Perpisahan dengan Teman kerja

Ting....Ting...

getaran hp Ara membuat Vivi berhenti makan, sedangkan Ara asik dengan bakso larva mangkok keduanya.

"Ra, hp kamu bunyi"

Ara melihat pesan dan wa dan ia membukanya

"saya akan menelfon kamu, tolong berbicara sesopan mungkin karena saya akan speaker didepan mama.

tidak lama kemudian ada panggilan dari Ferdiansyah. Ara langsung menekan tanda hijau.

"halo dek"dengan suara lembut, kalau bukan suruhan mamanya dan di speaker mungkin dia tidak akan berkata selembut ini.

"assalamualaikum bang" menyindirnya sambil tersenyum.

"wa'alaikumussalam, maaf dek Abang lupa"menahan kesal dengan senyuman paksaan nya.

"gimana perjalanannya bang? sehat semuanya kan bang?" Vivi yang melihatnya terkejut karena Ferdiansyah menelfon kawannya.

"Alhamdulillah sehat, Abang baru sampai. kamu sedang apa?kok dengarnya rame banget?"

"lagi makan bakso bang" kepo banget sih jadi orang.

"Abang mau istirahat dulu, oh ya mama mau bicara sama kamu."

"assalamualaikum nak, kamu sehatkan nak?"

"wa'alaikumussalam ma, Ara Alhamdulillah sehat. Mama sama papa sehat kan?" selesai tunangan kemaren aku disuruh memanggil mama dan papa awalnya sih agak canggung tapi mau gimana lagi.

"Alhamdulillah sehat, mama dengar kamu makan bakso ya, kamu suka bakso?"

"iya ma, suka banget malah" jawab ku dengan sangat.

"kapan-kapan mama ajak ke tempat bakso langganan mama, disini ada bakso larva yang luar binasa pedasnya. kamu suka pedas kan?"

"nggak salah lagi ma, Ara emang suka pedas. oke ma Ara tunggu" senang, iyalah senang.

"oke lanjut makan baksonya, mama mau beres-beres dulu, assalamualaikum"

"wa'alaikumussalam mama"

"sesenang itu di telfon babang Ferdiansyah?"

"aku senang karena mama mau ngajak makan bakso tempat langganannya di sana"

"kamu kalau diajak makan memang nggak ada pantangannya, tapi badan kamu kok nggak besar-besar sih Ra? secara makan kamu banyak."

"itu adalah anugerah" dengan suara tawanya.

malam itu mereka menghabiskan waktu dengan memakan bakso dan bermain di taman kota. Ara dan Vivi memang suka bermain di taman kota mulai dari melihat-lihat anak-ank bermain bercerita dan masih banyak kegiatan yang mereka lakukan, dan jangan lupa dengan cemilan mereka dari dadar gulung, Moba dan Snack lainnya.

1 Minggu 2 hari berlalu

karena harus menunggu 5 hari lagi, Ara sudah memberikan surat pengunduran diri, awalnya ia tidak ingin keluar dari pekerjaannya. Berkat ceramah dan bla-bla dari orang tuanya akhirnya masa itu akan terjadi. Untuk urusan surat-surat mengenai pernikahan Ara sudah menyelesaikannya seminggu yang lalu. Dan hari ini adalah hari perpisahannya bersama rekan kerjanya. Mereka sepakat akan makan bersama disebuah rumah makan pecel lele yang terkenal di daerahnya.

"anggap aja ramai"author

tempatnya begitu nyaman dan bersih, disini banyak para muda-mudi yang makan. Dan menu andalannya adalah bebek bakarnya yang menggugah selera para pengunjung.

semua karyawan dari tempat kerjanya Ara sudah berkumpul dari pemilik, manager dan lain-lainnya. Memang semua sudah akrab satu sama lain dan untuk pemiliknya sendiri hanya bisa sampai jam 08:30 karena ia ada acara dengan keluarganya.

"Ara saya harap kamu tidak melupakan teman-teman kerja kamu, dan terimakasih sudah bekerja di tempat saya." ucap pemilik dengan tenang dan berwibawa, ia adalah panutan dari semua karyawan walaupun umurnya sudah tidak terbilang muda lagi tapi jiwanya masih muda. Ia juga sudah memiliki cucu dan yang membuat karyawan betah adalah prosedur dari pekerjaannya begitu pula dengan istrinya, walaupun tidak bekerja di sana ibu Santi begitu baik dan ramah kepada karyawan suaminya dan ia juga sering membuatkan kami.

"ibu dengar calon kamu artis Ferdiansyah itu ya?" ibu Santi memberikan senyuman kepada ku.

"iya Bu" dengan senyuman

"berarti ibu terlambat, soalnya ibu mau jodohkan kamu sama anak ibu" nada lesu "tapi tak papa mungkin belum jodoh"

perkataan ibu Santi membuat ku dan sebagian dari karyawan terkejut, Ara tidak tau tentang anak dari pemiliknya tetapi sebagian dari karyawan apalagi karyawan lama sudah tau tentang anak pemilik tersebut. Ia adalah pengusaha muda yang sedang naik daun di dunia belanja secara online dan sudah banyak dari para artis yang menjadi ambasador nya. Walaupun bisnisnya berbeda dengan sang ayah tetapi ia masih menjunjung nilai agamanya. Ia bernama Adnan Alfarizi anak dari bapak Ahmad Alfarizi dan ibu Santi. Adnan Alfarizi adalah anak kedua dari 2 bersaudara, saudara pertamanya bernama yoga Alfarizi yang meninggal bersama istri akibat kecelakaan yang mana meninggalkan seorang putri cantik bernama Khanza Amelia yang sekarang berusia 3 tahun dan sekarang tinggal bersama Adnan Alfarizi karena keinginan dari kakaknya untuk menjaga anaknya. Dan ibu Santi sesekali mengunjungi mereka yang berada di kota J dan terkadang menginap cukup lama disana, karena anaknya akan kerepotan mengurus balita tersebut. meskipun anak dari kakaknya tersebut ada pengasuhnya tetapi Adnan senang mengurusnya ketika lagi libur. Dan keluarga dari pihak perempuan juga setuju dengan wasiat dari almarhum menantunya walaupun begitu mereka juga sering berjumpa dengan cucunya.

oke kita balek lagi, ke cerita Ara.

"kalau begitu bapak sama ibu pulang duluanya, dan Ara semoga acaranya lancar nantinya, assalamualaikum semuanya"

"assalamualaikum, semoga lancarnya nak Ara acaranya, walaupun ibu agak sedikit sedih karena kamu nggak jadi mantu ibu. assalamualaikum semuanya" dengan senyuman khasnya, sedangkan Ara menanggapinya dengan senyuman. Setelah keduanya pergi, kak Putri menyenggol tangannya Ara yang tepat di sampingnya.

" kamu tau nggak anak ibu Santi sama pak bos?"

"nggak kak, kenapa? Kakak kepikiran kata Bu Santi tadi?" asik dengan bebek bakarnya.

"iya, secara anaknya pengusaha terkenal Ra, masak kamu nggak tau?" membanggakan anak dari bosnya.

"Ara nggak tau kak, Ara nggak mau pikirkan itu."

"ya ya ya kamu cukup pikirkan Ferdiansyah itu sudah cukup. Nggak sia-sia kakak ajak kamu ke luar negri, akhirnya kamu nikah juga"

"apaan sih kak, coba kakak nggak bawa aku pasti aku masih kerja sekarang." dengan wajah lah dan cemberutnya

"ya ya, kalau di pikir-pikir, kamu kok bisa mau nikah sama Ferdiansyah padahal kamu sama dia kan baru kenalan. Apa jangan-jangan kamu sama dia...." terkejut dengan pemikirannya.

"apa kak? mau bilang aku bunting? nggaklah kak orang nggak ngapa-ngapain sama dia. Mungkin dia aja yang naksir aku" dengan cengengesan sambil mencomot sambal yang pedas.

"kepedean kamu"

"kak, tadi aku minta bon makanannya tapi kata kasirnya udah dibayar semua sama bapak bos"

kata Silvi yang baru muncul di samping putri karena sebelumnya putri menyuruhnya untuk menanyakan bon makanan mereka.

"apa? benar bos yang bayar?" ucap bang Riski dan bang Tara bersamaan

"iya kalau nggak percaya tanya aja sama kasirnya" sewot Silvi.

"Ra, kamu harus bilang terimakasih sama pak bos, rencana kami tadi ingin patungan ehh rupanya pak bos yang bayar "

"iya kak nantik aku telfon pak bos"

sekian dulu ceritanya

ini cerita perdana Ku jadi harap maklum kalau ada kata-kata yang salah dalam penulisannya.

jangan lupa vote dan follow

terimakasih 🙏🏻***

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!