Angela membuka kedua matanya secara perlahan, kepalanya masih terasa sangat pusing namun sebisa mungkin dirinya beranjak untuk duduk. Ia yang baru saja tersadar dikejutkan dengan sekelilingnya yang begitu asing.
"Dimana ini? Kenapa aku bisa berada disini?" Angela bertanya dalam hati. Ia terus mengedarkan pandangannya, mengamati setiap sudut ruangan itu dan benar saja dugaan dirinya bahwa ia bukan berada di kamarnya ataupun ruangan lain yang berada di mansion miliknya.
Angela terkesiap dan menatap waspada saat mendengar suara seseorang di balik pintu. Tak lama kemudian, dua pria masuk ke dalam ruangan itu. Namun yang membuatnya terkejut adalah seorang pria yang sangat ia kenali.
"Kau sudah bangun?" tanya Zayn dengan santai.
"Jadi kau yang membawaku ke tempat ini?" Angela berucap dengan sinis. Ia mengingat kejadian tadi malam yang tiba-tiba saja ada yang membekap mulutnya.
"Menurutmu?" Zayn duduk di sofa single berwarna merah maroon, dan bersandar pada sandaran sofa.
"Aku akan pergi dari sini!" Dengan cepat Angela beranjak berdiri dan hendak berlari menuju pintu namun tangan Roy lebih dulu menjangkau tubuh Angela.
"Tenang nona, kalau kau menurut padanya maka dia tidak akan melakukan sesuatu yang buruk padamu." Roy berbisik pada Angela, membuat wanita itu diam seketika.
Zayn menarik sudut bibirnya, mengetahui jika Roy telah berkata sesuatu, sehingga wanita itu tidak melakukan perlawanan lagi. "Jangan membuatku kesal. Duduk dan diamlah!" perintahnya kesal. "Aku tidak akan melakukan sesuatu padamu, setelah ayahmu membayar semua hutangnya padaku. Kau bisa bebas dari tempat ini!" lanjutnya kembali.
Kening Angela berkerut dalam saat mendengar perkataan pria yang memilki wajah tampan namun menyeramkan itu. "Apa maksudmu? Apa hubungannya Daddy ku denganmu?"
"Ck, jadi kau tidak mengetahui kalau perusahaan kalian ada campur tanganku. Kau pikir dunia bisnis itu berjalan dengan bersih?" Zayn tersenyum meremehkan. Kaki kanannya dinaikan ke atas sofa untuk menumpu tangannya. "Aku akan memberitahu sebuah rahasia tentang ayahmu."
Angela hanya terdiam dan menunggu kelanjutan dari perkataan pria di hadapannya itu.
"Kau tau cara apa yang dilakukan ayahmu untuk membuat perusahaan kalian berkembang dengan baik, hingga menjadi salah satu perusahaan yang besar di kota ini?" Zayn berbicara dengan angkuhnya. Kedua matanya menajam, tak memalingkan wajah dari Angela.
Angela dapat mengerti ucapan Zayn yang mengarah ke hal yang tidak baik mengenai rahasia sang ayah. "Tidak! Daddy bukan orang yang seperti itu!" sergahnya yang tidak terima jika seseorang mengatakan hal yang buruk tentang Rolando.
"Hahaha!" Zayn tertawa sarkasme, tawa yang membuat Angela menjadi bergidik ngeri dengan pria itu.
"Apa kau yakin kalau ayahmu itu adalah pria yang baik? Kau tanyakan saja padanya, berapa orang yang harus aku bunuh demi mencapai keinginannya selama ini?" Zayn semakin membongkar masa lalu Tuan Wilson yang selama ini bekerja sama dengannya.
Tubuh Angela semakin melemas saat mendengar pernyataan yang mengejutkan mengenai ayahnya. Ia tahu bahwa selama ini ayahnya adalah pria yang baik dan tidak mungkin memerintahkan seseorang untuk membunuh orang lain.
"Kau akan tau sendiri dari ayahmu! Di dalam dunia bisnis tidak sepolos yang kau pikirkan, nona. Ada banyak pengusaha yang membutuhkan bantuan kami untuk menyingkirkan tikus pengganggu!" tukas Zayn dingin.
Angela yang semula tertunduk, mulai mendongakkan wajahnya menatap wajah Zayn. "Siapa kau sebenarnya?"
"Siapa aku?" Zayn menyunggingkan senyum. "Kau akan mengetahuinya nanti, tapi tidak hari ini!" Beranjak dari duduknya, Zayn berjalan mendekat ke arah Angela yang terduduk di lantai.
Zayn sedikit membungkukkan tubuhnya menghadap wanita itu. "Aku tidak akan melakukan sesuatu padamu, kecuali kalau kau berani kabur dari sini. Jadi diam dan menurutlah selama kau berada disini!" Pria itu berbisik dengan sarkastik, hingga hembusan napasnya dapat Angela rasakan dan hal itu membuat tubuh Angela meremang seketika, karena mendengar perkataan yang menurutnya sangat menyeramkan.
Setelah mengatakan hal itu, Zayn keluar dari ruangan itu. Roy yang melihat wajah Angela menjadi pucat pasi hanya menatap kasihan pada wanita itu. "Wanita yang malang," batinnya. Sebelum kemudian berlalu dari kamar dan mengunci pintunya.
***
Di dalam mansion Rolando, suasana menjadi senyap dan mencekam setelah Rolando memberitahukan kebenaran kepada istrinya, Marlin. Bahkan ia jatuh pingsan saat mengetahui yang sebenarnya terjadi, bahwa putrinya diculik oleh seseorang. Dan itu berkaitan dengan suaminya.
Marlin menangis kembali di dalam dekapan Tasya. Tasya pun tak dapat berbuat apa-apa. Ia sama seperti Bibi Marlin yang sangat syok, terlebih lagi ia baru mengetahui bahwa Paman Rolando memiliki hutang yang besar kepada seseorang.
"Apa kau yakin dia akan baik-baik bersama orang itu?" Marlin hanya mengetahui bahwa yang menculik putrinya adalah seseorang yang memiliki kekuasaan sehingga dengan mudah Rolando tidak dapat berkutik, bahkan tidak berani melibatkan pihak kepolisian.
"Putri kita pasti baik-baik saja. Dia sudah berjanji tidak akan menyakiti Angel," sahut Rolando dengan wajah tertunduk. Ia tidak berani menatap wajah istrinya setelah apa yang ia sembunyikan selama ini.
"Apa kau bisa memastikannya, heh? Kalau sesuatu terjadi pada putriku aku tidak akan memaafkan mu!" Marlin berucap dengan nada tinggi. Wanita yang biasanya berbicara lembut, kini menjadi berubah karena perbuatan suaminya yang menyembunyikan semuanya. Seandainya suaminya memberitahunya lebih dulu, mungkin ia tidak akan menjadi marah seperti ini.
Marlin beranjak dari duduknya, meninggalkan Rolando dan Tasya. Untuk sementara waktu ia ingin memenangkan diri dan tidak ingin melihat wajah suaminya.
"Paman?" panggil Tasya. Ia pun turut sedih karena melihat kedua orang tua sahabatnya begitu terpukul. "Bibi Marlin hanya marah sementara dengan paman, paman tidak perlu khawatir," ucapnya dengan memberikan ketenangan pada Paman Rolando.
Rolando hanya menganggukkan kepala. Tentunya ia akan menerima jika istrinya marah kepadanya. Karena itulah resiko menyembunyikan semuanya dari sang istri.
Suara mesin mobil yang berhenti di pekarangan mansion menyentakkan telinga Rolando dan Tasya. Pintu yang terbuka dengan lebar itu pun menampakkan seorang pria yang baru saja masuk ke dalam, pandangannya berpusat pada Rolando yang tengah duduk di sofa. "Paman?" Berjalan tergesa-gesa menghampiri Paman Rolando. Sebelum kemudian duduk di sofa, tepat di samping Paman Rolando.
"Bagaimana dengan Angel? Apa paman sudah mengetahui keberadaannya?" Samuel yang mendapatkan berita mengenai Angela, langsung meluncur kesana begitu mendarat dari luar kota. Sebelumnya Rolando sempat menghubungi dirinya, mencari tahu keberadaan Angela, namun dirinya yang tengah berada di kota lain tidak tahu menahu tentang keberadaan Angela. Samuel pun membatalkan semua pekerjaannya dan kembali ke kotanya.
Rolando tak langsung menjawabnya. Ia tidak mungkin memberitahukan kepada Samuel dimana sebenarnya putrinya itu berada. Pun dengan Tasya yang menatap wajah paman Rolando. Seperti yang dikatakan oleh Paman Rolando, ia tidak akan memberitahukannya kepada siapapun, terlebih lagi pada seorang pria yang selama ini hanya ia dengar namanya.
"Angel baik-baik saja. Dia sedang pergi ke tempat kerabat kami di Kota Malibu. Dia baru saja memberikan kabar pada paman." Rolando berdusta, ia memberikan jawaban yang sekiranya tepat.
Meskipun Samuel sudah mendapatkan jawabannya namun pria itu dapat menangkap sesuatu yang aneh pada Paman Rolando. "Apa paman yakin kalau Angel berada di Kota Malibu?" Samuel memastikannya.
Rolando mengangguk. "Benar. Kami terlalu panik tadi pagi karena Angela belum memberi kabar, kami mengira dia membatalkan kepergiannya kesana dan pergi ke tempat mu atau Tasya. Jadi paman mencoba menghubungi mu. Maaf membuat mu khawatir, Sam." Rolando menepuk bahu Samuel berulang kali.
Samuel tak menaruh curiga karena yang dikatakan Rolando masuk akal. "Syukurlah, kalau Angel baik- baik saja, paman. Aku akan menghubunginya."
Baik Rolando dan Tasya tak menjawabnya. Keduanya diam memperhatikan Samuel yang tengah mencoba menghubungi Angela. Namun keningnya berkerut karena nomor ponsel Angela berada di luar jangkauan. "Kenapa tidak aktif?" gumamnya. Rolando yang berada di samping Samuel, dapat mendengarnya.
"Mungkin tidak ada sinyal, karena tempat kerabat berada di pedesaan," sela Rolando. Yang ia tahu bahwa di Kota Malibu, tempat kerabatnya berada memang tinggal di pedesaan dan sulit mendapatkan sinyal sehingga ia memanfaatkan keterangan hal itu.
"Baiklah, aku akan menghubunginya nanti," ucapnya seraya memasukkan kembali ponsel ke dalam saku celananya. "Dimana Bibi?" Samuel mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan Bibi Marlin.
"Dia di kamarnya, katanya lelah. Jadi ingin istirahat sebentar."
Samuel pun mengangguk. "Baiklah paman, sampaikan salam ku pada Bibi. Aku masih ada pekerjaan." Samuel berpamitan. Karena dirinya sudah mendapatkan kejelasan mengenai Angela, sehingga ia dapat melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.
"Ya, maafkan paman telah merepotkan mu." Rolando dan Samuel beranjak dari duduknya secara bersamaan. "Kalau begitu aku permisi dulu paman dan...." Samuel menoleh ke arah Tasya yang masih terduduk di tempatnya.
"Dia adalah Tasya, sahabat baik Angel," ucap Rolando memberitahukan pada Samuel yang sepertinya belum mengenal Tasya.
"Ah, iya. Nona Tasya aku permisi dulu," ucapnya pada Tasya.
"Baik." Tasya menjawab disertai senyuman.
Setelah berpamitan, Samuel pun masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan mansion keluarga Wilson.
"Terima kasih, kau sudah membantu paman dengan merahasiakan hal ini. Kedepannya paman mohon kau jangan beritahukan siapapun," pinta Rolando dengan penuh harap.
"Paman tenang saja. Demi keselamatan Angel, aku akan menutup rapat mulutku. Kalau begitu aku akan melihat Bibi Marlin."
"Ya, kau hiburlah Bibi mu."
Tasya mengangguk dan berjalan menuju ke tempat Bibi Marlin berada. Rolando kembali duduk di sofa, saat ini ia tak bisa berpikiran jernih. Ia harus mencari cara untuk mendapatkan uang sebesar 20 Milyar disaat kondisi keuangannya yang sedang memburuk.
.
.
BERSAMBUNG
.
.
Seperti biasa ya, kalau kalian suka dengan cerita bang Zayn. Jangan lupa, Like, komentar, follow dan vote kalau berkenan. Terima kasih banyak 🤗
Jangan lupa bahagia 💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 151 Episodes
Comments
NADIRAH
wah bang" zayen mmg ganteng
2022-01-07
0
Kuro
mungkin nanti Tasya jodohnya Sam....
2021-11-08
0
Kuro
pinjam aja sm xavier ....mungkin di kasih...apalagi Elle kan GK tegaan...
2021-11-08
0