Hari berikutnya......
Aktivitas pagi sudah dikerjakan seperti biasa oleh Mayra, dan baru saja Mayra selesai membantu Gibran untuk bersiap kekantor. Setelah selesai, Mayra mengantarkan Gibran sampai didepan rumah.
"Ra, inget ya kalau ada apa-apa kamu harus kabari aku secepatnya" ucap Gibran
"Baik tuan,,,," jawab Mayra
"Dan nanti siang aku mau makan dirumah karena jadwalku gak padet hari ini" ucap Gibran seakan tidak ingin pergi dan masih ingin berbicara bersama Mayra
"Baik tuan, nanti akan disiapkan makan siangnya" jawab Mayra
"Mayra..."
"Iya tuan, ada lagi? kalau ada lagi silahkan katakan tuan, saya akan melaksanakan semuanya" ucap Mayra
"Emm,, gak jadi. Aku berangkat dulu ya. Assalamualaikum" ucap Gibran
"Wa'alaikumsalam, hati-hati dijalan tuan" ucap Mayra saat membungkukkan badan untuk memberi hormat
Setelah kepergian Gibran, Mayra pun masuk kedalam rumah dan menuju me kamar atas untuk membereskan kamar Gibran.
Beberapa menit kemudian Mobil mama Jenny sudah tiba dirumah itu, namun kali ini hanya mama Jenny saja yang datang, sementara Tasya tengah ada kuliah pagi dan tidak bisa menemani mamanya. Mama Jenny pun masuk kedalam rumah dan di sambut oleh beberapa pelayan.
"Selamat datang Nyonya besar" ucap mereka
"Dimana Mayra?" tanya mama Jenny
"Ada di atas Nyonya. Mungkin sedang membereskan kamar tuan muda" jawabnya
Kemudian mama Jenny pun melangkahkan kakinya menaiki tangga, setelah sampai diatas, Mama Jenny pun membuka pintu kamar Gibran dan langsung melihat Mayra yang tengah mengepel lantai. Mayra sangat kaget melihat Mama Jenny sudah berdiri didepannya.
"Selamat pagi Nyonya" sapa Mayra dengan ramah
"Pagi, kamu sedang apa?" tanya mama Jenny basa basi
"Membersihkan kamar tuan, ada yang bisa Mayra bantu Nyonya?" tanya Mayra
"Ada, hari ini saya mau makan siang disini bersama Gibran, jadi saya mau kamu yang masak untuk hari ini" Ucap mama Gibran
"Baik Nyonya, menu makan siangnya apa saja nyonya?" Tanya Mayra
"Ayam Goreng bumbu bali, gulai ayam, rendang daging sayurnya capcay" ucap mama Gibran santai
Mayra terdiam sesaat mendengar pesanan masakan dari Nyonya besar, sebanyak itu dia harus menyelesaikan dengan cepat dan lezat.
"Baik Nyonya, saya akan membuatkannya" ucap Mayra.
Setelah menyanggupi Mayra pun segera menyelesaikan pekerjaannya saat ini. Setelah itu ia terburu-buru turun kebawah dan menuju kedapur. Lalu Mayra mengatakan kepada koki senior jika hari ini Nyonya menyuruhnya untuk memasak. Koki pun tidak bisa melarang, karena itu perintah dari Nyonya besar. Kemudian Mayra mencari semua bahan untuk membuat makanan itu didalam kulkas. Satu persatu bahan itu pun dikeluarkan oleh Mayra
Tampak Mayra begitu luwes dan terlihat seperti sudah biasa memasak didapur. Mama Jenny tidak tau jika Mayra bisa memasak berbagai macam masakan indonesia namun tidak untuk luar negeri. Mama Jenny mengawasi setiap gerak gerik saat Mayra tengah memasak didapur, tidak ada yang membantu dan hanya Mayra yang saat ini tengah bertempur didepan mama Jenny.
2 jam kemudian......
Mobil Gibran baru saja tiba dirumahnya, tak lama kemudian mobil Tasya pun juga sampai dirumah Gibran.
"Ngapain kesini?" tanya Gibran kepada Adiknya
"Mama ada disini, dan mama nyuruh aku jemput kok! yeeeeee!" Jawab Tasya Cuek
Kemudian Tasya lebih dulu jalan masuk kedalam rumah lalu disusul oleh Gibran. Saat mereka masuk, Gibran bisa mencium aroma rendang yang sangat menggugah selera makannya, ia pun dengan cepat melangkahkan kakinya menuju kedapur.
"Mayra, kamu masak?!" ucap Gibran kaget saat melihat Mayra tengah menata makanan diatas meja
"I...iya tuan" Jawab Mayra dengan takut-takut. Mayra sangat takut jika Gibran memarahinya karena Mayra mengerjakan pekerjaan yang bukan tugasnya.
"Eh udah pada sampai,, ayo makan. Kita harus mencicipi masakan Mayra" ucap mama memecah kesunyian
Gibran hanya menatap Mayra lekad dengan kemarahan sudah memenuhi otaknya. Sementara Mayra hanya tertunduk takut dan tidak berani menatap Mayra.
"Sudahlahh ayo kita makan dulu" ucap mama yang menyuruh Gibran untuk duduk dan makan. Natasya pun duduk namun sedikit ragu untuk memakan makanan itu. Dia hanya melihati saja mama dan kakaknya mengambil nasi dan lauk yang ada diatas meja.
Setelah berdoa mama dan Gibran pun menyuapkan makanan di sendok pertamanya. Mayra yang masih berdiri tegak tak jauh dari mereka. Jantungnya berdebar cepat, ia sangat takut jika rasanya tidak cocok di lidah mereka. Sesaat mama Gibran terhenti makannya, selanjutnya mama Gibran terus menghabiskan makanan dipiringnya. Begitu juga dengan Gibran yang merasa lega bukan kepalang ketika mencicipi masakan Mayra yang menurutnya sangat enak.
Melihat Tidak ada komentar apa-apa membuat Mayra semakin gugup. Tubuhnya gemetaran karena ketakutan, sementara Tasya yang melihat mama dan kakaknya begitu lahap, ia pun baru mau memakannya.
Baru sesuap, mata Tasya terbuka lebar saat merasakan masakaan Mayra dan selanjutnya ia pun menikmati makanannya dengan santai.
Tak lama kemudian ketiganya pun selesai makan siang. Pelayan pun memberekan meja makan dan juga dapurnya. Mayra sangat bingung kenapa tidak ada komentar apapun
"Mayra,,, masakanmu lumayan enak" ucap mama Jenny
"Mana ada ma lumayan enak?! itu enak banget ma! apalagi rendangnya ngalahin restoran!" bela Gibran
"Lidah mama sama lidah kamu beda! mama disini yang jadi juri!" sahut mama
"Iya biasa aja tuh rasanya" sahur Tasya
"Maaf nyonya jika masakan saya tidak sesuai dengan keinginan Nyonya" ucap Mayra
"Tidak masalah. Dan rasanya tidak terlalu buruk. Ayo Tasya kita pulang" ucap Mama kemudian Mama dan Tasya pun keluar dari rumah Gibran. Mereka masuk kedalam mobil dan meninggalkan rumah itu.
Mayra tertunduk lesu karena merasa bersalah tidak bisa memberikan masakan yang enak kepada tuan dan Nyonya besar, ia sadar memang dirinya bukanlah koki handal seperti di rumah itu. .
"Ra,,, kamu jangan sedih, menurutku enak kok masakan kamu" ucap Gibran
"Hehe saya gak sedih tuan. Tapi memang saya akui kalau saya tidak bisa masak seperti koki dirumah ini. Saya saja sebenarnya sangat takut ketika Nyonya menyuruh saya masak" jawab Mayra setengah jujur
"Sudahlah, jangan terlalu difikir. Mending mikir yang lain" ucap Gibran
"Hehe iya tuan.. Emm tuan mau sholat Zuhur ya?? sudah Adzan" ucap Mayra
"Iya, ayo ke atas. Oh iya Ra, kamu mau gak ngajarin aku ngaji?? Setelah ini aku gak balik ke kantor karena pekerjaanku udah selesai" ucap Gibran saat mereka menaiki anak tangga
"Boleh tuan, nanti setelah sholat Zuhur ya tuan" jawab Mayra
"Baiklah" jawab Gibran
Lalu Gibran dan Mayra masuk kedalam kamar mereka masing-masing untuk menjalankan ibadah Zuhur.
Sementara itu....
Mama dan Tasya baru saja tiba dirumah, lalu mereka masuk kedalam rumah dan saat didalam mereka bertemu dengan papa Gibran yang tengah duduk di ruang keluarga. Mama dan tasya pun menyapanya
"Dari mana saja kalian?" tanya papa
"Dari rumah Gibran pa" jawab mama yang duduk disamping papa. Sementara Tasya pamit untuk kekamarnya.
"Pa,, ternyata Mayra itu bisa masak pa, masakannya enak lagi. Tadi mama suruh dia masak beberapa macem masakan dan mama rasa dia cocok untuk jadi mantu kita" ucap mama
"Mama jangan cepat menarik kesimpulan sendiri. Kita perlu tau tentang keluarga gadis itu. Lagian memangnya Gibran beneran suka sama gadis belia kayak gitu?" tanya papa
"Iya juga sih pa, tapi kalau mama lihat Gibran itu kayak ada hati sama Mayra. Mama bisa lihat dari cara Gibran menatap Mayra pa, itu beda banget. Yah biar gak belia paling kita tunggu sampai usianya 20 tahunan lah ya" ucap mama
"Terserah mama saja mengaturnya. Yang jelas kita tetap harus waspada, bisa jadi musuh-musuh Gibran akan menjadikan gadis itu sebagai kelemahan Gibran" ucap papa
"Iya pa" jawab mama
Papa dan mama pun melanjutkan obrolan mereka, sementara dirumah Gibran, Mayra tengah mengajari Gibran mengaji dari awal diruang kerja Gibran. Nampak Gibran sangat antusias saat belajar mengaji, diapun mengeja satu persatu huruf hijaiyyah yang diajarkan oleh Mayra. .
.
.
.
.
Gimana yah kelanjutannya?? kita lihat nanti yak😁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Khusnul Khotimah
kayaknya baik beneran ini mama tirinya Gibran....
2022-04-13
0
Erma Wahyuni
ayo gibran cepat lamar mayra biar cepat halal
2021-05-26
1
Erma Wahyuni
aku suka ceritanya keluarga gibran baik..semoga aja mereka merestui gibran dan mayra
2021-05-26
1