Yang ditunggu

Selesai membersihkan Inai yang berada di tangannya, Ara segera ingin beristirahat karena badannya sudah kelelahan. Semenjak ia dilamar, adiknya Ara jarang sekali berbicara dengannya ketika di ajak ngobrol jawabannya hanya sedekat saja tidak seperti ia kenal. Ara melihat adeknya yang akan masuk kamar.

"Dek, kakak mau berbicara"

"Bicara apa kak?"

"mmmm....."

"mau ngomong apaan ya... kok bingung ayo berfikir Ara berfikir"batin Ara.

"ihhh kakak ingat oleh-oleh yang kakak bawa dari luar negri masih dikamar kakak, tunggu Kaka ambil dulu." yang akan masuk ke kamar tetapi di tahan oleh adiknya.

"oleh-olehnya sudah dikasih mama kak, oh ya terimakasih oleh-olehnya kak." senyum

"akhir-akhir ini kakak lihat kamu nggak seperti biasa, maksud Kakak kamu kayak jauhkan kakak"

"bukan maksud Kahfi jauhkan kakak, tapi semenjak orang yang melamar kakak itu datang Kahfi nggak suka lihatnya kak, apalagi dia itu digosipkan punya kekasih." berarti dugaan Ara betul adek nya menjauhi dia Karena artis tersebut.

"Dan Kahfi takut nantik kakak ditinggali sama artis itu, Kahfi sering dengar banyak para artis yang menikah dan cerai seolah-olah pernikahan adalah hal sepele dan sensasi untuk menaikkan popularitas." lanjut Kahfi suara kecil karena takut nantik kakaknya tersinggung dengan ucapannya.

"kamu tenang aja dek, insyaallah nggak seperti itu, doakan semoga rumah tangga yang akan kakak jalankan sakinah mawadah warohmah sampai akhir hayat nantik." dengan candaan agar adek nya tidak terlalu memikirkan hal seperti itu.

"Aamiin kak, tapi yang jadi kekasih artis itu cantik, kulitnya putih pokoknya wow." menggoda kakaknya sambil memperlihatkan wajah kekasih Ferdiansyah yang tak lain juga seorang artis juga.

"Yak, kamu mau banding-bandingkan kakak sama artis juga, mau dia putih, langsing, cantik yang penting Ferdiansyah milih kakak. Berarti kakak cantik, imut, pintar, pokoknya komplit Dimata Ferdiansyah." jengkel lalu masuk kedalam kamarnya.

"Kakak kepedean, oh ya kak kalimat terakhir tadi aku rekam kak."teriak Kahfi yang berada di luar pintu kamar Ara, dan kalimat Kahfi tersebut Ara tidak mempedulikannya.

Didalam kamar Ara terus mencari biodata perempuan tersebut dan melihat akun Instagram perempuan tersebut. Bahkan ada foto mereka berdua di akun perempuan yang bernama Auristela.

"kalau suka sama dia harusnya nikah sama dia bukan sama aku." ngomong sendiri sambil melihat-lihat akun tersebut.

"Dia cantik, tapi kenapa nikah sama aku?"

"kok ngeselin banget sih, mentang-mentang artis suka hati mau lamar orang."

"atau jangan-jangan yang di bilang Kahfi benar." cemas sambil memikirkan hal-hal yang akan terjadi.

*pikiran Ara

"hahahaha, sekarang kamu pergi" Ferdiansyah dan Auristela tertawa melihat Ara yang diusir dari rumah sambil membawa koper.

"saya menikah dengan kamu karena ingin menaikkan popularitas, jadi kamu jangan berharap terlalu tinggi." masih dengan senyuman dan tawa keduanya.

"Dan ingat dia adalah kekasih ku" Auristela merangkul tangan Ferdiansyah sambil tersenyum begitu pula Ferdiansyah. Sedangkan Ara melihat mereka berdua dengan muka jengkel plus sedih.

*kembali Kemar Ara

"ha" teriak Ara karena membayangkan yang tidak-tidak.

"Ya Allah jangan sampai terjadi." mengetuk tangannya ke kepala dan kelantai.

suara hp Ara berdering

"Baru dibayangkan malah nelfon, tumben dia nelfon pasti mama yang minta nelfon. Bilang saja kangen bawa-bawa nama mama segala." Ferdiansyah menelfon dengan pedenya Ara mengatakan hal tersebut.

"................."

"kok nggak ada suara nya." batin Ara karena tidak ada yang mulai pembicaraan.

"assalamualaikum, ada orang disitu kalau nggak ada saya tutup."

"wa'alaikumussalam, saya mau ngomong sama kamu." dingin

"jangan ngomong kalau dia mau jujur Maslaah kekasih yang digosipkan itu"batin Ara tidak karuan.

"mau ngomong apa?"

"bagaimana kabar kamu?"

"Alhamdulillah baik, kenapa?" curiga

"*kamu nggak mau tanya kabar saya?"

"kok makin aneh ni orang." batin Ara*

"Abang Ferdiansyah apa kabar?." Ara memberi embel-embel Abang karena takut Ferdiansyah bersama orang taunya, maka ia harus sopan ketika berbicara.

"Alhamdulillah baik, saya tutup dulu assalamualaikum" langsung dimatikan.

Tut

"Wa'alaikumussalam" terkejut karena telfonnya ditutup tetapi Ara tetap melanjutkan kalimatnya.

aneh itulah kata yang terdapat di otak Ara sekarang tidak ada hujan tak ada petir tiba-tiba seorang Ferdiansyah menelfon ya hanya untuk menanyakan kabar. Sedangkan di tempat Ferdiansyah ia tidak habis pikir dengan menelfon perempuan tersebut hanya untuk menanyakan kabar.

"apa yang gue pikirkan, bisa-bisanya gue telfon cewek itu, trus nanya kabar dan .... arghhh...." teriak Ferdiansyah kacau "pasti dia kepedean, secara gue telfon dia pasti kepedean pasti. oke mending gue istirahat."tersenyum sinis sambil menuju tempat tidurnya.

*pagi*

Banyak orang yang berlalu lalang di rumah Ara tepatnya hari ini akan berlangsungnya pernikahan di rumah Ara. Ara sudah di make over oleh para MUA di kamar sedangkan keluarga dari Ferdiansyah sudah bersiap-siap menuju rumah calon pengantin, semua sudah rapi dan siap. Acara akan diadakan sekitar 1 jam lagi. Ara begitu terkejut karena wajahnya terlihat alami dan bersinar. Memang ia tidak mau makeup terlalu menor karena itu akan membuatnya ketuaan 😁😁. Setelah menunggu akhirnya pihak laki-laki beserta rombongan tiba di rumah Ara dan akan melaksanakan ijab Qabul sedangkan Ara duduk di dalam kamar dan akan menunggu sampai laki-laki yang akan menjadi suaminya datang menjemputnya.

"kok gue sendiri yang duduk disini?" batin Ferdiansyah karena tidak melihat Ara yang seharusnya disampingnya.

"kamu cari Ara ya nak?" kata mama Ferdiansyah ketika melihat anaknya sedikit kebingungan.

"ehh... nggak kok ma."ngeles

"kok jawabnya gitu, nantik kamu jemput Ara dikamar, soalnya sebelum menikah kamu tidak boleh lihat dia dulu. Itu tradisi disini jadi sabar ya." menggoda anaknya yang berada di depannya.

ketika berjabat tangan dengan orang tua Ara tepatnya bapaknya Ara, Ferdiansyah begitu deg-degan pasalnya ia baru menghafal ijab Qabul itu ketika bangun tidur dan selama perjalanan menuju rumah Ara ia terus menghafalnya didalam hati. Seketika suara jantung Ferdiansyah menjadi kencang setelah mengucapkan ijab Qabul dengan lancar dengan satu tarikan nafas yang jelas dan tepat. Dan orang-orang yang menyaksikan langsung berkata...

SAH.... (dengan semangat)

Didalam kamar Ara mendengar suara Ferdiansyah mengucapkan ijab Qabul dan orang-orang yang mengatakan Sah. Sekarang dia sudah resmi menjadi istri dari seorang aktor/artis Ferdiansyah. Memang dia tidak sendirian dikamar, ia ditemani oleh sahabatnya Vivi yang duduk disebelahnya yang terus menggodanya.

"cie cie yang sudah nikah sama artis, Ra aku sarankan kamu tu harus..." terpotong karena Ara memotong pembicaraan nya.

"apaan sih Vi, kamu jangan mikir yang aneh-aneh" jengkel

"siapa pula yang mikir aneh-aneh, kamu aja yang pikir aneh-aneh. Aku itu sarankan kamu itu harus tampil cantik di depan Ferdiansyah biar nggak ke pincut sama yang lain." tertawa karena berhasil menggoda temannya.

Tok Tok Tok

Tok Tok Tok

Tok Tok Tok

"Tuh babang ganteng sudah datang menjemput sang pujaan hati." menggoda Ara yang mana tatapan tajam yang langsung didapati oleh Vivi.

"kak buka pintunya...." teriak Kahfi di depan pintu kamar.

"sebentar" balas Ara dengan teriak dan langsung menuju pintu, sambil mengoceh.

"nggak usah teriak-teriak" kata Ara dengan nada mengomel.

"disuruh mama kesana"

"ya ya ya "

para tamu melihat kedatangan Ara yang didampingi oleh Vivi. Wajah yang begitu cantik dengan make up yang natural. Mama Ferdiansyah menggoda anaknya agar melihat kecantik kan Ara, tetapi Ferdiansyah acuh. selanjutnya acara penyerahan mahar dan pemasangan cincin. Ara begitu gugup karena ketika cincin dipasangkan ke jari manis nya begitu pula dengan Ferdiansyah ia juga merasakan hal yang sama dengan Ara tetapi ia bisa menutupi kegugupannya.

"banyak kali lah flash nya" batin Ara.

"cium kening dulu kan pak penghulu." kata mama Ferdiansyah tanpa filter yang membuat pak penghulu, Ara, Ferdiansyah dan orang disana kaget.

"boleh" penghulu dengan santai dan senyum.

"*akhirnya aku nonton secara live tanpa behind the scene" batin Vivi.

"mama apa-apaan sih"batin Ferdiansyah

"wow Daebak mertua aku" batin Ara

"sudah aku duga" batin papa Ferdiansyah*

kedua orang tua Ara tersenyum dengan kalimat mama Ferdiansyah, sedangkan para tamu menunggu-nunggu adegan tersebut.

"kak, dekat dikit biar bagus di foto" kata fotografer. Ara langsung mendekat ke arah Ferdiansyah

"lagi kak" Ferdiansyah langsung menarik Ara secara lembut agar ia merapat.

" nantik ketika saya bilang 1,2,3 tahan dulu." kata fotografer.

"seperti itulah kira-kira adegannya." author.

"lama lagi?" tanya Ara sambil berbisik, Ferdiansyah tetap diam.

"1.... 2... 3...."

"ulang lagi mas." bisik mama Ferdiansyah di samping fotografer.yang langsung dijawab dengan senyuman dan anggukan.

cklek

"ulang lagi kak, tahan dulu bang, 1.... 2.... 3....."

"ini pasti kerjaan mama." batin Ferdiansyah

Setelah sesi foto cium kening yang cukup mengulang-ulang sebanyak 5 kali berkat ide mama Ferdiansyah, yang endingnya Ferdiansyah sendiri yang mengakhiri sesi tersebut.

"sudah cukup" dengan nada dingin

sekian dulu ceritanya

ini cerita perdana Ku jadi harap maklum kalau ada kata-kata yang salah dalam penulisannya.

jangan lupa vote dan follow

terimakasih 🙏🏻

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!