Rahasia Besar Terbongkar Sudah!

Mobil membelah jalanan menuju ke pusat perbelanjaan saat itu, suasana di mobil pun sudah tidak sekaku tadi.

"Ra,, yang kamu pake untuk menutup kepala itu apa?" Tanya Gibran

"Oh ini,,,, ini namanya hijab tuan. Wanita muslimah wajib mengenakan hijab untuk melindungi dirinya. Itu perintah langsung dari Allah" jawab Mayra

"Tapi kenapa masih banyak wanita muslim yang gak pake hijab?" tanya Gibran

"Em... itu mungkin masalah hidayah tuan, tapi kita tidak boleh mencaci wanita yang belum berhijab, yang lebih baik adalah mendoakannya agar mereka segera mendapat hidayah dan mau berubah yang lebih baik lagi" Ucap Mayra

"Ohh begitu,,,," ucap Gibran

"Iya tuan" Jawab Mayra

Tanpa terasa mobil Gibran sudah sampai di sebuah pusat perbelanjaan lalu mereka berjalan menuju ke toko yang menjual perlengkapan ibadah. Kemudian Gibran memberikan masker kepada Mayra dan ia sendiri pun mengenakannya

"Pakai masker Ra" ucap Gibran

Mayra mengangguk lalu mengenakan maskernya. Gibran sengaja memakaikan Masker kepada Mayra karena Gibran tidak ingin Mayra menjadi incaran para musuh Gibran yang berkeliaran dimana-mana. Begitu juga Gibran yang mengenakan masker saat itu. Lalu keduanya masuk kedalam toko dan memilih barang yang akan dibeli.

"Ra, pilihkan yang cocok buat aku" ucap Gibran

Mayra memilihkan berbagai macam perlengkapan Sholat untuk Gibran dan Gibran pun akan membayar semua yang dipilihkan Mayra. Saat mengantri di kasir, Gibran melihat sebuah hijab berwarna merah maron bercorak bunga, terlihat manis dan pasti akan terlihat cantik jika Mayra yang mengenakannya, lalu diambilnya dan dimasukan kedalam total belanjaannya, Gibran meminta kasir itu untuk membungkusnya.

Setelah selesai berbelanja, Mereka mendengar suara Adzan maghrib, lalu Gibran mengajak Mayra ke musholah yang ada di gedung mall itu. Mereka pun main ke lantai 2 dan mencari letak musholanya.

Tak lama kemudian, keduanya sudah selesai, lalu Gibran mengajak Mayra untuk makan malam bersama.

"Mau makan di sini apa makan diluar Ra?" tanya Gibran

"Terserah tuan,," Jawab Mayra

"Kita makan diluar saja, lebih aman" kata Gibran

Kemudian Mayra dan Gibran pun langsung ke parkiran dan masuk kedalam mobilnya. Setelah itu mereka meninggalkan tempat itu. Saat Mobil melaju dijalanan, Mayra melihat pada sisi kanan jalanan yang diterangi lampu-lampu. Hingga bisa terlihat aktivitas malam saat itu. Ketika Mobil melewati sebuah hotel berbintang, Mayra melihat sosok Mira bersama dengan seorang pria akan masuk kedalam hotel, Mayra memperhatikan dengan seksama saat itu

"Kak Mira!" Ucap Mayra kaget

Gibran pun menoleh dan melihat diseberang sepertinya memang benar itu adalah Miranti kakaknya Mayra

"Tuan, saya mohon kita kesana sekarang" ucap Mayra memohon kepada Gibran

"Tapi Ra..." Ucap Gibran ragu, ditakutkan Mayra akan mengetahui semuanya.

"Saya mohon tuan,,,, tolong saya" Ucap Mayra

Melihat Mayra yang memohon membuat hati Gibran luluh, lalu Gibran menyuruh Supirnya untuk berbelok arah dan menuju ke hotel tadi. Begitu sampai di hotel, Mayra turun bersama Gibran dan mereka langsung ke resepsionis.

"Selamat malam mbak, mas,,,"

"Malam mbak,, saya mau tanya mbak, kamar hotel yang ada kakak saya dimana ya?" tanya Mayra dengan lugunya. Pasalnya ini pertama kalinya Mayra datang ke hotel, Gibran pun sedikit malu, namun dihempaskan rasa malunya demi Mayra. Tampak pegawai itu sedikit bingung dengan pertanyaan Mayra

"Ehm begini mbak, maksud dia,,, tadi ada tamu di hotel ini bernama Miranti, tapi mungkin dia tidak check-in dengan nama itu. Tapi kira-kira 5 menit lalu ada seorang wanita dan seorang pria, wanita itu mengenakan pakaian mini berwarna maron..."ucap gibran belum selesai

"Ohhh mbak Mira, dia datang bersama tuan Darmoko di kamar 201 lantai 4" Jawabnya

"Baik terima kasih" ucap Gibran

Lalu Gibran mengantar Mayra keatas menaiki lift. Saat lift berjalan, Sontak Mayra memegang lengan Gibran karena kaget. Gibran pun menoleh kepada Mayra yang nampak takut

"Jangan takut,, " ucap Gibran yang bisa menebak, pasti ini pertama kalinya Mayra naik lift, Kemudian Mayra melepaskan lengan Gibran dengan rasa malu dan canggung.

"Maaf tuan, ini pertama kalinya saya naik lift. Saya hanya pernah naik eskalator aja kalau ke mall sama temen-temen" Ucap Mayra dengan menunduk

"Gak papa" Jawab Gibran

Ting!

Pintu lift terbuka, Lalu Mayra dan Gibran segera keluar dari lift mencari kamar Mira dan Darmoko. Begitu ketemu, Mayra langsung menekan bell. Tak lama Pintu kamar itu terbuka

"Mayra" ucap Mira begitu kaget melihat adiknya

"Kak Mira kenapa disini? kenapa kak Mira pake baju seperti ini?" tanya Mayra dengan polosnya

"Kamu kenapa ada disini??" Tanya Mira dengan wajah pucat pasih

"Tadi Mayra lihat kakak masuk ke hotel ini" Ucap Mayra dengan tubuh gemetar

"Siapa sayang??" Tanya Darmoko yang muncul di belakang Mira

Mayra Syok melihat ada pria bersama kakaknya. Pikiran Mayra pun langsung terkoneksi dengan hal-hal yang tidak baik. Tanpa aba-aba air mata Mayra pun sudah menetes membasahi pipinya.

"Kakak bisa jelasin ini semua Ra!" Ucap Mira

"Apa? apa yang akan kakak jelaskan?" tanya Mayra yang sudah sakit hatinya

"Kakak terpaksa melakukan semua ini Ra, semua ini karena kak Darko Ra. Kakak gak bisa menolaknya, kau tau kita memiliki hutang budi kepadanya" Ucap Mira dengan menangis pilu

"Sudahlah Mira! kita tidak ada waktu lagi!" ucap Darmoko yang kemudian menarik Mira kedalam dan menutup pintunya.

Mayra masih berdiri dan mencerna semua kejadian itu. Dirinya masih tidak mengerti dengan semua ini. Dia tidak menyangka jika kakaknya menyimpan sebuah rahasia besar selama ini. Mayra pun masih menangis pilu saat itu, sementara tidak ada yang bisa Gibran lakukan karena itu adalah urusan Mayra dan kakaknya yang pasti cepat atau lambat Mayra pasti tau semuanya.

"Ra,,, ayo kita pergi" Ucap Gibran

Mayra pun menurut, dia mengikuti langkah Gibran yang mengajaknya untuk keluar dari tempat itu. Sepanjang perjalanan pulang Mayra masih terus menangis dan merasa terpukul.

Saat Mayra akan masuk kedalam kamarnya, Gibran memanggilnya

"Mayra"

"Iya, tuan,,," jawab Mayra

"Aku ingin berbicara denganmu, ini mengenai kakak iparmu" Ucap Gibran

Mayra mengangguk, kemudian Gibran mengajak Mayra ke ruang kerjanya. Gibran mengambil laptop dan menyalakannya, sesaat kemudian Gibran memutar sebuah Video rekaman dari Anak buah Gibran di sebuah tempat hiburan.

"Darko memiliki jaringan besar di tempat hiburan kota ini dan dia menjadi pemasok wanita-wanita ditempat itu termasuk kakakmu" ucap Gibran

"Tuan tau semua ini?" Tanya Mayra

"Iya, karena aku menyelidikinya Ra. Dan aku yakin kakakmu sangat takut jika kamu juga seperti dia. Makanya saat kita kerumah Darko, dia terlihat mencurigaiku" Ucap Gibran

"Tapi,, bukankah kak Darko sudah menjual saya kepada tuan?" ucap Mayra

"Iya, tapi aku tidak seperti mereka Ra" Ucap Gibran

Mayra mengangguk dan memberanikan diri menatap Gibran.

"Terima kasih karena tuan memperlakukan saya dengan baik selama saya disini. Mungkin jika orang lain , saya tidak tau lagi sudah jadi apa. Sungguh saya tidak bisa membalas kebaikan tuan" ucap Mayra

Rasanya Gibran ingin sekali memeluk Mayra dan menenangkannya. Namun dia berusaha untuk tidak mengikuti fikirannya. Saat suasana sunyi, terdengar bunyi berasal dari perut Mayra yang sedari sore belum terisi sama sekali kecuali air putih.

"Lebih baik kita makan malam ya,, tadi kan gak jadi makan diluar" ucap Gibran

Mayra mengangguk dengan sangat malu, disaat obrolan serius bisa-bisanya perut Mayra berbunyi minta diisi. Lalu Gibran menutup laptopnya dan mengajak Mayra kebawah untuk makan malam bersama.

"Tuan jangan cerita kepada siapapun ya soal ini" ucap Mayra saat mereka berjalan kebawah

"Iya janji" Ucap Gibran

Setelah mereka sampai di meja makan, keduanya pun menikmati makan malam bersama. Meski sebenarnya Mayra tidak nafsu makan karena masalah yang dihadapinya, tapi Melihat tuannya yang begitu baik menurutnya, ia tetap menikmati makannnya malam itu. Setelah selesai makan malam, Mereka pun beristirahat dikamar masing-masing.

.

.

.

.

Komen dong dears, biar semangat yang nulis😊

Mampir ke PROJECT ISTRI KEDUA yukk💕

Terpopuler

Comments

Sulaiman Efendy

Sulaiman Efendy

KASIAN MIRA JDI KORBAN SUAMINYA SENDIRI,, SEMOGA GIBRAN MAU BNTU MAYRA DGN MMBEBASKN MIRA DRI TANGAN DARKO.. DN DARKO DILAPORKN KE POLISI BIAR DIHUKUM BERAT

2023-04-19

0

Rina aza

Rina aza

ngk ush di komen pun,alur ceritanya udh bagus uni

2021-12-08

0

Shafira Novrianty

Shafira Novrianty

visualnya uni

2021-06-12

1

lihat semua
Episodes
1 Mayra
2 Pria Misterius
3 Meminta Seorang Gadis
4 Kesedihan Mayra
5 Pria Asing Bagi Mayra
6 Sebuah penghianatan
7 Lakukanlah Mayra
8 Sesuatu yang berharga
9 Kenyataan pahit
10 Senyum Senyum sendiri
11 Kemarahan Gibran
12 Rahasia Besar Terbongkar Sudah!
13 Hadiah Kecil yang Berharga
14 Jagain Mayra
15 Ujian Calon Mantu 1
16 Ujian Calon Mantu 2
17 Mau Gak Nikah Sama Aku?
18 Kekhilafan Gibran
19 Rencana Busuk Darko
20 Jebakan Anton
21 Pengakuan Gibran
22 Patah Hati
23 Jangan Ngarep Jadi Ratu!
24 Balasan dari kebaikan
25 Kepanikan Mayra
26 Kembali Bersamaku
27 Oke Deal!!
28 Kita Belum ada Ikatan
29 Bakal Rindu Berat
30 Ancaman papa Gibran
31 Trauma Mayra
32 Rencana mama Jenny
33 Mengantar Kepergianmu.....
34 Kita Bertemu Lagi!
35 Siapa Gibran Sebenarnya?!
36 Penjara Bagi Mayra
37 Meski Jarak Kita Jauh
38 Menjaga Calon Istri
39 Terbongkar!
40 Mayra deg-degan
41 Kawin Lari??????
42 Meminta Restu Keluarga
43 Gibran Cemburu!
44 Sebelum Janur Kuning Melengkung
45 PENGHIANATAN!
46 Penjagaan Untuk Mayra
47 Cerobohnya Mayra
48 Double Date
49 Gelegat Jerry
50 Dasar tidak berguna!
51 Amukan Gibran!
52 Biarkan aku hidup bersamanya
53 Kegaduhan Dirumah Gibran
54 Menuju Hari Bahagia
55 Hari Bahagia
56 Bukan Honeymoon Biasa
57 Menghabiskan Waktu Berdua
58 Keceriaan Mayra
59 Menindas Istri Sendiri!
60 Mandi Bersama
61 Untuk Kakak Ipar
62 Lagi Kasmaran
63 Menyerah Dengan Hubungan Ini
64 I Love You istri kecilku
65 Pusing Sampai Keubun-Ubun
66 Tersiksa
67 Istri Seutuhnya
68 Akal Bulus Gibran
69 Dia Berhak Bahagia!
70 Kamu Tidak Sendiri
71 Terpojokkan!!
72 Menjadi Saksi Hidup
73 Sangat Beruntung
74 Kecil-kecil Pandai Menindas
75 Menyebalkan!
76 Surat Cerai
77 Bahagiaku Jika Bersamamu
78 Aku Mau kamu!
79 Situasi Genting
80 Kamu Takut?
81 Penggeledahan
82 KEJAR DIAAAAAA!!!!
83 Tanpa Ampun!!
84 Balasan Setimpal!!
85 Kecemasan Gibran
86 Apa kau akan mencintaiku?
87 Maaf Kelepasan
88 Tangisan Pilu
89 Kau Pembunuh!!
90 Jangan Pergi
91 Jangan Sentuh Aku!
92 Seperti Hantu
93 Jangan Lirik-lirik!!
94 Biar Gak Terbang!!
95 Roboh
96 Horor
97 Masih Basah ya?
98 Selembut Hati Ibunya
99 Gombalnya Hasan
100 Hari Pernikahan & Hari Kebahagiaan
101 Belum Pengalaman
102 Masssss Mau Itu,,,,,,,,,
103 Hangat kan?
104 Akhir Cinta Yang Bahagia
105 EXTRAPART
106 EXTRAPART
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Mayra
2
Pria Misterius
3
Meminta Seorang Gadis
4
Kesedihan Mayra
5
Pria Asing Bagi Mayra
6
Sebuah penghianatan
7
Lakukanlah Mayra
8
Sesuatu yang berharga
9
Kenyataan pahit
10
Senyum Senyum sendiri
11
Kemarahan Gibran
12
Rahasia Besar Terbongkar Sudah!
13
Hadiah Kecil yang Berharga
14
Jagain Mayra
15
Ujian Calon Mantu 1
16
Ujian Calon Mantu 2
17
Mau Gak Nikah Sama Aku?
18
Kekhilafan Gibran
19
Rencana Busuk Darko
20
Jebakan Anton
21
Pengakuan Gibran
22
Patah Hati
23
Jangan Ngarep Jadi Ratu!
24
Balasan dari kebaikan
25
Kepanikan Mayra
26
Kembali Bersamaku
27
Oke Deal!!
28
Kita Belum ada Ikatan
29
Bakal Rindu Berat
30
Ancaman papa Gibran
31
Trauma Mayra
32
Rencana mama Jenny
33
Mengantar Kepergianmu.....
34
Kita Bertemu Lagi!
35
Siapa Gibran Sebenarnya?!
36
Penjara Bagi Mayra
37
Meski Jarak Kita Jauh
38
Menjaga Calon Istri
39
Terbongkar!
40
Mayra deg-degan
41
Kawin Lari??????
42
Meminta Restu Keluarga
43
Gibran Cemburu!
44
Sebelum Janur Kuning Melengkung
45
PENGHIANATAN!
46
Penjagaan Untuk Mayra
47
Cerobohnya Mayra
48
Double Date
49
Gelegat Jerry
50
Dasar tidak berguna!
51
Amukan Gibran!
52
Biarkan aku hidup bersamanya
53
Kegaduhan Dirumah Gibran
54
Menuju Hari Bahagia
55
Hari Bahagia
56
Bukan Honeymoon Biasa
57
Menghabiskan Waktu Berdua
58
Keceriaan Mayra
59
Menindas Istri Sendiri!
60
Mandi Bersama
61
Untuk Kakak Ipar
62
Lagi Kasmaran
63
Menyerah Dengan Hubungan Ini
64
I Love You istri kecilku
65
Pusing Sampai Keubun-Ubun
66
Tersiksa
67
Istri Seutuhnya
68
Akal Bulus Gibran
69
Dia Berhak Bahagia!
70
Kamu Tidak Sendiri
71
Terpojokkan!!
72
Menjadi Saksi Hidup
73
Sangat Beruntung
74
Kecil-kecil Pandai Menindas
75
Menyebalkan!
76
Surat Cerai
77
Bahagiaku Jika Bersamamu
78
Aku Mau kamu!
79
Situasi Genting
80
Kamu Takut?
81
Penggeledahan
82
KEJAR DIAAAAAA!!!!
83
Tanpa Ampun!!
84
Balasan Setimpal!!
85
Kecemasan Gibran
86
Apa kau akan mencintaiku?
87
Maaf Kelepasan
88
Tangisan Pilu
89
Kau Pembunuh!!
90
Jangan Pergi
91
Jangan Sentuh Aku!
92
Seperti Hantu
93
Jangan Lirik-lirik!!
94
Biar Gak Terbang!!
95
Roboh
96
Horor
97
Masih Basah ya?
98
Selembut Hati Ibunya
99
Gombalnya Hasan
100
Hari Pernikahan & Hari Kebahagiaan
101
Belum Pengalaman
102
Masssss Mau Itu,,,,,,,,,
103
Hangat kan?
104
Akhir Cinta Yang Bahagia
105
EXTRAPART
106
EXTRAPART

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!