CHAPTER {18}

Setelah kejadian tadi, saat ini Echa sedang membuka matanya perlahan menyesuaikan silaunya cahaya.

"Ca." panggil Hanin.

"Teh Caca." panggil Ayu.

Echa yang mendengar suara itu langsung menatap kearah teman-temannya yang sedang mengelilingi dirinya, Echa juga melihat kepalanya sedang berada di pangkuan Bara.

"Teh Caca gak apa-apa? minum dulu teh," ucap Ayu sambil memberikan air putih ke arah Echa, Echa perlahan bangun dari tidurnya itu di hantu dengan Bara, dia mengambil air putih itu dan meminumnya.

"Makasih," ujar Echa sambil memberikan air minum yang masih tersisa banyak.

"Caca kenapa bisa sampai pingsan kayak gini?" tanya Bara, sejak Echa tidak sadarkan diri mereka semua hanya fokus pada Echa, belum ada satu orang pun yang mengajukan pertanyaan.

"Tadi kita sempet pergi ke ruangan," jawab Shiren.

"Terus?" tanya Bara.

"Caca lagi megang cermin di ruangan itu dan tiba-tiba Caca pingsan gitu aja," jawab Hanin.

"Teh Caca beneran gak apa-apa kan?" tanya Ayu yang sedang duduk di bawah Bara.

"Caca gak apa-apa," jawab Echa sambil tersenyum.

Echa yang melihat Ayu semakin merapatkan tubuhnya kepada Bara itu hanya menatap nya kesal.

Ish, makin kesini makin gak bisa di andelin. ucap Echa dalam hati.

Kak Bara cuman punya Caca aja! selama ini Caca diem aja tapi kalau masih deketin kak Bara lagi Caca gak bakalan biarin Ayu deket sama Kakak! sambung Echa dalam hati sambil yang sedang menahan kesalnya itu.

"Caca nemu sesuatu?" tanya Ivy secara tiba-tiba.

Semua orang langsung menatap ke arah Ivy, dia memang susah di andalkan dalam menjaga rahasia.

Ivy yang merasakan teman-temannya itu sedang menatap dirinya hanya bisa diam tak berkutik merutuki kebodohannya dalam berucap.

"Nemu apa?" tanya Ayu bingung.

"Oh, itu, apa ya, tadi Vivi salah ngomong aja." jawab Ivy.

"Oh iya jatuh," ucap Ayu sambil tersenyum.

"Ayu, Caca boleh tanya gak?" tanya Echa yang masih menahan rasa kesalnya.

"Apa teh?" tanya Ayu.

"Teh ida itu anak pertama?" tanya Echa.

"Iya teh anak pertama," jawab Ayu.

"Ayu tau gak sama namanya Ira?" tanya Echa.

"Gak tau teh," jawab Ayu.

"Oh, Waktu Teh ida umur 7 tahun, Ayu umur berapa?" tanya Echa.

"Kayaknya 4 tahun teh," jawab Ayu.

Berarti datangnya Mira ke keluarga Mang Abri kemungkinan nya Ayu umur 4 atau 5 tahun. ucap Echa dalam hati.

"Emangnya kenapa Teh Caca nanya gitu?" tanya Ayu.

"Gak apa-apa cuman mau tanya aja." jawab Echa.

"Ya udah atuh kalau gitu Ayu ke dapur dulu ya," ucap Ayu sambil berlalu pergi dari sana dan sesekali melirik Bara dan tersenyum ke arahnya, meskipun Bara tidak membalas senyuman itu.

Setelah Ayu mulai hilang dari pandangan mereka, mata semua orang langsung menatap ke arah Echa.

"Ada apa Ca? Caca liat apa aja?" tanya Hanin.

"Kalian ngomongin apa sih?" tanya Azka yang bingung dengan pertanyaan Hanin.

"Nanti aja di bahas nya, sekarang Caca liat apa aja?" tanya Ivy tidak sabaran.

"Kalau gak tau dari awal mana bisa kita ngerti apa yang terjadi." jawab Azka sinis.

"Ck, ribet banget jadi orang," ucap Ivy yang menatap kesal ke arah Azka.

"Diem." ucap Azka sambil menatap tajam ke arah Ivy.

"Udah, mending kalian denger cerita kita aja waktu di kolam renang," ujar Alvero.

"Emangnya ada apa?" tanya Echa bingung.

Flashback on

Saat ini Bara dan teman-temannya itu sedang berada di tepi kolam renang vila, menikmati dinginnya air pegunungan.

"Eh, disini boleh pake lo gue kan?" tanya Azka yang sudah masuk kedalam kolam renang bersama dengan Devan.

"Terserah." jawab Bara singkat.

"Iya, gue udah feeling sama jawaban lo bakalan singkat padat jelas tidak berisi." ucap Azka.

"Azka." panggil Devan.

"Apaan?" tanya Azka sambil menatap ke arah Devan.

"Sini, pemandangan disini bagus." jawab Devan.

"Paan sih, kayak yang baru liat pemandangan aja." ucap Azka yang mendekat ke arah Devan.

"Woi, serius ini alus pisan." ujar Azka dengan sedikit logat sundanya.

"Bocah." ucap Bara sarkas.

"Emang kalau Dev sama Azka disatuin udah kayak ngurus anak kecil umur 5 tahun." ujar Gavin sambil menatap ke arah Devan dan Azka yang sedang menatap indahnya pemandangan dari atas.

"Kita berenang aja, jangan ngurusin anak kecil yang baru liat pemandangan." ajak Alvero sambil berenang dengan gaya kupu-kupu.

Mereka semua menikmati air yang membasahi tubuhnya yang telanjang dada, siapapun yang melihat mereka seperti itu akan terkesima melihatnya.

"Gue ke sana ya, lo masih mau disini?" tanya Azka.

"Iya, gue mau masih disini, lo duluan aja." jawab Devan.

"Oke," ucap Azka yang berenang ke arah teman-temannya.

Devan sedang menatap indahnya pemandangan di sekitar vila itu sambil membayangkan masa kecilnya yang penuh dengan tawa dan kebahagiaan.

"Nenek, Devan udah besar, nenek baik kan di atas?" tanya Devan sambil menatap langit.

"Dulu, nenek pernah bilang sama Devan, seberat apapun hidup, Devan harus jalani semuanya anggap perjalanan ini adalah mimpi buruk bagi Devan." jawab Devan sambil tersenyum pedih menatap langit.

Devan yang sedang melamun itu merasakan kakinya tiba-tiba di pegang oleh tangan seseorang.

"Plis siapapun yang pegang kaki gue, jangan becanda deh, gue udah kebal." ucap Devan yang mengira bahwa itu Bara, Azka, Gavin atau Alvero.

Namun semakin lama tangan itu semakin kuat mencengkram pergelangan kaki Devan yang mulai merasakan sakit.

Devan membalikkan tubuhnya dan masuk kedalam air melihat siapa yang sedang menjahilinya. Namun saat dirinya sudah masuk ke dalam air tidak ada siapapun di sana bahkan Devan melihat kaki teman-temannya itu berada jauh dengannya, tidak mungkin secepat itu mereka berenang.

Devan yang sudah melihat tidak ada siapa-siapa langsung naik ke permukaan, mengambil nafas dan berusaha untuk tidak berpikiran negatif.

Mungkin kaki Devan kram kali ya. ucap Devan dalam hati.

Namun saat Devan ingin mendekat kearah teman-temannya itu Kakinya kembali di tarik ke bawah permukaan air.

"Woii!!" teriak Devan sebelum akhirnya masuk kedalam air.

"Devan." ucap Bara yang mendengar teriakan itu.

"Palingan juga bohongan, bentar lagi juga muncul ke atas," ujar Azka sambil menatap ke arah tenggelamnya Devan.

...----------------...

Disisi lain, Devan masih berusaha untuk melepaskan cengkraman sosok seram yang sedang mencoba untuk menyeretnya.

Tolong gue, Plis lo hantu gak tau tempat, gue gak bisa nafas, lo juga pasti gak bisakan? tanya Devan dalam hati sambil mencoba untuk meraih tangan sosok itu.

"Bodoh!" geram sosok itu.

Gue lupa, lo udah mati, kalau udah mati jangan ajak gue, ribet banget harus ngajak gue! ucap Devan dalam hati. Namun sosok itu tetap menyeret Devan hingga ke dalam kolam.

"Lepaskan dia." ucap salah satu sosok wanita cantik yang tiba-tiba saja datang di sebelah Devan.

Kayaknya Dev kenal deh. ujar Devan sambil menatap sosok cantik di sebelahnya itu.

"Tidak akan! dia sudah menjadi mangsa ku!" bentak sosok seram.

"Itu mau mu? lepaskan atau aku yang mengusir mu dari sini?" tanya sosok cantik itu.

"Silahkan, kau tidak bisa melakukan apapun di wilayah ku!" bentak sosok itu sambil mengeluarkan serangannya kearah sosok cantik itu.

Devan yang melihat serangan itu langsung menghalangi dengan tubuhnya agar serangannya tidak mengenai sosok berwajah cantik.

Tidak!! teriak sosok cantik itu. secara bersamaan dengan teriakan itu mata Devan menggelap, dia tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya.

...----------------...

8 menit telah berlalu, Devan masih belum muncul ke permukaan darat.

"Devan belum balik." ujar Gavin yang melihat Devan tidak muncul ke atas.

Alvero, Bara, Gavin dan Azka langsung berenang ke arah tenggelamnya devan, namun saat mereka berempat melihat kedalam, tidak ada Devan di tempat itu bahkan mereka juga sudah melihat sekeliling kolam itu.

"Devan gak ada." ucap Alvero yang sudah muncul ke atas untuk menghirup oksigen.

"Devan!" teriak Bara sambil melihat sekeliling kolam itu.

Mereka berempat mencari keberadaan Devan di. sekeliling kolam itu, namun hasilnya nihil, Devan tidak ada.

"Itu, Devan." ucap Bara yang melihat Devan sedang mengambang di ujung kolam.

"Perasaan gue tadi udah ke sana deh, kok tiba-tiba jadi ada ya?" tanya Azka kebingungan.

"Bukan waktunya." jawab Bara sambil berenang ke arah ujung kolam diikuti dengan Azka, Gavin dan Alvero.

Flashback Off.

......................

...Terkadang ada beberapa hal yang seharusnya tidak perlu diingat, Seperti masa lalu yang kelam....

...•Gavin Calderon...

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝓪𝓹𝓪 𝓼𝓮𝓶𝓾𝓪 𝓲𝓷𝓲 𝓪𝓭𝓪 𝓱𝓾𝓫𝓾𝓷𝓰𝓪𝓷𝓷𝔂𝓪 𝓼𝓪𝓶𝓪 𝓓𝓮𝓿𝓪𝓷 𝔂𝓪🤭🤭🤭🤭🤭

2022-09-30

0

buna Risma

buna Risma

mira nunggu devan x y..katanya kan "ada saatnya saat kau datang aku harus pergi"

2022-05-24

1

Lukman Asix

Lukman Asix

siapa y sosok jahat yg mo ambil nyawanya s devan & siapa pula sosok wanita cantik itu ??? 😴😴😴

2022-02-13

0

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER {01}
2 CHAPTER {02}
3 CHAPTER {03}
4 CHAPTER {04}
5 CHAPTER {05}
6 CHAPTER {06}
7 CHAPTER {07}
8 CHAPTER {08}
9 CHAPTER {09}
10 CHAPTER {10}
11 CHAPTER {11}
12 CHAPTER {12}
13 CHAPTER {13}
14 CHAPTER {14}
15 CHAPTER {15}
16 CHAPTER {16}
17 CHAPTER {17}
18 CHAPTER {18}
19 CHAPTER {19}
20 CHAPTER {20}
21 CHAPTER {21}
22 CHAPTER {22}
23 CHAPTER {23}
24 CHAPTER {24}
25 CHAPTER {25}
26 CHAPTER {26}
27 CHAPTER {27}
28 BINCANG-BINCANG AUTHOR 01
29 CHAPTER {28}
30 CHAPTER {29}
31 CHAPTER {30}
32 CHAPTER {31}
33 CHAPTER {32}
34 CHAPTER {33}
35 CHAPTER {34}
36 CHAPTER {35}
37 CHAPTER {36}
38 CHAPTER {37}
39 CHAPTER {38}
40 CHAPTER {39}
41 CHAPTER {40}
42 CHAPTER {41}
43 CHAPTER {42}
44 CHAPTER {43}
45 CHAPTER {44}
46 CHAPTER {45}
47 CHAPTER {46}
48 CHAPTER {47}
49 BINCANG-BINCANG AUTHOR [02]
50 CHAPTER {48}
51 CHAPTER {49}
52 CHAPTER {50}
53 VISUAL [1]
54 CHAPTER {51}
55 CHAPTER {52}
56 CHAPTER {53}
57 CHAPTER {54}
58 CHAPTER {55}
59 CHAPTER [56]
60 CHAPTER {57}
61 CHAPTER {58}
62 CHAPTER {59}
63 CHAPTER {60}
64 CHAPTER {61}
65 CHAPTER {62}
66 CHAPTER {63}
67 CHAPTER {64}
68 CHAPTER {65}
69 CHAPTER {66}
70 CHAPTER {67}
71 Pengumuman.
72 CHAPTER {68}
73 CHAPTER {69}
74 CHAPTER {70}
75 CHAPTER {71}
76 CHAPTER {72}
77 CHAPTER {73}
78 CHAPTER {74}
79 CHAPTER {75}
80 CHAPTER {76}
81 CHAPTER {77}
82 BINCANG-BINCANG AUTHOR [03]
83 CHAPTER {78}
84 CHAPTER {79}
85 CHAPTER {80}
86 CHAPTER {81}
87 CHAPTER {82}
88 CHAPTER {83}
89 CHAPTER {84}
90 CHAPTER {85}
91 CHAPTER {86}
92 CHAPTER {87}
93 CHAPTER {88}
94 CHAPTER {89}
95 CHAPTER {90}
96 CHAPTER {91}
97 CHAPTER {92}
98 CHAPTER {93}
99 CHAPTER {94}
100 CHAPTER {95}
101 CHAPTER {96}
102 CHAPTER {97}
103 CHAPTER {98}
104 CHAPTER {99}
105 CHAPTER {100}
106 CHAPTER {101}
107 CHAPTER {102}
108 CHAPTER {103}
109 CHAPTER {104}
110 CHAPTER {105}
111 CHAPTER {106}
112 CHAPTER {107}
113 CHAPTER {108}
114 CHAPTER {109}
115 CHAPTER {110}
116 CHAPTER {111}
117 CHAPTER {112} Bersambung
Episodes

Updated 117 Episodes

1
CHAPTER {01}
2
CHAPTER {02}
3
CHAPTER {03}
4
CHAPTER {04}
5
CHAPTER {05}
6
CHAPTER {06}
7
CHAPTER {07}
8
CHAPTER {08}
9
CHAPTER {09}
10
CHAPTER {10}
11
CHAPTER {11}
12
CHAPTER {12}
13
CHAPTER {13}
14
CHAPTER {14}
15
CHAPTER {15}
16
CHAPTER {16}
17
CHAPTER {17}
18
CHAPTER {18}
19
CHAPTER {19}
20
CHAPTER {20}
21
CHAPTER {21}
22
CHAPTER {22}
23
CHAPTER {23}
24
CHAPTER {24}
25
CHAPTER {25}
26
CHAPTER {26}
27
CHAPTER {27}
28
BINCANG-BINCANG AUTHOR 01
29
CHAPTER {28}
30
CHAPTER {29}
31
CHAPTER {30}
32
CHAPTER {31}
33
CHAPTER {32}
34
CHAPTER {33}
35
CHAPTER {34}
36
CHAPTER {35}
37
CHAPTER {36}
38
CHAPTER {37}
39
CHAPTER {38}
40
CHAPTER {39}
41
CHAPTER {40}
42
CHAPTER {41}
43
CHAPTER {42}
44
CHAPTER {43}
45
CHAPTER {44}
46
CHAPTER {45}
47
CHAPTER {46}
48
CHAPTER {47}
49
BINCANG-BINCANG AUTHOR [02]
50
CHAPTER {48}
51
CHAPTER {49}
52
CHAPTER {50}
53
VISUAL [1]
54
CHAPTER {51}
55
CHAPTER {52}
56
CHAPTER {53}
57
CHAPTER {54}
58
CHAPTER {55}
59
CHAPTER [56]
60
CHAPTER {57}
61
CHAPTER {58}
62
CHAPTER {59}
63
CHAPTER {60}
64
CHAPTER {61}
65
CHAPTER {62}
66
CHAPTER {63}
67
CHAPTER {64}
68
CHAPTER {65}
69
CHAPTER {66}
70
CHAPTER {67}
71
Pengumuman.
72
CHAPTER {68}
73
CHAPTER {69}
74
CHAPTER {70}
75
CHAPTER {71}
76
CHAPTER {72}
77
CHAPTER {73}
78
CHAPTER {74}
79
CHAPTER {75}
80
CHAPTER {76}
81
CHAPTER {77}
82
BINCANG-BINCANG AUTHOR [03]
83
CHAPTER {78}
84
CHAPTER {79}
85
CHAPTER {80}
86
CHAPTER {81}
87
CHAPTER {82}
88
CHAPTER {83}
89
CHAPTER {84}
90
CHAPTER {85}
91
CHAPTER {86}
92
CHAPTER {87}
93
CHAPTER {88}
94
CHAPTER {89}
95
CHAPTER {90}
96
CHAPTER {91}
97
CHAPTER {92}
98
CHAPTER {93}
99
CHAPTER {94}
100
CHAPTER {95}
101
CHAPTER {96}
102
CHAPTER {97}
103
CHAPTER {98}
104
CHAPTER {99}
105
CHAPTER {100}
106
CHAPTER {101}
107
CHAPTER {102}
108
CHAPTER {103}
109
CHAPTER {104}
110
CHAPTER {105}
111
CHAPTER {106}
112
CHAPTER {107}
113
CHAPTER {108}
114
CHAPTER {109}
115
CHAPTER {110}
116
CHAPTER {111}
117
CHAPTER {112} Bersambung

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!