Mentari pagi telah bersinar hangat menyinari halaman yang sudah di dekorasi sedemikian indah. Hari ini merupakan hari pernikahan Zyan dengan Angela. Mansion mewah Zayn menjadi tempat pernikahan mereka, konsep outdoor itu hanya di saksikan oleh Roy dan para anak buahnya. Tentu saja Rolando dan Marlin harus hadir menyaksikan momen pernikahan putri mereka, walaupun di dalam hati mereka begitu khawatir dengan kebahagiaan putri mereka.
Di dalam ruangan yang luas, menampakkan Angela yang tengah duduk menatap dirinya di pantulan cermin. Wanita itu sudah mengenakan gaun pengantin, penampilannya sangat cantik dan anggun. Angela ditemani oleh salah satu maid kepercayaan Zayn, ia tidak diizinkan untuk bertemu dengan Rolando dan Marlin sebelum pernikahan mereka terjadi.
Angela tercenung sesaat. Menghembuskan napas panjang, Angela menghapus cairan bening yang hendak tumpah dari sudut matanya.
Pernikahan ini demi Daddy. Aku akan melakukan apapun untuk Daddy dan Mommy.
Angela terus menyakinkan dirinya. Kini tidak ada yang harus ia sesali. Semuanya harus ia hadapi, sebuah pernikahan dan terutama menghadapi pria seperti Zayn yang belum ia ketahui, siapa pria itu sebenarnya.
"Mari Nona, acara sudah akan di mulai." Seorang maid wanita berjalan mendekati Angela.
"Baik."
Angela membenarkan riasannya. Tatapan wanita itu penuh keseriusan. Tidak seperti Angela sebelumnya yang wajahnya tampak tak berdaya. Kini, wanita itu sudah bertekad akan menjadi wanita yang kuat agar dapat menghadapi pria yang akan menjadi suaminya nanti.
Maid wanita tersebut membantu Angela untuk berdiri. Sedikit mengangkat gaun yang menjuntai ke lantai itu.
"Siapa nama mu? Apa kau bekerja disini?" tanya Angela tiba-tiba.
Maid tersebut terkesiap, apa dirinya membuat kesalahan sehingga wanita yang akan menikah dengan tuannya menanyakan namanya. "Sa-saya Molly, Nona. Maaf, apa saya sudah melakukan kesalahan?" Molly berucap dengan gugup. Ia bahkan tak berani menatap wajah Angela.
Kening Angela berkerut bingung. "Aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Aku hanya ingin tau nama mu saja, karena kau akan menjadi temanku yang pertama selama berada disini!"
"Eh?" Karena begitu terkejut Molly pun mendongakkan wajahnya. Ia mengira bahwa dirinya telah melakukan kesalahan.
"Sudahlah. Kau bilang acara akan segera dimulai. Aku tidak ingin kau dihukum hanya karena lama membawaku kesana," ucap Angela. Kedua tangannya mengangkat gaun yang ia kenakan.
"Ah iya, baik Nona. Terima kasih sudah memikirkan saya." Meskipun baru mengenal Angela, Molly bisa merasakan bahwa wanita yang akan menjadi majikannya nanti adalah wanita yang sangat baik.
Angela berjalan menuju altar, diikuti oleh Molly dibelakangnya. Saat memasuki halaman yang menjadi tempat pengucapan janji suci, Angela tercengang melihat dekorasi yang begitu indah. Ia berdecak tak percaya, tidak mungkin pria kasar dan tidak berperasaan itu dapat memikirkan hal romantis.
Apa yang dipikirkan Angela benar adanya, yang memerintahkan untuk mendekorasi yang terkesan romantis itu adalah atas perintah Roy. Sebagai seorang kakak, Roy ingin pernikahan Zayn dapat dikenang dengan indah, meskipun ia tahu alasan Zayn menikahi Angela adalah hanya karena wanita itu mirip dengan wanita masa lalunya.
Melihat mempelai wanita yang sudah mulai memasuki altar, semuanya yang menyaksikan berdiri secara bersamaan. Beberapa dari mereka menatap takjub dan saling berbisik, membicarakan wanita yang menjadi calon istri master mereka, memiliki paras yang sangat cantik. Mengabaikan tatapan mereka, fokus Angela tertuju pada Rolando dan Marlin yang tengah berdiri menatap ke arahnya. Seulas senyum bersamaan dengan air mata membasahi wajah Marlin.
"Maafkan kami, putriku." Baik Rolando dan Marlin hanya mampu mengatakan hal itu dari kejauhan.
Angela tersenyum tipis, mengisyaratkan bahwa dirinya baik-baik saja. Mereka tidak harus merasa bersalah, meski pun di dalam hatinya meruntuki kebodohan sang Daddy di masa lalu.
Zayn yang sudah mengetahui keberadaan Angela, hanya bersikap acuh. Bahkan pria itu tidak ingin menatap wanita yang akan menjadi istrinya, Zayn membuang pandangannya ke arah lain.
"Kau akan menyesal jika melewatkan kecantikannya!" Roy bergumam tak percaya, duduk diantara kursi yang menyaksikan pernikahan Zayn.
Angela berjalan menuju altar. Ia melihat Zayn yang sudah berdiri di depan altar dengan jas hitam. Jika saja, kesan baik yang ditujukkan oleh Zayn. Mungkin saat ini, ia rela melemparkan dirinya ke pelukan pria itu. Sayangnya, pria yang akan menjadi suaminya sangat tidak berperasaan.
Saat langkah Angela semakin mendekat. Zyan yang sedari tadi membuang pandangannya ke arah lain, menoleh ke arah Angela. Pria itu terpaku sejenak saat melihat kecantikan Angela, gaun putih tanpa lengan mengekspose bahu putih mulus wanita di hadapannya itu.
Dengan cepat Zayn menyadarkan dirinya. Ia tidak ingin terlihat bodoh di hadapan Angela. Mengulurkan tangannya, Zayn menatap calon istrinya tanpa ekspresi. Namun jika diperhatikan dengan sangat baik, lengkungan senyum tipis terukir di sudut bibir Zayn. Dan hal itu dapat dilihat oleh Roy.
Lihatlah! Dia sangat cantik bukan? Jika kau masih tidak menyukainya juga, maka aku akan menikahkan mu dengan seorang pria!
Roy hanya dapat membantin. Dirinya benar-benar kesal dengan Zayn. Ia berharap dengan kehadiran Angela dan pernikahannya itu, Zayn akan hidup lebih baik selayaknya manusia dan melupakan masa lalunya.
Angela menerima uluran tangan Zayn. Zayn pun membawa Angela ke sisinya. Keduanya berdiri menghadap pendeta yang akan menikahkan mereka.
Hanya perlu beberapa menit untuk mereka resmi menjadi pasangan suami istri sesudah mengucapkan janji suci. Pendeta pun meminta pasangan pengantin itu untuk berciuman.
Zayn tak bergeming, tatapan matanya menajam. Menatap wajah Angela yang memiliki wajah oriental seperti Elleana. Menatap lekat kedua manik mata Angela yang mengingatkan dirinya pada wanita masa lalunya.
Menarik tangan Angela agar lebih mendekat ke sisinya. Sebelum kemudian, Zayn memegang kedua bahu wanita itu agar pada saat ia menciumnya, Angela tidak akan memberontak. Angela menggeleng cepat, berharap jika Zayn tidak benar-benar menciumnya.
Namun Zayn tidak mengindahkannya, pria itu semakin mendekatkan wajahnya sehingga hanya menyisakan sedikit jarak antara mereka.
Zyan mendekatkan wajahnya pada wajah Angela dan mulai berbisik disana. "Apa yang kau harapkan? Aku tidak akan memciummu!"
Semua orang dapat melihat bahwa Zyan tengah mencium bibir Angela. Namun pada kenyataannya, pria itu hanya sedikit membiarkan bibirnya bersentuhan dengan bibir Angela.
Kedua mata Angela membulat sempurna mendengar ucapan Zayn. Pria itu benar-benar tidak waras, karena begitu senang mempermainkan dirinya.
Menjauhkan tubuhnya, Zayn menyunggingkan senyum. Senyum yang sangat menyebalkan bagi Angela.
"Pernikahan kami sudah selesai. Kalian bisa pergi dari tempat ini!"
Setelah mengatakan hal itu, Zayn berlalu pergi meninggalkan altar pernikahan. Semua yang sudah mengetahui rencana Zyan yang hanya menggelar pernikahan saat sudah mengucapkan janji suci pun, mulai berhamburan meninggalkan altar pernikahan.
Melihat kepergian Zayn, Roy berjalan menyusulnya. Pun dengan pendeta yang memang hanya di perintahkan untuk menikahkan Tuan Zayn, berlalu pergi meninggalkan mansion tersebut.
Angela tersenyum kecut menyaksikan hal itu. "Ck, pernikahan macam apa ini? Tapi baguslah, aku tidak perlu berpura-pura tersenyum di hadapan mereka."
Rolando dan Marlin menghampiri putrinya dengan wajah yang sendu. "Mom tidak tau harus berbicara apa, karena Mom tidak ingin mengucapkan selamat padamu. Tapi karena sekarang kau sudah menikah, Mommy dan Daddy berharap kau akan selalu bahagia dengan pernikahan mu." Marlin memeluk erat putrinya. Menghapus air mata yang terus menetes itu.
"Maafkan Daddy sayang!" Kini Rolando yang memeluk putri kesayangannya.
Angela pun menangis. Entah perasaan sedih atau karena harga dirinya terluka, melihat pria yang sudah menjadi suaminya itu meninggalkannya begitu saja di altar pernikahan.
"Aku akan memaafkan Daddy. Jadi Daddy jangan pernah melakukan hal yang sama di masa depan. Daddy harus menjaga Mommy dengan baik," tutur Angela.
"Tidak akan pernah lagi sayang. Daddy akan selalu menjaga Mommy," jawab Rolando cepat. Ia tidak mungkin bertindak bodoh seperti dulu. Karena perbuatannya itu membuat putrinya kehilangan kebahagiaan.
"Nona Angela."
Momen mengharukan mereka terhenti karena suara seseorang yang memanggil Angela. Mereka bertiga menoleh ke asal suara, dimana terdapat Molly dan dua anak buah Zayn berdiri di tidak jauh darinya.
"Master meminta Nona Angela agar kembali ke dalam kamar," ucap Molly dengan lembut.
Angela menghela napas malas. Apa dirinya harus dikurung di dalam kamar lagi? pikirnya.
"Baiklah. Berikan aku waktu sebentar lagi untuk berbicara dengan kedua orang tuaku." Angela menyahut dengan tenang.
"Baik." Molly mengangguk paham. Ia dan dia anak buah Zayn memberikan waktu untuk nona mudanya.
"Aku harus kembali ke dalam kamarku. Mom dan Daddy jaga diri baik-baik." Angela memeluk kilas Marlin dan bergantian memeluk Rolando.
Baik Rolando dan Marlin begitu enggan berpisah dengan putri mereka. Mereka tidak tahu, setelah ini mereka masih dapat bertemu dengan Angela atau tidak. Karena saat ini Zayn sudah menjadi suami dari putri mereka, yang pasti akan semakin sulit bertemu dengan putrinya itu.
Setelah berpelukan beberapa saat. Angela pun berpamitan kepada kedua orang tuanya. Ia berjalan cepat meninggalkan sang Daddy dan Mommy. Sebisa mungkin ia menahan tangisnya agar mereka tidak melihat dirinya menangis.
Diikuti oleh Molly dan kedua anak buah Zayn, Angela menaiki tangga. Ia kesulitan berjalan karena gaunnya yang sangat panjang itu, namun Molly dengan sigap membantunya.
Masuk ke dalam kamar, anak buah Zayn pun meninggalkan ruangan itu karena sudah memastikan jika nona mereka sudah masuk ke dalam kamar. Tidak dengan Molly yang masih berada di sana.
"Kenapa kau masih disini?" Angela bertanya tanpa menoleh ke arah Molly. Wanita itu tengah sibuk membuka gaun pengantinnya.
"Saya diperintahkan Tuan Roy untuk melayani nona. Saya akan membantu Nona melepaskan gaun." Molly berjalan mendekat ke arah Angela.
"Maaf Nona, bolehkah saya-."
"Boleh. Cepat bantu aku melepaskan gaun ini. Sejak tadi tubuhku sangat sesak memakainya." Angela menyelanya lebih dulu sebelum Molly selesai berbicara.
Molly pun membantu melepaskan gaun yang dikenakan Angela dengan berhati-hati. Angela mengakui kalau pria yang bernama Roy itu sangat baik. Entah kenapa, Roy selalu melindungi dirinya, mengingat dirinya pernah membuat keributan dan Roy tidak memberitahukan hal itu pada Zayn.
"Molly?" panggil Angela.
"Iya Nona?" Molly yang sibuk dengan gaun Angela pun menyahutinya.
"Apa hubungannya Roy dengan Zayn? Mereka terlihat sangat dekat." Akhirnya Angela bertanya karena tak mampu lagi menahan rasa penasarannya. Kedekatan Roy dan perhatian Roy pada Zyan membuatnya ingin tahu hubungan mereka.
"Tuan Roy adalah orang kepercayaan Master. Tapi Tuan Roy sudah seperti kakak bagi Master, begitu pun sebaliknya. Jadi apapun yang dilakukan Tuan Roy, Master hanya marah tanpa melakukan hal yang buruk pada Tuan Roy. Berbeda jika salah satu dari anak buah Master melakukan kesalahan, Master akan menghukum mereka dengan cara memotong jari atau menyiksa."
Mendengar perkataan Molly, tubuh Angela menjadi meriding. Menghukum dengan cara seperti itu. Apa dia seorang psikopat? Siapa sebenarnya Zayn itu. Kenapa begitu sangat ditakuti? Pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi isi kepalanya.
"Baiklah, kau boleh pergi. Aku akan membersihkan tubuhku." Angela berjalan menuju kamar mandi, melupakan apa yang baru saja ia pikirkan.
Melihat Angela yang sudah masuk ke dalam kamar mandi, Molly pun menyiapkan pakaian untuk Nona mudanya. Sebelum kemudian meninggalkan kamar.
.
.
BERSAMBUNG
.
.
Kalau kalian suka dengan cerita bang Zayn, jangan lupa dukungannya ya.. Like, komentar dan vote kalau berkenan.. terima kasih banyak 🤗
Jangan lupa bahagia 💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 151 Episodes
Comments
Nabila
Hahahaaa 😁😁😁 .. pernikahan jaman covid ya zayn . takut ketular virus 🦠 jadi dak perlu berciuman . wkwkwkkkk 🤣🤭🤭 dasar mafia cemen . atau sebenarnya zay belum tau caranya berciuman dengan wanita karna selama hidupnya cuma tau cara membunuh dan menghabisi musuh2 nya .. 🤦🤦🤦🤦
2023-08-03
2
꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ❦꧂
kasian angela nya lah zayn kamu menikahi nya hanya karena angela mirip ele
2022-06-27
0
꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ❦꧂
eh roy gak gitu juga kali masak zayn mau di nikahkan sama seorang pria
zayn masih doyan perempuan kali
roy liat saja besok di antara zayn dan Angela siapa yang akan jatuh cinta lebih dulu pasti zayn yang akan bucin.
2022-06-27
1