Kemudian langsung dilanjutkan dengan penyerahan buku nikah dari penghulu kepada kedua mempelai. Setelah itu, acara nasihat perkawinan, dan doa yang dipimpin oleh penghulu.
Acara berikutnya, sungkeman kepada kedua orang tua. Ara begitu terharu karena sebelumnya ia hanya pernah melihat saja tetapi sekarang hal itu terjadi langsung dengan dirinya. Air mata langsung jatuh begitu saja ketika Ara sungkeman kepada orang tuanya. Untuk Ferdiansyah hanya biasa saja.
Setelah acara ijab Qabul istirahat sebentar dan langsung diadakan acara resepsi, selama resepsi banyak dari wartawan yang menghadiri acar pernikahan tersebut dari jarak jauh karena tidak di izinkan masuk karena Ferdiansyah mengatakan hal pribadi. Meskipun begitu para wartawan menggunakan berbagai cara agar foto resepsi itu harus dapat. Dan akhirnya foto-foto resepsi pernikahan Ferdiansyah tersebar dan langsung menjadi artikel diberbagai media sosial.
selama resepsi Ara dan Ferdiansyah selalu tersenyum ketika para tamu meminta foto, yang lebih banyak meminta foto adalah ibu-ibu dan juga ciwi-ciwi yang fans berat Ferdiansyah.
"Ra, ini aku bawakan nasi." Vivi menyerahkan sepiring nasi beserta lauk pauknya.
"makasih banyak Vi." Ara mengambil nasi sambil tersenyum. Sedangkan Ferdiansyah meliriknya sebentar.
"mmmmm... abang Ferdiansyah mau juga?" tanya Vivi sedikit gugup karena ia hanya membawa sepiring nasi beserta minuman yang cukup untuk kedua tangannya.
"tidak terimakasih."sedikit tersenyum agar orang-orang tidak menganggapnya cuek. Untuk Ara sendiri melihatnya dengan malas dengan ekspresi yang Ferdiansyah ditujukan. Vivi langsung turun dari tempat tersebut.
Ara asik dengan makanannya karena ia sudah kelaparan, untuk kedua orang tua mereka juga asik makan di dalam rumah. Meskipun tamu masih banyak tetapi Ara terus melanjutkan makannya, tetapi ia melihat kesamping yang mana orang tersebut tetap acuh.
"mau?" menyodorkan piringnya di dekat Ferdiansyah yang asik dengan handphone nya.
"mmmm..." masih asik dengan handphone nya.
"mau atau nggak, kalau iya nantik Ara ambilkan."
"ha?" menoleh ke Ara terkejut mendengar suara Ara yang sedikit keras yang membuat ia terganggu.
"mau makan atau nggak?kalau iya nantik Ara ambil."
"nggak usah, tadi saya sudah makan." melanjutkan dengan kegiatannya.
"oke."melanjutkan makannya.
Ara terus melanjutkan makannya sedangkan Ferdiansyah selesai dengan kegiatan bersama handphone nya. Ferdiansyah sesekali melihat Ara makan tanpa terasa perutnya berbunyi.
"tadi katanya sudah makan, kok ada suara orang kelaparan nya." menyinggung orang yang berada disebelahnya.
"saya tiba-tiba lapar, mangkanya bunyi tadi saya kenyang ketika kamu tanya." tanpa melihat Ara.
"ya udah biar Ara ambil dulu." ingin melangkah turun dari panggung pelaminan. Tetapi di tahan oleh Ferdiansyah.
"jangan turun, disini aja biar saya aja yang ambil." turun dari panggung pelaminan.
"ya udah, baguslah kalau gitu." kembali duduk dan melanjutkan makannya.
acara resepsi selesai sekitar jam 5 sore, keluarga Ara dan Ferdiansyah sudah beristirahat. Untuk membersihkan semua kegiatan sudah diserahkan kepada penanggung jawab dari masalah catering, pelaminan dan para pekerja lainnya.
Ara membersihkan make up nya bersama Vivi sambil berbaring sedangkan Ferdiansyah berada di kamar Kahfi.
Malam
setelah shalat isya dan makan malam bersama, papa dan mama Ferdiansyah pamit untuk kembali lagi ke hotel karena tidak mungkin mereka tidur di rumah Ara karena tempat tidurnya tidak ada dan keluarga Ara juga banyak di rumah tersebut.
"mama balek ya Ferdi... kamu jangan nakal." peringat mama Ferdiansyah.
"ya ma.. emangnya Ferdiansyah anak kecil?"
"kalau begitu kami pamit dulu pak Ahmad, Bu Utami." kata papa Ferdiansyah.
"kalau Ferdiansyah macam-macam bilang sama mama nantik Ra." kata mama Ferdiansyah.
"ya ma."
"assalamualaikum." papa dan mama Ferdiansyah serempak menyalami kedua orang tua Ara begitu pula Ferdiansyah dan Ara menyalami kedua orang tua Ferdiansyah.
"wa'alaikumussalam." serempak orang tua Ara
"wa'alaikumussalam ma, pa." serempak Ara dan Ferdiansyah.
"berarti malam ini aku tidur bareng orang ini."batin Ara sambil melihat Ferdiansyah di sampingnya.
jam sudah menunjukan pukul 21:45 semua keluarga Ara sudah bersiap-siap untuk tidur karena mereka semua kelelahan. Untuk Ara dan Ferdiansyah masih berada di ruang keluarga Mash melihat-lihat keluarga mempersiapkan tempat tidur di ruang keluarga. Rumah Ara memiliki 4 kamar saja dan 1 kamar tamu atau keluarga yang berada dikampung yang menginap kerumahnya dan sekarang keluarganya sangat banyak, untuk itu terpaksa tidur di ruang keluarga tetapi itu semua sudah biasa bagi keluarga Ara tapi bagi Ferdiansyah hal tersebut adalah hal yang baru ia lihat.
"mereka tidur di sini" pelan tetapi bisa terdengar oleh Ara yang berada di sampingnya.
"ya kenapa? bingung pasti belum pernah lihat kayak beginian, ya secara kamu orang kaya." pelan takut terdengar oleh keluarganya dan ia membantu menyusun tempat tidur untuk keluarganya.
"Ra, kamu tidurlah lagi tuh lihat Ferdiansyah kelelahan kelihatannya." mama Ara
"ya ma, kalau gitu Ara ke kamar dulu ya ma." yang di ikuti oleh Ferdiansyah yang sebelumnya meminta izin kepada mama Ara terlebih dahulu.
sekian dulu ceritanya
ini cerita perdana Ku jadi harap maklum kalau ada kata-kata yang salah dalam penulisannya.
jangan lupa vote dan follow
terimakasih 🙏🏻
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments