"Eh ibu Sarah! kok tumben datang ke sini bu?" kaget buk Sumi sekaligus senang karena kedatangan mantan majikannya itu.Majikan yang ramah, baik dan tidak sombong.Karna ibu Sarah lah dia yang dulunya hanya seorang pembantu, kini memiliki beberapa rumah kontrakan pemberian dari mantan majikannya itu.
"Kangen aja sama mbok" ucap ibu Sarah sambil memeluk bu Sumi."kebetulan nanti jam 2 ada peresmian cabang hotel yang baru mbok,jadi sebelum jam dua aku mampir dulu ke sini" ujar ibu Sarah sambil duduk setelah di persilahkan ole buk Sumi.
"Bapak sama den Bimbim kok gak ikut bu?"
"tadinya Bimo mau ikut, karena udah kangen juga katanya, tapi berhubung masih banyak yang harus dipersiapkan jadi mereka gak bisa datang, dan mereka titip salam sama mbok, gak pa-pa kan mbok?"
"Oh gak pa-pa kok bu" ucap bu Sumi sambil menyunggingkan senyumnya, walaupun dia sedikit kecewa karena tidak bisa bertemu Bimo,anak yang dia rawat dari bayi,sampai menginjak remaja.
"Nek, kami pulang" teriak dua orang bocah yang baru saja pulang sekolah. Dan mereka langsung meraih tangan ibu Sumi dan mencium punggung tangannya.Untuk sejenak mereka sedikit kaget dengan kehadiran tamu yang mereka belum pernah lihat sebelumnya.Tapi karena mereka sudah terbiasa untuk berlaku sopan, mereka berdua pun juga melakukan hal yang sama, seperti yang mereka lakukan ke buk Sumi.Dan setelah Salim mereka langsung izin, masuk untuk berganti pakaian dan makan siang.
"Anak siapa mereka mbok?" tanya ibu Sarah, yang merasa seperti melihat wajah Bimo kecil di wajah si kembar.
"Mereka cucu-cucu aku bu, anak dari anak angkat aku".
"Anak angkat?" sejak kapan mbok punya anak angkat? kok aku gak tau mbok?"
"Udah dari 7 tahun yang lalu bu! maaf karna tidak pernah memberi tahu, awalnya karna aku kasihan padanya, karena dia sedang hamil dan usianya masih sangat belia pada saat itu". Ibu Sumi pun menceritakan semuanya tanpa terkecuali.
"Kasian sekali dia mbok", Dia pasti seorang gadis yg tegar dan baik hati, zaman sekarang, jarang mbok ada wanita yang mau mempertahankan bayinya, karena gak mau menanggung malu" ucap bu Sarah yang merasa kagum dan salut akan sosok ibu dari dua anak tadi.Dan entah kenapa dia ingin sekali mengenal Tiara.
"Jadi sekarang dimana ibu mereka mbok?" tanya ibu Sarah sambil celingak-celinguk melihat sekeliling rumah.
"Oh kebetulan dia lagi keluar buk karena ada urusan.Hari ini dia rencana mau resign dari tempat dia bekerja dan akan pindah ke Jakarta. karena ada Sahabatnya yang mempercayakan restorannya untuk nak Tiara kelola,Dan kemungkinan aku juga akan ikut pindah ke Jakarta bu, untuk masalah kontrakan, mereka bersedia mentransfer uang kontrakan nya.Sesekali aku akan tetap mengunjungi tempat ini".
"Oh padahal aku ingin sekali mengenalnya, kira-kira dia pulangnya jam berapa?, biar aku tunggu aja, soalnya masih ada waktu 2 jam lagi sebelum acara dimulai"
"Kayanya nak Tiara pulangny agak lama bu, mungkin belum rejekinya ibu ketemu, tapi nanti setelah di Jakarta aku akan ajak dia ke rumah ibu".
"Iya deh mbok" ucap bu Sarah sedikit kecewa. " Mbok boleh panggilkan si kembar? pengen ngobrol-ngobrol dengan mereka.Mereka seperti Bimo kecil, betul gak mbok?"
"Eh, iya ya buk? pantasan kemarin-kemarin aku merasa seperti pernah melihat wajah ke dua anak itu".ucap bu Sumi ,yang tiba- tiba menyadari kemiripan antara si kembar dan Bimo.
"Atau jangan-jangan ayah anak ini den Bimo? tapi gak mungkin,den Bimo gak mungkin sejahat itu, ini pasti cuma kebetulan aja, kan banyak orang-orang yang mirip padahal tidak punya hubungan darah" batin bu Sumi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Lho ada apa mbok? kok mbok jadi bengong?"
"Oh gak pa- pa bu,tunggu sebentar ya bu, aku panggil mereka dulu". Ibu Sumi beranjak pergi dan tidak lama kemudian kembali lagi bersama si kembar.
"Hai nak, ganteng- ganteng banget sih" ucap bu Sarah gemas sambil mecubit pelan pipi si kembar. " Yang ini namanya siapa dan yang ini namanya siapa?"
"Saya Aarash bu,dan yang ini adik saya Aariz" ucap Aarash memperkenalkan dirinya serta adiknya.
"panggil saya oma,jangan ibu dong?" ucap Bu Sarah yang entah kenapa ingin sekali dipanggil oma.
" Baik oma" tapi bisa gak oma gak usah nyubit-nyubit pipi kami terus,soalnya kalau terlalu sering jadi sakit juga oma" celetuk Aariz tiba-tiba.
"Hahaha maaf, maaf in oma ya, kalau cubit tidak boleh, kalau peluk boleh dong?"
" boleh oma,"ucap keduanya bersamaan setelah mendapat persetujuan bu Sumi sang nenek.
Entah kenapa, ada rasa terharu dan getaran aneh yang ibu Sarah rasakan ketika memeluk kedua bocah yang menggemaskan itu, padahal sebelumnya dia tidak perna seperti ini terhadap anak-anak yang pernah di jumpainya.
" Mungkin karena aku merasa kasihan saja sama kedua anak ini, bukan karena ada perasaan lain".batin bu Sarah berusaha menepis perasaan aneh yang ada dipikirannya.
Tak terasa udah hamir 1 jam, ibu Sarah bermain dengan si kembar.Ingin sekali bu Sarah berlama- lama di sana.Entah kenapa dia merasa senang berada di dekat ke dua bocah itu. Dia dari tadi tidak berhenti tertawa, karena ulah Aariz yang lebih terlihat ceria dari pada Aarash yang hanya bicara seperlunya aja.Akan tetapi mau tidak mau dia harus segera pergi, karena Handphone nya dari tadi sudah berbunyi berulang kali.menyuruh bu Sarah agar segera datang karena acara akan mulai sekitar 30 menit lagi.
"Oma pamit dulu ya boys, nanti kalau udah diJakarta sering-sering datang ke rumah oma ya"! nanti oma belikan banyak mainan".
" Iya oma, kami akan usahakan datang berkunjung ke rumah oma,pasti meyenangkan di sana" ucap Aariz antusias.
" ini oma kasih sedikit uang jajan,nanti beli ice cream ya!"ujar bu Sarah sambil memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan ke arah sikembar.
" Gak usah oma, bunda bilang gak baik kalau meminta uang dari orang lain" ucap Aarash menolak pemberian ibu Sarah.
" kalian kan tidak minta, kan oma yang ngasih! jadi bundanya gak bakal marah.Justru oma akan sedih kalau Aarash dan Aariz tidak mau menerima pemberian oma" ucap ibu Sarah pura-pura sedih.
"baik lah oma kalau begitu, oma jangan nangis dong," ucap Aarash dan Aariz sambil memeluk bu Sarah. mereka merasa nyaman dengan kehadiran ibu Sarah, sama seperti rasa nyaman yang mereka rasakan terhadap ibu Sumi.
"Ya udah oma pamit ya sekarang,jaga diri kalian baik-baik,jangan nakal dan patuh sama bunda" ucap bu Sarah lembut,sambil mengelus-ngelus rambut serta mencium pucuk kepala si kembar.
To be continue
jangan lupa untuk tetap memdukung Author abal-abal ini ya guys.please like,vote dan komen. Thank you for reading.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
🍭ͪ ͩ𝐀𝐢𝐬𝐲𝐚𝐡👙B⃠ikini
😔😔😔😔😔
2022-02-05
0
desvika ice
sudah ketemu oma yg asli
2021-10-29
0
Nur Hayati
😭😭😭😭😭😭
2021-10-01
0