Hari berikutnya......
Pagi itu Mayra dan Gibran bersiap untuk ke rumah Darko. Setelah Keduanya sarapan bersama, Gibran mengajak Mayra untuk segera berangkat. Keduanya pun masuk kedalam mobil dan supir menjalankan mobilnya meninggalkan rumah besar itu.
Sangat terlihat Mayra jadi kaku dan tegang saat satu mobil bersama Gibran. Mayra pun duduk memojok ke samping dengan pandangannya terus kesamping melihat pemandangan diluar sana. Sementara Gibran dengan santainya menikmati ketegangan Mayra saat itu.
"Mayra, sudah berapa lama kamu tinggal bersama kakakmu?" tanya Gibran memecah kesunyian
"3 tahun tuan, semenjak kak Mira menikah dengan kak Darko" jawab Mayra
"Kamu tau pekerjaan kakak iparmu?" tanya Gibran
"Tidak tau tuan, Kak Mira dan kak Darko jarang dirumah, mereka hanya sebentar pulang lalu pergi lagi. Kadang malam pun mereka tidak pulang" Jawab Mayra apa adanya
"Jadi kamu dirumah sama siapa?" tanya Gibran
"Sendiri tuan, tapi di komplek itu cukup aman karena ada satpamnya" jawab Mayra
"Jadi Darko merahasiakan semuanya dari Mayra. Bahkan dia menjual istrinya kepada pria hidung belang pun Mayra tidak tahu!" batin Gibran saat itu.
Tak lama kemudian mobil mereka sampai di rumah Darko. Saat Mayra turun dari mobil, Mira kakaknya tengah membuka pintu rumah dan sudah terlihat sangat rapi.
"Mayra"
"Kak Mira" Ucap Mayra yang langsung berlari dan memeluk kakaknya
"Kamu gak papa kan Ra?!" ucap Mira
"Aku gak papa kak, Kak Mira sudah sembuh lukanya??" tanya Mayra
"luka??? Ohh sudah lah jangan difikirkan lagi" ucap Mira
Gibran pun keluar dari mobilnya dan Mira sempat kaget melihat kehadiran Gibran saat itu
"Dia siapa Ra?" tanya Mira
"Nanti aku jelasin didalam ya kak. Lebih baik kita masuk kedalam rumah" ucap Mayra
Lalu Mira membuka kembali pintu rumah dan mereka masuk kedalam.
"Tuan silahkan duduk.... kenalkan ini kakak saya Miranti dan kak Mira... ini Tuan Gibran, boss nya Mayra di tempat Mayra kerja" ucap Mayra
Mira pun tersenyum tipis dan memperkenalkan dirinya, sementara Gibran nampak biasa saja dan dan hanya menyebutkan nama. Setelah itu Mira mengajak Mayra kedalam.
"Tuan tunggu sebentar yah, saya ke dalam dulu mau sekalian ambil bukunya" ucap Mayra membungkuk dan meninggalkan Gibran diruang tamu.
Begitu Mayra masuk kedalam kamar nya, Mira pun segera mengunci pintu kamar dan mencerca berbagai pertanyaan kepada adiknya
"Mayra! kamu gak di apa-apain dia kan??? kamu gak disiksa kan?? kamu masih gadis kan?? jawab pertanyaan kakak!!" Ucap Mira
Mayra sempat bengong dan bingung menjawab dari mana.
"Kak, Mayra gak di apa-apain kak, Mayra gak disiksa dan Mayra masih Virgin! Gak ada orang yang yang menyentuh Mayra, Justru tuan Gibran itu sangat baik sama Mayra kak. Kak Mira gak disiksa lagi kan sama kak Darko?? waktu itu Kak Darko kasih Mayra foto kakak yang banyak luka lebam. Mayra kasihan sama kak Mira" ucap Mayra yang kemudia ia menangis
"Kakak gak papa Dek, yang terpenting sekarang kamu baik-baik aja. Inget ucapan kak Mira, jangan pernah kamu berikan mahkotamu kepada pria manapun selain suamimu! Jangan mudah percaya kepada pria . Mereka hanya manis saat itu, tapi setelah dia mendapatkan semuanya maka dia akan membuangmu!" ucap Mira dengan menangis pilu. Mira tidak ingin adiknya mengalami nasib yang sama seperti dirinya. Menikahi pria yang malah menjual dirinya kepada pria lain. Rasanya Mira sudah tidak kuat lagi hidup bersama Darko, namun ketika dia meminta cerai, Darko tidak pernah mau menyetujuinya. Baginya Mira adalah tambang emasnya. Hampir saja Mira berfikir untuk mengakhiri hidupnya jika saja dia tidak ingat dengan adiknya yang pasti akan sangat sedih.
"Kau tau Mayra, kak Darko sudah menjualmu kepada pria itu" ucap Mira
Deg!
Deg!
Deg!
"A...apa?? jadi kak Darko menjual Mayra kepada Tuan Gibran?" tanya Mayra
"Iya,,, Dia menjualmu dek" ucap Mira
Mayra sangat kaget mendengar ucapan kakaknya. Dia baru tau jika dirinya sudah dijual oleh kakak iparnya.
"Jadi,,, Mayra budak kak? Mayra menjadi budak??" ucap Mayra pilu
Mira hanya bisa mengangguk dengan deraian airmata. Sementara Mayra sangat terpukul dengan kenyataan yang diketahuinya. Mayra bingung dengan apa yang akan dilakukan selanjutnya, Namun kemudian ia berfikir untuk mengembalikan uang Gibran yang diberikan kepada kakak iparnya.
"Aku bukan budak! aku harus lepas dari tuan Gibran!" Batin Mayra saat itu.
Setelah tangisan keduanya, Mayra menghapus air matanya dan mengambil buku-buku agamanya untuk Gibran dan Mira pun juga ikut keluar dari kamar Mayra. Kemudian mereka berjalan menuju ruang tamu.
"Maaf Tuan karena membuat anda menunggu terlalu lama" ucap Mayra dengan menunduk
"Gak masalah, ayo kita pergi sekarang" ucap Gibran
Gibran beranjak dan keluar lebih dulu, dirinya merasa tindak nyaman saat melihat Mira yang menatapnya dengan tatapan tidak suka. Lalu Mayra pamit kepada Mira dan pergi meninggalkannya. Mayra masuk kedalam mobil Gibran dan supir menjalankan mobilnya meninggalkan rumah itu.
Gibran melihat Mayra yang terlihat murung, wajahnya merah dan matanya sembab. Gibran ingin sekali bertanya namun lidahnya kelu, tapi rasa penasarannya melebihi segalanya. Sementara Mayra lebih memilih diam dan berfikir bagaimana caranya mengembalikan uang Gibran, sementara dirinya sendiri tidak tau berapa banyak uang yang diberikan kepada Darko atas dirinya.
Begitu sampai dirumah besar Gibran, keduanya turun dari mobil. Lalu Gibran menyuruh Mayra menaruh bukunya di kamar Gibran. Awalnya Gibran tidak ingii menyusul, tapi karena dorongan rasa penasarannya, akhirnya Gibran berlari dan mengejar Mayra keatas. Saat itu Mayra baru saja meletakkan paperbag berisi bukunya di atas meja.
"Mayra"
"Tuan" ucap Mayra yang kemudian menunduk.
"Aku ingin bertanya sama kamu" ucap Gibran
"Apa tuan?" tanya Mayra
"Kenapa kamu menangis? ada masalah apa?" tanya Gibran
"Tidak ada tuan, saya hanya kangen saja dengan kak Mira" jawab Mayra
"Kamu bohong! jika tidak ada masalah kenapa kamu menghindari saya?" tanya Gibran
"Pantaskah saya bersikap seperti itu tuan?? sedangkan saya hanya budak anda" ucap Mayra
"Maksud kamu?" tanya Gibran
"Bukankah tuan sudah membeli saya dari kak Darko?" tanya Mayra
Deg!
"Bagaimana kamu tau? apa Mira yang memberitahumu" tanya Gibran
Mayra mengangguk tanda mengiyakan.
"Kalau boleh tau, berapa kak Darko menjual saya?? dan kenapa anda membeli saya tuan?" tanya Mayra
Sungguh ini adalah pertanyaan yang sangat sulit dijawab oleh Gibran. Dia tidak ingin melukai hati Mayra, tapi sangat sulit untuk dikatakan
"Tuan,,, saya mohon jawab pertanyaan saya" ucap Mayra
"10 Milyar" jawab Gibran dengan bibir bergetar saat mengatakannya sementara Mayra begitu syok dengan nominal yang dia dengar.
"Kenapa anda mau membeli saya tuan??" tanya Mayra dengan deraian airmata
"Karena... karena saya menginginkan kamu Mayra" ucap Gibran sedikit Gagu.
"Apa yang anda inginkan dari saya?? bahkan saya hanya gadis miskin yang tidak punya apa-apa tuan" ucap Mayra yang lemas dan jatuh kelantai
Gibran pun mendekat dan mengangkan lengan Mayra dan membuatnya duduk di tepian tempat tidur Gibran
"Saya tidak melihat itu, kebaikan kamu yang sudah membuat saya melakukan ini. Kamu ingat waktu itu kamu berada di rumah kosong bersama pria berpakaian serba hitam dan tangannya berdarah? itu aku Mayra" Ucap Gibran
Mayra mengingat kembali kejadian beberapa waktu lalu.
"Terima kasih karena sudah menolongku" Ucap Gibran
"Aku tidak melakukan apa-apa tuan dan karena anda sudah membeli saya dari kak Darko, maka saya adalah budak anda" ucap Mayra
"Sudahlah jangan terlalu difikirkan soal itu, yang terpenting sekarang kamu sudah aman disini" ucap Gibran
"Terima kasih tuan, saya akan berbakti kepada tuan Gibran" jawab Mayra.
Mayra menyeka air matanya kemudian ia bangkit dan membungkuk kepada Gibran. Gibran pun tersenyum, saat melihat Mayra tidak lagi menangis.
"Apa ada lagi yang anda butuhkan tuan??" tanya Mayra
"Tidak, setelah ini saya mau ke kantor. Bukumu saya pinjam ya?" ucap Gibran
"Silahkan tuan" ucap Mayra.
Kemudian Mayra menyiapkan pakaian Gibran untuk kekantor, Lalu Mayra keluar dan menunggunya didepan pintu. Tak lama kemudian Gibran keluar dari kamarnya dengan sudah berpakaian rapi. Mayra pun mengantar keberangkatan Gibran sampai didepan rumah.
"Nanti saya pulangnya sore, kamu tidak perlu menyiapkan makan siang untuk saya" ucap Gibran
"Baik tuan" ucap Mayra
"Assalamualaikum" Ucap Gibran sedikit terbata mengucapkannya
"Wa'alaikumsalam" jawab Mayra
Mobil Berjalan meninggalkan rumah besar itu, kemudian Mayra masuk kedalam rumah, terbesit rasa bahagia saat mendengar Gibran mengucap salam untuk pertama kali di telinganya.
.
.
.
.
Dukungan kalian sangat berarti 🥺
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
AWAL YG BAIK DILAKUKAN GIBRAN DGN MNGUCAPKN SALAM..
2023-04-18
0
Amri Anto
lanjut uni
2021-12-12
0
tutik jayawati
10 milyar,klo buat beli rumah dpt brp kapling Yach😀😀😀
2021-12-06
0