CHAPTER {07}

Malam hari telah tiba tapi mereka semua masih belum sampai ke tempat tujuan.

"Kok gak nyampe-nyampe?" tanya Hanin yang merasa aneh.

"Jauh Nin," jawab Echa yang kini sedang duduk di kursi depan.

"Jauh si jauh tapi sampai hampir 10 jam gak nyampe," Ucap Hanin.

Sekarang sudah menunjukkan pukul 20.45 dan mereka berangkat pukul 12.30.

"Sabar dulu, udah mending Hanin tidur aja," ujar Echa.

"Mau tidur gimana? Jalannya aja kayak gini," ucap Ivy yang tiba-tiba berbicara. Memang jalannya agak banyak bebatuan.

"Terus Caca harus gimana? Jalannya emang udah gini kan?"tanya Echa yang merasa jengkel dengan keluhan teman-temannya itu.

"Iya juga sih, kenapa coba jalannya gak bagus kayak jalan tol? Kan Vivi bisa tidur nyenyak," jawab Ivy.

"Berisik." ucap Azka yang sedang memejamkan matanya.

"Kak, kok bisa tidur sih?" tanya Ivy pada Azka.

"Tinggal merem aja, nanti juga tidur sendiri," jawab Azka.

"Tapi jalannya gini, Vivi gak bisa tidur," ucap Ivy.

"Terus mau gimana jalannya? Emang jalan puncak gini kan? Mau di ubah kayak gimana? Meskipun di ubah harus butuh proses yang lama," ujar Azka yang merasa jengkel dengan Ivy.

"Terserah." ucap Ivy langsung memejamkan matanya.

Ckittt.. Dug

Mobil yang mereka tumpangi tiba-tiba berhenti, hingga kepala mereka terbentur ke depan, untung saja tidak sampai jatuh.

"Duh, apaan sih baru juga mau tidur." ucap Ivy yang merasa kesal.

"Kenapa Kak?" tanya Echa.

"Itu," jawab Bara sambil menatap ke arah depan.

Semua orang yang ada di mobil tersebut langsung melihat ke arah depan.

"Apa? Di depan cuman ada mobil Kak Vero kan?" tanya Ivy saat melihat ke arah depan.

"Bukan, coba liat ke atas," jawab Azka yang menyuruh Ivy untuk melihat ke atas mobil milik Vero.

Saat Echa dan yang lainnya menatap ke atas, dia melihat banyak sosok yang terbang sedang menghalangi jalannya.

"Terbang," ucap Nathan.

"Mereka gak apa-apa kan?" tanya Azka khawatir.

"Di sana ada Shiren sama Devan, semuanya pasti baik-baik aja," jawab Hanin.

"Kenapa harus ngehalangin jalan coba?" tanya Ivy.

"Mereka ngerasa ke ganggu karena cahaya dari mobil kita, jadi mereka ngehalangin jalan kita," jawab Echa yang masih menatap ke atas.

Banyak nya sosok yang terbang di atas mobil Alvero tidak membuat Echa takut, karena sosok itu tidak terlalu menakutkan berbeda dengan yang Echa temui hanya tangannya saja.

Drt.. Drt.. Drt..

Ponsel yang sedang Echa genggam itu bergetar menandakan ada seseorang yang menelponnya. Echa langsung mengangkat telpon itu.

...Ditelpon...

Halo Ren semuanya baik-baik aja kan?

Baik-baik aja Ca. Kalian baik-baik juga kan?

Disini ama Ren, kita harus gimana?

Jalan aja, tapi bisa gak lampu mobilnya jangan di nyalain?

Hah? Serius?

Iya serius, mereka cuman gak mau lampunya di nyalain, itu menganggu.

"Kakak bisa nyetir tanpa nyalain lampu mobilnya?" tanya Echa pada Bara.

"Bisa," jawab Bara.

"Bara mah semuanya bisa tanpa terkecuali," ucap Azka yang sedang memejamkan matanya.

Bisa Ren, kita lanjut aja jalannya.

Ya udah kita berangkat sekarang, hati-hati ya, kalau ada apa-apa bunyiin aja klaksonnya.

Iya Ren.

Tut.

Echa mematikan ponselnya dan menatap ke arah Bara.

"Ayo Kak," ajak Echa. Bara menganggukkan kepalanya sambil menjalankan mobilnya tanpa cahaya apapun.

Mereka semua hanya bisa berdoa di tengah gelapnya malam dengan mahluk tak kasat mata yang berseliweran kesana kemari.

...----------------...

Sekitar hampir 3 jam tanpa cahaya di jalan mereka telah sampai di tempat tujuan dengan selamat.

Echa dan Bara sudah turun duluan melihat Vila yang akan mereka tempati itu tanpa membangunkan teman-temannya yang sedang tertidur pulas, Vilanya terlihat terurus, bersih dan nyaman. Echa juga tidak melihat ada hal aneh saat pertama turun untuk melihat villa itu.

"Vilanya ada yang ngurus ya Ren?" tanya Echa.

"Iya ada tapi tetep aja kita harus beres-beres di kamar nya, yakin mau beres-beres malem gini?" tanya Shiren.

"Mending tidur dulu di mobil," jawab Bara.

"Iya, Caca juga ngerasa capek," ucap Echa.

"Ya udah kita tidur dulu di mobil, besok pagi baru beres-beres, siapa tau pengurus villa nya juga udah dateng," ujar Shiren.

Mereka semua menganggukkan kepalanya sambil berlalu pergi menuju mobilnya masing-masing untuk menjemput alam mimpinya dan mengistirahatkan tubuhnya dari perjalanan yang panjang tadi.

"Capek ya?" tanya Echa saat melihat Bara yang sedang memijit pelipisnya.

"Hm," gumam Bara yang sedang meminat pelipisnya itu.

"Sini biar Caca aja," ucap Echa yang kini sedang memijat pelipis Bara.

Sedangkan Bara hanya diam sambil menatap Echa yang sedang memijat pelipis nya itu.

"Jangan pergi lagi," ujar Bara dengan nada yang lirih.

"Iya," ucap Echa sambil tersenyum.

"Jangan lagi," ujar Bara yang kini sudah memejamkan matanya.

Cepet banget tidur nya. ucap Echa dalam hati saat melihat nafas teratur Bara.

Echa melepaskan tangannya itu sambil menatap ke arah Bara yang sedang tertidur pulas.

"Apapun yang terjadi kedepannya, Caca bakalan selalu ada di samping Kakak," ucap Echa sambil mengelus lembut rahang Bara.

Echa menyandarkan tubuhnya di kursi untuk segera tidur namun saat dia ingin memejamkan matanya, Echa melihat di salah satu ruangan ada sosok wanita cantik yang berdiri menatap ke arah mobil milik Shiren dengan pakaian balet yang sangat indah, tatapan yang terlihat banyak penyesalan dan kesedihan yang membuatnya susah pergi, seperti sosok itu sedang menunggu datangnya seseorang yang dia nantikan sejak lama.

"Balet?" tanya Echa saat melihat ke arah sosok itu. Echa mengucek matanya untuk melihat lebih jelas sosok wanita yang cantik itu. Namun, saat dia membuka matanya sosok itu sudah hilang dari pandangannya.

"Ah, mungkin Caca yang lagi capek ya? Jadi berasa ada yang orang," ucap Echa yang memejamkan matanya, tidak memperdulikan lagi tentang sosok berpakaian balet itu.

"Aku sudah menunggumu sejak lama, akhirnya kau datang menemui ku, ramalan itu ternyata benar, akan ada saatnya kau datang dan aku pergi, semoga kau masih bisa mengenali wajahku ini, dengan pakaian yang kau sukai," ucap sosok berpakaian balet yang sedang bersembunyi di balik gorden sambil meneteskan air matanya dan tersenyum bahagia.

......................

...Tanpa cahaya atau tidak, dengan penutup mata atau tanpa penutup mata, mengerikan atau tidak, jika kamu berada di sampingku semuanya akan baik-baik saja. ...

...•Bara Gatramana...

Terpopuler

Comments

Dtyas Aldric

Dtyas Aldric

sedikit tapi berbobot
ucapannya bara 🥳

2023-08-08

0

Lusy Rosyalina

Lusy Rosyalina

ivy lama2 ngeseln. ga lucu lagi thor...

2022-12-15

0

Nia Sulistyowati

Nia Sulistyowati

cieh bang bara kata" nya ngena banget

2022-10-20

1

lihat semua
Episodes
1 CHAPTER {01}
2 CHAPTER {02}
3 CHAPTER {03}
4 CHAPTER {04}
5 CHAPTER {05}
6 CHAPTER {06}
7 CHAPTER {07}
8 CHAPTER {08}
9 CHAPTER {09}
10 CHAPTER {10}
11 CHAPTER {11}
12 CHAPTER {12}
13 CHAPTER {13}
14 CHAPTER {14}
15 CHAPTER {15}
16 CHAPTER {16}
17 CHAPTER {17}
18 CHAPTER {18}
19 CHAPTER {19}
20 CHAPTER {20}
21 CHAPTER {21}
22 CHAPTER {22}
23 CHAPTER {23}
24 CHAPTER {24}
25 CHAPTER {25}
26 CHAPTER {26}
27 CHAPTER {27}
28 BINCANG-BINCANG AUTHOR 01
29 CHAPTER {28}
30 CHAPTER {29}
31 CHAPTER {30}
32 CHAPTER {31}
33 CHAPTER {32}
34 CHAPTER {33}
35 CHAPTER {34}
36 CHAPTER {35}
37 CHAPTER {36}
38 CHAPTER {37}
39 CHAPTER {38}
40 CHAPTER {39}
41 CHAPTER {40}
42 CHAPTER {41}
43 CHAPTER {42}
44 CHAPTER {43}
45 CHAPTER {44}
46 CHAPTER {45}
47 CHAPTER {46}
48 CHAPTER {47}
49 BINCANG-BINCANG AUTHOR [02]
50 CHAPTER {48}
51 CHAPTER {49}
52 CHAPTER {50}
53 VISUAL [1]
54 CHAPTER {51}
55 CHAPTER {52}
56 CHAPTER {53}
57 CHAPTER {54}
58 CHAPTER {55}
59 CHAPTER [56]
60 CHAPTER {57}
61 CHAPTER {58}
62 CHAPTER {59}
63 CHAPTER {60}
64 CHAPTER {61}
65 CHAPTER {62}
66 CHAPTER {63}
67 CHAPTER {64}
68 CHAPTER {65}
69 CHAPTER {66}
70 CHAPTER {67}
71 Pengumuman.
72 CHAPTER {68}
73 CHAPTER {69}
74 CHAPTER {70}
75 CHAPTER {71}
76 CHAPTER {72}
77 CHAPTER {73}
78 CHAPTER {74}
79 CHAPTER {75}
80 CHAPTER {76}
81 CHAPTER {77}
82 BINCANG-BINCANG AUTHOR [03]
83 CHAPTER {78}
84 CHAPTER {79}
85 CHAPTER {80}
86 CHAPTER {81}
87 CHAPTER {82}
88 CHAPTER {83}
89 CHAPTER {84}
90 CHAPTER {85}
91 CHAPTER {86}
92 CHAPTER {87}
93 CHAPTER {88}
94 CHAPTER {89}
95 CHAPTER {90}
96 CHAPTER {91}
97 CHAPTER {92}
98 CHAPTER {93}
99 CHAPTER {94}
100 CHAPTER {95}
101 CHAPTER {96}
102 CHAPTER {97}
103 CHAPTER {98}
104 CHAPTER {99}
105 CHAPTER {100}
106 CHAPTER {101}
107 CHAPTER {102}
108 CHAPTER {103}
109 CHAPTER {104}
110 CHAPTER {105}
111 CHAPTER {106}
112 CHAPTER {107}
113 CHAPTER {108}
114 CHAPTER {109}
115 CHAPTER {110}
116 CHAPTER {111}
117 CHAPTER {112} Bersambung
Episodes

Updated 117 Episodes

1
CHAPTER {01}
2
CHAPTER {02}
3
CHAPTER {03}
4
CHAPTER {04}
5
CHAPTER {05}
6
CHAPTER {06}
7
CHAPTER {07}
8
CHAPTER {08}
9
CHAPTER {09}
10
CHAPTER {10}
11
CHAPTER {11}
12
CHAPTER {12}
13
CHAPTER {13}
14
CHAPTER {14}
15
CHAPTER {15}
16
CHAPTER {16}
17
CHAPTER {17}
18
CHAPTER {18}
19
CHAPTER {19}
20
CHAPTER {20}
21
CHAPTER {21}
22
CHAPTER {22}
23
CHAPTER {23}
24
CHAPTER {24}
25
CHAPTER {25}
26
CHAPTER {26}
27
CHAPTER {27}
28
BINCANG-BINCANG AUTHOR 01
29
CHAPTER {28}
30
CHAPTER {29}
31
CHAPTER {30}
32
CHAPTER {31}
33
CHAPTER {32}
34
CHAPTER {33}
35
CHAPTER {34}
36
CHAPTER {35}
37
CHAPTER {36}
38
CHAPTER {37}
39
CHAPTER {38}
40
CHAPTER {39}
41
CHAPTER {40}
42
CHAPTER {41}
43
CHAPTER {42}
44
CHAPTER {43}
45
CHAPTER {44}
46
CHAPTER {45}
47
CHAPTER {46}
48
CHAPTER {47}
49
BINCANG-BINCANG AUTHOR [02]
50
CHAPTER {48}
51
CHAPTER {49}
52
CHAPTER {50}
53
VISUAL [1]
54
CHAPTER {51}
55
CHAPTER {52}
56
CHAPTER {53}
57
CHAPTER {54}
58
CHAPTER {55}
59
CHAPTER [56]
60
CHAPTER {57}
61
CHAPTER {58}
62
CHAPTER {59}
63
CHAPTER {60}
64
CHAPTER {61}
65
CHAPTER {62}
66
CHAPTER {63}
67
CHAPTER {64}
68
CHAPTER {65}
69
CHAPTER {66}
70
CHAPTER {67}
71
Pengumuman.
72
CHAPTER {68}
73
CHAPTER {69}
74
CHAPTER {70}
75
CHAPTER {71}
76
CHAPTER {72}
77
CHAPTER {73}
78
CHAPTER {74}
79
CHAPTER {75}
80
CHAPTER {76}
81
CHAPTER {77}
82
BINCANG-BINCANG AUTHOR [03]
83
CHAPTER {78}
84
CHAPTER {79}
85
CHAPTER {80}
86
CHAPTER {81}
87
CHAPTER {82}
88
CHAPTER {83}
89
CHAPTER {84}
90
CHAPTER {85}
91
CHAPTER {86}
92
CHAPTER {87}
93
CHAPTER {88}
94
CHAPTER {89}
95
CHAPTER {90}
96
CHAPTER {91}
97
CHAPTER {92}
98
CHAPTER {93}
99
CHAPTER {94}
100
CHAPTER {95}
101
CHAPTER {96}
102
CHAPTER {97}
103
CHAPTER {98}
104
CHAPTER {99}
105
CHAPTER {100}
106
CHAPTER {101}
107
CHAPTER {102}
108
CHAPTER {103}
109
CHAPTER {104}
110
CHAPTER {105}
111
CHAPTER {106}
112
CHAPTER {107}
113
CHAPTER {108}
114
CHAPTER {109}
115
CHAPTER {110}
116
CHAPTER {111}
117
CHAPTER {112} Bersambung

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!