Ujian Calon Mantu 2

Hari berikutnya......

Aktivitas pagi sudah dikerjakan seperti biasa oleh Mayra, dan baru saja Mayra selesai membantu Gibran untuk bersiap kekantor. Setelah selesai, Mayra mengantarkan Gibran sampai didepan rumah.

"Ra, inget ya kalau ada apa-apa kamu harus kabari aku secepatnya" ucap Gibran

"Baik tuan,,,," jawab Mayra

"Dan nanti siang aku mau makan dirumah karena jadwalku gak padet hari ini" ucap Gibran seakan tidak ingin pergi dan masih ingin berbicara bersama Mayra

"Baik tuan, nanti akan disiapkan makan siangnya" jawab Mayra

"Mayra..."

"Iya tuan, ada lagi? kalau ada lagi silahkan katakan tuan, saya akan melaksanakan semuanya" ucap Mayra

"Emm,, gak jadi. Aku berangkat dulu ya. Assalamualaikum" ucap Gibran

"Wa'alaikumsalam, hati-hati dijalan tuan" ucap Mayra saat membungkukkan badan untuk memberi hormat

Setelah kepergian Gibran, Mayra pun masuk kedalam rumah dan menuju me kamar atas untuk membereskan kamar Gibran.

Beberapa menit kemudian Mobil mama Jenny sudah tiba dirumah itu, namun kali ini hanya mama Jenny saja yang datang, sementara Tasya tengah ada kuliah pagi dan tidak bisa menemani mamanya. Mama Jenny pun masuk kedalam rumah dan di sambut oleh beberapa pelayan.

"Selamat datang Nyonya besar" ucap mereka

"Dimana Mayra?" tanya mama Jenny

"Ada di atas Nyonya. Mungkin sedang membereskan kamar tuan muda" jawabnya

Kemudian mama Jenny pun melangkahkan kakinya menaiki tangga, setelah sampai diatas, Mama Jenny pun membuka pintu kamar Gibran dan langsung melihat Mayra yang tengah mengepel lantai. Mayra sangat kaget melihat Mama Jenny sudah berdiri didepannya.

"Selamat pagi Nyonya" sapa Mayra dengan ramah

"Pagi, kamu sedang apa?" tanya mama Jenny basa basi

"Membersihkan kamar tuan, ada yang bisa Mayra bantu Nyonya?" tanya Mayra

"Ada, hari ini saya mau makan siang disini bersama Gibran, jadi saya mau kamu yang masak untuk hari ini" Ucap mama Gibran

"Baik Nyonya, menu makan siangnya apa saja nyonya?" Tanya Mayra

"Ayam Goreng bumbu bali, gulai ayam, rendang daging sayurnya capcay" ucap mama Gibran santai

Mayra terdiam sesaat mendengar pesanan masakan dari Nyonya besar, sebanyak itu dia harus menyelesaikan dengan cepat dan lezat.

"Baik Nyonya, saya akan membuatkannya" ucap Mayra.

Setelah menyanggupi Mayra pun segera menyelesaikan pekerjaannya saat ini. Setelah itu ia terburu-buru turun kebawah dan menuju kedapur. Lalu Mayra mengatakan kepada koki senior jika hari ini Nyonya menyuruhnya untuk memasak. Koki pun tidak bisa melarang, karena itu perintah dari Nyonya besar. Kemudian Mayra mencari semua bahan untuk membuat makanan itu didalam kulkas. Satu persatu bahan itu pun dikeluarkan oleh Mayra

Tampak Mayra begitu luwes dan terlihat seperti sudah biasa memasak didapur. Mama Jenny tidak tau jika Mayra bisa memasak berbagai macam masakan indonesia namun tidak untuk luar negeri. Mama Jenny mengawasi setiap gerak gerik saat Mayra tengah memasak didapur, tidak ada yang membantu dan hanya Mayra yang saat ini tengah bertempur didepan mama Jenny.

2 jam kemudian......

Mobil Gibran baru saja tiba dirumahnya, tak lama kemudian mobil Tasya pun juga sampai dirumah Gibran.

"Ngapain kesini?" tanya Gibran kepada Adiknya

"Mama ada disini, dan mama nyuruh aku jemput kok! yeeeeee!" Jawab Tasya Cuek

Kemudian Tasya lebih dulu jalan masuk kedalam rumah lalu disusul oleh Gibran. Saat mereka masuk, Gibran bisa mencium aroma rendang yang sangat menggugah selera makannya, ia pun dengan cepat melangkahkan kakinya menuju kedapur.

"Mayra, kamu masak?!" ucap Gibran kaget saat melihat Mayra tengah menata makanan diatas meja

"I...iya tuan" Jawab Mayra dengan takut-takut. Mayra sangat takut jika Gibran memarahinya karena Mayra mengerjakan pekerjaan yang bukan tugasnya.

"Eh udah pada sampai,, ayo makan. Kita harus mencicipi masakan Mayra" ucap mama memecah kesunyian

Gibran hanya menatap Mayra lekad dengan kemarahan sudah memenuhi otaknya. Sementara Mayra hanya tertunduk takut dan tidak berani menatap Mayra.

"Sudahlahh ayo kita makan dulu" ucap mama yang menyuruh Gibran untuk duduk dan makan. Natasya pun duduk namun sedikit ragu untuk memakan makanan itu. Dia hanya melihati saja mama dan kakaknya mengambil nasi dan lauk yang ada diatas meja.

Setelah berdoa mama dan Gibran pun menyuapkan makanan di sendok pertamanya. Mayra yang masih berdiri tegak tak jauh dari mereka. Jantungnya berdebar cepat, ia sangat takut jika rasanya tidak cocok di lidah mereka. Sesaat mama Gibran terhenti makannya, selanjutnya mama Gibran terus menghabiskan makanan dipiringnya. Begitu juga dengan Gibran yang merasa lega bukan kepalang ketika mencicipi masakan Mayra yang menurutnya sangat enak.

Melihat Tidak ada komentar apa-apa membuat Mayra semakin gugup. Tubuhnya gemetaran karena ketakutan, sementara Tasya yang melihat mama dan kakaknya begitu lahap, ia pun baru mau memakannya.

Baru sesuap, mata Tasya terbuka lebar saat merasakan masakaan Mayra dan selanjutnya ia pun menikmati makanannya dengan santai.

Tak lama kemudian ketiganya pun selesai makan siang. Pelayan pun memberekan meja makan dan juga dapurnya. Mayra sangat bingung kenapa tidak ada komentar apapun

"Mayra,,, masakanmu lumayan enak" ucap mama Jenny

"Mana ada ma lumayan enak?! itu enak banget ma! apalagi rendangnya ngalahin restoran!" bela Gibran

"Lidah mama sama lidah kamu beda! mama disini yang jadi juri!" sahut mama

"Iya biasa aja tuh rasanya" sahur Tasya

"Maaf nyonya jika masakan saya tidak sesuai dengan keinginan Nyonya" ucap Mayra

"Tidak masalah. Dan rasanya tidak terlalu buruk. Ayo Tasya kita pulang" ucap Mama kemudian Mama dan Tasya pun keluar dari rumah Gibran. Mereka masuk kedalam mobil dan meninggalkan rumah itu.

Mayra tertunduk lesu karena merasa bersalah tidak bisa memberikan masakan yang enak kepada tuan dan Nyonya besar, ia sadar memang dirinya bukanlah koki handal seperti di rumah itu. .

"Ra,,, kamu jangan sedih, menurutku enak kok masakan kamu" ucap Gibran

"Hehe saya gak sedih tuan. Tapi memang saya akui kalau saya tidak bisa masak seperti koki dirumah ini. Saya saja sebenarnya sangat takut ketika Nyonya menyuruh saya masak" jawab Mayra setengah jujur

"Sudahlah, jangan terlalu difikir. Mending mikir yang lain" ucap Gibran

"Hehe iya tuan.. Emm tuan mau sholat Zuhur ya?? sudah Adzan" ucap Mayra

"Iya, ayo ke atas. Oh iya Ra, kamu mau gak ngajarin aku ngaji?? Setelah ini aku gak balik ke kantor karena pekerjaanku udah selesai" ucap Gibran saat mereka menaiki anak tangga

"Boleh tuan, nanti setelah sholat Zuhur ya tuan" jawab Mayra

"Baiklah" jawab Gibran

Lalu Gibran dan Mayra masuk kedalam kamar mereka masing-masing untuk menjalankan ibadah Zuhur.

Sementara itu....

Mama dan Tasya baru saja tiba dirumah, lalu mereka masuk kedalam rumah dan saat didalam mereka bertemu dengan papa Gibran yang tengah duduk di ruang keluarga. Mama dan tasya pun menyapanya

"Dari mana saja kalian?" tanya papa

"Dari rumah Gibran pa" jawab mama yang duduk disamping papa. Sementara Tasya pamit untuk kekamarnya.

"Pa,, ternyata Mayra itu bisa masak pa, masakannya enak lagi. Tadi mama suruh dia masak beberapa macem masakan dan mama rasa dia cocok untuk jadi mantu kita" ucap mama

"Mama jangan cepat menarik kesimpulan sendiri. Kita perlu tau tentang keluarga gadis itu. Lagian memangnya Gibran beneran suka sama gadis belia kayak gitu?" tanya papa

"Iya juga sih pa, tapi kalau mama lihat Gibran itu kayak ada hati sama Mayra. Mama bisa lihat dari cara Gibran menatap Mayra pa, itu beda banget. Yah biar gak belia paling kita tunggu sampai usianya 20 tahunan lah ya" ucap mama

"Terserah mama saja mengaturnya. Yang jelas kita tetap harus waspada, bisa jadi musuh-musuh Gibran akan menjadikan gadis itu sebagai kelemahan Gibran" ucap papa

"Iya pa" jawab mama

Papa dan mama pun melanjutkan obrolan mereka, sementara dirumah Gibran, Mayra tengah mengajari Gibran mengaji dari awal diruang kerja Gibran. Nampak Gibran sangat antusias saat belajar mengaji, diapun mengeja satu persatu huruf hijaiyyah yang diajarkan oleh Mayra. .

.

.

.

.

Gimana yah kelanjutannya?? kita lihat nanti yak😁

Terpopuler

Comments

Khusnul Khotimah

Khusnul Khotimah

kayaknya baik beneran ini mama tirinya Gibran....

2022-04-13

0

Erma Wahyuni

Erma Wahyuni

ayo gibran cepat lamar mayra biar cepat halal

2021-05-26

1

Erma Wahyuni

Erma Wahyuni

aku suka ceritanya keluarga gibran baik..semoga aja mereka merestui gibran dan mayra

2021-05-26

1

lihat semua
Episodes
1 Mayra
2 Pria Misterius
3 Meminta Seorang Gadis
4 Kesedihan Mayra
5 Pria Asing Bagi Mayra
6 Sebuah penghianatan
7 Lakukanlah Mayra
8 Sesuatu yang berharga
9 Kenyataan pahit
10 Senyum Senyum sendiri
11 Kemarahan Gibran
12 Rahasia Besar Terbongkar Sudah!
13 Hadiah Kecil yang Berharga
14 Jagain Mayra
15 Ujian Calon Mantu 1
16 Ujian Calon Mantu 2
17 Mau Gak Nikah Sama Aku?
18 Kekhilafan Gibran
19 Rencana Busuk Darko
20 Jebakan Anton
21 Pengakuan Gibran
22 Patah Hati
23 Jangan Ngarep Jadi Ratu!
24 Balasan dari kebaikan
25 Kepanikan Mayra
26 Kembali Bersamaku
27 Oke Deal!!
28 Kita Belum ada Ikatan
29 Bakal Rindu Berat
30 Ancaman papa Gibran
31 Trauma Mayra
32 Rencana mama Jenny
33 Mengantar Kepergianmu.....
34 Kita Bertemu Lagi!
35 Siapa Gibran Sebenarnya?!
36 Penjara Bagi Mayra
37 Meski Jarak Kita Jauh
38 Menjaga Calon Istri
39 Terbongkar!
40 Mayra deg-degan
41 Kawin Lari??????
42 Meminta Restu Keluarga
43 Gibran Cemburu!
44 Sebelum Janur Kuning Melengkung
45 PENGHIANATAN!
46 Penjagaan Untuk Mayra
47 Cerobohnya Mayra
48 Double Date
49 Gelegat Jerry
50 Dasar tidak berguna!
51 Amukan Gibran!
52 Biarkan aku hidup bersamanya
53 Kegaduhan Dirumah Gibran
54 Menuju Hari Bahagia
55 Hari Bahagia
56 Bukan Honeymoon Biasa
57 Menghabiskan Waktu Berdua
58 Keceriaan Mayra
59 Menindas Istri Sendiri!
60 Mandi Bersama
61 Untuk Kakak Ipar
62 Lagi Kasmaran
63 Menyerah Dengan Hubungan Ini
64 I Love You istri kecilku
65 Pusing Sampai Keubun-Ubun
66 Tersiksa
67 Istri Seutuhnya
68 Akal Bulus Gibran
69 Dia Berhak Bahagia!
70 Kamu Tidak Sendiri
71 Terpojokkan!!
72 Menjadi Saksi Hidup
73 Sangat Beruntung
74 Kecil-kecil Pandai Menindas
75 Menyebalkan!
76 Surat Cerai
77 Bahagiaku Jika Bersamamu
78 Aku Mau kamu!
79 Situasi Genting
80 Kamu Takut?
81 Penggeledahan
82 KEJAR DIAAAAAA!!!!
83 Tanpa Ampun!!
84 Balasan Setimpal!!
85 Kecemasan Gibran
86 Apa kau akan mencintaiku?
87 Maaf Kelepasan
88 Tangisan Pilu
89 Kau Pembunuh!!
90 Jangan Pergi
91 Jangan Sentuh Aku!
92 Seperti Hantu
93 Jangan Lirik-lirik!!
94 Biar Gak Terbang!!
95 Roboh
96 Horor
97 Masih Basah ya?
98 Selembut Hati Ibunya
99 Gombalnya Hasan
100 Hari Pernikahan & Hari Kebahagiaan
101 Belum Pengalaman
102 Masssss Mau Itu,,,,,,,,,
103 Hangat kan?
104 Akhir Cinta Yang Bahagia
105 EXTRAPART
106 EXTRAPART
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Mayra
2
Pria Misterius
3
Meminta Seorang Gadis
4
Kesedihan Mayra
5
Pria Asing Bagi Mayra
6
Sebuah penghianatan
7
Lakukanlah Mayra
8
Sesuatu yang berharga
9
Kenyataan pahit
10
Senyum Senyum sendiri
11
Kemarahan Gibran
12
Rahasia Besar Terbongkar Sudah!
13
Hadiah Kecil yang Berharga
14
Jagain Mayra
15
Ujian Calon Mantu 1
16
Ujian Calon Mantu 2
17
Mau Gak Nikah Sama Aku?
18
Kekhilafan Gibran
19
Rencana Busuk Darko
20
Jebakan Anton
21
Pengakuan Gibran
22
Patah Hati
23
Jangan Ngarep Jadi Ratu!
24
Balasan dari kebaikan
25
Kepanikan Mayra
26
Kembali Bersamaku
27
Oke Deal!!
28
Kita Belum ada Ikatan
29
Bakal Rindu Berat
30
Ancaman papa Gibran
31
Trauma Mayra
32
Rencana mama Jenny
33
Mengantar Kepergianmu.....
34
Kita Bertemu Lagi!
35
Siapa Gibran Sebenarnya?!
36
Penjara Bagi Mayra
37
Meski Jarak Kita Jauh
38
Menjaga Calon Istri
39
Terbongkar!
40
Mayra deg-degan
41
Kawin Lari??????
42
Meminta Restu Keluarga
43
Gibran Cemburu!
44
Sebelum Janur Kuning Melengkung
45
PENGHIANATAN!
46
Penjagaan Untuk Mayra
47
Cerobohnya Mayra
48
Double Date
49
Gelegat Jerry
50
Dasar tidak berguna!
51
Amukan Gibran!
52
Biarkan aku hidup bersamanya
53
Kegaduhan Dirumah Gibran
54
Menuju Hari Bahagia
55
Hari Bahagia
56
Bukan Honeymoon Biasa
57
Menghabiskan Waktu Berdua
58
Keceriaan Mayra
59
Menindas Istri Sendiri!
60
Mandi Bersama
61
Untuk Kakak Ipar
62
Lagi Kasmaran
63
Menyerah Dengan Hubungan Ini
64
I Love You istri kecilku
65
Pusing Sampai Keubun-Ubun
66
Tersiksa
67
Istri Seutuhnya
68
Akal Bulus Gibran
69
Dia Berhak Bahagia!
70
Kamu Tidak Sendiri
71
Terpojokkan!!
72
Menjadi Saksi Hidup
73
Sangat Beruntung
74
Kecil-kecil Pandai Menindas
75
Menyebalkan!
76
Surat Cerai
77
Bahagiaku Jika Bersamamu
78
Aku Mau kamu!
79
Situasi Genting
80
Kamu Takut?
81
Penggeledahan
82
KEJAR DIAAAAAA!!!!
83
Tanpa Ampun!!
84
Balasan Setimpal!!
85
Kecemasan Gibran
86
Apa kau akan mencintaiku?
87
Maaf Kelepasan
88
Tangisan Pilu
89
Kau Pembunuh!!
90
Jangan Pergi
91
Jangan Sentuh Aku!
92
Seperti Hantu
93
Jangan Lirik-lirik!!
94
Biar Gak Terbang!!
95
Roboh
96
Horor
97
Masih Basah ya?
98
Selembut Hati Ibunya
99
Gombalnya Hasan
100
Hari Pernikahan & Hari Kebahagiaan
101
Belum Pengalaman
102
Masssss Mau Itu,,,,,,,,,
103
Hangat kan?
104
Akhir Cinta Yang Bahagia
105
EXTRAPART
106
EXTRAPART

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!