Mobil membelah jalanan menuju ke pusat perbelanjaan saat itu, suasana di mobil pun sudah tidak sekaku tadi.
"Ra,, yang kamu pake untuk menutup kepala itu apa?" Tanya Gibran
"Oh ini,,,, ini namanya hijab tuan. Wanita muslimah wajib mengenakan hijab untuk melindungi dirinya. Itu perintah langsung dari Allah" jawab Mayra
"Tapi kenapa masih banyak wanita muslim yang gak pake hijab?" tanya Gibran
"Em... itu mungkin masalah hidayah tuan, tapi kita tidak boleh mencaci wanita yang belum berhijab, yang lebih baik adalah mendoakannya agar mereka segera mendapat hidayah dan mau berubah yang lebih baik lagi" Ucap Mayra
"Ohh begitu,,,," ucap Gibran
"Iya tuan" Jawab Mayra
Tanpa terasa mobil Gibran sudah sampai di sebuah pusat perbelanjaan lalu mereka berjalan menuju ke toko yang menjual perlengkapan ibadah. Kemudian Gibran memberikan masker kepada Mayra dan ia sendiri pun mengenakannya
"Pakai masker Ra" ucap Gibran
Mayra mengangguk lalu mengenakan maskernya. Gibran sengaja memakaikan Masker kepada Mayra karena Gibran tidak ingin Mayra menjadi incaran para musuh Gibran yang berkeliaran dimana-mana. Begitu juga Gibran yang mengenakan masker saat itu. Lalu keduanya masuk kedalam toko dan memilih barang yang akan dibeli.
"Ra, pilihkan yang cocok buat aku" ucap Gibran
Mayra memilihkan berbagai macam perlengkapan Sholat untuk Gibran dan Gibran pun akan membayar semua yang dipilihkan Mayra. Saat mengantri di kasir, Gibran melihat sebuah hijab berwarna merah maron bercorak bunga, terlihat manis dan pasti akan terlihat cantik jika Mayra yang mengenakannya, lalu diambilnya dan dimasukan kedalam total belanjaannya, Gibran meminta kasir itu untuk membungkusnya.
Setelah selesai berbelanja, Mereka mendengar suara Adzan maghrib, lalu Gibran mengajak Mayra ke musholah yang ada di gedung mall itu. Mereka pun main ke lantai 2 dan mencari letak musholanya.
Tak lama kemudian, keduanya sudah selesai, lalu Gibran mengajak Mayra untuk makan malam bersama.
"Mau makan di sini apa makan diluar Ra?" tanya Gibran
"Terserah tuan,," Jawab Mayra
"Kita makan diluar saja, lebih aman" kata Gibran
Kemudian Mayra dan Gibran pun langsung ke parkiran dan masuk kedalam mobilnya. Setelah itu mereka meninggalkan tempat itu. Saat Mobil melaju dijalanan, Mayra melihat pada sisi kanan jalanan yang diterangi lampu-lampu. Hingga bisa terlihat aktivitas malam saat itu. Ketika Mobil melewati sebuah hotel berbintang, Mayra melihat sosok Mira bersama dengan seorang pria akan masuk kedalam hotel, Mayra memperhatikan dengan seksama saat itu
"Kak Mira!" Ucap Mayra kaget
Gibran pun menoleh dan melihat diseberang sepertinya memang benar itu adalah Miranti kakaknya Mayra
"Tuan, saya mohon kita kesana sekarang" ucap Mayra memohon kepada Gibran
"Tapi Ra..." Ucap Gibran ragu, ditakutkan Mayra akan mengetahui semuanya.
"Saya mohon tuan,,,, tolong saya" Ucap Mayra
Melihat Mayra yang memohon membuat hati Gibran luluh, lalu Gibran menyuruh Supirnya untuk berbelok arah dan menuju ke hotel tadi. Begitu sampai di hotel, Mayra turun bersama Gibran dan mereka langsung ke resepsionis.
"Selamat malam mbak, mas,,,"
"Malam mbak,, saya mau tanya mbak, kamar hotel yang ada kakak saya dimana ya?" tanya Mayra dengan lugunya. Pasalnya ini pertama kalinya Mayra datang ke hotel, Gibran pun sedikit malu, namun dihempaskan rasa malunya demi Mayra. Tampak pegawai itu sedikit bingung dengan pertanyaan Mayra
"Ehm begini mbak, maksud dia,,, tadi ada tamu di hotel ini bernama Miranti, tapi mungkin dia tidak check-in dengan nama itu. Tapi kira-kira 5 menit lalu ada seorang wanita dan seorang pria, wanita itu mengenakan pakaian mini berwarna maron..."ucap gibran belum selesai
"Ohhh mbak Mira, dia datang bersama tuan Darmoko di kamar 201 lantai 4" Jawabnya
"Baik terima kasih" ucap Gibran
Lalu Gibran mengantar Mayra keatas menaiki lift. Saat lift berjalan, Sontak Mayra memegang lengan Gibran karena kaget. Gibran pun menoleh kepada Mayra yang nampak takut
"Jangan takut,, " ucap Gibran yang bisa menebak, pasti ini pertama kalinya Mayra naik lift, Kemudian Mayra melepaskan lengan Gibran dengan rasa malu dan canggung.
"Maaf tuan, ini pertama kalinya saya naik lift. Saya hanya pernah naik eskalator aja kalau ke mall sama temen-temen" Ucap Mayra dengan menunduk
"Gak papa" Jawab Gibran
Ting!
Pintu lift terbuka, Lalu Mayra dan Gibran segera keluar dari lift mencari kamar Mira dan Darmoko. Begitu ketemu, Mayra langsung menekan bell. Tak lama Pintu kamar itu terbuka
"Mayra" ucap Mira begitu kaget melihat adiknya
"Kak Mira kenapa disini? kenapa kak Mira pake baju seperti ini?" tanya Mayra dengan polosnya
"Kamu kenapa ada disini??" Tanya Mira dengan wajah pucat pasih
"Tadi Mayra lihat kakak masuk ke hotel ini" Ucap Mayra dengan tubuh gemetar
"Siapa sayang??" Tanya Darmoko yang muncul di belakang Mira
Mayra Syok melihat ada pria bersama kakaknya. Pikiran Mayra pun langsung terkoneksi dengan hal-hal yang tidak baik. Tanpa aba-aba air mata Mayra pun sudah menetes membasahi pipinya.
"Kakak bisa jelasin ini semua Ra!" Ucap Mira
"Apa? apa yang akan kakak jelaskan?" tanya Mayra yang sudah sakit hatinya
"Kakak terpaksa melakukan semua ini Ra, semua ini karena kak Darko Ra. Kakak gak bisa menolaknya, kau tau kita memiliki hutang budi kepadanya" Ucap Mira dengan menangis pilu
"Sudahlah Mira! kita tidak ada waktu lagi!" ucap Darmoko yang kemudian menarik Mira kedalam dan menutup pintunya.
Mayra masih berdiri dan mencerna semua kejadian itu. Dirinya masih tidak mengerti dengan semua ini. Dia tidak menyangka jika kakaknya menyimpan sebuah rahasia besar selama ini. Mayra pun masih menangis pilu saat itu, sementara tidak ada yang bisa Gibran lakukan karena itu adalah urusan Mayra dan kakaknya yang pasti cepat atau lambat Mayra pasti tau semuanya.
"Ra,,, ayo kita pergi" Ucap Gibran
Mayra pun menurut, dia mengikuti langkah Gibran yang mengajaknya untuk keluar dari tempat itu. Sepanjang perjalanan pulang Mayra masih terus menangis dan merasa terpukul.
Saat Mayra akan masuk kedalam kamarnya, Gibran memanggilnya
"Mayra"
"Iya, tuan,,," jawab Mayra
"Aku ingin berbicara denganmu, ini mengenai kakak iparmu" Ucap Gibran
Mayra mengangguk, kemudian Gibran mengajak Mayra ke ruang kerjanya. Gibran mengambil laptop dan menyalakannya, sesaat kemudian Gibran memutar sebuah Video rekaman dari Anak buah Gibran di sebuah tempat hiburan.
"Darko memiliki jaringan besar di tempat hiburan kota ini dan dia menjadi pemasok wanita-wanita ditempat itu termasuk kakakmu" ucap Gibran
"Tuan tau semua ini?" Tanya Mayra
"Iya, karena aku menyelidikinya Ra. Dan aku yakin kakakmu sangat takut jika kamu juga seperti dia. Makanya saat kita kerumah Darko, dia terlihat mencurigaiku" Ucap Gibran
"Tapi,, bukankah kak Darko sudah menjual saya kepada tuan?" ucap Mayra
"Iya, tapi aku tidak seperti mereka Ra" Ucap Gibran
Mayra mengangguk dan memberanikan diri menatap Gibran.
"Terima kasih karena tuan memperlakukan saya dengan baik selama saya disini. Mungkin jika orang lain , saya tidak tau lagi sudah jadi apa. Sungguh saya tidak bisa membalas kebaikan tuan" ucap Mayra
Rasanya Gibran ingin sekali memeluk Mayra dan menenangkannya. Namun dia berusaha untuk tidak mengikuti fikirannya. Saat suasana sunyi, terdengar bunyi berasal dari perut Mayra yang sedari sore belum terisi sama sekali kecuali air putih.
"Lebih baik kita makan malam ya,, tadi kan gak jadi makan diluar" ucap Gibran
Mayra mengangguk dengan sangat malu, disaat obrolan serius bisa-bisanya perut Mayra berbunyi minta diisi. Lalu Gibran menutup laptopnya dan mengajak Mayra kebawah untuk makan malam bersama.
"Tuan jangan cerita kepada siapapun ya soal ini" ucap Mayra saat mereka berjalan kebawah
"Iya janji" Ucap Gibran
Setelah mereka sampai di meja makan, keduanya pun menikmati makan malam bersama. Meski sebenarnya Mayra tidak nafsu makan karena masalah yang dihadapinya, tapi Melihat tuannya yang begitu baik menurutnya, ia tetap menikmati makannnya malam itu. Setelah selesai makan malam, Mereka pun beristirahat dikamar masing-masing.
.
.
.
.
Komen dong dears, biar semangat yang nulis😊
Mampir ke PROJECT ISTRI KEDUA yukk💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
KASIAN MIRA JDI KORBAN SUAMINYA SENDIRI,, SEMOGA GIBRAN MAU BNTU MAYRA DGN MMBEBASKN MIRA DRI TANGAN DARKO.. DN DARKO DILAPORKN KE POLISI BIAR DIHUKUM BERAT
2023-04-19
0
Rina aza
ngk ush di komen pun,alur ceritanya udh bagus uni
2021-12-08
0
Shafira Novrianty
visualnya uni
2021-06-12
1