Keinginan yang Muncul dari Kesempatan

Cahaya rembulan malam ini tampak perkasa dengan bentuk sabitnya. Suatu desa yang berjarak tempuh dua puluh menit dari desa Lazuli, tampak mengenaskan setelah lenyap dilalap Si Jago Merah. Meski begitu, sebuah limusin berwarna perak dan sebuah mobil kodok dengan warna yang sama terparkir mencolok tanpa noda hitam dari asap sedikitpun.

Beberapa orang kembali dari sebuah rumah yang masa hidupnya telah habis terbakar—nasib yang sama dengan rumah-rumah lainnya. Orang-orang tersebut terdiri atas empat orang dewasa yang memakai setelan jas putih dengan pin besar berbentuk bunga mawar di kantung jasnya.

Seorang diantara mereka memakai dasi berwarna merah, tiga lainnya berwarna putih. Empat orang dewasa tersebut membawa seorang anak perempuan dari rumah yang baru saja mereka tinggalkan.

Anak perempuan tersebut berambut hitam pendek, di balik rambut belakangnya terdapat warna biru tua dan bermata biru. Tubuhnya penuh dengan lecet dan noda hitam, baik itu dari asap ataupun dari tanah. Mereka membawanya masuk ke dalam mobil kodok. Tak lama kemudian, dua mobil tersebut segera meninggalkan desa bernasib tragis tersebut begitu saja.

......................

Sementara itu, keesokan harinya di desa Lazuli....

Para petani kebun sedang menggosip atas kebakaran yang melanda desa tetangganya. Mereka masih dapat melihat asapnya.

“Si Rowing itu... kudengar dia membuat ulah seenaknya lagi...!” kata wanita A.

“Apa itu ada hubungannya dengan kebakaran semalam?” tanya wanita B.

“Tentu saja! Mana besar miliknya itu... dan desa Lapis sebagai targetnya... siapa lagi kalau bukan Rowing?!” balas pria A dengan intonasi yang tinggi. Ia juga mencengkeram erat tangannya.

“Sekarang dia berani membakar desa? Apa ada korban dari desa Lapis?” tanya pria B.

“Apa kau serius? Yang kita bicarakan si Rowing, lo!” tukas pria A naik pitam.

“Jangan-jangan....” wanita B menduga-duga.

“Ya. Ada kerabatku yang tinggal di sana... ketika aku menyusulnya setelah merasakan mana milik Rowing....” air mata dari pria A menetes dan ia jatuh tersungkur. “Dia membakar seisi desanya! Semuanya habis... tak ada orang yang selamat! Kecuali....”

Pria A yang mengingat kejadian semalam menceritakan bahwa ada seorang anak perempuan dibawa oleh orang bernama Rowing itu.

“Anak perempuan, katamu?! Apa-apaan dia ini... meskipun dia bangsawan, perbuatan dia sudah terlalu kelewatan!” sahut wanita A berkomentar.

“Ya... semenjak istana Aurora dihantam akar besar itu... bangsawan-bangsawan di negeri ini semakin gila!” balas wanita B.

“Sebaiknya kita bicarakan ini lebih lanjut dengan Kepala Desa.” Pria B menutup percakapan dan mereka kembali bertani.

......................

Siang hari yang tidak cerah sama sekali menghiasi suasana rapat di kediaman Kepala Desa. Para perwakilan keluarga yang hadir di sana terdiri sekitar lima belasan orang, ada pria dan wanita paruh baya, ada juga pria dan wanita yang masih muda. Arthur dan Recko tak luput dari kehadiran rapat tersebut. Mereka sama-sama ingin membicarakan kejadian yang menimpa desa Lapis, desa tetangga terdekat mereka.

“Rowing sudah pasti sedang merencanakan sesuatu, Pak Kepala Desa!”

“Apa yang harus kita lakukan?”

Berbagai macam pendapat terdengar dari peserta.

Kepala Desa mengangkat tangan kanannya, sebagai tanda ja hendak bicara. Semuanya lekas diam. “Waktu kita semakin menipis. Kita sudah tak bisa merahasiakan lebih lama lagi keberadaan Zeeta. Para bangsawan sudah mulai mengincarnya."

“A-apa maksudmu, Kepala Desa?” tanya Arthur.

“Anak perempuan yang dibawa Rowing semalam adalah anak yang memiliki mana besar.... Mereka adalah anak-anak yang memiliki potensi khusus dari kalangan rakyat jelata.

"Namanya adalah Azure, aku pernah diberitahu Kepala Desa Lapis sedikit tentangnya.”

Kepala Desa kemudian memejamkan matanya.

“Lalu... apa yang harus kita lakukan saat dia datang ke sini?” tanya seorang pria.

“Arthur... apakah benar jika mana Zeeta belum bangkit seutuhnya?” tanya Kepala Desa.

“Y-ya... itu benar.” Arthur mengangguk.

“Perbedaan mana kita dengan Rowing terlalu jauh. Meskipun ada Arthur bersama kita, jika Rowing membawa orang lebih, sama saja dengan bunuh diri. Karena itulah....” Kepala Desa menarik napasnya, lalu menghelanya. “Selama kekuatannya belum bangkit, kita harus membuat dia memiliki kenangan berharga untuknya sebelum waktunya tiba. Hal ini sudah wajar kita lakukan sebagai bagian dari keluarganya. Kalian mengerti maksudku?”

Keheningan terjadi di satu ruangan ini. Mereka berwajah sedih... pasrah akan apa yang menanti mereka.

“Tentu saja! Ini demi Zeeta, keluarga kita!” sahut seorang pria.

“Uhm. Zeeta masih anak-anak... jika kita hanya berdiam diri saja, Zeeta akan terus bersedih!” celetuk seorang wanita.

“Kau juga, Arthur! Selama waktunya belum tiba, lakukanlah apa yang kau bisa sebagai keluarganya!” Recko mengaitkan lengannya di leher Arthur dan menunjukkan senyumnya.

“Ya... terima kasih semuanya.” Arthur menunjukkan senyumnya yang tampak seperti dipaksakan.

......................

Malam harinya, Arthur mengajak Zeeta berbicara hangat di kedainya sambil minum cokelat panas untuk Zeeta, dan kopi susu untuknya.

“Zeeta, apa kau telah mendengar rumor tentang bangsawan yang dibicarakan semua orang di desa?” tanya Arthur memulai percakapan.

“Uhm. Aku jadi tahu kenapa Ayah bilang bangsawan itu jahat. Tapi aku tidak mengerti ... kenapa Rowing melakukan hal kejam itu?” jawab Zeeta. Ia berwajah muram.

“Itulah alasan mengapa aku mengajakmu berbicara di sini. Aku akan menunjukkanmu suatu kondisi di ibu kota kerajaan kita, Aurora.” Arthur mengeluarkan butiran mana merahnya dalam jumlah segenggam tangan lalu melemparnya ke udara. Dari butiran tersebut, perlahan mulai tampak gambar kondisi istana yang sempat dibicarakan petani kebun tadi pagi.

“Apa ini...?” tanya Zeeta tak paham dengan gambarnya.

“Ini adalah istana kerajaan. Sosoknya yang megah dan kokoh telah ditelan oleh akar-akar raksasa yang melilit seluruh istana.”

Arthur menunjukkan dari berbagai macam arah istana yang telah menjadi lilitan akar raksasa. Tak ada sedikitpun sisa dari istana yang nampak. Sebesar itulah akarnya.

“Kejadian ini terjadi lima tahun yang lalu. Secara mendadak ibu kota digemparkan dengan akar raksasa yang secara cepat mengurung istana. Meski penduduk di sana telah mencoba berbagai hal dengan sihirnya, termasuk bangsawan yang ada di dekatnya, akar itu tidak tergores sama sekali....” Arthur mengganti-ganti gambarnya dengan gambar yang berkaitan dengan apa yang ia jelaskan.

“Karena tidak ada yang tahu bagaimana kondisi Ratu Aurora—Alicia Aurora XX, maka para bangsawan pun mengambil tindakan darurat untuk mengatur negeri ini.

Di negeri ini, terdapat enam bangsawan utama yang diberi hak untuk mengatur setiap wilayah yang ada. Salah satunya adalah Rowing, dia berkuasa atas Wilayah Selatan Aurora

"Wilayah Selatan memiliki sekitar seribu dua ratus jiwa, yang terbagi atas puluhan desa, termasuk desa Lapis dan desa Lazuli. Karena Rowing memiliki status penting sebagai pemerintah Wilayah Selatan, kami rakyat jelata tidak bisa berbuat banyak saat dia melakukan sesuatu yang buruk kepada kami. Selain itu, dia memiliki mana yang jauh lebih besar dari kami.”

“Ayah juga kalah besar?”

“Bisa dibilang seperti itu. Oleh karena itu Zee, ketika nanti kau sudah besar dan seandainya kau bertemu Rowing, selalu ingatlah ini. Dia adalah orang yang licik, apapun akan dia lakukan agar tujuannya tercapai. Karena kelicikannya itu juga banyak desa tetangga kita yang tersiksa, bahkan hancur karena perbuatannya... berhati-hatilah, oke?” di akhir kalimatnya, Arthur mengenggam bahu Zeeta.

“Uhm. Aku mengerti....” Zeeta masih tampak muram.

“Sampai waktu itu tiba, jalanilah hidupmu seperti biasa. Bermain dengan teman-temanmu, berlatih sihir, apapun yang ingin kaulakukan, lakukanlah selagi kaubisa. Jujur saja... aku juga tidak tahu kapan Rowing datang ke desa ini dan apa yang akan dia lakukan....”

“Uhm... baiklah.” Tatapan muram darinya tetap tidak beranjak.

......................

Sementara itu, di saat yang sama, di sebuah penjara bawah tanah....

“Tak bisa kumaafkan... tak bisa kumaafkan... TAKKAN PERNAH KUMAAFKAN!

"Akan kubalas perbuatanmu, Garren Rowing! Akan kukutuk kau agar merasakan apa yang selama ini kami rasakan!”

Azure, anak perempuan dari desa Lapis itu mengumpulkan mana berwarna ungu gelapnya dalam jumlah yang banyak. Agar bisa menuntaskan apa yang hendak dirinya lakukan, ia membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Di saat yang sama, di atas penjara tersebut, terdapat kediaman yang begitu megah, mewah, dan luas. Halaman kediaman tersebut memiliki kolam air mancur berukiran batang mawar yang penuh dengan duri. Airnya terdapat butiran mana berwarna merah cerah yang setiap airnya naik ke atas, butiran mana tersebut merubah bentuk airnya menjadi mawar dan mewarnai air menjadi merah akibat butirannya.

Terdapat tiga bangunan megah di halaman yang luas ini. Satu di antaranya adalah kediaman milik Garren Rowing. Ia merupakan keturunan Rowing yang kesebelas. Kini, ia sedang berbicara dengan anaknya di balkon.

Garren Rowing XI memiliki rambut pirang lurus bermata merah dengan wajah yang sudah dihinggapi kumis dan janggut yang dibentuk meruncing. Ia adalah salah satu orang yang membawa Azure sekaligus membakar seluruh desa Lapis.

Sedangkan anaknya, Bastanil Rowing XII, adalah lelaki kecil berusia delapan tahun berambut sama, namun pendek, dengan mata yang berwarna kuning cerah.

“Lihatlah pemandangan malam ini, Bastanil...." Garren tersenyum, menikmati suasana malam ini. "Bukankah indah jika kau memandangnya dari ketinggian ini?”

“Ya, iya, ini indah, aku tahu. Lalu, apa pentingnya sampai memintaku mendengarkan Ayah?” tanya Bastanil. Tampaknya ia tak begitu tertarik dengan apa yang akan dikatakan ayahnya.

“Haha, itu baru Putraku, yang tidak mau berbasa-basi dan segera ingin langsung ke poin pembicaraan....

"Baiklah.”

Garren lalu menatap serius Bastanil.

“Apa kauingat kejadian di istana lima tahun yang lalu?” tanya Garren.

“Ya. Tentu saja. Semua orang gempar saat itu.” Bastanil yang masih tak tertarik hanya memandangi langit malam.

“Tampaknya, ada orang yang selamat dari istana....”

Bastanil mengganti pandangannya ke mata ayahnya. “Hoo ... lalu?” ia tersenyum.

“Saat kita menemukan orang itu, kita bisa memanfaatkannya untuk menjalankan rencana kita merebut tahta kerajaan....” Garren juga tersenyum seraya menunjuk ke arah istana.

“Hmmm....” Bastanil tidak menghilangkan senyumannya, tetapi ia seperti ingat sesuatu. “Tapi masih ada Grand Duchess yang berpotensi menghalangi kita. Memanfaatkan orang selamat itu takkan menjadi jaminan rencana kita akan berhasil!”

“Tenang saja. Orang yang selamat ini bukanlah orang biasa....” Garren membisikkan sesuatu pada anaknya. Setelah mendengar bisikannya, Bastanil tersenyum jahat.

“Kalau begitu, tunggu apa lagi? Kita tinggal menghabisi semua desa lalu memancing orang itu keluar, ‘kan?” tanya Bastanil.

“Tidak semudah itu, Putraku. Jika kita melakukannya, empat bangsawan lainnya akan curiga dan pada akhirnya Grand Duchess akan menghabisi kita. Tidak perlu tergesa-gesa, karena pada akhirnya dia sendiri yang akan mengunjungi kita....”

Tak lama setelah Garren mengatakan itu, dia tiba-tiba saja terbelalak. “Aghk?! A-apa yang...?! Tubuhku...!”

Tubuh Garren mendadak kaku setelah ia terbelalak. Tak lama kemudian, ia jatuh tersungkur di depan Bastanil.

“A-Ayah? Ada apa?!” Bastanil panik melihat ayahnya jatuh tiba-tiba.

Beberapa saat kemudian, seorang pelayan wanita datang tergesa-gesa untuk memberitahu sesuatu kepada Bastanil. “Tu-Tuan Bastanil! Nyo-nyonya Rowing...!” serunya dengan berkeringat, “nyonya Rowing tiba-tiba saja terjatuh! Ada yang aneh dengan tubuhnya!”

“Apa katamu?! Segera panggil kepala kelayan, suruh dia bawa Ayah dan Ibu ke ranjangnya, lalu panggilah dokter!”

“B-baik Tuan!” pelayan itu segera pergi dari tempatnya.

“A-apa-apaan ini?!” ketika Bastanil melihat tubuh ayahnya, ia semakin terkejut saat mengingat apa yang baru dikatakan pelayan tadi terhadap ibunya.

"A-apa yang...?!" kejadian mengejutkan bagi Bastanil tidak berhenti sampai di situ saja. Tubuh ayahnya yang cukup besar itu perlahan-lahan menyusut bersamaan dengan asap ungu gelap yang keluar dari tubuhnya. Penyusutan ini begitu drastis hingga hanya terlihat kulit dan tulangnya saja, warna rambutnya juga memudar. Tampaknya hal ini juga terjadi pada ibu Bastanil.

“Jangan-jangan... ini ulah rakyat jelata yang Ayah bawa tadi pagi?!” Bastanil segera berlari menuju penjara bawah tanah untuk menemui Azure.

......................

Ketika Bastanil sampai di depan ruang sel Azure, ia melihat gadis kotor di matanya itu sedang terengah. Ia pun bisa melihat sisa-sisa dari butiran mana ungu gelap di kedua tangannya.

“Jadi benar kau...! Kuperintahkan kau untuk segera lepaskan sihirnya!” teriak Bastanil.

“Tak kusangka...." Azure menyeringai. "Tak kusangka masih ada orang yang selamat dari Rowing....

"Hahahah! Percuma, Bangsat! Bahkan jika aku bisa melepasnya ... aku takkan sudi! Ahahaha!”

“Apa katamu...?! Berani-beraninyab ka—“ Bastanil berniat mengomeli Azure, tapi dipotong oleh lawan bicaranya.

“BERANI-BERANINYA KALIAN MENGHABISI WARGA DESA LAPIS! Apa salah kami dengan kalian?! Tidak hanya membuat kami tersiksa dengan pajak yang tinggi, sekarang kalian mengincar nyawa kami? Apa yang ingin kalian lakukan?!”

Sedikit terguncang atas teriakan tak terduga itu, Bastanil mengucurkan setetes peluh. “Heh." Bocah ini justru tersenyum kecut. "Tak ada untungnya kuberitahu kau yang seorang rakyat jelata. Yang lebih penting lagi, karena kau telah melakukan tindak kejahatan pada bangsawan, jangan pikir kau akan selamat....” Bastanil mengancam.

“Hahaha... sudah kuduga kau akan bilang itu. Silakan! Silakan saja eksekusi aku! Bahkan sekarang pun tak

masalah, tapi biar kuberitahu... jika aku tewas, dua orang sialan yang telah kukutuk itu juga akan ikut tewas!” Azure tampak menjadi orang yang benar-benar berbeda. Ia bahkan tak takut mati saat itu juga. Sesuatu yang tak akan terpikirkan oleh anak seusianya dalam kondisi normal.

“Apa kaubilang?!”

“Aku tidak bisa membatalkannya, tapi aku bisa mempercepatnya. Semua keputusan ada di tanganmu... tapi apapun keputusanmu, semuanya tetap akan berjalan sesuai rencanaku....”

“Kau hanyalah anak seusiaku, tapi sudah berani melakukan hal semacam ini... memang, rakyat jelata adalah makhluk yang kotor!”

Ucapan Bastanil membuat Azure semakin naik pitam, ia membanting besi penjara dengan tangannya hingga membuat Bastanil jatuh terkejut. Dia melihat Azure tak memperdulikan darah yang keluar dari tangannya.

“Dengar, ya! Jika kau berbicara sepatah kata pun denganku lagi, aku tak akan segan membawamu ke neraka bersama dengan orang tuamu!” Azure membuka matanya lebar-lebar hingga menampakkan urat di bola matanya. Emosi dan kebenciannya tak dapat ia pendam lagi.

Azure berhasil membuat Bastanil ciut dan mengangkat kakinya dari penjara sambil berteriak, “Sialan kaaauu!”

“Benar. Sayangilah nyawa orang tuamu selagi kau bisa! Dan jangan pernah ... JANGAN PERNAH dekati aku lagi!” Tak lama, Azure terjatuh lemas, memegangi tangannya yang berdarah. Ia menahan tangisnya.

“Meski sihirku telah mengutuk mereka, tetap saja ini tidaklah mutlak. Aku bahkan hanya menggertak aku bisa mempercepat kutukannya. Aku juga tidak tahu sihirku bisa langsung dilepas oleh mereka atau tidak... tapi setidaknya, aku membalas perbuatan keji mereka....”

"Ayah ... ibu... semuanya...." Azure tetap menahan tangisnya sambil menahan rasa sakit di tangannya. Setelah ini, Azure pun kehilangan kesadarannya.

Terpopuler

Comments

Nur

Nur

gak sadar diri, padahal mereka lebih kejam tapi klo di lawan malah tanya "punya perasaan gak melakukan ini"

2023-12-24

1

paska

paska

Tujuh like Thor.. Salam dari Nona Louisa dari Lembah Angin

2021-06-23

2

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Kehidupan Baru
3 Sihir
4 Peri
5 Impiannya
6 Buah dari Kerja Keras
7 Keinginan yang Muncul dari Kesempatan
8 Musim Semi yang Pedih
9 Dunia Asing
10 Wewenang atau Kekerasan?
11 Malam Sebelum Badai (1/2)
12 Malam Sebelum Badai (2/2)
13 Bangsawan Meja Bundar
14 Negeri yang Indah nan Kotor
15 Kewajiban Sang Putri (1/2)
16 Kewajiban Sang Putri (2/2)
17 Tuan Putri ke Ibu Kota
18 Sang Elf, Aria
19 Zeeta Aurora XXI
20 Eksekusi Mati
21 Langkah Awalnya
22 NAMAKU ADALAH ZEETA!
23 Rumor dan Fakta
24 Bibit Kejahatan
25 Ingatan Manis Hellenia (1/2)
26 Ancaman
27 Ambang Keputusasaan
28 Ingatan Manis Hellenia (2/2)
29 Kekuatan yang Hanya Dimiliki Manusia
30 Layaknya Nenek, Layaknya Cucu
31 Bertemu dengan Keluarga
32 Ikatan yang Terbentuk dari Kesan
33 Mana
34 Kengerian yang Merangkak Keluar
35 Sumbu dari Sebuah Legenda
36 Yang Akan Menuntunnya
37 Catastrophe Seal
38 Hutan Misterius
39 Benih Yggdrasil
40 Misi Selanjutnya
41 Sang Roh Yggdrasil, Luna
42 Sekutu
43 Rencana Sang Putri
44 Vivid Party
45 Rencana Penyelamatan Alicia (1/2)
46 Rencana Penyelamatan Alicia (2/2)
47 Rapat Keluarga Darurat
48 Kemampuan Sihirnya Tak Terbatas
49 [Bab Pengumuman] Kedudukan Kebangsawanan Kerajaan Aurora
50 Keberadaan Ras Lain
51 Kekalahannya
52 Manusia dan Makhluk Sihir yang Bentrok
53 Kekuatan Bangsawan Utama
54 Apa yang Menjadi Janjinya
55 Eclipse, Sekutu yang Tak Terduga
56 Sebuah Misteri yang Terkuak
57 Babak Baru
58 Kerja Sama Antar Ras
59 Melangkah ke Depan (1/2)
60 Melangkah ke Depan (2/2)
61 Klutzie dan Siren
62 Latihan untuk Menyusulnya
63 Percikan Api
64 Amarah dari Sebuah Kekonyolan
65 Pertanda?
66 Kegelapan yang Melindungi
67 Peran Keluarga
68 Teman dan Cinta
69 Kunci Kotak Harta Karun
70 Sebuah Kebenaran
71 Langkah Menuju Kebebasan
72 Bersama dengan Ibu, Mendengarnya
73 Ibu dan Ayah
74 Kebebasan
75 Kerajaan yang Berlibur
76 Azure dan Desa Lapis
77 Keluarga Baru
78 Waktu Bersama Keluarga
79 Karma yang Kejam
80 Dia yang Mengawasi
81 Zeeta dan Azure
82 Kekuatan Penuh Ashley 1
83 Willmurd Louis de Dormant
84 Kekuatan Penuh Ashley 2
85 Menuju Masa yang Diramalkan
86 Dunia yang Diramalkan
87 Bersiap Diri
88 Keputusan Azure
89 Layaknya Kotak Pandora
90 Awal dari Sang Pembalas Dendam, Marianna Aurora
91 Latihan yang Keras
92 Volten Sisters
93 Latihan Bersama Volten Sisters
94 Langit di Atas Langit
95 Tanah Ephemeral
96 "Mengakhiri Dunia"
97 Ketakutan yang Dibalut oleh Harapan
98 (Bab Pengumuman) Disclaimer - Sebelum Membaca Chapter (Arc) Selanjutnya
99 (Bab Pengumuman) Daftar Rune
100 Sihir Kuno Rune
101 Kekuatan Maisie
102 Bencana Besar yang akan Menghantam
103 Pertarungan yang Sudah Dimulai
104 Segel yang Dilepas Setelah Sekian Lama
105 Bala Bantuan
106 Janji Seorang Lelaki
107 Baru Dimulai
108 Tekad Kuat Gerda
109 Sampai Tetes Darah Terakhir
110 Wasiat Ratusan Tahun
111 Harta Karun untuk Masa Depan
112 Crescent Void
113 Kepercayaan yang Tulus
114 Menuju Perjalanan Selanjutnya
115 Bertekadlah Layaknya Kupu-Kupu
116 Arti dari Seorang Pemimpin
117 Penyihir Harapan
118 Sesuatu yang Berhasil Dilindungi
119 Dia yang Kembali Beraksi
120 Kepulangannya
121 Perbedaan Level
122 Tiada Waktu 'tuk Bersantai
123 Rapat Keluarga Darurat 2
124 Kunjungan
125 Pulangnya Tuan Putri ke Rumah
126 Luka di Hati
127 Hubungan Adik dan Kakak
128 Arti Sebuah Kerajaan
129 Menuju Kerajaan Nebula 1/3
130 Menuju Kerajaan Nebula 2/3
131 Menuju Kerajaan Nebula 3/3
132 Kedatangan Azure
133 Masa Lalu Suzy
134 Gugurnya Sebuah Harapan
135 Cinta Seorang Kakek
136 Perjuangannya
137 Ifrit Sang Api
138 Amarah
139 Ifrit vs. Ashley 1
140 Ifrit vs. Ashley 2
141 Jötunnheim dan Fyrriheim
142 Terdampar di Dunia Lampau, Fyrriheim
143 Klutzie vs. Jewel
144 Si Pelayan Klasik, Asteria
145 Identitas Sang Pria Misterius yang Mematikan, L'arc Darnmite
146 Rahasia Fyrriheim, Sebuah Dunia Lampau
147 Turning Point 1
148 Arti dari Hidup, Sebuah Awal dari Aurora
149 Sirkuit Sihir
150 Rencana Para Elf
151 Pertahanan Seluruh Tenaga demi Rakyat
152 Menuju Babak Selanjutnya
153 Pohon Chronos
154 Pertanggungjawaban yang Pantas
155 Penyesalan
156 Janji dalam Pelarian
157 Kebencian yang Terkunci Selama 200 Tahun
158 Bersama Senyum, Ditemani Oleh Senyum
159 Kembalinya Scarlet
160 Kepercayaan Diri
161 Pertarungan yang akan Mengubah Dunia
162 Guru dan Murid yang Menanggung Kebencian Besar
163 Para Penyintas
164 Kekuatan Tersembunyi Azure
165 Gelombang Pasang
166 Saksi Hidup Sejak Ribuan Tahun Silam
167 Harapan yang Berkilau
168 Zeeta vs. Marianna 1/4
169 Menguak Paksa Masa Lalu yang Pahit
170 Ketragisan yang Harus Diakhiri
171 Menerobos Kemustahilan
172 Zeeta vs. Marianna 2/4
173 Keadilan yang Tak Disesali
174 Zeeta vs. Marianna 3/4
175 Zeeta vs. Marianna 4/4
176 Keseharian Aurora yang Kembali Damai
177 Makhluk yang Kuat pun Lemah
178 Rekan Baru
179 Tamu Pembawa Teror
180 Dinding yang Tak Mudah Dihancurkan
181 Misi Baru Aurora
182 Tersirat
183 Penyusup
184 Keberadaan Masing-Masing Tim Ekspedisi
185 Serina dan Gerda
186 Keyakinan
187 Dalam Hitungan Detik
188 Masalahnya Masing-Masing
189 Kedatangan yang Tidak Diduga
190 Kecurigaan Pandang Pertama
191 Meremehkan Lawan yang Salah
192 "Belas Kasih"
193 Menantang Kemustahilan
194 Wajah Aurora yang Tercermin dari Sang Putri
195 Kemunculan Seseorang yang Tidak Diduga
196 Mau Tidak Mau
197 Sayap Menuju Esok
198 Yang Meyakinkannya
199 Ketika Tiada yang Menyadarinya
200 Menuju Tanah Kematian
201 Tanah Tanpa Kehangatan (1/2)
202 Tanah Tanpa Kehangatan (2/2)
203 Kambing Hitam
204 Sang Pelintas Waktu
205 Amarah Lloyd
206 Gadis yang Menyembunyikan Tujuannya
207 Demi Menjawab Harapan Sang Penyihir Harapan
208 Ancaman yang Dipatahkan
209 Roh Kuno Angin, Zephyr
210 Rahasia Dunia dan Ambisi untuk Menang
211 Alasan Belle
212 Dari Kematian, Menuju Kematian, Berakhir pada Kematian
213 Persiapan Menantang Kematian
214 Harapan Palsu
215 Trauma Zeeta
216 Kemunculan Tellaura, Sang Penyihir Pengutuk Dunia
217 Dark Elf yang Tak Segan Membunuh, Jourgan
218 High Elf Maniak Pertarungan, Bellaria
219 Pertanda Ragnarok
220 Gadis Seiryuu yang Bernasib untuk Mati
221 Rahasia Dibalik Senjata Suci
222 Turning Point 2
223 Pandangan Salah Seorang Dark Elf Pada Manusia
224 Titania, Sang Keturunan Raksasa
225 Sang Raksasa Teladan, Jeanne
226 Waktunya untuk Serius!
227 Pertempuran yang Singkat
228 Dunia Impian di Dalam Dunia Terkutuk
229 Dariku, 300 Tahun yang Lalu
230 Bersama-sama
231 Datangnya Perubahan Dunia
232 Burung yang Tersangkar dan Burung yang Terburu
233 Bangsawan, Pelayan, dan Rakyat Jelata
234 Merelakan Yang Tersayang
235 Kejamnya Dunia pada Mereka
236 Awal dari Semuanya 1
237 Alasan Seorang Tellaura Hidup
238 Gigih
239 Mereka yang Hidup di Dunia yang Berbeda
240 Ketakutan
241 Jiwa yang Tersesat
242 Ingatan yang Kembali
243 Keinginan Sang Raksasa
244 Kakak-Adik dan Putri-Pembunuh
245 Malam Sebelum Petaka
246 Jebakan
247 Bulan Darah
248 Pembalasan
249 Awal dari Semuanya 2
250 Tipu Muslihat
251 Menghilangkan Siklus Kebencian
252 Dua Gadis Berambut Perak
253 Sebelum Semuanya Tak Bisa Lagi Digenggam
254 Mimpi yang Tak Lagi Dapat Digapai
255 Putri Duyung dan Penyihir Harapan
256 Penyihir Harapan dan Penyihir Bintang
257 Menuju Hari Akhir 1
258 Lautan yang Marah
259 Masa Lalu Penyihir Bintang
260 Gadis yang Kuat
261 Malam yang Gila 1
262 Permintaan Roh Kuno Air
263 Malam yang Gila 2
264 Tirta Amarta 1
265 Tirta Amarta 2
266 Tirta Amarta 3
267 Aku dan Aku yang Lain
268 Ozy dan Jeanne
269 Keseriusan Zeeta
270 Bertemunya Dua Zeeta
271 Arata Akihiro
272 Menyeret ke Dalam Lubang Berbilah Tajam
273 Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 1
274 Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 2
275 Mereka yang Menyayanginya
276 Kedatangan Sosok yang (Pernah) Berharga Untuknya
277 Dua Gerbang yang Terbuka
278 Melodi dari Neraka
279 Turning Point 3
280 Kartu Truf
281 Bangkit
282 Jatuh dalam Kegelapan
283 Secercah Harapan
284 Sejarah Nebula 1
285 Sejarah Nebula 2
286 Jangan Remehkan Gadis yang Sedang Jatuh Cinta!
287 Barghest yang Misterius
288 The Power of Love
289 Gadis yang Menjadi Dunianya
290 Cermin Seorang Penguasa yang Dikagumi
291 Pangeran Cupu (?)
292 Putri Keemasan yang Dikutuk
293 Sejarah yang Saling Terhubung
294 Pertanyaan Demi Pertanyaan
295 Kerajaan Gala
296 Mereka yang Bangkit dari Keterpurukan
297 Menciptakan Legenda
298 Hati Baja yang Tidak Dimiliki Semua Orang
299 Catastrophe Seal dan Vanadust
300 Secercah Cahaya dari Dunia
301 Apakah Ini Sebuah Tekad? Atau Hanya Tegar?
302 Buah Perjuangannya
303 Tujuan Akhir Zeeta
304 Sahabat
305 Petunjuk
306 Negeri Para Raksasa
307 Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 1
308 Fana
309 Jawaban
310 Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 2
311 Zeeta dan Luna
312 Rapat Keluarga (Bangsawan)
313 (Bab Pengumuman) Desain Karakter Zeeta (Delapan Tahun)
314 Pengorbanan Tidaklah Selalu Buruk
315 (Bab Pengumuman) Desain Karakter Danny & Gerda (9/8 Tahun)
316 Hubungan dan Ikatan
317 Wejangan
318 Keroco Kuat yang Buta Tujuan
319 Terbukanya Dua Gerbang
320 Syarat
321 Angin Zephyr
322 Ragnarok, Pertempuran Akhir Dunia
323 Tujuan Tiga Dunia yang Berbeda
324 Demi Hari Esok
325 Sang Raksasa Alpha, Fenrir
326 Seiryuu dan Penyangganya
327 Masalah Hati Arata Akihiro
328 Naga Pengecut, Nidhogg
329 Menerima Apa Adanya dan Mencintainya
330 Naga yang Nyaris Kehilangan Arahnya
331 Pengkhianatan yang Tak Bisa Dimaafkan
332 Kegelapan yang Menerangi
333 Luluh Lantaknya Bumi
334 Bala Bantuan
335 Kehancuran
336 Dirimu yang Bagaikan Cahaya Untukku
337 Pertolongan Alam Kematian
338 Pengorbanan
339 Tombak Suci Rhongomyniad
340 Pertempuran Akhir 1
341 Yang Mengerti Dirinya
342 Mewujudkan Lagi Tír na nÓg
343 Cahaya Dari Bintang
344 Naga Dan Manusia
345 Keheningan Sebelum Badai
346 Jawaban Sang Penentu Dunia
347 Zeeta Alter vs. Si Kembar Levant
348 Mereka yang Mengutuk Dunia
349 Peran Terakhir Crescent Void
350 Quaternity Grandeur
351 Rival Gadis Itu
352 Tirai Penutup
353 Sang Penyihir Harapan [END]
354 Bab Bonus - True (Happy) Ending
Episodes

Updated 354 Episodes

1
Prolog
2
Kehidupan Baru
3
Sihir
4
Peri
5
Impiannya
6
Buah dari Kerja Keras
7
Keinginan yang Muncul dari Kesempatan
8
Musim Semi yang Pedih
9
Dunia Asing
10
Wewenang atau Kekerasan?
11
Malam Sebelum Badai (1/2)
12
Malam Sebelum Badai (2/2)
13
Bangsawan Meja Bundar
14
Negeri yang Indah nan Kotor
15
Kewajiban Sang Putri (1/2)
16
Kewajiban Sang Putri (2/2)
17
Tuan Putri ke Ibu Kota
18
Sang Elf, Aria
19
Zeeta Aurora XXI
20
Eksekusi Mati
21
Langkah Awalnya
22
NAMAKU ADALAH ZEETA!
23
Rumor dan Fakta
24
Bibit Kejahatan
25
Ingatan Manis Hellenia (1/2)
26
Ancaman
27
Ambang Keputusasaan
28
Ingatan Manis Hellenia (2/2)
29
Kekuatan yang Hanya Dimiliki Manusia
30
Layaknya Nenek, Layaknya Cucu
31
Bertemu dengan Keluarga
32
Ikatan yang Terbentuk dari Kesan
33
Mana
34
Kengerian yang Merangkak Keluar
35
Sumbu dari Sebuah Legenda
36
Yang Akan Menuntunnya
37
Catastrophe Seal
38
Hutan Misterius
39
Benih Yggdrasil
40
Misi Selanjutnya
41
Sang Roh Yggdrasil, Luna
42
Sekutu
43
Rencana Sang Putri
44
Vivid Party
45
Rencana Penyelamatan Alicia (1/2)
46
Rencana Penyelamatan Alicia (2/2)
47
Rapat Keluarga Darurat
48
Kemampuan Sihirnya Tak Terbatas
49
[Bab Pengumuman] Kedudukan Kebangsawanan Kerajaan Aurora
50
Keberadaan Ras Lain
51
Kekalahannya
52
Manusia dan Makhluk Sihir yang Bentrok
53
Kekuatan Bangsawan Utama
54
Apa yang Menjadi Janjinya
55
Eclipse, Sekutu yang Tak Terduga
56
Sebuah Misteri yang Terkuak
57
Babak Baru
58
Kerja Sama Antar Ras
59
Melangkah ke Depan (1/2)
60
Melangkah ke Depan (2/2)
61
Klutzie dan Siren
62
Latihan untuk Menyusulnya
63
Percikan Api
64
Amarah dari Sebuah Kekonyolan
65
Pertanda?
66
Kegelapan yang Melindungi
67
Peran Keluarga
68
Teman dan Cinta
69
Kunci Kotak Harta Karun
70
Sebuah Kebenaran
71
Langkah Menuju Kebebasan
72
Bersama dengan Ibu, Mendengarnya
73
Ibu dan Ayah
74
Kebebasan
75
Kerajaan yang Berlibur
76
Azure dan Desa Lapis
77
Keluarga Baru
78
Waktu Bersama Keluarga
79
Karma yang Kejam
80
Dia yang Mengawasi
81
Zeeta dan Azure
82
Kekuatan Penuh Ashley 1
83
Willmurd Louis de Dormant
84
Kekuatan Penuh Ashley 2
85
Menuju Masa yang Diramalkan
86
Dunia yang Diramalkan
87
Bersiap Diri
88
Keputusan Azure
89
Layaknya Kotak Pandora
90
Awal dari Sang Pembalas Dendam, Marianna Aurora
91
Latihan yang Keras
92
Volten Sisters
93
Latihan Bersama Volten Sisters
94
Langit di Atas Langit
95
Tanah Ephemeral
96
"Mengakhiri Dunia"
97
Ketakutan yang Dibalut oleh Harapan
98
(Bab Pengumuman) Disclaimer - Sebelum Membaca Chapter (Arc) Selanjutnya
99
(Bab Pengumuman) Daftar Rune
100
Sihir Kuno Rune
101
Kekuatan Maisie
102
Bencana Besar yang akan Menghantam
103
Pertarungan yang Sudah Dimulai
104
Segel yang Dilepas Setelah Sekian Lama
105
Bala Bantuan
106
Janji Seorang Lelaki
107
Baru Dimulai
108
Tekad Kuat Gerda
109
Sampai Tetes Darah Terakhir
110
Wasiat Ratusan Tahun
111
Harta Karun untuk Masa Depan
112
Crescent Void
113
Kepercayaan yang Tulus
114
Menuju Perjalanan Selanjutnya
115
Bertekadlah Layaknya Kupu-Kupu
116
Arti dari Seorang Pemimpin
117
Penyihir Harapan
118
Sesuatu yang Berhasil Dilindungi
119
Dia yang Kembali Beraksi
120
Kepulangannya
121
Perbedaan Level
122
Tiada Waktu 'tuk Bersantai
123
Rapat Keluarga Darurat 2
124
Kunjungan
125
Pulangnya Tuan Putri ke Rumah
126
Luka di Hati
127
Hubungan Adik dan Kakak
128
Arti Sebuah Kerajaan
129
Menuju Kerajaan Nebula 1/3
130
Menuju Kerajaan Nebula 2/3
131
Menuju Kerajaan Nebula 3/3
132
Kedatangan Azure
133
Masa Lalu Suzy
134
Gugurnya Sebuah Harapan
135
Cinta Seorang Kakek
136
Perjuangannya
137
Ifrit Sang Api
138
Amarah
139
Ifrit vs. Ashley 1
140
Ifrit vs. Ashley 2
141
Jötunnheim dan Fyrriheim
142
Terdampar di Dunia Lampau, Fyrriheim
143
Klutzie vs. Jewel
144
Si Pelayan Klasik, Asteria
145
Identitas Sang Pria Misterius yang Mematikan, L'arc Darnmite
146
Rahasia Fyrriheim, Sebuah Dunia Lampau
147
Turning Point 1
148
Arti dari Hidup, Sebuah Awal dari Aurora
149
Sirkuit Sihir
150
Rencana Para Elf
151
Pertahanan Seluruh Tenaga demi Rakyat
152
Menuju Babak Selanjutnya
153
Pohon Chronos
154
Pertanggungjawaban yang Pantas
155
Penyesalan
156
Janji dalam Pelarian
157
Kebencian yang Terkunci Selama 200 Tahun
158
Bersama Senyum, Ditemani Oleh Senyum
159
Kembalinya Scarlet
160
Kepercayaan Diri
161
Pertarungan yang akan Mengubah Dunia
162
Guru dan Murid yang Menanggung Kebencian Besar
163
Para Penyintas
164
Kekuatan Tersembunyi Azure
165
Gelombang Pasang
166
Saksi Hidup Sejak Ribuan Tahun Silam
167
Harapan yang Berkilau
168
Zeeta vs. Marianna 1/4
169
Menguak Paksa Masa Lalu yang Pahit
170
Ketragisan yang Harus Diakhiri
171
Menerobos Kemustahilan
172
Zeeta vs. Marianna 2/4
173
Keadilan yang Tak Disesali
174
Zeeta vs. Marianna 3/4
175
Zeeta vs. Marianna 4/4
176
Keseharian Aurora yang Kembali Damai
177
Makhluk yang Kuat pun Lemah
178
Rekan Baru
179
Tamu Pembawa Teror
180
Dinding yang Tak Mudah Dihancurkan
181
Misi Baru Aurora
182
Tersirat
183
Penyusup
184
Keberadaan Masing-Masing Tim Ekspedisi
185
Serina dan Gerda
186
Keyakinan
187
Dalam Hitungan Detik
188
Masalahnya Masing-Masing
189
Kedatangan yang Tidak Diduga
190
Kecurigaan Pandang Pertama
191
Meremehkan Lawan yang Salah
192
"Belas Kasih"
193
Menantang Kemustahilan
194
Wajah Aurora yang Tercermin dari Sang Putri
195
Kemunculan Seseorang yang Tidak Diduga
196
Mau Tidak Mau
197
Sayap Menuju Esok
198
Yang Meyakinkannya
199
Ketika Tiada yang Menyadarinya
200
Menuju Tanah Kematian
201
Tanah Tanpa Kehangatan (1/2)
202
Tanah Tanpa Kehangatan (2/2)
203
Kambing Hitam
204
Sang Pelintas Waktu
205
Amarah Lloyd
206
Gadis yang Menyembunyikan Tujuannya
207
Demi Menjawab Harapan Sang Penyihir Harapan
208
Ancaman yang Dipatahkan
209
Roh Kuno Angin, Zephyr
210
Rahasia Dunia dan Ambisi untuk Menang
211
Alasan Belle
212
Dari Kematian, Menuju Kematian, Berakhir pada Kematian
213
Persiapan Menantang Kematian
214
Harapan Palsu
215
Trauma Zeeta
216
Kemunculan Tellaura, Sang Penyihir Pengutuk Dunia
217
Dark Elf yang Tak Segan Membunuh, Jourgan
218
High Elf Maniak Pertarungan, Bellaria
219
Pertanda Ragnarok
220
Gadis Seiryuu yang Bernasib untuk Mati
221
Rahasia Dibalik Senjata Suci
222
Turning Point 2
223
Pandangan Salah Seorang Dark Elf Pada Manusia
224
Titania, Sang Keturunan Raksasa
225
Sang Raksasa Teladan, Jeanne
226
Waktunya untuk Serius!
227
Pertempuran yang Singkat
228
Dunia Impian di Dalam Dunia Terkutuk
229
Dariku, 300 Tahun yang Lalu
230
Bersama-sama
231
Datangnya Perubahan Dunia
232
Burung yang Tersangkar dan Burung yang Terburu
233
Bangsawan, Pelayan, dan Rakyat Jelata
234
Merelakan Yang Tersayang
235
Kejamnya Dunia pada Mereka
236
Awal dari Semuanya 1
237
Alasan Seorang Tellaura Hidup
238
Gigih
239
Mereka yang Hidup di Dunia yang Berbeda
240
Ketakutan
241
Jiwa yang Tersesat
242
Ingatan yang Kembali
243
Keinginan Sang Raksasa
244
Kakak-Adik dan Putri-Pembunuh
245
Malam Sebelum Petaka
246
Jebakan
247
Bulan Darah
248
Pembalasan
249
Awal dari Semuanya 2
250
Tipu Muslihat
251
Menghilangkan Siklus Kebencian
252
Dua Gadis Berambut Perak
253
Sebelum Semuanya Tak Bisa Lagi Digenggam
254
Mimpi yang Tak Lagi Dapat Digapai
255
Putri Duyung dan Penyihir Harapan
256
Penyihir Harapan dan Penyihir Bintang
257
Menuju Hari Akhir 1
258
Lautan yang Marah
259
Masa Lalu Penyihir Bintang
260
Gadis yang Kuat
261
Malam yang Gila 1
262
Permintaan Roh Kuno Air
263
Malam yang Gila 2
264
Tirta Amarta 1
265
Tirta Amarta 2
266
Tirta Amarta 3
267
Aku dan Aku yang Lain
268
Ozy dan Jeanne
269
Keseriusan Zeeta
270
Bertemunya Dua Zeeta
271
Arata Akihiro
272
Menyeret ke Dalam Lubang Berbilah Tajam
273
Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 1
274
Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 2
275
Mereka yang Menyayanginya
276
Kedatangan Sosok yang (Pernah) Berharga Untuknya
277
Dua Gerbang yang Terbuka
278
Melodi dari Neraka
279
Turning Point 3
280
Kartu Truf
281
Bangkit
282
Jatuh dalam Kegelapan
283
Secercah Harapan
284
Sejarah Nebula 1
285
Sejarah Nebula 2
286
Jangan Remehkan Gadis yang Sedang Jatuh Cinta!
287
Barghest yang Misterius
288
The Power of Love
289
Gadis yang Menjadi Dunianya
290
Cermin Seorang Penguasa yang Dikagumi
291
Pangeran Cupu (?)
292
Putri Keemasan yang Dikutuk
293
Sejarah yang Saling Terhubung
294
Pertanyaan Demi Pertanyaan
295
Kerajaan Gala
296
Mereka yang Bangkit dari Keterpurukan
297
Menciptakan Legenda
298
Hati Baja yang Tidak Dimiliki Semua Orang
299
Catastrophe Seal dan Vanadust
300
Secercah Cahaya dari Dunia
301
Apakah Ini Sebuah Tekad? Atau Hanya Tegar?
302
Buah Perjuangannya
303
Tujuan Akhir Zeeta
304
Sahabat
305
Petunjuk
306
Negeri Para Raksasa
307
Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 1
308
Fana
309
Jawaban
310
Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 2
311
Zeeta dan Luna
312
Rapat Keluarga (Bangsawan)
313
(Bab Pengumuman) Desain Karakter Zeeta (Delapan Tahun)
314
Pengorbanan Tidaklah Selalu Buruk
315
(Bab Pengumuman) Desain Karakter Danny & Gerda (9/8 Tahun)
316
Hubungan dan Ikatan
317
Wejangan
318
Keroco Kuat yang Buta Tujuan
319
Terbukanya Dua Gerbang
320
Syarat
321
Angin Zephyr
322
Ragnarok, Pertempuran Akhir Dunia
323
Tujuan Tiga Dunia yang Berbeda
324
Demi Hari Esok
325
Sang Raksasa Alpha, Fenrir
326
Seiryuu dan Penyangganya
327
Masalah Hati Arata Akihiro
328
Naga Pengecut, Nidhogg
329
Menerima Apa Adanya dan Mencintainya
330
Naga yang Nyaris Kehilangan Arahnya
331
Pengkhianatan yang Tak Bisa Dimaafkan
332
Kegelapan yang Menerangi
333
Luluh Lantaknya Bumi
334
Bala Bantuan
335
Kehancuran
336
Dirimu yang Bagaikan Cahaya Untukku
337
Pertolongan Alam Kematian
338
Pengorbanan
339
Tombak Suci Rhongomyniad
340
Pertempuran Akhir 1
341
Yang Mengerti Dirinya
342
Mewujudkan Lagi Tír na nÓg
343
Cahaya Dari Bintang
344
Naga Dan Manusia
345
Keheningan Sebelum Badai
346
Jawaban Sang Penentu Dunia
347
Zeeta Alter vs. Si Kembar Levant
348
Mereka yang Mengutuk Dunia
349
Peran Terakhir Crescent Void
350
Quaternity Grandeur
351
Rival Gadis Itu
352
Tirai Penutup
353
Sang Penyihir Harapan [END]
354
Bab Bonus - True (Happy) Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!