Pagi- pagi sekali Gibran sudah bangun sebelum sholat subuh, Gibran pun membongkar paperbagnya dan melihat sebuah bingkisan yang disiapkan untuk Mayra. Gibran sedikit ragu ingin memberikannya secara langsung, lalu Gibran mengambil secarik kertas dan memotongnya sedikit kecil dan memberikan Note diatas bingkisan itu
'Untuk Mayra, terima kasih sudah menemaniku kemarin'
Kemudian Gibran meletakkan bingkisan kecil itu didepan kamar Mayra. Lalu dengan cepat Gibran pergi dan masuk kedalam kamarnya. Tak lama Mayra keluar dari kamarnya dan akan membangunkan tuannya, Namun langkahnya terhenti saat Mayra melihat bingkisan kado berwarna pink, lalu Mayra mengambil dan membaca pesannya.
"Dari tuan??" Ucap Mayra yang kemudian membawa masuk kedalam kamarnya.
Mayra pun membuka bungkus kado itu dan melihat isi didalamnya. Ia sedikit kaget saat melihat isinya ternyata sebuah Hijab yang sangat cantik. Mayra tersenyum senang karena baru kali ini ada orang memberinya kado. Lalu Mayra mencoba hijabnya dan melihat dirinya di depan cermin.
"Hijabnya bagus hehe" ucap Mayra
Mayra pun tidak ingin melepas hijabnya dan langsung memakainya. Setelah itu Mayra keluar dari kamarnya dan menuju kekamar Gibran
Tok
Tok
Ceklek
Gibran membuka pintu kamarnya dan melihat Mayra berdiri didepan pintu dengan mengenakan hijab pemberiannya. Gibran terdiam dan terpesona saat melihat Mayra mengekan hijab itu
"Cantik" satu kata yang langsung muncul di benak Gibran saat itu.
"Selamat pagi tuan" Ucap Mayra menyapa Gibran
"P...pagi " jawab Gibran medadak gagu
"Tuan,,, terima kasih hadiahnya, saya suka" ucap Mayra malu-malu
"Sangat cocok kamu yang pakai Ra, cantik" ucap Gibran
Wajah Mayra langsung memerah saat Gibran memujinya. Rasanya hati Mayra mengeluarkan bunga-bunga bermekaraan, sangat malu dan membuatnya salah tingkah.
"Tuan mau sarapan sekarang?" tanya Mayra dengan gugup
Gibran tersenyum saat melihat wajah Mayra yang merona menjadi gemas sendiri.
"Boleh" Ucap Gibran
Kemudian Gibran mengajak Mayra untuk turun kebawah, disana sudah ada pelayan yang menyiapkan sarapan untuk Gibran. Lalu Mayra mengambilkan makanan untuk gibran dan mereka pun sarapan bersama pagi itu. Beberapa pelayan merasa tidak senang saat melihat Mayra mengenakan jilbab maron yang membuatnya terlihat sangat cantik. Beberapa kali mereka melihat Gibran melirik kearah Mayra dengan senyum menawannya, meski Mayra tidak melihatnya.
Setelah mereka selesai sarapan, Mayra membantu Gibran untuk bersiap ke kantor. Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka pun sudah berada di depan rumah.
"Tuan, apa nanti siang mau makan dirumah atau di kantor?" tanya Mayra
"Sepertinya diluar Ra, karena aku ada jadwal ketemu klien. Kamu bisa makan siang sendiri" jawab Gibran
"Baik tuan" Jawab Mayra dengan sedikit membungkuk hormat. Gibran tersenyum lalu masuk kedalam mobil
"Assalamualaikum" ucap Gibran
"Wa'alaikumsalam" Jawab Mayra
Lalu sopir menjalankan mobilnya meninggalkan rumah, dan Mayra pun masuk kedalam, menuju lantai atas untuk membereskan kamar Gibran. Mayra membawa pakaian kotor ke belakang, dan pelayan yang biasa bertugas mencuci pakaian pun tidak lagi seperti kemarin, dia hanya diam ketika Mayra memberikan keranjang baju kotor di belakang.
"Mbak, ini pakaian tuan, tolong di cucikan yah" ucap Mayra yang tidak mendapat balasan dari pelayan itu. Mayra pun langsung pergi dan menuju kamarnya, karena ia akan menjemur pakaianya sendiri yang sudah dicucinya.
Beberapa jam kemudian,,,,
Sebuah mobil mewah berhenti didepan rumah Gibran. Seorang wanita paruh baya bersama dengan gadis muda keluar dari mobil itu lalu masuk kedalam rumah. Tampak beberapa pelayan menyambut kedatangannya.
"Selamat datang nyonya" Ucap kepala Pelayan
"Mana wanita itu?" ucap mama Gibran
"Ada di kamar atas nyonya. Biasanya dia membereskan kamar tuan muda" jawab kepala pelayan
"Panggil dia!" Ucap mama Gibran
Kemudian seorang pelayan pergi keatas dan memanggil Mayra. Dengan hati senang karena pasti mama Gibran akan sangat membenci Mayra. Tak lama Mayra pun turun kebawah bersama pelayan itu dan menemui mama Gibran
"Selamat datang nyonya" Ucap Mayra dengan lembut
Mama Gibran meniti penampilan Mayra dari atas kebawah tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Sangat terlihat Mayra yang gemetaran ketika berhadapan dengan mama tuannya.
"Jadi kamu yang namanya Mayra?!" ucap mama Gibran
"I..iya nyonya" Jawab Mayra dengan menunduk dan tidak berani menatap majikannya
"Lihat saya!" Ucap mama Gibran dengan tegas
Perlahan Mayra mengangkat wajahnya dan memberanikan diri untuk menatap Nyonya besar dirumah itu. Lalu Mama Gibran tersenyum ketika melihat Mayra.
"Saya Jenny, mamanya Gibran dan ini Natasya adiknya Gibran" ucap Mama Gibran dengan ramah
Mayra hanya bisa tersenyum kaku karena rasa takut mendekam dihatinya. Nampak Natasya terlihat sinis menatap Mayra, karena mungkin usia keduanya sama.
"Duduklah Mayra" Ucap mama Gibran
Mayra tampak bingung ketika mama Gibran menyuruhnya untuk duduk. Batinnya tidak mungkin ia duduk bersama dengan Nyonya besar dirumah itu. Lalu Mayra akan duduk dilantai
"Kenapa kamu duduk di bawah? duduklah di atas" Ucap mama Gibran
Kemudian Mayra bangkit dan duduk di sofa dengan perasaan sangat gugup.
"Usia kamu berapa tahun?" tanya mama Gibran
"17 tahun Nyonya, tapi sebentar lagi 18 tahun" jawab Mayra
"Ohh seumuran dengan Natasya ya, kamu berapa saudara?? orang tuamu bekerja apa?" tanya mama Gibran
"Saya memiliki seorang kakak perempuan tapi sudah menikah dan kedua orang tua saya sudah meninggalkan saya dan kakak untuk selamanya" ucap Mayra
"Oohh,, maaf mayra jika pertanyaan saya melukai hati kamu" ucap mama Gibran dan Mayra pun hanya tersenyum kecil
"Kamu betah tinggal disini?? dan bagaimana bisa kamu bekerja disini menjadi Pelayan pribadi putra saya?" tanya mama Gibran
Mayra menganguk, tapi dia bingung mau menjawab apa saat itu. Tidak mungkin Mayra menjawab jika Gibran sudah membelinya, tapi Mayra bingung memberikan jawabannya.
"Mama?" ucap Gibran yang baru saja masuk kedalam rumah
Gibran sangat kaget saat melihat mama dan adiknya datang, bahkan mereka tengah berbincang bersama Mayra. Sangat terlihat Wajah Mayra menjadi pucat pasih saat itu. Gibran menebak pasti mamanya mencerca berbagai pertanyaan kepada Mayra. Mama dan yang lainnya pun menoleh kearah pintu dan melihat Gibran yang berdiri disana.......
.
.
.
Kira-kira,,, gimana yahh mamanya si Gibran?
Note: Mama Jenny adalah ibu tirinya Gibran dan dia memiliki anak yaitu Natasya. Mama Gibran yang Aseli sudah meninggal di bab depan yahh😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Arie Lestari
mama sambung gibran y ?, kn gibran sempat cerita klo tuhan menggambil mamaQ..
2022-07-13
0
꧁ 🇨 🇭 🇾 🇾 🇾 🇷 🇦 🇦 🇦 ꧂
jeni suka kali SM KK tirinya jadi dia sinis SM Mayra
2022-02-07
0
Riuka Zahra
lo gimana sih,td katanya mama nya gibran udah meninggal,gibran dibesarkan di amerika sama nenek nya,kok datang mama nya.
2021-12-12
0