"Apa, Tiara hamil?,
lho kok bisa?" tanya Jaka, pemuda yang merupakan adik dari Tiara. Akan tetapi, Jaka sama sekali tidak pernah memanggil Tiara dengan sebutan kaka.
"Iya Jaka, dia memang tidak tahu diri dan bikin malu keluarga. Jadi dia harus segera angkat kaki dari rumah ini.mama tidak mau nantinya di cemoh sama warga kampung".
"Aku sih gak masalah mah, kalau Tiara keluar dari rumah ini.Tapi yang jadi masalah, kalau dia pergi,nanti siapa dong yang kerja cari uang? Jaka tidak mau ya capek kerja, untuk menghidupi keluarga ini" ujar Jaka keberatan. Dia tidak mau dengan perginya Tiara, dia akan kehilangan sumber uangnya.Jaka langsung membayangkan tanpa uang, dia pasti tidak akan bisa nongkrong-nongkrong dengan teman-temannya sambil minum minuman keras.Jaka juga tidak mau capek untuk bekerja. Hidupnya selama ini sudah enak,santai di rumah,tapi tetap dapat uang.
Bu Surti dan pak Samsul terdiam sejenak, dan membenarkan kata- kata Jaka barusan.Selama ini, yang kerja cari uang itu memang Tiara, dengan jadi buruh cuci, dan jualan gorengan keliling kampung. Dan karena alasan ini juga lah,mereka tidak mengizikan Tiara buat mengambil bea siswa kuliah yang dia dapat.Mereka pernah bilang ke Tiara sebulan yang lalu, kalau tidak akan ada gunanya kalau Tiara kuliah.Bu surti bilang, toh ujung-ujungnya kamu akan jadi ibu Rumah tangga juga.
"Oh, ok Tiara, kamu bisa tetap tinggal di rumah ini, tapi dengan satu syarat kamu gugurkan bayi itu tegas bu Surti.
"Nggak ma, pa, aku mohon biarkan dia lahir ke dunia ini.bayi ini gak berdosa ma, pa "ucap Tiara memohon.
"Nggak boleh, pokoknya harus tetap di gugurkan. Mamah gak mau jadi bahan gunjingan warga kampung ini nantinya"ucap bu Surti gak mau dibantah.
"Benar kata mama mu, kami gak mau ya menanggung malu di kampung ini.Pokoknya, besok kamu ikut mama ke tempat mbok Iyem.Mumpung usia kandungan mu masih muda, Mbok Iyem pasti bisa cepat bisa ngegugurin tuh bayi"ujar pak Samsul memutuskan.Dan kalau pak Samsul sudah memutuskan siapa pun tidak boleh membantah.
***
Malam harinya ,Tiara gelisah tidak bisa tidur. Tiara takut tentang apa yang akan terjadi di hari esok.Tiara tahu, bagaimana kejamnya cara mbok Iyem kalau sedang menggugurkan janin para pasien-pasiennya.Tiara pernah melihat seorang Pasien yang berteriak kesakitan, waktu mbok iyem meminumkan sebuah ramuan ke dalam mulut si wanita itu.Dan setelah itu dia mengurut perut si Wanita itu dengan cukup kuat.Pada saat itu Tiara kebetulan sedang diminta mbok Iyem untuk mencuci pakaiannya.Tiara ingin sekali mempertahankan bayinya.Mungkin cara hadirnya bayi ini aja yang tidak benar.Aoan tetapi, bagaimanapun bayi ini tidak berdosa.
Dengan tekad yang bulat Tiara pun mengemas pakaiannya, dan dengan membawa sedikit uang yang di simpannya diam-diam, Tiara memutuskan kabur dari rumah.Tiara membuka jendela kamarnya hati-hati, melemparkan tasnya keluar dari jendela.Kemudian dengan sangat hati-hati sambil memegang bawah perutnya, Tiara melompat keluar dari Jendela.Tiara berjalan mengendap-endap tanpa suara takut membangunkan papah dan mamah nya.Kalau untuk Jaka jangan di tanya lagi, karna malam seperti ini, dia pasti sedang nongkrong dengan teman-temannya. Tiara sengaja berjalan ke arah yang tidak melewati tempat dimana Jaka dan teman-temannya biasa nongkrong.Setelah agak jauh dari rumah dan merasa situasi sudah cukup aman, Tiara menelepon Sinta sahabatnya, dengan Handphone yg pernah diberikan Sinta kepadanya.Sekarang Sinta sudah kembali ke rumah orang tuanya di Bandung.Dulu Sinta di Jogja tinggal di rumah pak de dan budenya sampai dia lulus SMA.
"Halo Ara.. ada apa malam- malam begini telpon?" tanya Sinta dari seberang sana.
"Sin tolong aku please.. aku kabur dari rumah, dan aku gak tau mau kemana lagi".
" What, kamu kabur?, kok bisa? kenapa ra? apa mereka nyiksa kamu lagi? Mereka itu beneran orangtua kamu gak sih?" tanya Sinta bertubi-tubi tanpa berhenti
" Aku tidak bisa menceritakannya sekarang Sin, Tapi aku janji setelah kita bertemu aku akan ceritakan semua".
"Ya udah kamu ke Bandung aja.nanti aku jemput kamu di stasiun.kamu ada uang kan Ra?"
"ada sedikit sin.
makasih ya Sin" ucap Tiara sambil menghela nafas lega.
Setelah menempuh perjalanan lebih kurang 8 jam dengan kereta, Tiara pun tiba di stasiun Bandung atau stasiun Hall, yang merupakan stasiun kereta api terbesar di kota Bandung. Tiara berusaha mencari keberadaan Sinta.Sungguh sangat mudah untuk Tiara bisa mengenali Sinta di tengah keramaian orang yang berlalu lalang di stasiun ini,karena seperti biasa,Sinta pasti akan selalu tampil on dan wah dalam segala macam keadaan.Tiara melihat Sinta yang celingak celinguk mencari keberadaan nya.
Tiara melambaikan tangannya, dan Sinta pun membalas lambaian tangan Tiara.Sinta sedikit berlari ke arah Tiara ,dan begitu sudah dekat Sinta langsung memeluk Tiara.. Matanya sedikit berkaca-caca hendak menangis ,melihat tubuh Tiara yang lebih kurus dari yang terakhir dia lihat.
"Tiara kamu belum sarapan kan?" tanya Sinta girang karna bisa bertemu dengan Tiara lagi.
"Ya belum lah Sin, kamu gimana sih? aku kan baru turun dari kereta"jawab Tiara dengan sedikit terkekeh
"Oh iya ya,hehehe" ujar Sinta sambil menepuk Jidat nya.
"Kita sarapan dulu yuk.. di dekat sini ada lho bubur ayam Bandung yang wenakkk".
"Boleh deh Sin, aku juga udah lapar.Sekalian aku mau ngomong sesuatu sama kamu" ucap Tiara tersenyum tipis berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya.
***
"Kamu mau cerita apa ra?" tanya Sinta tidak sabaran sambil menunggu pesanan mereka datang
"Sin sebelum aku cerita, kamu janji ya tidak marah, dan tidak akan memberitahukan siapa pun masalah ini!" ucap Tiara sedikit khawatir memikirkan tentang reaksi Sinta nantinya setelah mendengar ceritanya. Tiara takut setelah mengetahui keadaannya, Sinta nantinya akan menjauhinya dan tidak mau berteman dengan nya lagi.
"Kamu mau cerita apa-an ra? sepertinya kamu punya masalah berat dan wajah kamu juga kelihatan pucat" ujar Sinta sedikit khawatir.
"Kamu janji dulu Sin, setelah kamu dengar dan tahu, kamu tidak akan menjauhi aku" ucap Tiara lirih
"Ok ra aku janji".
"Maaf neng geulis ini buburnya".ucap pedagang bubur ayam yang datang tiba-tiba untuk mengantar pesanan mereka.
"Terima kasih ya pak" ucap Tiara dan Sinta hampir bersamaan.
"Sama-sama neng" jawab tukang bubur sambil berlalu.
"Ayo ra dimakan buburnya, mumpung masih hangat.ceritanya ntar aja"
"Ia Sin" ucap Tiara dan langsung melahap bubur ayam di depannya. Akan Tetapi baru 2 suapan, Tiara kembali merasakan mual, dan dia secara refleks menutup mulutnya.
"Kamu kenapa ra?, buburnya gak enak ya?" tanya Sinta heran.
" Nggak Sin, tapi,"Tiara diam sejenak."Aku lagi hamill Sin".
to be continue
Jangan lupa untuk tetap dukung author ya, dengan like,komen dan vote.terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
Ernadina 86
malang bener nasibmu Tiara...keluarga galak..di perkosa..hamil..diusir..hadeh ..berat
2023-07-15
0
Yeni Eka
Semoga Sinta mau membantu masalah Tiara
2021-07-10
0
sri hasan basri, S.Pd.
hidup kok malang amat tiara...nggak ada indah2nya, entar jangan nyalahin tuhan tiara, tuh authornya sentimen ke elo.
2021-07-09
1