Selamat membaca🤍
Pagi hari telah tiba, matahari sudah mulai naik namun 4 orang gadis masih terlelap dalam tidurnya. Bahkan bunyi alarm dari 4 ponsel saja tidak bisa membangunkan mereka dari alam mimpinya.
Tok.. tok.. tok..
"Ca," panggil Roslyn dari luar kamar sambil mengetuk pintu kamar Echa yang masih terkunci.
"Ca, bangun ini udah siang, kalian udah siap-siap belum?" tanya Roslyn. Namun tak ada jawaban dari dalam, mereka masih saja terbuai dengan mimpinya yang indah itu.
Tok.. tok.. tok..
"Ca. Bangun," panggil Rosyln yang berusaha untuk membangunkan Echa dan teman-temannya itu.
"Caca, ini udah siang, kalian jadi kan?" tanya Roslyn dengan suara yang sedikit di tinggikan agar Echa atau teman-temannya mendengar suaranya itu.
Usaha Roslyn berhasil, Echa menggeliatkan tubuhnya mendengar suara Ibunya itu.
"Iya Bu, kenapa?" tanya Echa yang sedang mengucek matanya.
"Ini udah jam 9, kalian udah siap-siap apa belum?" tanya Roslyn.
"Jam 9? Siap-siap mau kemana Bu?" tanya Echa yang belum sadar sepenuhnya.
"Bukannya kalian mau liburan ya? Jam berapa berangkatnya?" tanya Roslyn.
Liburan. ucap Echa dalam hati.
"Hanin, Vivi, Shiren!" teriak Echa yang langsung bangun dari tidurnya dan membuka pintu kamarnya.
Sang pemilik nama itu menggeliatkan tubuhnya dan mengucek matanya menyesuaikan dengan sinar matahari yang masuk lewat jendela kamar.
"Apaan sih Ca, teriak-teriak gitu?" tanya Hanin yang sedang memeluk guling.
"Tau ah gak jelas." ucap Ivy yang kembali memejamkan matanya.
"Masih pagi juga, kenapa di bangunin sih?" tanya Shiren yang masih mengucek matanya karena cahaya matahari tepat berada di wajahnya.
"Kalian gak inget apa kita pergi hari ini?" tanya Echa yang sedang mengambil handuk.
"Pergi?" tanya semua orang kompak.
"Iya, pergi liburan, kalian udah siap-siap?" tanya Roslyn yang sedang membereskan kamar Echa.
Hanin, Ivy dan Shiren langsung bangun dari tidurnya itu dan menatap satu sama lain.
"Kita telat!" ucap Hanin, Ivy dan Shiren kompak dan langsung berlari berebut kamar mandi, sedangkan Roslyn hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya dan teman-temannya itu.
...----------------...
20 menit berlalu Echa sudah bersiap-siap mengemas barangnya di bantu oleh Roslyn, saat ini dirinya sedang menunggu teman-temannya yang pulang untuk mempersiapkan barang yang akan dibawa.
"Soal Bara gimana?" tanya Roslyn. Echa tersenyum mendapat pertanyaan seperti itu, dirinya belum cerita tentang Bara yang sudah pulang dari luar negeri.
"Kenapa senyum? Pasti ada yang belum di ceritain ya?" tanya Roslyn.
"Kak Bara udah pulang Bu," jawab Echa sambil tersenyum.
"Kok bisa?" tanya Roslyn.
Echa menceritakan semuanya, tentang dirinya yang sempat tidak bersemangat pergi ke rumah mutiara, menangis dan sampai akhirnya Echa kembali tersenyum.
"Pantesan aja mau ikut liburan," ucap Roslyn setelah mendengar cerita anaknya itu.
Ting.. tong.. ting.. tong..
Suara bel rumah Echa berbunyi menandakan ada seseorang yang datang kerumahnya.
"Biar Caca aja yang buka Bu," ucap Echa saat Roslyn berdiri dari duduknya.
"Ya udah kamu buka pintunya, ibu mau siap-siap dulu." ujar Roslyn sambil berlalu pergi.
Echa melangkahkan kakinya menuju pintu untuk membuka nya.
"Kak Bara, Kak Nathan, Devan, ayo masuk dulu," ucap Echa yang sudah membuka pintunya.
Bara, Nathan dan Devan melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah sambil mendudukkan dirinya di salah satu kursi.
"Ibu mana Ca?" tanya Bara.
"Lagi siap-siap mau ke kantor," jawab Echa yang sedang menyiapkan cemilan.
"Kirain siap-siap mau ikut," ucap Devan.
"Ibu mau nya gitu, tapi ya mungkin namanya kerjaan mau gimana lagi?" tanya Echa.
"Iya sih," jawab Devan.
"Yang lain kemana?" tanya Nathan.
"Sebentar lagi kesini, semalem mereka nginep disini terus tadi bangunnya kesiangan," jawab Echa sambil cengengesan.
"Pantesan dari pagi di telpon gak ada yang jawab satupun," ucap Nathan.
"Comeback again!!" teriak Ivy di tengah-tengah perbincangan mereka. Semua orang yang ada di sana hanya bisa menutup telinganya rapat-rapat.
"Tuhan, tolong cabut aja pita suaranya Vivi, Hanin ikhlas banget." ucap Hanin saat teriakan Ivy sudah tidak terdengar lagi.
"Untung telinga Shiren gak pecah." ujar Shiren.
"Maaf," ucap Ivy sambil cengengesan.
"Van, gimana Kak Rara?" tanya Echa.
"Gak tau." jawab Devan sambil menaikkan bahunya acuh.
"Cowok emang gitu ya, gak pernah ngertiin perasaan cewek." ucap Ivy.
"Cowok emang selalu salah." ujar Nathan, Bara dan Devan kompak.
Semua orang yang ada di sana tertawa saat mendengar penuturan kompak yang tidak di sengaja itu.
"Rese emang ya." ucap Shiren.
"Perjalanan ke sana berapa jam?" tanya Bara.
"Lumayan lama, sekitar 8 jam kalau gak macet," jawab Shiren.
"Yakin kan masih tau jalannya?" tanya Devan.
"Kan ada maps kalau lupa," jawab Shiren.
"Alamatnya?" tanya Hanin.
"Nih," jawab Shiren sambil menunjukkan selembar kertas yang berisi alamat Vila yang akan mereka datangi.
"Jauh juga ya hampir di perbatasan jawa barat sama jawa tengah," ucap Echa.
"Iya emang jauh, kalau mau di ganti tempat juga gak apa-apa," ujar Shiren.
"Gak usah," ucap semua orang kompak.
"Mau berangkat jam berapa?" tanya Shiren.
"Tunggu yang lain dulu," jawab Devan.
"Oke, bakal ada berapa mobil?" tanya Shiren.
"Dua mobil, satu mobil cukup buat 6 orang," jawab Nathan.
"Shiren sama Kak Tiara aja, nanti takut ada apa-apa di jalan," ucap Shiren.
"Eh kalian, yang lainnya pada dimana?" tanya Roslyn yang sudah memakai setelan kantor.
"Eh Ibu. Lagi di jalan," jawab Devan sambil menyalimi Roslyn di ikuti dengan Nathan dan Bara.
"Ibu titip Caca ya Nak," ucap Roslyn kepada Bara.
"Iya Bu," ujar Bara.
"Ibu gak mau ikut?" tanya Nathan.
"Mau nya sih gitu tapi apa boleh buat? Sayang kalau kerjaan di tinggal," jawab Roslyn.
"Kalian mau pergi kemana?" tanya Roslyn.
"Ini Bu alamatnya," jawab Echa sambil memberikan selembar kertas yang di bawa oleh Shiren.
Dalam seketika raut wajah Roslyn yang tadinya senang kini sudah berubah menjadi raut wajah khawatir dan semua orang yang ada di sana menyadari perubahan itu.
"Kenapa Bu?" tanya Echa.
"Oh gak apa-apa," jawab Roslyn sambil tersenyum dan mengelus lembut rambut Echa.
"Kalian jaga diri baik-baik ya, hati-hati dijalan kalau ada apa-apa langsung telpon ibu ya, siapapun itu," ucap Roslyn.
"Siap Bu, Vivi bakal lapor 24 jam." ujar Ivy.
"Ibu pergi dulu, jangan pernah buka paksa apapun yang di kunci di sana," ucap Roslyn.
"Ibu udah pernah ke tempat itu?" tanya Echa.
"Belum tapi itu pesan ibu buat kalian semua," jawab Roslyn.
"Em iya Bu," ucap Echa. Roslyn hanya menganggukkan kepalanya sambil berlalu pergi.
......................
...Asalkan sopan dan tau tata krama semua pasti akan baik-baik aja....
...•Roslyn...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓳𝓭 𝓹𝓮𝓷𝓪𝓼𝓪𝓻𝓪𝓷 𝓪𝓹𝓪 𝓲𝓫𝓾 𝓷𝔂𝓪 𝓔𝓬𝓱𝓪 𝓽𝓱 𝓼𝓮𝓼𝓾𝓪𝓽𝓾 𝓼𝓸𝓪𝓵 𝓿𝓲𝓵𝓵𝓪 𝓲𝓽𝓾 𝔂𝓪🤔🤔🤔🤔🤔🤔
2022-09-30
0
Abdul Rozak
mantap.👍👍👍👍
2022-09-21
0
Winar hasan
kalo tau bhaya kenapa gk dcegah seh?dgnti tempat kan bisa....tp nti gk ada cerita ya heheeee
2022-07-14
1