wanita yang pangeran cintai"
kata senopati yang membuat Sanjaya merasa tenang.
"Bantu aku bicara dengan ibu Kemuning paman."
"Pasti pangeran"
sahut senopati.
Sepertinya malam ini Sanjaya tidak dapat memejamkan matanya saking merasa bahagia. Keesokan harinya, senopati membicarakan maksud dari pangeran Sanjaya kepada raja Amartha, bahwa pangeran Sanjaya mau mempersunting Kemuning puteri si mbok Mirah.
Sang raja sangat senang mendengar kabar itu, beliau pun sengaja menyuruh pengawal memanggil si mbok Mirah.
Kemuning yang dari pagi sudah pergi ke ladang tidak mengetahui ke datangan pengawal untuk menjemput mbok Mirah.
"Mbok...mbok Mirah"
panggil seorang pengawal.
"Iya..sebentar"
sahutnya membuka pintu rumahnya.
"Ada apa, Kum?"
tanya sang mbok yang bingung kepada sang pengawal.
"Mbok di panggil paduka raja, sekarang mbok, ayo mbok"
kata sang pengawal mendesak si mbok.
"Sebentar, ini tak kunci dulu"
sahut mbok yang berbadan tambun menutup pintu.
Mereka pun bergegas menuju istana Amartha, berjalan kaki, sang mbok penasaran apa yang akan paduka raja katakan kepadanya.
"Memangnya ada apa toh Kum?"
tanya mbok kepada pengawal bernama Kumsana.
"Pangeran dari jayanaga mau mempersunting Kemuning mbok"
jelas Kum kepada mbok Mirah.
"Hah..."
sentak mbok kaget.
Entah apa yang membuat seorang pangeran mau mempersunting anak gadisnya yang yatim.
...💞💞💞...
~Seperti hal yang tidak di sengaja,
kita berjumpa dalam kesendirian,
kesunyian dan kesepian...
Takdir Tuhan yang telah digariskan
akan ku terima dengan senang hati...
cinta ku kini terlah berlabuh,
biarkan kapal ku tetap bersandar...
Sampai kita menua bersama~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
💐Novi_Naira💐
seru. makin penasaran
2021-07-29
0
👺
aku hadir kembali,,ttp semangat
2021-07-27
0
NHCL17
💕💕💕💕💕💕💕💕💕
2021-07-16
0