"Nih pakaian kamu!"ucap Bimo sambil melempar sebuah kantong plastik berisi satu stel pakaian.
"Buruan ganti sana,dan segera angkat kaki dari kamar ini!" perintah Bimo kasar.
Tiara bangkit dari ranjang dan berjalan terseok-seok ke kamar mandi, karna bagian bawahnya masih terasa sakit.
Di dalam kamar mandi, Tiara menangis kembali sambil menutup mulutnya, agar suara tangis nya tidak terdengar oleh Bimo.
Tiara melihat tubuhnya yang penuh tanda seperti sisik ikan. Tiara merasa jijik dengan dirinya sendiri.
"Aku sudah kotor, aku sudah kotor Tuhan.Kenapa semua ini terjadi kepada ku Tuhan? kenapa**aa?!" jerit Tiara didalam hati.
Aku benci kamu Bim, aku benciiii!" ucap Tiara lagi sambil mengusap-usap kulitnya dengan kasar, berharap semua noda di tubuhnya hilang.
15 menit serasa tidak cukup bagi Tiara untuk membersihkan tubuhnya.Tiara berharap sabun bisa membersihkan semua noda-noda di tubuhnya,akan tetapi, suara gedoran pintu yang keras dan berulang-ulang,serta teriakan ketidaksabaran Bimo dari luar, mau tidak mau Tiara harus segera menyudahinya, dan harus segera keluar dari kamar mandi.
"Lama banget kamu di dalam? hah?! Kamu mati atau lagi tidur di dalam sana?
buruan kamu keluar dari sini! dan ingat pesan ku tadi, jangan sampai ada orang yang tahu,Paham?!"
"I- iya Bim. Tapi kamu harus ingat Bim, kamu mungkin bisa saja bersembunyi di balik masalah ini,karena kekuasaan yang kamu miliki. Tapi satu hal yang harus kamu ingat, Tuhan tidak tidur. Dia Maha tahu segalanya." Tiara diam sejenak, menghela nafas nya,untuk mengambil jeda, sebelum dia melanjutkan perkataannya.
"Ya ... aku memang suka sama kamu Bim, tapi itu dulu. Sekarang aku menyesal pernah suka dengan laki-laki brengsek seperti kamu. Di dalam hatiku sekarang ,yang tersisa hanyalah rasa benci. Kamu tenang aja Bim, mulai dari hari ini aku berjanji tidak akan pernah muncul di hadapan kamu.Dan aku juga akan menghapus semuanya tentang kamu." ucap Tiara tegas dan berapi-api.
"Aku sebenarnya,mau mengucapkan terima kasih buat semua bantuan kamu selama ini. Akan tetapi, menurut aku kamu tidak pantas untuk mendapatkan kata terima kasih, karena apa yang kamu perbuat hari ini sungguh kejam.Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah memaafkan kamu Bim, kecuali kamu dapat mengembalikan apa yang sudah hilang." sambung Tiara berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata.
" Aku pergi Bim,jaga dirimu baik- baik!" Tiara melangkah keluar dari kamar itu, meninggalkan Bimo yang terdiam membatu, setelah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Tiara.
******
1 bulan kemudian,
Sudah 3 hari ini,Tiara merasakan pusing dan mual-mual.Dan anehnya rasa mualnya selalu muncul di pagi hari.Di siang hari rasa mualnya akan berangsur-angsur hilang.Penciuman Tiara juga makin hari makin sensitif terhadap bau masakan.
Seperti pagi ini,Tiara merasa pusing dan muntah-muntah,Tiara mengoleskan minyak angin ke hidung, ke perut, dan ke dada berharap rasa mual dan pusing itu berkurang.
"Hei, anak pembawa sial! kamu kenapa muntah-muntah hah?! " umpat mamah atau yang sering di panggil di kampung itu dengan nama bu Surti.
"Kamu lagi hamil ya?"
"bukan, Mah! Tiara cuma masuk angin." bantah Tiara.
" Halah, bilang aja kamu hamil.Kamu gak usah bohong."
Tiara terdiam dan menangis.
"Apakah mungkin aku hamil?"batin Tiara.
" Akh kayanya gak mungkin, ini pasti cuma masuk angin.Aku kan baru sekali melakukannya, masa langsung hamil? " batin Tiara sembari menggeleng-gelengkan kepalanya
"Hei, jawab! kok malah diam?" marah ibu Surti lagi, yang membuat Tiara terjengkit kaget.
" Ada apa lagi sih,Mah? tanya seorang laki- laki separuh baya yang baru keluar dari kamar. Dia lah pak Samsul, suami bu Surti.
"Nih si Tiara Pah,dari kemarin muntah-muntah terus, kayanya dia lagi hamil deh."
"Apa itu betul,Tiara?" bentak sang papah keras.
" Nggak Pah! Tiara cuma masuk angin." sahut Tiara, takut mendengar gelegar suara Pak Samsul.
"Halah, aku gak percaya. Kamu tunggu di sini dulu sebentar! Ibu Surti melangkah ke kamar, dan kembali lagi sambil membawa sesuatu di tangannya.
"Nih, kamu cek sekarang!" kata ibu surti sambil meletakkan sebuah benda pipih ke tangan Tiara,yang Tiara tahu kalau itu sebuah alat test kehamilan.
"Dari kemarin mamah udah curiga sama kamu, jadi mamah sengaja membelinya kemarin."
Tiara menerima dengan tangan gemetar, takut kalau hasilnya benar-benar mengatakan kalau dia hamil.
"Buruan!" bentak bu Surti tidak sabaran.
" I i iya Mah!" Tiara masuk ke kamar mandi dan melakukan test sendiri.Dia meletakkan strip test kehamilan itu ,ke air seni yang sudah di tampung sebelumnya ke dalam tutup botol. Tiara menunggu dengan was-was, dan berdoa berharap hasilnya negatif. Setelah di tunggu beberapa saat Tiara menutup matanya dan mengintip hasil testpeck itu, dari sela-sela jarinya.
Prangg
bunyi gayung yang jatuh, karna tersenggol Tiara yang kaget melihat hasil testpek, yang menunjukkan ada 2 garis merah di sana,yang berarti positif.
"Tiara buruan keluar! Ada apa di dalam sana?" teriak bu Surti tidak sabaran.
Cklek
Tiara membuka pintu, dan keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang sudah di penuhi dengan air mata ,sambil menyembunyikan testpeck di belakang tubuhnya.
"Mana hasilnya?" tanya bu Surti tidak sabaran. Tapi, Tiara tidak bergeming.Dia tetap menyembunyikan testpack itu di belakang tubuhnya.
"Mana? buruan Tiara!" bentak bu surti sambil merampas benda pipih tersebut dari tangan Tiara.
Mata ibu Surti melotot seakan mau meloncat keluar dari wadahnya dengan mulut menganga.
"Lihat pah dia hamil! betul kan apa yang mama bilang? pokoknya mama gak mau tau, dia harus segera angkat kaki dari rumah ini. Bikin malu saja, dasar anak pembawa sial kamu Tiara." maki bu Surti sambi menarik rambut Tiara kencang, sehingga Tiara berteriak kesakitan.
Plakkk ...
Pak Samsul yang sudah tersulut emosi, tiba-tiba menampar wajah Tiara dengan sangat keras.
Dasar anak tak tau diri kamu. Mulai sekarang kamu angkat kaki dari rumah ini! Saya tidak mau melihat wajahmu lagi.
wajahmu saja yang polos ternyata kamu murahan Tiara." ucap Pak Samsul dengan intonasi suara yang tinggi.
"Nggak Pah !Tiara gak mau pergi dari sini.Tiara gak tahu mau kemana lagi Pah ...." jerit Tiara sambil berlutut di kaki pak Samsul.
"Aku tidak perduli, kamu mau kemana pun, itu terserah kamu.Tidak ada lagi tempat di rumah ini buat orang seperti kamu." marah Pak Samsul sambil menunjukan jarinya ke muka Tiara.
"Ada apa ini pagi-pagi kok pada ribut-ribut?" ucap seorang pemuda yang muncul tiba- tiba, sambil menguap baru bangun tidur. Suara kalian ganggu tidur aku tahu gak!" Si pemuda tadi melihat ke arah Tiara yang menangis sambil berlutut.
"Emang apa lagi sih yang sudah di perbuat si Tiara ini?" tanya Jaka, sembari menatap sinis ke arah Tiara.
"Dia hamil Jaka."
to be continue
Jangan lupa untuk tetap mendukung author dengan like,komen dan vote nya ya😀😀
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
Ernadina 86
mereka bukan orangtua kandung??kok galak
2023-07-15
0
Yeni Eka
Duh kasian Tiara sampai hamil
2021-07-10
0
sri hasan basri, S.Pd.
ealah... tiara pake pamit sgala sama curut yg udah memperkosanya, nggak salah tuh...pake ngingetin jaga diri baik2, kayaknya abis diperkosa tiara ikut2an eror. nih satu lagi contoh orang tua nggak jelas, bukan ditanya bsik2 anak hamil, malah ditampar dan diusir, kayaknya tiara bukan anak kandung nih. pusing2 dah tiara, emang apa rasanya ya diperkosa gebetan? he...he...mau tau aja! tanya noh tiara ...ngeri2 sedap... bisa aja author tubuh tiara nggak bisa nolak bahkan minta lebih, emang bisa nolak?....tiara sendiri ngelawan dua orang mana sangguplah, eits siapa aja? tuh bimo ama temannya....si setan mahluk astral tak kasat mata.
2021-07-09
0