Darko sudah tiba di tempat Mira berada, lalu ia masuk kedalam tempat itu dan melihat Mira yang masih tidur meringkuk seberti anak Bayi. Mira merasakan sakit diseluruh tubuhnya akibat kekerasan dari suaminya.
"Mira bangun!! Mira!!" Sarkas Darko
Mira masih tak bergeming mendengar panggilan suaminya. Kemudian Darko ke kamar mandi dan mengambil gayung dan menyiramkan air kewajah Mira
"Aaaaaaa" teriak Mira yang kaget karena mendapat siraman air dingin.
Mira pun langsung bangkit dan melihat suaminya
"Ada apa lagi mas?! apa mas belum puas menyiksaku?? selama ini aku selalu menuruti apa pun perintahmu, termasuk keinginanmu menjajakan diriku kepada pria hidung belang! apa kau tidak puas dengan semua yang sudah aku lakukan?!" Sarkas Mira yang sudah tidak tahan lagi dengan prilaku Darko
Plaaaakkkkkkkkkk
Tamparan keras mengenai wajah lebam Mira, lalu Darko menjambak rambut panjang mira dan membuat istrinya kesakitan
"Apa kau lupa dengan apa yang sudah aku lakukan untuk menyelamatkan keluargamu dulu?!" Hardik Darko
"Aku gak lupa mas! tapi kau tidak bisa memanusiakan manusia!! kau injak-injak harga diriku! bahkan kau akan menjual adikku!!" Sarkas Mira
"Harga diri mana yang kau bicarakan mira?! Dan Soal adikmu, tenang saja... setelah ini dia akan menjadi sumber emas yang paling besar untukku! jika kau mau, kau juga bisa menikmatinya! Seorang boss besar menginginkan adikmu!" Jelas Darko
"Jangan lakukan itu mas! jangan rusak masa depan adikku!" ucap Mira memohon, namun Darko hanya tertawa keras mendapati Mira yang memohon kepadanya
"Sudah terlambat! karena aku akan membawanya ke boss ku, dan aku akan menjadi semakin kaya raya hahahahaahahahah" ucap Darko yang kemudian melepaskan Mira
"Sungguh kau tidak punya hati mas!!!" Hardik Mira
"Tutup mulutmu jika kau masih sayang dengan nyawamu!! Lebih baik kau disini daripada mengacaukan rencanaku!!! Selamat tinggal Mira, aku akan menjemputmu setelah urusanku selesai!!" Ucap Darko yang kemudian meninggalkan Mira.
Darko mengunci pintu apartemen itu dan mengganti sandinya. Setelah itu Darko pun akan menuju ke rumahnya untuk menemui Mayra dirumah.
Sementara itu.......
Baru saja Mayra selesai beribadah, Kemudian ia segera membereskan mukenahnya. Mayra keluar dari kamarnya dan akan menuju ke dapur untuk makan siang, lalu ia duduk dan menikmati makan siang seadanya sendiri.
Saat tengah menikmati makan siangnya, terdengar ketukan pintu dari luar, dengan cepat Mayra membukakan pintu rumah itu dan ternyata kakak iparnya.
"Kak Mira kemana kak?? kok gak ikut pulang?" tanya Mayra
"Dia ada kerjaan sama kliennya, kamu lagi apa??" tanya Darko dengan ramah
"Makan siang kak, kakak mau makan juga??" tanya Mayra
"Gak usah, aku sudah makan tadi sama kakakmu. Oh iya Ra, kamu mau kerja kan di tempat kakak?" tanya Darko
"Kerja apa kak??" tanya Mayra
"Kerja sama boss besar, gajinya gede Ra, kamu bisa bangun rumah kalau kamu mau kerja sama dia" ucap Darko mengiming-iming Mayra
"Kira-kira Mayra bisa kerja disana gak ya kak?" tanya Mayra
"Pasti bisa, disana kerjanya enak. Bosnya baik, dan royal" ucapnya lagi
"Mau kak kalau gitu" jawab Mayra polos
"Bagus. Besok kakak ajak kamu kerumahnya ya, sekarang kak Darko mau keluar lagi. Kamu hati-hati dirumah" ucap Darko dengan senang
Kemudian Darko keluar dari rumah itu untuk mempersiapkan Mayra nanti. Darko membelikan beberapa pakaian terbuka untuk Mayra, padahal Mayra mengenakan hijab. Darko ingin membuat Boss besarnya senang dengan tampilan Mayra yang cantik bukan Mayra yang sekarang dengan pakaian murah dan sangat tidak fashionable. Sementara Mayra hanya berfikir jika dirinya akan menjadi pembantu ataupun pelayan nantinya dirumah besar itu.
********
Hari berikutnya.........
Pagi itu Darko baru pulang kerumahnya, dan lagi-lagi ia pulang hanya sendiri. Dan Darko beralasan jika Mira menginap di apartement temannya. Lalu Darko memberikan paperbag kepada Mayra
"Ini buat kamu" ucap Darko
"Apa ini kak?!" tanya Mayra
"Jangan banyak tanya, lebih baik kau pakai baju itu!" ucap Darko
Mayra pun membuka paperbag itu dan begitu terkejutnya Mayra saat melihat isi dari paperbag itu
"Hah? Mayra gak mau pakai baju ini kak! ini terbuka gak sesuai ajaran Islam!" ucap Mayra
Mendengar penolakan Mayra, Darko langsung murka
"Cepat pakai baju itu! atau kau akan melihat kakakmu Mira menderita!!" ucap Darko yang kemudian memperlihatkan fot Miranti yang wajahnya lebam semua.
Mayra begitu kaget saat melihat kakaknya seperti itu, paperbagnya pun terjatuh dan tubuhnya bergetar hebat. Mayra tidak menyangka jika kakaknya saat ini dalam keadaan sangat tersiksa
"Kak Mira kenapa kak?! apa yang kakak lakukan kepada kak Mira?!" ucap Mayra dengan menangis
"Itu hukuman untuk orang pembangkang!" jawab Darko
Lalu Darko menarik paksa Mayra dan mengajaknya untuk pergi. Darko akan membawa Mayra ke salon dan mendandaninya agar telihat lebih cantik. Sementara Mayra masih menangis karena mengingat kakaknya Mira yang tersiksa. Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah salon yang cukup besar. Lalu Darko menarik paksa Mayra untuk masuk. Karena ancaman Darko, Mayra terpaksa mengikuti perintah kakak iparnya.
"Buat dia tampil berbeda, pakaikan ini!" ucap Darko kepada salah satu wanita disalon itu. Sepertinya mereka sudah sangat kenal, sehingga wanita itu sangat paham yang diinginkan Darko. Kemudian wanita itu mengajak Mayra untuk duduk di depan cermin sementara Darko menunggunya diluàr.
Wanita itu sangat cekatan merias Mayra, sementara Mayra nampak murung dengan apa yang terjadi kepadanya saat ini.
"Kamu jangan nangis, kamu cantik kok, harus PD" ucap wanita itu
"Aku,, menangis karena melepas hijabku hiks hiks aku sudah berdosa" ucapnya yang malah semakin histeris
"Ssstttt kau lebih baik turuti ucapan Darko, dia itu pria nekad dan bisa saja kau akan mati ditangannya" ucap Wanita itu
Mayra menghapus air matanya, lalu wanita itu membarkan makeup Mayra. Setelah itu Wanita itu mengajak Mayra untuk berganti pakaian yang sudah disiapkan oleh Darko. Mayra membenci dirinya sendiri karena tidak bisa berbuat apa-apa. Dia pun tidak ingin menatap dirinya sendiri di cermin saat wanita itu menyuruhnya untuk melihat di cermin.
Saat Mayra keluar dari dalam, Darko menatapnya tanpa berkedip, Sementara Mayra merasa tidak nyaman dengan apa yang dikenakannya. Mayra tampak sangat berbeda dari Mayra sebelumnya. Lalu Darko membawa Mayra ke rumah boss besarnya. Sepanjang perjalanan Mayra hanya diam dan ia lebih memilih untuk duduk di belakang. Sesekali Darko menatap Mayra dengan tatapan Lapar.
Begitu sampai dirumah besar bak istana di negeri dongeng, Darko lebih dulu turun dari mobilnya dan menyuruh anak buah Boss Besar untuk tidak melihat Gadis yang dibawanya. Lalu Darko masuk kedalam dan menemui bossnya terlebih dahulu.
"Boss, Saya sudah membawa Gadis yang anda inginkan" ucap Darko
"Bawa ia kedalam, dan Asisstentku yang akan mengurusnya!" ucap boss besar
Kemudian Darko pamit dan meninggalkan ruang kerja boss besar. Sebelum pulang Darko menyuruh Mayra untuk masuk kedalam. Mayra tampak bingung saat ia masuk kedalam rumah, banyak sekali pelayan wanita yang berjejer di depan pintu untuk menyambutnya. Lalu seorang pelayan mengantarkan Mayra ke kamar atas, lebih tepatnya ke kamar Boss besar.
Dirumah itu memang banyak orang tapi sangat sepi, tidak ada orang yang berbicara saat itu. Bahkan saat Mayra bertanya, tidak ada yang menjawab. Mayra mengikuti pelayan itu dan masuk kedalam kamar yang sangat luas diatas. Interior yang mahal memberikan kesan elegan dan sangat berkelas.
Kemudian Pelayan itu meninggalkan Mayra sendiri.
.
.
.
.
Kira-kira gimana yahh pertemuan Mayra dan big Boss nanti???
.
Hayuklah komen😅
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Mbah Edhok
melepas hijab ?! ...
2021-10-01
1
Mien Mey
knp kaum perempuan d dunia halu sslu dijadikan objek derita pelecehan✌️✌️tp sllu pinisirin 😄
2021-09-17
0
Iie Bae
aq like and fav Uni
2021-07-13
0