Kemuning dan Sanjaya bersantai di sebuah taman, di lengkapi kolam bunga teratai, bersantai sambil merebahkan badan, sebenarnya tidak banyak yang Kemuning bisa kata kan, hanya perasaan senang bisa bersama dengan pangeran Sanjaya.
"Kamu merasakan apa dek?"
"Aku senang, seperti ini rasanya saling mencintai"
"Setelah acara pernikahan, mau ikut aku berburu?"
tanya Sanjaya kepada kekasihnya.
"Berburu?"
"Iya salah satu hobi ku berburu"
"Aku di sini saja, menemani puteri Kirana"
"Iya..."
Malam pun berlalu seperti biasa, lusa adalah acara pernikahan Kemuning dengan Sanjaya, Kemuning tidak dapat tidur, dirinya merindukan si mbok yang sendirian di Amartha. Bintang yang bersinar pun seakan membuat hati Kemuning sedikit tenang.
"Kamu mikirin apa dek?"
tanya Sanjaya datang dan memeluk Kemuning dari belakang.
"Tidak ada mas, mas kok belum tidur?"
tanya Kemuning yang membalikan badannya.
Kini dirinya.berada dalam pelukan Sanjaya, ada perasaan yang membuat Kemuning tenang ketika di peluk Sanjaya.
Sanjaya menatap kepada sang kekasih, dirinya mendaratkan ciuman mesra kepada Kemuning, cukup lama keduanya berciuman.
Mmuuuaccchhh...
Sanjaya mengakhiri dengan mencium kening Kemuning.
...💞💞💞...
Suasana ramai sekali, dayang dan pengawal menyiapkan pesta pernikahan sang pangeran, pesta pernikahan yang megah, banyak juga undagan kepada kerajaan yang dekat dengan kerajaan Jayanaga.
"Ning kamu gugup?"
tanya Kirana datang masuk ke dalam kamar pengantin.
Wajah cemas memang terpampang jelas pada Kemuning, dirinya sangat menunggu si mbok dan rombongan kerajaan Amartha datang.
"Sedikit puteri, hanya memikirkan si mbok"
"Mereka akan datang tepat waktu, tenang lah"
Kirana yang menggendong Bima mencoba menenangkan Kemuning.
Berbagai hiasan dan ornamen di pajang di kamar pengantin, kasur mereka juga di taburi beberapa kelopak bunga mawar merah dan melati. Menambah kesan romantis untuk kamar sang pengantin.
Pesta outdoor yang di adakan sangat lah meriah, beberapa dayang dan pengawal memainkan alat musik, menari bersuka cita atas pernikahan sang pangeran jayanaga.
Kemuning sangat gugup bahkan dia mengintip apakah sang ibu dan rombongan Amartha datang.
"Kemuning..."
panggil puteri Kirana yang tersenyum melihat Kemuning.
"Iya puteri.."
"Ayo acara pernikahan kalian segera dimulai"
Kemuning pun berjalan menuju tempat acar pesta di mulai, Kemuning tidak menyangka perayaan pesta pernikahan mereka begitu ramai, banyak tamu undagan yang datang, Kemuning melihat-lihat apakah ibunya telah datang.
Sanjaya yang duduk di samping Kemuning hanya bisa tersenyum menikmati pesta mereka, tangan Kemuning sangat dingin karena pengaruh gugup.
Sanjaya paham betul kemudian tangannya menggengam tangan Kemuning, rasa gugupnya sedikit berkurang, Kemuning melihat Sanjaya yang terus tersenyum kepada para tamu yang datang. Bergelar puteri Kemuning, kini dirinya mengemban tugas baru sebagi isteri dan menantu dari Jayanaga.
Raja Amartha dan rombongan telah datang, di barengi oleh si mbok juga datang bersamaan, Kemuning tampak sumringah sang ibu akhirnya datang.
Dan tamu lainnya mulai berdatangan, salah satunya kerajaan Sangkapura yang di pimpin oleh pangeran bernama Daryadana,
dia pangeran yang di kenal sangat temprament, bahkan kadang terdengar sang pangeran gemar mengkoleksi selir cantik dari berbagai negeri.
(tokoh ini bernama pangeran Jaya di cerita Kirana karya Ian.Oktian).
Karena sebelumnya kerajaan Jayanaga tidak mengetahui masalah apa yang terjadi dengan puteri Kirana dan pangeran Daryadana.
Dia datang karena memang kerajaan mereka yang memiliki perbatasan yang sana dengan Jayanaga, Pangeran Daryadana datang bersama dengan pengawalnya.
Melihat ada yang tidak asing dari seorang wanita yang duduk di sebelah pangeran Rendra, emosi pangeran Daryadana tertahan, karena dia tahu siapa raja Surapha, tidak akan mungkin dia membuat onar di sana.
"Kamu cantik Ning?"
"Mbok...."
peluk Kemuning kepada sang ibu.
"Kemuning kangen mbok"
"Mbok juga kangen kamu nak"
Rasa rindunya kini terbayar setelah bertemu dengan mbok nya, tamu undangan mulai memberikan selamat dan bersalaman kepada ke dua mempelai.
Sampai tiba pangeran Daryadana memberikan selamat, puteri Kirana kaget, sosok Daryadana ternyata ada di daftar tamu undangan.
"Selamat pangeran Sanjaya atas pernikahan mu"
kata pangeran Daryadana menjabat tangan Sanjaya.
"Terimakasih...pangeran Daryadana"
"Selamat puteri...."
"Kemuning"
sahutnya yang tidak mau membalas jabat tangan Daryadana.
Matanya penuh dengan nafsu dirinya melirik Kemuning, tidak bisa di elak bahwa Kemuning sangat cantik malam itu, merasa aneh akan tatapan sang pangeran Daryadana, Kemuning tidak berani jabatan tangan dengan Daryadana. Dia hanya bisa bersembunyi di balik badan Sanjaya.
Kedua tanganya malah merangkul tangan Sanjaya,merasa aneh akan sikap Kemuning yang tidak menyukai tatapan pangeran Daryadana.
"Silahkan, nikmati lah hidangan yang sudah di sediakan"
sahut Sanjaya yang tidak ingin Daryadana bersalaman dengan Kemuning.
Melihat itu sang raja Amartha pun berbisik kepada raja Surapha, bahwa dulu kala mereka pernah berselisih paham. Bahkan tidak hanya Kemuning, puteri Kirana minta di antar sang suami Rendra untuk kembali ke kamar mereka.
Pangeran Daryadana malah asik minum dan makan di pesta Sanjaya.
"Aku Daryadana dari kerajaan Sangkapura mengucapkan semoga kalian hidup bahagia"
teriaknya.
Tidak ada yang bersorak, mereka semua hanya menatap kepada Daryadana, mereka semua memang tidak menyukai kehadiran Daryadana.
Senopati juga lupa seharusnya tidak mengirimkan undagan ke penjuru negeri.
Hal itu membuat raja Surapha menyuruh senopati mengurus agar Daryadana keluar dari istana.
"Maaf pangeran Daryadana, anda bisa keluar dari istana Jayanaga sekarang"
sahut senopati yang mempersilahkan Daryadana keluar.
"Kau tidak tahu siapa aku, baiklah mulai hari ini kita adalah musuh"
teriaknya yang kesal.
Sembari menatap ke semua orang yang berada di sana, Daryadana menyimpan kebencian terhadap mereka, merasa kemampuannya belum ada tandingannya dengan raja Surapha, Daryadana akhirnya keluar dari istana Jayanaga bersama dengan pengawalnya.
Kemuning sedikit lega akhirnya pangeran Daryadana akhirnya pergi, mereka kembali melakukan perayaan pernikahan sang pangeran Sanjaya.
Mereka berpesta sampai semalam suntuk, Kemuning sangat bahagia, dirinya sangat mencintai pangeran Sanjaya, begitu pun sebaliknya.
Raja Amartha beserta rombongan juga memilih menginap, malam ini cukup lelah untuk kedua pengantin, Kemuning dulu berangan-angan hanya melakukan pernikahan sederhana di tepi sebuah kolam. Namun Tuhan memberinya lebih, dia bersyukur bisa di pertemukan dengan Sanjaya.
Sanjaya tiba-tiba menggendong Kemuning, mengantarnya sampai ke atas kasur, dirinya hanya kaget dan merasa malu, apa yang di lakukan Sanjaya membuatnya semakin mencintainya.
Sanjaya perlahan juga membuka pakaian Kemuning, dirinya membantu Kemuning, agar bisa terasa nyaman saat tidur nanti, tidak saling bicara, Sanjaya hanya melakukan apa yang di hatinya ingin lakukan.
...💞💞💞...
Nantikan kisah selanjutnya ya, episode selanjutnya aja malam pengantin nya 🤪🤣🤣🤣
Jangan lupa Like, komen dan vote,
mampir juga di kisah ku lainnya :
~ Sore tanpa selamat
~Aku belum 18 tahun
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
👺
author cantik, aku setia nih di novelnya, tetap semangat ya
2021-07-30
0
syafridawati
semangat
2021-07-30
0
NHCL17
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2021-07-16
0