jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, acara foto-foto, Selfi, Boomerang dan selaganya sudah terlaksana dengan bagus dan membuat hp Ara kepenuhan begitu pula dengan kak putri yang kebetulan baru beli hp baru dan untuk kualitas kameranya pasti wowww...
"manager hp baru" Ara dengan candaanya.
"kenapa?mau pinjam?"
" nggak kak"
"Ra, kita pulang dulu ya, assalamualaikum" karyawan 1.
semua saling berpamitan, Ara pulang berdua dengan kak putri dengan menggunakan sepeda motor. Suasana malam yang sejuk dengan lampu-lampu jalan yang terang membuat suasana menjadi berwarna. Sepanjang jalan kak Putri terus mengobrol dan sampailah mereka di rumah Ara.
"makasih banyak kak, makasih juga udah ngajarin Ara dalam bekerja, Ara nggak bisa kasih kakak apa-apa cuma ini yang bisa Ara kasih." memberikan bingkisan berbentuk kontak.
" ehhh kok suasana nya berubah sedih sih? ini apa pula kasih kado, emangnya kakak ulang tahun?" nada sedih
"ini untuk kakak, Kakak ulang tahun, tahun depan lagi kak. kalau gitu Ara masuk dulu ya kak atau kakak mau singgah dulu?"
"kakak langsung pulang aja Ra, makasih banyak kadonya, assalamualaikum Ra"
"wa'alaikumussalam kak, hati-hati kak"
***
"assalamualaikum ma, pa" menyalami kedua orang tuanya di depan rumah, sebenarnya kedua orang tuanya tadi melihat Ara bersama kak putri.
"kenapa kak putri nggak singgah dulu?"
"nggak ma, katanya langsung pulang aja"
"ya udah kamu istirahat dulu, kamu sudah shalat?" kata papa.
" sudah tadi disana, kalau gitu Ara masuk dulu pa, ma"
suasana kamar hening, Ara melihat- lihat kamarnya ia akan meninggalkan kota kelahirannya dan akan menjalankan takdirnya. tinggal 5 hari lagi semua akan berubah. Ijab kabul akan dilaksanakan dirumah Ara begitu pula dengan resepsi yang terbilang wah yang lama diadakan dirumahnya. Awalnya Ferdiansyah menolak dan ingin di hotel saja tetapi Ara ingin diadakan dirumahnya. Mulai besok rumahnya akan dihias sedangkan pakaian pernikahannya sudah dipesan oleh Ferdiansyah dari kotanya tempat tinggalnya.
Semenjak kejadian Ferdiansyah menelfon saat ia makan bakso larva sampai detik ini Ferdiansyah tidak pernah menelfonya, hanya mama Ferdiansyah yang sering menelfon ya mulai bertanya apa kabar, makan apa, sedang ngapa. Ini yang mau nikah mama Ferdiansyah atau Ferdiansyah? itulah dibenak Ara.
"bentar lagi mau nikah." pikir-pikir Ara yang sedang duduk di kasurnya. " mending aku cari cara biar bisa kerja lagi, nggak mungkin aku berdiam diri aja dirumah. Oke aku kan bisa buka makanan online, sebelumnya kan aku pernah jualan makan online, mudah-mudahan lancar ide aku." senang Ara sambil melihat buku resep makanan jualan ia ketika berkuliah dulu, memang jualan laku tapi semenjak diterima kerja Ara tidak melanjutkannya kembali, ia hanya membuatnya ketika ada pesanan orang saja. Ia suka membuat risoles dan juga martabak mini yang isinya berbagai macam sayuran dan juga sosis, tetapi apabila ada request dari pembeli ia akan membuatnya. Ara juga terkenal dengan masakannya yang enak-enak ia hobi memasak, sejak SD kelas 5 ia mulai belajar dengan cara melihat mamanya memasak. Awalnya ia pernah terciprat minyak panas yang membuat tangannya melepuh tetapi itu semua tidak membuatnya patah semangat ia terus berusaha sampai sekarang. Mamanya pernah bilang kalau anak perempuan itu harus pandai masak nantik kalau tidak pandai suaminya nantik cari bini baru dari situlah Ara berpikir kalau ia harus pandai memasak.
"polosnya kamu Ra "author
setelah Ara pikir-pikir itu adalah strategi mamanya agar Ara tidak berhenti memasak ketika tangannya terkena minyak. Biasanya anak-anak apabila sudah terkena sesuatu pasti tidak akan mencobanya lagi.
halaman rumah Ara sudah di dekorasi oleh para WO dengan dekorasi putih yang begitu elegan, dan baru kali ini ada dekorasi pesta yang begitu mewah sepanjang ia pernah pergi ke pernikahan orang lain, padahal ia berkata ia dekorasi yang sederhana saja tetapi sederhana di kamus ia dan Ferdiansyah berbeda.
"seperti itu kira-kira, anggap ada di halaman rumah Ara. Bisa dibayangkan kan 😁". author
kalau dalam adat Minang sebelum pernikahan akan diadakan malam berinai. Malam berinai adalah malam terakhir bagi calon pengantin wanita Minangkabau merasakan kebebasan sebagai wanita lajang. Secara harfiah, bainai berarti berinai atau memakai inai, yaitu melekatkan tumbukan halus daun pacar kuku yang dalam istilah Minangkabau disebut daun inai ke kuku-kuku jari calon pengantin wanita.
masyarakat disekitar rumah Ara begitu takjud dengan pelaminan di rumah Ara. begitu pula dengan acara malam berinai. Selain itu teman Ara yaitu Vivi ikut dalam acara malam beriani tersebut. Mereka sibuk bercanda dan bergurau bersama. Untuk keluarga dari pihak laki-laki sudah tiba sore tadi dan mereka menginap disebuah hotel yang terkenal di kota Ara tinggal.
"Ra, siap-siap besok Ra. Kamu deg-degan nggak?" memakaikan Inai ke tangan Ara.
"nggak tau juga Vi, tapi aku... aku..." gelisah
"itu namanya deg-deggan Ra, kamu nggak usah gengsi deh"
"iya iya iya aku deg-degan" dengan nada malas
"ngomong-ngomong keluarga dari pihak laki-laki sudah datang Ra?"
"sudah Vi, tadi mama udah nelfon ke mama" jawab dengan enteng.
" mama, mama apa maksud kamu Ra aku bingung." kebingungan dengan jawaban temannya.
"maksud aku mamanya Ferdiansyah tadi nelfon mama aku katanya udah sampai disini dan mereka sekarang lagi di hotel, pagi besok kesini. Udah jelaskan Vi dengan penjelasan aku tadi." menjelaskan dengan menekan setiap katanya.
"oke-oke sudah jelas sekali"
selesai malam berinai, masyarakat pulang ke rumah masing-masing begitu pula dengan Vivi.
****
Semenjak Ferdiansyah tiba di kota tempat tinggalnya Ara, dia tidak pernah keluar dari kamar. Mamanya sampai khawatir setibanya malam hari mamanya pergi ke kamarnya Ferdiansyah.
Tok tok tok
Ceklek
" kamu nggak makan malam nak? dari tadi kamu nggak keluar kamar, mama jadi khawatir." cemas
"ya nantik aku makan ma, mama mau bicara di sini atau di dalam?"
"di dalam aja" melangkah masuk ke dalam kamarnya Ferdiansyah.
"kamu sudah hafal ijab Kabul nya Fer"
"sudah ma, tadi aku udah coba-coba" ucapnya bohong karena sebenarnya ia tidak pernah mencobanya.
"coba mama dengar dulu"
"besok kan bisa dengarnya ma, kalau sekarang mama dengar besoknya pasti nggak greget ma. ya memang seorang aktor/artis bisa memainkan peran.
"baiklah, sekarang mama mau ke kamar dulu. Kamu istirahat cepat biar nggak lelah besok."
"ya ma" dengan nada malas.
Meskipun sudah diingatkan untuk beristirahat tetapi Ferdiansyah tidak melakukannya, ia pergi kearah jendela dan membukanya sambil menikmati keindahan pada malam hari. Ia terus melihat kendaraan yang masih berlalu lalang.
sekian dulu ceritanya
ini cerita perdana Ku jadi harap maklum kalau ada kata-kata yang salah dalam penulisannya.
jangan lupa vote dan follow
terimakasih 🙏🏻
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments