Sebuah penghianatan

Sepanjang hari, Mayra banyak belajar dari pelayan senior dirumah besar itu. Meski sedikit sulit karena sangat jauh dari kebiasaan Mayra. Namun Mayra tetap semangat untuk belajar. Hingga tanpa terasa waktu sudah menjelang malam. Setelah makan malam sudah terhidang diatas meja, Mayra pun memanggil Gibran di ruang kerjanya.

Tok

Tok

"Masuk" ucap Gibran dari dalam

Ceklek

"Tuan, makan malam sudah siap" ucap Mayra

"Baiklah" ucap Gibran yang kemudian bangkit dari tempat duduk dan berjalan menuju ke meja makan bersama Mayra. Lalu Gibran duduk dan ditemani Mayra di sampingnya.

"Tolong ambilkan nasi" ucap Gibran

"B..baik tuan" ucap Mayra sedikit gugup, lalu Mayra mengambilkan nasi, kemudian Gibran meminta Mayra mengambilkan sayur dan juga lauk. Setelah itu ia baru menikmati makan malamnya bersama Mayra. Pelayan yang lain nampak bingung melihat Mayra yang ikut duduk dan makan bersama tuannya. Meskipun begitu mereka juga tidak berani untuk bertanya ataupun protes.

Setelah selesai makan malam, Gibran kembali ke ruang kerjanya sementara Mayra tengah mempersiapkan kebutuhan Gibran sebelum tidur. Ia merapikan kembali tempat tidur Gibran, memastikan semua jendela terkunci menghidupkan aroma terapi Lavender dikamar itu, terakhir pakaian tidurnya. Semua ia lakukan sesuai prosedur yang diberitahukan oleh Kepala Pelayan dirumah itu.

Saat akan keluar dari kamar Gibran, Mayra begitu kaget ketika Gibran juga akan masuk kedalam kamarnya, begitu juga Gibran. Kemudian Mayra menunduk dan memberi hormat

"Maaf tuan karena mengagetkan anda" Ucap Mayra

"Gak papa" jawab Gibran santai

"Apa ada yang anda perlukan lagi tuan??" tanya Mayra

"Enggak, kamu istirahat saja" ucap Gibran.

Kemudian Mayra membungkuk dan langsung permisi untuk pergi dari kamar itu. Sementara Gibran masuk ke dalam kamarnya dan melihat kamarnya yang rapi dengan bau aroma lavender yang menenangkan fikirannya. Lalu Gibran mengambil kunci mobilnya dan keluar dari kamarnya. Mayra yang baru saja melangkah dari dapur untuk mengambil air minum, melihat kepergian Gibran.

"Malam-malam gini, tuan mau kemana??" batin Mayra

"Enak yah jadi kamu! baru sehari kerja disini udah kayak Nyonya besar dirumah ini" ucap seorang pelayan kepada Mayra

"Saya hanya menuruti permintaan tuan mbak" ucap Mayra

"Iya,, kalau tuan sudah bosan sama kamu, nanti juga bakalan dibuang. Kayak sekarang, pasti tuan pergi ke tempat hiburan yang disanaa banyak cewek-cewek cantik. Orang kaya mah bebas" ucapnya

"Memangnya tuan selalu begitu mbak??" tanya Mayra

"Iya, tuan selalu keluar malam, balik-balik jam 1 kadang juga pagi baru pulang" ucapnya

Mayra pun hanya ber-oria mendengar ucapan seniornya. Kemudian Mayra pamit kepada pelayan itu untuk kembali ke kamarnya. Mayra masih penasaran dengan yang dikatakan oleh pelayan tadi dengan kebiasaan Gibran keluar malam dan pergi ketempat hiburan. Mayra pun juga tidak melihat Gibran beribadah selama dirinya dirumah itu. Begitu juga dengan para pelayan dirumah itu yang nampak sedari tadi siang hanya bekerja, bekerja dan bekerja. Saat Mayra Izin untuk beribadah saja rasanya begitu berat kepala pelayan memberikan izin.

Banyak hal yang belum di ketahui oleh Mayra dirumah itu, tentang siapa Gibran pun dirinya juga belum tau. Kemudian Mayra memilih untuk segera tidur agar besok pagi dirinya bisa bangun lebih pagi untuk tahajjud.

Sementara itu,,,,

Gibran berada di sebuah hiburan malam, ia pun mengawasi pergerakan salah satu musuh dalam selimut di perusahaanya yang akan bertransaksi di tempat itu. Gibran datang dengan sedikit penyamaran agar dirinya tidak dikenali, meskipun begitu dengan postur Gibran yang tinggi, gagah dan terlihat sangat perkasa, banyak wanita-wanita cantik dan menggoda yang menghampirinya, namun tak sedikitpun diantara mereka yang mampu menyentuhnya.

Orang yang ditunggu-tunggu pun datang juga, Joe seorang tim IT di perusahaan Gibran akan menjual sebuah alat canggih yang baru akan di kembangkan di perusahaan Gibran dan saat ini sudah dalam tahap penyempurnaan. Kemudian Joe duduk di sebuah sofa dengan ditemani wanita cantik yang sudah di bayar oleh Gibran untuk merekam semua obrolan Joe dan juga musuh bisnis Gibran.

Tak lama kemudian Seorang pria yang tidak asing bagi Gibran, pria itu ditemani 2 anak buahnya menemui Joe dan mereka tampak berbincang. Gibran dapat mendengar semua perbincangan mereka karena alat yang dibawa oleh wanita itu memiliki sambungan otomatis di ponsel Gibran. Dari kejauhan Gibran bisa melihat Joe mengeluarkan benda kecil dari sakunya lalu memberikannya kepada pria itu

Lalu Gibran bangkit dari tempat duduknya dan mengarah ke tempat Joe dan pria itu. Tiba-tiba Gibran menyahut benda kecil dari tangan Pria itu saat dirinya tengah mengawasi keaselian benda itu.

"Oh, jadi begini caramu menghianati perusahaan?!" Hardik Gibran

Semua orang kaget dan ketakutan saat kedua anak buah pria itu mengarahkan pistol kepada Gibran, begitu juga Gibran yang juga mengeluarkan pistol dari jasnya.

"Kembalikan kepadaku Gibran!" Hardik pria itu

"Kau mencurinya dari perusahaanku! ini bukan miliknya Tuan!!" ucap Gibran

"Tapi aku sudah membayarnya!" ucap pria itu

"Mintalah kembali uangmu!!" Sarkas Gibran

DOOORRRRRRR

Gibran menembakkan keatas dan membuat kehebohan di tempat hiburan itu. Semua orang berlarian kesana kemari ketakutan, dan situasi itu dimanfaatkan oleh Gibran agar segera kabur dari tempat itu. Namun Usahanya tidak mulus berhasil, salah satu anak buah pria itu berhasil menembakkan pistolnya dan mengenai lengan Gibran.

Gibran pun dengan cepat masuk kedalam mobilnya dan pergi dari tempat itu dan melaju di jalanan dengan kecepatan tinggi. Tapi anak buah pria itu juga mengejar mobil Gibran dengan kecepatan yang tidak kalah untuk mengejar Gibran.

"Aku harus segera sampai dirumah!" ucapnya.

Mobil terus melaju membelah jalanan yang sudah nampak sepi malam itu karena jam sudah menunjukkan pukul 00.01 WIB. Begitu sampai di rumah besar itu, penjaga membukakan gerbang untuk tuannya dan setelah itu menutup rapat untuk mobil di belakangnya. Mobil itu segera pergi dari tempat itu saat misinya gagal menangkap Gibran.

Kemudian Gibran keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah. Rumah sudah nampak sepi seperti biasanya, semua orang sepertinya sudah tidur. Namun saat Gibran menaiki tangga, Mayra keluar dari kamarnya dengan membawa gelas kosong

"Tuan??" ucap Mayra

"Kamu belum tidur?" tanya Gibran bersikap biasa.

"Saya haus jadi mau ambil minum lagi kebawah" ucap Mayra.

Mayra melihat wajah Gibran sedikit pucat dan Mayra bertambah kaget saat melihat lengan jas Gibran terdapat darah

"Tuan, ada darah!" ucap Mayra yang langsung melihat bagian lengan Gibran.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Mbah Edhok

Mbah Edhok

mafiakah ? ...

2021-10-01

0

Erma Wahyuni

Erma Wahyuni

menikah lah sama gibran mayra

2021-05-25

2

Heksa Suhartini

Heksa Suhartini

keren ya acting gibran

2021-05-01

1

lihat semua
Episodes
1 Mayra
2 Pria Misterius
3 Meminta Seorang Gadis
4 Kesedihan Mayra
5 Pria Asing Bagi Mayra
6 Sebuah penghianatan
7 Lakukanlah Mayra
8 Sesuatu yang berharga
9 Kenyataan pahit
10 Senyum Senyum sendiri
11 Kemarahan Gibran
12 Rahasia Besar Terbongkar Sudah!
13 Hadiah Kecil yang Berharga
14 Jagain Mayra
15 Ujian Calon Mantu 1
16 Ujian Calon Mantu 2
17 Mau Gak Nikah Sama Aku?
18 Kekhilafan Gibran
19 Rencana Busuk Darko
20 Jebakan Anton
21 Pengakuan Gibran
22 Patah Hati
23 Jangan Ngarep Jadi Ratu!
24 Balasan dari kebaikan
25 Kepanikan Mayra
26 Kembali Bersamaku
27 Oke Deal!!
28 Kita Belum ada Ikatan
29 Bakal Rindu Berat
30 Ancaman papa Gibran
31 Trauma Mayra
32 Rencana mama Jenny
33 Mengantar Kepergianmu.....
34 Kita Bertemu Lagi!
35 Siapa Gibran Sebenarnya?!
36 Penjara Bagi Mayra
37 Meski Jarak Kita Jauh
38 Menjaga Calon Istri
39 Terbongkar!
40 Mayra deg-degan
41 Kawin Lari??????
42 Meminta Restu Keluarga
43 Gibran Cemburu!
44 Sebelum Janur Kuning Melengkung
45 PENGHIANATAN!
46 Penjagaan Untuk Mayra
47 Cerobohnya Mayra
48 Double Date
49 Gelegat Jerry
50 Dasar tidak berguna!
51 Amukan Gibran!
52 Biarkan aku hidup bersamanya
53 Kegaduhan Dirumah Gibran
54 Menuju Hari Bahagia
55 Hari Bahagia
56 Bukan Honeymoon Biasa
57 Menghabiskan Waktu Berdua
58 Keceriaan Mayra
59 Menindas Istri Sendiri!
60 Mandi Bersama
61 Untuk Kakak Ipar
62 Lagi Kasmaran
63 Menyerah Dengan Hubungan Ini
64 I Love You istri kecilku
65 Pusing Sampai Keubun-Ubun
66 Tersiksa
67 Istri Seutuhnya
68 Akal Bulus Gibran
69 Dia Berhak Bahagia!
70 Kamu Tidak Sendiri
71 Terpojokkan!!
72 Menjadi Saksi Hidup
73 Sangat Beruntung
74 Kecil-kecil Pandai Menindas
75 Menyebalkan!
76 Surat Cerai
77 Bahagiaku Jika Bersamamu
78 Aku Mau kamu!
79 Situasi Genting
80 Kamu Takut?
81 Penggeledahan
82 KEJAR DIAAAAAA!!!!
83 Tanpa Ampun!!
84 Balasan Setimpal!!
85 Kecemasan Gibran
86 Apa kau akan mencintaiku?
87 Maaf Kelepasan
88 Tangisan Pilu
89 Kau Pembunuh!!
90 Jangan Pergi
91 Jangan Sentuh Aku!
92 Seperti Hantu
93 Jangan Lirik-lirik!!
94 Biar Gak Terbang!!
95 Roboh
96 Horor
97 Masih Basah ya?
98 Selembut Hati Ibunya
99 Gombalnya Hasan
100 Hari Pernikahan & Hari Kebahagiaan
101 Belum Pengalaman
102 Masssss Mau Itu,,,,,,,,,
103 Hangat kan?
104 Akhir Cinta Yang Bahagia
105 EXTRAPART
106 EXTRAPART
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Mayra
2
Pria Misterius
3
Meminta Seorang Gadis
4
Kesedihan Mayra
5
Pria Asing Bagi Mayra
6
Sebuah penghianatan
7
Lakukanlah Mayra
8
Sesuatu yang berharga
9
Kenyataan pahit
10
Senyum Senyum sendiri
11
Kemarahan Gibran
12
Rahasia Besar Terbongkar Sudah!
13
Hadiah Kecil yang Berharga
14
Jagain Mayra
15
Ujian Calon Mantu 1
16
Ujian Calon Mantu 2
17
Mau Gak Nikah Sama Aku?
18
Kekhilafan Gibran
19
Rencana Busuk Darko
20
Jebakan Anton
21
Pengakuan Gibran
22
Patah Hati
23
Jangan Ngarep Jadi Ratu!
24
Balasan dari kebaikan
25
Kepanikan Mayra
26
Kembali Bersamaku
27
Oke Deal!!
28
Kita Belum ada Ikatan
29
Bakal Rindu Berat
30
Ancaman papa Gibran
31
Trauma Mayra
32
Rencana mama Jenny
33
Mengantar Kepergianmu.....
34
Kita Bertemu Lagi!
35
Siapa Gibran Sebenarnya?!
36
Penjara Bagi Mayra
37
Meski Jarak Kita Jauh
38
Menjaga Calon Istri
39
Terbongkar!
40
Mayra deg-degan
41
Kawin Lari??????
42
Meminta Restu Keluarga
43
Gibran Cemburu!
44
Sebelum Janur Kuning Melengkung
45
PENGHIANATAN!
46
Penjagaan Untuk Mayra
47
Cerobohnya Mayra
48
Double Date
49
Gelegat Jerry
50
Dasar tidak berguna!
51
Amukan Gibran!
52
Biarkan aku hidup bersamanya
53
Kegaduhan Dirumah Gibran
54
Menuju Hari Bahagia
55
Hari Bahagia
56
Bukan Honeymoon Biasa
57
Menghabiskan Waktu Berdua
58
Keceriaan Mayra
59
Menindas Istri Sendiri!
60
Mandi Bersama
61
Untuk Kakak Ipar
62
Lagi Kasmaran
63
Menyerah Dengan Hubungan Ini
64
I Love You istri kecilku
65
Pusing Sampai Keubun-Ubun
66
Tersiksa
67
Istri Seutuhnya
68
Akal Bulus Gibran
69
Dia Berhak Bahagia!
70
Kamu Tidak Sendiri
71
Terpojokkan!!
72
Menjadi Saksi Hidup
73
Sangat Beruntung
74
Kecil-kecil Pandai Menindas
75
Menyebalkan!
76
Surat Cerai
77
Bahagiaku Jika Bersamamu
78
Aku Mau kamu!
79
Situasi Genting
80
Kamu Takut?
81
Penggeledahan
82
KEJAR DIAAAAAA!!!!
83
Tanpa Ampun!!
84
Balasan Setimpal!!
85
Kecemasan Gibran
86
Apa kau akan mencintaiku?
87
Maaf Kelepasan
88
Tangisan Pilu
89
Kau Pembunuh!!
90
Jangan Pergi
91
Jangan Sentuh Aku!
92
Seperti Hantu
93
Jangan Lirik-lirik!!
94
Biar Gak Terbang!!
95
Roboh
96
Horor
97
Masih Basah ya?
98
Selembut Hati Ibunya
99
Gombalnya Hasan
100
Hari Pernikahan & Hari Kebahagiaan
101
Belum Pengalaman
102
Masssss Mau Itu,,,,,,,,,
103
Hangat kan?
104
Akhir Cinta Yang Bahagia
105
EXTRAPART
106
EXTRAPART

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!