Zeeta Aurora XXI

Sebelum memulai bab ini, saya mau memperkenalkan desain karakter utama di novel ini. Akhirnya, ya? Hehe. Gambar ini akhirnya bisa saya taruh di sini dan saya merasa sangat senang! Shout out to my friend Kalista who drew this character! Thank you so much!)

......................

Birunya langit tanpa awan yang menemani, hembusan angin di hamparan rumput tak berujung, serta dedaunan yang ikut menari terbawa arus angin, mengisi lembaran baru di pagi hari Zeeta. Saat ini, ia memakai gaun putih berenda sepanjang lutut dan menutupi lengannya, gaun tersebut dilapisi oleh rompi tebal nan hangat seperti yang digunakan ibunya. Rompi tersebut memiliki model kancing bertali berwarna biru gelap, gaun tersebut juga ditemani syal berwarna biru, ia juga memakai stocking berwarna putih hingga pangkal pahanya. Ia sedang menikmati suasana di suatu bukit sambil tidur telentang dan memandangi langit.

“Mengakhiri dunia, ya...?” gumamnya sendiri. “Anak kecil sepertiku ... mengakhiri dunia? Ahahaha....” Zeeta menyampingkan tubuhnya. “Tapi, seperti kata ayah... setiap orang memiliki potensi mana-nya sendiri, jika potensiku berakhir untuk mengakhiri dunia, rasanya ... aku jadi seorang penjahat terbesar sepanjang sejarah kerajaan, ya? Dan bahkan, penjahat ini calon Ratu selanjutnya? Yang benar saja....” Zeeta terus-menerus berbicara sendiri, seolah ingin menumpahkan segala apa yang ia pikirkan.

“Ramalannya Ratu Peri....” Zeeta mengingat apa yang mereka bicarakan tiga malam yang lalu.

......................

“Alasan kemunculan dari akar raksasa itu adalah ... dirimu, Zeeta,” kata Ratu Peri dengan mimik yang serius.

“A-aku?!” Zeeta terkejut bukan main.

"Elf, Roh, Raksasa, Peri, dan Manusia, memang seperti kata Aria, adalah sosok yang menjaga keseimbangan mana. Tetapi, tidakkah kautahu bahwa tanpa dijaga pun, alam akan bekerja?”

"A-aku tahu, tapi apa hubungannya denganku?”

"Beberapa dari Elf, Raksasa, Peri, dan Manusia, telah kuperlihatkan tentang ramalan yang kulihat sejak tiga ratus tahun yang lalu. Aku belum bisa mendapatkan jawaban mengapa ramalan itu bisa tiba-tiba saja kulihat, tapi saat ini....”

"A-Anda tahu penyebab dari Zeeta yang mengakhiri dunia?!” Aria menebak-nebak, sementara Zeeta semakin terkejut atas ucapan Aria.

"Tu-tungg—aku mengakhiri dunia?! A-apa lagi yang kulakukan sampai seperti itu?” titik air mata tampak dari Zeeta.

“Tenanglah, Nak. Aku datang untuk membicarakannya satu per satu, ja—“

“Bagaimana aku bisa tenang?! Satu demi satu kejadian selalu menakutiku. Pertama, ada Rowing, jika tanpa bantuan Sylva, keluargaku pasti tidak akan selamat, lalu ketika aku merasa benar-benar marah terhadap Rowing, aku tidak tahu apa yang kulakukan, tetapi ketika aku sadar semua orang tergeletak, kukira mereka mati karena aku!

“Tapi semuanya selamat, aku senang, tapi aku masih takut! Bagaimana jika nanti justru ada yang mati?! Bagaimana jika hidup seseorang yang berharga malah kurebut tanpa kusadari?!

“Tidak berhenti sampai situ saja, aku semakin tidak mengerti, mengapa aku sangat rindu ibuku padahal aku belum pernah bertemu dengannya, tapi jika aku ingin bertemu, aku harus melakukan sesuatu terhadap akar itu?! Tapi kini, kaubilang akar itu ada gara-gara aku?! Lalu tiba-tiba Aria bilang dunia berakhir gara-gara aku?!” air mata meluncur dari matanya.

“Jadi ... jadi....” air mata itu jatuh semakin deras hingga menimbulkan air hidung.

“Jadi alasan aku ada di dunia ini ... apa? Mengakhiri dunia seperti ... kata Aria? Apa aku ... jadi penjahat hanya karena ingin bertemu ibu?

"Aku tidak mengerti, aku tidak mengerti!

"Kenapa semuanya jadi begini?! Aku hanya ingin hidup bersama keluargaku, tapi ini semua terjadi!”

Isak tangis Zeeta semakin menjadi-jadi. Tak ada yang bisa dikatakan oleh Aria dan Ratu Peri, keduanya terdiam seribu bahasa.

“Kami semua tahu bahwa ini terlalu cepat untukmu," ujar Ratu Peri, "aku yang sudah tahu beberapa bagian di masa depanmu, sudah berusaha semampuku untuk menghalangi agar ramalanku itu terjadi. Sylva, Falmus, Yuuvi, dan Aria yang menyamar menjadi Peri adalah salah satu caraku membantumu.

"Tapi, sepertinya yang kulakukan justru sebaliknya, ya? Aku malah membuatmu tersakiti. Maafkan aku, Nak.”

Ratu Peri mendekati wajah Zeeta dan menghapus titik air mata yang akan jatuh menuju pipinya dengan tangan kirinya.

“Zeeta, aku ... aku merasa malu pada diriku sendiri. Kau hanyalah seorang anak-anak tapi aku justru mempermainkanmu.

"Kautahu? Aku juga sudah mencoba membantumu untuk tidak masuk ke dalam kediaman Rowing di malam itu, tapi kau justru mengabaikanku ... yah, ini juga bisa dibilang termasuk salahku. Meskipun kau tidak menyalahkanku, aku tetap bersalah, seharusnya aku bisa berbuat lebih daripada hanya memperingatimu.”

Aria menggenggam tangan kanan Zeeta dengan dua tangannya.

“Nak, aku tahu ini belum bisa kauterima dengan cepat, tapi kita bisa bertemu dengan ibumu. Ramalan itu ... sudah berubah haluan sedikit.”

“A-apa maksudmu?” tanya Zeeta yang masih terisak.

“Pertama, aku akan menjelaskan kepadamu bagaimana ramalanku itu terjadi dan apa yang kulihat di ramalan itu.”

......................

"Hari itu, tiga ratus tahun yang lalu ... setelah Ratu Clarissa Aurora IX memiliki tiga keturunan, aku melihat ramalannya. Dunia terbakar api, kebencian tersebar di mana-mana. Peri, Elf, Manusia, dan makhluk sihir lain berperang... alasan perang itu, adalah untuk menjatuhkanmu dari tahta Ratu Aurora XXI, Zeeta.

“Tiga ratus tahun yang lalu, aku hanya bisa melihat sebagian kecil ramalan itu saja. Leluhurmu, Clarissa dan suaminya, telah mencoba segala hal untuk mencegah hal itu terjadi. Bahkan, anak pertama yang seharusnya menjadi calon Ratu berikutnya, memisahkan diri dari keluarga kerajaan dan membuat keluarga bangsawan baru yang khusus mengajar calon Ratu dan menjadi pimpinan pasukan keamanan, Alexandrita.”

“E-eh? Ja-jadi ... leluhurnya guru Ashley adalah ... leluhurku juga?” Zeeta terkejut.

“Ya, itu benar. Hal itu dilakukan demi menghindari kejadian yang tidak diinginkan dari seorang Tuan Putri. Saat itu, yang bisa kuingat sampai hari ini adalah, Iris, anak pertama dari Clarissa, memiliki alasan seperti ini.

"'Jika anak kecil sepertinya malah memicu perang, tidak seharusnya kita mengatasinya dengan kekuatan sihir, tetapi dengan cinta. Ada sesuatu yang terjadi pada anak itu sehingga terlintas pikiran untuk mengakhiri dunia. Sejak awal, keturunan Aurora akan selalu memiliki kekuatan yang besar, bukan? Untuk mengajari Tuan Putri selanjutnya, aku akan menjadi guru pribadi mereka!'”

Zeeta terdiam. Ia mulai sedikit tenang. Ia jadi teringat apa yang Arthur sering katakan padanya, “meskipun kau tidak bisa mahir menggunakan sihir, kau punya bakat untuk memasak! Kau tidak perlu fokus pada satu tujuan, jika kau mau menjadi koki seperti ayah, ayah akan mendukungmu!”

“Setelah itu, keturunan demi keturunan terus berlanjut untuk mengantisipasi agar ramalanku tidak terjadi, dan sedikit demi sedikit kelanjutan dari ramalanku terus muncul. Salah satu langkah yang diberikan mereka adalah kemunculan Elf.”

“Ha... Hah?!” Aria yang kini terkejut bukan main.

“Elf, makhluk baru yang tercipta atas menyatunya mana Manusia dan Peri. Itu tidak salah, tetapi tujuan utama terbentuknya Elf pada awalnya adalah untuk menjembatani manusia dan Peri hidup bersama. Dengan cara itu, diharapkan Zeeta tidak terlalu memikirkan bahwa hanya dirinya seoranglah yang bisa melihat Peri.

“Tetapi hal itu justru membuat kalangan bangsawan tidak setuju, dan singkatnya, malah memicu pertumpahan darah antara Peri, Manusia dan Elf. Aku sudah mencoba segala hal yang kubisa dengan memberi hutan yang Elf tinggali sebuah sihir agar mereka dapat tersembunyi, tetapi masalah terus saja berdatangan....”

Aria terdiam, tak mau membahas masalah itu untuk saat ini. "Jangan bercanda denganku, dasar bajingan!"

“Hingga akhirnya sampai di titik ini. Perjalanan panjang tiga ratus tahun akhirnya membawaku ke jawaban mengapa kau memutuskan untuk mengakhiri dunia. Aku melihatnya ketika kau berhadapan dengan akar raksasa di istana, Nak.”

“Seperti kataku di awal, tanpa dijaga pun, alam akan bekerja melakukan perannya. Sesuatu yang tidak pernah kupikirkan sejak lamq, membuatku menggelengkan kepala.

"Meskipun Peri dan beberapa orang dari keturunan kerajaan dapat menggunakan mana dari alam, alam tetap akan bekerja dengan sendirinya. Tanpa disihir, hujan tetap akan datang. Tanpa sihir, bencana alam akan datang. Tanpa sihir, badai salju akan datang. Semua itu adalah alam yang bekerja, jadi apa yang ingin kukatakan...

“akar raksasa itu, merupakan cara alam mengantisipasi agar ramalanku tidak terjadi.”

“Hah...? Apa maksudnya?” sesenggukan Zeeta sudah hilang.

“Sejak awal bertemu denganmu, aku cukup terkejut dengan aliran mana yang ada di sekitar tubuhmu. Meskipun kau sedikit samar-samar mengingatnya, tapi aku pernah bertemu denganmu. Ketika itu kau masih lima tahun, dirimu yang pingsan setelah panik atas kemunculan Falmus, Sylva, dan Yuuvi, membuat mereka membawamu ke atas pohon. Pohon itu melindungimu dengan memanjangkan rantingnya agar kau tidak terjatuh.

"Itu artinya, aliran mana yang kulihat merupakan mana alam. Dengan kata lain, kau dicintai oleh alam.” Ucapan akhir Ratu Peri membuat Zeeta akhirnya ingat sepenuhnya kejadian lima tahun yang lalu.

“Ah, aku ingat!” jerit Zeeta.

“Jadi, akar di istana itu muncul dengan tujuan untuk melindungimu.” Ratu Peri menunjukkan senyumnya.

“Tapi, Ratu Peri ... aku masih tidak mengerti, kenapa Zeeta memutuskan mengakhiri dunia?” tanya Aria, yang berusaha menahan amarahnya. Ia tahu beberapa hal yang dikatakan Ratu Peri tidak sinkron dengan pengetahuannya secara bersama dengan Elf lain.

“Alasan itu adalah kebenciannya.”

“Sudah kuduga!” Suara seseorang dari luar pintu kamar terdengar. Ashley menguping.

“Gu-Guru Ashley?! Sejak kapan...?” Zeeta terkejut atas kedatangan mendadak Ashley.

“Sejak aku merasakan mana aneh yang tiba-tiba muncul di kamarmu, tahu! Duh, kalau soal penting begini, ceritakan padaku, Nak! Kau membuatku jantungan!” Ashley berjalan masuk. “Salam kenal, Aria sang Elf, dan Ratu Peri ... ehm....” Ashley menanyakan nama Ratu Peri.

"Aku Feline,” jawab Ratu Peri.

“Salam kenal, Ratu Feline.” Ashley menunjukkan hormat bungkuknya pada Feline.

“Ya.” Feline tersenyum lembut.

“Kembali ke bahasan, baru-baru ini aku terpikirkan alasan mengapa Zeeta, orang sebaik dan cengeng seperti dia, bisa mengakhri dunia,” kata Ashley ikut duduk di kasur mewah.

“A-aku tidak cengeng!” Zeeta menggembungkan pipinya.

“Saat dia berjalan-jalan di ibu kota, aku bertemu dengan anakku Albert. Kami berbicara mengenai pertumbuhan Zeeta yang harus selalu ditemani agar tidak menuju ke akhir dunia. Yah, sebenarnya prajuritku Marcus yang memikirkan alasan ini, sih.”

“Jadi, Nak....” Ashley memeluk Zeeta dengan erat. “Kita pasti akan bertemu dengan ibumu. Jadilah Tuan Putri—tidak, jadilah anak yang dapat membanggakan orang tua, ya.

"Kau tidak mau ibumu bersedih jika melihatmu begitu tersakiti dengan semua kebencian-kebencian yang kaupikirkan, bukan?” Ashley mengelus lembut rambut Zeeta.

Tangis kembali menetes. “Uhm! Aku tidak ingin membuat siapapun bersedih!” Zeeta membalas pelukan Ashley.

Setelah merasa cukup berpelukan, Ashley menghapus air mata Zeeta. “Langkah pertamamu adalah menunjukkan kepada negeri bahwa Tuan Putri Zeeta sudah kembali. Tenang saja, apapun yang terjadi kami akan ada di sisimu!” Ashley tersenyum lima jari.

......................

Rona merah muncul di pipi Zeeta yang sedang menikmati hembusan angin. “Wahai diriku ... kuharap kau tidak lagi dengan mudah meneteskan air mata....” Zeeta bangun dari telentangnya. “Ibu, aku akan berjuang, jadi tunggu aku dan tetaplah sehat, ya!” Zeeta memegangi anting bulannya. "Ta-tapi aku juga tidak tahu ibu masih hidup atau tidak.... Haaah...."

Tak lama kemudian, seseorang datang menjemput Zeeta. “Ah! Di sini kau rupanya! Duh, aku mencarimu kemana-mana, lo!”

“Oh? Gerda, ada apa?”

“Jangan 'ada apa?' padaku, dasar bodoh! Sudah waktunya dirimu menunjukkan diri!”

“Ah! Aku benar-benar lupa! Ba-bagaimana ini.... Oh iya... teleportasi!”

“Te-teleportasi?! A-apa kau akan mengajakku juga?!”

“Tentu saja!” Zeeta segera menggandeng tangan Gerda lalu berteleportasi menuju kediaman Alexandrita tanpa memberi waktu Gerda untuk berbicara.

Ketika mereka sampai di kediaman Alexandrita....

“Zeeta! Tuan Putri macam apa yang terlambat begini, ha?! Sepuluh menit sudah lewat, rakyat sudah mempertanyakan kebenaran Tuan Putri sudah pulang atau tidak! Kemana saja kau?!” Ashley mengomeli Zeeta habis-habisan.

“Ma-maaf Guru... a-aku akan mendengarkan nasihatmu nanti, jadi aku akan menyapa rakyatku dulu.” Zeeta meninggalkan Ashley yang sedang emosi.

“Hei, jangan abaikan gurumu!” Ashley menyusul.

“Ya ampun, ini pemandangan baru untuk kita, ‘kan, Tuan Will?” kata Porte tersenyum melihat kelakuan mereka.

“Hohoho, kau benar. Wanita itu sudah merawat Tuan Putri kita dengan baik!” Willmurd juga tersenyum.

“Tetap saja, emosi anak kecil memang tidak pasti, jadi sebagai orang dewasa kita harus selalu mengawasinya. Tapi, aku jadi memikirkan, apa yang terjadi dengannya sampai kebenciannya adalah alasan mengakhiri dunia?” kata Hellen.

“Apa kau bodoh? Tentu saja orang-orang busuk seperti kalian yang hanya mementingkan diri sendiri, tidak memberikan bantuan pada anak kecil seperti dia, ditambah dia kehilangan keluarganya gara-gara bangsawan seperti kalian, tentu saja kebenciannya akan menumpuk!” hardik Aria yang tiba-tiba muncul dari belakang mereka.

“Mana ini, ‘kan....” Hellen menebak-nebak. “Kau Peri perempuan itu?!”

“Peri?! Jangan samakan aku dengan mereka, aku ini Elf, tahu! E-L-F!” Aria tersulut emosi.

“Elf? Hmm, Tuan Putri kita benar-benar sesuatu, ya!” Porte tampak terkejut namun terkesan.

"Hmm. Pantas saja, kukira ada yang aneh dengan tubuh yang menyerupai manusia namun dengan telinga runcing itu. Aku tak menduga akan benar-benar bertemu Elf...." Hellen tak habis pikir.

"Sudahlah, sanjungan darimu takkan mempan untukku, Manusia Rendahan!" Aria mengatakannya dengan nada sok.

"A-apa katamu?!" Hellen tersulut emosi.

"Sudah sudah, bertengkarnya nanti saja! Penobatan Zeeta menjadi Tuan Putri akan segera dimulai!" Porte memperingati mereka.

"Huh. Jika ini bukan untuk Zeeta, aku takkan segan padamu, Manusia Rendahan!" Aria masih dalam nada soknya.

"Ho? Boleh saja, maju sini!" Hellen pun tak mau kalah dengan Aria. Tak lama, mereka yang setidaknya masih punya akal, menenangkan diri mereka dan mendampingi Zeeta, tak lupa juga bersama Porte.

Sementara itu, Gerda yang diseret ke kediaman Ashley, hanya bisa menatap diam dirinya yang terlupakan.

“Eh... hanya aku yang ditinggal di sini? Aku juga ingin bersorak menyambut Zeeta, tahu....” Gerda lesu. Tetapi...

“Prajurit Alexandrita, Marcus, telah datang untuk menjalankan perintah Tuan Putri!” suara pria mengagetkan Gerda. Marcus datang tanpa memakai seragam prajuritnya.

“E-eh? Apa ini?” tanya Gerda yang sedikit cemas.

“Tuan Putri memberikanku perintah melalui sihir telepatinya agar mengawalmu menuju keramaian di mana keluargamu berada!”

“Telepati?! Sejak kapan anak itu... ugh... apa kita tidak akan mencolok?” mendengar Zeeta bisa menggunakan telepati, ia merasa tidak kaget tetapi kesal, juga merasa senang.

“Serahkan saja padaku!”

Marcuspun membawa Gerda menuju keramaian.

......................

“Hei, kaupikir seperti apa Tuan Putri kita, ya?”

“Pasti dia mirip dengan Ratu Alicia!”

“Kuharap dia tidak seperti Rowing....”

“Agh, aku tak sabar melihatnya!”

Berbagai tanggapan terdengar dari keramaian sembari menunggu kedatangan Zeeta di depan kediaman Ashley. Tak lama, Ashley menampakkan diri di beranda. Sihir pengeras suara diaktifkan di depan mulutnya.

“Maaf telah membuat kalian menunggu. Mengingat Peringatan Darurat Satu telah dapat kupastikan berakhir setelah berjalan tujuh hari, bersamaan dengan berakhirnya hal tersebut, Tuan Putri kita, Zeeta Aurora XXI telah pulih total dan siap menjalankan perannya sebagai Tuan Putri!” kata Ashley memberi sambutan dengan nada semangat.

“Zeeta, kah? Nama yang bagus, ya!”

“Uuuuh, dari namanya saja membuatku tahu kalau dia adalah Tuan Putri yang baik!”

“Zeeta!”

"Zeeta!!”

“Zeeta!!”

Sorakan demi sorakan menanti kedatangan Tuan Putri mereka.

Langkah kaki yang mendekat, membuat sorakan itu berhenti. Sosoknya yang jelita dengan rambut violet pendek dipadu pakaian khusus Tuan Putrinya, terlihat sangat cocok untuknya. Apa yang mereka lihat pertama kali adalah senyuman manis yang tulus diberikan sang Tuan Putri.

“Melihat semangat kalian, aku berterima kasih karena kalian berharap kepadaku. Seperti yang kalian ketahui, aku adalah Zeeta Aurora, anak dari Alicia Aurora. Selama delapan tahun terakhir, aku menjalani hidupku di desa di Wilayah Selatan bernama Lazuli. Mereka adalah keluarga bagiku dan aku tumbuh besar bersama mereka. Mungkin aku tidak akan bisa menjawab harapan kalian, tapi aku ingin kalian tahu....

“bahwa diriku yang tumbuh di desa, membuatku belajar tentang banyak hal yang tidak akan kuketahui jika aku tumbuh di kalangan bangsawan. Baik menjadi orang desa ataupun menjadi Tuan Putri, dua hal itu, merupakan hal yang sangat penting untukku.

“ayah angkatku dari desa pernah mengatakan ini. 'Tidaklah salah bagiku, seorang anak yang tumbuh dari desa, menjadi Tuan Putri yang memiliki tanggung jawab yang besar...' karena itulah, mungkin aku tidak akan sama dengan bangsawan lain, dan aku masih belajar bagaimana menjadi Tuan Putri yang baik untuk kalian, dan selama itu....

“Kuharap kerajaan ini dapat berjalan dengan senyuman!” Zeeta kembali melemparkan senyumnya kembali.

“WOOOOGGHH ZEETA! PUTRIKU ZEETA! AKU BANGGA PADAMU! SELAMAT TELAH MENJADI TUAN PUTRI!!” teriakan Arthur yang begitu menggema membuat semua orang terkejut. Zeeta jadi terkikih kecil melihat janji ayahnya telah dipenuhi.

Menyusul sorakan yang begitu heboh dari Arthur, rakyat ternyata memikirkan hal yang sama dengan Arhur. Mereka senang dengan kehadiran Tuan Putri mereka yang seperti ini. Sorakan kembali terdengar dari mereka.

“Kerja bagus, Nak!” Ashley menepuk kepala Zeeta.

Dengan begini, Zeeta, seorang anak perempuan dari desa berumur delapan tahun, resmi menjadi Tuan Putri yang memikul tanggung jawab besar di bahunya. Seharusnya seperti itu, namun....

‘DDUUMM’

‘DDUUMM’

'DDUUUMM’

Dentuman demi dentuman mengguncang sekitar mereka.

“A-apa yang terjadi?!” orang-orang mulai panik. Melihat kepanikan mereka, Zeeta segera melakukan sesuatu.

“Semuanya, jangan panik dan ikutilah perintahku! Percayalah padaku, dan kalian akan baik-baik saja!” Zeeta mengeluarkan sihirnya. Ia membuat suatu lapisan yang tembus pandang di atas seluruh orang yang berkumpul.

“Tetaplah di tempat kalian berdiri. Jika sesuatu akan jatuh menghampiri kalian, sihirku akan melindungi!” Zeeta kembali melakukan sesuatu dengan sihirnya. Angin sejuk terus berhembus di seluruh bagian keramaian untuk mencegah dehidrasi.

“Apa ada seseorang yang bisa melihat dentuman apa itu?” tanya Zeeta.

“A-aku sudah melihatnya, Tuan Putri....” Porte berbicara sambil memegang teropong kristalnya.

“Apa yang kau lihat?” tanya Zeeta kembali.

“I-itu... Raksasa!”

“Eh?! Raksasa?!”

Mendengar Porte, orang-orang kembali cemas. Disaat yang sama, dentuman itu semakin mendekat dan semakin mendekat, tampaklah raksasa yang memiliki tubuh batu. Saking besarnya ukuran tubuh tersebut, masih memungkinkan beberapa pilar batu menjulang tinggi di bagian bahunya. Tubuh batu raksasa tersebut juga memiliki garis bercahaya biru yang sewarna dengan matanya yang juga bercahaya. Lumut dan rerumputan yang tumbuh di beberapa bagian tubuhnya, tampaknya raksasa itu sudah hidup dalam jangka waktu yang sangat-sangat lama.

“Guru, apa memang ibuku pernah berinteraksi dengan makhluk-makhluk seperti mereka?!” Zeeta panik.

“Ju-jujur... bahkan akupun belum pernah melihat Raksasa, tidak... bahkan aku tidak tahu ada Raksasa di kerajaan kita!” Ashley juga panik. 

Episodes
1 Prolog
2 Kehidupan Baru
3 Sihir
4 Peri
5 Impiannya
6 Buah dari Kerja Keras
7 Keinginan yang Muncul dari Kesempatan
8 Musim Semi yang Pedih
9 Dunia Asing
10 Wewenang atau Kekerasan?
11 Malam Sebelum Badai (1/2)
12 Malam Sebelum Badai (2/2)
13 Bangsawan Meja Bundar
14 Negeri yang Indah nan Kotor
15 Kewajiban Sang Putri (1/2)
16 Kewajiban Sang Putri (2/2)
17 Tuan Putri ke Ibu Kota
18 Sang Elf, Aria
19 Zeeta Aurora XXI
20 Eksekusi Mati
21 Langkah Awalnya
22 NAMAKU ADALAH ZEETA!
23 Rumor dan Fakta
24 Bibit Kejahatan
25 Ingatan Manis Hellenia (1/2)
26 Ancaman
27 Ambang Keputusasaan
28 Ingatan Manis Hellenia (2/2)
29 Kekuatan yang Hanya Dimiliki Manusia
30 Layaknya Nenek, Layaknya Cucu
31 Bertemu dengan Keluarga
32 Ikatan yang Terbentuk dari Kesan
33 Mana
34 Kengerian yang Merangkak Keluar
35 Sumbu dari Sebuah Legenda
36 Yang Akan Menuntunnya
37 Catastrophe Seal
38 Hutan Misterius
39 Benih Yggdrasil
40 Misi Selanjutnya
41 Sang Roh Yggdrasil, Luna
42 Sekutu
43 Rencana Sang Putri
44 Vivid Party
45 Rencana Penyelamatan Alicia (1/2)
46 Rencana Penyelamatan Alicia (2/2)
47 Rapat Keluarga Darurat
48 Kemampuan Sihirnya Tak Terbatas
49 [Bab Pengumuman] Kedudukan Kebangsawanan Kerajaan Aurora
50 Keberadaan Ras Lain
51 Kekalahannya
52 Manusia dan Makhluk Sihir yang Bentrok
53 Kekuatan Bangsawan Utama
54 Apa yang Menjadi Janjinya
55 Eclipse, Sekutu yang Tak Terduga
56 Sebuah Misteri yang Terkuak
57 Babak Baru
58 Kerja Sama Antar Ras
59 Melangkah ke Depan (1/2)
60 Melangkah ke Depan (2/2)
61 Klutzie dan Siren
62 Latihan untuk Menyusulnya
63 Percikan Api
64 Amarah dari Sebuah Kekonyolan
65 Pertanda?
66 Kegelapan yang Melindungi
67 Peran Keluarga
68 Teman dan Cinta
69 Kunci Kotak Harta Karun
70 Sebuah Kebenaran
71 Langkah Menuju Kebebasan
72 Bersama dengan Ibu, Mendengarnya
73 Ibu dan Ayah
74 Kebebasan
75 Kerajaan yang Berlibur
76 Azure dan Desa Lapis
77 Keluarga Baru
78 Waktu Bersama Keluarga
79 Karma yang Kejam
80 Dia yang Mengawasi
81 Zeeta dan Azure
82 Kekuatan Penuh Ashley 1
83 Willmurd Louis de Dormant
84 Kekuatan Penuh Ashley 2
85 Menuju Masa yang Diramalkan
86 Dunia yang Diramalkan
87 Bersiap Diri
88 Keputusan Azure
89 Layaknya Kotak Pandora
90 Awal dari Sang Pembalas Dendam, Marianna Aurora
91 Latihan yang Keras
92 Volten Sisters
93 Latihan Bersama Volten Sisters
94 Langit di Atas Langit
95 Tanah Ephemeral
96 "Mengakhiri Dunia"
97 Ketakutan yang Dibalut oleh Harapan
98 (Bab Pengumuman) Disclaimer - Sebelum Membaca Chapter (Arc) Selanjutnya
99 (Bab Pengumuman) Daftar Rune
100 Sihir Kuno Rune
101 Kekuatan Maisie
102 Bencana Besar yang akan Menghantam
103 Pertarungan yang Sudah Dimulai
104 Segel yang Dilepas Setelah Sekian Lama
105 Bala Bantuan
106 Janji Seorang Lelaki
107 Baru Dimulai
108 Tekad Kuat Gerda
109 Sampai Tetes Darah Terakhir
110 Wasiat Ratusan Tahun
111 Harta Karun untuk Masa Depan
112 Crescent Void
113 Kepercayaan yang Tulus
114 Menuju Perjalanan Selanjutnya
115 Bertekadlah Layaknya Kupu-Kupu
116 Arti dari Seorang Pemimpin
117 Penyihir Harapan
118 Sesuatu yang Berhasil Dilindungi
119 Dia yang Kembali Beraksi
120 Kepulangannya
121 Perbedaan Level
122 Tiada Waktu 'tuk Bersantai
123 Rapat Keluarga Darurat 2
124 Kunjungan
125 Pulangnya Tuan Putri ke Rumah
126 Luka di Hati
127 Hubungan Adik dan Kakak
128 Arti Sebuah Kerajaan
129 Menuju Kerajaan Nebula 1/3
130 Menuju Kerajaan Nebula 2/3
131 Menuju Kerajaan Nebula 3/3
132 Kedatangan Azure
133 Masa Lalu Suzy
134 Gugurnya Sebuah Harapan
135 Cinta Seorang Kakek
136 Perjuangannya
137 Ifrit Sang Api
138 Amarah
139 Ifrit vs. Ashley 1
140 Ifrit vs. Ashley 2
141 Jötunnheim dan Fyrriheim
142 Terdampar di Dunia Lampau, Fyrriheim
143 Klutzie vs. Jewel
144 Si Pelayan Klasik, Asteria
145 Identitas Sang Pria Misterius yang Mematikan, L'arc Darnmite
146 Rahasia Fyrriheim, Sebuah Dunia Lampau
147 Turning Point 1
148 Arti dari Hidup, Sebuah Awal dari Aurora
149 Sirkuit Sihir
150 Rencana Para Elf
151 Pertahanan Seluruh Tenaga demi Rakyat
152 Menuju Babak Selanjutnya
153 Pohon Chronos
154 Pertanggungjawaban yang Pantas
155 Penyesalan
156 Janji dalam Pelarian
157 Kebencian yang Terkunci Selama 200 Tahun
158 Bersama Senyum, Ditemani Oleh Senyum
159 Kembalinya Scarlet
160 Kepercayaan Diri
161 Pertarungan yang akan Mengubah Dunia
162 Guru dan Murid yang Menanggung Kebencian Besar
163 Para Penyintas
164 Kekuatan Tersembunyi Azure
165 Gelombang Pasang
166 Saksi Hidup Sejak Ribuan Tahun Silam
167 Harapan yang Berkilau
168 Zeeta vs. Marianna 1/4
169 Menguak Paksa Masa Lalu yang Pahit
170 Ketragisan yang Harus Diakhiri
171 Menerobos Kemustahilan
172 Zeeta vs. Marianna 2/4
173 Keadilan yang Tak Disesali
174 Zeeta vs. Marianna 3/4
175 Zeeta vs. Marianna 4/4
176 Keseharian Aurora yang Kembali Damai
177 Makhluk yang Kuat pun Lemah
178 Rekan Baru
179 Tamu Pembawa Teror
180 Dinding yang Tak Mudah Dihancurkan
181 Misi Baru Aurora
182 Tersirat
183 Penyusup
184 Keberadaan Masing-Masing Tim Ekspedisi
185 Serina dan Gerda
186 Keyakinan
187 Dalam Hitungan Detik
188 Masalahnya Masing-Masing
189 Kedatangan yang Tidak Diduga
190 Kecurigaan Pandang Pertama
191 Meremehkan Lawan yang Salah
192 "Belas Kasih"
193 Menantang Kemustahilan
194 Wajah Aurora yang Tercermin dari Sang Putri
195 Kemunculan Seseorang yang Tidak Diduga
196 Mau Tidak Mau
197 Sayap Menuju Esok
198 Yang Meyakinkannya
199 Ketika Tiada yang Menyadarinya
200 Menuju Tanah Kematian
201 Tanah Tanpa Kehangatan (1/2)
202 Tanah Tanpa Kehangatan (2/2)
203 Kambing Hitam
204 Sang Pelintas Waktu
205 Amarah Lloyd
206 Gadis yang Menyembunyikan Tujuannya
207 Demi Menjawab Harapan Sang Penyihir Harapan
208 Ancaman yang Dipatahkan
209 Roh Kuno Angin, Zephyr
210 Rahasia Dunia dan Ambisi untuk Menang
211 Alasan Belle
212 Dari Kematian, Menuju Kematian, Berakhir pada Kematian
213 Persiapan Menantang Kematian
214 Harapan Palsu
215 Trauma Zeeta
216 Kemunculan Tellaura, Sang Penyihir Pengutuk Dunia
217 Dark Elf yang Tak Segan Membunuh, Jourgan
218 High Elf Maniak Pertarungan, Bellaria
219 Pertanda Ragnarok
220 Gadis Seiryuu yang Bernasib untuk Mati
221 Rahasia Dibalik Senjata Suci
222 Turning Point 2
223 Pandangan Salah Seorang Dark Elf Pada Manusia
224 Titania, Sang Keturunan Raksasa
225 Sang Raksasa Teladan, Jeanne
226 Waktunya untuk Serius!
227 Pertempuran yang Singkat
228 Dunia Impian di Dalam Dunia Terkutuk
229 Dariku, 300 Tahun yang Lalu
230 Bersama-sama
231 Datangnya Perubahan Dunia
232 Burung yang Tersangkar dan Burung yang Terburu
233 Bangsawan, Pelayan, dan Rakyat Jelata
234 Merelakan Yang Tersayang
235 Kejamnya Dunia pada Mereka
236 Awal dari Semuanya 1
237 Alasan Seorang Tellaura Hidup
238 Gigih
239 Mereka yang Hidup di Dunia yang Berbeda
240 Ketakutan
241 Jiwa yang Tersesat
242 Ingatan yang Kembali
243 Keinginan Sang Raksasa
244 Kakak-Adik dan Putri-Pembunuh
245 Malam Sebelum Petaka
246 Jebakan
247 Bulan Darah
248 Pembalasan
249 Awal dari Semuanya 2
250 Tipu Muslihat
251 Menghilangkan Siklus Kebencian
252 Dua Gadis Berambut Perak
253 Sebelum Semuanya Tak Bisa Lagi Digenggam
254 Mimpi yang Tak Lagi Dapat Digapai
255 Putri Duyung dan Penyihir Harapan
256 Penyihir Harapan dan Penyihir Bintang
257 Menuju Hari Akhir 1
258 Lautan yang Marah
259 Masa Lalu Penyihir Bintang
260 Gadis yang Kuat
261 Malam yang Gila 1
262 Permintaan Roh Kuno Air
263 Malam yang Gila 2
264 Tirta Amarta 1
265 Tirta Amarta 2
266 Tirta Amarta 3
267 Aku dan Aku yang Lain
268 Ozy dan Jeanne
269 Keseriusan Zeeta
270 Bertemunya Dua Zeeta
271 Arata Akihiro
272 Menyeret ke Dalam Lubang Berbilah Tajam
273 Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 1
274 Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 2
275 Mereka yang Menyayanginya
276 Kedatangan Sosok yang (Pernah) Berharga Untuknya
277 Dua Gerbang yang Terbuka
278 Melodi dari Neraka
279 Turning Point 3
280 Kartu Truf
281 Bangkit
282 Jatuh dalam Kegelapan
283 Secercah Harapan
284 Sejarah Nebula 1
285 Sejarah Nebula 2
286 Jangan Remehkan Gadis yang Sedang Jatuh Cinta!
287 Barghest yang Misterius
288 The Power of Love
289 Gadis yang Menjadi Dunianya
290 Cermin Seorang Penguasa yang Dikagumi
291 Pangeran Cupu (?)
292 Putri Keemasan yang Dikutuk
293 Sejarah yang Saling Terhubung
294 Pertanyaan Demi Pertanyaan
295 Kerajaan Gala
296 Mereka yang Bangkit dari Keterpurukan
297 Menciptakan Legenda
298 Hati Baja yang Tidak Dimiliki Semua Orang
299 Catastrophe Seal dan Vanadust
300 Secercah Cahaya dari Dunia
301 Apakah Ini Sebuah Tekad? Atau Hanya Tegar?
302 Buah Perjuangannya
303 Tujuan Akhir Zeeta
304 Sahabat
305 Petunjuk
306 Negeri Para Raksasa
307 Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 1
308 Fana
309 Jawaban
310 Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 2
311 Zeeta dan Luna
312 Rapat Keluarga (Bangsawan)
313 (Bab Pengumuman) Desain Karakter Zeeta (Delapan Tahun)
314 Pengorbanan Tidaklah Selalu Buruk
315 (Bab Pengumuman) Desain Karakter Danny & Gerda (9/8 Tahun)
316 Hubungan dan Ikatan
317 Wejangan
318 Keroco Kuat yang Buta Tujuan
319 Terbukanya Dua Gerbang
320 Syarat
321 Angin Zephyr
322 Ragnarok, Pertempuran Akhir Dunia
323 Tujuan Tiga Dunia yang Berbeda
324 Demi Hari Esok
325 Sang Raksasa Alpha, Fenrir
326 Seiryuu dan Penyangganya
327 Masalah Hati Arata Akihiro
328 Naga Pengecut, Nidhogg
329 Menerima Apa Adanya dan Mencintainya
330 Naga yang Nyaris Kehilangan Arahnya
331 Pengkhianatan yang Tak Bisa Dimaafkan
332 Kegelapan yang Menerangi
333 Luluh Lantaknya Bumi
334 Bala Bantuan
335 Kehancuran
336 Dirimu yang Bagaikan Cahaya Untukku
337 Pertolongan Alam Kematian
338 Pengorbanan
339 Tombak Suci Rhongomyniad
340 Pertempuran Akhir 1
341 Yang Mengerti Dirinya
342 Mewujudkan Lagi Tír na nÓg
343 Cahaya Dari Bintang
344 Naga Dan Manusia
345 Keheningan Sebelum Badai
346 Jawaban Sang Penentu Dunia
347 Zeeta Alter vs. Si Kembar Levant
348 Mereka yang Mengutuk Dunia
349 Peran Terakhir Crescent Void
350 Quaternity Grandeur
351 Rival Gadis Itu
352 Tirai Penutup
353 Sang Penyihir Harapan [END]
354 Bab Bonus - True (Happy) Ending
Episodes

Updated 354 Episodes

1
Prolog
2
Kehidupan Baru
3
Sihir
4
Peri
5
Impiannya
6
Buah dari Kerja Keras
7
Keinginan yang Muncul dari Kesempatan
8
Musim Semi yang Pedih
9
Dunia Asing
10
Wewenang atau Kekerasan?
11
Malam Sebelum Badai (1/2)
12
Malam Sebelum Badai (2/2)
13
Bangsawan Meja Bundar
14
Negeri yang Indah nan Kotor
15
Kewajiban Sang Putri (1/2)
16
Kewajiban Sang Putri (2/2)
17
Tuan Putri ke Ibu Kota
18
Sang Elf, Aria
19
Zeeta Aurora XXI
20
Eksekusi Mati
21
Langkah Awalnya
22
NAMAKU ADALAH ZEETA!
23
Rumor dan Fakta
24
Bibit Kejahatan
25
Ingatan Manis Hellenia (1/2)
26
Ancaman
27
Ambang Keputusasaan
28
Ingatan Manis Hellenia (2/2)
29
Kekuatan yang Hanya Dimiliki Manusia
30
Layaknya Nenek, Layaknya Cucu
31
Bertemu dengan Keluarga
32
Ikatan yang Terbentuk dari Kesan
33
Mana
34
Kengerian yang Merangkak Keluar
35
Sumbu dari Sebuah Legenda
36
Yang Akan Menuntunnya
37
Catastrophe Seal
38
Hutan Misterius
39
Benih Yggdrasil
40
Misi Selanjutnya
41
Sang Roh Yggdrasil, Luna
42
Sekutu
43
Rencana Sang Putri
44
Vivid Party
45
Rencana Penyelamatan Alicia (1/2)
46
Rencana Penyelamatan Alicia (2/2)
47
Rapat Keluarga Darurat
48
Kemampuan Sihirnya Tak Terbatas
49
[Bab Pengumuman] Kedudukan Kebangsawanan Kerajaan Aurora
50
Keberadaan Ras Lain
51
Kekalahannya
52
Manusia dan Makhluk Sihir yang Bentrok
53
Kekuatan Bangsawan Utama
54
Apa yang Menjadi Janjinya
55
Eclipse, Sekutu yang Tak Terduga
56
Sebuah Misteri yang Terkuak
57
Babak Baru
58
Kerja Sama Antar Ras
59
Melangkah ke Depan (1/2)
60
Melangkah ke Depan (2/2)
61
Klutzie dan Siren
62
Latihan untuk Menyusulnya
63
Percikan Api
64
Amarah dari Sebuah Kekonyolan
65
Pertanda?
66
Kegelapan yang Melindungi
67
Peran Keluarga
68
Teman dan Cinta
69
Kunci Kotak Harta Karun
70
Sebuah Kebenaran
71
Langkah Menuju Kebebasan
72
Bersama dengan Ibu, Mendengarnya
73
Ibu dan Ayah
74
Kebebasan
75
Kerajaan yang Berlibur
76
Azure dan Desa Lapis
77
Keluarga Baru
78
Waktu Bersama Keluarga
79
Karma yang Kejam
80
Dia yang Mengawasi
81
Zeeta dan Azure
82
Kekuatan Penuh Ashley 1
83
Willmurd Louis de Dormant
84
Kekuatan Penuh Ashley 2
85
Menuju Masa yang Diramalkan
86
Dunia yang Diramalkan
87
Bersiap Diri
88
Keputusan Azure
89
Layaknya Kotak Pandora
90
Awal dari Sang Pembalas Dendam, Marianna Aurora
91
Latihan yang Keras
92
Volten Sisters
93
Latihan Bersama Volten Sisters
94
Langit di Atas Langit
95
Tanah Ephemeral
96
"Mengakhiri Dunia"
97
Ketakutan yang Dibalut oleh Harapan
98
(Bab Pengumuman) Disclaimer - Sebelum Membaca Chapter (Arc) Selanjutnya
99
(Bab Pengumuman) Daftar Rune
100
Sihir Kuno Rune
101
Kekuatan Maisie
102
Bencana Besar yang akan Menghantam
103
Pertarungan yang Sudah Dimulai
104
Segel yang Dilepas Setelah Sekian Lama
105
Bala Bantuan
106
Janji Seorang Lelaki
107
Baru Dimulai
108
Tekad Kuat Gerda
109
Sampai Tetes Darah Terakhir
110
Wasiat Ratusan Tahun
111
Harta Karun untuk Masa Depan
112
Crescent Void
113
Kepercayaan yang Tulus
114
Menuju Perjalanan Selanjutnya
115
Bertekadlah Layaknya Kupu-Kupu
116
Arti dari Seorang Pemimpin
117
Penyihir Harapan
118
Sesuatu yang Berhasil Dilindungi
119
Dia yang Kembali Beraksi
120
Kepulangannya
121
Perbedaan Level
122
Tiada Waktu 'tuk Bersantai
123
Rapat Keluarga Darurat 2
124
Kunjungan
125
Pulangnya Tuan Putri ke Rumah
126
Luka di Hati
127
Hubungan Adik dan Kakak
128
Arti Sebuah Kerajaan
129
Menuju Kerajaan Nebula 1/3
130
Menuju Kerajaan Nebula 2/3
131
Menuju Kerajaan Nebula 3/3
132
Kedatangan Azure
133
Masa Lalu Suzy
134
Gugurnya Sebuah Harapan
135
Cinta Seorang Kakek
136
Perjuangannya
137
Ifrit Sang Api
138
Amarah
139
Ifrit vs. Ashley 1
140
Ifrit vs. Ashley 2
141
Jötunnheim dan Fyrriheim
142
Terdampar di Dunia Lampau, Fyrriheim
143
Klutzie vs. Jewel
144
Si Pelayan Klasik, Asteria
145
Identitas Sang Pria Misterius yang Mematikan, L'arc Darnmite
146
Rahasia Fyrriheim, Sebuah Dunia Lampau
147
Turning Point 1
148
Arti dari Hidup, Sebuah Awal dari Aurora
149
Sirkuit Sihir
150
Rencana Para Elf
151
Pertahanan Seluruh Tenaga demi Rakyat
152
Menuju Babak Selanjutnya
153
Pohon Chronos
154
Pertanggungjawaban yang Pantas
155
Penyesalan
156
Janji dalam Pelarian
157
Kebencian yang Terkunci Selama 200 Tahun
158
Bersama Senyum, Ditemani Oleh Senyum
159
Kembalinya Scarlet
160
Kepercayaan Diri
161
Pertarungan yang akan Mengubah Dunia
162
Guru dan Murid yang Menanggung Kebencian Besar
163
Para Penyintas
164
Kekuatan Tersembunyi Azure
165
Gelombang Pasang
166
Saksi Hidup Sejak Ribuan Tahun Silam
167
Harapan yang Berkilau
168
Zeeta vs. Marianna 1/4
169
Menguak Paksa Masa Lalu yang Pahit
170
Ketragisan yang Harus Diakhiri
171
Menerobos Kemustahilan
172
Zeeta vs. Marianna 2/4
173
Keadilan yang Tak Disesali
174
Zeeta vs. Marianna 3/4
175
Zeeta vs. Marianna 4/4
176
Keseharian Aurora yang Kembali Damai
177
Makhluk yang Kuat pun Lemah
178
Rekan Baru
179
Tamu Pembawa Teror
180
Dinding yang Tak Mudah Dihancurkan
181
Misi Baru Aurora
182
Tersirat
183
Penyusup
184
Keberadaan Masing-Masing Tim Ekspedisi
185
Serina dan Gerda
186
Keyakinan
187
Dalam Hitungan Detik
188
Masalahnya Masing-Masing
189
Kedatangan yang Tidak Diduga
190
Kecurigaan Pandang Pertama
191
Meremehkan Lawan yang Salah
192
"Belas Kasih"
193
Menantang Kemustahilan
194
Wajah Aurora yang Tercermin dari Sang Putri
195
Kemunculan Seseorang yang Tidak Diduga
196
Mau Tidak Mau
197
Sayap Menuju Esok
198
Yang Meyakinkannya
199
Ketika Tiada yang Menyadarinya
200
Menuju Tanah Kematian
201
Tanah Tanpa Kehangatan (1/2)
202
Tanah Tanpa Kehangatan (2/2)
203
Kambing Hitam
204
Sang Pelintas Waktu
205
Amarah Lloyd
206
Gadis yang Menyembunyikan Tujuannya
207
Demi Menjawab Harapan Sang Penyihir Harapan
208
Ancaman yang Dipatahkan
209
Roh Kuno Angin, Zephyr
210
Rahasia Dunia dan Ambisi untuk Menang
211
Alasan Belle
212
Dari Kematian, Menuju Kematian, Berakhir pada Kematian
213
Persiapan Menantang Kematian
214
Harapan Palsu
215
Trauma Zeeta
216
Kemunculan Tellaura, Sang Penyihir Pengutuk Dunia
217
Dark Elf yang Tak Segan Membunuh, Jourgan
218
High Elf Maniak Pertarungan, Bellaria
219
Pertanda Ragnarok
220
Gadis Seiryuu yang Bernasib untuk Mati
221
Rahasia Dibalik Senjata Suci
222
Turning Point 2
223
Pandangan Salah Seorang Dark Elf Pada Manusia
224
Titania, Sang Keturunan Raksasa
225
Sang Raksasa Teladan, Jeanne
226
Waktunya untuk Serius!
227
Pertempuran yang Singkat
228
Dunia Impian di Dalam Dunia Terkutuk
229
Dariku, 300 Tahun yang Lalu
230
Bersama-sama
231
Datangnya Perubahan Dunia
232
Burung yang Tersangkar dan Burung yang Terburu
233
Bangsawan, Pelayan, dan Rakyat Jelata
234
Merelakan Yang Tersayang
235
Kejamnya Dunia pada Mereka
236
Awal dari Semuanya 1
237
Alasan Seorang Tellaura Hidup
238
Gigih
239
Mereka yang Hidup di Dunia yang Berbeda
240
Ketakutan
241
Jiwa yang Tersesat
242
Ingatan yang Kembali
243
Keinginan Sang Raksasa
244
Kakak-Adik dan Putri-Pembunuh
245
Malam Sebelum Petaka
246
Jebakan
247
Bulan Darah
248
Pembalasan
249
Awal dari Semuanya 2
250
Tipu Muslihat
251
Menghilangkan Siklus Kebencian
252
Dua Gadis Berambut Perak
253
Sebelum Semuanya Tak Bisa Lagi Digenggam
254
Mimpi yang Tak Lagi Dapat Digapai
255
Putri Duyung dan Penyihir Harapan
256
Penyihir Harapan dan Penyihir Bintang
257
Menuju Hari Akhir 1
258
Lautan yang Marah
259
Masa Lalu Penyihir Bintang
260
Gadis yang Kuat
261
Malam yang Gila 1
262
Permintaan Roh Kuno Air
263
Malam yang Gila 2
264
Tirta Amarta 1
265
Tirta Amarta 2
266
Tirta Amarta 3
267
Aku dan Aku yang Lain
268
Ozy dan Jeanne
269
Keseriusan Zeeta
270
Bertemunya Dua Zeeta
271
Arata Akihiro
272
Menyeret ke Dalam Lubang Berbilah Tajam
273
Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 1
274
Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 2
275
Mereka yang Menyayanginya
276
Kedatangan Sosok yang (Pernah) Berharga Untuknya
277
Dua Gerbang yang Terbuka
278
Melodi dari Neraka
279
Turning Point 3
280
Kartu Truf
281
Bangkit
282
Jatuh dalam Kegelapan
283
Secercah Harapan
284
Sejarah Nebula 1
285
Sejarah Nebula 2
286
Jangan Remehkan Gadis yang Sedang Jatuh Cinta!
287
Barghest yang Misterius
288
The Power of Love
289
Gadis yang Menjadi Dunianya
290
Cermin Seorang Penguasa yang Dikagumi
291
Pangeran Cupu (?)
292
Putri Keemasan yang Dikutuk
293
Sejarah yang Saling Terhubung
294
Pertanyaan Demi Pertanyaan
295
Kerajaan Gala
296
Mereka yang Bangkit dari Keterpurukan
297
Menciptakan Legenda
298
Hati Baja yang Tidak Dimiliki Semua Orang
299
Catastrophe Seal dan Vanadust
300
Secercah Cahaya dari Dunia
301
Apakah Ini Sebuah Tekad? Atau Hanya Tegar?
302
Buah Perjuangannya
303
Tujuan Akhir Zeeta
304
Sahabat
305
Petunjuk
306
Negeri Para Raksasa
307
Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 1
308
Fana
309
Jawaban
310
Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 2
311
Zeeta dan Luna
312
Rapat Keluarga (Bangsawan)
313
(Bab Pengumuman) Desain Karakter Zeeta (Delapan Tahun)
314
Pengorbanan Tidaklah Selalu Buruk
315
(Bab Pengumuman) Desain Karakter Danny & Gerda (9/8 Tahun)
316
Hubungan dan Ikatan
317
Wejangan
318
Keroco Kuat yang Buta Tujuan
319
Terbukanya Dua Gerbang
320
Syarat
321
Angin Zephyr
322
Ragnarok, Pertempuran Akhir Dunia
323
Tujuan Tiga Dunia yang Berbeda
324
Demi Hari Esok
325
Sang Raksasa Alpha, Fenrir
326
Seiryuu dan Penyangganya
327
Masalah Hati Arata Akihiro
328
Naga Pengecut, Nidhogg
329
Menerima Apa Adanya dan Mencintainya
330
Naga yang Nyaris Kehilangan Arahnya
331
Pengkhianatan yang Tak Bisa Dimaafkan
332
Kegelapan yang Menerangi
333
Luluh Lantaknya Bumi
334
Bala Bantuan
335
Kehancuran
336
Dirimu yang Bagaikan Cahaya Untukku
337
Pertolongan Alam Kematian
338
Pengorbanan
339
Tombak Suci Rhongomyniad
340
Pertempuran Akhir 1
341
Yang Mengerti Dirinya
342
Mewujudkan Lagi Tír na nÓg
343
Cahaya Dari Bintang
344
Naga Dan Manusia
345
Keheningan Sebelum Badai
346
Jawaban Sang Penentu Dunia
347
Zeeta Alter vs. Si Kembar Levant
348
Mereka yang Mengutuk Dunia
349
Peran Terakhir Crescent Void
350
Quaternity Grandeur
351
Rival Gadis Itu
352
Tirai Penutup
353
Sang Penyihir Harapan [END]
354
Bab Bonus - True (Happy) Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!