Hampir 3hari mereka berada di bungalow, hari ini mereka akan kembali ke istana Jayanaga, wajah pucat terlihat jelas pada kemuning, dirinya tidak ingin membuat pangeran Sanjaya atau orang lain khawatir tentangnya.
Selama perjalanan, Kemuning terus menahan rasa sakit di perutnya, entah kenapa perutnya begitu tidak berkompromi hari ini, seharian Kemuning menahan sakitnya, hingga sampai mereka di istana Jayanaga.
"Pelan-pelan dek"
Sanjaya yang turun dari kuda dan bersiap menangkap sang isteri turun dari kudanya.
Kemuning kemudian turun dan terlihat jelas badannya sedikit gemetar, tangannya memegang perut yang sakit, wajah kemuning sangat pucat.
"Dek...kamu kenapa?"
tanya Sanjaya khawatir.
Kemuning tidak menjawab, dirinya hanya ingin menuju kamar dan bergegas merebahkan badannya di atas kasur.
"Ada apa pangeran?"
"Paman aku titip jinggo"
sahutnya kemudian mengikuti Kemuning masuk ke dalam istana.
"Dek..."
kata Sanjaya merangkulnya, namun Kemuning tidak dapat menahan lagi, dirinya ambruk pingsan.
"Dek...kamu kenapa?"
segera Sanjaya membawa sang isteri masuk ke dalam kamarnya.
Dia juga memperintahkan untuk segera memanggil senopati Wirakha untuk memeriksa keadaan Kemuning, badannya panas, dari wajahnya keluar keringat dingin.
Entah apa yang terjadi, pangeran Sanjaya merasa menyesal mengajak Kemuning untuk berburu, dirinya tidak tega melihat isterinya jatuh sakit.
"Ada apa pangeran memanggil saya?"
"Paman tolong periksa Kemuning, badanya terus demam paman"
"Tenang pangeran, saya akan memeriksanya terlebih dahulu"
Tidak lama anggota keluarga kerajaan berkumpul di kamar pangeran Sanjaya.
"Ada apa dengan Kemuning, pangeran?"
tanya sang ibunda.
"Entah lah ibunda, Kemuning sedang di periksa paman Wirakha"
Senopati terus berusaha memeriksa tubuh Kemuning yang semakin lemah, dirinya tidak sadar bahwa darah segar keluar hingga sampai ke kakinya.
"Dayang tolong bersihkan puteri Kemuning"
Senopati melihatnya menyuruh dayang yang berjaga di samping puteri Kemuning untuk membersihkannya.
Rupanya senopati mengetahui bahwa puteri Kemuning telah mengalami keguguran.
"Baik tuan..."
"Pangeran..."
senopati yang keluar dari bilik kamar Sanjaya.
"Bagaimana paman, keadaan Kemuning?"
"Maaf pangeran puteri Kemuning keguguran"
sahut senopati yang merasa muram, dirinya harus memberitahu kabar duka kepada pangeran Sanjaya.
"Keguguran?"
tanya ibunda Sanjaya.
"Mungkin, puteri Kemuning juga tidak mengetahui dirinya tengah hamil yang mulia ratu"
sahut Senopati.
"Saya akan buatkan ramuan obat, sebentar"
kata senopati yang meninggalkan kamar pangeran Sanjaya.
Setelah selesai di bersihkan, Pangeran Sanjaya segera menemui sang isteri, dirinya yang patut di salahkan atas kejadian ini, namun sekarang yang terpenting adalah kesehatan Kemuning segera pulih.
"Mulai sekarang pangeran Sanjaya tidak usah mengajak puteri Kemuning ikut berburu"
kata Ibunda ratu yang mengelus puteri Kemuning yang masih belum tersadar.
"Baiklah ibunda..."
sahut pangeran Sanjaya.
Setelah beberapa jam akhirnya Kemuning tersadar, dari kecil memang Kemuning sangat lemah, tubuhnya memang gampang sekali sakit, bahkan pendarahan ini berhenti setelah Kemuning di berikan obat oleh senopati.
Perlahan dia membuka matanya, dilihatnya pangeran Sanjaya terbaring di sampingnya, tangannya yang dingin terus mengelus pipi Sanjaya. Terasa sangat dingin, tangan Kemuning seperti sebuah es yang menyentuh kulit wajah Sanjaya.
"Dek...kamu mau minum?"
tanya Sanjaya yang bangun dari tidurnya.
"Aku sakit apa mas? perut ku masih terasa keram?"
Sanjaya juga bingung mau berkata apa, dirinya merasa nantinya Kemuning akan sedih bila tahu bahwa dirinya keguguran.
"Kamu demam dek"
"Makan dulu ya dek, kamu belum ada makan dari kita pulang"
Kemuning hanya mengangguk mengiyakan perkataan sang suami.
Sanjaya pun meminta beberapa dayang menyiapkan makanan untuk puteri Kemuning.
Walau masih lemah Kemuning harus segera sehat, dirinya tidak ingin membuat orang di sekitarnya khawatir apalagi pangeran Sanjaya cemas.
Sanjaya mulai menyuapi Kemuning dengan hidangan yang telah di siapkan oleh dayang istana, perlahan walau perutnya tidak terasa enak, dirinya terus melahap.
"Mas....apa aku keguguran?Sebelumnya Kemuning tidak pernah merasakan ini?"
tanya Kemuning tiba-tiba.
"Hmmm"
sejenak dirinya terdiam, namun memang harus di beritahu bahwa Kemuning mengalami keguguran.
"Maaf dek....seperti nya begitu, maafkan mas dek, mas tidak akan mengajak mu berburu lagi"
sahut Sanjaya denga wajah cemas.
"Jadi benar?"
Sanjaya pun mengangguk mengiyakan.
Air matanya pun jatuh, dirinya tidak menyangka akan sebodoh ini tidak mengetahui kalau dirinya tengah hamil. Sanjaya memeluk sang isteri seraya berkata.
"Maaf ya dek, jangan sedih, kita berusaha kembali ya"
"Kemuning yang harus nya minta maaf, maaf ya mas"
Dirinya terus menangis sambil memeluk sang suami.
...💞💞💞...
Beberapa hari berlalu Kemuning kini mulai kembali ke rutinitas biasanya, menyiapkan segala keperluan suaminya, dirinya terlihat murung setelah kejadian itu, semua anggota kerajaan selalu menyemangati Kemuning, terutama sang ibunda yang sangat perhatian terhadapnya.
Beliau selalu memberikan ramuan herbal agar Kemuning kembali fit, memperhatikan kegiatan Kemuning agar tidak kelelahan.
Sebagai mengisi waktu terkadang Kemuning sering membantu puteri Kirana menjaga Bima, puteri Kirana terkadang sibuk menyulam.
"Ning...bagaimana?"
puteri Kirana yang menunjukan hasil sulamannya.
"Cantik puteri...tidak terasa ya Bima sudah bisa berjalan"
"Iya Ning...."
Kemuning sejenak terdiam, sepertinya puteri Kirana telah bahagia bersama dengan pangeran Rendra, selain perhatian dan baik, pangeran Rendra juga selalu menemani puteri Kirana.
Tidak lama pangeran Rendra yang habis berlatih pedang menghampiri puteri Kirana dan Kemuning yang tengah asyik mengobrol.
"Adinda...."
"Kakanda..."
"Kemuning sudah sehat?"
tanya pangeran Rendra.
"Sudah baikan pangeran..."
jawab Kemuning.
"Sini Bima sama ayah"
Rendra yang mengambil Bima dari gendongan Kemuning.
"Aku kembali ke kamar dulu..."
kata Kemuning yang berlalu menuju kembali ke kamarnya.
Pangeran Sanjaya diminta sanga ayah untuk membantunya mengurusi kegiatan di istana, kadang dia selesai malam sekali. Baru kembali ke kamar, Kemuning selalu terlelap tidur di jam pulang Sanjaya.
Sanjaya berencana setelah urusannya selesai mereka akan pergi ke Amartha, untuk menjenguk si mbok, mungkin dengan begitu Kemuning akan kembali ceria seperti biasa.
Kemuning yang terlelap tidak mengetahui sang suami telah kembali ke kamarnya, tidak ingin mengganggu Sanjaya perlahan merebahkan badannya di samping sang isteri. Memberinya pelukan hangat kepada Kemuning.
Sanjaya membayangkan wajah isterinya ketika di beritahu akan pergi ke Amartha menjenguk sang ibu. Sambil memandang wajah Kemuning Sanjaya tersenyum.
...💞💞💞...
Nantikan kelanjutannya ya...
Jangan lupa like dan komen...
Untuk beberapa hari novel ini dulu yang di up,
Kejar target selesai.
(Pusing, sakit kepala bila Flashback Kemuning 😭)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
NHCL17
❤️❤️❤️❤️
2021-07-16
0
π5
💞💞💞💞💞💞💞
2021-07-16
0
Intanksm98
kemuning menemukan keluarga yang baik ya 💜
2021-07-01
1