Dunia Asing

Api yang tersulut di desa Lazuli telah menyebar dan membesar begitu cepat akibat angin dan material desa yang mudah terbakar. Rombongan Rowing yang sebelumnya datang dengan dua mobil, telah beranjak dari Lazuli layaknya tak terjadi apa-apa. Tetapi atas ketidakpeduliannya itu, Bastanil tak akan mengira bahwa tindakannya akan tersampaikan begitu cepat ke orang yang sangat diwaspadai ayah dan dirinya, sang Grand Duchess—penguasa kerajaan untuk sementara.

Zeeta yang berada dalam mobil kodok perak telah berhenti menangis. Tidak karena ia ingin, air matanya hanya berhenti keluar saja. Ia masih merasakan sedih yang begitu dalam. Tatapannya kosong, matanya pun sembab dan memerah, ia tak mengira bahwa keluarga yang selalu menghabiskan waktu bersamanya justru berakhir tragis seperti itu.

“Apanya yang Tuan Putri? Kalau keluarga saja tidak bisa kulindungi...,” kata Zeeta bergumam. “Ayah terlalu menaruh harapan tinggi padaku... aku tidak mungkin bisa jadi Tuan Putri....” Zeeta menekuk kaki lalu mendekapnya.

Beberapa saat kemudian, rombongan itu kembali ke kediamannya. Zeeta merasa tak percaya atas apa yang ia lihat dari kaca mobil. Mewah, tetapi seperti tak ada kehidupan. Ia dapat melihat kolam air mancur yang kental estetikanya, namun alamnya tak menunjukkan kehidupan yang manis. Pepohonan, rumput dan tumbuhan lain yang ada di sana memang tampak dirawat dengan baik, tetapi ia merasakan sesuatu yang beda dari sekitarnya. Ketika ia turun dari mobil, ia baru bisa mendapat jawabannya.

Saat Zeeta menginjakkan kakinya di paving kediaman Rowing, ia segera melihat sekelilingnya. Aneh, itulah hal pertama yang terpintas di kepalanya. Hawa dingin serasa menusuk tubuhnya, ini berbeda jauh ketika ia berada di desa Lazuli. Jika disana, ia merasa disambut dan merasa tenang sekaligus ceria. Lantas, ia pun paham... tempat ini tak memiliki apa yang disebut cinta.

Di saat itu jugalah, ia baru benar-benar bisa melihat raut wajah empat prajurit yang ikut bersama Rowing, bahwa mereka tak menunjukkan rasa senang sama sekali, berbanding terbalik dengan tuan mereka. Bahkan tatapannya kosong, seolah-olah mereka sudah tak memiliki harapan.

Semua prajurit yang melayani keluarga bangsawan ini memakai setelan jas yang sama dengan majikannya. Diantaranya ada yang tidak memakai jas agar menyesuaikan kondisi lingkungan pekerjaannya. Seperti para prajurit yang menjaga penjara, mereka hanya memakai rompi putih dan kemeja hitam panjang bergaris putih.

Zeeta menyadari sesuatu yang ganjil. Ketika masih ada di Lazuli, ia merasa ada lima prajurit yang ikut bersama Rowing, satu di antaranya hanya melihat dan diam saja dari dalam mobil kodok. Ketika ia mengingat dengan lebih jelas lagi, ia sadar bahwa sang supir itulah prajurit yang ke lima. Namun, ia tak mendapatinya dimana pun. Ia bahkan tak tahu dimana dan bagaimana prajurit itu menghilang.

“Hah... untuk apa aku memikirkan orang-orang yang telah menghabisi keluargaku?” batin Zeeta.

Zeeta melihat Bastanil memasuki salah satu bangunan bersama dua prajuritnya, sementara dirinya dituntun ke bangunan di sebelahnya oleh dua prajurit lain.

“Gara-gara borgol ini, aku tidak bisa mengeluarkan sihirku... tanpa sihir, kurasa aku bukanlah siapa-siapa. Bahkan keluargaku tak bisa kuselamatkan," batin Zeeta, “meskipun aku bisa mengeluarkan sihir, tidak tahu kenapa... aku tidak bisa membiarkan orang-orang di sini begitu saja. Ada sesuatu yang terjadi....”

Ketika Zeeta masuk ke bangunan tersebut, ada seekor burung pipit berbulu kuning kejinggaan yang seharusnya sudah terlelap memandangi Zeeta di atas sebuah pohon.

......................

Setelah sampai di penjara bawah tanah, sepanjang mata memandang hanya ada lorong dengan puluhan sel yang diterangi lampu ber-mana di lorongnya. Zeeta merasa ganjil kembali, dengan banyaknya sel di bawah tanah ini, tak ada tanda-tanda kehidupan orang. Jika begitu, maka tindakan Rowing yang ia dengar bahwa keluarga bangsawan itu terus menculik anak dengan potensi mana yang tinggi tidak akan selaras.

Ia didorong masuk ke sel yang sama dengan seorang anak perempuan yang telah ada disana sejak tiga tahun yang lalu. Dia adalah Azure, meskipun kini ia tampak tidak begitu sehat dengan tubuh yang kurus dan bibir yang kering. Yang ada di sel itu hanyalah jerami untuk dia tidur, tanpa ada bekas makanan atau minum setetes pun. Sudah bisa dibilang sebuah keajaiban untuknya bahwa ia masih bertahan hidup selama tiga tahun di sana.

Selain kondisi Azure yang kesehatannya sudah menurun, begitu juga dengan penampilannya. Yang ia kenakan di dalam sel itu hanyalah kain lusuh panjang bernoda tanah di seluruh bagiannya. Bagi Azure, semua itu hanyalah bayaran kecil sampai ia bisa menuntaskan apa yang ia inginkan selama ini di sel yang penuh bisu itu.

“Hei, sudah waktunya ganti jam jaga,” kata seorang lelaki berambut ikal cokelat kehitaman panjang dan bermata cokelat yang baru datang ke penjara, bersamaan dengan masuknya Zeeta ke penjara serta perginya dua prajurit tadi.

“Oh, begitu ya...,” jawab si penjaga yang ada di depan sel Zeeta dan Azure. Ia menjawab si pria dengan seadanya lalu memberikan kunci sel dan pergi begitu saja. Lelaki itu tampak memerhatikan Zeeta dan Azure dalam diam.

Ketika Zeeta masuk ke dalam sel, Azure tengah terbaring di atas jerami. Azure hanya mendengar suara kunci sel terbuka lalu ditutup kembali dengan segera. Ia tahu, bahwa lagi-lagi ada anak kecil lain (Zeeta), yang bernasib sama dengannya.

“Setelah tiga tahun... Rowing bajingan itu masih mengincar nyawa orang yang tak bersalah lagi? Hah!" seru Azure, "sudah jadi yang keberapa anak kecil ini?” kemudian ia duduk.

“Hei, Dik! Kemarilah, biar kulepaskan borgol sialan itu!” ujar Azure pada Zeeta. Azure tidak bisa melihat anting bulan Zeeta dengan jelas karena bayangan tembok yang menutupi wajah sebelah kirinya.

“Ta-tapi ini menghalangi aliran mana, jadi kupikir tidak akan bisa dibuka....”

“Buka saja tanpa sihir, apa kau bodoh?” Azure mengambil segaris kawat yang ia sembunyikan di balik jeraminya.

“Uhm ... maaf....” Saat ia akan membuka borgol dan mendengar maaf dari Zeeta, Azure terhentak.

“Kenapa minta maaf?”

“Karena aku... bodoh?”

“Heh." Azure tersenyum kecut. "Dasar aneh....” Azure berhasil membuka borgolnya. “Sudah kubuka, jika kau mau pergi dari sini, sekaranglah kesempatanmu. Semua penjaga di sini tak akan ada yang peduli jika ada tahanan yang kabur, bahkan penduduk kotanya juga. Itu pun kalau kau BENAR-BENAR selamat saat keluar dari sini, sih, hahaha!”

Merasa ingin menggali lebih dalam atas apa yang baru saja ia dengar, lantas Zeeta pun bertanya. “Memangnya ada apa?”

“Semua orang di kota kecil yang terletak di sebelah kediaman Rowing sudah dicuci otak oleh sihirnya Garren Rowing, kepala keluarga mereka. Apapun yang diperintah keluarga bajingan itu, akan selalu dituruti mereka,” jawab Azure yang membuat Zeeta sedikit terkejut.

“Cuci otak...? Apa sihir bisa melakukan itu?”

“Apa kau bercanda?! Aku benci mengatakannya tapi mereka adalah bangsawan! Potensi sihir mereka lebih tinggi dari kita yang hanya rakyat jelata!”

“Oh ya... kau benar....” Zeeta merenung. Ia merasakan gundah di dalam hati dan juga kepalanya. “Ayahku selalu berkata jika bangsawan adalah orang-orang yang jahat, tapi tak kusangka sampai sejahat ini....”

“Apa kau ini tak tahu apa-apa, ha? Semua manusia itu selalu punya niat jahat, hanya kebetulan saja niat jahat itu selalu muncul pada bangsawan. Aku pernah memilikinya dan aku yakin kau juga pasti pernah.”

Zeeta mengingat sihir serangannya yang ditargetkan pada kediaman Rowing pernah dihentikan oleh Arthur.

“Kau benar. Maaf ya, aku tidak tahu apa-apa... aku tidak pernah keluar dari desaku."

Azure tersenyum kecil. “Meh. Santai saja, kebanyakan orang desa di Wilayah Selatan begitu, kok. Tidak banyak yang mereka tahu selain berkebun, bertani, dan berburu. Semua karena si Rowing itu.”

Diam terjadi di antara mereka beberapa saat.

“Apa kaupikir akan ada orang yang menghukum Rowing?” tanya Zeeta masih dalam raut wajah yang gundah.

Azure menunjukkan wajah seriusnya, kemudian ia menepuk bahu kiri Zeeta. “Dik, sudah tiga tahun aku di penjara ini. Belasan anak-anak sudah kehilangan keluarganya seperti aku dan mereka juga sudah berusaha kabur dari sini. Tentu saja aku membantu apa yang mereka inginkan ... tapi....” Tatapan Azure dialihkan ke lantai. Ketika Zeeta tahu alasan mengapa sel-sel itu kosong, ia semakin gundah.

“Tapi semua anak-anak itu kehilangan nyawanya akibat Rowing. Selama tiga tahun ini, puluhan jiwa sudah melayang karena perbuatannya. Dan selama itu juga aku belum pernah melihat harapan untuk terselamatkan dari bangsawan lain. Aku tidak tahu alasannya, tetapi aku tetap ingin ada orang yang menghukum setimpal dengan dosanya.

“Perlu kuberi tahu, aku belum ingin keluar dari sini karena aku belum bisa lihat pembalasanku terhadap Rowing pada desaku dengan tanganku sendiri!

"Aku mengutuk kehidupan Garren dan istrinya, Emma, agar selalu tersiksa. Aku tidak akan tenang dan bisa keluar dari sini tanpa melihat hasil yang jelas dari sihirku. Tampaknya, Bastanil selalu mencari seseorang yang benar-benar bisa mengangkat kutukanku. Karena itu aku berpikir... di satu sisi aku senang Rowing tersiksa, tetapi di saat yang sama, karena kutukankulah puluhan nyawa melayang....”

“Begitu ya...” Zeeta terdiam sesaat dan memejamkan matanya.

“Aku mulai mengerti kenapa ayah menyuruhku bertemu dengan Rowing. Memang benar, Rowing adalah bangsawan yang harus bisa kuhadapi ... aku adalah Tuan Putri, kalau seperti itu aku harus bertanggung jawab!” dalam benaknya, ia sudah membulatkan keputusannya. Ketika ia membuka matanya kembali, ia tampak serius. “Apakah aku boleh menanyakan namamu, Kak?” tanyanya.

“Oh, ya. Namaku Azure.”

“Hmm.... Kak, aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu meskipun kita baru saja berkenalan, boleh?”

“Yeah, tentu saja!”

“Aku baru merayakan ulang tahunku yang ke delapan bersama keluarga desaku. Tidak lama setelah itu, ayahku berkata kalau aku bukanlah anak kandungnya. Dan ternyata ... aku adalah seseorang yang istimewa dan memiliki tanggung jawab serta kewajiban yang besar.

"Karena isi sepucuk surat dan sosok Peri yang tak bisa orang lain lihat disaat hanya aku yang bisa melihatnya, aku semakin tidak tahu siapa aku sebenarnya.

“Disaat yang sama aku juga tidak tahu sama sekali seperti apa tanggung jawab dan kewajibanku itu. Tapi setelah aku bertemu Kak Azure, aku jadi sedikit tahu ... bahwa dunia asing yang telah kupijak hari ini... adalah tanggung jawabku. Orang-orang tak bersalah yang kehilangan nyawanya juga merupakan kesalahanku, jadi aku harus bertanggung jawab.”

“Hei... apa maksudmu? Apa yang ingin kaukatakan?” Azure tak mengerti.

Zeeta berdiri menuju area yang tak tertutupi bayangan. “Aku adalah Zeeta Aurora XXI, keturunan Alicia Aurora XX sekaligus penerus tahtanya.” Zeeta memperkenalkan dirinya. Ia membuat senyum paksaan di bibirnya.

Azure terbelalak dan mengerutkan dahinya. “Tidak mungkin... gadis kecil sepertimu... tapi... tunggu dulu. Bukankah istana kerajaan diserang akar raksasa itu delapan tahun yang lalu? Tapi anting bulan purnama itu... kau ... kau benar-benar Tuan Putri?!” bersama dengan perasaan bingung dan urutan kronologis yang ia ketahui, Azure mendapatkan jawabannya sendiri.

“Ya, meskipun aku baru saja mengetahuinya beberapa jam yang lalu....” Zeeta tersenyum kecut.

“Kalau begitu, cepatlah lari dari sini! Rowing hanya akan memanfaatkanmu untuk tujuannya yang tidak-tidak!”

“Aku tidak bisa. Jika aku melakukannya, aku meninggalkan kewajibanku sebagai seorang Tuan Putri. Aku tidak akan mendengar tolakan lagi darimu, Kak Azure. Sekarang, biar aku yang bicara. Duduk dan diamlah sebentar, ini perintah dari Tuan Putri!”

“A-ah... uhm. Baik, Ya-Yang Mulia....” Azure memperbaiki posisi duduknya dengan melipat dua kakinya miring ke samping.

“Bagus.” Zeeta ikut duduk melipat kakinya di depan Azure.

Zeeta memejamkan matanya lalu mengumpulkan butiran mana warna-warninya di kedua telapak tangan. Setelah terkumpul layakya bola, ia memasukkan bola itu ke dalam tubuh Azure.

“Tu-tu-tunggu dulu! Ka-kau baru saja menyihirku?! Apa yang ... kau...?” Azure yang disertai perasaan terkejut ketika Zeeta tiba-tiba saja menaruh bola sihirnya ke dalam tubuhnya—was-was apa yang akan terjadi pada tubuhnya. Tapi was-was itu langsung menghilang ketika ia merasa dirinya kembali sehat, dan tubuhnya perlahan terisi kembali.

“Supaya badanmu tetap bugar, jangan lupa makan makanan yang asli dan minum minuman yang sungguhan, bukan dari sihirmu sendiri lagi, ya, Kak Azure. Kalau kau mau, aku bisa kok memasak untukmu, aku cukup jago lho kalau memasak, hehe....” Zeeta menunjukkan senyumnya.

Tanpa berkata apapun lagi, Azure memeluk erat Zeeta.

“E-eh, Kak Azure? Ada apa tiba-tiba? Apa aku berbuat salah lagi kepadamu? Kalau iya, aku minta maaf....”

“Apa kau ini bodoh? Kau tidak salah, jangan minta maaf!”

“U-uhm ... maaf....”

“Dasar....” Azure sedikit tersenyum. “Terima kasih ya, Zeeta.”

“Ya. Sama-sama, Kak.” Zeeta membalas pelukan Azure.

Azure melonggarkan pelukannya. “Zee... apa aku boleh memanggilmu begitu?”

“Y-ya, tentu. Ada apa?”

“Aku ingin meluruskan apa yang kaukatakan tadi.” Azure melepas pelukannya dan memasang wajah seriusnya.

“Baik.” Zeeta siap mendengarkannya.

“Kau tidaklah salah atas hilangnya puluhan nyawa itu. Kau juga tidak bisa menyalahkan dirimu sendiri atau orang-orang di desamu karena ketidaktahuanmu tentang dirimu yang merupakan Tuan Putri. Masih ada banyak misteri antara kau dan keluarga kerajaan yang ada di istana. Kesalahan Rowing adalah salahnya sendiri, termasuk aku.

“Untuk sekarang, jangan pikirkan tanggung jawabmu atas nyawa-nyawa itu. Pikirkanlah dulu keselamatanmu disini. Jika kau tidak selamat, bisa kaubayangkan negeri ini akan semakin kacau. Apa aku salah?”

Zeeta tampak memikirkannya dalam-dalam. “Ya... Kakak benar. Terima kasih, Kak.”

“Ya!” Azure menunjukkan senyum lima jarinya.

Ketika pembicaraan mereka berakhir, si lelaki berambut ikal mendekatkan dirinya ke sel Azure dan Zeeta. “Permisi....” katanya dengan suara yang tak begitu manly.

“Ha?! Mau apa kau?! Kalau kau berjalan selangkah lagi, kau takkan selamat! Asal kau tahu, aku adalah bodyguard-nya Tuan Putri Zeeta!” bentak Azure sambil memeluk Zeeta dengan tangan kanan, sementara tangan kirinya ia persiapkan untuk sihir serangan jika terjadi yang tidak-tidak.

“Eh? Apa yang Kakak—“

“Sudah kaudiam saja!”

“Aku dari tadi menunggu waktu yang pas untuk memperkenalkan diriku dan memberitahu Tuan Putri suatu hal penting, ini dari Sylva!”

“Sylva?!” Zeeta lekas terkejut dan melepas paksa dekapan Azure.

“Dia memberikanku botol yang berisi serbuk sihir ini. Katanya, jika Yang Mulia menebarkan serbuk sihirnya, Yang Mulia bisa mendengar pesannya." Si penjaga mengeluarkan botol yang disebutnya dari kantung yang ada di pinggangnya. Botol tersebut berisi serbuk sihir berwarna ungu gelap

“Uhm, tapi... siapa kau? Apa kita pernah bertemu?” Zeeta mengerutkan dahinya.

“A-ah, maafkan kelancanganku. Aku hanya seorang prajurit biasa dari keluarga Grand Duchess Alexandrita, namaku Marcus. Aku tidak tahu detilnya seperti apa, tapi nyonya Duchess bilang agar aku menyampaikan pesan bahwa Sylva telah mendatangi nyonya Duchess kepada Anda, lalu beliau juga memerintahkanku untuk membawakan Anda botol pesan ini, Yang Mulia.”

Sebenarnya apakah pesan Sylva yang ditujukan pada Zeeta? Apa yang dibicarakan sang bangsawan tertinggi setelah ratu, Grand Duchess Alexandrita bersama dengan Sylva?

Terpopuler

Comments

Ayay Nya Yuda

Ayay Nya Yuda

hahaha tiba2 jadi patuh ya

2025-02-02

0

Nur

Nur

lah klo bisa gitu kenapa gak dari awal sylva ngasih tau ke dukenya itu!! zeeta ku

2023-12-24

1

anggita

anggita

kya sedikit ada unsur Harry potter.,😊 tpi keren👌

2021-06-26

2

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Kehidupan Baru
3 Sihir
4 Peri
5 Impiannya
6 Buah dari Kerja Keras
7 Keinginan yang Muncul dari Kesempatan
8 Musim Semi yang Pedih
9 Dunia Asing
10 Wewenang atau Kekerasan?
11 Malam Sebelum Badai (1/2)
12 Malam Sebelum Badai (2/2)
13 Bangsawan Meja Bundar
14 Negeri yang Indah nan Kotor
15 Kewajiban Sang Putri (1/2)
16 Kewajiban Sang Putri (2/2)
17 Tuan Putri ke Ibu Kota
18 Sang Elf, Aria
19 Zeeta Aurora XXI
20 Eksekusi Mati
21 Langkah Awalnya
22 NAMAKU ADALAH ZEETA!
23 Rumor dan Fakta
24 Bibit Kejahatan
25 Ingatan Manis Hellenia (1/2)
26 Ancaman
27 Ambang Keputusasaan
28 Ingatan Manis Hellenia (2/2)
29 Kekuatan yang Hanya Dimiliki Manusia
30 Layaknya Nenek, Layaknya Cucu
31 Bertemu dengan Keluarga
32 Ikatan yang Terbentuk dari Kesan
33 Mana
34 Kengerian yang Merangkak Keluar
35 Sumbu dari Sebuah Legenda
36 Yang Akan Menuntunnya
37 Catastrophe Seal
38 Hutan Misterius
39 Benih Yggdrasil
40 Misi Selanjutnya
41 Sang Roh Yggdrasil, Luna
42 Sekutu
43 Rencana Sang Putri
44 Vivid Party
45 Rencana Penyelamatan Alicia (1/2)
46 Rencana Penyelamatan Alicia (2/2)
47 Rapat Keluarga Darurat
48 Kemampuan Sihirnya Tak Terbatas
49 [Bab Pengumuman] Kedudukan Kebangsawanan Kerajaan Aurora
50 Keberadaan Ras Lain
51 Kekalahannya
52 Manusia dan Makhluk Sihir yang Bentrok
53 Kekuatan Bangsawan Utama
54 Apa yang Menjadi Janjinya
55 Eclipse, Sekutu yang Tak Terduga
56 Sebuah Misteri yang Terkuak
57 Babak Baru
58 Kerja Sama Antar Ras
59 Melangkah ke Depan (1/2)
60 Melangkah ke Depan (2/2)
61 Klutzie dan Siren
62 Latihan untuk Menyusulnya
63 Percikan Api
64 Amarah dari Sebuah Kekonyolan
65 Pertanda?
66 Kegelapan yang Melindungi
67 Peran Keluarga
68 Teman dan Cinta
69 Kunci Kotak Harta Karun
70 Sebuah Kebenaran
71 Langkah Menuju Kebebasan
72 Bersama dengan Ibu, Mendengarnya
73 Ibu dan Ayah
74 Kebebasan
75 Kerajaan yang Berlibur
76 Azure dan Desa Lapis
77 Keluarga Baru
78 Waktu Bersama Keluarga
79 Karma yang Kejam
80 Dia yang Mengawasi
81 Zeeta dan Azure
82 Kekuatan Penuh Ashley 1
83 Willmurd Louis de Dormant
84 Kekuatan Penuh Ashley 2
85 Menuju Masa yang Diramalkan
86 Dunia yang Diramalkan
87 Bersiap Diri
88 Keputusan Azure
89 Layaknya Kotak Pandora
90 Awal dari Sang Pembalas Dendam, Marianna Aurora
91 Latihan yang Keras
92 Volten Sisters
93 Latihan Bersama Volten Sisters
94 Langit di Atas Langit
95 Tanah Ephemeral
96 "Mengakhiri Dunia"
97 Ketakutan yang Dibalut oleh Harapan
98 (Bab Pengumuman) Disclaimer - Sebelum Membaca Chapter (Arc) Selanjutnya
99 (Bab Pengumuman) Daftar Rune
100 Sihir Kuno Rune
101 Kekuatan Maisie
102 Bencana Besar yang akan Menghantam
103 Pertarungan yang Sudah Dimulai
104 Segel yang Dilepas Setelah Sekian Lama
105 Bala Bantuan
106 Janji Seorang Lelaki
107 Baru Dimulai
108 Tekad Kuat Gerda
109 Sampai Tetes Darah Terakhir
110 Wasiat Ratusan Tahun
111 Harta Karun untuk Masa Depan
112 Crescent Void
113 Kepercayaan yang Tulus
114 Menuju Perjalanan Selanjutnya
115 Bertekadlah Layaknya Kupu-Kupu
116 Arti dari Seorang Pemimpin
117 Penyihir Harapan
118 Sesuatu yang Berhasil Dilindungi
119 Dia yang Kembali Beraksi
120 Kepulangannya
121 Perbedaan Level
122 Tiada Waktu 'tuk Bersantai
123 Rapat Keluarga Darurat 2
124 Kunjungan
125 Pulangnya Tuan Putri ke Rumah
126 Luka di Hati
127 Hubungan Adik dan Kakak
128 Arti Sebuah Kerajaan
129 Menuju Kerajaan Nebula 1/3
130 Menuju Kerajaan Nebula 2/3
131 Menuju Kerajaan Nebula 3/3
132 Kedatangan Azure
133 Masa Lalu Suzy
134 Gugurnya Sebuah Harapan
135 Cinta Seorang Kakek
136 Perjuangannya
137 Ifrit Sang Api
138 Amarah
139 Ifrit vs. Ashley 1
140 Ifrit vs. Ashley 2
141 Jötunnheim dan Fyrriheim
142 Terdampar di Dunia Lampau, Fyrriheim
143 Klutzie vs. Jewel
144 Si Pelayan Klasik, Asteria
145 Identitas Sang Pria Misterius yang Mematikan, L'arc Darnmite
146 Rahasia Fyrriheim, Sebuah Dunia Lampau
147 Turning Point 1
148 Arti dari Hidup, Sebuah Awal dari Aurora
149 Sirkuit Sihir
150 Rencana Para Elf
151 Pertahanan Seluruh Tenaga demi Rakyat
152 Menuju Babak Selanjutnya
153 Pohon Chronos
154 Pertanggungjawaban yang Pantas
155 Penyesalan
156 Janji dalam Pelarian
157 Kebencian yang Terkunci Selama 200 Tahun
158 Bersama Senyum, Ditemani Oleh Senyum
159 Kembalinya Scarlet
160 Kepercayaan Diri
161 Pertarungan yang akan Mengubah Dunia
162 Guru dan Murid yang Menanggung Kebencian Besar
163 Para Penyintas
164 Kekuatan Tersembunyi Azure
165 Gelombang Pasang
166 Saksi Hidup Sejak Ribuan Tahun Silam
167 Harapan yang Berkilau
168 Zeeta vs. Marianna 1/4
169 Menguak Paksa Masa Lalu yang Pahit
170 Ketragisan yang Harus Diakhiri
171 Menerobos Kemustahilan
172 Zeeta vs. Marianna 2/4
173 Keadilan yang Tak Disesali
174 Zeeta vs. Marianna 3/4
175 Zeeta vs. Marianna 4/4
176 Keseharian Aurora yang Kembali Damai
177 Makhluk yang Kuat pun Lemah
178 Rekan Baru
179 Tamu Pembawa Teror
180 Dinding yang Tak Mudah Dihancurkan
181 Misi Baru Aurora
182 Tersirat
183 Penyusup
184 Keberadaan Masing-Masing Tim Ekspedisi
185 Serina dan Gerda
186 Keyakinan
187 Dalam Hitungan Detik
188 Masalahnya Masing-Masing
189 Kedatangan yang Tidak Diduga
190 Kecurigaan Pandang Pertama
191 Meremehkan Lawan yang Salah
192 "Belas Kasih"
193 Menantang Kemustahilan
194 Wajah Aurora yang Tercermin dari Sang Putri
195 Kemunculan Seseorang yang Tidak Diduga
196 Mau Tidak Mau
197 Sayap Menuju Esok
198 Yang Meyakinkannya
199 Ketika Tiada yang Menyadarinya
200 Menuju Tanah Kematian
201 Tanah Tanpa Kehangatan (1/2)
202 Tanah Tanpa Kehangatan (2/2)
203 Kambing Hitam
204 Sang Pelintas Waktu
205 Amarah Lloyd
206 Gadis yang Menyembunyikan Tujuannya
207 Demi Menjawab Harapan Sang Penyihir Harapan
208 Ancaman yang Dipatahkan
209 Roh Kuno Angin, Zephyr
210 Rahasia Dunia dan Ambisi untuk Menang
211 Alasan Belle
212 Dari Kematian, Menuju Kematian, Berakhir pada Kematian
213 Persiapan Menantang Kematian
214 Harapan Palsu
215 Trauma Zeeta
216 Kemunculan Tellaura, Sang Penyihir Pengutuk Dunia
217 Dark Elf yang Tak Segan Membunuh, Jourgan
218 High Elf Maniak Pertarungan, Bellaria
219 Pertanda Ragnarok
220 Gadis Seiryuu yang Bernasib untuk Mati
221 Rahasia Dibalik Senjata Suci
222 Turning Point 2
223 Pandangan Salah Seorang Dark Elf Pada Manusia
224 Titania, Sang Keturunan Raksasa
225 Sang Raksasa Teladan, Jeanne
226 Waktunya untuk Serius!
227 Pertempuran yang Singkat
228 Dunia Impian di Dalam Dunia Terkutuk
229 Dariku, 300 Tahun yang Lalu
230 Bersama-sama
231 Datangnya Perubahan Dunia
232 Burung yang Tersangkar dan Burung yang Terburu
233 Bangsawan, Pelayan, dan Rakyat Jelata
234 Merelakan Yang Tersayang
235 Kejamnya Dunia pada Mereka
236 Awal dari Semuanya 1
237 Alasan Seorang Tellaura Hidup
238 Gigih
239 Mereka yang Hidup di Dunia yang Berbeda
240 Ketakutan
241 Jiwa yang Tersesat
242 Ingatan yang Kembali
243 Keinginan Sang Raksasa
244 Kakak-Adik dan Putri-Pembunuh
245 Malam Sebelum Petaka
246 Jebakan
247 Bulan Darah
248 Pembalasan
249 Awal dari Semuanya 2
250 Tipu Muslihat
251 Menghilangkan Siklus Kebencian
252 Dua Gadis Berambut Perak
253 Sebelum Semuanya Tak Bisa Lagi Digenggam
254 Mimpi yang Tak Lagi Dapat Digapai
255 Putri Duyung dan Penyihir Harapan
256 Penyihir Harapan dan Penyihir Bintang
257 Menuju Hari Akhir 1
258 Lautan yang Marah
259 Masa Lalu Penyihir Bintang
260 Gadis yang Kuat
261 Malam yang Gila 1
262 Permintaan Roh Kuno Air
263 Malam yang Gila 2
264 Tirta Amarta 1
265 Tirta Amarta 2
266 Tirta Amarta 3
267 Aku dan Aku yang Lain
268 Ozy dan Jeanne
269 Keseriusan Zeeta
270 Bertemunya Dua Zeeta
271 Arata Akihiro
272 Menyeret ke Dalam Lubang Berbilah Tajam
273 Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 1
274 Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 2
275 Mereka yang Menyayanginya
276 Kedatangan Sosok yang (Pernah) Berharga Untuknya
277 Dua Gerbang yang Terbuka
278 Melodi dari Neraka
279 Turning Point 3
280 Kartu Truf
281 Bangkit
282 Jatuh dalam Kegelapan
283 Secercah Harapan
284 Sejarah Nebula 1
285 Sejarah Nebula 2
286 Jangan Remehkan Gadis yang Sedang Jatuh Cinta!
287 Barghest yang Misterius
288 The Power of Love
289 Gadis yang Menjadi Dunianya
290 Cermin Seorang Penguasa yang Dikagumi
291 Pangeran Cupu (?)
292 Putri Keemasan yang Dikutuk
293 Sejarah yang Saling Terhubung
294 Pertanyaan Demi Pertanyaan
295 Kerajaan Gala
296 Mereka yang Bangkit dari Keterpurukan
297 Menciptakan Legenda
298 Hati Baja yang Tidak Dimiliki Semua Orang
299 Catastrophe Seal dan Vanadust
300 Secercah Cahaya dari Dunia
301 Apakah Ini Sebuah Tekad? Atau Hanya Tegar?
302 Buah Perjuangannya
303 Tujuan Akhir Zeeta
304 Sahabat
305 Petunjuk
306 Negeri Para Raksasa
307 Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 1
308 Fana
309 Jawaban
310 Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 2
311 Zeeta dan Luna
312 Rapat Keluarga (Bangsawan)
313 (Bab Pengumuman) Desain Karakter Zeeta (Delapan Tahun)
314 Pengorbanan Tidaklah Selalu Buruk
315 (Bab Pengumuman) Desain Karakter Danny & Gerda (9/8 Tahun)
316 Hubungan dan Ikatan
317 Wejangan
318 Keroco Kuat yang Buta Tujuan
319 Terbukanya Dua Gerbang
320 Syarat
321 Angin Zephyr
322 Ragnarok, Pertempuran Akhir Dunia
323 Tujuan Tiga Dunia yang Berbeda
324 Demi Hari Esok
325 Sang Raksasa Alpha, Fenrir
326 Seiryuu dan Penyangganya
327 Masalah Hati Arata Akihiro
328 Naga Pengecut, Nidhogg
329 Menerima Apa Adanya dan Mencintainya
330 Naga yang Nyaris Kehilangan Arahnya
331 Pengkhianatan yang Tak Bisa Dimaafkan
332 Kegelapan yang Menerangi
333 Luluh Lantaknya Bumi
334 Bala Bantuan
335 Kehancuran
336 Dirimu yang Bagaikan Cahaya Untukku
337 Pertolongan Alam Kematian
338 Pengorbanan
339 Tombak Suci Rhongomyniad
340 Pertempuran Akhir 1
341 Yang Mengerti Dirinya
342 Mewujudkan Lagi Tír na nÓg
343 Cahaya Dari Bintang
344 Naga Dan Manusia
345 Keheningan Sebelum Badai
346 Jawaban Sang Penentu Dunia
347 Zeeta Alter vs. Si Kembar Levant
348 Mereka yang Mengutuk Dunia
349 Peran Terakhir Crescent Void
350 Quaternity Grandeur
351 Rival Gadis Itu
352 Tirai Penutup
353 Sang Penyihir Harapan [END]
354 Bab Bonus - True (Happy) Ending
Episodes

Updated 354 Episodes

1
Prolog
2
Kehidupan Baru
3
Sihir
4
Peri
5
Impiannya
6
Buah dari Kerja Keras
7
Keinginan yang Muncul dari Kesempatan
8
Musim Semi yang Pedih
9
Dunia Asing
10
Wewenang atau Kekerasan?
11
Malam Sebelum Badai (1/2)
12
Malam Sebelum Badai (2/2)
13
Bangsawan Meja Bundar
14
Negeri yang Indah nan Kotor
15
Kewajiban Sang Putri (1/2)
16
Kewajiban Sang Putri (2/2)
17
Tuan Putri ke Ibu Kota
18
Sang Elf, Aria
19
Zeeta Aurora XXI
20
Eksekusi Mati
21
Langkah Awalnya
22
NAMAKU ADALAH ZEETA!
23
Rumor dan Fakta
24
Bibit Kejahatan
25
Ingatan Manis Hellenia (1/2)
26
Ancaman
27
Ambang Keputusasaan
28
Ingatan Manis Hellenia (2/2)
29
Kekuatan yang Hanya Dimiliki Manusia
30
Layaknya Nenek, Layaknya Cucu
31
Bertemu dengan Keluarga
32
Ikatan yang Terbentuk dari Kesan
33
Mana
34
Kengerian yang Merangkak Keluar
35
Sumbu dari Sebuah Legenda
36
Yang Akan Menuntunnya
37
Catastrophe Seal
38
Hutan Misterius
39
Benih Yggdrasil
40
Misi Selanjutnya
41
Sang Roh Yggdrasil, Luna
42
Sekutu
43
Rencana Sang Putri
44
Vivid Party
45
Rencana Penyelamatan Alicia (1/2)
46
Rencana Penyelamatan Alicia (2/2)
47
Rapat Keluarga Darurat
48
Kemampuan Sihirnya Tak Terbatas
49
[Bab Pengumuman] Kedudukan Kebangsawanan Kerajaan Aurora
50
Keberadaan Ras Lain
51
Kekalahannya
52
Manusia dan Makhluk Sihir yang Bentrok
53
Kekuatan Bangsawan Utama
54
Apa yang Menjadi Janjinya
55
Eclipse, Sekutu yang Tak Terduga
56
Sebuah Misteri yang Terkuak
57
Babak Baru
58
Kerja Sama Antar Ras
59
Melangkah ke Depan (1/2)
60
Melangkah ke Depan (2/2)
61
Klutzie dan Siren
62
Latihan untuk Menyusulnya
63
Percikan Api
64
Amarah dari Sebuah Kekonyolan
65
Pertanda?
66
Kegelapan yang Melindungi
67
Peran Keluarga
68
Teman dan Cinta
69
Kunci Kotak Harta Karun
70
Sebuah Kebenaran
71
Langkah Menuju Kebebasan
72
Bersama dengan Ibu, Mendengarnya
73
Ibu dan Ayah
74
Kebebasan
75
Kerajaan yang Berlibur
76
Azure dan Desa Lapis
77
Keluarga Baru
78
Waktu Bersama Keluarga
79
Karma yang Kejam
80
Dia yang Mengawasi
81
Zeeta dan Azure
82
Kekuatan Penuh Ashley 1
83
Willmurd Louis de Dormant
84
Kekuatan Penuh Ashley 2
85
Menuju Masa yang Diramalkan
86
Dunia yang Diramalkan
87
Bersiap Diri
88
Keputusan Azure
89
Layaknya Kotak Pandora
90
Awal dari Sang Pembalas Dendam, Marianna Aurora
91
Latihan yang Keras
92
Volten Sisters
93
Latihan Bersama Volten Sisters
94
Langit di Atas Langit
95
Tanah Ephemeral
96
"Mengakhiri Dunia"
97
Ketakutan yang Dibalut oleh Harapan
98
(Bab Pengumuman) Disclaimer - Sebelum Membaca Chapter (Arc) Selanjutnya
99
(Bab Pengumuman) Daftar Rune
100
Sihir Kuno Rune
101
Kekuatan Maisie
102
Bencana Besar yang akan Menghantam
103
Pertarungan yang Sudah Dimulai
104
Segel yang Dilepas Setelah Sekian Lama
105
Bala Bantuan
106
Janji Seorang Lelaki
107
Baru Dimulai
108
Tekad Kuat Gerda
109
Sampai Tetes Darah Terakhir
110
Wasiat Ratusan Tahun
111
Harta Karun untuk Masa Depan
112
Crescent Void
113
Kepercayaan yang Tulus
114
Menuju Perjalanan Selanjutnya
115
Bertekadlah Layaknya Kupu-Kupu
116
Arti dari Seorang Pemimpin
117
Penyihir Harapan
118
Sesuatu yang Berhasil Dilindungi
119
Dia yang Kembali Beraksi
120
Kepulangannya
121
Perbedaan Level
122
Tiada Waktu 'tuk Bersantai
123
Rapat Keluarga Darurat 2
124
Kunjungan
125
Pulangnya Tuan Putri ke Rumah
126
Luka di Hati
127
Hubungan Adik dan Kakak
128
Arti Sebuah Kerajaan
129
Menuju Kerajaan Nebula 1/3
130
Menuju Kerajaan Nebula 2/3
131
Menuju Kerajaan Nebula 3/3
132
Kedatangan Azure
133
Masa Lalu Suzy
134
Gugurnya Sebuah Harapan
135
Cinta Seorang Kakek
136
Perjuangannya
137
Ifrit Sang Api
138
Amarah
139
Ifrit vs. Ashley 1
140
Ifrit vs. Ashley 2
141
Jötunnheim dan Fyrriheim
142
Terdampar di Dunia Lampau, Fyrriheim
143
Klutzie vs. Jewel
144
Si Pelayan Klasik, Asteria
145
Identitas Sang Pria Misterius yang Mematikan, L'arc Darnmite
146
Rahasia Fyrriheim, Sebuah Dunia Lampau
147
Turning Point 1
148
Arti dari Hidup, Sebuah Awal dari Aurora
149
Sirkuit Sihir
150
Rencana Para Elf
151
Pertahanan Seluruh Tenaga demi Rakyat
152
Menuju Babak Selanjutnya
153
Pohon Chronos
154
Pertanggungjawaban yang Pantas
155
Penyesalan
156
Janji dalam Pelarian
157
Kebencian yang Terkunci Selama 200 Tahun
158
Bersama Senyum, Ditemani Oleh Senyum
159
Kembalinya Scarlet
160
Kepercayaan Diri
161
Pertarungan yang akan Mengubah Dunia
162
Guru dan Murid yang Menanggung Kebencian Besar
163
Para Penyintas
164
Kekuatan Tersembunyi Azure
165
Gelombang Pasang
166
Saksi Hidup Sejak Ribuan Tahun Silam
167
Harapan yang Berkilau
168
Zeeta vs. Marianna 1/4
169
Menguak Paksa Masa Lalu yang Pahit
170
Ketragisan yang Harus Diakhiri
171
Menerobos Kemustahilan
172
Zeeta vs. Marianna 2/4
173
Keadilan yang Tak Disesali
174
Zeeta vs. Marianna 3/4
175
Zeeta vs. Marianna 4/4
176
Keseharian Aurora yang Kembali Damai
177
Makhluk yang Kuat pun Lemah
178
Rekan Baru
179
Tamu Pembawa Teror
180
Dinding yang Tak Mudah Dihancurkan
181
Misi Baru Aurora
182
Tersirat
183
Penyusup
184
Keberadaan Masing-Masing Tim Ekspedisi
185
Serina dan Gerda
186
Keyakinan
187
Dalam Hitungan Detik
188
Masalahnya Masing-Masing
189
Kedatangan yang Tidak Diduga
190
Kecurigaan Pandang Pertama
191
Meremehkan Lawan yang Salah
192
"Belas Kasih"
193
Menantang Kemustahilan
194
Wajah Aurora yang Tercermin dari Sang Putri
195
Kemunculan Seseorang yang Tidak Diduga
196
Mau Tidak Mau
197
Sayap Menuju Esok
198
Yang Meyakinkannya
199
Ketika Tiada yang Menyadarinya
200
Menuju Tanah Kematian
201
Tanah Tanpa Kehangatan (1/2)
202
Tanah Tanpa Kehangatan (2/2)
203
Kambing Hitam
204
Sang Pelintas Waktu
205
Amarah Lloyd
206
Gadis yang Menyembunyikan Tujuannya
207
Demi Menjawab Harapan Sang Penyihir Harapan
208
Ancaman yang Dipatahkan
209
Roh Kuno Angin, Zephyr
210
Rahasia Dunia dan Ambisi untuk Menang
211
Alasan Belle
212
Dari Kematian, Menuju Kematian, Berakhir pada Kematian
213
Persiapan Menantang Kematian
214
Harapan Palsu
215
Trauma Zeeta
216
Kemunculan Tellaura, Sang Penyihir Pengutuk Dunia
217
Dark Elf yang Tak Segan Membunuh, Jourgan
218
High Elf Maniak Pertarungan, Bellaria
219
Pertanda Ragnarok
220
Gadis Seiryuu yang Bernasib untuk Mati
221
Rahasia Dibalik Senjata Suci
222
Turning Point 2
223
Pandangan Salah Seorang Dark Elf Pada Manusia
224
Titania, Sang Keturunan Raksasa
225
Sang Raksasa Teladan, Jeanne
226
Waktunya untuk Serius!
227
Pertempuran yang Singkat
228
Dunia Impian di Dalam Dunia Terkutuk
229
Dariku, 300 Tahun yang Lalu
230
Bersama-sama
231
Datangnya Perubahan Dunia
232
Burung yang Tersangkar dan Burung yang Terburu
233
Bangsawan, Pelayan, dan Rakyat Jelata
234
Merelakan Yang Tersayang
235
Kejamnya Dunia pada Mereka
236
Awal dari Semuanya 1
237
Alasan Seorang Tellaura Hidup
238
Gigih
239
Mereka yang Hidup di Dunia yang Berbeda
240
Ketakutan
241
Jiwa yang Tersesat
242
Ingatan yang Kembali
243
Keinginan Sang Raksasa
244
Kakak-Adik dan Putri-Pembunuh
245
Malam Sebelum Petaka
246
Jebakan
247
Bulan Darah
248
Pembalasan
249
Awal dari Semuanya 2
250
Tipu Muslihat
251
Menghilangkan Siklus Kebencian
252
Dua Gadis Berambut Perak
253
Sebelum Semuanya Tak Bisa Lagi Digenggam
254
Mimpi yang Tak Lagi Dapat Digapai
255
Putri Duyung dan Penyihir Harapan
256
Penyihir Harapan dan Penyihir Bintang
257
Menuju Hari Akhir 1
258
Lautan yang Marah
259
Masa Lalu Penyihir Bintang
260
Gadis yang Kuat
261
Malam yang Gila 1
262
Permintaan Roh Kuno Air
263
Malam yang Gila 2
264
Tirta Amarta 1
265
Tirta Amarta 2
266
Tirta Amarta 3
267
Aku dan Aku yang Lain
268
Ozy dan Jeanne
269
Keseriusan Zeeta
270
Bertemunya Dua Zeeta
271
Arata Akihiro
272
Menyeret ke Dalam Lubang Berbilah Tajam
273
Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 1
274
Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 2
275
Mereka yang Menyayanginya
276
Kedatangan Sosok yang (Pernah) Berharga Untuknya
277
Dua Gerbang yang Terbuka
278
Melodi dari Neraka
279
Turning Point 3
280
Kartu Truf
281
Bangkit
282
Jatuh dalam Kegelapan
283
Secercah Harapan
284
Sejarah Nebula 1
285
Sejarah Nebula 2
286
Jangan Remehkan Gadis yang Sedang Jatuh Cinta!
287
Barghest yang Misterius
288
The Power of Love
289
Gadis yang Menjadi Dunianya
290
Cermin Seorang Penguasa yang Dikagumi
291
Pangeran Cupu (?)
292
Putri Keemasan yang Dikutuk
293
Sejarah yang Saling Terhubung
294
Pertanyaan Demi Pertanyaan
295
Kerajaan Gala
296
Mereka yang Bangkit dari Keterpurukan
297
Menciptakan Legenda
298
Hati Baja yang Tidak Dimiliki Semua Orang
299
Catastrophe Seal dan Vanadust
300
Secercah Cahaya dari Dunia
301
Apakah Ini Sebuah Tekad? Atau Hanya Tegar?
302
Buah Perjuangannya
303
Tujuan Akhir Zeeta
304
Sahabat
305
Petunjuk
306
Negeri Para Raksasa
307
Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 1
308
Fana
309
Jawaban
310
Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 2
311
Zeeta dan Luna
312
Rapat Keluarga (Bangsawan)
313
(Bab Pengumuman) Desain Karakter Zeeta (Delapan Tahun)
314
Pengorbanan Tidaklah Selalu Buruk
315
(Bab Pengumuman) Desain Karakter Danny & Gerda (9/8 Tahun)
316
Hubungan dan Ikatan
317
Wejangan
318
Keroco Kuat yang Buta Tujuan
319
Terbukanya Dua Gerbang
320
Syarat
321
Angin Zephyr
322
Ragnarok, Pertempuran Akhir Dunia
323
Tujuan Tiga Dunia yang Berbeda
324
Demi Hari Esok
325
Sang Raksasa Alpha, Fenrir
326
Seiryuu dan Penyangganya
327
Masalah Hati Arata Akihiro
328
Naga Pengecut, Nidhogg
329
Menerima Apa Adanya dan Mencintainya
330
Naga yang Nyaris Kehilangan Arahnya
331
Pengkhianatan yang Tak Bisa Dimaafkan
332
Kegelapan yang Menerangi
333
Luluh Lantaknya Bumi
334
Bala Bantuan
335
Kehancuran
336
Dirimu yang Bagaikan Cahaya Untukku
337
Pertolongan Alam Kematian
338
Pengorbanan
339
Tombak Suci Rhongomyniad
340
Pertempuran Akhir 1
341
Yang Mengerti Dirinya
342
Mewujudkan Lagi Tír na nÓg
343
Cahaya Dari Bintang
344
Naga Dan Manusia
345
Keheningan Sebelum Badai
346
Jawaban Sang Penentu Dunia
347
Zeeta Alter vs. Si Kembar Levant
348
Mereka yang Mengutuk Dunia
349
Peran Terakhir Crescent Void
350
Quaternity Grandeur
351
Rival Gadis Itu
352
Tirai Penutup
353
Sang Penyihir Harapan [END]
354
Bab Bonus - True (Happy) Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!