Asma mematikan laptop nya kemudian menyembunyikan nya di bawah bantal saat mendengar langkah kaki yg mendekati kamarnya, ia yakin itu pasti Ummi nya yg akan memeriksa nya apakah dia sudah tidur atau belum. Asma pun merebahkan tubuhnya dan berpura pura tidur. Tak lama pintu terbuka dan lampu pun menyala, Asma pura pura menggeliat seolah terganggu.
"Engga usah pura tidur, wong beberapa menit yg lalu WhatsApp mu masih aktif kok" Asma membuka sebelah matanya mengintip dan ternyata yg datang bukan Ummi nya melainkan Kakaknya, Adil.
Asma tetap kekeh berpura pura tidur, Adil pun menarik selimut dan menutupi sebagian tubuh Asma. Setelah itu, ia mengambil laptop Asma yg berada di bawah bantal. Ia kemudian keluar kamar setelah mematikan lampu kembali, Asma langsung bangun dan memberengut kesal karena laptop nya di ambil. Itu artinya nilai nya masih jelek. Ia pun bangkit dari ranjang, menyalakan lampu kembali dan mempelajari materi untuk ujian besok. Ia belajar hingga jatuh tertidur.
"Asma....Asma... Bangun" samar Samar Asma mendengar suara Ummi nya.
"Kenapa Ummi? Sudah subuh ya?" tanya nya dengan suara serak.
"Belum, kenapa kamu tidur di meja belajar?. Badan mu bisa pegal lho" Asma menggeliat malas kemudian ia berjalan menuju ranjang. Merebahkan diri dan menarik selimutnya.
"Asma, jangan tidur lagi. Sholat malam dulu"
"Iya... nanti" Asma menarik guling dan memeluknya. Tapi Ummi nya malah mengambil guling itu dan membuat Asma kesal.
"Sekarang, Asma. Sholat malam di mushollah, ya."
"Tapi Ummi... Asma benar benar masih ngantuk, rasanya baru beberapa menit yg lalu Asma tidur"
"Sudah jam 3. Ayo dong bangun. Berdoa di sepertiga malam itu Allah akan langsung kabulkan lho. Ya kan?"
Dengan sedikit gumaman kesal, akhirnya Asma menuruti perintah Ummi nya. Ia bangkit dari ranjang dan wudhu. Setelah merasa lebih segar, ia segera mengambil mukenna dan keluar menuju Mushola.
Sesampainya di sana, ia keheranan karena tidak ada siapapun.
Asma masuk dan menemukan seseorang yg sedang sholat di tempat Imam. Asma berjalan mendekat ingin memastikan apakah itu Kakaknya Adil atau bukan.
"Ustadz tampan ini lagi" batinnya heran kenapa Bilal bisa ada disana. Ia pun mundur dan berdiri di barisan belakang. tak lama kemudian sudah menyelesaikan sholatnya dan ia menoleh pada Asma.
"Sudah datang? Maju sini!"
"Hah?"
"Kenapa kamu selalu bilang Hah pada ku, Zahra?" bukan nya menjawab, Asma malah celengokan kanan kiri.
"Zahra, cepetan!" Bilal berkata tegas, membuat Asma pun maju satu baris.
"Lebih dekat lagi!" Bilal kembali menegaskan "Di sini!" ia menunjuk tepat di belakangnya.
"Engga. Em biar Asma di sini aja. Siapa tahu nanti Mbak Aqilah atau Mbak Aisyah datang"
"Mbak mu itu sudah pasti sholat sama suaminya, sudah cepetan maju. Jangan buang buang waktu"
Asma dengan ragu maju dan berdiri di belakang Bilal. Dalam hati ia bertanya tanya kenapa Ummi nya menyuruhnya ke Musholla sementara mereka semua pasti sholat di kamarnya masing masing.
Fikirannya buyar, saat ia mendengar Bilal yg beriqomat di lanjutkan dengan bertakbir dan memulai sholat.
Sebagai makmum, ia pun segera mengikuti Bilal.
Setelah selesai sholat, Bilal berdizkir dengan sangat khusyuk kemudian berdoa.
"Ya Allah, terimakasih atas segala yg kau berikan pada Hamba. Jadikanlah Hamba termasuk golongan orang yg selalu bersyukur akan nikmat Mu, bersabar dan ikhlas dengan ujian Mu. Dan jadikanlah Hamba selalu taat pada Mu dalam keadaan apapun.
Ya Allah... Telah bertambah nikmat Mu pada Hamba, dan telah bertambah besar pula tanggung jawab Hamba, yaitu pada istri Hamba, Asma AzZahra
Ya Allah, jadikanlah wanita yg sedang berdoa bersama Hamba ini menjadi bidadari Hamba dunia akhirat. Walaupun dia istri kedua, tapi dia adalah cinta pertama Hamba, dan Hamba sangat mencintai nya, Ya Allah...
Ya Allah... Jadikanlah kami pasangan yg Engkau Rahmati dan Engkau Ridhoi dunia akhirat. Dan berikanlah kami keturunan yang Sholeh dan Sholehah, Aamiin"
Bilal mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajahnya yg berseri, setelah penantian 3 bulan, akhirnya ia bisa melaksanakan sholat bersama istri kecilnya.
Namun ia heran karena suana begitu hening dan Asma tak bersuara sedikit pun. Bilal pun menoleh dan terkejut karena ternyata Asma sudah tertidur pulas dengan mulut sedikit terbuka di atas sejadahnya.
"Astaghfirullah... Gadis ini, bukannya berdoa malah tidur"
Bilal mengambil sorban nya, melipatnya kemudian mengangkat kepala Asma dengan sangat hati hati dan meletakkan sorban itu sebagai bantalnya.
Bilal memperhatikan wajah Asma dengan seksama, begitu cantik, polos, bak malaikat. Namun mengingat sifatnya, Bilal hanya bisa menggelengkan kepala. Bilal menunduk dan hendak mengecup Asma diam diam. Namun ia mengurungkan niatnya, berfikir bagaimana jika Asma tahu?.
Tapi melihat Asma yg begitu menggemaskan saat tertidur pulas, Bilal tak kuasa menahan diri. Ia mendaratkan kecupan sembari menutup mata. Merasakan hatinya berbunga-bunga untuk pertama kalinya.
"Ya Allah... Hamba begitu mencintai nya, dan Engkau adalah pemilik hatinya. Buatlah hati itu juga mencintai Hamba"
Bilal mengelus pipi Asma dengan sayang. Setelah itu pergi mengambil wudhu karena ia ingin membaca Quran sembari menunggu sholat subuh.
Bilal kembali ke musholla dan mengambil mushaf, ia duduk di samping Asma dan membaca nya dengan tenang.
Sesekali ia mengelus kepala Asma saat gadis itu bergerak tidak nyaman dengan posisi tidurnya.
Bilal baru berhenti membaca Al Qur'an setelah terdengar adzan berkumandang.
Ia meletakkan mushaf kembali pada tempat nya. Kemudian membangunkam Asma.
"Zahra... Sudah subuh. Ayo bangun" Asma menggeliat dan malah membenarkan posisi tidur nya agar lebih nyaman.
"Zahra, sudah Adzan... Sebentar lagi orang orang pasti datang untuk sholat. Ayo bangun..." Bilal menepuk nepuk pipi Asma yg seketika membuat Asma terperanjat.
"Astaghfirullah... Ustadz ngapain?" Asma memegang pipi nya sendiri dan tampak wajahnya begitu terkejut.
"Bangunin kamu, dari tadi kamu engga bangun bangun..." Asma memperhatikan sekeliling nya, ia bahkan lupa kalau dirinya berada di mushola. Kemudian ia teringat hanya beberapa saat setelah sholat, ia tak bisa menahan kantuknya dan akhirnya tertidur.
"Iya...Tapi...Kenapa...Nepuk nya di pipi?" Asma berkata lirih sembari menundukkan kepalanya "Kan bukan mahram. Dosa nanti" lanjutnya pelan.
Bilal menjadi salah tingkah di buatnya. Ia lupa bahwa Asma belum mengetahui status nya.
"Emm...iya... Zahra. Maaf... Tadi... Engga sengaja. Soalnya aku sudah bangunin kamu tapi kamu susah bangunnya. Jadi aku terpaksa nepuk itu, pipi. Nepuk pipi kamu"
Raut wajah Asma tiba tiba berubah murung, ia kemudian berjalan keluar dari Mushola. Membuat Bilal bingung dan tidak tahu harus berbuat apa.
"Padahal kan cuma nepuk pipi, apa dia marah? Bagaimana kalo dia tahu aku mencium pipi nya juga tadi?"
Sementara Asma kini berada di tempat wudhu wanita yg terletak di sisi Musholla. Ia segera membasuh wajahnya berkali kali bahkan menepuk pipinya sendiri.
"Aduh Asma... Kamu ini kenapa sih?"
Ia berkata pada dirinya sendiri kemudian kembali mencipratakan air ke wajahnya.
"Ustadz kan cuma nepuk pipi. Masak iya jantung kamu memberontak, seolah olah akan segera melompat keluar dari tempat nya. Aduh... Apa karena dosa ya? Allah marah engga ya? Aduh, Asma harus banyak istighfar dan membaca Qur'an ini. Lagian Ustadz tampan itu aneh juga. Sudah tahu kalo bukan mahram di larang bersentuhan, dia malah .... Huff"
Asma mengambil wudhu kemudian bersiap kembali ke Musholla.
Disana, ia melihat seluruh anggota keluarga nya sudah berkumpul, begitu juga dengan guru guru yg lain. Asma melihat kini Abinya yg berada di tempat imam, sementara Bilal duduk bersebelahan dengan Adil dan Farhan.
Melihat Bilal, kembali jantung Asma berdegup kencang. Ia seperti merasakan tangan Bilal masih berada di pipinya. Membuat Asma menggosok gosok pipi nya sendiri.
"Asma...." Asma di kagetkan dengan suara Ummi nya "Ngapain berdiri disana? Ayo sini" Ummi nya memang mengosongkan shof di samping nya untuk Asma. Sementara Aqilah dan Aisyah di shof berikutnya.
Asma berjalan pelan dan menghamparkan sejadahnya. Ia menoleh dan menatap sayu pada Ummi nya.
"Ada apa?" Ummi nya bertanya heran. Namun Asma hanya menggeleng. Hingga terdengar suara Adil yg beriqomah tanda sholat akan segera di mulai.
"Ya Allah... Jantung Asma masih berdegup kencang. Apa Engkau marah karena yg bukan muhrim Asma menyentuh Asma? Tapi kan bukan salah Asma, Ya Allah... Asma tertidur tadi"
▪️▪️▪️
Tbc....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Yashinta
asmaaaaaaa
2024-05-25
0
Yus Warkop
astagfirullohhaladzim
2024-03-16
0
MandaNya Boy Arbeto❤️
polos bner nie bocah🤣🤣
oh cinta pertama bilal trnyata..tp kok cinta bsa nikah tu dngan istri prtama?
ada ssuatu kah?
2024-01-09
4