Malam menjelang,,,,
Seperti biasa, malam ini Mayra menemani Gibran makan malam bersama. Namun ada yang berbeda malam ini, Mayra hanya menunduk dan segera mungkin menghabiskan makanannya. Tampak Gibran tidak nafsu untuk makan lagi. Dia pun meninggalkan meja makan dan menuju kekamar atas. Semua orang kaget termasuk Mayra saat itu. Lalu Mayra membereskan piringnya dan segera mencucinya didapur. Para pelayan pun berbisik-bisik membicarakan tuannya yang malam itu terlihat marah.
Mayra pun berjalan keatas menuju kekamarnya saat melintas didepan kamar Gibran, Mayra berhenti dan ingin sekali mengetuknya. Tapi dia sangat takut kepada Gibran yang marah karena dirinya. Rasa ragu menyelimuti hati Mayra saat itu. Kemudian Mayra memberanikan diri untuk mengetuk pintu namun belum Mayra mengetuk pintu Gibran sudah membuka pintu dan berpakaian rapi saat itu.
"Tuan" ucap Mayra dengan menatap Gibran kaget
"Ada apa ?" ucap Gibran dingin
"S..saya minta maaf jika saya membuat tuan marah" ucap Mayra dengan menunduk.
Gibran mengepalkan tangannya menahan marah saat itu, lalu Gibran menarik Mayra dan membawanya masuk kedalam kamarnya dan melemparkan Mayra diatas tempat tidurnya. Mayra sangat takut ketika melihat kemarahan Gibran seperti itu. Setelah Gibran mengunci pintunya, ia pun melangkah cepat menuju kearah Mayra.
Mayra berkisrut mundur saat Gibran semakin mendekat kepadanya.
"T...uan mau apa??" ucap Mayra dengan gemetar karena sangat takut
"Apapun yang akan aku lakukan terhadapmu itu adalah hakku!! karena aku sudah membelimu dari darko!" sarkas Gibran yang kemudian menarik kaki Mayra hingga Mayra sudah berada dibawah Gibran saat itu. Jantung Mayra berdebar cepat saat itu, antara takut dan juga ntah rasa apa yang bergelayeran sampai ke seluruh tubuhnya.
"Tuan,,, saya mohon, jangan lakukan itu. kita bukan suami istri tuan, ini dosa!" ucap Mayra memperingatkan dengan takut-takut
Gibran tidak bergeming, ia pun mendekatkan wajahnya kepada Mayra, sementara Mayra memejamkan erat matanya dan juga melipat kuat bibirnya.
"Kamu tau Mayra!! Aku membelimu dari Darko bukan dengan harga yang murah!! dan aku yakin, dia hanya ingin memperalatmu untuk memerasku!! Kelemahanmu adalah pada Mira! Jika ku berikan uang itu maka dia akan kembali dan meminta uang lebih kepadamu! jadi orang boleh lugu tapi jangan bodoh!!" ucap Gibran yang sukses membuat Mata dan pikiran Mayra terbuka saat itu
"Maksud tuan, Kak Darko hanya berbohong?" ucap Mayra
"Lebih tepatnya memperalatmu sebagai mesin uang untuk dia!" sarkas Gibran
"Tapi tuan, saya sering melihat kak Mira di sakiti oleh kak Darko" ucap Mayra
"Dia hanya menggertakmu! Dia tidak akan berani menyiksa kakakmu dalam kondisi dia tidak memiliki uang! sedangkan Darko menggunakan kakakmu sebagai tambang emasnya di tempat hiburan!" ucap Gibran
Mayra berfikir sejenak, ada benarnya juga yang dikatakan oleh tuannya. Tidak mungkin dia akan menyiksa Mira, namun Mayra kembali kasihan melihat Mira yang dijual oleh suaminya. Mayra pun memberanikan diri untuk menatap Gibran yang berada diatasnya
"Tuan, apa tuan bisa membantu saya untuk melepaskan kak Mira dari jeratan kak Darko?" tanya Maura dengan memohon
"Tidak mudah Mayra, semua itu bisa terwujud jika kakakmu mau melepaskan diri dari Darko!" ucap Gibran
"Nanti akan saya coba ajak bicara kak Mira tuan,,,,emm tuan, bisakah anda lepaskan saya?? Rasanya dada saya sesak tuan" ucap Mayra merasa tidak nyaman
Gibran pun bangkit dan melepaskan Mayra saat itu, sungguh dia juga tidak mengerti kenapa bisa lost kontrol seperti itu. Kini keduanya duduk di tepi tempat tidur dan nampak sangat canggung.
"Maaf aku khilaf" ucap Gibran memecah kesunyian
"Saya harusnya yang minta maaf kepada tuan, karena saya sudah membuat tuan marah. Saya menyadari bahwa saya sangat mudah terhasut dan tidak memikirkan kedepannya" ucap Mayra mengakui kesalahannya
"Sudahlah, nanti kita pikirkan cara lain untuk membantu kakakmu" ucap Gibran
"Iya tuan, besok kak Darko datang kemari" ucap Mayra
"Kamu tidak perlu menemuinya Ra. Kamu sembunyi saja didalam kamar. Biar besok penjaga dirumah ini yang menghalangi dia" ucap Gibran
"Baik tuan, sekali lagi saya minta maaf" ucap Mayra membungkukkan badannya
"Aku juga minta maaf karena khilaf menyentuhmu" ucap Gibran
Mayra tersenyum kaku, ia sadari jika itu terjadi juga karena dirinya tidak mungkin berani Mayra memarahinya atau bahkan memukulnya. Kemudian Mayra pamit dan Gibran pun memperbolehkan Mayra untuk kembali keamarnya. Gibran yang awalnya berniat untuk keluar rumah mencari ketenangan, kini diurungkannya. Ia pun membaringkan dirinya dan mengusap samping tempat tidurnya. Dirinya masih membayangkan kejadian yang baru saja ia alami bersama Mayra.
Di pegangnya dada Gibran yang bergemuruh hebat saat itu, baru kali inilah dirinya semarah itu kepada wanita bahkan sedekat itu menyentuh wanita. Biasanya Gibran merasa ilfil jika berdekatan ataupun menyentuh wanita. Namun itu semua tidak berlaku pada Mayra.
"Kenapa aku gak ilfil saat menyentuh Mayra?! apa aku sudah sembuh?!" ucap Gibran saat melihat tangannya.
"Besok aku harus kedokter untuk memastikan semuanya" Ucap Gibran
Sementara Mayra yang berada didalam kamarnya merasa sangat sulit memejamkan matanya. Bayangannya terus mengingat wajah Gibran yanh sangat jelas didalam ingatannya. Berkali-kali Mayra mengusap usap matanya untuk menghilangkan bayangan Gibran namun sangat sulit sekali menghapusnya. Belum lagi debaran jantungnya seperti genderang yang mau perang.
****
Keesok paginya, terlihat Gibran dan Mayra sudah seperti biasanya. Tidak seperti semalam suasana sangat panas dan pagi ini sudah kembali seperti biasa. Tampak Mayra dan Gibran sudah bisa saling senyum saat mereka berbincang didepan rumah.
"Ingat, kamu jangan temui dia lagi!" ucap Gibran
"Baik tuan, saya akan sembunyi didalam kamar" ucap Mayra
"Bagus. Aku sudah menyuruh penjaga rumah ini untuk mengatasi Darko nanti. Aku berangkat dulu, Assalamualaikum" ucap Gibran saat masuk kedalam mobil
"Wa'alaikumsalam tuan, hati-hati dijalan tuan" ucap Mayra.
Setelah kepergian Gibran, Mayra pun berjalan ke atas sesuai apa yang diperintahkan Gibran semalam. Melihat itu semua menimbulkan banyak pertanyaan pada para pelayan lainnya. Mereka heran saja, semalam keduanya berantem dan pagi sudah baikan.
Tak lama kemudian Darko sudah sampai dirumah besar Gibran. Saat Darko keluar dari mobilnya, ia pun sudah dicegat oleh 3 anak buah Gibran yang ada disana
"Maaf tuan, anda tidak diperkenankan bertemu dengan Nona Mayra. Silahkan tinggalkan tempat ini" ucapnya
"Sial!!" umpat Darko yang langsung masuk kembali kemobilnya dan meninggalkan rumah itu. Didalam hati Darko sangat kesal terhadap Mayra dan juga Gibran.
Saat dipertengahan jalan, ponsel darko berdering lalu ia mengangkat panggilang dark nomer baru
"Hallo,,, ini siapa?!" tanya Darko
"Apa? Abang mau bertemu denganku? Baiklah, sekarang aku akan menuju kekantor abang!" ucap Darko yang langsung memutar arah menuju ke tempat yang sudah diketahuinya. Darko sangat senang ketika Boss besar itu menghubunginya. Pasti akan ada proyek besar dengan nilai yang fantastis. Boss besar itu juga tidak kalah kaya raya dibandingkan Gibran.
"Asiikkkk aku bakal dapet duit gede!" ucap Darko dengan semangat.
.
.
.
Ini pasti berhubungan dengan Mayra🤨
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Ismi Yati
dasar serakah ingin rasanya ku rujak aja tu si darko huh
2021-10-15
0
Louisa Janis
Darko sama kroninya di tenggelamkan aja Thor
2021-08-12
0
Iie Bae
dasar darco dajjal
2021-07-13
0