Mayra meniti ruangan besar itu, ia begitu takut dan merasa tidak nyaman. Apalagi kuatnya pendingin ruangan di kamar itu terasa sangat menusuk sampai ketulangnya. Ingin rasanya Mayra menarik selimut dan membungkus dirinya saat itu. Ketika Mayra masih berdiri tegak dengan bingung harus berbuat apa, Mayra mendengar seseorang membuka pintu kamar itu dan ia pun melihat kebelakang. Seorang pria yang sangat asing bagi Mayra masuk kedalam kamar itu dan membuatnya semakin takut.
Sementara Yang dirasakan Si Boss besar cukup kaget dengan apa yang dilihatnya. Bahkan dirinya hampir tidak mengenali Mayra dengan penampilannya yang sangat menggodanya. Bahkan hanya melihatnya dari kejauhan saja sudah membangunkan jiwa lelaki si boss Besar.
"Ss..siapa anda?" tanya Mayra dengan suara bergetar karena takut, tangannya yang sibuk menarik rok bagian bawanya yang terus naik, namun malah menampakkan belahan atasnya. Sungguh Mayra begitu takut setengah mati saat itu.
" Aku Gibran,,, Jangan takut Mayra" ucap Pria itu
"Ss...saya tidak nyaman dengan pakaian ini. Apa boleh saya meminjam kain tuan? " ucap Mayra takut-takut
"Siapa yang memakaikanmu pakaian seperti ini?" tanya Gibran
"Kakak ipar saya tuan, katanya jika bekerja dengan anda harus berpakaian seperti ini. Tapi jujur saya sangat tidak nyaman" ucap Mayra ketakutan dan hampir menangis
Lalu Gibran ke walk in closet nya untuk mengambil kemeja dan memberikannya kepada Mayra
"Pakailah dulu, aku akan carikan pakaian yang sering kamu pakai" ucap Gibran yang kemudian ia keluar dari kamar dan menyuruh salah satu pelayan untuk mencarikan pakaian panjang untuk Mayra
"Kamu pergi ke butik depan, carikan baju panjang dan juga tutup kepala yang sering di pakai wanita muslim" ucap Gibran kepada pelayannya
Setelah Gibran memberikan beberapa lembar uang kepada pelayannya, pelayan itu pun pergi dan akan ke butik. Sementara Gibran menyuruh pelayan lainnya untuk menyiapkan makanan.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Pelayan itu pun kembali kerumah besar itu dan memberikan paperbag berisi berbagai pilihan pakaian untuk Mayra. Lalu Gibran membawanya ke kamar.
Tok
Tok
"Mayra, buka pintunya?" ucap Gibran dari luar kamar
Mayra pun membuka pintu kamarnya sedikit, lalu tangan Gibran masuk sedikit dan memberikan paperbag kepada Mayra, dan Mayra mengambilnya
"Terima kasih tuan" ucap Mayra.
Kemudian Mayra melihat pakaian yang berada didalam paperbag itu dan memilih salah satu yang menurutnya tidak terlalu mencolok. Lalu Mayra memakainya dan segera keluar dari kamar itu. Begitu Mayra membuka pintu, ia saat terkejut melihat Gibran yang berdiri tegak menatapnya. Gibran menemukan kembali sosok Mayra yang pertama kali ia lihat saat menolongnya waktu itu.
"Sudah selesai?" tanya Gibran
"Sudah tuan" jawab Mayra dengan menunduk
"Ikut aku Mayra" ucap Gibran yang kemudian mengajak Mayra ke ruang kerjanya. Setelah sampai mereka duduk di sofa dan Mayra merasa tidak nyaman karena hanya berdua dengan pria yang belum ia kenal sama sekali, hanya tau nama belum tentu tau bagaimana aseli orangnya
"Mayra"
"Iya tuan,,," ucap Mayra
"Kamu tau kenapa kamu ada disini?? maksudku, apa kakak iparmu sudah menjelaskan sesuatu kepadamu?" tanya Gibran
"Kak Darko hanya bilang jika saya harus melayani tuan. Saya tidak masalah tuan jika harus bekerja disini. Saya sudah biasa menyapu, mengepel, bersih-bersih kaca, mencuci piring, mencuci mobil, mencuci baju dan memasak tuan." jelas Mayra
Gibran tertawa kecil saat mendengar ucapan Mayra yang tiada henti
"Kalau untuk sekedar bersih-bersih rumah, saya sudah memiliki 20 orang pelayan di rumah ini Mayra. Saya ingin kamu menjadi pelayan pribadi saya, yang mengurusi semua keperluan saya" ucap Gibran
"Maksudnya bagaimana ya tuan?? urusan pribadi anda? maksud anda seperti seorang istri begitu??" tanya Mayra
"Yah,, bisa jadi seperti itu" jawab Gibran sedikit menakuti Mayra
"Emm saya masih 17 tahun tuan, jadi saya belum mau menikah. Mending saya jadi tukang kebun saja gak papa tuan" ucap Mayra
"Hahahahahahahaaha kamu lucu sekali Mayra" ucap Gibran dengan gelagat tawanya
"Pelayan pribadi yah mencangkup semuanya, kamu siapkan pakaian saya, air mandi saya, membersihkan kamar saya, membangunkan saya dan masih banyak lagi" ucap Gibran
"Kalau itu,, kenapa anda tidak menikah saja tuan?? kan anda sudah mapan, kalau anda punya istri kan ada yang mengurus anda" ucap Mayra
"Sayangnya calon istri saya masih kecil, jadi tidak mungkin saya nikahi sekarang" jawab Gibran santai
"Ohh begitu, baiklah tuan saya akan bekerja disini. semoga saya bisa membantu tuan Gibran" ucap Mayra dengan membungkukkan badannya memberi hormat kepada Galang.
"Baiklah, kamu bisa mulai bekerja disini hari ini, aku akan tunjukan kamarmu dan gajimu disini...." ucap Gibran belum selesai
"Berapapun gaji yang diberikan kepada saya, saya akan menerima tuan" ucap Mayra
"Baiklah Mayra, ayo aku tunjukan kamarmu" ucap Gibran
Lalu Gibran mengantarkan Mayra ke kamarnya yang letaknya disebelah kamar Gibran, meskipun kamar itu tidak sebesar kamar Gibran, tapi luasnya lebih luas kamar Itu dibandingkan kamar Mayra di rumah kakak iparnya. Setelah mengantarkan Mayra ke kamarnya, Gibran mengajak Mayra untuk turun kebawah dan makan bersama. Mayra bingung saat melihat pelayan yang lain tidak ikut makan, sedangkan dirinya makan bersama Gibran
"Tuan, kok yang lain tidak ikut makan bersama?" tanya Mayra
"Siapa??" tanya Mayra
"Itu banyak orang tuan" jawab Mayra
"Oh, mereka bisa makan di belakang, dan kamu harus menemani saya makan, setiap waktu makan. Mengerti?!" ucap Gibran, Mayra mengangguk kemudian melanjutkan makannya.
Setelah selesai makan, mayra akan mencuci piring namun Gibran mencegahnya, Gibran malah mengajak Mayra untuk berbincang di halaman belakang. Banyak hal yang ingin Gibran ketahui tentang Mayra. Sementara Mayra hanya mengikuti keinginan Majikan barunya, meski terasa singkuh dan membuatnya gugup saat berbincang dengan Gibran.
Pesona Gibran memang bisa membuat wanita mana saja tunduk kepadanya. Meskipun sudah diiakui Mayra didalam hatinya, namun dirinya merasa bahwa itu adalah hal yang tidak mungkin baginya. Maka dari itu, Mayra segera menghempaskan pikirannya tentang kekagumannya kepada sosok Gibran.......
.
.
.
Nah udah pada tau kannn siapa pria misterius ituuu??😍, like dan komen dong😇
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
UNTUNG SI GIBRAN GK LGSUNG ZINAHI MAYRA, HNY DISURUH JDI PELAYAN PRIBADINYA..
2023-04-18
0
🆀🅻>> ̷U̷l̷f̷a̷ eff <<🦚♛⃝꙰𓆊
cinta pandangan pertama nie ceritanya 🤭😁
2022-02-17
0
Iiq Rahmawaty
meyra blm mngenali gibran ya yg dia tolong itu
2022-01-27
0