Matahari sudah menyingsing sangat tinggi, cahayanya membias masuk melalui tirai tipis yang tidak tertutup rapat, dan menyinari sebagian ruangan. Dimana seorang wanita yang telah resmi menjadi seorang istri tidur seorang diri di kamarnya. Mengerjapkan kedua mata berulang kali, Angela terkejut saat mendapati dirinya tertidur saat semalaman penuh berpikir keras apa yang akan di lakukan Zayn padanya saat mereka telah resmi menikah.
Angela menghela napas lega. Yang di khawatirkan pun tidak terjadi, ia sempat khawatir malam itu harus menyerahkan dirinya seutuhnya pada pria yang belum ia cintai. Terlebih lagi, Zyan pun tidak memiliki perasaan padanya.
"Ck lihatlah, dia tidak tertarik denganku. Bahkan tadi malam dia tidak mengganggu ku dan malah pergi entah kemana." Seraya menggerutu kesal, Angela beranjak dari ranjang dan melangkah menuju kamar mandi.
Tidak! Seharusnya ia merasa senang, bukan? Di saat sepasang suami istri seharusnya melakukan malam pertama namun tidak dengan pasangan Zayn dan Angela. Mereka bahkan tidak tidur dalam ruangan yang sama. Zayn justru pergi meninggalkan Angela dengan sejuta pertanyaan di dalam pikiran wanita itu.
Angela keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk kimono. Rambutnya yang basah itu ia biarkan terurai dan tangan kirinya sibuk mengeringkan rambut dengan handuk kecil. Rasa segar menyelimutinya, Angela hendak membuka handuk kimono namun dirinya terkesiap saat mendapati Zayn tengah mengamatinya di dekat jendela, mengamati apa yang akan dilakukan wanita itu selanjutnya.
Zayn masih tak bergeming, menatap ke arah Angela dengan seringai kecil. Bahu tegapnya dibiarkan bersandar pada dinding, dengan tangan yang bersedekap.
"A-apa yang kau lakukan disini?" Wajah Angela berubah panik, ia membenarkan handuk kimono yang membalut tubuhnya itu.
Zayn masih tetap diam sembari mengamati setiap inci tubuh wanita yang sudah menjadi istrinya. Zayn berjalan mendekat, dan langkahnya terhenti saat sudah berada di hadapan Angela.
"Kewaspadaan mu sangat kurang. Bagaimana jika yang masuk adalah orang lain saat kau tidak berpakaian?"
Kedua mata Angela berkedip berulang kali saat mendengar perkataan Zayn. "Tidak mungkin ada yang berani masuk ke dalam kamarku. Kecuali kau!" cetus Angela dengan sinis.
Angela berjalan menuju lemari. Membuka lemari itu dan meraih pakaian yang ia jangkau pertama kali. Setidaknya ia harus berpakaian lebih dulu. Rasanya ia seperti bertelanjang, walaupun tubuhnya terbalut handuk kimono.
"Aku akan memakai pakaian dulu!" Angela melewati Zayn begitu saja. Sejujurnya ia tengah gugup berada di ruangan yang sama dengan seorang pria.
Langkahnya terhenti karena Zayn menahan lengannya. Berjalan lebih mendekat, bersamaan dengan Angela yang justru memundurkan langkahnya saat Zayn semakin mendekat kepadanya.
Angela harus pasrah karena punggungngnya sudah berbenturan dengan dinding sehingga ia tidak dapat memundurkan langkahnya lagi. Zayn yang melihat itu pun tersenyum tipis dengan menatap dalam, membuat wajah Angela menjadi pucat seketika.
"A-apa yang ingin kau lakukan?" Angela menyilangkan kedua tangan, menutupi bagian atas tubuhnya. Ia bahkan tak mempedulikan pakaian yang tadi diraihnya jatuh begitu saja.
"Apa yang ingin aku lakukan?" ulangnya. Terasa lucu dengan pertanyaan wanita di hadapannya itu. "Menurutmu apa yang seharusnya seorang suami lakukan pada istrinya?" Zayn berucap dengan tersenyum penuh arti. Tatapan serta pergerakannya mengunci tubuh Angela sehingga wanita itu tidak dapat lolos dengan mudah.
"Ja-jangan macam-macam!" Sorot mata Angela penuh peringatan pada Zayn.
Namun hal itu justru membuat Zyan semakin tertarik dan mendekatkan wajahnya di telinga Angela. "Bagaimana kalau kita melakukannya sekarang? Karena tadi malam kita tidak sempat melakukannya."
Mendengar perkataan Zayn yang vulgar itu membuat wajah Angela merah padam. Aliran darahnya berdesir saat hembusan napas Zayn menyapu lehernya yang tidak tertutupi oleh rambutnya.
Zayn menarik salah satu sudut bibirnya saat melihat rona merah di wajah Angela. Menatap dalam wanita itu dan tak membiarkan tatapan wanita itu lolos begitu saja.
"Me-menjauhlah dariku!" Tubuh Angela bergetar karena takut. Meskipun mereka sudah menikah tapi Angela belum siap jika pria itu menyerangnya tiba-tiba.
Angela menundukkan pandangannya saat tatapan Zayn tak menyurut. Tatapan pria itu justru penuh makna, tangan besar itu pun menarik pinggul Angela ke dalam dekapannya.
"Memangnya apa yang sedang kau pikirkan?" ucap Zayn. Sebelum kemudian melepaskan tangannya yang melingkar di pinggul Angela.
Zayn tergelak seraya berangsur menjauh dari tubuh Angela. "Kau tenang saja, aku tidak akan menyentuhmu!" sambungnya kemudian dengan terkekeh kecil.
Jawaban Zayn seketika membuat Angela menghembuskan napas lega. Setidaknya saat ini dirinya masih merasa aman karena Zyan tidak akan menyerangnya. Ia menjadi sedikit paham bahwa pria itu bukan pria yang mudah menyentuh seorang wanita hanya karena nafsu.
"Lalu untuk apa kau datang ke kamarku?" tanya Angela menuntut jawaban.
"Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu. Cepat pakai pakaian mu atau aku akan berubah pikiran dengan menerkam mu saat ini juga!"
Saat mendengar ucapan Zayn. Angela terkesiap, wajahnya berubah menjadi panik dan ketakutan. "Tidak! Aku akan memakai pakaianku." Berlari kecil dan mengambil pakaiannya yang terjatuh di lantai itu. Tanpa menoleh ke arah Zayn, Angela langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Zayn menarik kedua sudut bibirnya. "Benar-benar wanita yang menarik. Aku akan membiarkan mu kali ini tapi tidak lain kali!"
Zayn meninggalkan kamar Angela. Dan berjalan menuruni tangga. Seulas senyum tipis masih melekat di sudut bibirnya, sehingga Roy yang berpapasan dengannya dapat melihat hal itu.
"Apa ada sesuatu yang menarik?"
"Tidak ada!" jawab Zayn cepat. Melewati Roy begitu saja dan berjalan menuju ruang makan.
"Benarkah?" tanya Roy tak percaya. Menyusul Zayn mendudukkan tubuhnya di kursi makan.
"Jangan banyak bertanya!" ucap Zayn kesal.
Roy menjadi terkekeh melihat kekesalan Zayn. "Baiklah!"
Bersamaan dengan itu, Angela pun baru saja turun dan bergabung dengan mereka. Wanita itu langsung duduk, mengabaikan tatapan Zayn.
Tatapan mata Zyan itulah yang sejak tadi mengganggu pikirannya. Sikap pria itu benar-benar tidak dapat ditebak dengan mudah.
Zayn, Angela dan Roy melalukan sarapan mereka dengan tenang. Tak ada percakapan untuk mengisi kesenyapan di ruangan itu. Roy hanya mengedikkan bahu, ia tidak mau tahu dengan pasangan yang baru menikah itu. Benar-benar tidak ada cinta dan kehangatan di antara mereka.
"Aku sudah selesai." Zayn lebih dulu menyelesaikan makannya, dan beranjak berdiri. "Selesaikan sarapanmu! Aku menunggumu di ruangan ku!" ucapnya pada Angela.
Kedua ekor mata Angela melirik pria yang baru meninggalkan meja makan itu seraya berdecak kesal. "Apa tidak bisa dia menyebut namaku sekali saja? Lihat saja, aku akan membuatmu lama menunggu ku!" Angela meneguk habis air mineral. Wanita itu beranjak berdiri. Meskipun kesal, ia tetap menyusul Zayn.
Roy dibuat geleng-geleng kepala melihat tingkah Zayn dan Angela. Benar-benar pasangan yang cocok, batinnya.
Haha Angel, kau benar-benar lucu. Kemana keberanian mu tadi, saat kau mengatakan ingin membuatnya lama menunggu!
Angela yang sudah berada di depan pintu ruangan Zayn, mendadak ragu untuk masuk ke dalam. Ia khawatir pria itu akan melakukan sesuatu padanya lebih dari yang tadi Zayn lakukan di kamarnya.
Punggung jari tangannya mengetuk pintu berulang kali. Saat mendengar Zayn menyahutinya dari dalam, ia segera membuka pintu. Angela menyembulkan kepalanya lebih dulu, dilihatnya punggung tegap Zayn yang membelakangi dirinya.
Angela tercengang selama beberapa saat, karena ruangan itu penuh dengan berbagai minuman. Apa pria ini sangat kuat minum?
Mengabaikan apa yang dilihatnya, Angela berjalan mendekat ke arah Zayn. "Apa yang ingin kau bicarakan dengan ku?"
Zayn yang sudah menyadari keberadaan Angela sejak tadi, segera meletakkan sebuah kotak di meja. Kedua alis Angela saling berpautan karena bingung, pandangannya tertuju pada kotak yang baru saja di letakan oleh Zayn.
"Untuk apa kotak itu?" tanyanya.
"Jangan banyak bertanya. Kau buka saja!"
Angela mengangguk. Ia menerka-nerka apa isi kotak itu. Kedua tangannya membuka kota tersebut dengan perlahan, dan kedua matanya membelalak tak percaya karena isi dari kotak itu adalah barang-barangnya saat sebelum Zayn menculik dirinya.
"Ini semua adalah barang-barang ku. Apa kau benar-benar mengembalikannya padaku?" seru Angela. Sejujurnya ia sangat senang, akhirnya ia dapat menggunakan ponselnya kembali.
"Aku tidak mengembalikannya begitu saja!" Zayn berjalan melewati Angela. Mendaratkan tubuhnya di kursi single.
"Maksudmu?" Angela gagal mencerna apa yang diucapkan oleh Zayn.
Zyan berdecak. Menyilangkan pergelangan kakinya dengan angkuh. "Aku membiarkan mu keluar, tapi hanya untuk pergi mengurus perusahaan. Setelah itu, kau harus kembali ke mansion."
"Ke-kenapa seperti itu? Aku pikir kau sudah memberiku kebebasan setelah pernikahan kita?"
Salah satu alis Zayn terangkat, tangan kanan menumpu pipi kanannya dengan menatap Angela dengan tajam. "Benarkah? tapi sayangnya kau sedang bermimpi. Aku ingatkan, saat ini statusmu adalah sebagai istriku dan tawanan di mansion ini! Kalau ayahmu yang kau banggakan itu bisa membayar semua hutang-hutangnya, maka aku akan membiarkan mu bebas!"
"Kau-" Ucapan Angela hanya tercekat di kerongkongan. Entah kenapa ia tidak bisa membantah ataupun melawan pria di hadapannya itu.
"Bersyukurlah karena aku masih mengizinkan mu mengurus perusahaan keluarga mu. Kau harus bekerja dengan baik karena aku sudah berinvestasi sangat besar disana!" ucap Zayn tanpa ingin dibantah.
"Ck, jadi karena itu, kau mengizinkan aku untuk mengurus perusahaan. Kau benar-benar tidak ingin uang mu terbuang dengan percuma!"
Mendengar perkataan Angela, Zayn beranjak berdiri, tatapannya kian menajam membuat Angela bergidik ketakutan. Zayn Mendekatkan wajahnya pada wajah Angela. "Memang apa yang kau harapkan dariku? Bersikap baik padamu dan memberikan mu kebebasan?"
Pandangan Angela saling bertemu dengan tatapan Zyan yang memancarkan aura mengerikan, tubuh wanita itu seketika kaku dan sulit untuk digerakkan. Angela dapat melihat aura mengerikan itu namun terselip aura kesedihan di kedua manik mata Zayn.
Siapa sebenarnya pria di hadapanku ini. Dia terlihat menyeramkan tapi dalam waktu bersamaan dia terlihat sangat menyedihkan?
"Ba-baik. Aku akan melakukan yang terbaik." Tidak ada pilihan lain, Angela hanya mampu mengiyakan perkataan Zayn. Menolak dan membantah pun tidak ada gunanya. Wanita itu memasang senyumnya walaupun senyum yang terlihat sangat dipaksakan.
Di saat yang bersamaan, ruangan terbuka dan menampakkan Roy masuk ke dalam ruangan. Dengan tergesa-gesa, Roy berjalan mendekat dan seperti tengah berbisik pada Zayn.
"Aku akan mengurusnya!" sahut Zayn.
Setelah membisikkan sesuatu, Roy pun keluar dari ruangan. Mengabaikan Angela yang masih berada di ruangannya, Zayn pun berjalan keluar mengikuti Roy menuju pelataran mansion.
"Jangan membunuhnya!" Zayn yang baru saja keluar dari mansion, menghentikan beberapa anak buahnya yang akan menembak kepala seorang pria yang sudah babak belur.
"Tapi master, dia penyusup dan memata-matai kita!" ucap salah satu dari anak buahnya.
"Jangan di bunuh! Kita masih perlu informasi darinya. Bawa saja dia ke markas! Biarkan Jeff yang menyiksa sampai dia mengaku!" perintah Zayn dingin.
"Baik master!"
Beberapa dari mereka menyeret paksa pria itu dan memasukkannya ke dalam mobil untuk di bawa ke markas.
Angela yang begitu penasaran, memberanikan diri mengikuti Roy dan Zayn menuju halaman. Kedua matanya dibuat terkejut dengan apa yang baru saja dilihatnya. Sebenarnya dirinya menikah dengan pria yang seperti apa? Pertanyaaan itu sudah mengganggu pikirannya sejak ia baru tiba di mansion. Sebelum ketahuan oleh Zayn bahwa dirinya tengah mengintip, ia harus kembali ke kamarnya.
.
.
BERSAMBUNG
.
.
Yang penasaran kapan Bang Zayn bucin, nanti ya. Bang Zayn bucinnya beda dari Baba Xavier, dia rada2 somplak dan galak soalnya hehe 🤭
Pokoknya dukung terus Bang Zayn ya... Like, komentar dan vote kalau berkenan.. terima kasih banyak 🤗
Jangan lupa bahagia 💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 151 Episodes
Comments
jen
nanti cemburu klo Sam menemui Angel hahaha
2024-09-16
0
꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ❦꧂
mungkin saat ini Angela masih jadi tawanan di Mansion mu zain tapi suatu saat diaa kan menjadikan tawanan di hati mu itu
2022-06-27
1
꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ❦꧂
wuah master sudah mulai tertarik sama angela nih ya jangan sampe mereka melakukan hal itu tanpa ada rasa cinta di antara mereka ya thor
2022-06-27
0