Setelah perbincangan tadi pagi, saat ini Echa, Hanin, Ivy dan Shiren sedang berada di rumah Echa.
"Seru gak Ren tempatnya?" tanya Hanin.
"Seru sih kayaknya," jawab Shiren.
"Serem gak?" tanya Ivy.
"Di bilang serem ya pastilah kan udah gak ke pake beberapa tahun. Rumah aja yang gak di pake 3 hari udah ada yang nempatin," jawab Shiren.
"Kalau gitu Vivi gak mau ikut," ucap Ivy.
"Kok gitu? Ayo Vi ikut, siapa tau di sana ada jodoh Vivi ya kan?" tanya Echa sambil membujuk Ivy yang terlihat ketakutan.
"Iya juga sih tapi Vivi gak mau berurusan lagi sama mahluk-mahluk yang bikin kepala Vivi hampir pecah," jawab Ivy sambil menggelengkan kepalanya.
Tok.. tok.. tok..
"Ibu masuk ya Ca," ucap Roslyn ibu nya Echa yang mengetuk pintu kamarnya.
"Iya Bu, masuk aja Caca gak kunci pintunya," sahut Echa.
Pintu kamar itu terbuka, menampilkan wajah cantik Ibunya yang terlihat kelelahan sambil membawa nampan berisi minuman dan makanan ringan.
"Gak apa-apa padahal Bu, gak usah repot-repot bawa kesini, biar nanti Hanin aja yang bawain," ucap Hanin sambil membantu Roslyn membawa nampan berisi makanan.
"Gak apa-apa, Ibu sendiri yang mau," ucap Roslyn sambil tersenyum.
"Kalian mau nginep disini?"tanya Roslyn.
"Kayaknya kita pulang aja deh masih siang juga," jawab Ivy.
"Siang gimana? Sekarang udah jam 8 malem, kalian berani?" tanya Roslyn.
"Serius bu jam 8 malem?" tanya Echa yang langsung mencari ponselnya.
"Iya." jawab Roslyn yang melihat anaknya itu sedang sibuk mencari ponselnya.
"Pantesan aja gak ada bunyi apa-apa ponsel Caca mati," ucap Echa.
"Tadi Ibu denger kalian mau liburan ya?" tanya Roslyn sambil duduk di ranjang Echa.
"Iya, mau ke pedesaan gitu Bu tapi Shiren punya Vila yang udah lama gak di pake, itu kalau di pake lagi gak apa-apa?" tanya Echa.
"Gak apa-apa, itu Vila nya emang punya keluarga Shiren sendiri kan?" tanya Roslyn.
"Iya, punya keluarga Shiren," jawab Shiren.
"Selama itu punya Shiren sendiri, boleh kok di tempatin tapi kalau itu bukan punya Shiren setidaknya kita harus permisi," ucap Roslyn.
"Oh gitu ya, jadi gak apa-apa, Ibu mau ikut gak?" tanya Echa.
"Ibu mau banget ikut sama kalian tapi kerjaan ibu masih banyak, gak apa-apa kan ibu nolak?" tanya Roslyn sambil mengelus lembut rambut Echa.
"Caca ngerti kok Bu, Ibu juga kerja dari pagi sampai malem buat masa depan Caca sendiri," jawab Echa sambil memeluk tubuh Ibunya itu.
"Jaga diri baik-baik ya, Ibu selalu nungguin kamu pulang," ucap Roslyn yang sedang memeluk anak nya itu dengan penuh kasih sayang.
"Makasih Bu, Ibu juga jaga kesehatan ya selama Caca gak ada," ujar Echa yang sudah melepaskan pelukannya itu.
"Iya, Kalau gitu Ibu pergi dulu ya, masih banyak kerjaan yang belum selesai," ucap Roslyn sambil berlalu pergi.
Kalian mau nginep disini?" tanya Echa.
"Kalau Vivi sih mau, udah malem juga," jawab Ivy.
"Terus siap-siapnya kapan?" tanya Hanin.
"Besok pagi kan bisa, daripada sekarang udah malem bahaya kalau kenapa-kenapa di jalan," jawab Echa.
"Iya juga sih kalah di pikir-pikir, ya udah deh mendingan nginep aja daripada nanti kenapa-kenapa di jalan kan jadi gak jadi liburannya," ucap Shiren.
"Gimana kalau kita ajak Shila?" tanya Ivy.
"Emang dia mau? Shila kan masih marah sama kita." jawab Echa.
"Itu kan udah lama, beberapa minggu yang lalu, siapa tau aja sekarang udah gak marah lagi," ucap Ivy.
Soal Shila dan Ibunya itu masih belum selesai, setelah kejadian gerhana bulan merah dan bangunnya Echa, sosok tahun 80 itu di beri kesempatan oleh Shila untuk menjelaskan semuanya, tapi tetap saja, Shila belum bisa menerima semuanya.
Dia masih marah terhadap apa yang Ibunya lakukan, padahal semata-mata semua itu demi kebaikan dirinya tapi bagi Echa dan yang lainnya apa boleh buat? Shila yang keras kepala dan tidak menerima saran orang tetap teguh pada pendiriannya. membenci ibunya.
Padahal Echa dan yang lainnya sudah mencoba untuk berada di pihak yang netral tapi menurut Shila Echa dan temannya itu berada di pihak Ibunya yang dia benci. Entah sampai kapan Shila akan membenci Ibunya itu, seiring dengan berjalannya waktu semua akan mendapat jalan keluarnya.
"Kita panggil aja." ucap Shiren yang sedang memejamkan matanya.
"Apa?" tanya Shiren dengan nada kesal yang kini sudah di rasuki oleh Shila.
"Shila masih marah?" tanya Echa.
"Pikir aja sendiri." jawab Shiren sambil memalingkan wajahnya.
"Gini, kita kan mau liburan, Shila mau ikut gak?" tanya Hanin.
"Liburan? Kemana?" tanya Shiren antusias.
"Ke tempat yang bagus banget, Shila mau ikut kan?" tanya Ivy.
"Mau banget. Udah lama kayaknya gak di ajak jalan-jalan, siapa tau kan dapet yang ganteng dikit," jawab Shiren yang sudah tidak se kesal tadi.
"Berarti udah gak marah?" tanya Echa.
"Ya engga, masa Shila marah udah di ajak sama kalian," jawab Shiren sambil tersenyum bahagia.
"Yakin gak marah lagi nih?" tanya Ivy.
"Yakin seratus persen," jawab Shila sambil tersenyum bahagia.
"Besok berangkatnya." ucap Hanin.
"Hah? Besok!" ujar Shiren kaget.
"Kenapa?" tanya Ivy bingung.
"Kenapa gak bilang dari tadi? Shila juga kan butuh perawatan." jawab Shiren yang sedang memegang wajah dan tangannya.
"Shila pergi dulu." sambung Shila yang saat ini Shiren langsung tersadar dari mediasi nya itu.
"Aneh. Emang ada ya perawatan hantu?" tanya Echa bingung.
......................
...Bukan berarti tidak lapang dalam memaafkan, semua permasalahan butuh proses untuk dapat diterima....
...•Shila...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓴𝓲𝓻𝓪" 𝓪𝓹𝓪 𝔂𝓪 𝓹𝓮𝓻𝓪𝔀𝓪𝓽𝓪𝓷 𝓫𝓾𝓪𝓽 𝓱𝓪𝓷𝓽𝓾🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
2022-09-30
0
Robin Atun
kata mutiaramu top banget Thor...maaf ya..aku SC buat statusku di WA..boleh ya thor
2022-07-06
0
Resinta Syahluna Setiawan
aq minta kata2nya shila ya ka
ngena banget di aku😁
2022-06-12
0