Negeri yang Indah nan Kotor

Peri perempuan yang sebelumnya bersama Falmus, Yuuvi, dan Sylva, terus mengepakkan empat helai sayapnya menuju kediaman Rowing. Selama perjalanannya, ia mengingat berbagai macam kejadian yang terjadi dalam kehidupannya.

“Manusia dan Peri ... mereka hampir tak memiliki perbedaan. Peri menganggap diri mereka hebat karena mana yang dimiliki besar, sedangkan manusia sombong dengan kedudukan sekaligus kapasitas mana mereka.

"Tapi, harus kuakui, tidak semua Manusia seperti itu. Ada yang terlahir tanpa atau dengan sedikit mana. Mereka yang hidup di balik kejamnya payung kekuatan tirani yang disebut sihir itu tidak akan bebas dalam hidupnya. Mereka akan selalu ditindas oleh orang yang memiliki mana besar.

"Meski begitu, aku tahu. Di situlah letak keistimewaan manusia. Manusia yang ditindas itu akan berjuang lebih keras hanya untuk menyetarakan kedudukan mereka. Aku menyaksikan sendiri perkembangan Manusia yang membuat mesin demi kesetaraan itu.

"Kini, perlahan-lahan kesetaraan itu mulai terwujud. Aku senang melihat perkembangan itu. Manusia selalu berusaha untuk menjadi lebih baik.

"Sayangnya, hal sebaik itu tidak dialami oleh Peri. Peri akan selamanya menjadi Peri.

“Peri tidaklah sebaik yang dipikirkan Manusia. Mereka adalah makhluk yang sombong atas kekuatan mereka. Banyak dari mereka yang menganggap mereka berderajat lebih tinggi dari semua makhluk hidup. Tanpa adanya mereka, kehidupan di dunia tidak akan berjalan mulus."

.

.

.

"Hahaha ... serius?"

"Aku benci Peri. SANGAT membencinya. Mereka yang mengaku sebagai makhluk berderajat tinggi, tidak memedulikan keberadaan kami, padahal kami juga bagian dari Peri. Kami bertahan hidup dengan kekuatan kami sendiri di saat manusia dan Peri menghunuskan sihir mereka pada kami. Untung saja, salah seorang leluhurku berhasil membuat penghalang yang menyembunyikan keberadaan kami dari mereka.

"Sebenarnya aku tidak bisa memberat-sebelahkan kebencianku ini hanya kepada Peri. Manusia juga menjadi pemicu kebencianku muncul. Tapi... di balik persembunyian kami ini, kami selalu mengamati. Kapan dunia akan aman? Kapan kami bisa menunjukkan keberadaan kami tanpa memicu pertumpahan darah?

“Jawaban itu tiba dua generasi yang lalu. Perlahan, kami mulai melangkah memasuki negeri manusia, dan mereka menerima kami. Mereka bilang, 'masa lalu memang tidak bisa dilupakan, tetapi bisa dijadikan pelajaran. Mereka yang hidup saat ini bukanlah manusia yang hidup di masa lalu. Meski kebencian masih ada, bukan berarti pertemanan mustahil diikat.'"

“Beberapa di antara kami, hidup melalui penyamaran yang merupakan sihir keahlian kami. Aku juga termasuk dalam angka beberapa itu. Meskipun kubilang itu keahlian, itu hanyalah senjata kami ketika kami takut oleh dunia.

“*Zeeta ... merupakan Manusia yang selalu diisukan setiap Manusia dan Peri.

"Mengapa, kautanya? Itu karena dia pembawa akhir dunia.

"Atau setidaknya itulah ramalan dari Ratu Peri. Meski aku tidak menyukainya, Ratu itu benar. Kami bisa merasakannya*."

“Tidak ada yang tahu apa yang menyebabkan dunia berakhir dalam ramalan itu. Bahkan sang Ratu Peri sekalipun. Dalam ramalannya, dunia akan berakhir ketika Zeeta menjadi Ratu. Ketika aku tahu Ratu Peri akan turun tangan saat kekuatan Zeeta bangkit, aku memutuskan untuk ikut campur. Alasannya sederhana, dan mungkin tidak semua makhluk memiliki alasan yang sama denganku.

“Alasan itu adalah... aku penasaran."

“Aku penasaran... apa yang menyebabkan Zeeta seperti itu? Apakah dia mengalami sesuatu sehingga dia memutuskan dunia ini berakhir? Ataukah dia memiliki alasan tersendiri mengapa ia mengambil keputusan itu?

“Tentu saja, setelah ratusan tahun kami mengamati Manusia dan Peri, aku tahu. Aku tahu beban yang dipikul oleh seorang Ratu di kerajaan itu. Tapi bagaimana dengan Manusia yang lain? Bagaimana dengan Peri? Apakah mereka paham beban dari seorang Ratu?

“Aku penasaran tentang banyak hal dari satu Manusia itu. Karena itu, aku akhirnya memutuskan ... lebih tepatnya, setelah aku bertemu langsung dengannya nanti, dan jika aku cocok dengannya, aku akan tetap melibatkan diriku dengannya. Jika aku tidak cocok, aku tetap melibatkan diriku secara tidak langsung. Bagaimana? Yah, kupikirkan itu nanti saja.”

......................

Ketika Zeeta dan Azure masuk ke dalam kediaman Rowing bersama Bastanil yang memimpin jalan dari depan, pandangan mereka disambut oleh sesuatu yang tidak sedap. Garren Rowing si Count dan Emma Rowing si Countess, duduk berdampingan di atas kursi mewah empuk berisi kapuk dan sandaran yang cukup besar dan nyaman untuk orang yang mengalami "penyakit" seperti mereka.

Tubuh yang tampak seperti tengkorak hidup, rambut putih yang telah menipis, aura ungu yang keluar bak miasma dari tubuh mereka disaksikan mata ketiga anak itu. Melihat pemandangan yang sebenarnya tidak pantas dilihat oleh anak-anak, justru membuat Azure tersenyum puas lalu terbahak-bahak.

“HAHAHAHA! Ahahaha! Rasakan itu! Rasakan penderitaan yang terus menyiksa kalian!

"Sekarang kalian mengerti betapa tak mampunya kami hidup ketika kami harus disiksa dengan pajak tinggi! Banyak desa yang menjadi sangat miskin, dan bahkan jadi pemulung dan gelandangan karena pajak itu!

“Pajak setinggi itu hanya dipakai untuk kemewahan hidup kalian dan kota sebelah?! Jangan bercanda! Kejahatan kalian tidak hanya berhenti sampai di situ, kalian bahkan tidak segan menghabisi nyawa puluhan orang hanya demi menemukan Tuan Putri?! Bangsawan macam apa kalian ini?!”

Azure mengatakan banyak umpatan yang selama ini tersimpan dalam hatinya. Tak ada respon yang diberikan dari Garren atau Emma, tetapi Bastanil menggantikan mereka.

“Apa kau sudah cukup mengocehnya, dasar rakyat jelata kotor?” tanya Bastanil, "kejahatan, kaubilang?"

“Apakah otak udangmu tidak tahu, bahwa apa yang kami lakukan adalah bentuk penyelamatan?” ucapan Bastanil membuat urat kepala Azure membesar kembali.

“Penyelamatan? Menghabisi nyawa ... adalah penyelamatan, katamu?” Azure menundukkan kepalanya, mencengkeram erat-erat kedua tangannya, berusaha menahan emosi.

“Ya, penyelamatan! Kerajaan ini tidak memerlukan orang-orang dengan mana lemah seperti mereka. Dengan lenyapnya mereka dari kehidupan ini, mereka tidak perlu lagi ditindas, dan negeri ini akan jadi damai! Hal semudah itu, tidakkah kaupaham?!

"Hah! Itulah yang kubenci dari rakyat jelata!”

Azure tak bisa lagi menahahan emosinya, ia akan mengangkat kakinya mendekat ke Bastanil tetapi tangan kanannya ditahan oleh Zeeta.

“Sudah cukup, Tuan Bastanil. Apakah kaulupa bahwa kami datang untuk bernegosiasi?” Zeeta bertanya dengan nada yang tenang dan ekspresinya yang serius, namun menahan air matanya agar tidak jatuh.

“Cih. Padahal kau hanya seorang rakyat jelata... kau bangsawan palsu!” seru Bastanil, yang emosi tanpa alasan jelas.

“Nyawa orang tuamu, atau negosiasinya batal?”

“Sialan. Baiklah-baiklah. Apa yang ingin kau negosiasikan?”

“Hmm? Aku tidak akan bernegosiasi denganmu, kau bahkan hanya seorang anak bangsawan tanpa gelar atau jabatan. Biar kuperjelas, Tuan Bastanil. Kau merasa kau melanjutkan tugas Ayahmu, tapi apakah kau memiliki hak tersebut? Siapa yang memerintahmu? Semua keinginan ganas itu muncul dari dalam benakmu, bukan?”

Bastanil sedikit terkejut mendengarnya, Zeeta terdengar seperti orang yang berbeda.

Zeeta melangkah maju mendekat ke Bastanil. “Tuan Bastanil, apakah kausayang orang tuamu?” tanyanya dikala ia berjalan.

“Jika tidak, untuk apa aku mengizinkan kalian masuk ke sini?!” Bastanil menjawab bersama dengan perasaan yang mulai panik.

“Yah, kau benar. Lalu, bagaimana jika nyawa mereka dihabisi tanpa alasan yang jelas?”

“Ke-keparat, apa maksudmu menanyakan itu padaku?!” Bastanil gelagapan sambil berjalan mundur.

“Tuan Putri Aurora Kedua Puluh Satu sedang berbicara kepadamu. Jawablah aku!” Ketika Zeeta mengatakannya, dari pandangan Bastanil, mata biru Zeeta yang kini telah menjatuhkan air matanya tampak menyala dan ia dibuat tersungkur ketakutan.

“A-aku pasti akan marah! A-aku akan merasa dendam!” Bastanil menjawabnya dengan menutupi kepalanya dengan lengan kanan dan menutup matanya. Waspada dengan Zeeta.

Zeeta terdiam di tempat, memandangi sejenak orang yang ada di hadapannya ini. Beberapa saat kemudian, ia menghela napasnya.

“Nah, ternyata otak udangmu mengerti, ya? Apa kau sudah tenang sekarang, Tuan Bastanil?” Bastanil yang tersungkur itu mendangakkan kepalanya, lalu saat tatapannya bertemu dengan mata Zeeta kembali, ia tersadar bahwa mata yang mengancamnya tak lagi tampak.

Dikala itulah, Bastanil mengukir jelas di dalam hatinya, bahwa Tuan Putri yang ada di hadapannya bukanlah bangsawan palsu seperti yang selalu ia ucapkan. Tuan Putri itu ... berada jauh di atasnya.

“Y-ya, Nona! A-aku tidak akan menganggu diskusi Anda dengan Ayahku. Ji-jika perlu, aku akan keluar dari sini!”

Mendengar cara bicara Bastanil yang berubah, membuat Azure terdiam seribu bahasa. Azure tak mengerti, apakah Zeeta benar-benar berusia delapan tahun? Apa yang membuat Bastanil tiba-tiba ketakutan? Apa yang baru saja terjadi membuatnya bertanda tanya besar.

“Itu tidak perlu. Dampingilah Ayah dan Ibumu. Mereka penting bagimu, bukan? Gunakan kesempatan ini untukmu belajar.” Zeeta tersenyum.

“Baik, Yang Mulia.” Bastanil kemudian melangkahkan kakinya menuju sebelah kiri ayahnya.

“Kak Azure, aku akan meringankan sedikit kutukanmu dari mereka. Apabila kau merasa mereka melakukan hal yang mencurigakan, kuatkanlah kutukan itu kembali.”

“Aku mengerti.” Azure mengangguk.

......................

“Dia ... dia memanglah seorang Tuan Putri! Jika Tuan Putri tidak mengeluarkan aura dan aliran mana yang seperti itu, maka tidak akan ada artinya dia dijadikan sandera!” dibalik tubuhnya yang berjalan mendekati ayahnya, Bastanil tersenyum jahat.

Setelah Bastanil berdiri tepat di sebelah ayahnya, Zeeta mengacungkan tangan kanan dan membuka telapak tangannya kemudian memejamkan mata.

“Semakin kuat dan jelas imajinasi, semakin kuat sihir dan efek yang akan dikeluarkan... jadi, aku hanya perlu sedikit melemahkan bayanganku agar mereka dapat berbicara,” batinnya.

Zeeta membuka matanya, tak lama kemudian anting di telinga kirinya bercahaya biru lalu mengalirkan aura sewarna yang menyelimuti tubuhnya. Perlahan tapi pasti, tubuh tengkorak Count dan Countess Rowing kembali terisi, dan memungkinkan mereka untuk berbicara.

Tetapi, tepat setelah Count terisikan kekuatan untuk berbicara, ia menggunakan kekuatan itu untuk menggunakan Buku Sihirnya. Buku Sihir itu keluar dari kepalan tangan kiri yang ia buka, lalu sihir yang ia pakai adalah untuk merantai kaki dan tangan Azure sampai ia terjatuh terpelungkup. Semua itu terjadi begitu cepat bahkan untuk seorang Zeeta.

“Fufufu... kerja bagus, Anakku.” Sosok Garren yang belum pulih seutuhnya dengan penampilan rambut berwarna pirang pucat, ditambah senyuman yang diukir bibirnya, membuatnya tampak kejam dan jahat dari lubuk hati di mata Azure dan Zeeta, sementara perasaan Garren yang sebenarnya, ia sangat puas.

“Tuan Putri Aurora, kudengar Anda sangat menyayangi sebuah nyawa. Sebagai seorang bangsawan utama sekaligus penerus tahta, Anda tidaklah harus merasa bertanggung jawab atas nyawa-nyawa rakyat jelata itu!” sambung Garren masih dengan senyum puasnya.

“Sejak awal aku membawa anak itu ke kediaman indahku ini, aku memang telah berencana untuk melenyapkan segala sesuatu yang menghalangi keinginanku, termasuk nyawa orang sekalipun. Untuk mencapai ambisi besarku menjadi seorang Raja, rintangan ini hanyalah bayaran kecil!

“Seperti yang telah putraku ucapkan pada Anda, rakyat jelata itu tidak dibutuhkan untuk kerajaan Aurora yang kaya akan mana dan sihir ini!” senyum dan tatapan ambisius dari Garren membuat Zeeta terpatung. Ia tak tahu harus berbuat apa.

“Aghk!” rintihan sakit dari Azure menyadarkan Zeeta.

“A-apa yang kaulakukan pada Kak Azure? Lepaskan dia!” Zeeta panik, ia berkeringat dingin.

“Lepaskan? Anda serius? Anak lusuh bernama Azure ini telah mengutuk kami! Tentu saja dia harus dihukum ... tunggu, setelah membuat kami menderita setengah mati selama tiga tahun ini, dia harus mati!" Emma ikut menimbrung pembicaraan, juga dengan raut wajahnya yang mengerikan dengan mata yang melotot.

“Rantai itu akan terus menyerap mana-nya hingga habis! Aku belajar dari apa yang ia lakukan pada kami. Tapi aku tidak akan senaif dia, aku akan segera menghabisinya!” ucap Garren dengan nada tinggi.

“Tidak... hentikan ... jangan rebut apapun lagi dari sisiku!” emosi Zeeta telah memuncak setelah ucapan demi ucapan yang ia dengar dari Garren. Emosi itu membuat dirinya lupa bahwa keluarga desanya selamat.

“Aku harus melakukan sesuatu dengan sihirku... aku tidak bisa hanya diam lagi di saat orang terdekatku butuh pertolongan!” batin Zeeta.

“Ingin melakukan sesuatu dengan sihirmu, hmm, Tuan Putri?” Bastanil mengagetkan Zeeta dengan senyum menakutkannya.

“Meskipun kau adalah penerus tahta, kau tidak akan bisa membatalkan sihir dari Buku Sihir Ayahku,” kata Bastanil, "menyerahlah dan ikuti semua keinginan kami, dengan begitu anak jelata itu....”

Kini kedudukan Zeeta dan Rowing telah berbalik. Zeeta yang tak bisa berpikir lurus segera mengiyakannya, tapi ia masih diselimuti kabut pertanyaan mengapa mereka sekejam ini. Lantas, dengan kepalanya yang tertunduk, ia pun menanyakannya.

“Aku akan menuruti keinginan kalian, tapi biarkan aku tahu satu hal. Mengapa kalian harus menghabisi nyawa-nyawa orang tak bersalah itu? Aku tidak mengerti mengapa kalian tidak menghargai nyawa orang. Mereka yang hidup di desa juga menginginkan kehidupan nyaman seperti yang kalian dambakan. Apa sebenarnya salah mereka?”

Pertanyaan Zeeta membuat raut wajah Garren dan Emma berubah musam. “Salah mereka?” Emma tampak terheran dari pertanyaan Zeeta.

“Salah mereka ada banyak, Tuan Putri,” sambung Garren, “mereka tidak memiliki mana seperti kita para bangsawan, kehidupan mereka membuat pandangan kerajaan indah ini menjadi kotor! Kerajaan ini tidak seharusnya memiliki orang-orang semacam Azure! Mereka merusak kehidupan damai kami!”

“Zee ... Z-Zeeta!” Azure yang bermandikan keringat karena berusaha menahan sakit serta tampangnya yang pucat pasi, membuat Zeeta segera menolehkan kepala ke arahnya.

“Jangan dengarkan apa mau mereka! Ingat ... mereka ingin melakukan kudeta!” dengan segenap tenaganya, Azure berusaha meraih Zeeta dengan tangan kanannya. Namun....

‘DORRR!’

Tiba-tiba dari pandangan Zeeta, terdapat lubang kecil di perut Azure. Lubang tersebut meninggalkan asap dan segera menghilangkan kesadaran Azure. Panik, Zeeta menoleh ke arah dari mana lubang itu bisa muncul.

Bastanil adalah pelakunya, terdapat bekas asap di jarinya. Dengan jari telunjuknya, ia menembakkan sihir apinya untuk melubangi perut Azure.

“Mulutmu terlalu banyak bicara, dasar rakyat jelata!” ujar Bastanil dengan tatapan merendahkan.

"Sialan ...."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Orang-orang ini benar-benar keterlaluan ...!"

Zeeta tak kuasa lagi. Ia benar-benar tidak paham kelakuan bangsawan ini. Jawaban yang diberikan kepadanya, dan tindakan yang baru saja dilakukan kepada Azure serta pembunuhan yang telah terjadi menghilangkan kontrol mana-nya. Mata biru langit Zeeta yang terbelalak itu tiba-tiba kembali bercahaya, Bastanil yang ada tepat di depannya kaget setengah mati, aura birunya juga ikut muncul dan meledak tinggi secara tiba-tiba. Bersamaan dengan itu, atap dan pilar di sekitarnya hancur berkeping-keping. Tak ada yang bisa memastikan apa yang terjadi setelah itu.

Terpopuler

Comments

anggita

anggita

kadang yg terlihat indah blum tentu bagus.

2021-06-26

2

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Kehidupan Baru
3 Sihir
4 Peri
5 Impiannya
6 Buah dari Kerja Keras
7 Keinginan yang Muncul dari Kesempatan
8 Musim Semi yang Pedih
9 Dunia Asing
10 Wewenang atau Kekerasan?
11 Malam Sebelum Badai (1/2)
12 Malam Sebelum Badai (2/2)
13 Bangsawan Meja Bundar
14 Negeri yang Indah nan Kotor
15 Kewajiban Sang Putri (1/2)
16 Kewajiban Sang Putri (2/2)
17 Tuan Putri ke Ibu Kota
18 Sang Elf, Aria
19 Zeeta Aurora XXI
20 Eksekusi Mati
21 Langkah Awalnya
22 NAMAKU ADALAH ZEETA!
23 Rumor dan Fakta
24 Bibit Kejahatan
25 Ingatan Manis Hellenia (1/2)
26 Ancaman
27 Ambang Keputusasaan
28 Ingatan Manis Hellenia (2/2)
29 Kekuatan yang Hanya Dimiliki Manusia
30 Layaknya Nenek, Layaknya Cucu
31 Bertemu dengan Keluarga
32 Ikatan yang Terbentuk dari Kesan
33 Mana
34 Kengerian yang Merangkak Keluar
35 Sumbu dari Sebuah Legenda
36 Yang Akan Menuntunnya
37 Catastrophe Seal
38 Hutan Misterius
39 Benih Yggdrasil
40 Misi Selanjutnya
41 Sang Roh Yggdrasil, Luna
42 Sekutu
43 Rencana Sang Putri
44 Vivid Party
45 Rencana Penyelamatan Alicia (1/2)
46 Rencana Penyelamatan Alicia (2/2)
47 Rapat Keluarga Darurat
48 Kemampuan Sihirnya Tak Terbatas
49 [Bab Pengumuman] Kedudukan Kebangsawanan Kerajaan Aurora
50 Keberadaan Ras Lain
51 Kekalahannya
52 Manusia dan Makhluk Sihir yang Bentrok
53 Kekuatan Bangsawan Utama
54 Apa yang Menjadi Janjinya
55 Eclipse, Sekutu yang Tak Terduga
56 Sebuah Misteri yang Terkuak
57 Babak Baru
58 Kerja Sama Antar Ras
59 Melangkah ke Depan (1/2)
60 Melangkah ke Depan (2/2)
61 Klutzie dan Siren
62 Latihan untuk Menyusulnya
63 Percikan Api
64 Amarah dari Sebuah Kekonyolan
65 Pertanda?
66 Kegelapan yang Melindungi
67 Peran Keluarga
68 Teman dan Cinta
69 Kunci Kotak Harta Karun
70 Sebuah Kebenaran
71 Langkah Menuju Kebebasan
72 Bersama dengan Ibu, Mendengarnya
73 Ibu dan Ayah
74 Kebebasan
75 Kerajaan yang Berlibur
76 Azure dan Desa Lapis
77 Keluarga Baru
78 Waktu Bersama Keluarga
79 Karma yang Kejam
80 Dia yang Mengawasi
81 Zeeta dan Azure
82 Kekuatan Penuh Ashley 1
83 Willmurd Louis de Dormant
84 Kekuatan Penuh Ashley 2
85 Menuju Masa yang Diramalkan
86 Dunia yang Diramalkan
87 Bersiap Diri
88 Keputusan Azure
89 Layaknya Kotak Pandora
90 Awal dari Sang Pembalas Dendam, Marianna Aurora
91 Latihan yang Keras
92 Volten Sisters
93 Latihan Bersama Volten Sisters
94 Langit di Atas Langit
95 Tanah Ephemeral
96 "Mengakhiri Dunia"
97 Ketakutan yang Dibalut oleh Harapan
98 (Bab Pengumuman) Disclaimer - Sebelum Membaca Chapter (Arc) Selanjutnya
99 (Bab Pengumuman) Daftar Rune
100 Sihir Kuno Rune
101 Kekuatan Maisie
102 Bencana Besar yang akan Menghantam
103 Pertarungan yang Sudah Dimulai
104 Segel yang Dilepas Setelah Sekian Lama
105 Bala Bantuan
106 Janji Seorang Lelaki
107 Baru Dimulai
108 Tekad Kuat Gerda
109 Sampai Tetes Darah Terakhir
110 Wasiat Ratusan Tahun
111 Harta Karun untuk Masa Depan
112 Crescent Void
113 Kepercayaan yang Tulus
114 Menuju Perjalanan Selanjutnya
115 Bertekadlah Layaknya Kupu-Kupu
116 Arti dari Seorang Pemimpin
117 Penyihir Harapan
118 Sesuatu yang Berhasil Dilindungi
119 Dia yang Kembali Beraksi
120 Kepulangannya
121 Perbedaan Level
122 Tiada Waktu 'tuk Bersantai
123 Rapat Keluarga Darurat 2
124 Kunjungan
125 Pulangnya Tuan Putri ke Rumah
126 Luka di Hati
127 Hubungan Adik dan Kakak
128 Arti Sebuah Kerajaan
129 Menuju Kerajaan Nebula 1/3
130 Menuju Kerajaan Nebula 2/3
131 Menuju Kerajaan Nebula 3/3
132 Kedatangan Azure
133 Masa Lalu Suzy
134 Gugurnya Sebuah Harapan
135 Cinta Seorang Kakek
136 Perjuangannya
137 Ifrit Sang Api
138 Amarah
139 Ifrit vs. Ashley 1
140 Ifrit vs. Ashley 2
141 Jötunnheim dan Fyrriheim
142 Terdampar di Dunia Lampau, Fyrriheim
143 Klutzie vs. Jewel
144 Si Pelayan Klasik, Asteria
145 Identitas Sang Pria Misterius yang Mematikan, L'arc Darnmite
146 Rahasia Fyrriheim, Sebuah Dunia Lampau
147 Turning Point 1
148 Arti dari Hidup, Sebuah Awal dari Aurora
149 Sirkuit Sihir
150 Rencana Para Elf
151 Pertahanan Seluruh Tenaga demi Rakyat
152 Menuju Babak Selanjutnya
153 Pohon Chronos
154 Pertanggungjawaban yang Pantas
155 Penyesalan
156 Janji dalam Pelarian
157 Kebencian yang Terkunci Selama 200 Tahun
158 Bersama Senyum, Ditemani Oleh Senyum
159 Kembalinya Scarlet
160 Kepercayaan Diri
161 Pertarungan yang akan Mengubah Dunia
162 Guru dan Murid yang Menanggung Kebencian Besar
163 Para Penyintas
164 Kekuatan Tersembunyi Azure
165 Gelombang Pasang
166 Saksi Hidup Sejak Ribuan Tahun Silam
167 Harapan yang Berkilau
168 Zeeta vs. Marianna 1/4
169 Menguak Paksa Masa Lalu yang Pahit
170 Ketragisan yang Harus Diakhiri
171 Menerobos Kemustahilan
172 Zeeta vs. Marianna 2/4
173 Keadilan yang Tak Disesali
174 Zeeta vs. Marianna 3/4
175 Zeeta vs. Marianna 4/4
176 Keseharian Aurora yang Kembali Damai
177 Makhluk yang Kuat pun Lemah
178 Rekan Baru
179 Tamu Pembawa Teror
180 Dinding yang Tak Mudah Dihancurkan
181 Misi Baru Aurora
182 Tersirat
183 Penyusup
184 Keberadaan Masing-Masing Tim Ekspedisi
185 Serina dan Gerda
186 Keyakinan
187 Dalam Hitungan Detik
188 Masalahnya Masing-Masing
189 Kedatangan yang Tidak Diduga
190 Kecurigaan Pandang Pertama
191 Meremehkan Lawan yang Salah
192 "Belas Kasih"
193 Menantang Kemustahilan
194 Wajah Aurora yang Tercermin dari Sang Putri
195 Kemunculan Seseorang yang Tidak Diduga
196 Mau Tidak Mau
197 Sayap Menuju Esok
198 Yang Meyakinkannya
199 Ketika Tiada yang Menyadarinya
200 Menuju Tanah Kematian
201 Tanah Tanpa Kehangatan (1/2)
202 Tanah Tanpa Kehangatan (2/2)
203 Kambing Hitam
204 Sang Pelintas Waktu
205 Amarah Lloyd
206 Gadis yang Menyembunyikan Tujuannya
207 Demi Menjawab Harapan Sang Penyihir Harapan
208 Ancaman yang Dipatahkan
209 Roh Kuno Angin, Zephyr
210 Rahasia Dunia dan Ambisi untuk Menang
211 Alasan Belle
212 Dari Kematian, Menuju Kematian, Berakhir pada Kematian
213 Persiapan Menantang Kematian
214 Harapan Palsu
215 Trauma Zeeta
216 Kemunculan Tellaura, Sang Penyihir Pengutuk Dunia
217 Dark Elf yang Tak Segan Membunuh, Jourgan
218 High Elf Maniak Pertarungan, Bellaria
219 Pertanda Ragnarok
220 Gadis Seiryuu yang Bernasib untuk Mati
221 Rahasia Dibalik Senjata Suci
222 Turning Point 2
223 Pandangan Salah Seorang Dark Elf Pada Manusia
224 Titania, Sang Keturunan Raksasa
225 Sang Raksasa Teladan, Jeanne
226 Waktunya untuk Serius!
227 Pertempuran yang Singkat
228 Dunia Impian di Dalam Dunia Terkutuk
229 Dariku, 300 Tahun yang Lalu
230 Bersama-sama
231 Datangnya Perubahan Dunia
232 Burung yang Tersangkar dan Burung yang Terburu
233 Bangsawan, Pelayan, dan Rakyat Jelata
234 Merelakan Yang Tersayang
235 Kejamnya Dunia pada Mereka
236 Awal dari Semuanya 1
237 Alasan Seorang Tellaura Hidup
238 Gigih
239 Mereka yang Hidup di Dunia yang Berbeda
240 Ketakutan
241 Jiwa yang Tersesat
242 Ingatan yang Kembali
243 Keinginan Sang Raksasa
244 Kakak-Adik dan Putri-Pembunuh
245 Malam Sebelum Petaka
246 Jebakan
247 Bulan Darah
248 Pembalasan
249 Awal dari Semuanya 2
250 Tipu Muslihat
251 Menghilangkan Siklus Kebencian
252 Dua Gadis Berambut Perak
253 Sebelum Semuanya Tak Bisa Lagi Digenggam
254 Mimpi yang Tak Lagi Dapat Digapai
255 Putri Duyung dan Penyihir Harapan
256 Penyihir Harapan dan Penyihir Bintang
257 Menuju Hari Akhir 1
258 Lautan yang Marah
259 Masa Lalu Penyihir Bintang
260 Gadis yang Kuat
261 Malam yang Gila 1
262 Permintaan Roh Kuno Air
263 Malam yang Gila 2
264 Tirta Amarta 1
265 Tirta Amarta 2
266 Tirta Amarta 3
267 Aku dan Aku yang Lain
268 Ozy dan Jeanne
269 Keseriusan Zeeta
270 Bertemunya Dua Zeeta
271 Arata Akihiro
272 Menyeret ke Dalam Lubang Berbilah Tajam
273 Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 1
274 Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 2
275 Mereka yang Menyayanginya
276 Kedatangan Sosok yang (Pernah) Berharga Untuknya
277 Dua Gerbang yang Terbuka
278 Melodi dari Neraka
279 Turning Point 3
280 Kartu Truf
281 Bangkit
282 Jatuh dalam Kegelapan
283 Secercah Harapan
284 Sejarah Nebula 1
285 Sejarah Nebula 2
286 Jangan Remehkan Gadis yang Sedang Jatuh Cinta!
287 Barghest yang Misterius
288 The Power of Love
289 Gadis yang Menjadi Dunianya
290 Cermin Seorang Penguasa yang Dikagumi
291 Pangeran Cupu (?)
292 Putri Keemasan yang Dikutuk
293 Sejarah yang Saling Terhubung
294 Pertanyaan Demi Pertanyaan
295 Kerajaan Gala
296 Mereka yang Bangkit dari Keterpurukan
297 Menciptakan Legenda
298 Hati Baja yang Tidak Dimiliki Semua Orang
299 Catastrophe Seal dan Vanadust
300 Secercah Cahaya dari Dunia
301 Apakah Ini Sebuah Tekad? Atau Hanya Tegar?
302 Buah Perjuangannya
303 Tujuan Akhir Zeeta
304 Sahabat
305 Petunjuk
306 Negeri Para Raksasa
307 Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 1
308 Fana
309 Jawaban
310 Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 2
311 Zeeta dan Luna
312 Rapat Keluarga (Bangsawan)
313 (Bab Pengumuman) Desain Karakter Zeeta (Delapan Tahun)
314 Pengorbanan Tidaklah Selalu Buruk
315 (Bab Pengumuman) Desain Karakter Danny & Gerda (9/8 Tahun)
316 Hubungan dan Ikatan
317 Wejangan
318 Keroco Kuat yang Buta Tujuan
319 Terbukanya Dua Gerbang
320 Syarat
321 Angin Zephyr
322 Ragnarok, Pertempuran Akhir Dunia
323 Tujuan Tiga Dunia yang Berbeda
324 Demi Hari Esok
325 Sang Raksasa Alpha, Fenrir
326 Seiryuu dan Penyangganya
327 Masalah Hati Arata Akihiro
328 Naga Pengecut, Nidhogg
329 Menerima Apa Adanya dan Mencintainya
330 Naga yang Nyaris Kehilangan Arahnya
331 Pengkhianatan yang Tak Bisa Dimaafkan
332 Kegelapan yang Menerangi
333 Luluh Lantaknya Bumi
334 Bala Bantuan
335 Kehancuran
336 Dirimu yang Bagaikan Cahaya Untukku
337 Pertolongan Alam Kematian
338 Pengorbanan
339 Tombak Suci Rhongomyniad
340 Pertempuran Akhir 1
341 Yang Mengerti Dirinya
342 Mewujudkan Lagi Tír na nÓg
343 Cahaya Dari Bintang
344 Naga Dan Manusia
345 Keheningan Sebelum Badai
346 Jawaban Sang Penentu Dunia
347 Zeeta Alter vs. Si Kembar Levant
348 Mereka yang Mengutuk Dunia
349 Peran Terakhir Crescent Void
350 Quaternity Grandeur
351 Rival Gadis Itu
352 Tirai Penutup
353 Sang Penyihir Harapan [END]
354 Bab Bonus - True (Happy) Ending
Episodes

Updated 354 Episodes

1
Prolog
2
Kehidupan Baru
3
Sihir
4
Peri
5
Impiannya
6
Buah dari Kerja Keras
7
Keinginan yang Muncul dari Kesempatan
8
Musim Semi yang Pedih
9
Dunia Asing
10
Wewenang atau Kekerasan?
11
Malam Sebelum Badai (1/2)
12
Malam Sebelum Badai (2/2)
13
Bangsawan Meja Bundar
14
Negeri yang Indah nan Kotor
15
Kewajiban Sang Putri (1/2)
16
Kewajiban Sang Putri (2/2)
17
Tuan Putri ke Ibu Kota
18
Sang Elf, Aria
19
Zeeta Aurora XXI
20
Eksekusi Mati
21
Langkah Awalnya
22
NAMAKU ADALAH ZEETA!
23
Rumor dan Fakta
24
Bibit Kejahatan
25
Ingatan Manis Hellenia (1/2)
26
Ancaman
27
Ambang Keputusasaan
28
Ingatan Manis Hellenia (2/2)
29
Kekuatan yang Hanya Dimiliki Manusia
30
Layaknya Nenek, Layaknya Cucu
31
Bertemu dengan Keluarga
32
Ikatan yang Terbentuk dari Kesan
33
Mana
34
Kengerian yang Merangkak Keluar
35
Sumbu dari Sebuah Legenda
36
Yang Akan Menuntunnya
37
Catastrophe Seal
38
Hutan Misterius
39
Benih Yggdrasil
40
Misi Selanjutnya
41
Sang Roh Yggdrasil, Luna
42
Sekutu
43
Rencana Sang Putri
44
Vivid Party
45
Rencana Penyelamatan Alicia (1/2)
46
Rencana Penyelamatan Alicia (2/2)
47
Rapat Keluarga Darurat
48
Kemampuan Sihirnya Tak Terbatas
49
[Bab Pengumuman] Kedudukan Kebangsawanan Kerajaan Aurora
50
Keberadaan Ras Lain
51
Kekalahannya
52
Manusia dan Makhluk Sihir yang Bentrok
53
Kekuatan Bangsawan Utama
54
Apa yang Menjadi Janjinya
55
Eclipse, Sekutu yang Tak Terduga
56
Sebuah Misteri yang Terkuak
57
Babak Baru
58
Kerja Sama Antar Ras
59
Melangkah ke Depan (1/2)
60
Melangkah ke Depan (2/2)
61
Klutzie dan Siren
62
Latihan untuk Menyusulnya
63
Percikan Api
64
Amarah dari Sebuah Kekonyolan
65
Pertanda?
66
Kegelapan yang Melindungi
67
Peran Keluarga
68
Teman dan Cinta
69
Kunci Kotak Harta Karun
70
Sebuah Kebenaran
71
Langkah Menuju Kebebasan
72
Bersama dengan Ibu, Mendengarnya
73
Ibu dan Ayah
74
Kebebasan
75
Kerajaan yang Berlibur
76
Azure dan Desa Lapis
77
Keluarga Baru
78
Waktu Bersama Keluarga
79
Karma yang Kejam
80
Dia yang Mengawasi
81
Zeeta dan Azure
82
Kekuatan Penuh Ashley 1
83
Willmurd Louis de Dormant
84
Kekuatan Penuh Ashley 2
85
Menuju Masa yang Diramalkan
86
Dunia yang Diramalkan
87
Bersiap Diri
88
Keputusan Azure
89
Layaknya Kotak Pandora
90
Awal dari Sang Pembalas Dendam, Marianna Aurora
91
Latihan yang Keras
92
Volten Sisters
93
Latihan Bersama Volten Sisters
94
Langit di Atas Langit
95
Tanah Ephemeral
96
"Mengakhiri Dunia"
97
Ketakutan yang Dibalut oleh Harapan
98
(Bab Pengumuman) Disclaimer - Sebelum Membaca Chapter (Arc) Selanjutnya
99
(Bab Pengumuman) Daftar Rune
100
Sihir Kuno Rune
101
Kekuatan Maisie
102
Bencana Besar yang akan Menghantam
103
Pertarungan yang Sudah Dimulai
104
Segel yang Dilepas Setelah Sekian Lama
105
Bala Bantuan
106
Janji Seorang Lelaki
107
Baru Dimulai
108
Tekad Kuat Gerda
109
Sampai Tetes Darah Terakhir
110
Wasiat Ratusan Tahun
111
Harta Karun untuk Masa Depan
112
Crescent Void
113
Kepercayaan yang Tulus
114
Menuju Perjalanan Selanjutnya
115
Bertekadlah Layaknya Kupu-Kupu
116
Arti dari Seorang Pemimpin
117
Penyihir Harapan
118
Sesuatu yang Berhasil Dilindungi
119
Dia yang Kembali Beraksi
120
Kepulangannya
121
Perbedaan Level
122
Tiada Waktu 'tuk Bersantai
123
Rapat Keluarga Darurat 2
124
Kunjungan
125
Pulangnya Tuan Putri ke Rumah
126
Luka di Hati
127
Hubungan Adik dan Kakak
128
Arti Sebuah Kerajaan
129
Menuju Kerajaan Nebula 1/3
130
Menuju Kerajaan Nebula 2/3
131
Menuju Kerajaan Nebula 3/3
132
Kedatangan Azure
133
Masa Lalu Suzy
134
Gugurnya Sebuah Harapan
135
Cinta Seorang Kakek
136
Perjuangannya
137
Ifrit Sang Api
138
Amarah
139
Ifrit vs. Ashley 1
140
Ifrit vs. Ashley 2
141
Jötunnheim dan Fyrriheim
142
Terdampar di Dunia Lampau, Fyrriheim
143
Klutzie vs. Jewel
144
Si Pelayan Klasik, Asteria
145
Identitas Sang Pria Misterius yang Mematikan, L'arc Darnmite
146
Rahasia Fyrriheim, Sebuah Dunia Lampau
147
Turning Point 1
148
Arti dari Hidup, Sebuah Awal dari Aurora
149
Sirkuit Sihir
150
Rencana Para Elf
151
Pertahanan Seluruh Tenaga demi Rakyat
152
Menuju Babak Selanjutnya
153
Pohon Chronos
154
Pertanggungjawaban yang Pantas
155
Penyesalan
156
Janji dalam Pelarian
157
Kebencian yang Terkunci Selama 200 Tahun
158
Bersama Senyum, Ditemani Oleh Senyum
159
Kembalinya Scarlet
160
Kepercayaan Diri
161
Pertarungan yang akan Mengubah Dunia
162
Guru dan Murid yang Menanggung Kebencian Besar
163
Para Penyintas
164
Kekuatan Tersembunyi Azure
165
Gelombang Pasang
166
Saksi Hidup Sejak Ribuan Tahun Silam
167
Harapan yang Berkilau
168
Zeeta vs. Marianna 1/4
169
Menguak Paksa Masa Lalu yang Pahit
170
Ketragisan yang Harus Diakhiri
171
Menerobos Kemustahilan
172
Zeeta vs. Marianna 2/4
173
Keadilan yang Tak Disesali
174
Zeeta vs. Marianna 3/4
175
Zeeta vs. Marianna 4/4
176
Keseharian Aurora yang Kembali Damai
177
Makhluk yang Kuat pun Lemah
178
Rekan Baru
179
Tamu Pembawa Teror
180
Dinding yang Tak Mudah Dihancurkan
181
Misi Baru Aurora
182
Tersirat
183
Penyusup
184
Keberadaan Masing-Masing Tim Ekspedisi
185
Serina dan Gerda
186
Keyakinan
187
Dalam Hitungan Detik
188
Masalahnya Masing-Masing
189
Kedatangan yang Tidak Diduga
190
Kecurigaan Pandang Pertama
191
Meremehkan Lawan yang Salah
192
"Belas Kasih"
193
Menantang Kemustahilan
194
Wajah Aurora yang Tercermin dari Sang Putri
195
Kemunculan Seseorang yang Tidak Diduga
196
Mau Tidak Mau
197
Sayap Menuju Esok
198
Yang Meyakinkannya
199
Ketika Tiada yang Menyadarinya
200
Menuju Tanah Kematian
201
Tanah Tanpa Kehangatan (1/2)
202
Tanah Tanpa Kehangatan (2/2)
203
Kambing Hitam
204
Sang Pelintas Waktu
205
Amarah Lloyd
206
Gadis yang Menyembunyikan Tujuannya
207
Demi Menjawab Harapan Sang Penyihir Harapan
208
Ancaman yang Dipatahkan
209
Roh Kuno Angin, Zephyr
210
Rahasia Dunia dan Ambisi untuk Menang
211
Alasan Belle
212
Dari Kematian, Menuju Kematian, Berakhir pada Kematian
213
Persiapan Menantang Kematian
214
Harapan Palsu
215
Trauma Zeeta
216
Kemunculan Tellaura, Sang Penyihir Pengutuk Dunia
217
Dark Elf yang Tak Segan Membunuh, Jourgan
218
High Elf Maniak Pertarungan, Bellaria
219
Pertanda Ragnarok
220
Gadis Seiryuu yang Bernasib untuk Mati
221
Rahasia Dibalik Senjata Suci
222
Turning Point 2
223
Pandangan Salah Seorang Dark Elf Pada Manusia
224
Titania, Sang Keturunan Raksasa
225
Sang Raksasa Teladan, Jeanne
226
Waktunya untuk Serius!
227
Pertempuran yang Singkat
228
Dunia Impian di Dalam Dunia Terkutuk
229
Dariku, 300 Tahun yang Lalu
230
Bersama-sama
231
Datangnya Perubahan Dunia
232
Burung yang Tersangkar dan Burung yang Terburu
233
Bangsawan, Pelayan, dan Rakyat Jelata
234
Merelakan Yang Tersayang
235
Kejamnya Dunia pada Mereka
236
Awal dari Semuanya 1
237
Alasan Seorang Tellaura Hidup
238
Gigih
239
Mereka yang Hidup di Dunia yang Berbeda
240
Ketakutan
241
Jiwa yang Tersesat
242
Ingatan yang Kembali
243
Keinginan Sang Raksasa
244
Kakak-Adik dan Putri-Pembunuh
245
Malam Sebelum Petaka
246
Jebakan
247
Bulan Darah
248
Pembalasan
249
Awal dari Semuanya 2
250
Tipu Muslihat
251
Menghilangkan Siklus Kebencian
252
Dua Gadis Berambut Perak
253
Sebelum Semuanya Tak Bisa Lagi Digenggam
254
Mimpi yang Tak Lagi Dapat Digapai
255
Putri Duyung dan Penyihir Harapan
256
Penyihir Harapan dan Penyihir Bintang
257
Menuju Hari Akhir 1
258
Lautan yang Marah
259
Masa Lalu Penyihir Bintang
260
Gadis yang Kuat
261
Malam yang Gila 1
262
Permintaan Roh Kuno Air
263
Malam yang Gila 2
264
Tirta Amarta 1
265
Tirta Amarta 2
266
Tirta Amarta 3
267
Aku dan Aku yang Lain
268
Ozy dan Jeanne
269
Keseriusan Zeeta
270
Bertemunya Dua Zeeta
271
Arata Akihiro
272
Menyeret ke Dalam Lubang Berbilah Tajam
273
Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 1
274
Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 2
275
Mereka yang Menyayanginya
276
Kedatangan Sosok yang (Pernah) Berharga Untuknya
277
Dua Gerbang yang Terbuka
278
Melodi dari Neraka
279
Turning Point 3
280
Kartu Truf
281
Bangkit
282
Jatuh dalam Kegelapan
283
Secercah Harapan
284
Sejarah Nebula 1
285
Sejarah Nebula 2
286
Jangan Remehkan Gadis yang Sedang Jatuh Cinta!
287
Barghest yang Misterius
288
The Power of Love
289
Gadis yang Menjadi Dunianya
290
Cermin Seorang Penguasa yang Dikagumi
291
Pangeran Cupu (?)
292
Putri Keemasan yang Dikutuk
293
Sejarah yang Saling Terhubung
294
Pertanyaan Demi Pertanyaan
295
Kerajaan Gala
296
Mereka yang Bangkit dari Keterpurukan
297
Menciptakan Legenda
298
Hati Baja yang Tidak Dimiliki Semua Orang
299
Catastrophe Seal dan Vanadust
300
Secercah Cahaya dari Dunia
301
Apakah Ini Sebuah Tekad? Atau Hanya Tegar?
302
Buah Perjuangannya
303
Tujuan Akhir Zeeta
304
Sahabat
305
Petunjuk
306
Negeri Para Raksasa
307
Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 1
308
Fana
309
Jawaban
310
Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 2
311
Zeeta dan Luna
312
Rapat Keluarga (Bangsawan)
313
(Bab Pengumuman) Desain Karakter Zeeta (Delapan Tahun)
314
Pengorbanan Tidaklah Selalu Buruk
315
(Bab Pengumuman) Desain Karakter Danny & Gerda (9/8 Tahun)
316
Hubungan dan Ikatan
317
Wejangan
318
Keroco Kuat yang Buta Tujuan
319
Terbukanya Dua Gerbang
320
Syarat
321
Angin Zephyr
322
Ragnarok, Pertempuran Akhir Dunia
323
Tujuan Tiga Dunia yang Berbeda
324
Demi Hari Esok
325
Sang Raksasa Alpha, Fenrir
326
Seiryuu dan Penyangganya
327
Masalah Hati Arata Akihiro
328
Naga Pengecut, Nidhogg
329
Menerima Apa Adanya dan Mencintainya
330
Naga yang Nyaris Kehilangan Arahnya
331
Pengkhianatan yang Tak Bisa Dimaafkan
332
Kegelapan yang Menerangi
333
Luluh Lantaknya Bumi
334
Bala Bantuan
335
Kehancuran
336
Dirimu yang Bagaikan Cahaya Untukku
337
Pertolongan Alam Kematian
338
Pengorbanan
339
Tombak Suci Rhongomyniad
340
Pertempuran Akhir 1
341
Yang Mengerti Dirinya
342
Mewujudkan Lagi Tír na nÓg
343
Cahaya Dari Bintang
344
Naga Dan Manusia
345
Keheningan Sebelum Badai
346
Jawaban Sang Penentu Dunia
347
Zeeta Alter vs. Si Kembar Levant
348
Mereka yang Mengutuk Dunia
349
Peran Terakhir Crescent Void
350
Quaternity Grandeur
351
Rival Gadis Itu
352
Tirai Penutup
353
Sang Penyihir Harapan [END]
354
Bab Bonus - True (Happy) Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!