Asma menghindari semua orang yg ada dirumah nya, tak terkecuali kedua orang tuanya, Membuat sang ibu begitu sedih dan merasa bersalah. Bahkan Aisyah dan Aqilah yg mencoba menenangkannya tak berhasil. Asma tidak mau berbicara dengan siapapun, ia mengurung diri di kamar, ia bahkan tak keluar makan atau sholat berjemaah, Bi Ida yg mengantarkan makanan ke kamar nya pun tak di respon oleh Asma. Membuat semua orang bingung dan frustasi, di balik sikap manja dan ke kenak kanakannya, Asma juga sedikit kerasa kepala dan tak mudah di bujuk ternyata, tentu saja, ini tentang hidup dan masa depannya.
Jam sudah menunjukkan pukul 22.00. Suasana rumah sudah mulai sepi, Asma yg tak bisa tidur pun memutuskan untuk keluar dan menikmati angin malam, ia pergi ke ayunan yg ada di halaman samping rumahnya, ia menatap bintang yg bercahaya indah di gelapnya langit malam.
"Apa yg harus ku lakukan? bagaimana aku harus menjalani hidup ku sekarang" ia bertanya tanya dalam hati. Asma mulai menggerakkan ayunan itu, sambil menutup mata dan terus mengulang pertanyaan yg sama dalam benaknya. Tapi tiba tiba, seseorang menghentikan ayunan itu, membuat Asma kesal dan saat ingin protes, ia terkejut mendapati Khadijah disana.
"Mbak...." Asma menatap Khadijah dengan tatapan bersalahnya, ia pernah membaca beberapa novel tentang cinta segitiga, dan yg pertama yg akan sangat terluka dan tersakiti. Bahkan, pada pemeran novel itu, Asma begitu bersimpati dan ikut merasakan sedih nya. Dan sekarang, ia dan Khadijah adalah pemeran dari kisah cinta Bilal.
"Duduk sini, Mbak" Asma bergeser dan memberi ruang untuk Khadijah. Asma berfikir,Khadijah pasti akan sangat tersakiti dengan kehadiran nya dalam hidup Bilal. "Mbak...aku... Aku mau minta maaf, apa yg terjadi saat ini pasti menyakiti Mbak. Aku engga pernah tahu bisa menjadi penyebab luka seorang wanita"
"Kamu engga lapar? Seharian kamu belum makan" Asma tertegun mendengar pertanyaan Khadijah, bahkan setelah menjadi orang ketiga dalam rumah tangga nya, Khadijah masih begitu baik dan perhatian. Asma menggeleng dan tersenyum kecut.
"Nanti kamu sakit kalau engga makan, Asma"
"Aku sudah sakit, Mbak. Bahkan rasanya sudah sekarat"
"Memangnya kenapa?" Asma mengerutkan keningnya dan menatap Khadijah
"Memangnya kenapa?"Ia mengulang pertanyaan Khadijah "Mbak, aku benar benar engga mau menikah apa lagi masih se muda ini. Dan aku bahkan engga pernah menyangka akan menjadi orang ketiga dalam hubungan seseorang. Ini benar benar menyakitkan. Apa yg akan orang katakan dan fikirkan tentang ku?"
"Asma.... boleh aku menceritakan kisah hidup ku?" Asma menatap Khadijah lekat lekat. ia berfikir, mungkin Khadijah akan berbagi perasaan nya yg hancur pada Asma karena dirinya dan Khadijah adalah korban Bilal. itulah yg ada dalam benaknya.
"Boleh, Mbak..." Khadijah tersenyum senang, akhirnya Asma bisa di ajak bicara, ia berharap ini akan memberikan solusi untuk mereka.
"Kamu tahu, aku sama Mas Bilal itu masih keluarga, Ibu ku sepupu dari Ibu Mas Bilal. walaupun begitu, kami tinggal di luar kota dan tidak begitu dekat dengan keluar Mas Bilal. Hingga saat usiaku 13 tahun, Kedua orang tua ku mengalami kecelakaan dan meninggal. Paman ku, Adik dari ayah ku mengangkatku sebagai anak, wasiat terkahir ayah ku pada Paman adalah memastikan kelayakan ku menjalani hidup. Aku tinggal bersama Paman dan sepupu ku, Hubab. Tapi saat usia ku 18 tahun, aku harus kembali kehilangan sosok seorang Ayah. Paman terkena serangan jantung" Asma sangat terkejut mendengar penuturan Khadijah, Khadijah telah melewati ujian yg sangat berat dalam hidup nya, itu membuat Asma semakin merasa bersalah dan juga bersimpati.
"Sebelum ajalnya tiba" Khadijah melanjutkan "Ia memanggil keluarga Ibu, yaitu keluarga Mas Bilal. Di nafas terkahir nya, ia memohon pada Paman Khalil agar mau menjaga ku dan Hubab, Paman langsung setuju, tapi ternyata ada permintaan lain dari Paman ku, dia ingin Bilal menikahi ku, karena paman ingin aku bersama orang yg benar dan bisa menjaga ku..."
"Jadi Mbak juga di jodohkan?" Asma segera memotong pembicaraan Khadijah karena terkejut mendengar kenyataan itu.
"Iya, tanpa banyak bertanya dan protes, Mas Bilal menerima permintaan paman untuk menikahi ku, saat itu Mas Bilal masih sangat muda, masih 20 tahun, sedangkan aku masih 19 tahun"
" Oh ya? Semuda itu?" Asma berseru tak percaya "Itu artinya pernikahan kalian sudah 10 tahun?" sekali lagi Khadijah mengangguk. Dan kenyataan itu, membuat Asma semakin tak habis fikir, setelah 10 tahun menikah, bagaiamana bisa Bilal masih mendua?
"Jika pernikahan kalian sudah selama itu, lalu kenapa semua ini bisa terjadi Mbak? Bukankah kalian saling mencintai?"
"Ya, aku mencintai nya, sangat mencintai nya. Apa lagi setelah menikah Mas Bilal memperlakukan dengan sangat baik, penuh cinta dan kasih sayang, membuat cinta ku semakin hari semakin besar padanya" Asma masih menjadi pendengar yang baik bagi Khadijah,ia melihat raut wajah Khadijah yg tampak sangat pucat dan lemah, membuat Asma yakin itu semua karena pernikahan kedua Bilal, yg artinya, dirinya penyebab nya.
"Dan setelah 3 tahun pernikahan kami, aku.... dokter ... dokter memvonis ku mandul" Khadijah mengucapkan nya dengan mata yg berkaca kaca, sedangkan Asma begitu terkejut dan juga sedih mendengar nya.
"Apa...Apa Karena itu, pernikahan ku terjadi?" Khadijah menggeleng, membuat Asma bingung "Jadi?"
"Meskipun tahu aku mandul, Mas Bilal tetap memperlakukan ku dengan sangat baik, seolah aku istri yg sempurna untuk nya, dia menghibur ku, dan tidak membiarkan ku sedih sedikitpun atas kemandulan ku itu"
"Lalu bagaimana semua ini masih terjadi? Apa akhir nya...dia engga...bisa menerima semua itu? dan menginginkan nya seorang istri yg bisa memberinya anak?" sekali lagi Khadijah menggeleng, membuat Asma semakin bingung.
"Itu terjadi, saat....saat...."Khadijah tak mampu lagi membendung air mata nya "saat aku di vonis kanker rahim"
Asma kembali begitu terkejut mendengar itu, hingga membuat ia hanya bisa membuka mulut lebar lebar tanpa bisa berbicara sedikitpun
"Mbak...." Asma memeluk Khadijah yg mulai sesegukan. Berharap pelukan nya bisa membuat Khadijah sedikit tenang.
"Saat itulah Asma semua ini terjadi..." Khadijah melepaskan pelukan Asma, ia berjalan beberapa langkah ke depan, mendongak dan menatap langit yg gelap. Namun cahaya bintang mengubah kegelapan itu menjadi keindahan.
"Saat itu, aku mulai merasa sedih, aku selalu berusaha untuk menjadi istri yg sempurna untuk Mas Bilal, tapi Aku engga pernah bisa, dan engga akan pernah bisa"
"Jadi, apa itu alasan kenapa dia mau menikahi ku?"
"Bukan, Asma..."Khadijah berbalik dan menatap Asma.
" Lalu apa? dia menikahi ku bukan karena menginginkan anak, bukan juga karena Mbak sakit. Lalu apa alasannya? kenapa dia menikahi seorang gadis kecil yg bahkan dia engga kenal sema sekali"
"Karena dia mencintai mu" emosi Asma kembali naik mendengar kata kata itu. Ia tak mengerti Khadijah pun mengatakan hal yg sama.
"Cinta? Cinta dari mana? Bukankah hatinya hanya mencintai mu karena kamulah istrinya, Mbak"
"Aku pun berfikir hal yg sama, Asma. Selama 9 tahun bersama, aku selalu merasa dan berfikir bahwa Mas Bilal sudah jatuh cinta padaku dan sangat mencintai ku. Tapi di hari itu, aku baru sadar, dia hanya menunjukan bahwa dia mencintai ku, karena itu adalah kewajiban nya sebagai seorang suami sementara aku punya hak untuk menerima cinta nya sebagai seorang istri "
"Maksudnya? Aku benar benar engga ngerti Mbak bicara Apa?"
"Setelah tahu aku menderita kanker, aku tahu bisa mati kapan saja, sebelum ajal ku tiba, aku ingin melaksanakan kewajiban ku sebagai seorang istri, yaitu memberikan kebahagian yg sempurna untuk suami ku, dan kebahagian yg semprna untuk seorang pria adalah pasangan yg sempurna dan keturunan. Salah satu teman ku menyarankan, agar aku mengizinkan Mas Bilal menikah lagi,dan aku mulai menjodohkan Mas Bilal dengan beberapa teman wanita ku, berharap sebelum mati, aku bisa melihat Mas Bilal bahagia dan mendapatkan seorang anak kandung"
"Ide gila apa itu, mbak?" sanggah Asma yg berfikir tindakan Khadijah berlebihan " wanita mana yg mau berbagi suami dengan wanita lain dalam alasan apapun?
"Wanita yg menginginkan surga, Asma"
"Jalan menuju surga banyak, Mbak. Bukan hanya ikhlas di poligami"
"Tapi itulah jalan surga yg ada didepanku , sebelum kamu, aku sudah berusaha menjodohkan Mas Bilal dengan beberapa wanita yg aku kenal, tapi dia selalu menolak dan tak pernah menunjukan ketertarikan nya sedikitpun pada mereka. Dan hari itu, aku mengajaknya untuk bertemu teman ku yg lain, dan di situlah dia melihat mu, restaurant Al Ajwad. dia menatap mu seperti... seperti orang yg jatuh cinta pada pandangan pertama. Bahkan, setelah 9 tahun kami bersama, dia tidak pernah memandang ku seperti itu, saat itulah aku tahu, cinta yg dia berikan kepada ku, tak lebih dari sekedar kewajiban yg ia jalankan."
"Sudah cukup, Mbak... Cukup!"Asma mengangkat tangannya dan memohon agar Khadijah tak melanjutkan kata kata nya, ia yakin itu tidak benar. Selain itu, ia tidak tega pada khadijah saat mendengar suara wanita itu sudah mulai bergetar dan air mata mulai membasahi pipi Khadijah.
"Kenapa kamu engga percaya, Asma? Itulah kenyataan nya"
"Ini engga masuk akal, aku engga tahu kapan kita bertemu, dan cerita cinta pandangan pertama itu...itu engga mungkin..."
"Itu mungkin, Asma. sudah banyak yg mengalaminya"
"Lalu bagaimana dia bisa menikahi ku? dan kenapa Abi bisa menihkanku dengan nya?"
▪️▪️▪️
Tbc....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Mudrikah Ikah
Terima cinta nya bilal asma
2024-05-24
0
Atha 😘😘
👌👌👌💪
2022-10-24
0
Sofie Ilyas Ilyas
Khadijah kamu bilang kamu pingin nyari surga.. Kamu ikhlas suami kamu berpoligami tpi mslh tasbih aj kamu cemburu.. Itu bukan lhklas namanya Khadijah klo masih memendam rasa cemburu dan iri...
2022-10-05
3