Angela berada di salah satu restauran terkenal di pusat Kota Los Angeles, Barton G Restauran. Wanita itu terlihat tengah berdiri di depan meja resepsionis seraya menunggu Samuel. Ya, mereka akan makan siang bersama. Lebih tepatnya, Angela menghubungi Samuel untuk membicarakan masalah perjodohan dirinya dengan pria itu.
Wanita itu menjadi pusat perhatian para pengunjung lainnya, baik pria maupun wanita, karena paras Angela yang sangat cantik. Angela hanya menebar senyum kala banyak mata yang memandang ke arahnya.
"Apa kau sudah lama menunggu ku?"
Angela menoleh saat mendengar suara seorang pria yang ia kenal dan pria itu tak lain ialah Samuel.
"Tidak. Aku baru 10 menit yang lalu menunggu."
Samuel mengangguk. "Baiklah, ayo kita masuk. Aku sudah pesankan tempat untuk kita."
Samuel merangkul pundak Angela, berjalan menuju ruangan Privat Room, karena Samuel tidak ingin acara makan mereka terganggu oleh pengunjung lain.
Para pengunjung yang sebelumnya memperhatikan Angela, kini semakin menatap takjub karena seorang pria yang bersamanya. Angela tak menepis tangan besar yang tengah merangkul pundaknya, justru ia hanya menggeleng karena Samuel yang tidak suka banyak berbicara bahkan terkesan dingin menjadi lebih banyak melakukan kontak fisik padanya.
Samuel menyiapkan kursi untuk Angela dan mempersiapkan wanita itu untuk duduk lebih dulu. "Terima kasih," ucap Angela.
Samuel mengangguk disertai senyuman, sebelum kemudian ia pun mendaratkan tubuhnya di kursi.
Tak berselang lama, seorang pelayan wanita datang menghampiri mereka. Keduanya memesan menu favorit mereka. Samuel memesankan menu kesukaan Angela. Pun sebaliknya, Angela yang sudah paham betul apa yang disukai Samuel memilih makanan kesukaan pria itu. Pelayan wanita mengulangi pesanan Angela dan Samuel, mengangguk paham dan segera berlalu dari Private Room.
"Baiklah, sekarang katakan, apa yang ingin kau bicarakan denganku?" Samuel langsung melayangkan pertanyaan dengan tatapan tajam khas pria itu.
Angela tersenyum tipis. Keyakinannya yang akan memberitahukan perihal perjodohan mereka, membuatnya mendadak menjadi ragu, ia tentunya tidak ingin Samuel kecewa. Melihat dari gerak-gerik pria itu, Angela dapat menangkap jelas jika temannya memiliki perasaan terhadap dirinya.
Angela menarik napas panjang lalu membuangnya. Menyandarkan punggung pada sandaran kursi. "Ini tentang perjodohan kita."
Ucapan Angela membuat kedua alis Samuel terangkat. "Ada apa dengan perjodohan kita?" tanyanya penuh tanda tanya.
"Maaf Sam, aku menolaknya."
Meskipun Samuel cukup terkejut dengan ucapan Angela, namun dirinya masih dapat bersikap tenang. "Katakan alasannya, kenapa kau menolak perjodohan kita?" Samuel menatap dalam ke arah Angela. Angela dapat merasakan tatapan Samuel yang seperti dapat menghunuskan jantungnya.
"Apa kau sudah memiliki seseorang yang kau cintai?" imbuhnya kemudian.
Angela menggeleng dengan cepat bersamaan dengan tangannya yang mengayun sebagai tanda tidak membenarkan ucapan Samuel. "Tidak. Bukan seperti itu."
"Lalu?" Tatapan Samuel mendesak penuh, agar Angela dapat menjelaskan lebih detail alasan menolak perjodohan mereka.
"Karena aku tidak memiliki perasaan apapun padamu. Aku takut akan mengecewakan dirimu nantinya," ucap Angela dengan lantang. Tatapan matanya menggebu.
Samuel mengulas senyum tipis saat mendapati jawaban Angela. Ia dapat bernapas lega, karena alasan wanita itu menolak perjodohan tersebut bukan karena telah memiliki seseorang dihatinya.
"Kau jangan khawatir, aku akan menunggumu."
Kedua mata Angela dibuat terkejut karena jawaban Samuel yang tak terpengaruh dengan ucapan dirinya, bahkan menanggapi dengan santai dan tenang. Pria di hadapannya itu memang benar-benar dewasa. Apakah keputusannya salah, menolak perjodohan dengan seorang pria yang sangat dewasa dan baik seperti Samuel? pikirnya.
"Jangan kau pikirkan. Aku tau, Paman Rolando pasti tidak akan memaksa mu untuk bersama ku. Jadi aku akan menunggumu." Tidak ada keraguan saat Samuel mengatakan hal itu.
"Apa kau memiliki perasaan padaku?" Angela bertanya penuh selidik.
Samuel berdecak. "Kau pikir saja, kalau aku tidak memiliki perasaan terhadap mu, tidak mungkin aku menerima perjodohan kita dengan mudah." Samuel tidak mengiyakan ataupun membantah pertanyaan Angela.
"Apa menurutmu, aku menerima perjodohan ini karena berpikir lebih baik bersama dengan seseorang yang dikenal, dari pada harus bersama dengan orang asing, begitu?" sambungnya.
Mendengar ucapan Samuel yang tepat sasaran, Angela mengangguk. Ia berpikir demikian, dan tidak menduganya jika ternyata Samuel memiliki perasaan padanya. "Sejak kapan?" tanyanya memastikan.
"Entahlah, mungkin sejak dulu." Samuel menjawab dengan santai. Angela sudah tidak heran lagi dengan pria di hadapannya. Pria itu memang selalu berkata apa adanya.
Angela menghela napas berat. Dirinya berpikir jika mereka tidak menginginkan perjodohan ini. Namun ternyata di lubuk hati Samuel, pria itu mengharapkan dirinya lewat perjodohan yang diatur oleh kedua orang tua mereka.
"Jangan banyak berpikir." Samuel menggenggam erat punggung tangan Angela. Bersamaan dengan itu, seorang pelayan wanita dan pria datang menghampiri dengan membawa pesanan.
Angela menarik tangannya saat pelayan itu mencapai meja. Kedua pelayan tersebut hanya mengulas senyum, sembari meletakkan beberapa piring dengan beberapa menu.
"Terima kasih," ucap Samuel dan Angela bersamaan. Kedua pelayan tersebut mengangguk dan undur diri dari Privat Room.
"Cepat, makanlah. Setelah beberapa tahun tidak bertemu, kau menjadi begitu kurus," tutur Samuel penuh perintah. Tangannya sibuk memberikan berbagai menu kesukaan Angela.
Angela berdecak dengan tersenyum tipis. Meksipun banyak berubah tapi sifat cerewet pria itu tetap melekat padanya.
***
Sedangkan di sebuah mansion mewah, seorang pria tampan menghabiskan waktu dengan berenang. Dirinya bukan pengusaha ataupun pekerja kantoran sehingga memiliki banyak waktu luang jika tidak ada misi. Pria itu sering menghabiskan waktu di Markas ataupun Club malam.
Salah satu anak buahnya berjalan menghampiri tepi kolam renang. Melihat master mereka yang menenggelamkan diri di dalam dasar kolam, membuat langkahnya terjeda sejenak.
"Lapor master," ucapnya.
Zayn menyembulkan kepala di permukaan air saat mendengar suara anak buahnya. "Ada apa?" jawabnya datar.
"Senjata yang kita kirimkan ke Kota San Francisco sudah sampai setengah jam yang lalu. Dan uangnya sudah masuk ke dalam rekening master."
"Hm, baguslah. Kau boleh pergi."
Mendengar perkataan Zayn, anak buah itu tidak langsung pergi seperti perintah masternya. Ia tengah berpikir apa yang hendak ia sampaikan kepada masternya.
"Ada apa lagi? Kenapa kau masih disini?" hardik Zayn dingin. Ia melanjutkan berenangnya kembali.
"Hm, begini master. Nona Angela sedang makan siang bersama dengan seorang pria di restauran Barton," ucapnya dengan gugup. Ia sempat ragu untuk melaporkan hal itu pada master, namun sebelumnya master mereka sudah memerintahkan untuk melaporkan segala aktivitas seorang wanita yang selama ini mereka awasi.
Salah satu alis Zayn terangkat dan menghentikan aktivitasnya saat mendengar laporan dari anak buahnya itu. Sebelum kemudian menarik sudut bibirnya. "Apa pria itu adalah pacarnya?"
"Kami tidak tau master. Mereka hanya melaporkan kalau Nona berada di Restauran Pusat Kota dengan seorang pria."
"Hm, baiklah. Kau boleh pergi." Zayn mengayunkan jemarinya agar anak buahnya itu segera pergi meninggalkan kolam renang.
Tanpa menunggu lama, anak buah itu segera berlalu meninggalkan Zayn seorang diri di kolam renang.
Zayn menyudahi kegiatan berenangnya dan berdiri di sisi kolam renang. Kedua tangannya bertumpu pada tepi dinding, sebelum kemudian naik dari kolam. Tangannya meraih bathrobe dan membalutkan ke tubuhnya. Tetesan air yang berasal dari helaian rambutnya menetes dan membasahi pelipisnya dan perlahan merambat ke rahang yang ditumbuhi bulu-bulu itu.
Zayn mengambil ponsel yang berada di atas meja. Mendudukkan tubuhnya di kursi santai, jemarinya menekan nomor yang tertera nama Roy di layar ponselnya.
"Roy, apa kau sudah mendapatkan kembali kabar dari Wilson?" Zayn langsung melayangkan pertanyaan tanpa berbasa-basi terlebih dahulu.
"Tuan Wilson belum memberikan kabar lagi sejak beberapa hari yang lalu," sahut Roy di sambungan telepon. Pria itu tengah berada di suatu tempat yang berkaitan dengan misi mereka.
"Ck, apa dia ingin bermain-main denganku!" Zayn berdecak kesal.
"Seperti dugaan kita. Tuan Wilson tidak sanggup membayar hutangnya," ucap Roy.
"Kau harus menekannya. Jika dia masih mengulur waktu, maka kau dan Jeff bisa membawa putri tercintanya itu padaku."
"Baik. Apa kau sudah tidak sabar ingin bermain dengan wanita cantik itu, Zayn?" Roy bertanya dengan terkekeh, ia tengah menggoda Zayn yang begitu tidak sabar ingin segera membawa wanita yang bernama Angela.
"Menurutmu? Apa aku terlihat seperti pria yang tertarik pada wanita itu?"
"Mungkin saja. Bukankah dia juga wanita yang sangat cantik seperti cinta pertama mu itu." Roy sengaja mengucapkan hal yang saat ini tidak ingin Zayn dengar.
Zayn semakin kesal karena Roy semakin menjadi menggoda dirinya, bahkan berani mengungkit tentang cinta pertamanya yang tak lain ialah Elleana.
"Kau terlalu banyak bicara, Roy!" hardik Zayn mendengkus kesal.
Sedangkan Roy di seberang sana hanya terkekeh, mendengar kekesalan Zayn. "Baiklah. Aku diam, aku diam."
Tak menghiraukan ucapan Roy. Zayn memutuskan sambungan teleponnya dengan kesal. "Sepertinya dia sudah bosan hidup."
Zayn membuang ponselnya ke sembarang arah. Meskipun Roy sering kali membuatnya kesal ataupun marah namun ia tidak pernah melakukan sesuatu yang buruk pada pria yang sudah seperti seorang kakak baginya.
Raut wajah Zayn yang kesal berubah menyeramkan dalam seketika. "Kau lihat saja Wilson, kau akan menerima akibatnya karena telah berani bermain-main denganku!"
.
.
BERSAMBUNG
.
.
Quotes :
Apapun yang dikatakan, bagaimanapun dia menolak. Cinta akan tetap berada disana, menunggu untuk mengakuinya.
Jangan lupa like-nya.. komentar dan kalau berkenan bisa vote juga... terima kasih banyak 🤗
Jangan lupa bahagia 💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 151 Episodes
Comments
Ainun Dunggio
gagal deh ljut gaes
2022-06-02
0
Rumini Buk'e Fian
aku izin pake Quotesnya ya thorr🙏🙏🙏
2022-01-18
0
NADIRAH
babang zayen. aku rindu
Aku tresno Karo Kowe.. .
syng nya hanya dunia halu
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
2022-01-07
0