Buah dari Kerja Keras

Langkah kaki kecil yang tergesa-gesa menimbulkan debu di sekitar kakinya. Pelakunya adalah Zeeta yang sedang menarik Gerda untuk segera meluncur ke rumah temannya tersebut. Ia mendapatkan suatu ide untuk mengganti semua rencana miliknya yang kacau hari ini.

Meskipun ia gagal membesarkan renjie, kendati ia telah melakukan apa yang Arthur ajarkan padanya semalam, ia belum ingin menerimanya begitu saja. Meskipun air matanya telah mengalir, ia berniat untuk mencoba sekali lagi.

“He-hei...! Pelan-pelanlah, Zee...!" seru Gerda yang kehabisan napas. "Apakah kita memang harus ... seburu-buru ini?” Dirinya juga bermandikan keringat.

“Tidak, sih... tapi, iya juga!

"Aku ingin segera mencobanya di rumahmu. Lihat, kita sudah dekat!” Zeeta mendapati kebun renjie milik keluarga Recko dari pandangannya.

Ketika mereka telah sampai di depan pintu rumah, Gerda yang terengah mencoba mengatur napasnya terlebih dahulu. Begitu juga dengan Zeeta, ia sebenarnya terlalu bersemangat dan lebih terengah daripada Gerda.

“Lain kali ... kalau mau lari ... bilanglah dulu...!!!

"Aku harus ... menyiapkan ... napasku!"

Walau menggerutu, Gerda masih kehabisan napas.

“Hehehe ... maaf.” Zeeta hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

......................

Gerda mempersilakan Zeeta masuk ke dalam. Ketika itulah, mereka membahas apa yang akan mereka lakukan. “Jadi, apa yang sebenarnya harus kubantu?” tanya Gerda.

“Aku mau memasak!” jawab Zeeta singkat, padat, jelas. Matanya berbinar-binar, seolah ia dibakar api semangat.

“Eeh...? Memasak...? Kenapa tidak kaulakukan itu di rumahmu saja?” Gerda mengerutkan sebelah alisnya.

“Tentu saja aku tidak bisa. Hari ini kan kedai kami tidak libur!”

“Oh... iyaya. Maaf, aku lupa, hehe....” Gerda menggaruk pipinya. “Lalu, apa yang ingin kaumasak?”

“Lihat saja nanti!” Zeeta melemparkan senyum manis smug-nya.

Saat Zeeta dan Gerda memasuki dapur, mereka menemui Grilda yang tampak sedang memasak juga. Setelah menjelaskan apa yang terjadi dan apa rencana mereka, Grilda mengizinkan dua anak kecil ini untuk memakai dapur—dengan syarat bahwa dirinyalah yang akan memotong sesuatu bila mereka hendak menggunakan pisau.

Zeeta mengatur napasnya agar ia tidak gugup. Setelah semua yang terjadi padanya sejak kemarin, kemampuan memasaknya saat ini, resep apa saja yang telah ia kuasai, serta cuaca hari ini yang sedang panas, ia telah memutuskan apa yang akan dibuat.

“Baik. Aku telah memutuskan akan membuat apa. Bibi Grilda, bolehkah aku memakai dua buah renjie milikmu? Aku akan memakainya sebagai bahan utama,” pinta Zeeta setelah memakai celemek milik Gerda.

Grilda mengizinkannya, lalu ia lekas mengambil dua buah Renjie dari kebun pribadinya. Setelah diberikan kepada Zeeta, Zeeta mengirisnya menjadi dua bagian pada masing-masing buah, menyiapkan tepung, air, dan bahan-bahan lain di hadapannya.

......................

Satu jam telah berjalan sejak Zeeta mulai memasak. Grilda dibuat kagum dengan langkah-langkah yang Zeeta ambil begitu cepat dan tepat, termasuk langkah-langkah yang diinstruksikan kepada Gerda agar ia bisa membantunya.

Kini, di hadapan Zeeta dan Gerda terdapat satu loyang besar dengan jejeran kue-kue kering bermacam bentuk. Ada bentuk bulan sabit, beruang dan kelinci yang imut, bunga, dan lain-lain.

“Nah, kalau begitu tinggal kita panggang, lalu selesai!” kata Gerda yang akan memasukkan loyang ke dalam oven.

“Tunggu!” tukas Zeeta menghentikan Gerda. “Jika langsung dipanggang, itu tidak akan menjadi masakanku. Itu hanya akan jadi resep dari ayah yang aku buat. Langkah setelah inilah yang akan membuat kue ini jadi resep milikku!”

“Oh, kalau begitu silakan.” Gerda menaruh kembali loyangnya.

Zeeta lalu memfokuskan dirinya. Ia membuka telapak tangannya untuk memunculkan butiran mana warna-warninya, setelah itu ia taburkan butiran tersebut ke atas kuenya.

“Zee, apa kau mau kami memakan sihirmu?” tanya Gerda diselingi canda.

“Ehm, yah... mungkin iya, mungkin juga tidak. Ih, pokoknya kita tinggal memanggangnya, lalu selesai!”

“Haha, baiklah-baiklah.” Gerda memasukkan loyang ke dalam oven lalu memutar timer selama tiga puluh menit.

......................

Di atas loyang yang telah didiamkan selama lima belas menit, terhidangkan kue kering dengan bermacam bentuk imut dan unik. Dari luarnya kue ini hanyalah kue kering biasa, sehingga tidak mengherankan apabila Gerda bertanya-tanya, apa yang akan membuatnya berbeda setelah Zeeta memberikan sihir untuk kuenya?

“Kalau sepenasaran itu, cobalah! Apapun pendapat kalian tentang kuenya, meskipun tidak enak, bilang saja. Aku pasti akan mencoba lagi dan lagi!" tutur Zeeta yang sudah membulatkan tekad.

Menghargai ucapan dan hasil usaha Zeeta beberapa jam sebelumnya, Gerda dan Grilda masing-masing mengambil satu keping kue.

Setelah beberapa kunyah, mereka berdua terbelalak.

“A-apa ini?” batin Grilda yang merasa heran dengan rasanya. “Meskipun dia tidak memakai gula, tapi manisnya masih begitu terasa... tidak, ini rasa manis dari renjie! Selain itu... sensasi yang terasa di mulutku... dingin?” setelah mengomentari rasa dari kue dalam batinnya, Grilda menelan kuenya.

“Zee, Bibi ambil satu lagi, ya,” kata Grilda yang ketagihan.

“Uhm, silakan!” Zeeta menunjukkan wajah senyumnya. Ia merasa sedikit percaya diri tentang rasanya.

Ketika Grilda mengunyah kembali kuenya, ia kembali mendapatkan sensasi dingin di mulutnya. “Benar... sensasi dingin ini... ini sihirnya Zeeta. Jadi begitu....” Grilda membatin sambil memandangi Zeeta.

“Jadi... bagaimana menurut kalian?” tanya Zeeta. Ia penasaran dengan pendapat mereka tentang rasanya.

Gerda menepuk kedua bahu Zeeta.

“Gerda...? Ke-kenapa...?” Zeeta sedikit cemas saat Gerda menundukkan kepalanya tapi memegang bahunya.

“Kau....” Gerda memberikan jeda pada apa yang akan diucapnya. “Kau....”

“Kau hebat, Zeeta! Ini enak sekali!

"Ahh... aku suka rasanya. Kalau kue ini dijual di kedaimu, pasti akan sangat laku!”

Mata Zeeta berbinar. “He? Yang benar? Kuenya benar-benar enak?” Zeeta merasa tak percaya apa yang baru saja ia dengar langsung dari teman sepantarannya ini.

“Ya, tentu saja! Ya, ‘kan, Bu?” Gerda meminta pendapat ibunya.

Grilda mendekati Zeeta, ketika ia sudah dekat, ia berlutut lalu memeluknya.

“Kau sudah berjuang dengan keras, Nak. Setelah semua hal yang kau lakukan, latihan sihir, membantu ayahmu di kedai, tetapi kau gagal ketika teman-temanmu melakukan hal mudah itu, pasti sangat sulit untukmu, bukan?” Grilda mengatakannya sambil mengelus kepala Zeeta.

“Tapi kali ini kau berhasil, kue ini adalah buktinya. Aku setuju dengan Gerda, jika kue ini dijual oleh kalian, pasti akan laku.” Grilda melonggarkan pelukannya dan melihat sosok Zeeta yang sedikit mengeluarkan air matanya.

“Uhm. Terima kasih Bibi Grilda, terima kasih Gerda, tanpa kalian aku tidak akan berhasil...," balas Zeeta, sambil menahan air matanya.

“Kalau kaubutuh bantuan lagi, bilang saja ya Zee, dengan senang hati akan kubantu!” Gerda melemparkan senyum lima jarinya.

“Baiklah!” Zeeta juga melemparkan senyumnya. “Kalau begitu, aku akan pulang sekarang. Aku sudah janji dengan ayah untuk tidak pulang terlalu sore,” sambung Zeeta ingin melepas celemeknya.

“Tunggu!" seru Grilda menghentikan Zeeta. “Bawalah beberapa kuenya dan pamerkan kepada ayahmu, dia pasti akan terkejut."

Mata Zeeta berbinar kembali. Ia sangat berharap Arthur akan terkejut dan menyukai kuenya. “Uhm, baiklah!” dengan tergesa-gesa Zeeta mengambil beberapa keping kuenya lalu membungkusnya dalam sebuah kantung plastik.

“Bibi, Gerda, terima kasih atas hari ini ya..., aku pulang dulu!” Zeeta segera berlari menuju rumahnya. Ketika ia baru saja keluar dari pintu, ia berpapasan dengan Recko dan Danny. Ia tetap berlari dan hanya menyapa mereka.

“Kami pulang!” sapa Recko dan Danny saat masuk.

“Ada perlu apa Zeeta ke sini? Kulihat dia tampak bahagia.” Danny menaruh hasil buruan mereka di atas meja khusus buruan di sebelah dapur.

Untuk menjawab pertanyaan Danny, Grilda menjelaskan apa yang terjadi.

“Jadi... karena itulah dia memutuskan untuk membuat kue, dan kami pun membantunya,” pungkas Gerda. Ia menunjukkan setengah loyang kue berwarna merah dengan bermacam bentuk.

“Apa?! Jadi kue-kue itu buatan Zeeta?! Yahuuu!” Dengan begitu riangnya Danny mengambil sekeping kue dari loyang lalu melahapnya. Sesaat setelahnya, sama seperti reaksi Grilda dan Gerda, ia juga terbelalak.

“Ada apa sampai melotot begitu?” tanya Recko terheran melihat mimik anaknya.

“Diam dan cobalah,” Grilda mengambil satu keping kue lalu memasukkannya ke dalam mulut Recko. Reaksi yang ditunjukkannya juga sama dengan yang lain.

Recko mengunyahnya dengan saksama, sementara itu Danny heboh dengan rasa kuenya.

“ENNAAAKK!” teriak Danny sampai membuat Gerda menutup telinga dengan jemarinya.

“Apa-apaan sih, kau ini? Tidak perlu berteriak juga rasanya tidak akan berubah!” ujar Gerda emosi.

“Yah... hahah ... soalnya perasaanku begitu gembira saat memakan buatannya Zeeta!” wajah bodoh Danny tampak sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Ih, najis... lagi pula, aku dan Ibu juga membantu, jadi itu bukan masakannya Zeeta saja!” Gerda semakin emosi. “Uhh... kenapa kau ini selalu seperti ini kalau sudah membahas Zeeta, sih....” Gerda akhirnya pasrah terhadap kakaknya.

......................

Zeeta akhirnya sampai di rumahnya, tepatnya di kedai A n’ Z. Dengan semangat yang masih berkobar, ia mendobrak pintu yang lantas membuat seluruh pelanggan terkejut lalu terdiam.

“Ayah! Aku berhasil membuat masakanku sendiri!” Zeeta memamerkan kantong berisi kuenya.

Pelanggan di sana yang terkejut, mendadak terdiam dan menatap Arthur. Sementara Arthur yang kebetulan sedang menaruh pesanan ke meja pelanggan, menggaruk kepalanya lalu mendekat ke Zeeta.

“Hmm? Bukankah rencanamu hari ini adalah berlatih? Juga ... lain kali jangan mendobrak pintu seperti itu.”

Arthur menyambut Zeeta lalu berjongkok di hadapannya. “Tidak sopan terhadap pelanggan, oke?”

“Ah ... uhm. Maafkan aku semuanya....” Zeeta mengatakannya dengan menatap lantai. Para pelanggan A n' Z yang rata-rata pria, menjawab Zeeta dengan senyum sumringah, rona merah di pipi, serta sebuah jempol.

“Bagus, itu baru anak Ayah.” Arthur mengelus kepala Zeeta dengan lembut. “Lalu, katakan pada Ayah, ada apa dengan latihanmu?”

“Hmm..., inilah hasil latihanku!” Zeeta kembali mengangkat kantungnya.

“Jelaskan lebih detil sambil Ayah membuatkanmu cokelat dingin. Oke?”

“Waah ... uhm!” Zeeta mengangguk lalu melemparkan senyumnya.

Tentu saja senyumannya membuat para pelanggan yang didominasi oleh pria ikut tersenyum kembali karena merasakan suatu kehangatan di hati mereka.

“Haah... kue buatan Zeeta, kah...? Aku ingin mencicipinya...,” gumaman seorang pelanggan terdengar telinga Arthur.

Arthur lantas membanting meja dapurnya.

“Kalian para pria bau keringat... ingin makan kue buatan anakku yang masih wangi, cantik, dan jelita ini...? Lewati dulu mayatku!” Arthur tersulut oleh emosi.

“Apaan, dasar pelit! Kami juga manusia, tahu!” protes seorang pelanggan.

“Benar-benar!” sambung yang lain.

“Diam!” Arthur kembali membanting mejanya. Lantas semua pelanggannya pun ikut hening.

“Sudah sudah Ayah... jangan terlalu galak.... Tapi maaf ya semuanya, aku tidak punya cukup kue untuk kalian, jadi jika Ayah mengizinkan, aku akan membuatnya lagi lain kali... boleh?” Zeeta menatap bolak-balik Arthur dan pelanggannya.

“Ya!”

“Tidak!”

Arthur yang menolak dan para pelanggan yang menerima, menjawabnya bersamaan.

“Begitu ya... kalau kalian tidak bisa akur, lebih baik kumakan sendiri!” Zeeta beranjak ke lantai atas sambil membawa kantung kuenya.

“Haah...” Arthur menghela napasnya. “Tunggu, Zee. Karena ini hasil latihanmu, kau juga perlu pendapat orang lain....” Arthur menyerah dengan egonya.

“Hehe... aku sayang Ayah!” Zeeta berlari lalu memeluk ayahnya.

Sama seperti keluarga Recko, mereka yang ada di kedai saat ini, selain Zeeta, berkomentar hal yang sama, yaitu dingin dan enak, lalu rasa manis dari renjie-nya terasa begitu kuat. Tetapi, setelah Arthur mendengar bahwa Zeeta tetap gagal meskipun telah melakukan apa yang ia ajarkan, ia kembali dibuat heran.

“Tidak mungkin bisa begitu... bahkan anak-anak desa saja bisa menggunakan cara itu ... kalau dipikir-pikir, aku belum pernah melihat dia mengeluarkan sihir yang membutuhkan mana lebih banyak... aku harus cari tahu itu besok,” batin Arthur sambil memandangi kuenya.

“Ada apa, Yah? Apa rasanya memang tidak enak?” tanya Zeeta sambil memiringkan kepala.

“Tidak tidak... ini enak, kok. Kau berbakat untuk memasak, Nak.” Arthur tersenyum.

“Terima kasih, Ayah!” Zeeta membalasnya dengan senyuman juga.

Rasa manis dari kerja keras telah dirasakan oleh Zeeta. Dirinya yang sebenarnya mudah menyerah tetap merasakan keinginan kuat untuk bisa berhasil menuju apa yang benar-benar diinginkannya. Meskipun hasilnya tak benar-benar sesuai seperti apa yang diinginkannya, Zeeta sangat puas dan senang akan buah manis yang ia dapatkan.

Terpopuler

Comments

anggita

anggita

Geilda,, Gerda,, 😱

2021-06-26

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Kehidupan Baru
3 Sihir
4 Peri
5 Impiannya
6 Buah dari Kerja Keras
7 Keinginan yang Muncul dari Kesempatan
8 Musim Semi yang Pedih
9 Dunia Asing
10 Wewenang atau Kekerasan?
11 Malam Sebelum Badai (1/2)
12 Malam Sebelum Badai (2/2)
13 Bangsawan Meja Bundar
14 Negeri yang Indah nan Kotor
15 Kewajiban Sang Putri (1/2)
16 Kewajiban Sang Putri (2/2)
17 Tuan Putri ke Ibu Kota
18 Sang Elf, Aria
19 Zeeta Aurora XXI
20 Eksekusi Mati
21 Langkah Awalnya
22 NAMAKU ADALAH ZEETA!
23 Rumor dan Fakta
24 Bibit Kejahatan
25 Ingatan Manis Hellenia (1/2)
26 Ancaman
27 Ambang Keputusasaan
28 Ingatan Manis Hellenia (2/2)
29 Kekuatan yang Hanya Dimiliki Manusia
30 Layaknya Nenek, Layaknya Cucu
31 Bertemu dengan Keluarga
32 Ikatan yang Terbentuk dari Kesan
33 Mana
34 Kengerian yang Merangkak Keluar
35 Sumbu dari Sebuah Legenda
36 Yang Akan Menuntunnya
37 Catastrophe Seal
38 Hutan Misterius
39 Benih Yggdrasil
40 Misi Selanjutnya
41 Sang Roh Yggdrasil, Luna
42 Sekutu
43 Rencana Sang Putri
44 Vivid Party
45 Rencana Penyelamatan Alicia (1/2)
46 Rencana Penyelamatan Alicia (2/2)
47 Rapat Keluarga Darurat
48 Kemampuan Sihirnya Tak Terbatas
49 [Bab Pengumuman] Kedudukan Kebangsawanan Kerajaan Aurora
50 Keberadaan Ras Lain
51 Kekalahannya
52 Manusia dan Makhluk Sihir yang Bentrok
53 Kekuatan Bangsawan Utama
54 Apa yang Menjadi Janjinya
55 Eclipse, Sekutu yang Tak Terduga
56 Sebuah Misteri yang Terkuak
57 Babak Baru
58 Kerja Sama Antar Ras
59 Melangkah ke Depan (1/2)
60 Melangkah ke Depan (2/2)
61 Klutzie dan Siren
62 Latihan untuk Menyusulnya
63 Percikan Api
64 Amarah dari Sebuah Kekonyolan
65 Pertanda?
66 Kegelapan yang Melindungi
67 Peran Keluarga
68 Teman dan Cinta
69 Kunci Kotak Harta Karun
70 Sebuah Kebenaran
71 Langkah Menuju Kebebasan
72 Bersama dengan Ibu, Mendengarnya
73 Ibu dan Ayah
74 Kebebasan
75 Kerajaan yang Berlibur
76 Azure dan Desa Lapis
77 Keluarga Baru
78 Waktu Bersama Keluarga
79 Karma yang Kejam
80 Dia yang Mengawasi
81 Zeeta dan Azure
82 Kekuatan Penuh Ashley 1
83 Willmurd Louis de Dormant
84 Kekuatan Penuh Ashley 2
85 Menuju Masa yang Diramalkan
86 Dunia yang Diramalkan
87 Bersiap Diri
88 Keputusan Azure
89 Layaknya Kotak Pandora
90 Awal dari Sang Pembalas Dendam, Marianna Aurora
91 Latihan yang Keras
92 Volten Sisters
93 Latihan Bersama Volten Sisters
94 Langit di Atas Langit
95 Tanah Ephemeral
96 "Mengakhiri Dunia"
97 Ketakutan yang Dibalut oleh Harapan
98 (Bab Pengumuman) Disclaimer - Sebelum Membaca Chapter (Arc) Selanjutnya
99 (Bab Pengumuman) Daftar Rune
100 Sihir Kuno Rune
101 Kekuatan Maisie
102 Bencana Besar yang akan Menghantam
103 Pertarungan yang Sudah Dimulai
104 Segel yang Dilepas Setelah Sekian Lama
105 Bala Bantuan
106 Janji Seorang Lelaki
107 Baru Dimulai
108 Tekad Kuat Gerda
109 Sampai Tetes Darah Terakhir
110 Wasiat Ratusan Tahun
111 Harta Karun untuk Masa Depan
112 Crescent Void
113 Kepercayaan yang Tulus
114 Menuju Perjalanan Selanjutnya
115 Bertekadlah Layaknya Kupu-Kupu
116 Arti dari Seorang Pemimpin
117 Penyihir Harapan
118 Sesuatu yang Berhasil Dilindungi
119 Dia yang Kembali Beraksi
120 Kepulangannya
121 Perbedaan Level
122 Tiada Waktu 'tuk Bersantai
123 Rapat Keluarga Darurat 2
124 Kunjungan
125 Pulangnya Tuan Putri ke Rumah
126 Luka di Hati
127 Hubungan Adik dan Kakak
128 Arti Sebuah Kerajaan
129 Menuju Kerajaan Nebula 1/3
130 Menuju Kerajaan Nebula 2/3
131 Menuju Kerajaan Nebula 3/3
132 Kedatangan Azure
133 Masa Lalu Suzy
134 Gugurnya Sebuah Harapan
135 Cinta Seorang Kakek
136 Perjuangannya
137 Ifrit Sang Api
138 Amarah
139 Ifrit vs. Ashley 1
140 Ifrit vs. Ashley 2
141 Jötunnheim dan Fyrriheim
142 Terdampar di Dunia Lampau, Fyrriheim
143 Klutzie vs. Jewel
144 Si Pelayan Klasik, Asteria
145 Identitas Sang Pria Misterius yang Mematikan, L'arc Darnmite
146 Rahasia Fyrriheim, Sebuah Dunia Lampau
147 Turning Point 1
148 Arti dari Hidup, Sebuah Awal dari Aurora
149 Sirkuit Sihir
150 Rencana Para Elf
151 Pertahanan Seluruh Tenaga demi Rakyat
152 Menuju Babak Selanjutnya
153 Pohon Chronos
154 Pertanggungjawaban yang Pantas
155 Penyesalan
156 Janji dalam Pelarian
157 Kebencian yang Terkunci Selama 200 Tahun
158 Bersama Senyum, Ditemani Oleh Senyum
159 Kembalinya Scarlet
160 Kepercayaan Diri
161 Pertarungan yang akan Mengubah Dunia
162 Guru dan Murid yang Menanggung Kebencian Besar
163 Para Penyintas
164 Kekuatan Tersembunyi Azure
165 Gelombang Pasang
166 Saksi Hidup Sejak Ribuan Tahun Silam
167 Harapan yang Berkilau
168 Zeeta vs. Marianna 1/4
169 Menguak Paksa Masa Lalu yang Pahit
170 Ketragisan yang Harus Diakhiri
171 Menerobos Kemustahilan
172 Zeeta vs. Marianna 2/4
173 Keadilan yang Tak Disesali
174 Zeeta vs. Marianna 3/4
175 Zeeta vs. Marianna 4/4
176 Keseharian Aurora yang Kembali Damai
177 Makhluk yang Kuat pun Lemah
178 Rekan Baru
179 Tamu Pembawa Teror
180 Dinding yang Tak Mudah Dihancurkan
181 Misi Baru Aurora
182 Tersirat
183 Penyusup
184 Keberadaan Masing-Masing Tim Ekspedisi
185 Serina dan Gerda
186 Keyakinan
187 Dalam Hitungan Detik
188 Masalahnya Masing-Masing
189 Kedatangan yang Tidak Diduga
190 Kecurigaan Pandang Pertama
191 Meremehkan Lawan yang Salah
192 "Belas Kasih"
193 Menantang Kemustahilan
194 Wajah Aurora yang Tercermin dari Sang Putri
195 Kemunculan Seseorang yang Tidak Diduga
196 Mau Tidak Mau
197 Sayap Menuju Esok
198 Yang Meyakinkannya
199 Ketika Tiada yang Menyadarinya
200 Menuju Tanah Kematian
201 Tanah Tanpa Kehangatan (1/2)
202 Tanah Tanpa Kehangatan (2/2)
203 Kambing Hitam
204 Sang Pelintas Waktu
205 Amarah Lloyd
206 Gadis yang Menyembunyikan Tujuannya
207 Demi Menjawab Harapan Sang Penyihir Harapan
208 Ancaman yang Dipatahkan
209 Roh Kuno Angin, Zephyr
210 Rahasia Dunia dan Ambisi untuk Menang
211 Alasan Belle
212 Dari Kematian, Menuju Kematian, Berakhir pada Kematian
213 Persiapan Menantang Kematian
214 Harapan Palsu
215 Trauma Zeeta
216 Kemunculan Tellaura, Sang Penyihir Pengutuk Dunia
217 Dark Elf yang Tak Segan Membunuh, Jourgan
218 High Elf Maniak Pertarungan, Bellaria
219 Pertanda Ragnarok
220 Gadis Seiryuu yang Bernasib untuk Mati
221 Rahasia Dibalik Senjata Suci
222 Turning Point 2
223 Pandangan Salah Seorang Dark Elf Pada Manusia
224 Titania, Sang Keturunan Raksasa
225 Sang Raksasa Teladan, Jeanne
226 Waktunya untuk Serius!
227 Pertempuran yang Singkat
228 Dunia Impian di Dalam Dunia Terkutuk
229 Dariku, 300 Tahun yang Lalu
230 Bersama-sama
231 Datangnya Perubahan Dunia
232 Burung yang Tersangkar dan Burung yang Terburu
233 Bangsawan, Pelayan, dan Rakyat Jelata
234 Merelakan Yang Tersayang
235 Kejamnya Dunia pada Mereka
236 Awal dari Semuanya 1
237 Alasan Seorang Tellaura Hidup
238 Gigih
239 Mereka yang Hidup di Dunia yang Berbeda
240 Ketakutan
241 Jiwa yang Tersesat
242 Ingatan yang Kembali
243 Keinginan Sang Raksasa
244 Kakak-Adik dan Putri-Pembunuh
245 Malam Sebelum Petaka
246 Jebakan
247 Bulan Darah
248 Pembalasan
249 Awal dari Semuanya 2
250 Tipu Muslihat
251 Menghilangkan Siklus Kebencian
252 Dua Gadis Berambut Perak
253 Sebelum Semuanya Tak Bisa Lagi Digenggam
254 Mimpi yang Tak Lagi Dapat Digapai
255 Putri Duyung dan Penyihir Harapan
256 Penyihir Harapan dan Penyihir Bintang
257 Menuju Hari Akhir 1
258 Lautan yang Marah
259 Masa Lalu Penyihir Bintang
260 Gadis yang Kuat
261 Malam yang Gila 1
262 Permintaan Roh Kuno Air
263 Malam yang Gila 2
264 Tirta Amarta 1
265 Tirta Amarta 2
266 Tirta Amarta 3
267 Aku dan Aku yang Lain
268 Ozy dan Jeanne
269 Keseriusan Zeeta
270 Bertemunya Dua Zeeta
271 Arata Akihiro
272 Menyeret ke Dalam Lubang Berbilah Tajam
273 Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 1
274 Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 2
275 Mereka yang Menyayanginya
276 Kedatangan Sosok yang (Pernah) Berharga Untuknya
277 Dua Gerbang yang Terbuka
278 Melodi dari Neraka
279 Turning Point 3
280 Kartu Truf
281 Bangkit
282 Jatuh dalam Kegelapan
283 Secercah Harapan
284 Sejarah Nebula 1
285 Sejarah Nebula 2
286 Jangan Remehkan Gadis yang Sedang Jatuh Cinta!
287 Barghest yang Misterius
288 The Power of Love
289 Gadis yang Menjadi Dunianya
290 Cermin Seorang Penguasa yang Dikagumi
291 Pangeran Cupu (?)
292 Putri Keemasan yang Dikutuk
293 Sejarah yang Saling Terhubung
294 Pertanyaan Demi Pertanyaan
295 Kerajaan Gala
296 Mereka yang Bangkit dari Keterpurukan
297 Menciptakan Legenda
298 Hati Baja yang Tidak Dimiliki Semua Orang
299 Catastrophe Seal dan Vanadust
300 Secercah Cahaya dari Dunia
301 Apakah Ini Sebuah Tekad? Atau Hanya Tegar?
302 Buah Perjuangannya
303 Tujuan Akhir Zeeta
304 Sahabat
305 Petunjuk
306 Negeri Para Raksasa
307 Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 1
308 Fana
309 Jawaban
310 Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 2
311 Zeeta dan Luna
312 Rapat Keluarga (Bangsawan)
313 (Bab Pengumuman) Desain Karakter Zeeta (Delapan Tahun)
314 Pengorbanan Tidaklah Selalu Buruk
315 (Bab Pengumuman) Desain Karakter Danny & Gerda (9/8 Tahun)
316 Hubungan dan Ikatan
317 Wejangan
318 Keroco Kuat yang Buta Tujuan
319 Terbukanya Dua Gerbang
320 Syarat
321 Angin Zephyr
322 Ragnarok, Pertempuran Akhir Dunia
323 Tujuan Tiga Dunia yang Berbeda
324 Demi Hari Esok
325 Sang Raksasa Alpha, Fenrir
326 Seiryuu dan Penyangganya
327 Masalah Hati Arata Akihiro
328 Naga Pengecut, Nidhogg
329 Menerima Apa Adanya dan Mencintainya
330 Naga yang Nyaris Kehilangan Arahnya
331 Pengkhianatan yang Tak Bisa Dimaafkan
332 Kegelapan yang Menerangi
333 Luluh Lantaknya Bumi
334 Bala Bantuan
335 Kehancuran
336 Dirimu yang Bagaikan Cahaya Untukku
337 Pertolongan Alam Kematian
338 Pengorbanan
339 Tombak Suci Rhongomyniad
340 Pertempuran Akhir 1
341 Yang Mengerti Dirinya
342 Mewujudkan Lagi Tír na nÓg
343 Cahaya Dari Bintang
344 Naga Dan Manusia
345 Keheningan Sebelum Badai
346 Jawaban Sang Penentu Dunia
347 Zeeta Alter vs. Si Kembar Levant
348 Mereka yang Mengutuk Dunia
349 Peran Terakhir Crescent Void
350 Quaternity Grandeur
351 Rival Gadis Itu
352 Tirai Penutup
353 Sang Penyihir Harapan [END]
354 Bab Bonus - True (Happy) Ending
Episodes

Updated 354 Episodes

1
Prolog
2
Kehidupan Baru
3
Sihir
4
Peri
5
Impiannya
6
Buah dari Kerja Keras
7
Keinginan yang Muncul dari Kesempatan
8
Musim Semi yang Pedih
9
Dunia Asing
10
Wewenang atau Kekerasan?
11
Malam Sebelum Badai (1/2)
12
Malam Sebelum Badai (2/2)
13
Bangsawan Meja Bundar
14
Negeri yang Indah nan Kotor
15
Kewajiban Sang Putri (1/2)
16
Kewajiban Sang Putri (2/2)
17
Tuan Putri ke Ibu Kota
18
Sang Elf, Aria
19
Zeeta Aurora XXI
20
Eksekusi Mati
21
Langkah Awalnya
22
NAMAKU ADALAH ZEETA!
23
Rumor dan Fakta
24
Bibit Kejahatan
25
Ingatan Manis Hellenia (1/2)
26
Ancaman
27
Ambang Keputusasaan
28
Ingatan Manis Hellenia (2/2)
29
Kekuatan yang Hanya Dimiliki Manusia
30
Layaknya Nenek, Layaknya Cucu
31
Bertemu dengan Keluarga
32
Ikatan yang Terbentuk dari Kesan
33
Mana
34
Kengerian yang Merangkak Keluar
35
Sumbu dari Sebuah Legenda
36
Yang Akan Menuntunnya
37
Catastrophe Seal
38
Hutan Misterius
39
Benih Yggdrasil
40
Misi Selanjutnya
41
Sang Roh Yggdrasil, Luna
42
Sekutu
43
Rencana Sang Putri
44
Vivid Party
45
Rencana Penyelamatan Alicia (1/2)
46
Rencana Penyelamatan Alicia (2/2)
47
Rapat Keluarga Darurat
48
Kemampuan Sihirnya Tak Terbatas
49
[Bab Pengumuman] Kedudukan Kebangsawanan Kerajaan Aurora
50
Keberadaan Ras Lain
51
Kekalahannya
52
Manusia dan Makhluk Sihir yang Bentrok
53
Kekuatan Bangsawan Utama
54
Apa yang Menjadi Janjinya
55
Eclipse, Sekutu yang Tak Terduga
56
Sebuah Misteri yang Terkuak
57
Babak Baru
58
Kerja Sama Antar Ras
59
Melangkah ke Depan (1/2)
60
Melangkah ke Depan (2/2)
61
Klutzie dan Siren
62
Latihan untuk Menyusulnya
63
Percikan Api
64
Amarah dari Sebuah Kekonyolan
65
Pertanda?
66
Kegelapan yang Melindungi
67
Peran Keluarga
68
Teman dan Cinta
69
Kunci Kotak Harta Karun
70
Sebuah Kebenaran
71
Langkah Menuju Kebebasan
72
Bersama dengan Ibu, Mendengarnya
73
Ibu dan Ayah
74
Kebebasan
75
Kerajaan yang Berlibur
76
Azure dan Desa Lapis
77
Keluarga Baru
78
Waktu Bersama Keluarga
79
Karma yang Kejam
80
Dia yang Mengawasi
81
Zeeta dan Azure
82
Kekuatan Penuh Ashley 1
83
Willmurd Louis de Dormant
84
Kekuatan Penuh Ashley 2
85
Menuju Masa yang Diramalkan
86
Dunia yang Diramalkan
87
Bersiap Diri
88
Keputusan Azure
89
Layaknya Kotak Pandora
90
Awal dari Sang Pembalas Dendam, Marianna Aurora
91
Latihan yang Keras
92
Volten Sisters
93
Latihan Bersama Volten Sisters
94
Langit di Atas Langit
95
Tanah Ephemeral
96
"Mengakhiri Dunia"
97
Ketakutan yang Dibalut oleh Harapan
98
(Bab Pengumuman) Disclaimer - Sebelum Membaca Chapter (Arc) Selanjutnya
99
(Bab Pengumuman) Daftar Rune
100
Sihir Kuno Rune
101
Kekuatan Maisie
102
Bencana Besar yang akan Menghantam
103
Pertarungan yang Sudah Dimulai
104
Segel yang Dilepas Setelah Sekian Lama
105
Bala Bantuan
106
Janji Seorang Lelaki
107
Baru Dimulai
108
Tekad Kuat Gerda
109
Sampai Tetes Darah Terakhir
110
Wasiat Ratusan Tahun
111
Harta Karun untuk Masa Depan
112
Crescent Void
113
Kepercayaan yang Tulus
114
Menuju Perjalanan Selanjutnya
115
Bertekadlah Layaknya Kupu-Kupu
116
Arti dari Seorang Pemimpin
117
Penyihir Harapan
118
Sesuatu yang Berhasil Dilindungi
119
Dia yang Kembali Beraksi
120
Kepulangannya
121
Perbedaan Level
122
Tiada Waktu 'tuk Bersantai
123
Rapat Keluarga Darurat 2
124
Kunjungan
125
Pulangnya Tuan Putri ke Rumah
126
Luka di Hati
127
Hubungan Adik dan Kakak
128
Arti Sebuah Kerajaan
129
Menuju Kerajaan Nebula 1/3
130
Menuju Kerajaan Nebula 2/3
131
Menuju Kerajaan Nebula 3/3
132
Kedatangan Azure
133
Masa Lalu Suzy
134
Gugurnya Sebuah Harapan
135
Cinta Seorang Kakek
136
Perjuangannya
137
Ifrit Sang Api
138
Amarah
139
Ifrit vs. Ashley 1
140
Ifrit vs. Ashley 2
141
Jötunnheim dan Fyrriheim
142
Terdampar di Dunia Lampau, Fyrriheim
143
Klutzie vs. Jewel
144
Si Pelayan Klasik, Asteria
145
Identitas Sang Pria Misterius yang Mematikan, L'arc Darnmite
146
Rahasia Fyrriheim, Sebuah Dunia Lampau
147
Turning Point 1
148
Arti dari Hidup, Sebuah Awal dari Aurora
149
Sirkuit Sihir
150
Rencana Para Elf
151
Pertahanan Seluruh Tenaga demi Rakyat
152
Menuju Babak Selanjutnya
153
Pohon Chronos
154
Pertanggungjawaban yang Pantas
155
Penyesalan
156
Janji dalam Pelarian
157
Kebencian yang Terkunci Selama 200 Tahun
158
Bersama Senyum, Ditemani Oleh Senyum
159
Kembalinya Scarlet
160
Kepercayaan Diri
161
Pertarungan yang akan Mengubah Dunia
162
Guru dan Murid yang Menanggung Kebencian Besar
163
Para Penyintas
164
Kekuatan Tersembunyi Azure
165
Gelombang Pasang
166
Saksi Hidup Sejak Ribuan Tahun Silam
167
Harapan yang Berkilau
168
Zeeta vs. Marianna 1/4
169
Menguak Paksa Masa Lalu yang Pahit
170
Ketragisan yang Harus Diakhiri
171
Menerobos Kemustahilan
172
Zeeta vs. Marianna 2/4
173
Keadilan yang Tak Disesali
174
Zeeta vs. Marianna 3/4
175
Zeeta vs. Marianna 4/4
176
Keseharian Aurora yang Kembali Damai
177
Makhluk yang Kuat pun Lemah
178
Rekan Baru
179
Tamu Pembawa Teror
180
Dinding yang Tak Mudah Dihancurkan
181
Misi Baru Aurora
182
Tersirat
183
Penyusup
184
Keberadaan Masing-Masing Tim Ekspedisi
185
Serina dan Gerda
186
Keyakinan
187
Dalam Hitungan Detik
188
Masalahnya Masing-Masing
189
Kedatangan yang Tidak Diduga
190
Kecurigaan Pandang Pertama
191
Meremehkan Lawan yang Salah
192
"Belas Kasih"
193
Menantang Kemustahilan
194
Wajah Aurora yang Tercermin dari Sang Putri
195
Kemunculan Seseorang yang Tidak Diduga
196
Mau Tidak Mau
197
Sayap Menuju Esok
198
Yang Meyakinkannya
199
Ketika Tiada yang Menyadarinya
200
Menuju Tanah Kematian
201
Tanah Tanpa Kehangatan (1/2)
202
Tanah Tanpa Kehangatan (2/2)
203
Kambing Hitam
204
Sang Pelintas Waktu
205
Amarah Lloyd
206
Gadis yang Menyembunyikan Tujuannya
207
Demi Menjawab Harapan Sang Penyihir Harapan
208
Ancaman yang Dipatahkan
209
Roh Kuno Angin, Zephyr
210
Rahasia Dunia dan Ambisi untuk Menang
211
Alasan Belle
212
Dari Kematian, Menuju Kematian, Berakhir pada Kematian
213
Persiapan Menantang Kematian
214
Harapan Palsu
215
Trauma Zeeta
216
Kemunculan Tellaura, Sang Penyihir Pengutuk Dunia
217
Dark Elf yang Tak Segan Membunuh, Jourgan
218
High Elf Maniak Pertarungan, Bellaria
219
Pertanda Ragnarok
220
Gadis Seiryuu yang Bernasib untuk Mati
221
Rahasia Dibalik Senjata Suci
222
Turning Point 2
223
Pandangan Salah Seorang Dark Elf Pada Manusia
224
Titania, Sang Keturunan Raksasa
225
Sang Raksasa Teladan, Jeanne
226
Waktunya untuk Serius!
227
Pertempuran yang Singkat
228
Dunia Impian di Dalam Dunia Terkutuk
229
Dariku, 300 Tahun yang Lalu
230
Bersama-sama
231
Datangnya Perubahan Dunia
232
Burung yang Tersangkar dan Burung yang Terburu
233
Bangsawan, Pelayan, dan Rakyat Jelata
234
Merelakan Yang Tersayang
235
Kejamnya Dunia pada Mereka
236
Awal dari Semuanya 1
237
Alasan Seorang Tellaura Hidup
238
Gigih
239
Mereka yang Hidup di Dunia yang Berbeda
240
Ketakutan
241
Jiwa yang Tersesat
242
Ingatan yang Kembali
243
Keinginan Sang Raksasa
244
Kakak-Adik dan Putri-Pembunuh
245
Malam Sebelum Petaka
246
Jebakan
247
Bulan Darah
248
Pembalasan
249
Awal dari Semuanya 2
250
Tipu Muslihat
251
Menghilangkan Siklus Kebencian
252
Dua Gadis Berambut Perak
253
Sebelum Semuanya Tak Bisa Lagi Digenggam
254
Mimpi yang Tak Lagi Dapat Digapai
255
Putri Duyung dan Penyihir Harapan
256
Penyihir Harapan dan Penyihir Bintang
257
Menuju Hari Akhir 1
258
Lautan yang Marah
259
Masa Lalu Penyihir Bintang
260
Gadis yang Kuat
261
Malam yang Gila 1
262
Permintaan Roh Kuno Air
263
Malam yang Gila 2
264
Tirta Amarta 1
265
Tirta Amarta 2
266
Tirta Amarta 3
267
Aku dan Aku yang Lain
268
Ozy dan Jeanne
269
Keseriusan Zeeta
270
Bertemunya Dua Zeeta
271
Arata Akihiro
272
Menyeret ke Dalam Lubang Berbilah Tajam
273
Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 1
274
Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 2
275
Mereka yang Menyayanginya
276
Kedatangan Sosok yang (Pernah) Berharga Untuknya
277
Dua Gerbang yang Terbuka
278
Melodi dari Neraka
279
Turning Point 3
280
Kartu Truf
281
Bangkit
282
Jatuh dalam Kegelapan
283
Secercah Harapan
284
Sejarah Nebula 1
285
Sejarah Nebula 2
286
Jangan Remehkan Gadis yang Sedang Jatuh Cinta!
287
Barghest yang Misterius
288
The Power of Love
289
Gadis yang Menjadi Dunianya
290
Cermin Seorang Penguasa yang Dikagumi
291
Pangeran Cupu (?)
292
Putri Keemasan yang Dikutuk
293
Sejarah yang Saling Terhubung
294
Pertanyaan Demi Pertanyaan
295
Kerajaan Gala
296
Mereka yang Bangkit dari Keterpurukan
297
Menciptakan Legenda
298
Hati Baja yang Tidak Dimiliki Semua Orang
299
Catastrophe Seal dan Vanadust
300
Secercah Cahaya dari Dunia
301
Apakah Ini Sebuah Tekad? Atau Hanya Tegar?
302
Buah Perjuangannya
303
Tujuan Akhir Zeeta
304
Sahabat
305
Petunjuk
306
Negeri Para Raksasa
307
Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 1
308
Fana
309
Jawaban
310
Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 2
311
Zeeta dan Luna
312
Rapat Keluarga (Bangsawan)
313
(Bab Pengumuman) Desain Karakter Zeeta (Delapan Tahun)
314
Pengorbanan Tidaklah Selalu Buruk
315
(Bab Pengumuman) Desain Karakter Danny & Gerda (9/8 Tahun)
316
Hubungan dan Ikatan
317
Wejangan
318
Keroco Kuat yang Buta Tujuan
319
Terbukanya Dua Gerbang
320
Syarat
321
Angin Zephyr
322
Ragnarok, Pertempuran Akhir Dunia
323
Tujuan Tiga Dunia yang Berbeda
324
Demi Hari Esok
325
Sang Raksasa Alpha, Fenrir
326
Seiryuu dan Penyangganya
327
Masalah Hati Arata Akihiro
328
Naga Pengecut, Nidhogg
329
Menerima Apa Adanya dan Mencintainya
330
Naga yang Nyaris Kehilangan Arahnya
331
Pengkhianatan yang Tak Bisa Dimaafkan
332
Kegelapan yang Menerangi
333
Luluh Lantaknya Bumi
334
Bala Bantuan
335
Kehancuran
336
Dirimu yang Bagaikan Cahaya Untukku
337
Pertolongan Alam Kematian
338
Pengorbanan
339
Tombak Suci Rhongomyniad
340
Pertempuran Akhir 1
341
Yang Mengerti Dirinya
342
Mewujudkan Lagi Tír na nÓg
343
Cahaya Dari Bintang
344
Naga Dan Manusia
345
Keheningan Sebelum Badai
346
Jawaban Sang Penentu Dunia
347
Zeeta Alter vs. Si Kembar Levant
348
Mereka yang Mengutuk Dunia
349
Peran Terakhir Crescent Void
350
Quaternity Grandeur
351
Rival Gadis Itu
352
Tirai Penutup
353
Sang Penyihir Harapan [END]
354
Bab Bonus - True (Happy) Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!