Kewajiban Sang Putri (1/2)

Ashley sampai di kediaman Rowing setelah menggunakan sihir teleportasinya. Ketika ia di sana, asap putih tebal menghalangi indera penglihatannya. Ia sampai tak kurang dari satu menit setelah ledakan mana Zeeta. Ashley masih belum mengetahui bahwa ledakan berbentuk pilar itu berasal dari mana milik Zeeta. Ia terus mencari Zeeta dengan terus memanggil namanya dibalik asap tersebut.

“Si-siapa yang memanggil itu?” suara yang terdengar bergemetar ketakutan itu terdengar oleh Ashley. Ia segera berlari menuju sumber suaranya.

Ketika Ashley mendapati wujud Zeeta, hatinya langsung terasa teriris. Sosok Zeeta yang penuh lecet, air mata yang tak berhenti menghujani pipi, serta raut wajah yang ketakutan sambil menahan kepala seorang anak lebih tua darinya yang tengah tak sadarkan diri di atas pahanya.

“Tenang, Nak. Aku Ashley, aku adalah guru sihir ibumu.” Ashley berusaha mendekati Zeeta tetapi ia dihindari.

“A-aku ... aku tidak ingin melukai siapapun lagi, jangan dekati aku....” wajahnya yang tampak benar-benar ketakutan hanya bisa mencengkeram baju Azure yang terkapar lemas.

“Aku benci bangsawan... aku tidak mau bertemu bangsawan lagi ... ayah ... ayah maaf... maaf aku tak bisa menepati janjiku....” mental Zeeta yang sedang tidak pasti membuatnya jatuh pingsan.

“Nak...!? Zeeta!?” Ashley segera memeriksa keadaan Zeeta. “Ah, panas sekali...,” katanya setelah memegang tubuhnya. Ashley segera tanggap, ia membuka blazer­-nya untuk menyelimuti tubuh Zeeta lalu ia membuat awan seukuran tubuh Zeeta untuk menghembuskan udara sejuk di atas Zeeta, lalu ia juga membuat kain kompres untuk dahi Zeeta dengan sihirnya.

“Anak inikah yang bernama Azure?” Ashley juga memeriksa keadaan Azure yang terbaring di sebelah kiri Zeeta. “Ia hanya pingsan, tetapi lubang di pakaiannya ini ... jika hanya ada bekas di pakaiannya, apa Zeeta yang menyembuhkan luka di tubuhnya? Lalu, tanggapan Zeeta setelah melihatku... Rowing masih bertindak gila meskipun dia berhadapan dengan Tuan Putri?” Ashley kembali menggeletakkan Azure di tanah dan mencari keberadaan Rowing dengan sihirnya.

Setelah mendapati Rowing yang berada tak jauh darinya, ia juga dapat memastikan bahwa satu keluarga bangsawan itu pingsan meskipun mengalami beberapa luka. Ia juga terkejut dengan kondisi Garren dan Emma yang masih sedikit tampak seperti tengkorak hidup.

“Jadi begitu, ya. Ledakan itu berasal dari mana Zeeta yang tiba-tiba membesar dan tak mampu ia bendung. Tapi... jika begitu, anak ini....

"Selain itu, meskipun semua yang ada di dekatnya jatuh pingsan, tak ada nyawa mereka yang terancam setelah menerima ledakan itu ... bagaimana dengan penduduk kota sebelah?” Ashley segera menteleportasi sebuah botol serbuk sihir dari kediamannya ke genggaman tangannya.

Botol tersebut berisi serbuk sihir berwarna hijau gelap disertai kemerlap. Ia mengocoknya lalu melemparnya. Dari serbuk yang kemudian membentuk layaknya peta khusus kota tersebut, Ashley dapat melihat kondisi kesehatan dan mental orang-orang melalui titik-titik yang tersebar. Merah berarti gawat, biru berarti aman, dan semua titik itu berwarna biru.

“Apa-apaan?” Ashley terheran-heran sendiri. Ia tak habis pikir, bagaimana bisa dengan daya ledak yang bisa dilihat hingga ibukota kerajaan, tak ada korban nyawa atau luka parah sama sekali.

Tak lama kemudian, tiga bangsawan utama lain hadir menyusul dengan sihir teleportasi. Tak ada satupun di antara mereka yang bisa memahami bagaimana ledakan mana itu bisa terjadi setelah mendapat penjelasan dari Ashley atas apa yang mereka lihat di dalam selimut asap putih ini.

“Meskipun begitu, kita harus bernapas lega bahwa Tuan Putri selamat dan kita harus segera merawatnya,” kata Hellen.

“Ya, kau benar. Tapi dia masih belum siap untuk benar-benar menjadi Tuan Putri,” tukas Ashley kemudian menceritakan apa yang terjadi.

......................

“Aku mengerti, itu tidak bisa dihindari. Tetapi Grand Duchess, lantas apa yang harus kita lakukan?” kata Willmurd bertanya.

“Sejak awal ini terjadi karena semua hal terlalu mendadak untuknya. Untuk sekarang, kita harus memulihkan mental dan lukanya di kediamanku. Dia butuh seseorang untuk menjelaskan dan membuatnya merasa tenang kembali, dan orang itu adalah ayah angkatnya.”

“Disaat seperti ini, jika ibu kandungnya masih bersamanya...,” gumam Porte.

“Grand Duchess, masalah di sini biar kami yang urus. Anda sebaiknya segera membawa Tuan Putri,” kata Hellen memberi saran.

“Baiklah. Kuserahkan pada kalian.” Setuju atas saran Hellen, Ashley pulang ke kediamannya bersama Zeeta melalui teleportasinya dan menyerahkan Azure pada bangsawan-bangsawan itu..

......................

“Jujur saja sesaat setelah aku sampai di sini, aku merasa merinding,” kata Hellen tiba-tiba sambil mengurung satu keluarga bangsawan itu di dalam sebuah kotak hijau transparan dengan sihirnya, setelah ia mengamankan Azure dengan tandu sihir berwarna hijau. Tandu tersebut terus menerus melayang di udara. “Tekanan mana yang kurasa itu... tak kusangka berasal dari Tuan Putri,” sambungnya.

“Ini hanya dugaanku, jika Tuan Putri memang memiliki mana yang bahkan membuat bangsawan merinding, itu berarti....” Porte menduga-duga sambil memeriksa apakah ada korban lain di sekitar mereka dengan sihir kristalnya.

“Kau benar, Count Porte. Di usiaku yang telah menginjak enam puluh tujuh tahun ini, aku bisa dengan yakin mengatakan ... Tuan Putri Zeeta dicintai oleh mana alam.” Willmurd juga mengambil tindakan dengan menghilangkan asap putih itu melalui tebasan pedang Rapier yang ia bawa.

“Seolah-olah legenda penyihir itu terjadi padanya.” Hellen merasa bersimpati.

“Itu berarti kita tidak boleh asal mengambil keputusan secara sepihak, bisa-bisa kita justru membawa akhir dunia tanpa disadari,” sahut Porte.

“Tapi, meskipun langkah yang kita ambil selalu mewaspadai akhir tersebut, kita tidak akan tahu apakah ramalan Ratu Peri tetap ada di jalur yang sama atau tidak,” balas Hellen.

“Untuk sekarang, mari lakukan apa yang kita bisa. Tuan Putri ternyata jauh lebih membutuhkan dukungan dari yang kuduga. Dengan kondisinya yang seperti itu, aku tidak yakin dia mampu menanggung tanggung jawabnya,” Willmurd juga ikut dalam percakapan.

“Count Porte, kuserahkan sisanya padamu. Hal seperti ini adalah wilayah keahlianmu, bukan? Aku akan membawa anak ini kembali ke kediamanku lalu membawa Rowing ke penjara. Setelah itu aku akan melapor pada Grand Duchess bersama Kek Will." Pinta Hellen yang memiliki kekuasaan lebih tinggi dari Porte dan Willmurd.

"Ohoho. Apakah kau mengejekku, Nona Hellen?" Willmurd membuat senyuman palsunya.

"Ahahah. Tidak tidak, tentu saja tidak." Hellen juga menunjukkan senyuman buatannya.

“Se-serahkan saja padaku. Aku akan melakukan yang terbaik." Porte mengiyakan permintaan dua bangsawan itu.

"Tentu saja kau harus melakukan yang terbaik, Count Porte! Jika tidak ...." Hellen seperti mengancam Porte.

'DHUWAK!'

Willmurd menampar kepala Hellen dengan buku tangannya yang dikepalkan.

"Aw! Sakit tahu! Aku hanya bercanda!" tukas Hellen.

"Tutup mulutmu dan berlekaslah, dasar murid tak tahu adab!" pandangan kematian muncul dari Willmurd.

"Cih, dasar tua bangka yang tidak seru!" Hellen dan Willmurd pun kembali ke ibukota sambil membawa kotak hijau transparan tersebut melalui teleportasi.

"Ahahaha... sulit dibayangkan bahwa Tuan Willmurd dan Nona Hellen adalah guru dan murid..." batin Porte tak habis pikir. "Yah, aku pun muridnya juga, sih...."

......................

Porte kembali serius pada pekerjaannya. Ia terus melanjutkan investigasi, tentu saja dibantu dengan kekuatan kristalnya.

“Dari ledakan besar itu, yang hancur berkeping-keping hanyalah kediaman utama milik Tuan Garren. Bangunan khusus prajurit dan penjara bawah tanahnya bahkan tak mengalami retak... meskipun itu ledakan, tapi fakta bahwa Tuan Putri mengendalikan ledakan itu agar tidak menyebar ... bukan sesuatu yang patut diacuhkan.” Porte berbicara sendiri sambil memegangi dagunya.

Kristal milik Porte bisa dipergunakan sebagai alat penggali informasi. Lebih tepatnya melalui tanah. Ia menumbuhkan kristal dari tanah dan kristal tersebut akan memunculkan rekaman berupa tulisan—dan terkadang layaknya rekaman gambar yang secara langsung tersimpan di kristal tersebut dan bisa diakses olehnya seorang.

“Baiklah, kalau begitu akan kumulai investigasinya dari para prajurit. Hukuman untuk Tuan Garren sudah pasti eksekusi, tapi demi rakyat juga aku tetap harus menguak setiap kejahatan yang dilakukannya.” Porte lalu berjalan menuju bangunan khusus prajurit.

......................

Saat ini, Zeeta sedang terbaring di atas kasur besar mewah yang satu set dengan atap dan tirai. Di dalam lelapnya, Zeeta seperti menyaksikan kejadian-kejadian secara acak hingga menimbulkan kembali pertanyaan, apakah kewajiban yang harus ia emban?

Melalui sudut pandangnya, ia mengunjungi berbagai macam lokasi. Diawali dari hutan belantara yang dedaunannya dominan warna merah muda, rumah-rumah kecil yang dibangun di atas batang atau di dalam pohon, dilanjutkan menuju ke kedalaman gua yang terdapat seseorang sedang berjaga di depan semacam bola air raksasa yang memusat pada satu titik, lalu ia melompat ke lokasi lain dan menemui sesosok burung hantu seukuran manusia dewasa memakai jubah sedang mengamati dunia melalui arus sungai, dan terakhir ia menuju hamparan rerumputan dan ilalang yang amat sangat luas namun memiliki pemandangan yang sangat indah.

Hamparan tersebut memiliki kemerlap biru bercahaya yang seperti menerangi lokasi tersebut. Tak hanya kemerlap biru, ia juga mendapati sesosok anak perempuan, memiliki rambut putih sepunggung, mata kanan berwarna cokelat terang, dan mata kiri berwarna biru, serta bertelinga lancip sedang melemparkan senyum kepadanya.

Lantas, setelah menyaksikan keseluruhan "mimpi" tersebut, Zeeta terbangun. Apa yang menjadi pandangan pertamanya adalah ruangan luas dan nyaman dengan kasur yang empuk, namun itu justru membuatnya rindu rumah. Zeeta merangkul kakinya dengan tangannya. “Apa itu tadi semua? Aku belum pernah lihat tempat ataupun orang-orang itu...," gumam Zeeta. “Aku ... ingin pulang...,” sambungnya masih bergumam dan hendak menjatuhkan air matanya kembali.

“Meskipun kauingin pulang, rumahku sudah tidak ada, lho....” Suara yang begitu Zeeta kenal segera membuat dirinya mendongakkan kepala.

Sosok tinggi, berbadan besar, berjanggut, berambut cokelat kehitaman panjang diikat, muncul dari balik pintu kamar. “A-Ayah?!” air mata Zeeta yang ingin jatuh gagal melaksanakan perannya. Senyum sumringah segera terbentuk dari bibirnya. Ia segera beranjak dari kasur lebar nan mewah itu dan berlari menuju dekapan ayahnya.

“Ayaaah...!” pekik Zeeta kemudian melompat dan segera dipeluk oleh Arthur. “Ayah ... Ayah maafkan aku, aku tidak bisa menepati janjiku... aku menyakiti Rowing, bahkan aku menyakiti temanku sendiri... aku ....” Untuk kesekian kalinya, air matanya tampak akan jatuh.

“Uhm. Aku tahu, Nak, aku tahu. Kau sudah berjuang dengan baik, dan Ayah bangga padamu.” Mendengarnya, Zeeta akhirnya mampu menumpahkan tangisnya dengan deras. Isak tangisnya terdengar menderu-deru layaknya ingin terbebaskan. Setelah Arthur merasa cukup untuk pelukan dan reuni hangatnya, ia kemudian berjongkok dan melepaskan dekapan pada putrinya.

“Aku... tidak cocok menjadi Tuan Putri, Yah. Aku tidak ingin menjadi Tuan Putri... aku terlalu takut. Aku takut jika aku hanya akan melukai orang-orang di sekitarku....” Zeeta sedikit menghapus air matanya setelah ia sudah sedikit tenang. “Jika Peri bernama Sylva itu tidak ada, aku pasti akan kehilangan kalian... itu berarti aku telah menyakiti kalian....” Zeeta terus menundukkan kepalanya. Ia tak berani menatap wajah ayahnya. Ia ketakutan.

Zeeta takut akan dirinya sendiri. Ia berbeda dari yang lain sejak ia tahu dia tidak sehebat teman-temannya dalam menyihir saat ia masih lima tahun. Tetapi kini, hal itu justru berbanding terbalik. Ia tahu meski tak diberitahu, bahwa seorang bangsawan sekalipun tak bisa menandingi mana miliknya yang saat ini. Ia tahu ia berbeda, tetapi ia justru takut akan hal itu. Jika perbedaan ini membuatnya ditakuti oleh banyak orang, ia merasa tidak ingin menjadi istimewa.

“Zee...,” panggil Arthur sembari mengelus lembut kepala Zeeta. “Karena tindakan isengmu saat di Hutan Peri-lah yang membuatmu memiliki hubungan dengan Peri Sylva. Hal kecil yang kau perbuat itu justru menyelamatkan semua orang di desa Lazuli. Jika kau bersedih di saat kami bahagia karena kami selamat setelah nyawa kami terancam oleh Rowing, kami semua akan ikut bersedih....

“aku bukanlah ayah kandungmu, tapi aku sangat tahu bahwa putriku Zeeta, pasti mampu melewati rintangan ini. Aku percaya bukan karena aku terlalu menaruh harapan tinggi, tapi aku percaya karena aku tahu kau pasti bisa.

“seperti yang sudah kukatakan di desa, Nak, tidak apa jika kau ingin meluangkan waktumu di desa, tetapi penuhilah terlebih dahulu kewajibanmu sebagai Tuan Putri. Kami semua di desa, akan selalu menyambutmu.”

Zeeta hanya bisa terdiam tanpa mengangkat kepalanya. “Uhm,” jawabnya sambil mengangguk.

“Nak, ini semua tidak akan terjadi apabila Rowing tidak segera menyerang desa. Ibumu Alicia juga tidak menuliskan kau harus segera menjadi Tuan Putri, bukan? Maka dari itu, kau akan berbicara dengan orang yang lebih paham tentang kewajibanmu daripada aku.” Zeeta mengangkat kepala, dan ia kembali merasa takut. Ashley datang mendekat.

“Ya ampun, padahal kau sudah tak sadarkan diri selama tiga hari, dan setelah kaubangun, kau masih menunjukkan ekspresi takut itu padaku? Hahaha....” Ashley membuat-buat tawanya, padahal ia merasa kacau di dalam.

“Beliau sangat kenal dengan ibumu. Nyonya Ashley juga tahu tentang antingmu. Apapun yang kau pertanyakan tentang identitasmu, Beliau bukanlah seseorang yang harus kautakuti,” lanjut Arthur mencoba memberi dukungan agar Zeeta tidak merasa takut. “Oh ya, orang-orang itu juga ingin bertemu denganmu. Tampaknya mereka ingin berbicara banyak denganmu, jadi aku akan keluar sebentar dan memberi tahu warga lain jika kau sudah siuman, oke?”

Merasa tak ada pilihan, Zeeta mengatur napasnya. “Huuuuppp....” Zeeta menarik napasnya dalam-dalam. “Haaaaah....” Dilanjutkan dengan hela panjang napasnya. “Oke, aku siap!” Zeeta mengacungkan jempol kirinya.

“Hahaha, itu baru Zeeta. Baiklah kalau begitu, daah.” Arthur pun beranjak dari sana.

“Kau memiliki Ayah yang hebat ya, Nak!” Ashley melemparkan senyumnya.

“Uhm! Tapi....” Mendengar ini, Ashley paham apa yang dimaksud Zeeta.

“Meskipun dia bukan ayah kandungmu, dia tetap keluargamu, bukan? Tak apa. Banggalah karena kau memiliki keluarga sebaiknya!” Ashley meyakinkan Zeeta agar tak terganggu oleh hubungan darahnya dengan Arthur.

“Nyonya Ashley benar, Zee! Kau tidak bisa terus menerus merasa sedih, itu tidak mencerminkan seorang Tuan Putri!” Azure datang secara dramatis. Pakaian lusuhnya kini telah berubah cantik, ia memakai dress putih sepanjang lututnya dan berlengan panjang hingga pergelangan tangan. Rambutnya pun juga telah ditata dengan baik. Ia tampak seperti bangsawan yang sangat jelita.

“Kak Azure! Kau baik-baik saja?!” Zeeta segera berlari dan memeluknya.

“Hahaha... uhm. Itu semua karena kau, Zee. Terima kasih, ya.” Azure mengelus kepala Zeeta, ia sedikit tertawa menanggapi tindakan Zeeta yang segera memeluknya itu. “Luka yang kuterima dari Bastanil seharusnya sangat fatal untukku. Tepat setelah dia melukaiku, aku kehilangan napasku, tetapi anak ini... dia menyelamatkanku,” batin Azure ditengah senyumnya.

“Hueh...?” Zeeta tak mengerti apa yang Azure maksud.

“Tu-Tuan Putri! Aku sangat lega Anda baik-baik saja!” Marcus menampakkan diri dengan memberi hormat dan mengucurkan tangis bahagianya.

“E-eeeeh? Bu-bukankah aku sudah melakukan kesalahan? Apa yang terjadi? Seingatku aku membuat semua orang tak sadarkan diri... kukira semua orang....” Apa yang ia pikir sesaat setelah ia tahu seperti apa besar kekuatannya, ternyata keliru.

“Apa? Kaupikir kami ini mati?! Berani-beraninya kau menganggap perempuan tangguh sepertiku mati hanya karena anak kecil delapan tahun sepertimu?!” Azure mencoba mengalihkan pikiran Zeeta dari perasaan bersalahnya dengan bersikap seperti ini.

“Ma-maaf... tapi aku tidak tahu....”

“Hei.” Azure menyentil pelan dahi Zeeta.

“Aw ... a-apa?” Zeeta memegangi dahinya.

“Hentikan itu. Kau tidak perlu meminta maaf untuk hal-hal kecil seperti itu.”

“Ba-baik, Kak....”

“Bagus.” Azure menunjukkan senyum bangga layaknya kakak perempuan telah berhasil mendidik adik perempuannya.

“Nah, kalau begitu, Zeeta, ikut aku. Kau sudah bisa berjalan, bukan?” tanya Ashley memastikan.

“U-Uhm. Itu semua karena kasur empuknya, terima kasih sudah merawatku.” Zeeta menunjukkan hormatnya yang keliru dengan menundukkan setengah badannya.

“Haahh... sepertinya aku harus mulai mengajarimu dari tata cara bersikap seorang Tuan Putri, ya....” Ashley menghela napasnya. “Yah, masalah itu singkirkan dulu. Zeeta, aku akan menunjukkan siapa ibumu. Dengan begitu, kau akan tahu apa kemiripanmu dengan ibumu, dan lantas kau akan tahu apa kewajibanmu.” Ashley kemudian menggandeng Zeeta.

“Ba-baiklah....” Zeeta mengikuti Ashley entah kemana tujuan yang mereka tuju.

Episodes
1 Prolog
2 Kehidupan Baru
3 Sihir
4 Peri
5 Impiannya
6 Buah dari Kerja Keras
7 Keinginan yang Muncul dari Kesempatan
8 Musim Semi yang Pedih
9 Dunia Asing
10 Wewenang atau Kekerasan?
11 Malam Sebelum Badai (1/2)
12 Malam Sebelum Badai (2/2)
13 Bangsawan Meja Bundar
14 Negeri yang Indah nan Kotor
15 Kewajiban Sang Putri (1/2)
16 Kewajiban Sang Putri (2/2)
17 Tuan Putri ke Ibu Kota
18 Sang Elf, Aria
19 Zeeta Aurora XXI
20 Eksekusi Mati
21 Langkah Awalnya
22 NAMAKU ADALAH ZEETA!
23 Rumor dan Fakta
24 Bibit Kejahatan
25 Ingatan Manis Hellenia (1/2)
26 Ancaman
27 Ambang Keputusasaan
28 Ingatan Manis Hellenia (2/2)
29 Kekuatan yang Hanya Dimiliki Manusia
30 Layaknya Nenek, Layaknya Cucu
31 Bertemu dengan Keluarga
32 Ikatan yang Terbentuk dari Kesan
33 Mana
34 Kengerian yang Merangkak Keluar
35 Sumbu dari Sebuah Legenda
36 Yang Akan Menuntunnya
37 Catastrophe Seal
38 Hutan Misterius
39 Benih Yggdrasil
40 Misi Selanjutnya
41 Sang Roh Yggdrasil, Luna
42 Sekutu
43 Rencana Sang Putri
44 Vivid Party
45 Rencana Penyelamatan Alicia (1/2)
46 Rencana Penyelamatan Alicia (2/2)
47 Rapat Keluarga Darurat
48 Kemampuan Sihirnya Tak Terbatas
49 [Bab Pengumuman] Kedudukan Kebangsawanan Kerajaan Aurora
50 Keberadaan Ras Lain
51 Kekalahannya
52 Manusia dan Makhluk Sihir yang Bentrok
53 Kekuatan Bangsawan Utama
54 Apa yang Menjadi Janjinya
55 Eclipse, Sekutu yang Tak Terduga
56 Sebuah Misteri yang Terkuak
57 Babak Baru
58 Kerja Sama Antar Ras
59 Melangkah ke Depan (1/2)
60 Melangkah ke Depan (2/2)
61 Klutzie dan Siren
62 Latihan untuk Menyusulnya
63 Percikan Api
64 Amarah dari Sebuah Kekonyolan
65 Pertanda?
66 Kegelapan yang Melindungi
67 Peran Keluarga
68 Teman dan Cinta
69 Kunci Kotak Harta Karun
70 Sebuah Kebenaran
71 Langkah Menuju Kebebasan
72 Bersama dengan Ibu, Mendengarnya
73 Ibu dan Ayah
74 Kebebasan
75 Kerajaan yang Berlibur
76 Azure dan Desa Lapis
77 Keluarga Baru
78 Waktu Bersama Keluarga
79 Karma yang Kejam
80 Dia yang Mengawasi
81 Zeeta dan Azure
82 Kekuatan Penuh Ashley 1
83 Willmurd Louis de Dormant
84 Kekuatan Penuh Ashley 2
85 Menuju Masa yang Diramalkan
86 Dunia yang Diramalkan
87 Bersiap Diri
88 Keputusan Azure
89 Layaknya Kotak Pandora
90 Awal dari Sang Pembalas Dendam, Marianna Aurora
91 Latihan yang Keras
92 Volten Sisters
93 Latihan Bersama Volten Sisters
94 Langit di Atas Langit
95 Tanah Ephemeral
96 "Mengakhiri Dunia"
97 Ketakutan yang Dibalut oleh Harapan
98 (Bab Pengumuman) Disclaimer - Sebelum Membaca Chapter (Arc) Selanjutnya
99 (Bab Pengumuman) Daftar Rune
100 Sihir Kuno Rune
101 Kekuatan Maisie
102 Bencana Besar yang akan Menghantam
103 Pertarungan yang Sudah Dimulai
104 Segel yang Dilepas Setelah Sekian Lama
105 Bala Bantuan
106 Janji Seorang Lelaki
107 Baru Dimulai
108 Tekad Kuat Gerda
109 Sampai Tetes Darah Terakhir
110 Wasiat Ratusan Tahun
111 Harta Karun untuk Masa Depan
112 Crescent Void
113 Kepercayaan yang Tulus
114 Menuju Perjalanan Selanjutnya
115 Bertekadlah Layaknya Kupu-Kupu
116 Arti dari Seorang Pemimpin
117 Penyihir Harapan
118 Sesuatu yang Berhasil Dilindungi
119 Dia yang Kembali Beraksi
120 Kepulangannya
121 Perbedaan Level
122 Tiada Waktu 'tuk Bersantai
123 Rapat Keluarga Darurat 2
124 Kunjungan
125 Pulangnya Tuan Putri ke Rumah
126 Luka di Hati
127 Hubungan Adik dan Kakak
128 Arti Sebuah Kerajaan
129 Menuju Kerajaan Nebula 1/3
130 Menuju Kerajaan Nebula 2/3
131 Menuju Kerajaan Nebula 3/3
132 Kedatangan Azure
133 Masa Lalu Suzy
134 Gugurnya Sebuah Harapan
135 Cinta Seorang Kakek
136 Perjuangannya
137 Ifrit Sang Api
138 Amarah
139 Ifrit vs. Ashley 1
140 Ifrit vs. Ashley 2
141 Jötunnheim dan Fyrriheim
142 Terdampar di Dunia Lampau, Fyrriheim
143 Klutzie vs. Jewel
144 Si Pelayan Klasik, Asteria
145 Identitas Sang Pria Misterius yang Mematikan, L'arc Darnmite
146 Rahasia Fyrriheim, Sebuah Dunia Lampau
147 Turning Point 1
148 Arti dari Hidup, Sebuah Awal dari Aurora
149 Sirkuit Sihir
150 Rencana Para Elf
151 Pertahanan Seluruh Tenaga demi Rakyat
152 Menuju Babak Selanjutnya
153 Pohon Chronos
154 Pertanggungjawaban yang Pantas
155 Penyesalan
156 Janji dalam Pelarian
157 Kebencian yang Terkunci Selama 200 Tahun
158 Bersama Senyum, Ditemani Oleh Senyum
159 Kembalinya Scarlet
160 Kepercayaan Diri
161 Pertarungan yang akan Mengubah Dunia
162 Guru dan Murid yang Menanggung Kebencian Besar
163 Para Penyintas
164 Kekuatan Tersembunyi Azure
165 Gelombang Pasang
166 Saksi Hidup Sejak Ribuan Tahun Silam
167 Harapan yang Berkilau
168 Zeeta vs. Marianna 1/4
169 Menguak Paksa Masa Lalu yang Pahit
170 Ketragisan yang Harus Diakhiri
171 Menerobos Kemustahilan
172 Zeeta vs. Marianna 2/4
173 Keadilan yang Tak Disesali
174 Zeeta vs. Marianna 3/4
175 Zeeta vs. Marianna 4/4
176 Keseharian Aurora yang Kembali Damai
177 Makhluk yang Kuat pun Lemah
178 Rekan Baru
179 Tamu Pembawa Teror
180 Dinding yang Tak Mudah Dihancurkan
181 Misi Baru Aurora
182 Tersirat
183 Penyusup
184 Keberadaan Masing-Masing Tim Ekspedisi
185 Serina dan Gerda
186 Keyakinan
187 Dalam Hitungan Detik
188 Masalahnya Masing-Masing
189 Kedatangan yang Tidak Diduga
190 Kecurigaan Pandang Pertama
191 Meremehkan Lawan yang Salah
192 "Belas Kasih"
193 Menantang Kemustahilan
194 Wajah Aurora yang Tercermin dari Sang Putri
195 Kemunculan Seseorang yang Tidak Diduga
196 Mau Tidak Mau
197 Sayap Menuju Esok
198 Yang Meyakinkannya
199 Ketika Tiada yang Menyadarinya
200 Menuju Tanah Kematian
201 Tanah Tanpa Kehangatan (1/2)
202 Tanah Tanpa Kehangatan (2/2)
203 Kambing Hitam
204 Sang Pelintas Waktu
205 Amarah Lloyd
206 Gadis yang Menyembunyikan Tujuannya
207 Demi Menjawab Harapan Sang Penyihir Harapan
208 Ancaman yang Dipatahkan
209 Roh Kuno Angin, Zephyr
210 Rahasia Dunia dan Ambisi untuk Menang
211 Alasan Belle
212 Dari Kematian, Menuju Kematian, Berakhir pada Kematian
213 Persiapan Menantang Kematian
214 Harapan Palsu
215 Trauma Zeeta
216 Kemunculan Tellaura, Sang Penyihir Pengutuk Dunia
217 Dark Elf yang Tak Segan Membunuh, Jourgan
218 High Elf Maniak Pertarungan, Bellaria
219 Pertanda Ragnarok
220 Gadis Seiryuu yang Bernasib untuk Mati
221 Rahasia Dibalik Senjata Suci
222 Turning Point 2
223 Pandangan Salah Seorang Dark Elf Pada Manusia
224 Titania, Sang Keturunan Raksasa
225 Sang Raksasa Teladan, Jeanne
226 Waktunya untuk Serius!
227 Pertempuran yang Singkat
228 Dunia Impian di Dalam Dunia Terkutuk
229 Dariku, 300 Tahun yang Lalu
230 Bersama-sama
231 Datangnya Perubahan Dunia
232 Burung yang Tersangkar dan Burung yang Terburu
233 Bangsawan, Pelayan, dan Rakyat Jelata
234 Merelakan Yang Tersayang
235 Kejamnya Dunia pada Mereka
236 Awal dari Semuanya 1
237 Alasan Seorang Tellaura Hidup
238 Gigih
239 Mereka yang Hidup di Dunia yang Berbeda
240 Ketakutan
241 Jiwa yang Tersesat
242 Ingatan yang Kembali
243 Keinginan Sang Raksasa
244 Kakak-Adik dan Putri-Pembunuh
245 Malam Sebelum Petaka
246 Jebakan
247 Bulan Darah
248 Pembalasan
249 Awal dari Semuanya 2
250 Tipu Muslihat
251 Menghilangkan Siklus Kebencian
252 Dua Gadis Berambut Perak
253 Sebelum Semuanya Tak Bisa Lagi Digenggam
254 Mimpi yang Tak Lagi Dapat Digapai
255 Putri Duyung dan Penyihir Harapan
256 Penyihir Harapan dan Penyihir Bintang
257 Menuju Hari Akhir 1
258 Lautan yang Marah
259 Masa Lalu Penyihir Bintang
260 Gadis yang Kuat
261 Malam yang Gila 1
262 Permintaan Roh Kuno Air
263 Malam yang Gila 2
264 Tirta Amarta 1
265 Tirta Amarta 2
266 Tirta Amarta 3
267 Aku dan Aku yang Lain
268 Ozy dan Jeanne
269 Keseriusan Zeeta
270 Bertemunya Dua Zeeta
271 Arata Akihiro
272 Menyeret ke Dalam Lubang Berbilah Tajam
273 Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 1
274 Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 2
275 Mereka yang Menyayanginya
276 Kedatangan Sosok yang (Pernah) Berharga Untuknya
277 Dua Gerbang yang Terbuka
278 Melodi dari Neraka
279 Turning Point 3
280 Kartu Truf
281 Bangkit
282 Jatuh dalam Kegelapan
283 Secercah Harapan
284 Sejarah Nebula 1
285 Sejarah Nebula 2
286 Jangan Remehkan Gadis yang Sedang Jatuh Cinta!
287 Barghest yang Misterius
288 The Power of Love
289 Gadis yang Menjadi Dunianya
290 Cermin Seorang Penguasa yang Dikagumi
291 Pangeran Cupu (?)
292 Putri Keemasan yang Dikutuk
293 Sejarah yang Saling Terhubung
294 Pertanyaan Demi Pertanyaan
295 Kerajaan Gala
296 Mereka yang Bangkit dari Keterpurukan
297 Menciptakan Legenda
298 Hati Baja yang Tidak Dimiliki Semua Orang
299 Catastrophe Seal dan Vanadust
300 Secercah Cahaya dari Dunia
301 Apakah Ini Sebuah Tekad? Atau Hanya Tegar?
302 Buah Perjuangannya
303 Tujuan Akhir Zeeta
304 Sahabat
305 Petunjuk
306 Negeri Para Raksasa
307 Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 1
308 Fana
309 Jawaban
310 Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 2
311 Zeeta dan Luna
312 Rapat Keluarga (Bangsawan)
313 (Bab Pengumuman) Desain Karakter Zeeta (Delapan Tahun)
314 Pengorbanan Tidaklah Selalu Buruk
315 (Bab Pengumuman) Desain Karakter Danny & Gerda (9/8 Tahun)
316 Hubungan dan Ikatan
317 Wejangan
318 Keroco Kuat yang Buta Tujuan
319 Terbukanya Dua Gerbang
320 Syarat
321 Angin Zephyr
322 Ragnarok, Pertempuran Akhir Dunia
323 Tujuan Tiga Dunia yang Berbeda
324 Demi Hari Esok
325 Sang Raksasa Alpha, Fenrir
326 Seiryuu dan Penyangganya
327 Masalah Hati Arata Akihiro
328 Naga Pengecut, Nidhogg
329 Menerima Apa Adanya dan Mencintainya
330 Naga yang Nyaris Kehilangan Arahnya
331 Pengkhianatan yang Tak Bisa Dimaafkan
332 Kegelapan yang Menerangi
333 Luluh Lantaknya Bumi
334 Bala Bantuan
335 Kehancuran
336 Dirimu yang Bagaikan Cahaya Untukku
337 Pertolongan Alam Kematian
338 Pengorbanan
339 Tombak Suci Rhongomyniad
340 Pertempuran Akhir 1
341 Yang Mengerti Dirinya
342 Mewujudkan Lagi Tír na nÓg
343 Cahaya Dari Bintang
344 Naga Dan Manusia
345 Keheningan Sebelum Badai
346 Jawaban Sang Penentu Dunia
347 Zeeta Alter vs. Si Kembar Levant
348 Mereka yang Mengutuk Dunia
349 Peran Terakhir Crescent Void
350 Quaternity Grandeur
351 Rival Gadis Itu
352 Tirai Penutup
353 Sang Penyihir Harapan [END]
354 Bab Bonus - True (Happy) Ending
Episodes

Updated 354 Episodes

1
Prolog
2
Kehidupan Baru
3
Sihir
4
Peri
5
Impiannya
6
Buah dari Kerja Keras
7
Keinginan yang Muncul dari Kesempatan
8
Musim Semi yang Pedih
9
Dunia Asing
10
Wewenang atau Kekerasan?
11
Malam Sebelum Badai (1/2)
12
Malam Sebelum Badai (2/2)
13
Bangsawan Meja Bundar
14
Negeri yang Indah nan Kotor
15
Kewajiban Sang Putri (1/2)
16
Kewajiban Sang Putri (2/2)
17
Tuan Putri ke Ibu Kota
18
Sang Elf, Aria
19
Zeeta Aurora XXI
20
Eksekusi Mati
21
Langkah Awalnya
22
NAMAKU ADALAH ZEETA!
23
Rumor dan Fakta
24
Bibit Kejahatan
25
Ingatan Manis Hellenia (1/2)
26
Ancaman
27
Ambang Keputusasaan
28
Ingatan Manis Hellenia (2/2)
29
Kekuatan yang Hanya Dimiliki Manusia
30
Layaknya Nenek, Layaknya Cucu
31
Bertemu dengan Keluarga
32
Ikatan yang Terbentuk dari Kesan
33
Mana
34
Kengerian yang Merangkak Keluar
35
Sumbu dari Sebuah Legenda
36
Yang Akan Menuntunnya
37
Catastrophe Seal
38
Hutan Misterius
39
Benih Yggdrasil
40
Misi Selanjutnya
41
Sang Roh Yggdrasil, Luna
42
Sekutu
43
Rencana Sang Putri
44
Vivid Party
45
Rencana Penyelamatan Alicia (1/2)
46
Rencana Penyelamatan Alicia (2/2)
47
Rapat Keluarga Darurat
48
Kemampuan Sihirnya Tak Terbatas
49
[Bab Pengumuman] Kedudukan Kebangsawanan Kerajaan Aurora
50
Keberadaan Ras Lain
51
Kekalahannya
52
Manusia dan Makhluk Sihir yang Bentrok
53
Kekuatan Bangsawan Utama
54
Apa yang Menjadi Janjinya
55
Eclipse, Sekutu yang Tak Terduga
56
Sebuah Misteri yang Terkuak
57
Babak Baru
58
Kerja Sama Antar Ras
59
Melangkah ke Depan (1/2)
60
Melangkah ke Depan (2/2)
61
Klutzie dan Siren
62
Latihan untuk Menyusulnya
63
Percikan Api
64
Amarah dari Sebuah Kekonyolan
65
Pertanda?
66
Kegelapan yang Melindungi
67
Peran Keluarga
68
Teman dan Cinta
69
Kunci Kotak Harta Karun
70
Sebuah Kebenaran
71
Langkah Menuju Kebebasan
72
Bersama dengan Ibu, Mendengarnya
73
Ibu dan Ayah
74
Kebebasan
75
Kerajaan yang Berlibur
76
Azure dan Desa Lapis
77
Keluarga Baru
78
Waktu Bersama Keluarga
79
Karma yang Kejam
80
Dia yang Mengawasi
81
Zeeta dan Azure
82
Kekuatan Penuh Ashley 1
83
Willmurd Louis de Dormant
84
Kekuatan Penuh Ashley 2
85
Menuju Masa yang Diramalkan
86
Dunia yang Diramalkan
87
Bersiap Diri
88
Keputusan Azure
89
Layaknya Kotak Pandora
90
Awal dari Sang Pembalas Dendam, Marianna Aurora
91
Latihan yang Keras
92
Volten Sisters
93
Latihan Bersama Volten Sisters
94
Langit di Atas Langit
95
Tanah Ephemeral
96
"Mengakhiri Dunia"
97
Ketakutan yang Dibalut oleh Harapan
98
(Bab Pengumuman) Disclaimer - Sebelum Membaca Chapter (Arc) Selanjutnya
99
(Bab Pengumuman) Daftar Rune
100
Sihir Kuno Rune
101
Kekuatan Maisie
102
Bencana Besar yang akan Menghantam
103
Pertarungan yang Sudah Dimulai
104
Segel yang Dilepas Setelah Sekian Lama
105
Bala Bantuan
106
Janji Seorang Lelaki
107
Baru Dimulai
108
Tekad Kuat Gerda
109
Sampai Tetes Darah Terakhir
110
Wasiat Ratusan Tahun
111
Harta Karun untuk Masa Depan
112
Crescent Void
113
Kepercayaan yang Tulus
114
Menuju Perjalanan Selanjutnya
115
Bertekadlah Layaknya Kupu-Kupu
116
Arti dari Seorang Pemimpin
117
Penyihir Harapan
118
Sesuatu yang Berhasil Dilindungi
119
Dia yang Kembali Beraksi
120
Kepulangannya
121
Perbedaan Level
122
Tiada Waktu 'tuk Bersantai
123
Rapat Keluarga Darurat 2
124
Kunjungan
125
Pulangnya Tuan Putri ke Rumah
126
Luka di Hati
127
Hubungan Adik dan Kakak
128
Arti Sebuah Kerajaan
129
Menuju Kerajaan Nebula 1/3
130
Menuju Kerajaan Nebula 2/3
131
Menuju Kerajaan Nebula 3/3
132
Kedatangan Azure
133
Masa Lalu Suzy
134
Gugurnya Sebuah Harapan
135
Cinta Seorang Kakek
136
Perjuangannya
137
Ifrit Sang Api
138
Amarah
139
Ifrit vs. Ashley 1
140
Ifrit vs. Ashley 2
141
Jötunnheim dan Fyrriheim
142
Terdampar di Dunia Lampau, Fyrriheim
143
Klutzie vs. Jewel
144
Si Pelayan Klasik, Asteria
145
Identitas Sang Pria Misterius yang Mematikan, L'arc Darnmite
146
Rahasia Fyrriheim, Sebuah Dunia Lampau
147
Turning Point 1
148
Arti dari Hidup, Sebuah Awal dari Aurora
149
Sirkuit Sihir
150
Rencana Para Elf
151
Pertahanan Seluruh Tenaga demi Rakyat
152
Menuju Babak Selanjutnya
153
Pohon Chronos
154
Pertanggungjawaban yang Pantas
155
Penyesalan
156
Janji dalam Pelarian
157
Kebencian yang Terkunci Selama 200 Tahun
158
Bersama Senyum, Ditemani Oleh Senyum
159
Kembalinya Scarlet
160
Kepercayaan Diri
161
Pertarungan yang akan Mengubah Dunia
162
Guru dan Murid yang Menanggung Kebencian Besar
163
Para Penyintas
164
Kekuatan Tersembunyi Azure
165
Gelombang Pasang
166
Saksi Hidup Sejak Ribuan Tahun Silam
167
Harapan yang Berkilau
168
Zeeta vs. Marianna 1/4
169
Menguak Paksa Masa Lalu yang Pahit
170
Ketragisan yang Harus Diakhiri
171
Menerobos Kemustahilan
172
Zeeta vs. Marianna 2/4
173
Keadilan yang Tak Disesali
174
Zeeta vs. Marianna 3/4
175
Zeeta vs. Marianna 4/4
176
Keseharian Aurora yang Kembali Damai
177
Makhluk yang Kuat pun Lemah
178
Rekan Baru
179
Tamu Pembawa Teror
180
Dinding yang Tak Mudah Dihancurkan
181
Misi Baru Aurora
182
Tersirat
183
Penyusup
184
Keberadaan Masing-Masing Tim Ekspedisi
185
Serina dan Gerda
186
Keyakinan
187
Dalam Hitungan Detik
188
Masalahnya Masing-Masing
189
Kedatangan yang Tidak Diduga
190
Kecurigaan Pandang Pertama
191
Meremehkan Lawan yang Salah
192
"Belas Kasih"
193
Menantang Kemustahilan
194
Wajah Aurora yang Tercermin dari Sang Putri
195
Kemunculan Seseorang yang Tidak Diduga
196
Mau Tidak Mau
197
Sayap Menuju Esok
198
Yang Meyakinkannya
199
Ketika Tiada yang Menyadarinya
200
Menuju Tanah Kematian
201
Tanah Tanpa Kehangatan (1/2)
202
Tanah Tanpa Kehangatan (2/2)
203
Kambing Hitam
204
Sang Pelintas Waktu
205
Amarah Lloyd
206
Gadis yang Menyembunyikan Tujuannya
207
Demi Menjawab Harapan Sang Penyihir Harapan
208
Ancaman yang Dipatahkan
209
Roh Kuno Angin, Zephyr
210
Rahasia Dunia dan Ambisi untuk Menang
211
Alasan Belle
212
Dari Kematian, Menuju Kematian, Berakhir pada Kematian
213
Persiapan Menantang Kematian
214
Harapan Palsu
215
Trauma Zeeta
216
Kemunculan Tellaura, Sang Penyihir Pengutuk Dunia
217
Dark Elf yang Tak Segan Membunuh, Jourgan
218
High Elf Maniak Pertarungan, Bellaria
219
Pertanda Ragnarok
220
Gadis Seiryuu yang Bernasib untuk Mati
221
Rahasia Dibalik Senjata Suci
222
Turning Point 2
223
Pandangan Salah Seorang Dark Elf Pada Manusia
224
Titania, Sang Keturunan Raksasa
225
Sang Raksasa Teladan, Jeanne
226
Waktunya untuk Serius!
227
Pertempuran yang Singkat
228
Dunia Impian di Dalam Dunia Terkutuk
229
Dariku, 300 Tahun yang Lalu
230
Bersama-sama
231
Datangnya Perubahan Dunia
232
Burung yang Tersangkar dan Burung yang Terburu
233
Bangsawan, Pelayan, dan Rakyat Jelata
234
Merelakan Yang Tersayang
235
Kejamnya Dunia pada Mereka
236
Awal dari Semuanya 1
237
Alasan Seorang Tellaura Hidup
238
Gigih
239
Mereka yang Hidup di Dunia yang Berbeda
240
Ketakutan
241
Jiwa yang Tersesat
242
Ingatan yang Kembali
243
Keinginan Sang Raksasa
244
Kakak-Adik dan Putri-Pembunuh
245
Malam Sebelum Petaka
246
Jebakan
247
Bulan Darah
248
Pembalasan
249
Awal dari Semuanya 2
250
Tipu Muslihat
251
Menghilangkan Siklus Kebencian
252
Dua Gadis Berambut Perak
253
Sebelum Semuanya Tak Bisa Lagi Digenggam
254
Mimpi yang Tak Lagi Dapat Digapai
255
Putri Duyung dan Penyihir Harapan
256
Penyihir Harapan dan Penyihir Bintang
257
Menuju Hari Akhir 1
258
Lautan yang Marah
259
Masa Lalu Penyihir Bintang
260
Gadis yang Kuat
261
Malam yang Gila 1
262
Permintaan Roh Kuno Air
263
Malam yang Gila 2
264
Tirta Amarta 1
265
Tirta Amarta 2
266
Tirta Amarta 3
267
Aku dan Aku yang Lain
268
Ozy dan Jeanne
269
Keseriusan Zeeta
270
Bertemunya Dua Zeeta
271
Arata Akihiro
272
Menyeret ke Dalam Lubang Berbilah Tajam
273
Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 1
274
Keluarga Berkekuatan Matahari, Levant 2
275
Mereka yang Menyayanginya
276
Kedatangan Sosok yang (Pernah) Berharga Untuknya
277
Dua Gerbang yang Terbuka
278
Melodi dari Neraka
279
Turning Point 3
280
Kartu Truf
281
Bangkit
282
Jatuh dalam Kegelapan
283
Secercah Harapan
284
Sejarah Nebula 1
285
Sejarah Nebula 2
286
Jangan Remehkan Gadis yang Sedang Jatuh Cinta!
287
Barghest yang Misterius
288
The Power of Love
289
Gadis yang Menjadi Dunianya
290
Cermin Seorang Penguasa yang Dikagumi
291
Pangeran Cupu (?)
292
Putri Keemasan yang Dikutuk
293
Sejarah yang Saling Terhubung
294
Pertanyaan Demi Pertanyaan
295
Kerajaan Gala
296
Mereka yang Bangkit dari Keterpurukan
297
Menciptakan Legenda
298
Hati Baja yang Tidak Dimiliki Semua Orang
299
Catastrophe Seal dan Vanadust
300
Secercah Cahaya dari Dunia
301
Apakah Ini Sebuah Tekad? Atau Hanya Tegar?
302
Buah Perjuangannya
303
Tujuan Akhir Zeeta
304
Sahabat
305
Petunjuk
306
Negeri Para Raksasa
307
Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 1
308
Fana
309
Jawaban
310
Cahaya yang Akan Bersinar Hingga Ujung Dunia 2
311
Zeeta dan Luna
312
Rapat Keluarga (Bangsawan)
313
(Bab Pengumuman) Desain Karakter Zeeta (Delapan Tahun)
314
Pengorbanan Tidaklah Selalu Buruk
315
(Bab Pengumuman) Desain Karakter Danny & Gerda (9/8 Tahun)
316
Hubungan dan Ikatan
317
Wejangan
318
Keroco Kuat yang Buta Tujuan
319
Terbukanya Dua Gerbang
320
Syarat
321
Angin Zephyr
322
Ragnarok, Pertempuran Akhir Dunia
323
Tujuan Tiga Dunia yang Berbeda
324
Demi Hari Esok
325
Sang Raksasa Alpha, Fenrir
326
Seiryuu dan Penyangganya
327
Masalah Hati Arata Akihiro
328
Naga Pengecut, Nidhogg
329
Menerima Apa Adanya dan Mencintainya
330
Naga yang Nyaris Kehilangan Arahnya
331
Pengkhianatan yang Tak Bisa Dimaafkan
332
Kegelapan yang Menerangi
333
Luluh Lantaknya Bumi
334
Bala Bantuan
335
Kehancuran
336
Dirimu yang Bagaikan Cahaya Untukku
337
Pertolongan Alam Kematian
338
Pengorbanan
339
Tombak Suci Rhongomyniad
340
Pertempuran Akhir 1
341
Yang Mengerti Dirinya
342
Mewujudkan Lagi Tír na nÓg
343
Cahaya Dari Bintang
344
Naga Dan Manusia
345
Keheningan Sebelum Badai
346
Jawaban Sang Penentu Dunia
347
Zeeta Alter vs. Si Kembar Levant
348
Mereka yang Mengutuk Dunia
349
Peran Terakhir Crescent Void
350
Quaternity Grandeur
351
Rival Gadis Itu
352
Tirai Penutup
353
Sang Penyihir Harapan [END]
354
Bab Bonus - True (Happy) Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!