Mobil Darko baru saja tiba di pelabuhan, lalu Darko mengajak Mayra untuk turun dari mobilnya dan menuju ke kapal yang sudah disiapkan oleh Anton.
"Kak, kita kemana??" tanya Mayra
"kau ikut saja Mayra" ucap Darko ketus.
Keduanya kini masuk kedalam kapal dan menuju ke atas, begitu sampai diatas Mayra melihat banyak Pria bertubuh besar dengan berpakaian rapi ala bodyguard, dan seorang lagi yang terlihat santai dengan perawakannya seperti orang terpandang. Lalu Darko mendorong Mayra dengan Kuat hingga dirinya terhuyun kedelan dan hampir menabrak pria itu. Dengan cepat Pria itu menahan Mayra agar tidak sampai menabraknya. Pria itu tersenyum ketika menatap Mayra dari balik kacamatanya, sementara Mayra terlihat sangat takut dan buru-buru melepaskan tangan pria itu.
"Dimana Kak Mira?!" Sarkas Mayra
Pria itu melepas kacamata hitamnya dan menatap Mayra dengan lekad, di telitinya dari bawah keatas penampilan Mayra yang terkesan sangat sederhana namun tetap cantik.
"Ternyata ini wanita yang dilindungi Gibran? CK! seleranya boleh juga, cantik dan lugu!" ucap Anton saat akan menjawil dagu Mayra namun di tepis tangannya oleh Mayra
"Dimana kak Mira?! sarkas Mayra
"Wissshh ternyata Garang juga!! apa dia juga Garang diranjang saat bersama Gibran??!" ucap Anton dengan ejekan kepada Mayra
Mayra merasa tersinggung dengan ucapan Anton,
Plaaaaakkkkkkkkkkk
Spontan tangan Mayra mendarat dengan mulus di pipi kiri Anton dengan keras. Mayra begitu marah dengan ucapannya yang seolah dirinya begitu murahan.
"Tutup mulut anda tuan!! jangan pernah bicara buruk terhadap tuan saya! bahkan tuan saya jauh lebih bisa menjaga omongan ketimbang anda yang terlihat berpendidikan tapi tidak bisa menjaga bicara anda!" Sarkas Mayra
Anton tersenyum kecut dan memegangi pipinya yang habis di tampar Mayra, lalu dengan sangat keras Anton menampar balik Mayra hingga membuatnya jatuh kelantai
Plaaakkkkkkkkkkkkkk
Mayra terjatuh dengan ujung bibirnya yang sudah robek karena tamparan keras dari Anton.
"Ikat perempuan ini!!!" Sarkas Anton
Lalu pria-pria besar itu menangkap Mayra dan mengikatnya, Mayra tidak bisa melawan pria-pria itu karena jumlah dan kekuatannya jauh lebih besar dibandingkan Mayra. Anton begitu marah karena dipermalukan Mayra dihadapan anak buahnya.
Tak lama seorang anak buah Anton memberi kabar jika Gibran sudah sampai dipelabuhan.
"Semuanya bersiap!" perintah Anton
2 orang pria membawa Mayra ke pinggir kapal lalu mengikatnya, setelah itu dari atas seorang tengah menarik tubuh Mayra dan mengarahkannya ke laut. Sungguh Mayra begitu takut jika dihadapkan dengan air laut, karena dirinya tidak bisa berenang sama sekali. Mayra pun hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi setelah ini.
Gibran naik keatas bersama 3 orang anak buahnya, sisanya Gibran sudah memeprsiapkan mereka dengan alat tempur lengkap dan sudah mengepung pelabuhan itu.
"Gibrannnnnn apa kabar??" sapa Anton basa basi
"Aku tidak suka basa basi! dimana Mayra?!" Sarkas Gibran dengan penuh kemarahan
"Mayra? ah itu dia" ucap Anton yang kemudian menunjukkan keatas dan Gibran melihat Mayra tengah dikat dan siap di terjunkan kapan saja waktunya.
"Mayra?! krng Ajr!! lepaskan Mayra!" sarkas Gibran
"Wahh,, sepertinya Gadis itu sangat berarti untuk mu ya?! apa kamu sangat mencintainya Gibran?!" ucap Anton
"Jangan banyak bicara Anton! lepaskan Mayra!!" Hardik Gibran
"Mudah saja, berikan dulu system smartfly kepadaku, maka aku akan menurunkan kekasihmu!" ucap Anton
Gibran merogoh sakunya dan mengeluarkan benda hitam berukuran kecil dan menunjukkannya kepada Anton.
"Ini kan yang kamu mau?! lepaskan Mayra maka aku akan berikan ini!" ucap Gibran
"Kau pikir aku bodoh Gibran?! bisa saja card itu palsu!" hardik Anton
"Aku tidak mungkin menipumu!" ucap Gibran
"Kalau begitu kita tes bersama!" ucap Anton yang kemudian meminta anak buahnya mengeluarkan laptop canggihnya lalu Gibran memberikan smartfly untuk di tes bersama.
Loading berhasil, smartfly dapat digunakan saat itu
"Cepat lepaskan Mayra!" ucap Gibran
Anton memberi kode kepada Anak buahnya lalu Anak buah Anton menekan tombol lepas tali dan
Byuuuurrrrrrrrrrr
Mayra terjebur kedalam laut dan membuat Gibran Terkejut bukan main
"Mayra!!!!" teriak Gibran yang langsung berlari dan menjeburkan dirinya kedalam laut.
Dooorrrrr!!!
Anak Buah Gibran menembak laptop yang dibawa anak buah Anton hingga meledak.
"Krng Ajr! habisi mereka!!!" perintah Anton kepada Anak buahnya.
Anak buah Gibran pun langsung berlari dan mencari benteng untuk melindungi dirinya. Sementara itu tak jauh dari kapal mereka, berdatangan kapal-kapal cepat mengarah ke kapal besar itu. Beberapa Anak buah Gibran yang berada di dekat kapal itu pun segera masuk kedalam kapal dan menolong teman-temannya. Sementara Anton dan anak buahnya menembaki anak buah Gibran dan terjadilah pertempuran diatas kapal mereka.
"Bang, kita terkepung!" ucap Darko saar berada di dekat Anton
"Sial!!!!" ayo kita lari dan menyelamatkan diri!!!" ucap Anton yang akan berlari dari kapal itu. Namun na'as di bawah sudah banyak anak buah Gibran yang menghadang mereka. Terpaksa Anton dan Darko terlibat perkelahian.
Sementara itu Gibran menyelam dan mencari keberadaan Mayra dan dalam laut. Dilihatnya Mayra yang terikat dan tidak bergerak sama sekali. Lalu Gibran mempercepat selamannya dan menangkap pinggang Mayra kemudian membawanya ke atas permukaan dengan susah payah.
"Kamu harus bertahan Ra!" ucap Gibran didalam hatinya. Setelah Gibran dapat membawa ke permukaan, dilihatnya sudah ada kapal-kapal cepat anak buah Gibran didekatnya. Lalu Gibran naik dan membawa Mayra ke atas kapal cepat milik anak buahnya.
Dengan cepat Gibran melepaskan tali yang mengikat di tubuh Mayra. Namun tali itu begitu sulit, anak buah Gibran memberikan pisau tajam untuk memutus tali itu. Setelah berhasil terlepas, Gibran memperi pertolongan pertama pada Mayra untuk mengeluarkan air yang di telannya.
"Ayo Mayra, kamu harus bertahan!!" ucap Gibran saat memompa dengan bantuan tangan Mayra sendiri. Gibran sangat panik saat itu karena Mayra tidak kunjung sadar
"Boss, diberi nafas buatan boss" ucap anak buah Gibran
Terbesit rasa ragu pada hati Gibran, dia tidak ingin melakukan hal lebih kepada Mayra apalagi memanfaatkan dirinya dalam kondisi seperti ini. Namun Gibran tidak ada pilihan lain, karena tahap awal tidak berhasil.
"Maafkan aku Mayra, tapi aku tidak memiliki pilihan lain untuk menyelamatkanmu dan setelah ini jika kamu akan marah dan membenciku, aku akan terima. Maafkan aku Mayra!" ucap Gibran dalam hatinya , sebelum Gibran memberikan nafas buatan kepada Mayra. Percobaan pertama gagal, kedua gagal, ketiga gagal dan keempat berhasil, Mayra mengeluarkan air yang ditelannya dan membuatnya sadar
"Uhukkk uhukkkk uhukkkkkk" Mayra terbatuk-batuk mengeluarkan air dari dalam perutnya.
"Ra, kamu sudah sadar?? Alhamdulillahhhh" ucap Gibran sangat lega ketika Mayra sadar
"Tuan,,, terima kasih sudah menyelamatkan saya" ucap Mayra
"Ya, sekarang kamu aman" ucap Gibran yang kemudian melepaskan jasnya dan memakaikan kepada Mayra
"Tuan, Anton dan Darko berhasil kabur. Namun kami sempat menembaknya dan mengenai lengannya" ucap anak buah Gibran
"Kejar mereka sampai dapat!!" perintah Gibran.
Setelah kondisi aman, Gibran membawa Mayra pulang kerumahnya. Sementara yang lain masih mengejar Anton dan Darko yang berhasil kabur. Selama didalam mobil, situasi sangat tegang dan canggung, Bahkan Gibran tidak berani melihat kearah Mayra.
Begitu sampai dirumah, Mayra dibawa keatas dan segera mengganti pakaiannya begitu juga Gibran.
"Apa aku harus mengatakannya kepada Mayra?" ucap Gibran saat merendam dirinya di air hangat.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
UDH DIBILANG GIBRAN KLO MIRA ITU KLEMAHAN MAYRA, MSH SAJA MAYRA TU LUGU & BODOH.. TU DARKO MMG HRS DIHABISI TERMASUK ABANGNYA SI ANTON
2023-04-19
0
Louisa Janis
tegang juga
2021-08-12
0
Iie Bae
gpp lah daripada mati
2021-07-13
0