Suara seseorang yang berdiri dibelakangnya membuat Angela terlonjak kaget.
"Astaga! Sejak kapan kau berada di belakang ku?"
Pria yang sejak tadi tidak sengaja menguping percakapan Angela adalah Zayn. Ia tak langsung menjawabnya. Pria itu justru menatap Angela dengan menyipitkan kedua matanya penuh selidik.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku. Siapa yang menelepon mu? Aku mendengar kau memanggilnya Elle?"
Kening Angela berkerut. "Untuk apa kau mengetahuinya?" Ia begitu enggan menjawab pertanyaan Zayn. Untuk apa pria itu menanyakannya? Tidak semua hal harus diketahui olehnya.
"Aku akan bertanya lagi untuk yang terakhir kalinya. Dan kau akan tau apa akibatnya kalau berani membantah ku!" Suara datar Zyan penuh dengan ancaman sehingga membuat Angela dibuat kesal.
Cih, dia selalu saja mengancam ku!
"Katakan! Siapa yang menelepon mu?" katanya penuh desakan.
"Dia teman baikku yang bernama Elle," jawab Angela dengan terpaksa.
"Apa yang kau maksud adalah Elleana istri dari Xavier Alexander Romanov?" tanyanya kembali memastikan dengan tatapan tajam yang tak menyurut.
"Benar. Apa kau juga mengenalnya?" Angela balik bertanya pada Zayn. Ia begitu penasaran kenapa Zayn begitu tertarik mendengar nama teman baiknya itu.
Angela menunggu jawaban atas pertanyaannya namun selama beberapa saat Zayn tetap tidak ingin menjawabnya.
"Huft!" Angela menghela napas karena tidak memerlukan jawaban dari Zayn. "Baiklah, kau tidak perlu menjawabnya. Aku hanya ingin mengatakan bahwa teman baik ku itu akan mengadakan pesta Anniversary yang ke 7 tahun. Dia memintaku untuk datang. Bisakah kau membiarkan ku pergi?" Sorot mata Angela memohon penuh.
"Akan aku pikirkan!" Zayn berlalu pergi setelah memberikan jawaban yang kurang memuaskan untuk Angela.
"Hei tunggu. Aku belum selesai bicara!" Angela mencebikan bibirnya karena kesal. Dirinya belum mendapatkan jawaban yang memuaskan.
Suara dering singkat yang berasal dari ponselnya menyentakkan dirinya. Melihat di layar ponsel terdapat satu pesan masuk. Ibu jari tangan Angela membuka pesan itu dengan cepat.
From: Elle
Lusa adalah hari pesta Anniversary ku. Dan besok aku sudah berada di Los Angeles. Aku akan segera mengirimkan alamatnya.
"Astaga, aku harus membalas apa? Apa aku bilang saja kalau aku tidak bisa datang?" gumamnya bingung. Jari tangan Angela membalas singkat pesan itu. Ia memberikan jawaban 'Aku pasti akan datang'. Sebelum kemudian, pesan itu terkirim. Nanti saja ia akan memberikan pesan kembali jika pada akhirnya Zyan tidak membiarkan dirinya pergi, pikirnya.
***
Roy mengamati Zyan yang duduk di hadapannya dengan terdiam mematung. Bahkan minuman yang sejak tadi tersedia di atas meja belum ia sentuh sedikitpun.
"Ada apa denganmu?" tanya Roy. Sejak tadi memperhatikan Zayn yang seperti tengah memikirkan sesuatu.
"Entahlah. Mungkin kau juga akan terkejut setelah mendengarnya." Menjawabnya datar seraya mengedikkan bahu.
Roy mengernyitkan dahi, merasa aneh dengan perkataan Zayn. "Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?"
Zayn terdiam sesaat. Ia menyadarkan punggung pada sandaran sofa. Menengadah kepalanya, menatap langit-langit tempat favorit dirinya menyendiri itu. Sembari menunggu apa yang hendak diucapkan oleh Zayn, Roy kembali meneguk minumannya.
"Ternyata Angel dan Elle berteman baik," ujar Zayn masih dengan posisinya itu.
Saat mendengar keterangan Zayn, sontak saja membuat Roy tersedak akan meminumnya. Sisa-sisa minuman yang sudah terlanjur masuk ke dalam mulutnya menjadi tercekat di kerongkongan. "Apa yang kau katakan adalah sebuah lelucon?"
"Aku harap seperti itu tapi sayangnya itu adalah benar." Zayn tersenyum masam sembari membenarkan posisinya. Meraih minumannya yang sudah sejak tadi diabaikan olehnya.
"Aku tidak sengaja mendengarnya saat dia menerima telepon dan memanggilnya Elle," katanya kemudian. Nama Elle terdengar jelas di ucapkan oleh wanita itu dan benar saja saat dirinya membuktikan dengan menanyakannya langsung pada Angela.
"Sepertinya dunia ini benar-benar kecil." Roy berucap seraya terkekeh. Cukup terkejut mendengar kabar hal itu. Sebelum kemudian menatap penuh kecurigaan pada Zayn.
"Ck, jangan menatapku seperti itu. Aku tidak mengetahuinya kalau mereka berteman!" Zayn yang paham apa yang di pikirkan Roy pun langsung menyanggahnya.
"Haha kau bisa membaca apa yang aku pikirkan, Zayn. Ku pikir kau sengaja menikahinya karena dia berteman dengan Elle," tutur Roy. Ia begitu lucu melihat reaksi Zyan karena mencurigainya.
"Justru kalau aku tau mereka berteman, aku tidak akan menikahinya!" Zayn kembali meneguk minumannya dengan kasar.
"Jadi kalau kau mengetahuinya, kau tidak akan memaksanya menikah denganmu dan melepaskannya begitu saja?" Roy memperjelas ucapan Zayn. Ia ingin tau perasaan Zayn setelah mengetahui bahwa wanita yang telah menjadi istrinya itu berteman baik dengan wanita yang selama ini memiliki arti yang penting di hatinya.
"Jangan menanyakan sesuatu yang aku sendiri tidak akan bisa menjawabnya, Roy!" sahutnya datar. Bagaimana Roy bisa bertanya seperti itu, sedangkan ia sendiri tidak tau akan melakukan apa kalau saat itu ia sudah mengetahuinya dari awal.
"Sudahlah. Jangan di pikirkan. Bukankah seharusnya kau memberinya izin untuknya menghadiri pesta Anniversary Nona Elleana dan suaminya?" Perkataan Roy mengingatkan dirinya akan perkataan Angela yang meminta izin padanyaa agar dibiarkan pergi menghadiri pesta tersebut.
"Ya, kau benar. Ternyata otak udang mu itu masih berfungsi dengan baik," ucap Zayn penuh ejekan pada Roy.
"Ya, terima kasih atas pujiannya," jawab Roy seraya meneguk minumannya hingga kandas.
***
Angela bergulat dengan pikirannya di dalam kamar. Saat mendapatkan kembali balasan dari Elleana, ia belum membalasnya kembali. Karena isi pesan itu ingin dirinya agar datang. Jika tidak, maka Elleana sendirilah yang akan menjemput dirinya. Angela berulang kali membaca pesan itu namun ia belum menemukan kembali jawaban apa yang tepat. Sejujurnya ia rindu sekali dengan Elleana, terakhir mereka bertemu pada saat acara kelahiran baby Austin, dan hingga kini usia Austin sudah menginjak 3 tahun, mereka belum saling bertemu kembali.
Karena Elleana telah mengundangnya secara khusus, ia tidak ingin membuatnya kecewa. Terlebih lagi, Xavier telah banyak membantunya di masa lalu. Akan sangat canggung pada saat mereka berada di Los Angeles, ia tidak dapat menyapa pasangan suami istri itu.
"Ah menyebalkan! Aku akan berbicara lagi dengannya sampai dia mengizinkan ku pergi menghadiri pesta Anniversary Elle dan Vier," ucapnya yang penuh keyakinan. Apapun yang akan dikatakan pria itu, ia akan menebalkan wajah, atau menulikan pendengaran jika pria itu berteriak padanya, bahkan ia akan memasang wajah penuh permohonan agar diizinkan pergi.
"Sepertinya aku sudah terlalu lama berada di dalam kamar. Aku akan mencari udara segar untuk menjernihkan pikiran ku." Beranjak dari ranjang, Angela meninggalkan ponsel di kamarnya. Ia keluar dari kamar menuju halaman. Setidaknya ia ingin mencari udara segar. Berdiam diri terus di dalam kamar membuat kebosanan menyergap dirinya.
Angela menuruni anak tangga terakhir, menghentikan langkahnya sesaat, ketika melihat pintu ruangan yang menjadi tempat favorit Zayn hanya tertutup sebagian. Ia sudah sedikit paham tentang kebiasaan Zayn, pria itu sering menghabiskan waktu di dalam ruangan yang menurut dirinya sangat unik dengan rak-rak besar yang menyimpan berbagai minuman disana. Atau pria itu akan pergi entah kemana selama seharian penuh dan akan kembali pada malam hari atau dini hari.
Memandang cukup lama ruangan itu, menerawang tanda-tanda seseorang berada di dalam sana atau tidak. Karena setau dirinya, sejak tadi Zayn belum keluar dari ruangan itu. Tiba-tiba saja Angela membuang pandangannya saat melihat sosok bertubuh tegap yang tak lain ialah Zayn keluar dari ruangan tersebut.
"Ck, kenapa aku memalingkan wajahku!" batin Angela.
Zayn menyipitkan kedua mata saat melihat Angela yang berdiri di anak tangga terakhir. "Sedang apa kau?" tegurnya datar.
Menoleh detik itu juga saat mendengar suara Zayn. "Oh, ternyata kau! Aku hanya ingin mencari udara segar di halaman." Angela berpura-pura terkejut saat melihat pria itu. Padahal yang sebenarnya, sejak tadi ia sudah berdiri disana dan tengah mengamati Zayn yang berada di dalam ruangan.
Kening Zayn berkerut, merasa ada yang aneh dengan sikap Angela. "Apa ada yang ingin kau bicarakan dengan ku?"
Percuma saja ia mengelaknya karena apa yang tengah ia pikirkan dapat diterawang oleh Zayn. "Hm itu...." Karena ragu untuk menanyakannya, Angela menggaruk keningnya yang tidak gatal.
Zayn menghela napas malas. "Aku tau apa yang ingin kau bicarakan. Aku akan mengizinkan mu pergi menghadiri pesta Elle dan Xavier."
Kedua mata Angela membulat karena senang. "Benarkah?" serunya tak percaya.
"Ya, karena itu cepat kembali ke kamarmu sebelum aku berubah pikiran!" tekannya.
"Baiklah baiklah, Tuan Zayn yang terhormat. Terima kasih banyak."
Zayn mengabaikan ucapan Angela yang penuh sanjungan itu. Ia berlalu menuju pintu keluar mansion dan berjalan menuju pelataran. Ia akan pergi ke markas bersama Roy, dan Roy sudah menunggunya di luar sejak tadi.
Saat tangannya hendak mencapai handle pintu mobil, ponselnya yang berdering itu menghentikan pergerakan tangannya. Ia meraih ponselnya yang berada di dalam saku celana.
"Ada apa Jeff?" jawabnya saat sudah mengangkat panggilan dari Jeff.
"Dia sudah mati, Master!"
Zayn berdecak. "Ternyata dia lebih memilih mati dari pada memberitahu siapa yang menyuruhnya."
Setelah mengatakan hal itu, Zayn memutuskan sambungan teleponnya. Roy yang sudah mendengar percakapan mereka tak bertanya apapun.
"Aku menghargai setiap orang yang setia dengan tuannya," ucap Zayn tiba-tiba.
"Kalau begitu kita harus menaburkan seribu bunga untuknya." Perkataan Roy membuat mereka terkekeh. Sebelum kemudian masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan mansion menuju markas.
.
.
.
BERSAMBUNG
.
.
Terima kasih yang masih setia sama bang Zayn. Jangan lupa dukungannya. Like, follow, komentar. Dan vote kalau berkenan 🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 151 Episodes
Comments
Ruk Mini
duh..bank ze...
2023-05-24
0
Jacklin Clarisa morgana
antoni itu yg nyuru tw sam
2023-02-20
0
꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ❦꧂
terlalu cool bang zayn nya jadi angel saat di tatap aja udah takut
dunia memang kecil bang nanti dirimu akan selalu bertemu sama elle jika angel ada acara dengan elle
2022-06-27
0