Kehidupan Baru

Langit biru membentang luas. Awan menari-nari diiringi angin, membawa kesejukan dan kedamaian untuk makhluk di daratan. Burung-burung pun tak ingin kalah. Layaknya terbebas dari penjara yang biasa disebut sangkar, mereka terbang dengan sangat meriah. Sementara, burung-burung di rindang pepohonan, siulnya menggema bersama-sama meyambut hari dengan kicauan merdu.

Sungai yang membentang panjang tanpa deru tangis yang kencang, menambah kedamaian pada suatu desa bernama Lazuli. Pagi hari ini masyarakat desa tengah memancing, ditemani para wanita yang tengah memetik hasil perkebunan mereka di seberang sungai. Hasil perkebunan itu adalah apel, buah berbentuk jeruk berwarna merah muda yang disebut renjie, yang kaya akan air dan sangat manis, serta berbagai jenis sayuran.

Dari kelompok yang memancing tersebut, ada satu orang pria yang memancing dengan cara tak biasa. Sementara kawan-kawannya harus memakai pancingan, pria itu memakai tangan kosong.

Tidak, tidak.

Dia tidak mengambil ikan-ikannya dengan tangan kosong, namun dengan mengeluarkan sesuatu seperti serpihan-serpihan berwarna merah dari telapak tangannya.

Serpihan ini disebut mana. Dengan imajinasinya, pria itu menarik keluar para ikan akibat sihir yang tercipta dari mana-nya tanpa perlu menunggu ikan untuk terpancing umpan. Hal tersebut membuat ikan tangkapannya lebih banyak dari kawan-kawannya.

Mana merupakan kekuatan yang sangat dibutuhkan ketika seorang manusia ingin mengeluarkan sihir. Setiap individu memiliki mana, tetapi kapasitas mereka berbeda-beda. Tanpa mana, keberadaan sihir akan sirna.

“Hei, Arthur! Meskipun kau memiliki mana yang lebih banyak dari kami, sisakanlah ikannya untuk kami!” seru seorang pria berambut merah cepak dan bermata hitam yang tidak terima melihat hasil tangkapannya lebih sedikit dari pria bernama Arthur tersebut.

Arthur tersenyum. “Hei, hei, santai saja, Recko! Aku sudah selesai, kok. Lagi pula aku juga harus segera membuka kedaiku."

Ia kembali menggunakan sihirnya untuk mengangkat seluruh ikan tangkapannya. Jika tanpa bantuan sihirnya, ikan-ikan itu akan memiliki berat hampir sepuluh kilogram.

Arthur memiliki rambut lurus berwarna cokelat kehitaman yang panjang. Ia mengikat rambutnya ke belakang seperti ekor kuda. Hidungnya terlihat seperti ingin berpisah dari wajahnya. Janggut tipis menghiasi wajahnya dimulai dari tepi telinga, matanya berwarna kuning kejinggaan.

Arthur merupakan pria terkenal di desa Lazuli. Tidak hanya diantara kalangan wanita karena perawakannya yang tinggi, cukup berotot, dan wajah yang tampan, Arthur juga terkenal dikalangan pria sebab kemampuannya dalam pekerjaan. Hampir tidak ada yang tidak bisa dia lakukan dengan sihirnya. Selain itu, Arthur adalah satu-satunya orang di desa Lazuli yang memiliki mana besar, sehingga ia termasuk orang-orang yang langka di antara rakyat jelata.

Ketika ia akan beranjak dari sisi sungai, ia melihat sesuatu dari sudut kiri pandangannya—sebuah keranjang piknik yang hanyut.

Tentu saja hal tersebut menceletukkan rasa penasaran Arthur. Ia kembali berimajinasi agar sihir yang membawa seluruh ikan ini, sampai dengan selamat di kediamannya. Kemudian ia segera bergegas mendekati keranjang tersebut.

Semakin ia mendekat ke keranjang, semakin sadar pula dirinya bahwa keranjang yang seharusnya untuk piknik itu berisi makhluk yang tak seharusnya ada di sana. Ia segera mengangkat keranjangnya dari sungai, lalu memeriksa apakah makhluk itu baik-baik saja.

“Siapa, sih, di zaman seperti ini yang masih menghanyutkan bayi ... tega sekali,” katanya menggerutu. Ia tak menyangka apa yang baru saja ia temukan.

Seorang bayi tampak hangat karena diselimuti lampin berlapis-lapis dari balik hingga atas tubuhnya. Selain lampin, ia juga dihangatkan oleh selimut. Di atas selimutnya terdapat sebuah anting berwarna ungu yang masih terlalu besar untuk dipakainya. Pola bulan purnama yang terukir pada anting tersebut mengejutkan Arthur. Selain anting, terdapat secarik kertas di sebelahnya.

Mengesampingkan pola anting yang ia kenal tersebut, ia lekas memberitahu orang-orang yang ada di sekitarnya. Betapa terkejutnya orang-orang di sana setelah mendengar Arthur. Merekapun lantas mendekati Arthur untuk melihat secara langsung. Memang seperti ucapannya, ada bayi di keranjang. Mereka juga tampak kaget saat melihat anting berpola bulan purnama tersebut.

“Hei, dia ini...,” kata seseorang dari kerumunan itu.

“Masalah anting itu kesampingkan dulu. Seseorang tolong bacakan isi suratnya, tanganku sibuk untuk membawa keranjang ini,” pinta Arthur.

Recko yang ada di dekatnya pun membantunya. Ketika telah dibuka, Recko segera membacakan apa yang tertulis di sana.

..."Siapapun yang menemukan bayi ini, aku yakin kalian semua terkejut atau mungkin marah padaku. Tetapi, ada alasan kuat mengapa kulakukan ini terhadap darah dagingku sendiri. Aku, Alicia, ibu dari bayi bernama Zeeta ini, secara terpaksa menghanyutkan anak perempuanku....”...

Mendengar ini, semua orang yang ada di sana terkejut. “Alicia? Bukankah dia…,” gumam orang-orang. Mereka seperti tahu siapa wanita bernama Alicia tersebut.

“Teruskan,” pinta Arthur dengan wajah serius.

...“Seperti yang kalian ketahui, keberadaan keluarga kami dalam kondisi yang rumit saat ini. Ketika aku menulis surat ini, tak begitu banyak waktu yang kami miliki. Untuk itu, kumohon rahasiakan tentang identitas anakku, sampai anakku berumur delapan tahun dan saat bulan purnama tiba pertama kalinya di tahun itu. Ada suatu kewajiban yang anakku harus selesaikan dan kalian tahu apa itu … tolong, rawat anakku dengan baik. Dialah satu-satunya harapan.......

"Pesan berakhir," tutup Recko sekaligus melipat lagi kertas yang dipegang ke bentuk awal.

Semua orang di sana terdiam. Raut wajah mereka seakan memberi empati terhadap bayi cantik ini.

Arthur pun membuat keputusan. “Mari kita beritahu Kepala Desa."

Mereka yang ada di sana setuju dan bergegeas ke rumah Kepala Desa.

......................

Arthur tengah duduk bersebelahan bersama dua tetangganya yang merupakan pasangan suami-istri di sebuah sofa berwarna cokelat. Pasutri tersebut adalah Recko dan Grilda.

Grilda memiliki rambut pirang panjang sepanjang punggung dan bermata hijau permata. Pasutri ini mewakili kelompok orang sebelumnya untuk berdiskusi dengan Kepala Desa tentang bayi bernama Zeeta ini.

Suasana hening melanda mereka disaat Kepala Desa membaca surat yang terhanyut bersama keranjang itu. Seperti pria di atas setengah abad pada umumnya, Kepala Desa telah memiliki beberapa rambut putih di sekitar kening dan telinganya.

Ditemani suara radio yang telah sedikit disunyikan di sudut kanan atas meja, Kepala Desa juga terkejut ketika membaca nama ibu dari Zeeta. Ia sedikit melirik ke arah bayinya. “Jika dia memang punya anting itu... tunjukan padaku,” katanya meminta.

Arthur yang sibuk menggendong bayi perempuan itu diwakili oleh Grilda. Ia mengambil anting dari keranjang yang dibawa oleh Recko. “Ini….” Grilda menunjukkan antingnya.

“Tempelkan anting itu ke telinganya, jika itu bersinar, maka dia memanglah harapan kita."

Grilda segera mengikuti arahan Kepala Desa. Beberapa saat setelah ditempelkan, pola bulan purnama itu bersinar biru. Tanpa mengerti situasi yang terjadi di ruangan itu, Zeeta mulai aktif seperti bayi pada umumnya dengan menunjukkan senyum polosnya dan gerakan tangan serta kakinya. Ia seperti bereaksi terhadap antingnya.

Kepala Desa memejamkan matanya, kemudian berkeputusan, “Jika hanya menambah seorang bayi, tidak akan jadi masalah, bukan? Arthur, apa kaubisa merawat bayi ini?”

“Hah? Aku?” Arthur mengerutkan alisnya.

“Ya, tentu saja dirimu. Hanya kaulah satu-satunya orang di desa yang memiliki mana yang besar. Jika sedari

kecil dia sudah dirawat oleh orang sepertimu, maka ketika dia besar nanti, dia tidak akan kesulitan dalam menggunakan mana-nya.”

“Yah… soal itu kau benar, Kepala Desa... aku tak menyangkalnya! Tapi aku tidak pernah merawat anak, bahkan menikah saja belum!” Arthur bersikeras untuk menolaknya.

“Lagipula, jika masalahnya ada pada mana, Recko dan Grilda bisa merawatnya sementara aku jadi gurunya. Iya, ‘kan?” sambung Arthur meminta dukungan.

Recko yang memandangi tingkah Zeeta yang tidak bisa diam sejak antingnya bersinar berkata, “Arthur ada benarnya, Kepala Desa."

Mendengarnya, Arthur lantas memberikan Zeeta kepada Grilda. Namun, baru beberapa saat digendong olehnya, Zeeta mulai menangis.

“Cup cup cup … tenang, sayang … tenanglah ….” layaknya seorang ibu yang telah berpengalaman, Grilda berusaha menenangkan Zeeta dengan mengayunkan gendongannya ke kanan dan kiri, tetapi usahanya tidak berbuah. Lantas, Grilda mengembalikan Zeeta pada Arthur dan ia segera tenang kembali diikuti senyumnya yang begitu manis.

Grilda, Recko, dan Kepala Desa juga ikut tersenyum karenanya. “Sudah ditentukan,” kata Grilda menyeringai.

“Haah… aku tidak percaya akan jadi orang tua sebelum menikah … kalau begitu, mohon bantuannya, orang tua yang sudah berpengalaman….” Dengan berat hati, mau tidak mau Arthur mengadopsi Zeeta.

“Serahkan saja pada kami!” balas Recko memberi jempol kiri serta senyum lima jarinya.

“Jika kau kesulitan, akan ada kami yang membantu. Soalnya semuuua orang di desa adalah keluarga, fufufu...” Grilda terkikih, ia menganggap hari-harinya akan semakin terhibur.

“Ya, karena dia adalah satu-satunya harapan, kita harus benar-benar merawatnya.” Kepala Desa mengakhiri percakapan.

......................

Lima tahun telah berlalu sejak hari dimana Arthur mengadopsi Zeeta. Zeeta telah tumbuh cantik dengan rambut sudah sepanjang tengkuk. Kala itu, warna rambutnya belum nampak jelas, namun kini, warna violet terpampang jelas. Dengan sebagian rambutnya diikat satu ke arah samping menggunakan jepit berbentuk bola berwarna merah, itu menambah kesan imut padanya. Anting ungu yang sebelumnya terlalu besar ia pakai, telah menghiasi telinga kirinya. Satu hal yang berbeda, pola di anting yang sebelumnya berbentuk bulan purnama, kini berubah jadi bulan sabit. Tidak diragukan lagi, anting itu adalah anting yang spesial.

Saat ini ia memakai piyama beruang ber-hoodie yang sedikit kebesaran untuknya. Piyama itu berwarna dominan putih dengan corak cokelat di sisi lengan, hoodie, kantung, serta celana.

Dari tempat duduknya yang berada di meja pelanggan, Zeeta menatapi secara serius sosok ayahnya yang sedang memasak. Tanpa melewati sedikit pun langkah-langkahnya, mata birunya berbinar-binar tatkala ayahnya hanya sibuk menggerakkan tangan dan jemarinya kesana dan kemari untuk menyiapkan bahan-bahan sambil memasak, serta menyiapkan piring saji secara bersamaan. Ditemani serpihan-serpihan merah yang keluar dari tangannya, Zeeta semakin terpaku memandanginya.

“Ayah keren sekali...,” gumam Zeeta yang terpukau.

Kedai ini memiliki desain dapur terbuka. Apa yang dimasak dan dibuat oleh koki dapat dilihat langsung oleh pelanggan. Kedai ini tidaklah mewah, namun bisa dibilang elegan, sebab kedai ini memiliki pernak-pernik unik seperti lentera kecil yang dipasang di setiap sudut langit-langit ruangan.

Lenteranya sendiri berwarna hitam pucat, lentera-lentera itu tetap dibiarkan menyala meskipun tidak gelap dengan api kecil berwarna biru. Tetapi jika malam telah menyambut, apinya akan dibesarkan. Dengan letaknya yang ada di desa, meski ini adalah kedai, tempat ini adalah rumah bagi Arthur. Meski begitu, ia tidur dan melakukan keseharian lainnya bersama Zeeta di lantai dua.

“Zeeta, apa kau haus?” tanya ayahnya yang membuat Zeeta sedikit tersentak sebab ia terlalu fokus.

“U-uhm. Sedikit...,” balas Zeeta.

“Apa kau mau cokelat? Atau kau lebih memilih jus?” tanya Arthur kembali untuk memastikan.

“Ehm …." Zeeta bimbang. "Aku pilih cokelat!” setelah memantapkan apa yang ia mau, Zeeta menjawabnya dengan semangat sambil mengangkat tangan kanannya. Ketika ia mengangkatnya, hoodie dari piyamanya menutup wajahnya.

“Baiklah … pegang gelasnya dengan erat ya!” Arthur meninggalkan sebentar tumis di wajannya dan menjentikkan jemarinya. Setelah itu, sebuah gelas khusus anak-anak dan sebotol cokelat dari kulkas terangkat dari tempatnya menuju meja di mana Zeeta berada.

Ketika gelasnya sampai di tangan Zeeta yang kecil melalui serpihan yang sama dari ayahnya, Zeeta memegang erat gelas tersebut seperti kata ayahnya. Tak lama kemudian, sebotol cokelat yang merupakan hasil olahan desa, tertuang dengan cara yang sama. Senang melihat cara kerja sihir yang menurutnya hebat, ia lekas meminum cokelatnya sampai habis.

"Pwah!" suara yang terdengar dari Zeeta menunjukkan betapa puas dirinya dengan disertai sisa cokelat di sekitar bibirnya.

Menyaksikan keseluruhan kejadian wholesome itu, membuat para pelanggan Arthur tersenyum hangat dengan kepolosan Zeeta dan betapa imut tingkah lakunya.

“Haahh… selain masakanmu yang lezat, aku jadi ingin semakin sering datang kemari jika bisa terus melihat keseharianmu bersama Zeeta yang seperti ini ….” Seorang pria yang membawa keranjang untuk berkebun belum bisa menghilangkan senyumnya untuk Zeeta. Tempat dia duduk saat ini berada tepat di depan Arthur yang sedang memasak.

“Asal kau tahu saja, aku tidak bermaksud mempertontonkan putriku sendiri untuk mempromosikan kedaiku, aku hanya tidak punya pilhan lain selain membawanya ke sini agar bisa sekalian mengawasinya!” sahut Arthur yang kemudian menyajikan santapan ke pria itu.

Pria itu menyambut makanannya. “Oh, terima kasih!

"Aku tahu kok, semua orang di Lazuli juga tahu hal itu, tenang saja!” pria itu segera menyantap santapannya. “Uuuhh… lezat sekali!"

“Hei, Arthur! Aku tambah birnya!” Recko yang juga menjadi pelanggan Arthur harus berteriak untuk memesan karena ia ada di meja dekat pintu masuk.

Zeeta menolehkan kepalanya ke Recko. “Kenapa Paman tambah birnya? Ini, kan masih pagi! Ayah bilang kalau seseorang terlalu banyak minum begitu, tidak baik untuk tubuh!” ia menggembungkan pipinya tanda cemberut.

“Ahahaha… baiklah. Bagaimana jika jus, apa aku boleh?” tanya Recko dengan senyum kecut.

“Uhm! Tentu saja!” senyum manisnya tampak kembali dengan natural.

“Seperti yang kaudengar, kali ini aku akan mengurangi kebiasaanku,” sahut Recko.

“Hahaha, bahkan Recko si Pemburu kalah dari Zeeta, ya!” tukas seseorang berkomentar yang kemudian menjadi gelak tawa seisi kedai.

Arthur merasakan tarikan di celemeknya dari bawah. Ia menoleh dan mendapati Zeeta. “Ada apa?” tanyanya.

“Aku ingin bantu!” balas Zeeta dengan binar di mata biru cantiknya.

“Tidak apa, Ayah bisa melakukannya sendiri. Lagi pula Ayah akan menggunakan sihir, jadi tidak terlalu merepotkan." Jawaban Arthur yang disertai senyum itu justru mendapatkan cemberut dari Zeeta.

“Aku ingin bantu!” ia menggoyangkan kembali celemeknya.

Melihat kegigihannya, Arthur menghela napas. Ia menyerah. “Baiklah, bisa kaubawa ini ke meja Paman Recko?” Arthur menyiapkan satu gelas penuh berisi jus jambu di atas nampan.

“Baik!”

“Kalau begitu, pegang nampannya dengan erat dan bawalah perlahan. Oke?” Arthur menyerahkan nampannya pada Zeeta sambil berjongkok.

“Oke. Serahkan padaku!” Zeeta pun membawa nampan itu selangkah demi selangkah untuk sampai ke tujuan. Ketika sampai, Recko mengambil gelasnya dan berterima kasih pada Zeeta.

“Sama-sama. Setelah ini, semangat berburunya ya, Paman Recko!” Zeeta sekali lagi menunjukkan senyumnya.

Rona merah tampak sedikit di pipi Recko. “Y-ya, tentu saja! Aku kan si Pemburu, Recko!” ia terpesona oleh senyum Zeeta. Ia merasa diberi semangat dan kekuatan oleh senyum itu.

“Recko?!” tatapan sinis dari Arthur terasa oleh bulu kuduk Recko.

“A-apa boleh buat, 'kan?! Jangan tiba-tiba marah!” tukas Recko yang lalu menjadi gelak tawa kembali di kedai itu. Zeeta hanya bisa ikut tertawa bersama mereka.

......................

Arthur yang sebelumnya bersikeras menolak untuk merawat Zeeta, telah menjadi sosok ayah yang bisa diandalkan. Demi merawat Zeeta, ia tak keberatan meski harus kurang tidur sehingga menimbulkan kehitaman di sekitar matanya. Nama kedainya pun telah ia ubah menjadi "A n’ Z", meski terkesan tidak menarik, ia memutuskan untuk merubahnya atas cintanya pada Zeeta.

Kesehariannya yang sebelumnya hanyalah bujangan yang membuka kedai lalu mengumpulkan bahan-bahan, telah berubah menjadi sosok yang lebih sibuk. Membeli peralatan yang diperlukan anak-anak seperti buku dongeng, alat makan, pakaian, makan dan minum, serta mengumpulkan saran-saran seperti apa saja yang harus ia lakukan sebagai single parent. Tak lupa juga ia menyisihkan waktunya untuk melatih Zeeta dalam menggunakan sihir.

Arthur berpikir bahwa hidup barunya tidaklah begitu buruk meski pada awalnya ia cukup kesulitan. Ia bersumpah untuk terus merawat dan menyayanginya sebagai ayah hingga waktu yang ditangguhkan ibu kandung Zeeta telah tiba.

Terpopuler

Comments

Chou12999

Chou12999

Alur ya dipercepat aja bayak yang Bosen
biasanya
Lima tahun kemudian atau gmna

2021-09-07

4

hyunka

hyunka

awalan yang bagus sangat menarik!
arthur jadi ayah tanpa menikah

2021-06-27

2

anggita

anggita

awal pembukaan yg mnarik.,👏

2021-06-26

2

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Kehidupan Baru
3 Sihir
4 Peri
5 Impiannya
6 Buah dari Kerja Keras
7 Keinginan yang Muncul dari Kesempatan
8 Musim Semi yang Pedih
9 Dunia Asing
10 Wewenang atau Kekerasan?
11 Malam Sebelum Badai (1/2)
12 Malam Sebelum Badai (2/2)
13 Bangsawan Meja Bundar
14 Negeri yang Indah nan Kotor
15 Kewajiban Sang Putri (1/2)
16 Kewajiban Sang Putri (2/2)
17 Tuan Putri ke Ibu Kota
18 Sang Elf, Aria
19 Zeeta Aurora XXI
20 Eksekusi Mati
21 Langkah Awalnya
22 NAMAKU ADALAH ZEETA!
23 Rumor dan Fakta
24 Bibit Kejahatan
25 Ingatan Manis Hellenia (1/2)
26 Ancaman
27 Ambang Keputusasaan
28 Ingatan Manis Hellenia (2/2)
29 Kekuatan yang Hanya Dimiliki Manusia
30 Layaknya Nenek, Layaknya Cucu
31 Bertemu dengan Keluarga
32 Ikatan yang Terbentuk dari Kesan
33 Mana
34 Kengerian yang Merangkak Keluar
35 Sumbu dari Sebuah Legenda
36 Yang Akan Menuntunnya
37 Catastrophe Seal
38 Hutan Misterius
39 Benih Yggdrasil
40 Misi Selanjutnya
41 Sang Roh Yggdrasil, Luna
42 Sekutu
43 Rencana Sang Putri
44 Vivid Party
45 Rencana Penyelamatan Alicia (1/2)
46 Rencana Penyelamatan Alicia (2/2)
47 Rapat Keluarga Darurat
48 Kemampuan Sihirnya Tak Terbatas
49 [Bab Pengumuman] Kedudukan Kebangsawanan Kerajaan Aurora
50 Keberadaan Ras Lain
51 Kekalahannya
52 Manusia dan Makhluk Sihir yang Bentrok
53 Kekuatan Bangsawan Utama
54 Apa yang Menjadi Janjinya
55 Eclipse, Sekutu yang Tak Terduga
56 Sebuah Misteri yang Terkuak
57 Babak Baru
58 Kerja Sama Antar Ras
59 Melangkah ke Depan (1/2)
60 Melangkah ke Depan (2/2)
61 Klutzie dan Siren
62 Latihan untuk Menyusulnya
63 Percikan Api
64 Amarah dari Sebuah Kekonyolan
65 Pertanda?
66 Kegelapan yang Melindungi
67 Peran Keluarga
68 Teman dan Cinta
69 Kunci Kotak Harta Karun
70 Sebuah Kebenaran
71 Langkah Menuju Kebebasan
72 Bersama dengan Ibu, Mendengarnya
73 Ibu dan Ayah
74 Kebebasan
75 Kerajaan yang Berlibur
76 Azure dan Desa Lapis
77 Keluarga Baru
78 Waktu Bersama Keluarga
79 Karma yang Kejam
80 Dia yang Mengawasi
81 Zeeta dan Azure
82 Kekuatan Penuh Ashley 1
83 Willmurd Louis de Dormant
84 Kekuatan Penuh Ashley 2
85 Menuju Masa yang Diramalkan
86 Dunia yang Diramalkan
87 Bersiap Diri
88 Keputusan Azure
89 Layaknya Kotak Pandora
90 Awal dari Sang Pembalas Dendam, Marianna Aurora
91 Latihan yang Keras
92 Volten Sisters
93 Latihan Bersama Volten Sisters
94 Langit di Atas Langit
95 Tanah Ephemeral
96 "Mengakhiri Dunia"
97 Ketakutan yang Dibalut oleh Harapan
98 (Bab Pengumuman) Disclaimer - Sebelum Membaca Chapter (Arc) Selanjutnya
99 (Bab Pengumuman) Daftar Rune
100 Sihir Kuno Rune
101 Kekuatan Maisie
102 Bencana Besar yang akan Menghantam
103 Pertarungan yang Sudah Dimulai
104 Segel yang Dilepas Setelah Sekian Lama
105 Bala Bantuan
106 Janji Seorang Lelaki
107 Baru Dimulai
108 Tekad Kuat Gerda
109 Sampai Tetes Darah Terakhir
110 Wasiat Ratusan Tahun
111 Harta Karun untuk Masa Depan
112 Crescent Void
113 Kepercayaan yang Tulus
114 Menuju Perjalanan Selanjutnya
115 Bertekadlah Layaknya Kupu-Kupu
116 Arti dari Seorang Pemimpin
117 Penyihir Harapan
118 Sesuatu yang Berhasil Dilindungi
119 Dia yang Kembali Beraksi
120 Kepulangannya
121 Perbedaan Level
122 Tiada Waktu 'tuk Bersantai
123 Rapat Keluarga Darurat 2
124 Kunjungan
125 Pulangnya Tuan Putri ke Rumah
126 Luka di Hati
127 Hubungan Adik dan Kakak
128 Arti Sebuah Kerajaan
129 Menuju Kerajaan Nebula 1/3
130 Menuju Kerajaan Nebula 2/3
131 Menuju Kerajaan Nebula 3/3
132 Kedatangan Azure
133 Masa Lalu Suzy
134 Gugurnya Sebuah Harapan
135 Cinta Seorang Kakek
136 Perjuangannya
137 Ifrit Sang Api
138 Amarah
139 Ifrit vs. Ashley 1
140 Ifrit vs. Ashley 2
141 Jötunnheim dan Fyrriheim
142 Terdampar di Dunia Lampau, Fyrriheim
143 Klutzie vs. Jewel
144 Si Pelayan Klasik, Asteria
145 Identitas Sang Pria Misterius yang Mematikan, L'arc Darnmite
146 Rahasia Fyrriheim, Sebuah Dunia Lampau
147 Turning Point 1
148 Arti dari Hidup, Sebuah Awal dari Aurora
149 Sirkuit Sihir
150 Rencana Para Elf
151 Pertahanan Seluruh Tenaga demi Rakyat
152 Menuju Babak Selanjutnya
153 Pohon Chronos
154 Pertanggungjawaban yang Pantas
155 Penyesalan
156 Janji dalam Pelarian
157 Kebencian yang Terkunci Selama 200 Tahun
158 Bersama Senyum, Ditemani Oleh Senyum
159 Kembalinya Scarlet
160 Kepercayaan Diri
161 Pertarungan yang akan Mengubah Dunia
162 Guru dan Murid yang Menanggung Kebencian Besar
163 Para Penyintas
164 Kekuatan Tersembunyi Azure
165 Gelombang Pasang
166 Saksi Hidup Sejak Ribuan Tahun Silam
167 Harapan yang Berkilau
168 Zeeta vs. Marianna 1/4
169 Menguak Paksa Masa Lalu yang Pahit
170 Ketragisan yang Harus Diakhiri
171 Menerobos Kemustahilan
172 Zeeta vs. Marianna 2/4
173 Keadilan yang Tak Disesali
174 Zeeta vs. Marianna 3/4
175 Zeeta vs. Marianna 4/4
176 Keseharian Aurora yang Kembali Damai
177 Makhluk yang Kuat pun Lemah
178 Rekan Baru
179 Tamu Pembawa Teror
180 Dinding yang Tak Mudah Dihancurkan
181 Misi Baru Aurora
182 Tersirat
183 Penyusup
184 Keberadaan Masing-Masing Tim Ekspedisi
185 Serina dan Gerda
186 Keyakinan
187 Dalam Hitungan Detik
188 Masalahnya Masing-Masing
189 Kedatangan yang Tidak Diduga
190 Kecurigaan Pandang Pertama
191 Meremehkan Lawan yang Salah
192 "Belas Kasih"
193 Menantang Kemustahilan
194 Wajah Aurora yang Tercermin dari Sang Putri
195 Kemunculan Seseorang yang Tidak Diduga
196 Mau Tidak Mau
197 Sayap Menuju Esok
198 Yang Meyakinkannya
199 Ketika Tiada yang Menyadarinya
200 Menuju Tanah Kematian
201 Tanah Tanpa Kehangatan (1/2)
202 Tanah Tanpa Kehangatan (2/2)
203 Kambing Hitam
204 Sang Pelintas Waktu
205 Amarah Lloyd
206 Gadis yang Menyembunyikan Tujuannya
207 Demi Menjawab Harapan Sang Penyihir Harapan
208 Ancaman yang Dipatahkan
209 Roh Kuno Angin, Zephyr
210 Rahasia Dunia dan Ambisi untuk Menang
211 Alasan Belle
212 Dari Kematian, Menuju Kematian, Berakhir pada Kematian
213 Persiapan Menantang Kematian
214 Harapan Palsu
215 Trauma Zeeta
216 Kemunculan Tellaura, Sang Penyihir Pengutuk Dunia
217 Dark Elf yang Tak Segan Membunuh, Jourgan
218 High Elf Maniak Pertarungan, Bellaria
219 Pertanda Ragnarok
220 Gadis Seiryuu yang Bernasib untuk Mati
221 Rahasia Dibalik Senjata Suci
222 Turning Point 2
223 Pandangan Salah Seorang Dark Elf Pada Manusia
224 Titania, Sang Keturunan Raksasa
225 Sang Raksasa Teladan, Jeanne
226 Waktunya untuk Serius!
227 Pertempuran yang Singkat
228 Dunia Impian di Dalam Dunia Terkutuk
229 Dariku, 300 Tahun yang Lalu
230 Bersama-sama
231 Datangnya Perubahan Dunia
232 Burung yang Tersangkar dan Burung yang Terburu
233 Bangsawan, Pelayan, dan Rakyat Jelata
234 Merelakan Yang Tersayang
235 Kejamnya Dunia pada Mereka
236 Awal dari Semuanya 1
237 Alasan Seorang Tellaura Hidup
238 Gigih
239 Mereka yang Hidup di Dunia yang Berbeda
240 Ketakutan
241 Jiwa yang Tersesat
242 Ingatan yang Kembali
243 Keinginan Sang Raksasa
244 Kakak-Adik dan Putri-Pembunuh
245 Malam Sebelum Petaka
246 Jebakan
247 Bulan Darah
248 Pembalasan
249 Awal dari Semuanya 2
250 Tipu Muslihat
251 Menghilangkan Siklus Kebencian
252 Dua Gadis Berambut Perak
253 Sebelum Semuanya Tak Bisa Lagi Digenggam
254 Mimpi yang Tak Lagi Dapat Digapai
255 Putri Duyung dan Penyihir Harapan
256 Penyihir Harapan dan Penyihir Bintang
257 Menuju Hari Akhir 1
258 Lautan yang Marah
259 Masa Lalu Penyihir Bintang
260 Gadis yang Kuat
261 Malam yang Gila 1
262 Permintaan Roh Kuno Air
263 Malam yang Gila 2
264 Tirta Amarta 1
265 Tirta Amarta 2
266 Tirta Amarta 3
267 Aku dan Aku yang Lain
268 Ozy dan Jeanne
269 Keseriusan Zeeta
270 Bertemunya Dua Zeeta
271 Arata Akihiro
272 Menyeret ke Dalam Lubang Berbilah Tajam
273 Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 1
274 Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 2
275 Mereka yang Menyayanginya
276 Kedatangan Sosok yang (Pernah) Berharga Untuknya
277 Dua Gerbang yang Terbuka
278 Melodi dari Neraka
279 Turning Point 3
280 Kartu Truf
281 Bangkit
282 Jatuh dalam Kegelapan
283 Secercah Harapan
284 Sejarah Nebula 1
285 Sejarah Nebula 2
286 Jangan Remehkan Gadis yang Sedang Jatuh Cinta!
287 Barghest yang Misterius
288 The Power of Love
289 Gadis yang Menjadi Dunianya
290 Cermin Seorang Penguasa yang Dikagumi
291 Pangeran Cupu (?)
292 Putri Keemasan yang Dikutuk
293 Sejarah yang Saling Terhubung
294 Pertanyaan Demi Pertanyaan
295 Kerajaan Gala
296 Mereka yang Bangkit dari Keterpurukan
297 Menciptakan Legenda
298 Hati Baja yang Tidak Dimiliki Semua Orang
299 Catastrophe Seal dan Vanadust
300 Secercah Cahaya dari Dunia
301 Apakah Ini Sebuah Tekad? Atau Hanya Tegar?
302 Buah Perjuangannya
303 Tujuan Akhir Zeeta
304 Sahabat
305 Petunjuk
306 Negeri Para Raksasa
307 Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 1
308 Fana
309 Jawaban
310 Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 2
311 Zeeta dan Luna
312 Rapat Keluarga (Bangsawan)
313 (Bab Pengumuman) Desain Karakter Zeeta (Delapan Tahun)
314 Pengorbanan Tidaklah Selalu Buruk
315 (Bab Pengumuman) Desain Karakter Danny & Gerda (9/8 Tahun)
316 Hubungan dan Ikatan
317 Wejangan
318 Keroco Kuat yang Buta Tujuan
319 Terbukanya Dua Gerbang
320 Syarat
321 Angin Zephyr
322 Ragnarok, Pertempuran Akhir Dunia
323 Tujuan Tiga Dunia yang Berbeda
324 Demi Hari Esok
325 Sang Raksasa Alpha, Fenrir
326 Seiryuu dan Penyangganya
327 Masalah Hati Arata Akihiro
328 Naga Pengecut, Nidhogg
329 Menerima Apa Adanya dan Mencintainya
330 Naga yang Nyaris Kehilangan Arahnya
331 Pengkhianatan yang Tak Bisa Dimaafkan
332 Kegelapan yang Menerangi
333 Luluh Lantaknya Bumi
334 Bala Bantuan
335 Kehancuran
336 Dirimu yang Bagaikan Cahaya Untukku
337 Pertolongan Alam Kematian
338 Pengorbanan
339 Tombak Suci Rhongomyniad
340 Pertempuran Akhir 1
341 Yang Mengerti Dirinya
342 Mewujudkan Lagi Tír na nÓg
343 Cahaya Dari Bintang
344 Naga Dan Manusia
345 Keheningan Sebelum Badai
346 Jawaban Sang Penentu Dunia
347 Zeeta Alter vs. Si Kembar Levant
348 Mereka yang Mengutuk Dunia
349 Peran Terakhir Crescent Void
350 Quaternity Grandeur
351 Rival Gadis Itu
352 Tirai Penutup
353 Sang Penyihir Harapan [END]
354 Bab Bonus - True (Happy) Ending
Episodes

Updated 354 Episodes

1
Prolog
2
Kehidupan Baru
3
Sihir
4
Peri
5
Impiannya
6
Buah dari Kerja Keras
7
Keinginan yang Muncul dari Kesempatan
8
Musim Semi yang Pedih
9
Dunia Asing
10
Wewenang atau Kekerasan?
11
Malam Sebelum Badai (1/2)
12
Malam Sebelum Badai (2/2)
13
Bangsawan Meja Bundar
14
Negeri yang Indah nan Kotor
15
Kewajiban Sang Putri (1/2)
16
Kewajiban Sang Putri (2/2)
17
Tuan Putri ke Ibu Kota
18
Sang Elf, Aria
19
Zeeta Aurora XXI
20
Eksekusi Mati
21
Langkah Awalnya
22
NAMAKU ADALAH ZEETA!
23
Rumor dan Fakta
24
Bibit Kejahatan
25
Ingatan Manis Hellenia (1/2)
26
Ancaman
27
Ambang Keputusasaan
28
Ingatan Manis Hellenia (2/2)
29
Kekuatan yang Hanya Dimiliki Manusia
30
Layaknya Nenek, Layaknya Cucu
31
Bertemu dengan Keluarga
32
Ikatan yang Terbentuk dari Kesan
33
Mana
34
Kengerian yang Merangkak Keluar
35
Sumbu dari Sebuah Legenda
36
Yang Akan Menuntunnya
37
Catastrophe Seal
38
Hutan Misterius
39
Benih Yggdrasil
40
Misi Selanjutnya
41
Sang Roh Yggdrasil, Luna
42
Sekutu
43
Rencana Sang Putri
44
Vivid Party
45
Rencana Penyelamatan Alicia (1/2)
46
Rencana Penyelamatan Alicia (2/2)
47
Rapat Keluarga Darurat
48
Kemampuan Sihirnya Tak Terbatas
49
[Bab Pengumuman] Kedudukan Kebangsawanan Kerajaan Aurora
50
Keberadaan Ras Lain
51
Kekalahannya
52
Manusia dan Makhluk Sihir yang Bentrok
53
Kekuatan Bangsawan Utama
54
Apa yang Menjadi Janjinya
55
Eclipse, Sekutu yang Tak Terduga
56
Sebuah Misteri yang Terkuak
57
Babak Baru
58
Kerja Sama Antar Ras
59
Melangkah ke Depan (1/2)
60
Melangkah ke Depan (2/2)
61
Klutzie dan Siren
62
Latihan untuk Menyusulnya
63
Percikan Api
64
Amarah dari Sebuah Kekonyolan
65
Pertanda?
66
Kegelapan yang Melindungi
67
Peran Keluarga
68
Teman dan Cinta
69
Kunci Kotak Harta Karun
70
Sebuah Kebenaran
71
Langkah Menuju Kebebasan
72
Bersama dengan Ibu, Mendengarnya
73
Ibu dan Ayah
74
Kebebasan
75
Kerajaan yang Berlibur
76
Azure dan Desa Lapis
77
Keluarga Baru
78
Waktu Bersama Keluarga
79
Karma yang Kejam
80
Dia yang Mengawasi
81
Zeeta dan Azure
82
Kekuatan Penuh Ashley 1
83
Willmurd Louis de Dormant
84
Kekuatan Penuh Ashley 2
85
Menuju Masa yang Diramalkan
86
Dunia yang Diramalkan
87
Bersiap Diri
88
Keputusan Azure
89
Layaknya Kotak Pandora
90
Awal dari Sang Pembalas Dendam, Marianna Aurora
91
Latihan yang Keras
92
Volten Sisters
93
Latihan Bersama Volten Sisters
94
Langit di Atas Langit
95
Tanah Ephemeral
96
"Mengakhiri Dunia"
97
Ketakutan yang Dibalut oleh Harapan
98
(Bab Pengumuman) Disclaimer - Sebelum Membaca Chapter (Arc) Selanjutnya
99
(Bab Pengumuman) Daftar Rune
100
Sihir Kuno Rune
101
Kekuatan Maisie
102
Bencana Besar yang akan Menghantam
103
Pertarungan yang Sudah Dimulai
104
Segel yang Dilepas Setelah Sekian Lama
105
Bala Bantuan
106
Janji Seorang Lelaki
107
Baru Dimulai
108
Tekad Kuat Gerda
109
Sampai Tetes Darah Terakhir
110
Wasiat Ratusan Tahun
111
Harta Karun untuk Masa Depan
112
Crescent Void
113
Kepercayaan yang Tulus
114
Menuju Perjalanan Selanjutnya
115
Bertekadlah Layaknya Kupu-Kupu
116
Arti dari Seorang Pemimpin
117
Penyihir Harapan
118
Sesuatu yang Berhasil Dilindungi
119
Dia yang Kembali Beraksi
120
Kepulangannya
121
Perbedaan Level
122
Tiada Waktu 'tuk Bersantai
123
Rapat Keluarga Darurat 2
124
Kunjungan
125
Pulangnya Tuan Putri ke Rumah
126
Luka di Hati
127
Hubungan Adik dan Kakak
128
Arti Sebuah Kerajaan
129
Menuju Kerajaan Nebula 1/3
130
Menuju Kerajaan Nebula 2/3
131
Menuju Kerajaan Nebula 3/3
132
Kedatangan Azure
133
Masa Lalu Suzy
134
Gugurnya Sebuah Harapan
135
Cinta Seorang Kakek
136
Perjuangannya
137
Ifrit Sang Api
138
Amarah
139
Ifrit vs. Ashley 1
140
Ifrit vs. Ashley 2
141
Jötunnheim dan Fyrriheim
142
Terdampar di Dunia Lampau, Fyrriheim
143
Klutzie vs. Jewel
144
Si Pelayan Klasik, Asteria
145
Identitas Sang Pria Misterius yang Mematikan, L'arc Darnmite
146
Rahasia Fyrriheim, Sebuah Dunia Lampau
147
Turning Point 1
148
Arti dari Hidup, Sebuah Awal dari Aurora
149
Sirkuit Sihir
150
Rencana Para Elf
151
Pertahanan Seluruh Tenaga demi Rakyat
152
Menuju Babak Selanjutnya
153
Pohon Chronos
154
Pertanggungjawaban yang Pantas
155
Penyesalan
156
Janji dalam Pelarian
157
Kebencian yang Terkunci Selama 200 Tahun
158
Bersama Senyum, Ditemani Oleh Senyum
159
Kembalinya Scarlet
160
Kepercayaan Diri
161
Pertarungan yang akan Mengubah Dunia
162
Guru dan Murid yang Menanggung Kebencian Besar
163
Para Penyintas
164
Kekuatan Tersembunyi Azure
165
Gelombang Pasang
166
Saksi Hidup Sejak Ribuan Tahun Silam
167
Harapan yang Berkilau
168
Zeeta vs. Marianna 1/4
169
Menguak Paksa Masa Lalu yang Pahit
170
Ketragisan yang Harus Diakhiri
171
Menerobos Kemustahilan
172
Zeeta vs. Marianna 2/4
173
Keadilan yang Tak Disesali
174
Zeeta vs. Marianna 3/4
175
Zeeta vs. Marianna 4/4
176
Keseharian Aurora yang Kembali Damai
177
Makhluk yang Kuat pun Lemah
178
Rekan Baru
179
Tamu Pembawa Teror
180
Dinding yang Tak Mudah Dihancurkan
181
Misi Baru Aurora
182
Tersirat
183
Penyusup
184
Keberadaan Masing-Masing Tim Ekspedisi
185
Serina dan Gerda
186
Keyakinan
187
Dalam Hitungan Detik
188
Masalahnya Masing-Masing
189
Kedatangan yang Tidak Diduga
190
Kecurigaan Pandang Pertama
191
Meremehkan Lawan yang Salah
192
"Belas Kasih"
193
Menantang Kemustahilan
194
Wajah Aurora yang Tercermin dari Sang Putri
195
Kemunculan Seseorang yang Tidak Diduga
196
Mau Tidak Mau
197
Sayap Menuju Esok
198
Yang Meyakinkannya
199
Ketika Tiada yang Menyadarinya
200
Menuju Tanah Kematian
201
Tanah Tanpa Kehangatan (1/2)
202
Tanah Tanpa Kehangatan (2/2)
203
Kambing Hitam
204
Sang Pelintas Waktu
205
Amarah Lloyd
206
Gadis yang Menyembunyikan Tujuannya
207
Demi Menjawab Harapan Sang Penyihir Harapan
208
Ancaman yang Dipatahkan
209
Roh Kuno Angin, Zephyr
210
Rahasia Dunia dan Ambisi untuk Menang
211
Alasan Belle
212
Dari Kematian, Menuju Kematian, Berakhir pada Kematian
213
Persiapan Menantang Kematian
214
Harapan Palsu
215
Trauma Zeeta
216
Kemunculan Tellaura, Sang Penyihir Pengutuk Dunia
217
Dark Elf yang Tak Segan Membunuh, Jourgan
218
High Elf Maniak Pertarungan, Bellaria
219
Pertanda Ragnarok
220
Gadis Seiryuu yang Bernasib untuk Mati
221
Rahasia Dibalik Senjata Suci
222
Turning Point 2
223
Pandangan Salah Seorang Dark Elf Pada Manusia
224
Titania, Sang Keturunan Raksasa
225
Sang Raksasa Teladan, Jeanne
226
Waktunya untuk Serius!
227
Pertempuran yang Singkat
228
Dunia Impian di Dalam Dunia Terkutuk
229
Dariku, 300 Tahun yang Lalu
230
Bersama-sama
231
Datangnya Perubahan Dunia
232
Burung yang Tersangkar dan Burung yang Terburu
233
Bangsawan, Pelayan, dan Rakyat Jelata
234
Merelakan Yang Tersayang
235
Kejamnya Dunia pada Mereka
236
Awal dari Semuanya 1
237
Alasan Seorang Tellaura Hidup
238
Gigih
239
Mereka yang Hidup di Dunia yang Berbeda
240
Ketakutan
241
Jiwa yang Tersesat
242
Ingatan yang Kembali
243
Keinginan Sang Raksasa
244
Kakak-Adik dan Putri-Pembunuh
245
Malam Sebelum Petaka
246
Jebakan
247
Bulan Darah
248
Pembalasan
249
Awal dari Semuanya 2
250
Tipu Muslihat
251
Menghilangkan Siklus Kebencian
252
Dua Gadis Berambut Perak
253
Sebelum Semuanya Tak Bisa Lagi Digenggam
254
Mimpi yang Tak Lagi Dapat Digapai
255
Putri Duyung dan Penyihir Harapan
256
Penyihir Harapan dan Penyihir Bintang
257
Menuju Hari Akhir 1
258
Lautan yang Marah
259
Masa Lalu Penyihir Bintang
260
Gadis yang Kuat
261
Malam yang Gila 1
262
Permintaan Roh Kuno Air
263
Malam yang Gila 2
264
Tirta Amarta 1
265
Tirta Amarta 2
266
Tirta Amarta 3
267
Aku dan Aku yang Lain
268
Ozy dan Jeanne
269
Keseriusan Zeeta
270
Bertemunya Dua Zeeta
271
Arata Akihiro
272
Menyeret ke Dalam Lubang Berbilah Tajam
273
Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 1
274
Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 2
275
Mereka yang Menyayanginya
276
Kedatangan Sosok yang (Pernah) Berharga Untuknya
277
Dua Gerbang yang Terbuka
278
Melodi dari Neraka
279
Turning Point 3
280
Kartu Truf
281
Bangkit
282
Jatuh dalam Kegelapan
283
Secercah Harapan
284
Sejarah Nebula 1
285
Sejarah Nebula 2
286
Jangan Remehkan Gadis yang Sedang Jatuh Cinta!
287
Barghest yang Misterius
288
The Power of Love
289
Gadis yang Menjadi Dunianya
290
Cermin Seorang Penguasa yang Dikagumi
291
Pangeran Cupu (?)
292
Putri Keemasan yang Dikutuk
293
Sejarah yang Saling Terhubung
294
Pertanyaan Demi Pertanyaan
295
Kerajaan Gala
296
Mereka yang Bangkit dari Keterpurukan
297
Menciptakan Legenda
298
Hati Baja yang Tidak Dimiliki Semua Orang
299
Catastrophe Seal dan Vanadust
300
Secercah Cahaya dari Dunia
301
Apakah Ini Sebuah Tekad? Atau Hanya Tegar?
302
Buah Perjuangannya
303
Tujuan Akhir Zeeta
304
Sahabat
305
Petunjuk
306
Negeri Para Raksasa
307
Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 1
308
Fana
309
Jawaban
310
Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 2
311
Zeeta dan Luna
312
Rapat Keluarga (Bangsawan)
313
(Bab Pengumuman) Desain Karakter Zeeta (Delapan Tahun)
314
Pengorbanan Tidaklah Selalu Buruk
315
(Bab Pengumuman) Desain Karakter Danny & Gerda (9/8 Tahun)
316
Hubungan dan Ikatan
317
Wejangan
318
Keroco Kuat yang Buta Tujuan
319
Terbukanya Dua Gerbang
320
Syarat
321
Angin Zephyr
322
Ragnarok, Pertempuran Akhir Dunia
323
Tujuan Tiga Dunia yang Berbeda
324
Demi Hari Esok
325
Sang Raksasa Alpha, Fenrir
326
Seiryuu dan Penyangganya
327
Masalah Hati Arata Akihiro
328
Naga Pengecut, Nidhogg
329
Menerima Apa Adanya dan Mencintainya
330
Naga yang Nyaris Kehilangan Arahnya
331
Pengkhianatan yang Tak Bisa Dimaafkan
332
Kegelapan yang Menerangi
333
Luluh Lantaknya Bumi
334
Bala Bantuan
335
Kehancuran
336
Dirimu yang Bagaikan Cahaya Untukku
337
Pertolongan Alam Kematian
338
Pengorbanan
339
Tombak Suci Rhongomyniad
340
Pertempuran Akhir 1
341
Yang Mengerti Dirinya
342
Mewujudkan Lagi Tír na nÓg
343
Cahaya Dari Bintang
344
Naga Dan Manusia
345
Keheningan Sebelum Badai
346
Jawaban Sang Penentu Dunia
347
Zeeta Alter vs. Si Kembar Levant
348
Mereka yang Mengutuk Dunia
349
Peran Terakhir Crescent Void
350
Quaternity Grandeur
351
Rival Gadis Itu
352
Tirai Penutup
353
Sang Penyihir Harapan [END]
354
Bab Bonus - True (Happy) Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!