CHAPTER {08}

Pagi hari telah tiba, Echa dan yang lainnya juga sudah bangun dari tidurnya itu, mereka semua sedang menatap indahnya cahaya matahari yang ke luar dari arah timur.

"Bagus banget ya," ucap Echa yang sedang menatap indahnya cahaya matahari di tambah dengan udara yang sejuk, pepohonan yang tumbuh subur.

"Di jakarta gak ada yang se adem ini," ujar Hanin.

"Amazing," sambung Ivy yang merasa takjub melihat pemandangan yang sangat indah di depan matanya.

"Punten," ucap salah seorang yang ada di belakang. Semua orang langsung melihat ke arah sumber suara tersebut.

"Iya," sahut Shiren sambil melihat kebelakang.

"Maaf, saya pengurus baru Villa disini," ucap seorang Pria yang umurnya sudah tidak muda lagi.

"Perkenalkan nama saya Shiren, cucu dari pemilik Villa ini," ujar Shiren sambil mengulurkan tangannya.

"Muhun Non, panggil aja Mang Abri," ucap pria tua tersebut sambil menjabat tangan Shiren.

"Jangan panggil Non, panggil aja sesuai nama ya Mang, nama saya Caca," ujar Echa sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum manis.

"Muhun," ucap Mang Abri yang menjabat tangan Echa.

Saat Mang Abri menjabat tangan Echa, dia melihat tentang keadaan keluarga Mang Abri yang harmonis, memiliki 3 orang anak gadis yang sangat cantik, Mang Abri adalah keturunan Indonesia Belanda. Namun Mang Abri sudah melepaskan tangannya itu saat Echa melihat satu orang anaknya yang sedang menari balet.

"Mari mang antar," ajak Mang Abri.

"Mari Mang," sahut Azka yang berjalan beriringan dengan Mang Abri.

"Maaf nih Mang sebelumnya, Mang punya anak berapa?" tanya Azka.

"Punya 2," jawab Mang Abri.

Bukannya 3 ya? Tadi Caca liat ada 3 orang gadis, cantik lagi. ucap Echa dalam hati saat mendengar penuturan Mang Abri.

"Wah, perempuan ya Mang?" tanya Azka.

"Iya, seumuran sama kalian," jawab Mang Abri yang sedang berjalan di lorong diikuti dengan yang lainnya.

"Mang Abri jangan di kenalin sama Azka, nanti anaknya di sakitin," ucap Ivy dengan nada sinis.

"Jangan dengerin Mang, Azka gak se jahat itu kok, seriusan," ujar Azka. Sedangkan Mang Abri hanya tersenyum mendengar penuturan Azka dan Ivy itu.

"Silahkan duduk dulu, kamarnya ada di atas, siapa tau kalian mau nikmatin paginya dulu, Mang Abri mau seduh teh dulu," ucap Mang Abri sambil berlalu pergi.

Lagi dan lagi mereka disuguhkan dengan pemandangan yang begitu indah dengan udara yang sejuk dan udara dingin yang menusuk hingga ke tulang.

"Ini mimpi bukan?" tanya Ivy yang melihat pemandangan indah di depannya itu.

"Bukan Vi," jawab Echa sambil menghirup udara segar.

"Mang Abri itu pengurus baru ya Ren?" tanya Devan.

"Iya, Mama sempet bilang juga kalau pengurus-pengurus Vila di ganti," jawab Shiren.

"Pengurus-pengurus? punya berapa vila?" tanya Mutiara.

"Kayaknya 3 deh, Shiren juga lupa," jawab Shiren.

"Tapi bener kan ini Vila yang sesuai sama masa kecil Shiren?" tanya Echa.

"Gak tau juga sih tapi Shiren udah minta alamat yang bener sama Mama," jawab Shiren.

"Gak apa-apa Ca kalau emang gak sesuai, ini juga nyaman kan?" tanya Hanin.

"Iya juga sih," jawab Echa.

"Punten teteh, aa, ini teh nya," ucap suara seorang wanita.

Semua orang langsung membalikkan tubuh nya untuk melihat suara wanita tersebut. Echa melihat wanita itu sedang menyajikan teh nya di meja dengan senyuman manisnya.

"Ini anaknya Mang Abri ya?" tanya Azka yang terpesona melihat wanita itu.

"Muhun A, saya Ayu," jawab wanita tersebut sambil mengulurkan tangannya tanpa berpikir lama Azka langsung menjabat kan tangannya dengan wanita yang bernama Ayu itu.

"Nama nya cantik ya, kayak orang nya," ucap Azka sambil menatap Ayu. Sedangkan Ayu hanya tersenyum mendengar penuturan Azka dan melepaskan uluran tangannya itu.

"Nama saya Caca," ucap Echa sambil mengulurkan tangannya saat melihat Ayu sedang mencuri pandang ke arah Bara yang melihat indahnya pemandangan di sekitar Vila namun Bara tidak memperdulikan kedatangan Ayu.

Semua orang memperkenalkan namanya masing-masing kecuali Bara yang tidak tertarik sama sekali memperkenalkan namanya.

"Kak," bisik Echa ke arah Bara.

"Hm?" sahut Bara.

"Liat sini bentar," ucap Echa sambil membalikkan tubuh Bara menghadap ke arah Ayu.

"Ayu, kenalin ini Kak Bara," ucap Echa yang sedang memperkenalkan Bara, sedangkan Bara hanya memasang wajah dinginnya saat Ayu menatapnya dengan tatapan malu-malu.

"Saya Ayu A Bara," ujar Ayu sambil tersenyum ke arah Bara.

"Iya." ucap Bara yang kembali membalikkan tubuhnya untuk melihat indahnya pemandangan kebun teh tersebut.

Echa hanya tersenyum saat Bara tidak tertarik seperti yang lain saat melihat gadis desa cantik di hadapannya.

Echa juga melihat raut wajah sedih dari Ayu ketika Bara hanya menanggapi nya seperti itu.

"Ayu jangan pernah suka sama Bara ya, dia yang dingin kayak kulkas gak pantes buat dapetin Ayu yang cantik," ujar Azka.

"Dasar mulut buaya!" ucap Ivy kesal dengan suara yang sedikit di pelan kan.

"Ayu permisi ke dalem dulu ya, kalau ada apa-apa tinggal panggil Ayu aja," ujar Ayu.

"Kalau Azka panggilnya sayang boleh gak?" tanya Azka.

"Ayu jangan dengerin mulut buaya ya," ucap Ivy.

Sedangkan Ayu hanya tersenyum menanggapi perkataan Ivy.

"Ayu permisi masuk ke dalem dulu," ujar Ayu, namun saat Ayu ingin melangkahkan kakinya Echa mencekal tangan Ayu.

Echa melihat Ayu adalah anak yang baik, ramah, banyak di sukai pria di desa ini atau bisa di sebut sebagai kembang desa, Ayu anak terakhir dari Mang Abri. Ayu juga pandai dalam tarian tradisional, gerakannya yang lentur dan dia cepat tanggap dalam segala gerakan. Echa juga melihat Ayu yang sedang menari tarian Gandrung khas Banyuwangi.

"Kenapa Kak?" tanya Ayu saat merasakan tangannya di cekal oleh Echa.

"Oh, itu, kalau Caca mau apa-apa panggil Ayu nya dimana?" tanya Echa.

"Di dapur aja," jawab Ayu.

"Iya makasih," ucap Echa sambil melepaskan cekalannya dan Ayu berlalu pergi dari tempat tersebut.

Echa bukan ingin mengetahui privasi orang lain tapi dia merasa penasaran dengan perempuan berpakaian balet yang ada di keluarga Mang Abri apalagi dia juga sempat bertemu dengan sosok wanita yang berpakaian balet itu.

"Kenapa Ca?" tanya Shiren.

"Eh, gak apa-apa," jawab Echa sambil menatap punggung Ayu yang sudah hilang dari pandangannya.

"Ada yang aneh ya Ca?" tanya Ivy dengan suara berbisik. Sedangkan Echa yang mendengar pertanyaan itu hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

"Vivi juga ngerasa gitu," bisik Ivy.

......................

...Kecantikan bukan menjadi tolak ukur untuk mendapatkan apa yang diinginkan, ada beberapa orang yang tidak tertarik hanya dengan melihat wajah saja....

...•Mutiara Quensha...

Terpopuler

Comments

Χιαα.

Χιαα.

dari barat dong
#BeraniBeda

2022-12-26

0

lola

lola

emang gak bisa suka yg lain kecuali bara 😒😒

2022-11-22

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝓫𝓪𝓰𝓾𝓼 𝓑𝓪𝓻𝓪 𝓹𝓮𝓻𝓽𝓪𝓱𝓪𝓷𝓴𝓪𝓷 👍👍👍👍

2022-09-30

0

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER {01}
2 CHAPTER {02}
3 CHAPTER {03}
4 CHAPTER {04}
5 CHAPTER {05}
6 CHAPTER {06}
7 CHAPTER {07}
8 CHAPTER {08}
9 CHAPTER {09}
10 CHAPTER {10}
11 CHAPTER {11}
12 CHAPTER {12}
13 CHAPTER {13}
14 CHAPTER {14}
15 CHAPTER {15}
16 CHAPTER {16}
17 CHAPTER {17}
18 CHAPTER {18}
19 CHAPTER {19}
20 CHAPTER {20}
21 CHAPTER {21}
22 CHAPTER {22}
23 CHAPTER {23}
24 CHAPTER {24}
25 CHAPTER {25}
26 CHAPTER {26}
27 CHAPTER {27}
28 BINCANG-BINCANG AUTHOR 01
29 CHAPTER {28}
30 CHAPTER {29}
31 CHAPTER {30}
32 CHAPTER {31}
33 CHAPTER {32}
34 CHAPTER {33}
35 CHAPTER {34}
36 CHAPTER {35}
37 CHAPTER {36}
38 CHAPTER {37}
39 CHAPTER {38}
40 CHAPTER {39}
41 CHAPTER {40}
42 CHAPTER {41}
43 CHAPTER {42}
44 CHAPTER {43}
45 CHAPTER {44}
46 CHAPTER {45}
47 CHAPTER {46}
48 CHAPTER {47}
49 BINCANG-BINCANG AUTHOR [02]
50 CHAPTER {48}
51 CHAPTER {49}
52 CHAPTER {50}
53 VISUAL [1]
54 CHAPTER {51}
55 CHAPTER {52}
56 CHAPTER {53}
57 CHAPTER {54}
58 CHAPTER {55}
59 CHAPTER [56]
60 CHAPTER {57}
61 CHAPTER {58}
62 CHAPTER {59}
63 CHAPTER {60}
64 CHAPTER {61}
65 CHAPTER {62}
66 CHAPTER {63}
67 CHAPTER {64}
68 CHAPTER {65}
69 CHAPTER {66}
70 CHAPTER {67}
71 Pengumuman.
72 CHAPTER {68}
73 CHAPTER {69}
74 CHAPTER {70}
75 CHAPTER {71}
76 CHAPTER {72}
77 CHAPTER {73}
78 CHAPTER {74}
79 CHAPTER {75}
80 CHAPTER {76}
81 CHAPTER {77}
82 BINCANG-BINCANG AUTHOR [03]
83 CHAPTER {78}
84 CHAPTER {79}
85 CHAPTER {80}
86 CHAPTER {81}
87 CHAPTER {82}
88 CHAPTER {83}
89 CHAPTER {84}
90 CHAPTER {85}
91 CHAPTER {86}
92 CHAPTER {87}
93 CHAPTER {88}
94 CHAPTER {89}
95 CHAPTER {90}
96 CHAPTER {91}
97 CHAPTER {92}
98 CHAPTER {93}
99 CHAPTER {94}
100 CHAPTER {95}
101 CHAPTER {96}
102 CHAPTER {97}
103 CHAPTER {98}
104 CHAPTER {99}
105 CHAPTER {100}
106 CHAPTER {101}
107 CHAPTER {102}
108 CHAPTER {103}
109 CHAPTER {104}
110 CHAPTER {105}
111 CHAPTER {106}
112 CHAPTER {107}
113 CHAPTER {108}
114 CHAPTER {109}
115 CHAPTER {110}
116 CHAPTER {111}
117 CHAPTER {112} Bersambung
Episodes

Updated 117 Episodes

1
CHAPTER {01}
2
CHAPTER {02}
3
CHAPTER {03}
4
CHAPTER {04}
5
CHAPTER {05}
6
CHAPTER {06}
7
CHAPTER {07}
8
CHAPTER {08}
9
CHAPTER {09}
10
CHAPTER {10}
11
CHAPTER {11}
12
CHAPTER {12}
13
CHAPTER {13}
14
CHAPTER {14}
15
CHAPTER {15}
16
CHAPTER {16}
17
CHAPTER {17}
18
CHAPTER {18}
19
CHAPTER {19}
20
CHAPTER {20}
21
CHAPTER {21}
22
CHAPTER {22}
23
CHAPTER {23}
24
CHAPTER {24}
25
CHAPTER {25}
26
CHAPTER {26}
27
CHAPTER {27}
28
BINCANG-BINCANG AUTHOR 01
29
CHAPTER {28}
30
CHAPTER {29}
31
CHAPTER {30}
32
CHAPTER {31}
33
CHAPTER {32}
34
CHAPTER {33}
35
CHAPTER {34}
36
CHAPTER {35}
37
CHAPTER {36}
38
CHAPTER {37}
39
CHAPTER {38}
40
CHAPTER {39}
41
CHAPTER {40}
42
CHAPTER {41}
43
CHAPTER {42}
44
CHAPTER {43}
45
CHAPTER {44}
46
CHAPTER {45}
47
CHAPTER {46}
48
CHAPTER {47}
49
BINCANG-BINCANG AUTHOR [02]
50
CHAPTER {48}
51
CHAPTER {49}
52
CHAPTER {50}
53
VISUAL [1]
54
CHAPTER {51}
55
CHAPTER {52}
56
CHAPTER {53}
57
CHAPTER {54}
58
CHAPTER {55}
59
CHAPTER [56]
60
CHAPTER {57}
61
CHAPTER {58}
62
CHAPTER {59}
63
CHAPTER {60}
64
CHAPTER {61}
65
CHAPTER {62}
66
CHAPTER {63}
67
CHAPTER {64}
68
CHAPTER {65}
69
CHAPTER {66}
70
CHAPTER {67}
71
Pengumuman.
72
CHAPTER {68}
73
CHAPTER {69}
74
CHAPTER {70}
75
CHAPTER {71}
76
CHAPTER {72}
77
CHAPTER {73}
78
CHAPTER {74}
79
CHAPTER {75}
80
CHAPTER {76}
81
CHAPTER {77}
82
BINCANG-BINCANG AUTHOR [03]
83
CHAPTER {78}
84
CHAPTER {79}
85
CHAPTER {80}
86
CHAPTER {81}
87
CHAPTER {82}
88
CHAPTER {83}
89
CHAPTER {84}
90
CHAPTER {85}
91
CHAPTER {86}
92
CHAPTER {87}
93
CHAPTER {88}
94
CHAPTER {89}
95
CHAPTER {90}
96
CHAPTER {91}
97
CHAPTER {92}
98
CHAPTER {93}
99
CHAPTER {94}
100
CHAPTER {95}
101
CHAPTER {96}
102
CHAPTER {97}
103
CHAPTER {98}
104
CHAPTER {99}
105
CHAPTER {100}
106
CHAPTER {101}
107
CHAPTER {102}
108
CHAPTER {103}
109
CHAPTER {104}
110
CHAPTER {105}
111
CHAPTER {106}
112
CHAPTER {107}
113
CHAPTER {108}
114
CHAPTER {109}
115
CHAPTER {110}
116
CHAPTER {111}
117
CHAPTER {112} Bersambung

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!