Lumayan nyaman

Di kamar.

Ferdiansyah melihat-lihat sekitar kamar Ara, yang lumayan rapi dan tertata rapi dari mulai buku-buku, hiasan dinding dan memo-memo. Sedangkan kamar yang sebelumnya di hias bukanlah kamar Ara, tetapi Ara tidak mau tidur disana alasannya ia ingin tidur di kamarnya sendiri. Jadi kamarnya biasa-biasa saja tanpa ada taburan kelopak bunga maupun hiasan bunga-bunga yang membuat tempat tidur sempit.

"lumayan nyaman juga ya."

"apa?" membersihkan tempat tidurnya, itu adalah kebiasaan Ara sebelum tidur. Ia selalu membersihkannya sambil membacakan bismillah.

"lumayan nyaman, tapi kenapa kamu nggak mau tidur di kamar yang di hias?" sedikit keras melihat-lihat buku-buku apa saja yang berada di rak buku tersebut.

"oh kirain apa, jelaslah nyaman lihat yang punya kamar siapa. karena saya nyaman di kamar sendiri" masih asik membersihkan tempat tidur.

"ha?diragukan."gumamnya sambil menoleh ke ara.

"buruan tidur, ini udah selesai semuanya."

"saya dimana?"

"ya disinilah mau dimana lagi, di sofa? jangan harap. Mana ada sofa di kamar kayak gini yang ada lantai, mau tidur di lantai kalau saya yes yes saja malahan setuju kali. Oh ya ini bantal kalau mau tidur di lantai." langsung beranjak ke tempat tidur.

"nggak ada AC? saya kepanasan." melihat bantal yang berada di lantai sedangkan Ara yang tidur langsung membuka mata beserta selimutnya. Ara duduk dengan mata tajam tanpa mengatakan sesuatu.

"saya cuma nanya, bukan menyinggung. Lagian saya sekarang kepanasan, ohhh... ada kipas, saya kencangin boleh nggak?" Ara masih tetap dia dengan mata tajamnya, Ara lelah ingin tidur tetapi seseorang mengganggu tidurnya yang tak lain adalah suaminya yang begitu banyak maunya. Tanpa persetujuan Ara, Ferdiansyah menyetel kipas sampai nomor 3 dan langsung tidur di sebelah Ara yang berada dekat dinding.

"Mmmmm... saya biasanya tidur mati lampu."Ara yang berada disampingnya langsung mematikan lampu tanpa mengatakan sepatah kata apapun dan langsung tidur.

"cerewet kali lah artis ni, udah tau orang capek banyak kali kehendaknya, AC lah lampu lah kenapa nggak di hotel aja." batin Ara gerutu.

Ferdiansyah tidur dengan nyaman tetapi awalnya canggung, mereka tidur saling memunggungi. Tak terasa sudah pagi hari tidak ada adegan peluk memeluk ataupun cium mencium. Ara sudah bangun dari subuh, itu adalah kebiasaan Ara dari dulu jadi ia tidak perlu menyetel alarm.

setelah menunaikan ibadah, Ara ragu untuk membangun kan atau tidak. Setelah berfikir akhirnya tekat untuk membangunkannya sudah bulat.

"bang, bang, bang..." memanggilnya dengan suara agak keras sedikit.

"mmmm bentar lagi..." gumam Ferdiansyah. Setelah lama menunggu Orang yang tidur tersebut tidak bangun juga akhirnya Ara keluar dari kamar dan langsung menuju dapur. Keluarga Ara sudah bangun semua dan mereka sudah shalat juga. Ada yang beberes untuk balik ke rumahnya masing-masing ada juga menghangatkan sambal kemaren dan ada juga membuat sarapan pagi.

"kamu mau buat apa?" tanya mama Ara.

"mau buat susu ma." mengaduk minumannya.

"mana Ferdiansyah."

"dikamar ma, masih tidur."

"kamu bangunkan dia, suruh sarapan sama-sama." menuju ruang keluarga.

"iya ma, bentar lagi Ara mau minum susu dulu." meneguk susu yang ia buat.

****

Ara membuka pintu dan ia melihat orang sedang duduk sambil memegang hp.

"disuruh sarapan sama mama."

"bentar lagi saya kesana." asyik dengan hp nya.

"cepat nantik Ara yang kenal omel" langsung keluar dari kamar sedangkan Ferdiansyah bingung dengan penyebutan diri Ara.

"kerasukan apa dia sampai-sampai menyebut dirinya Ara" batin Ferdiansyah

setelah keluarga semua berkumpul, mereka semua menikmati sarapan bersama ada yang sarapan nasi, lotek, lontong dan lainnya. Ara sendiri ia sarapan dengan ketan yang dicampur dengan kelapa parut dan goreng pisang. Memang Ara suka makanan tersebut tetapi ketika ia menginginkannya saja. Ferdiansyah bingung dengan sarapan Ara jadi ia ingin bertanya.

"kok makan itu." bisik Ferdiansyah, keluarga Ara yang sedang sarapan mencuri pandang kepada pengantin baru tersebut.

"ha?" Ara menoleh

"kok makan itu?" berbisik, mereka berdua masih belum menyadari bahwa keluarga melihat kelakuan mereka.

"kenapa, nggak boleh? kalau mau nantik Ara belikan." lanjut memakannya.

"nggak, saya lihat yang lain makan nasi goreng, lontong saya juga makan lontong tapi kamu makan pisang sama pulut." berbicara seperti biasa.

"kalau mau bilang, nih." mengambil ketan dan pisang lalu menyuapinya kepada Ferdiansyah, Ferdiansyah terkejut dengan kelakuan Ara, ia langsung memalingkan wajah dan semua keluarga yang melihat kejadian tersebut langsung melanjutkan makannya dengan kikuk dan tersenyum. Ferdiansyah mendekatkan mulutnya Agara makanan tersebut masuk.

"hap.. enak kan?." tanya Ara selesai menyuapi Ferdiansyah. Dan melanjutkan sarapannya.

"mmmm enak." mengunyah makanannya.

"kok enaknya, boleh nggak ya gue minta pulut sama pisang goreng dia ya." batin Ferdiansyah.

"Ra, tukaran yok saya mau itu."

"ha? kan ada lontong, Abang nggak mau lontong? mubazir bang kalau nggak di.." ucapannya terpotong oleh mama Ara.

"nak Ferdiansyah mau ketan seperti Ara? biar adeknya Ara yang belikan." ucap mama langsung.

"tadi kata Ante yang jual, ketannya tinggal satu bungkus ma, itu yang sama kak Ara ketan terakhir." ucap Kahfi yang tadinya menikmati lontong, sekarang harus ikut bergabung karena namanya tersebut masuk dalam pembicaraan.

"ya udah gini aja, Ara kamu kasih ketannya sama Ferdiansyah, kamu makan sarapannya Ferdiansyah." penengah mama, sebenarnya Ferdiansyah kurang menyukai lontong ntah kenapa ia suka dengan ketan yang dimakan Ara.

"nggak usah ma, Ferdi makan ini aja."

"Ara" kata mama sedikit menekan. Ara langsung melihat mamanya.

"Ara sama Ferdi makan berdua aja ma, soalnya Ferdi kurang suka lontong ma" jawabnya tidak enak.

"*duh... kok gini pula tapi mau gimana lagi perut gue lapar banget." batin Ferdiansyah.

"cari perhatian pula aktor ini ya, oke drama akan di mulai." batin Ara*.

"kenapa nggak dibilang bang kalau nggak suka lontong. Biar Ara cari sarapan yang lain yang biasa Abang makan kayak apa namanya...." pura-pura berfikir. " oh ya sandwich, susu, roti panggang trus apalagi.." terpotong.

"nggak usah Ra, Abang mau itu aja." Ferdiansyah mulai memainkan apa yang Ara mulai. Tanpa banyak omongan Ara langsung menyuapi Ferdiansyah dengan ketan dan gorengan pisang.

suapan pertama

suapan kedua

ketika suapan ketiga Ara melihat cabe rawit bekas gorengan bakwan, Ara mulai mengambil bakwan dan cabe rawit dan akhirnya cabe tersebut tersimpan di dalam ketan yang ditutupi goreng pisang. Keluarga Ara sudah selesai sarapan dan mereka mulai meninggalkan tempat makan dan sekarang hanya tinggal Ara, Ferdiansyah dan juga mama yang sedang mengobrol dengan sanak jadi tidak terlalu memperhatikan Ara dan Ferdiansyah lakukan. Ferdiansyah sendiri ia sibuk dengan smartphone nya karna sang manajer menelfon nya tetapi ia masih di samping Ara.

"hahahhahahah"batin Ara menyuapi Ferdiansyah.

satu kunyahan

dua kunyahan

tiga kunyahan wajah Ferdiansyah menunjukkan ekspresi dan ia langsung mengambil air yang berada di depannya.

"kenapa bang?" pura-pura tidak bersalah

"kenapa Ferdiansyah, Ara?" tanya mama yang mendengar suara Ara yang keras.

"nggak papa ma, Ferdi hanya terkejut saja." senyum

"awas Lo nantik ada tanggal mainnya." batin Ferdiansyah.

Ferdiansyah menggerutu didalam hati sedangkan Ara memasang wajah yang begitu bahagia dan senyum-senyum.

"sebegitu bahagianya kamu menyuapi suami makan." singgung Ferdiansyah.

"ya Ara sangat bahagia." Dengan senyum-senyum. " Abang mau lagi, biar Ara siapkan yang besar." goda Ara karena ia akan memasukkan cabe rawit yang lebih besar lagi.

Mama dan tantenya hanya menjadi pendengar yang baik dan hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Ara yang sebenarnya tidak diketahui keduanya.

" nggak Abang udah kenyang Ara, Abang keluar dulu ya." senyum paksaan karena masih ada mama dan Tante Ara.

sekian dulu ceritanya

ini cerita perdana Ku jadi harap maklum kalau ada kata-kata yang salah dalam penulisannya.

jangan lupa vote dan follow

terimakasih 🙏🏻

Terpopuler

Comments

nadya alysa azzahra

nadya alysa azzahra

kok ara jahat sama suami, kan wanita berhijab dan solehah

2023-01-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!