Mobil Mama Jenny sudah sampai di pusat perbelanjaan terbesar dikota itu. Kemudian Mama Jenny, tasya dan Maura turun dari mobil lalu berjalan masuk kedalam mall. Tampak Mayra jadi tambah gugup ketika ia pergi bersama mama Gibran.
Mama Jenny mengajak Tasya dan Mayra masuk kedalam sebuah butik, yang bisa dilihat dari barang-barang yang dijual pasti harganya mahal. Dengan langkah anggun mama Jenny masuk kedalam butik dan para pegawai disana pun menyapa ramah. Langkah mama Jenny pun diikuti Tasya yang tidak kalah anggun, sementara Mayra hanya biasa-biasa saja tanpa tertarik sedikit pun.
"Mayra, kamu pilih saja semua yang kamu mau" ucap mama Jenny
Mayra hanya mengangguk lalu berjalan melihat-lihat barang-barang di butik itu. Sementara Mama Jenny dan Tasya sibuk dengan memilih barang untuk dirinya sendiri. Mayra tampak bingung melihat barang-barang disana semuanya tidak ada yang seharga di bawah 500ribu dan Mayra pun tidak membawa satupun barang kekasir saat mama Jenny dan Tasya akan membayar barang yang di belinya
"Loh mana barangmu?" tanya mama
"Tidak ada bu" jawab Mayra
"Kenapa gak pilih? tadi kan saya suruh memilih yang kamu suka" ucap mama Jenny
"Emm,,, disini pakaiannya terbuka semua bu, saya gak bisa pakaianya. Maaf ya bu" ucap Mayra dengan menunduk.
Kemudian Mama dan Tasya pun membayar belanjaannya. Setelah itu mereka pergi ke butik sebelah yang menjual pakaian syari, namun lagi-lagi Mayra di buat kaget dengan harga pakaian disana bisa untuk membeli baju 10 pasang di pasar biasa. Mayra sangat bingung mau memilih barang apa, lalu ia melihat sebuah gamis polosan namun tampak sangat cantik dengan bahannya yang adem, Mayra pun mengambilnya dan melihat harga yang tertera Rp. 1.500.000. Kemudian Mayra mengembalikannya lagi ke gantungan. Namun kali ini Mayra tidak ingin dengan tangan kosong, ia pun mengambil sebuah hijab berwarna navy polos dan membawanya kekasir.
"Hanya itu saja?!" tanya Tasya
"Iya ini saja" ucap Mayra
Lalu mama Jenny membayar belanjaan Mayra dan mengajaknya pergi ke toko sepatu,toko tas, toko perhiasan, toko make up, dan terakhir ke salon. Mereka pun melakukan perawatan disana. Sementara Mayra izin sebentar untuk sholat Zuhur di tempat itu.
"Tasya, kenapa barang kita banyak banget ya jadinya?!" tanya mama
"Ya iya lah ma, dari tadi kita belanja ini dan itu. Tapi si Mayra cuma beli jilbab sama sepatu ket butut itu. Ish gak banget!!" ucap tasya
Mama Jenny hanya diam dan memikirkan semuanya. Ternyata Mayra bukan type perempuan yang suka belanja. Buktinya dia tidak membeli barang banyak meskipun dia menyuruhnya untuk memilih barang yang dia suka. Mama Jenny pun akan melakukan rencana selanjutnya setelah ini.
Tak lama kemudian Mayra sudah selesai dan menghampiri keduanya.
"Mbak, tolong ya,,, ini si Mayra sekalian perawatan" ucap mama Jenny
"Ehh gak usah bu,,," ucap Mayra
"Gak papa, duduklah" ucap Mama Jenny
Mayra tidak bisa menolak, lalu mereka bertiga pun melakukan perawataan saat itu.
Begitu selesai mama Jenny mengajak Tasya dan mayra untuk makan siang bersama. Mama Jenny ingin melihat cara Mayra makan, apakah bisa Mayra berlaku seperti orang kaya dengan tata kramanya saat di meja makan. Mama Jenny tidak tau jika Mayra sudah pernah diajarkan oleh kepala pelayan saat awal Mayra datang kerumah Gibran. Dengan santainya Mayra dapat menghabiskan makannya tanpa sedikitpun merasa kesusahan saat memotong steak.
Waktu berlanjut, kini ketiganya memutuskan untuk kembali kerumah Gibran sore itu. Sepertinya ujian calon mantu yang pertama ini Mayra dapat mengatasinya dengan baik. Begitu sampai dirumah, Gibran sudah menunggu mereka didepan rumah. Saat Mayra keluar dari mobil, Gibran merasa kaget melihat Mayra yang tampak sangat cantik, meski hanya pakaian sederhana namun dari wajahnya terpancar cahaya berseri-seri.
"Mayra" ucap Gibran
"Yang di sapa cuma mayra?" sahut mama didalam mobil yang hanya menurunkan kaca mobilnya
Gibran hanya tersenyum kaku saat mama menyahuti dirinya. Mama Jenny tidak masuk kerumah karena waktu sudah sore, bisa-bisa papa Gibran memarahinya karena seharian pergi meninggalkan rumah bersama putrinya. Setelah kepergian mama Jenny, Gibran masuk kedalam rumah bersama Mayra dan mereka berjalan menuju kekamar atas
"Tadi kalian kemana saja?" tanya Gibran
"Ke mall tuan" Jawab Mayra
Gibran melihat Mayra hanya mententeng 1 paperbag saja sementara ia mendapati notif di ponselnya berkali-kali dengan jumlah pembayaran yang nilainya sudah menyentuh angka 50juta.
"Kamu beli apa Ra?? kok dikit banget barangnya??" tanya Gibran
"Ohh,,, tadi saya menemani Nyonya dan mbak Tasya berbelanja tuan, dan tadi saya di suruh beli pakaian tapi saya bingung mau pilih yang mana. Mana lagi harganya mahal-mahal jadi saya cuma pilih ini Jilbab dan sandal hehe " jawab Mayra
"Itu aja??" tanya Gibran dan Mayra mengangguk
"Eh tadi saya juga di ajaki Nyonya buat kesalon deng" jawab Mayra
"Pantes wangi, aku suka " ucap Gibran
"Maksud tuan?" tanya Mayra
"Eh maksudku gak papa,, kamu sering-sering ke salon juga gak papa Ra" ucap Gibran
"Hehe saya kan cuma pelayan tuan, kerjanya kasar jadi gak perlu kesalon. dirumah saja bisa lebih hemat" jawab Mayra
"Ya Allah saya hampir lupa, tuan sudah mandi??? maaf ya tuan saya belum menyiapkan air untuk tuan, tunggu sebentar, saya letakkan ini dulu " ucap Mayra merepet, ia pun langsung masuk kedalam kamarnya dan meletakkan paperbagny di pinggir pintu. Setelah itu Mayra membungkuk masuk kedalam kamar Gibran yang sudah terbuka. Mayra masuk kedalam kamar mandi Gibran dan menyiapkan air hangat untuknya sementara Gibran hanya berdiri dengan tertawa geli melihat tingkah Mayra.
Setelah air hangat siap Gibran masuk kedalam kamar mandi membawa handuknya.
"Permisi tuan, maaf saya terlambat mengisi airnya" ucap Mayra menunduk dan akan pergi dari kamar mandi
"Ra, kamu mau gak gosokin punggungku?" tanya Gibran yang sengaja menggoda Mayra
"Apa tuan?! gosok punggung?! maaf tuan saya tidak bisa karena kita gak halal. Maaf ya tuan,,, bukan maksuda saya menolak, tapi......"
"Tapi kan kamu calon istri aku" ucap Gibran
"Eh tuan,,, itu kan cuma pura-pura tuan" jawab Mayra cepat
Gibran tertawa geli melihat raut wajah Mayra memerah, ntah karena malu atau marah yang bersamaan. Lalu Mayra buru-buru pergi untuk menetralkan debaran jantungnya
"Bisa-bisanya tuan nyuruh aku gosokin punggung!! kenapa ini lagi jantung debar-debar terus!! bener-bener gak bisa diajak kompromi!!" Ucap Mayra yang ngedumel sendiri saat tengah menyiapkan pakaian untuk Gibran. Sementara Gibran hanya mendengar samar-samar ucapan Mayra.
Setelah Mayra selesai menyiapkan pakaian untuk Gibran, ia pun keluar dari kamar untuk mengecek apakah makan malam untuk tuannya sudah siap apa belum. Mayra harus memastikan semuanya beres tanpa hambatan.
30 menit kemudian Gibran keluar dari kamarnya setelah sholat maghrib untuk makan malam bersama Mayra. Seperti layaknya seorang suami yang dilayani istrinya, Mayra menjalankan tugasnya mengambilkan makanan untuk Gibran lalu menemaninya makan malam.
Mungkin saja suatu hari nanti ketika Mayra sudah cukup dewasa, Gibran akan menjadikannya istri sungguhan. Yah kita lihat saja nanti😁
.
.
.
Kalau suka klik 'Love' yah, komen jangan lupa, Vote dukungannya juga😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
TUNGGU 18 TH, LO NIKAHIN AZA MAYRA SPRTI DOKTER HISYAM KE MITA.
2023-04-19
0
꧁ 🇨 🇭 🇾 🇾 🇾 🇷 🇦 🇦 🇦 ꧂
diimbau Sik Ben Mateng😂
2022-02-07
0
Bidadarinya Sajum Esbelfik
18tahun udh bisa x thor dijadiin istri 😆
2021-09-07
0