Suasana di Kost Pak Thamrin malam ini sangat tenang. Suara jangkrik saling bersahutan, terdengar syahdu. Sesekali terdengar katak berbunyi, kemudian digantikan suara dahan saling bergesekan tertiup angin. Ah, aku sangat suka seperti ini. Tidak terdengar bising knalpot, klakson kendaraan, dan canda mahasiswa memekakkan telinga.
Aku duduk di ruang depan, pintu kamar kubuka lebar. Hembusan angin sesekali masuk, menyejukkan. Kumainkan playlist musik kesukaanku. Kubaca lembar demi lembar novel kegemaranku.
"Hahahaha." terdengar tawa perempuan dari luar, aku terdiam.
"Hehehehehe." terdengar kembali. Kumatikan musik di ponselku. Aku melongok ke luar kamar, melihat ke arah kanan kiri. Sepi.
Kulanjutkan membaca novel. Musik kumainkan kembali.
"Hahahahaha." Eh, tawa perempuan terdengar kembali. Kali ini lebih dekat. Aku beranjak keluar kamar. Dari arah garasi kulihat empat bayangan perempuan. Halaah, jadi mereka yang tertawa. Aku pun masuk kembali.
Empat orang perempuan tadi lewat depan kamarku. Mengenakan kemeja biru muda dan celana panjang hitam, seragam. Salah seorangnya menoleh ke arah kamarku sambil tersenyum, aku pun membalas senyumnya. Rupanya mereka penghuni kamar 11d.
Jam di ponselku menunjukkan pukul 21:05, baiknya aku segera tidur. Besok aku harus kuliah pagi. Setelah shalat isya dan mengunci pintu kamar, kurebahkan badanku di atas kasur. Tak lupa juga kumatikan lampu. Aku tidur di ruang tengah kamarku.
Oee Oee Oee..
Suara tangis bayi siapa malam-malam begini? Aku terbangun, kulihat jam di ponselku, 03:02. Astaga, tangis bayi ini amat menggangguku. Apa ibunya tak memberinya susu? Kenapa bisa sampai sekeras ini tangisannya? Kubekap telingaku dengan bantal, mencoba kembali tidur.
Alarm di ponselku berdering keras, 05:00. Aku bangun dan bergegas melaksanakan shalat subuh. Setelah shalat, kuingat kejadian semalam. Ah, rupanya suara tangis bayi yang mengganggu tidurku tadi malam. Semoga tak ada lagi tangis bayi di malam-malam berikutnya, harapku.
Pukul 07:10 aku bergegas berangkat menuju kampus. Aku bertemu Nek Iyah di halaman rumahnya, ia sedang menyapu dedaunan yang berserakan di bawah pohon mangga.
"Mau berangkat kuliah dek?" tanya Nek Iyah menyapaku.
"Iya nek." jawabku singkat.
"Gimana, betah nggak di sini?"
"Insya Allah betah nek. Cuma semalem kebangun gara-gara dengar bayi nangis,"
"Ada tetangga yang habis lahiran ya nek?" tanyaku.
"Hah? Bayi? Kamu salah dengar kali." sergah Nek Iyah.
"Mungkin kali ya. Tapi jelas banget sih itu suara bayi nangis." ungkapku.
"Udah jangan di pikirin. Mudah-mudahan besok nggak ada yang nangis lagi." ucap Nek Iyah.
"Eh? Maksudnya?" tanyaku penasaran.
"Udah udah, nggak usah terlalu di pikirin." jawab Nek Iyah.
Aku sedikit tak mengerti apa yang Nek Iyah ungkapkan tadi.
"Kalau gitu saya permisi berangkat kuliah dulu nek. Assalamualaikum." aku berlalu.
"Iya dek. Waalaikumsalam."
Udara pagi ini terasa segar, banyaknya pepohonan di daerah ini membuat sejuk. Kicauan burung menghantarkan Sang Surya memancarkan sinar keemasan. Aku melewati rumah kecil depan kost, tak kulihat kucing seekor pun. Ah, Tak kupikirkan.
Langkahku ringan, seringan permen kapas. Semangatku meningkat untuk kuliah hari ini. Apa mungkin aku terlalu senang tinggal di kamar sendiri? Apa ini berlebihan? Wah, tinggal di Kost Pak Thamrin membawa energi positif untukku, semoga aku betah tinggal di sana.
Kuliah hari ini kulalui dengan baik. Untung jadwal hari ini tak sampai sore. Selepas zuhur sudah tak ada mata kuliah. Lebih baik aku bergegas pulang ke kost.
"Di, ke perpus yuk!" Bagas menghampiriku.
"Perpus? Ngapain Gas?" tanyaku.
"Lho, kita sekelompok matkul Dasar Ekonomi Syariah. Cari-cari bahan buat presentasi Di," jelas Bagas.
"Oh iya ya. Kita cuma berdua nih?"
"Bertiga sih sebenernya, sama Yuda. Tapi, Yuda bilang baru bisa gabung untuk bikin makalah besok,"
"Yasudah, kita aja dulu cari bahan di perpus. Nanti Yuda biar tugas ngetik aja." saranku.
"Nah, boleh tuh. Yuk cabut!" ajak Bagas.
Kami pun beranjak menuju perpustakaan. Cukup lama aku dan Bagas mencari bahan untuk presentasi. Beberapa buku menjadi acuan. Hingga pukul 16:15, petugas memberi pengumuman perpustakaan akan segera tutup.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 200 Episodes
Comments
Aris Setyawan
temen kostnya 👻...
2024-06-24
0
Berdo'a saja
punya teman ternyata Kosan ny8
2022-11-03
0
Raisya Putri dianavyra
mitos nya klo bayi nangis itu ada pertanda
2022-05-05
0