Sesampainya di kamar,Tiara tidak sanggup lagi membendung air matanya.Dia menjatuhkan dirinya ke ranjang, dan menangis terisak-isak.
Dia tidak menyangka, kalau ternyata ke dua anaknya mendapat tekanan batin selama ini.Selama ini Tiara berpikir semua baik- baik saja.Dia pikir kedua anaknya tidak membutuhkan seorang ayah. Ternyata semua tingkah ceria yang di tunjukkan kedua anaknya hanya kamuflase. Ternyata selama ini kedua anaknya merindukan figur seorang ayah.Tiara bahkan mengingat dengan jelas pertanyaan ke dua anaknya ke Dimas, sewaktu makan malam tadi.
Flashback
" Om, boleh gak Aarash bertanya sedikit?"
" Tentu saja boy, kamu mau nanya apa?" tanya Dimas lembut.
" Om punya, seorang ayah tidak?"tanya Aarash kembali.
"Semua orang pasti punya ayah boy,"
" Kalau semua orang pasti mempunyai ayah, berarti kami juga punya dong? tapi kami kok tidak mempunyai seorang ayah ya om? bagaimana sih rasanya punya ayah om? kini giliran Aariz yang bertanya bertubi tubi, sampai Dimas bingung untuk menjawab.
" Hmm kalian mau tidak mempunyai ayah?, kan setelah punya ayah, kalian bisa merasakan bagaimana rasanya mempunyai ayah, sehingga kalian berdua bisa menemukan jawaban nya sendiri".Ucap Dimas berharap si kembar menjawab iya.
" Tidak usah om, kami cukup hanya mempunyai seorang bunda saja, kami sudah senang.selama ini kami bisa kok hidup bahagia tanpa seorang ayah" ucap Aarash lugas.
Dimas tercengang dengan jawaban si kembar, dan ada sedikit rasa kecewa di hatinya.
Tiara cukup surprise dan terharu dengan jawaban kedua anaknya.Tiara bahagia memiliki anak yang berbakti dan baik.
Flashback end.
***
Jakarta
Pukul 10 pagi, sesuai dengan perjanjian,Bimo dan Seno sudah ada di sebuah cafe, untuk melaksanakan pertemuan yang tertunda kemarin.Pertemuannya hanya cukup memakan waktu sekitar satu jam.Kesepakatan kerjasama sudah deal dan masing-masing sudah menanda tangani surat perjanjian kerjasama.
"Sen, kita sekalian makan siang disini aja,aku sudah lapar,kebetulan tadi pagi aku sarapannya sedikit".Ucap Bimo setelah klien mereka pergi.
"boleh deh Bim,aku udah lapar juga soalnya"ujar Seno menyetujui.
"Hai Bimo sayang", kayanya kita benaran jodoh deh, ucap seorang wanita yang tiba-tiba duduk di sebelah Bimo.
Bimo yang melihat kehadiran wanita itu, yang ternyata Jesika,wanita manja yang dijodohkan mamahnya menautkan kedua alisnya, merasa sedikit terganggu. Tapi dia tidak membalas sapaan manja Jesika.Ingin rasanya Bimo beranjak dari tempat itu,tapi dia tidak mau Jesika berteriak-teriak dan merengek- rengek seperti yang sudah-sudah.Sehingga bisa menimbulkan spekulasi dari pengunjung cafe ,yang bisa membuat dirinya dianggap kejam dan tidak bermoral.
"Hei ular keket, tau darimana lo kalau kalian jodoh? kepedean lo".Ucap Seno sinis.
"Ya iyalah, lo bisa liat dong, kami berdua bisa bertemu di sini padahal kami gak ada janjian,apalagi coba namanya kalau bukan jodoh? Sahut Jesika tak mau kalah.
"Jadi maksud lo,kalo lo ketemu sama orang gila di jalan itu namanya jodoh juga? kan gak ada janjian",ucap Seno sarkasme.
"I ih sayang, aku di ledekin temanmu nih, bantuin dong"ucap Jesika manja, tapi Bimo tetap cuek seakan tidak ada Jesika di sana.
Jesika yang merasa dicuekin, gak menyerah,dia tetap berusaha untuk mencari perhatian Bimo.
"Sayang kamu memesan apa?" tanya Jesika manja.
"sayang, sayang kepala lo peang" batin Seno merasa geli plus jijik.
Karna gak mendapat jawaban,Jesika akhirnya mengangkat tangannya ke arah pelayan untuk membuat pesanan.
"Mba aku pesan menu yang sama dengan calon suami ku ini ya, minum nya juga sama" Ucap Jesika dengan percaya diri serta nada suara yang dilembut-lembutin. sehingga membuat Seno pengen muntah mendengarnya.
"Cih calon suami dari Hongkong" ucap Seno, tapi lagi-lagi dalam hati.Tiba -tiba Seno punya ide,dia pun pura-pura minta ijin ke toilet.
"Bim gue ke toilet dulu ya,gue udah sesak pipis nih" pamit seno dengan tersenyum sinis.
Bimo yang meyadari senyuman aneh Seno pun,langsung mengerti maksud Seno, dengan senang hati dia langsung mengijinkan.
15 menit kemudian,pesanan mereka pun sudah tersaji di meja dan siap untuk di santap.
Jesika yang melihat menu nasi goreng yang di pesan Bimo merasa sedikit menyesal sudah memesan menu yang sama dengan Bimo.Bukan karena nasi gorengnya, tapi lebih ke jenis nasi gorengnya.Nasi goreng mafia ya itu lah namanya.Nasi goreng yang memiliki level pedas yang mematikan.sebenarnya ada 5 level,yaitu Menenangkan, Menggoda, Menyesakkan, Merisaukan, Menyesal dan tambah satu level lagi mematikan. Padahal Jesika selalu menghindari makanan yang menggunakan cabe karna dia tidak kuat memakan makanan pedas.
Tapi karna gengsi,Jesika pun mau tidak mau harus memakan nasi gorengnya.Bimo sudah lahap dan santai menyantap nasi gorengnya, dan Seno juga sudah lahap dengan ramennya.
Jesika memasuk kan suapan pertama nasi gorengnya dengan hati-hati ke dalam mulut.Tapi begitu dia kunyah, wajah putihnya langsung berubah merah seperti tomat, dan matanya tiba-tiba juga berair. Bimo dan Seno yang sebenarnya sudah menyadari apa yang terjadi, pura-pura tetap santai dan cuek,padahal mereka berdua lagi berusaha menahan ketawa.
"rasain lo, makan tuh cabe" batin Seno sambil sedikit mengangkat sedikit sudut bibirnya.
"sh sh sh, Sayang pedes banget nih" ucap Jesika sambil mengibas-ngibaskan tangannya kemulutnya berharap Bimo memperhatikannya.Tapi seperti biasa Bimo tetap cuek saja.
"Sayang aku ke toilet sebentar ya" pamit Jesika sedikit berlari.
"Hahahahaha", gelak tawa Bimo dan Seno pun gak bisa di tahan lagi setelah kepergian Jesika.
"Gila lo,ini pasti kerjaan lo kan Sen?" tanya Bimo sambil ketawa.
"Lo tau gue lah sob, Lo kan mesan nasi goreng mafianya level 2 yang menggoda,tadi gue bilangin aja tadi ke pelayannya,kalau si Jesika mau level yang ke 5 yang menyesal,sekalian ku tambahi satu level lagi mematikan, ha ha ha" ucap seno tertawa sambil memegangi perutnya.
"Sadis lo", tapi gue suka cara lo men" ucap Bimo sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Tapi, makasih ya sob.Sekarang buruan habiskan makanan lo, habis itu kita langsung cus dari sini sebelum dia kembali.Biar sekalian dia yang bayar".Ucap Bimo sambil memanggil pelayan untuk menghampiri meja mereka.
"Iya pa,ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan itu sopan,seperti pelayan pada umumnya.
"Mba kami ada urusan penting, uang saya ada sama calon istri saya tadi, jadi dia nanti yang bayar y mba.Dia lagi ke toilet, dan sebentar lagi pasti kembali, dan dia sudah tau kok kalau kami akan pergi duluan"Ucap Bimo dengan wajah serius.
"Baik tuan, kalau begitu" ucap pelayan itu sambil menundukkan sedikit badannya.
Bimo dan Seno pun dengan secepat kilat kabur dari tempat itu,sebelum Jesika kembali.
Kalian pasti udah bisa menebak kan apa reaksi Jesika setelah kembali dari toilet?
To be continue
please jangan lupa tinggalkan jejak.like,vote dan komen
Love you all🥰🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
Irma Kabelen
😂😂😂😂😂
2024-11-06
0
🍭ͪ ͩ𝐀𝐢𝐬𝐲𝐚𝐡👙B⃠ikini
hidung aku kembng kempis bcanya😂😂😂😂
2022-02-05
0
desvika ice
jessica dikerjain duo geblek.... ngakak sumpah.....
2021-10-29
0