CHAPTER {06}

Selamat membaca🤍

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya mereka sudah masuk kedalam mobilnya dan siap untuk berangkat, mobil pertama di isi oleh Shiren, Gavin, Tiara, Alvero dan Devan sedangkan di mobil kedua berisi Bara, Echa, Nathan, Hanin, Azka dan Ivy.

"Bar, nyetir bagian malam ya?" tanya Nathan.

"Terserah." jawab Bara yang sedang memejamkan matanya.

"Tidur mulu, liat tuh jalanan nya bagus, gak tertarik apa?" tanya Azka yang sedang menyetir.

"Gak." jawab Bara singkat.

"Kak, kalau di ajak ngobrol itu ngomong yang bener. Gak boleh singkat-singkat," ucap Echa.

"Hm." gumam Bara.

"Tuh dengerin, gak boleh ada perkataan yang singkat tuan Bara yang terhormat." ucap Azka dengan penuh penekanan. Bara tidak mengindahkan ucapan Azka dan Echa dia tetap memejamkan matanya.

"Emang Kakak gak suka apa kayak gitu?" tanya Ivy sinis yang duduk berada di sebelah Azka.

"Gak pernah, Kakak itu selalu di cap ramah sama semua orang, sampai Kakak itu terkenal karena ke ramahannya yang tiada tara," jawab Azka penuh percaya diri.

"Ramah engga, playboy iya." ucap Bara dengan nada mengejek.

"Emang ya Bara kalau sekalinya ngomong nyesss banget sampai ke tulang,ujar Azka.

"Semoga cepet dapet pawangnya aja ya gak Bar?" tanya Nathan.

"Iya, pusing nanggepin cewek yang gak jelas." jawab Bara yang memejamkan matanya.

"Cepet cari yang bener Ka, jangan cuman main-main, nanti di mainin sama yang bener baru tau rasa sakitnya," ucap Nathan.

"Kakak tidur jam berapa?" tanya Echa saat melihat lingkar hitam di sekitar mata Bara.

"Gak tidur Ca." jawab Azka.

"Kenapa?" tanya Echa.

"Katanya lagi mikir mau selingkuh lagi boleh gak?" tanya Azka yang diiringi dengan tawanya.

"Gak apa-apa selingkuh aja, Caca ikhlas," jawab Echa. Sedangkan Bara yang memejamkan matanya itu langsung sedikit membuka matanya dan menatap ke arah Echa yang sedang duduk menyamping ke arahnya.

"Serius Ca? Bar udah di kasih lampu ijo, mau di gas gak?" tanya Azka.

"Kalau Kakak selingkuh, berarti yang kedua itu adalah yang terbaik buat Kakak, jadi Caca gak perlu di samping Kakak lagi kan?" tanya Echa.

"Wah emang ya si Azka itu tukang ngomporin hubungan orang, lagi adem ayem juga di bakar abis," ucap Nathan.

"Tau tuh Kak Azka, gimana kalau berantem coba?" tanya Ivy sambil menjewer telinga Azka karena kesal dengan tingkah Azka.

"Woii, sakit, lepasin lagi nyetir nih," ucap Azka sambil mengaduh kesakitan.

"Minta maaf gak?!" bentak Ivy yang masih belum melepaskan tangannya itu.

"Ck, iya, Ca, Bar maafin mulut Azka yang gak tau diri ini," ucap Azka.

"Udah Vi, biarin aja, lagian Caca sama Kak Bara gak bakalan kenapa-kenapa," ujar Echa.

"Untung Caca nya baik." ucap Hanin yang sejak tadi hanya mendengar percakapan mereka.

"Tapi bener soal selingkuh itu boleh kok," ujar Echa. Bara hanya menaikan satu alisnya menanggapi perkataan Echa.

"Ih Kakak, dengerin Caca," sambung Echa.

"Gak kalau soal itu." ucap Bara.

Percakapan terus berlanjut sampai tak terasa perjalanan mereka sudah setengahnya, mereka berhenti sejenak di taman kota untuk beristirahat.

Saat mereka turun dari mobil, semua pasang mata langsung menatap ke arah mereka semua, entah karena ketampanannya, kecantikannya, pesonanya, pembawaannya atau wibawanya, semua mata menatap ke arah mereka semua tanpa terkecuali.

"Kak," panggil Echa sambil menarik hoodie milik Bara, Bara yang merasakan hoodienya itu di tarik langsung menatap ke arah Echa.

"Apa?" tanya Bara.

"Caca di mobil aja ya, Caca gak suka di liatin banyak orang gak cuman orang aja, ada banyak yang nempel," jawab Echa sambil bersembunyi di balik punggung Bara.

"Sendiri? berani?" tanya Bara.

"Sama Shiren, Hanin, mereka juga gak keluar dari mobil," jawab Echa.

"Iya, masuk aja." ucap Bara.

"Tapi beliin makanan ya," ujar Echa cengengesan.

"Iya," ucap Bara sambil mengacak rambut Echa gemas.

"Kakak, jadi berantakan." ujar Echa yang sedang merapikan rambutnya, namun saat dia melihat kebawah ada tangan berlumuran yang ingin memegang pergelangan kakinya.

Echa yang melihat itu langsung memeluk tubuh Bara dan menyembunyikan kepalanya di punggung Bara. Dia tidak bisa berteriak di depan umum seperti ini, apalagi banyak pasang mata yang sedang menatap ke arahnya.

"Kenapa?" tanya Bara.

"Ada tangan di bawah, Caca takut," jawab Echa.

"Ca, cepet masuk," ucap Shiren yang berada di dalam mobil.

Echa masih belum melepaskan pelukannya pada Bara, karena tangan itu masih mencoba untuk meraih pergelangan kakinya, tangan pucat, penuh sayatan, berlumuran darah, satu jarinya terpotong dan bergerak bebas ingin memegang pergelangan kaki Echa yang jaraknya tinggal beberapa centimeter lagi.

"Ayo," ajak Bara sambil mengantar Echa kembali masuk ke mobilnya.

Setelah masuk kedalam mobil, Echa langsung berteriak sekeras-kerasnya sambil menaikkan kakinya ke atas.

"Kenapa yang datang nya harus tangannya aja?" tanya Echa yang sedang menutupi wajahnya.

"Sebelah?" tanya Hanin.

"Dua, tapi gak punya badan, cuman tangan aja, gak ada apa-ala lagi," jawab Echa.

"Jahat ya Ren?" tanya Hanin.

"Iya, bandel hantunya jadi gitu deh sering di siksa karena bandelnya itu," jawab Shiren.

"Karena apa? sampai harus separah itu?" tanya Echa.

"Banyak nyawa bayi yang udah dia ambil dan dia gak pernah kapok sama sekali meskipun udah di siksa berapa kali, dia tetep keukeuh pengen bayi orang," jawab Shiren.

"Itu bayinya masih punya nyawa kan?" tanya Hanin.

"Iya bayi utuh gitu, bayi baru lahir beberapa bulan," jawab Shiren.

"Gak habis pikir bisa gitu," ucap Hanin.

"Kenapa Caca harus turun sih?" tanya Echa pada dirinya sendiri.

"Bakal ngikutin gak sih?" tanya Echa.

"Tergantung," jawab Shiren.

"Bandel banget ya, padahal lagi siang bolong kayak gini, terus ada kak Bara, gak kesakitan gitu?" tanya Hanin.

"Saking bandelnya sampai gak ngerasa udah nyakitin tubuhnya sendiri," jawab Shiren.

"Ah, udah jangan ngomongin itu lagi, geli liat tangannya," ucap Echa.

"Eh iya Hanin punya saran," ucap Hanin.

"Apa?" tanya Echa dan Shiren kompak.

"Gimana kalau kita comblangin Vivi sama Kak Azka? Mereka yang belum punya pasangan," jawab Hanin.

"Caca juga yakin seratus persen kalau salah satu dari mereka ada yang suka," ucap Echa.

"Iya, katena gak ada yang hatinya baik-baik aja udah deket selama ini," ujar Shiren.

"Kirain Hanin aja yang ngerasa," ucap Hanin.

"Caca juga ngerasa tapi Caca cuman nunggu waktu yang tepat aja buat ngomongnya," ujar Echa.

"Gimana setuju gak?" tanya Hanin.

"Setuju banget." jawab Shiren dan Echa kompak.

......................

...Tidak ada hati yang baik-baik saja antara pertemanan wanita dan laki-laki, salah satu dari mereka pasti akan melibatkan perasaan....

...•Ivy Oktaviani...

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝓴𝓵 𝓐𝔃𝓴𝓪 𝓳𝓪𝓭𝓲𝓪𝓷 𝓼𝓪𝓶𝓪 𝓘𝓿𝔂 𝓹𝓪𝓼𝓽𝓲 𝓹𝓪𝓼𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝔂𝓰 𝓱𝓮𝓫𝓸𝓱 𝓵𝓱𝓸🤭🤭🤭🤭🤭

2022-09-30

0

Mozza dhiya Aqila

Mozza dhiya Aqila

njj

2022-05-23

0

Suzieqaisara Nazarudin

Suzieqaisara Nazarudin

Azka ama vivi ok banget blum jadian kayak Tom and jerry,kalau udah jadian pasti romantis banget..👋👋👋jodohin aja thor kedua nya 🙏🙏😅😅

2022-05-09

0

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER {01}
2 CHAPTER {02}
3 CHAPTER {03}
4 CHAPTER {04}
5 CHAPTER {05}
6 CHAPTER {06}
7 CHAPTER {07}
8 CHAPTER {08}
9 CHAPTER {09}
10 CHAPTER {10}
11 CHAPTER {11}
12 CHAPTER {12}
13 CHAPTER {13}
14 CHAPTER {14}
15 CHAPTER {15}
16 CHAPTER {16}
17 CHAPTER {17}
18 CHAPTER {18}
19 CHAPTER {19}
20 CHAPTER {20}
21 CHAPTER {21}
22 CHAPTER {22}
23 CHAPTER {23}
24 CHAPTER {24}
25 CHAPTER {25}
26 CHAPTER {26}
27 CHAPTER {27}
28 BINCANG-BINCANG AUTHOR 01
29 CHAPTER {28}
30 CHAPTER {29}
31 CHAPTER {30}
32 CHAPTER {31}
33 CHAPTER {32}
34 CHAPTER {33}
35 CHAPTER {34}
36 CHAPTER {35}
37 CHAPTER {36}
38 CHAPTER {37}
39 CHAPTER {38}
40 CHAPTER {39}
41 CHAPTER {40}
42 CHAPTER {41}
43 CHAPTER {42}
44 CHAPTER {43}
45 CHAPTER {44}
46 CHAPTER {45}
47 CHAPTER {46}
48 CHAPTER {47}
49 BINCANG-BINCANG AUTHOR [02]
50 CHAPTER {48}
51 CHAPTER {49}
52 CHAPTER {50}
53 VISUAL [1]
54 CHAPTER {51}
55 CHAPTER {52}
56 CHAPTER {53}
57 CHAPTER {54}
58 CHAPTER {55}
59 CHAPTER [56]
60 CHAPTER {57}
61 CHAPTER {58}
62 CHAPTER {59}
63 CHAPTER {60}
64 CHAPTER {61}
65 CHAPTER {62}
66 CHAPTER {63}
67 CHAPTER {64}
68 CHAPTER {65}
69 CHAPTER {66}
70 CHAPTER {67}
71 Pengumuman.
72 CHAPTER {68}
73 CHAPTER {69}
74 CHAPTER {70}
75 CHAPTER {71}
76 CHAPTER {72}
77 CHAPTER {73}
78 CHAPTER {74}
79 CHAPTER {75}
80 CHAPTER {76}
81 CHAPTER {77}
82 BINCANG-BINCANG AUTHOR [03]
83 CHAPTER {78}
84 CHAPTER {79}
85 CHAPTER {80}
86 CHAPTER {81}
87 CHAPTER {82}
88 CHAPTER {83}
89 CHAPTER {84}
90 CHAPTER {85}
91 CHAPTER {86}
92 CHAPTER {87}
93 CHAPTER {88}
94 CHAPTER {89}
95 CHAPTER {90}
96 CHAPTER {91}
97 CHAPTER {92}
98 CHAPTER {93}
99 CHAPTER {94}
100 CHAPTER {95}
101 CHAPTER {96}
102 CHAPTER {97}
103 CHAPTER {98}
104 CHAPTER {99}
105 CHAPTER {100}
106 CHAPTER {101}
107 CHAPTER {102}
108 CHAPTER {103}
109 CHAPTER {104}
110 CHAPTER {105}
111 CHAPTER {106}
112 CHAPTER {107}
113 CHAPTER {108}
114 CHAPTER {109}
115 CHAPTER {110}
116 CHAPTER {111}
117 CHAPTER {112} Bersambung
Episodes

Updated 117 Episodes

1
CHAPTER {01}
2
CHAPTER {02}
3
CHAPTER {03}
4
CHAPTER {04}
5
CHAPTER {05}
6
CHAPTER {06}
7
CHAPTER {07}
8
CHAPTER {08}
9
CHAPTER {09}
10
CHAPTER {10}
11
CHAPTER {11}
12
CHAPTER {12}
13
CHAPTER {13}
14
CHAPTER {14}
15
CHAPTER {15}
16
CHAPTER {16}
17
CHAPTER {17}
18
CHAPTER {18}
19
CHAPTER {19}
20
CHAPTER {20}
21
CHAPTER {21}
22
CHAPTER {22}
23
CHAPTER {23}
24
CHAPTER {24}
25
CHAPTER {25}
26
CHAPTER {26}
27
CHAPTER {27}
28
BINCANG-BINCANG AUTHOR 01
29
CHAPTER {28}
30
CHAPTER {29}
31
CHAPTER {30}
32
CHAPTER {31}
33
CHAPTER {32}
34
CHAPTER {33}
35
CHAPTER {34}
36
CHAPTER {35}
37
CHAPTER {36}
38
CHAPTER {37}
39
CHAPTER {38}
40
CHAPTER {39}
41
CHAPTER {40}
42
CHAPTER {41}
43
CHAPTER {42}
44
CHAPTER {43}
45
CHAPTER {44}
46
CHAPTER {45}
47
CHAPTER {46}
48
CHAPTER {47}
49
BINCANG-BINCANG AUTHOR [02]
50
CHAPTER {48}
51
CHAPTER {49}
52
CHAPTER {50}
53
VISUAL [1]
54
CHAPTER {51}
55
CHAPTER {52}
56
CHAPTER {53}
57
CHAPTER {54}
58
CHAPTER {55}
59
CHAPTER [56]
60
CHAPTER {57}
61
CHAPTER {58}
62
CHAPTER {59}
63
CHAPTER {60}
64
CHAPTER {61}
65
CHAPTER {62}
66
CHAPTER {63}
67
CHAPTER {64}
68
CHAPTER {65}
69
CHAPTER {66}
70
CHAPTER {67}
71
Pengumuman.
72
CHAPTER {68}
73
CHAPTER {69}
74
CHAPTER {70}
75
CHAPTER {71}
76
CHAPTER {72}
77
CHAPTER {73}
78
CHAPTER {74}
79
CHAPTER {75}
80
CHAPTER {76}
81
CHAPTER {77}
82
BINCANG-BINCANG AUTHOR [03]
83
CHAPTER {78}
84
CHAPTER {79}
85
CHAPTER {80}
86
CHAPTER {81}
87
CHAPTER {82}
88
CHAPTER {83}
89
CHAPTER {84}
90
CHAPTER {85}
91
CHAPTER {86}
92
CHAPTER {87}
93
CHAPTER {88}
94
CHAPTER {89}
95
CHAPTER {90}
96
CHAPTER {91}
97
CHAPTER {92}
98
CHAPTER {93}
99
CHAPTER {94}
100
CHAPTER {95}
101
CHAPTER {96}
102
CHAPTER {97}
103
CHAPTER {98}
104
CHAPTER {99}
105
CHAPTER {100}
106
CHAPTER {101}
107
CHAPTER {102}
108
CHAPTER {103}
109
CHAPTER {104}
110
CHAPTER {105}
111
CHAPTER {106}
112
CHAPTER {107}
113
CHAPTER {108}
114
CHAPTER {109}
115
CHAPTER {110}
116
CHAPTER {111}
117
CHAPTER {112} Bersambung

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!