Ara tidak melanjutkan perkataannya akibat suara seorang laki-laki dari belakangnya menggunakan handuk di pinggang yang memperlihatkan tubuhnya. Sontak orang yang berkumpul di dekat pintu kaget melihat pemandangan seperti ini. Dari melihat penampilan Ara yang berantakan dan Ferdiansyah yang selesai mandi begitu pula mereka berdua sama-sama kaget.
"permisi dengan tuan Ferdiansyah?" salah satu polisi, menanyakan kepada Ferdiansyah sedangkan Ara pikirannya masih kacau dan bingung.
"ya pak, saya Ferdiansyah. kenapa pak?" jawab dengan tenang.
"kok mude laki makcik ni, memang patut dia cari yang lebih mude, sedangkan makcik tu dah tue ahhhh ?" batin pikir kepala patroli geleng-geleng kepala.
**f**lashback*
seorang ibu-ibu (makcik) sekitar 45 tahun dengan penampilan yang cukup wow, bisa dibilang orang kaya dengan memakai kaca mata anti ekstrim. Ia pergi ke kantor polisi untuk melaporkan sesuatu.
"permisi,maafkan saya, saya nak buat laporan, dekat mana awak?"
"sile ikut kami makcik."
"gini pak police, saye punya laki namenya Ferdiansyah, saye nak lapor kalau laki saya punya selingkuhan. saye nak pak police bantu saye tuk tangkepnye.. bla bla...." jelas makcik panjang lebar ,pak police menyimaknya. " saye lihat kalau mereka akan berjumpa dihotel D********, kalau macam tu saye permisi pak police *terimaksih banyak pak"
"ye makcik"
"sudah kamu catat semuenye?" pak police kapada asisten nya
"belum semuanye tuan, makcik tu terlalu cepat, name hotelnye kurang jelas tuan" jelas Umar asisten polis.
"oh namenye..."
"permisi tuan polis, saye nak lapor kalau kite akan melakukan tugas penangkapan dihotel B******** atas penggelapan dana"tiba seorang anggota polisi
ditengah percakapan mereka Umar dipanggil salah satu anggota polisi karena ada seseorang yang ingin bertemu dengannya
"Umar ada yang ingin jumpe kau" teriak seorang polis lalu Umar pergi.
selang beberapa menit Umar datang menghampiri tuan polis.
"Umar tolong catat nama hotelnya B*********."
*flashback of
"kami disini melakukan rondaan, bise kami lihat card pengenalan diri?"
"rondaan, ada maling pak?" Ara kebingungan
"bukan makcik, rondaan tu macam patroli.
"ooohhh"
"bisa kami lihat card identitas?" mereka mengambil kad mereka masing-masing.
"apakah tuan dan makcik berbuat sesuatu? pasalnye status yang tertera disini belum menikah." jelas polwan.
"kami memang belum menikah, tapi akan menikah, dia calon istri saya. maaf membuat kekacauan kami tidak melakukan apapun dia hanya tidur sebentar dikamar saya dan dia juga punya kamar yang beda dengan saya." Ferdiansyah mengatakan dengan nada tenang tanpa melihat Ara yang terkejut mendengar penjelasannya.
"tetapi itu sudah melanggar hukum, membawa perempuan kedalam kamar laki-laki tanpa ikatan"
"sekali lagi saya minta maaf."
jangan tanyakan lagi ekspresi Ara yang terkejut ditambah frustasi mendengar penjelasan orang tak dia kenal, karena kesalahpahaman Ara dibawa polwan tersebut menuju kamar yang sebelumnya dikatakan oleh Ferdiansyah bahwa mereka memiliki kamar yang berbeda. Ferdiansyah mulai gelisah pasalnya ia tidak tau harus bagaimana, tetapi bisa dia menutupi kecemasan dengan tenang. Ara mengambil barang-barangnya sedangan Ferdiansyah menunggu didepan pintu bersama polisi. seorang wartawan Indonesia lewat didepan kamar Ferdiansyah dan melihat banyak polisi berada disana.
"permisi" wartawan yang membuat mereka semua bertanya-tanya siapa orang tersebut. Ferdiansyah mulai curiga atas gelagat orang tersebut. Ara menghampiri mereka semua dengan menenteng koper dan tas ranselnya. tiba-tiba orang tersebut mengeluarkan handphonenya untuk mewawancarai Ferdiansyah.
"apakah betul anda akan menikah?"
"betul mereka akan menikah" bukan Ferdiansyah yang menjawab melainkan police tersebut.
wawancara berlanjut sambil berjalan, yang ujung-unjungnya kesalahpahaman tersebut sampai terdengar di negara Ferdiansyah, begitulah sosial media zaman sekarang jaringannya 5G. penggemar, orang tua Ferdiansyah, orang tua Ara dan kawan tempatnya Ara bekerja terkejut mendengar kabar tersebut pasalnya mereka melakukan pekerjaan di negara ini bersama Ara tetapi kenapa Ara bisa bersama Ferdiansyah artis yang terkenal itu.
setelah kawan-kawan Ara berkumpul dan ingin membela bahwa hal tersebut adalah kesalahpahaman tetapi Ferdiansyah sudah mengatakan hari pernikahannya dan akan diadakan di gedung
karena kesalahpahaman tersebut, Ara dan Ferdiansyah pulang ke negaranya, sedangkan pekerjaan Ara belum selesai dan ia akan pulang bersama Ferdiansyah. Untuk mengurusnya Ferdiansyah cukup memberi tau managernya dan masalah pekerjaan Ara sudah teratasi walaupun ada sedikit kesusahan. orang tua Ferdiansyah dan Ara sudah menelfon untuk membenarkan berita tersebut, kedua orang tua Ferdiansyah terkejut dan bahagia, akhirnya yang ia inginkan terwujud. Awalnya Ara menyangkal bahwa berita tersebut salah paham, tetapi Ferdiansyah mengambil alih telfon Ara dengan mengatakan langsung kepada orang tua Ara bahwa ia akan menikahi putrinya.
"kenapa?" kesal Ara.
"apa?" tantang Ferdiansyah.
"kenapa hp saya di ambil?"
"terserah saya lah." langsung berlalu meninggalkan Ara.
"saya nggak calon istri anda, saya aja baru kenal anda dan seenak jidat anda bilang saya calon istri anda." kesal Ara.
"saya ingin anda calon istri saya."
"tapi saya nggak mau."
tetapi Ferdiansyah tidak ingin menjawabnya karena itu membuang-buang tenaga dirinya. Ara terus berbicara tanpa mendapat jawaban dari Ferdiansyah, akhirnya Ara diam.
"udah capek?" kata Ferdiansyah tetapi tidak mendapatkan jawaban dari Ara.
"saya nanya sama anda." menoleh kebelakang. masih tidak ada jawaban. Ferdiansyah kesal dengan kelakuan Ara.
"Gimana rasanya enak?" Ara berkata dengan nada sedikit mengejek.
"kalau mau di hormati, maka hormati juga orang lain. Camkan itu." Sambung Ara dengan nada penekanan di akhir kalimatnya dan langsung berjalan di depan Ferdiansyah tanpa memperdulikan Ferdiansyah dibelakangnya.
"*emangnya dia aja yang bisa gitu, mentang-mentang Artis dan berkuasa seenak jidatnya perintah-perintah orang." batin Ara.
"memang perempuan langka, gue harus nikah sama dia." batin Ferdiansyah tersenyum sinis*.
Sebelum ke Bandara Ara menyiapkan peralatan nya dan berpamitan bersama tim kerjanya. Awal niat ingin liburan sambil bekerja tetapi apa jadi ia malah di jadikan calon istri oleh seorang artis terkenal di negaranya tinggal. Ara tidak menyangka dan kaget setelah pemberitahuan bahwa ia calon istri artis tersebut. Ia tidak pernah bertemu ataupun berkenalan bahkan pacaran saja tidak ada bagaiman artis tersebut mengatakan hal seperti itu.
"atau jangan-jangan dia psikopat." batin Ara membayangkan Ferdiansyah akan membunuhnya dan menjual organ-organ dalamnya.
"tidak............."teriak Ara.
"ada apa Ra?" kak putri mendengar teriakan Ara.
"nggak ada kak."
"kakak nggak nyangka kamu calon istri dari Ferdiansyah artis terkenal itu Ra." berbinar melihat Ara.
"apaan sih kak, Ara itu nggak ada..." Ara berfikir kalau ia mengatakan yang sebenarnya ia akan banyak di beri pertanyaan.
"nggak ada apa Ra?"
"nggak ada kak, kalau gitu Ara pamit dulu kak takutnya dia nunggu lama. assalamualaikum." dia yang ia maksud adalah Ferdiansyah.
"wa'alaikumussalam."
sekian dulu ceritanya
ini cerita perdana Ku jadi harap maklum kalau ada kata-kata yang salah dalam penulisannya.
jangan lupa vote dan follow
terimakasih 🙏🏻
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments