Saat ini Echa sedang berada di ruangan penari balet itu tanpa di ditemani oleh siapapun.
Mira. ucap Echa dalam hati, namun tidak ada sahutan dari sosok bernama Mira itu.
"Dimana dia?" tanya Echa yang terus mencari ke sekeliling ruangan kumuh tersebut.
"Aku menunggunya disini," ucap seseorang yang tiba-tiba ada di belakang Echa dan sedang menari balet dengan tubuhnya yang lentur.
"Aku akan terus menari demi dirimu, hingga aku akan mendapatkan apa yang aku inginkan dan kalian akan bahagia," sambung wanita tersebut.
Echa terpesona saat melihat tarian balet dari wanita itu hingga dia melupakan tujuannya.
"Permisi," ucap Echa. Namun tidak ada jawaban dari orang yang sedang menari itu, dirinya masih asik menari balet.
"Apa namamu Mira?" tanya Echa, lagi dan lagi wanita itu tidak mendengar perkataan Echa.
Echa yang tidak mendapat sahutan itu langsung menepuk pundak penari tersebut, namun anehnya saat Echa menepuk pundak itu tangannya malah menembus pundak wanita penari balet itu.
Kenapa nembus? tanya Echa sambil melihat tubuhnya di pantulan kaca yang seperti hologram.
"Hologram?" tanya Echa yang menatap tubuhnya.
"Caca di alam lain?" tanya Echa yang melihat sekeliling ruangan tersebut.
"Arghh." ringgis penari balet tersebut saat kakinya terkilir karena terlalu bersemangat.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Echa khawatir saat melihat kaki wanita itu. Namun wanita itu tidak mengharukan perkataan Echa.
"Caca lagi di alam lain," ucap Echa.
"Kak Mira," panggil seorang anak kecil dengan biola di tangannya dan berlari ke arah wanita yang kakinya baru saja terkilir.
"Gaida, kenapa kamu kesini?" tanya wanita yang di panggil dengan sebutan Mira.
Anak kecil itu persis banget sama perempuan yang Caca temuin sebelum makan malam. ucap Echa dalam hati.
"Gaida mau tunjukan sama Kakak kalau Gaida udah nemu alunan nada yang bagus buat tarian kakak," jawab anak kecil yang bernama Gaida itu.
"Benar? Coba, Kakak mau denger gimana irama nya?" tanya Mira.
"Tapi kaki kakak?" tanya Gaida yang melihat Mira sedang menahan rasa sakitnya.
"Ini gak apa-apa cuman terkilir biasa, sebentar lagi pasti sembuh," jawab Mira.
"Kakak yakin?" tanya Gaida dengan raut wajah khawatir.
"Yakin banget, Gaida gak usah khawatir sama keadaan kakak, kakak bakalan selalu baik-baik aja," jawab Mira
"Ayo Kakak mau denger gimana nada nya," sambung Mira.
Gaida menganggukkan kepalanya sebagai jawaban sambil memainkan biolanya dengan alunan yang sangat indah, bahkan Echa terbuai dengan alunan nada biola milik Gaida seolah-olah hatinya terbawa menjadi bahagia, bahkan dirinya merasa di bawa terbang tinggi nada yang sangat indah itu memanjakan telinganya membuat Echa ingin kembali mendengar nada itu saat Gaida sudah selesai memainkannya.
"Kenapa berhenti?" tanya Echa. Tidak ada jawaban dari Mira dan Gaida saat Echa mengajukan pertanyaan.
"Percuma aja Ca, mereka gak bakalan denger," ucap Echa.
"Bagus banget, Kak Erin sama Kak Al pasti suka sama alunan nada biola punya Gaida," ucap Mira bahagia.
Al? Erin? Siapa mereka? tanya Echa dalam hati.
"Kakak tau?" tanya Gaida dengan raut wajah bahagia.
"Apa?" tanya Mira.
"Gaida selalu berharap yang terbaik buat kakak, apapun akan gaida lakukan demi ngeliat kakak senyum kayak sekarang, separuh kebahagiaan Gaida ada di kakak," jawab Gaida.
"Buat kakak ini udah lebih dari cukup,makasih adik kesayangan kakak, separuh kebahagiaan kakak juga ada di adik-adik kakak," ucap Mira sambil memeluk Gaida dengan penuh kasih sayang.
Apa gadis yang Caca temuin itu Gaida? tanya Echa dalam hati.
"Kalau suatu saat Kakak pergi gaida jangan sedih ya, Gaida harus kuat, Gaida gak pernah nangis apapun yang terjadi," ucap Mira yang masih memeluk Gaida.
"Kakak mau kemana? kakak mau ninggalin Gaida sendiri?" tanya Gaida sambil menatap mata Mira.
"Kakak gak bakalan kemana-kemana, kakak gak bakalan pergi lama kok, sekalipun kakak harus pergi jauh dan lama banget, kakak bakalan selalu ada di alunan nada biola Gaida." jawab Mira.
"Kalau gitu Gaida gak bakalan lepasin biola ini sampai kapan pun, apapun yang terjadi Gaida gak bakalan sama sekali lepasin biola kesukaan kakak," ucap Gaida dengan senyuman manis nya.
"Jaga baik-baik biola itu ya, Kakak akan selalu ada di setiap nada biola kamu," ujar Mira dengan senyuman.
"Biar Gaida bantuin kakak berdiri," ucap Gaida yang mencoba untuk membantu Mira berdiri dengan kaki kanannya yang sedikit berjinjit karena kesakitan.
"Makasih," ujar Mira yang sedang di papah oleh Gaida, gadis kecil blasteran itu sangat tangguh dan polos, gaida adalah gadis kuat yang tak pernah mengenal kata lelah untuk membahagiakan kakaknya Mira, dia akan melakukan apapun demi melihat senyuman terukir di wajah nya Mira, Echa dapat melihat itu dari tatapan Gaida.
Echa merasakan tubuhnya di tarik oleh sesuatu hingga membuatnya bangun dari tidurnya.
"Mimpi?" tanya Echa yang kaget dengan tarikan itu hingga membuatnya terbangun.
Echa melihat ke arah samping, Mutiara dan Hanin sedang tertidur sangat pulas.
Secara perlahan dia turun dari ranjang yang mengeluarkan suara decitan kecil. Namun tetap saja Mutiara dan Hanin tidak terbangun dari tidurnya.
Echa melangkahkan dirinya ke arah balkon kamarnya menatap langit yang sebentar lagi akan menampakkan cahaya indah.
"05.00" ucap Echa saat melihat jam yang melingkar di tangannya.
"Gaida, apa mungkin Ida yang ayu sebut itu adalah Gaida?" tanya Echa.
"Iya, Caca harus ketemu sama Ida yang Ayu maksud," ucap Echa.
......................
...Bahagia yang sesungguhnya adalah ketika kita melihat orang yang kita sayang tersenyum bahagia karena apa yang telah kita perbuat. ...
...•Gaida...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓶𝓼𝓱 𝓶𝓲𝓼𝓽𝓮𝓻𝓲 🤔🤔🤔🤔🤔
2022-09-30
0
Yeni Lukmayanti
jejak
2022-03-05
0
Lukman Asix
pesan ibunya echa jgn buka pintu yg di kunci ada apakah itu 😴😴😴
2022-02-12
1